cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
SWOT ADDITIVE MANUFACTURING : TEKNOLOGI PROSTETIK & ORTOTIK BIDANG KESEHATAN Putri, Anggi Egliana; Drama, Banita Ihfatun; Isneniah, Dwi; Rochmah, Febby Anggraeni; Allif, Nisa Yoelia Nur; Sukaesih, Nunung Siti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42707

Abstract

Perkembangan teknologi dalam tiga dekade terakhir telah membawa perubahan besar di berbagai bidang, termasuk kesehatan. Salah satu inovasi penting adalah additive manufacturing, khususnya 3D printing, yang semakin banyak digunakan dalam pembuatan prostetik dan ortotik. Teknologi ini menawarkan solusi yang lebih terjangkau, presisi tinggi, serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Namun, masih terdapat tantangan seperti keterbatasan material dan daya tahan produk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manfaat serta tantangan penggunaan 3D printing dalam pembuatan prostetik dan ortotik. Penelitian ini menggunakan metode narrative review dengan menelaah berbagai literatur ilmiah terkait penggunaan 3D printing dalam bidang medis. Data diperoleh dari Google Scholar dengan kriteria inklusi berupa artikel open access yang dipublikasikan antara tahun 2016 hingga 2025. Kata kunci yang digunakan mencakup "Additive Manufacturing," "3D Printing," "Prostetik," "Ortotik," dan "Kesehatan." Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif untuk mengidentifikasi tren utama, keunggulan, serta tantangan teknologi ini. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa teknologi 3D printing memungkinkan produksi prostetik dan ortotik yang lebih ringan, ergonomis, dan memiliki biaya lebih rendah dibandingkan metode konvensional. Desain yang lebih presisi juga meningkatkan kenyamanan pengguna. Namun, tantangan seperti keterbatasan kekuatan material dan daya tahan produk masih menjadi kendala. Kesimpulannya, teknologi 3D printing menawarkan solusi inovatif dengan produksi lebih cepat, biaya lebih rendah, dan desain yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Meskipun masih terdapat hambatan teknis, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan kualitas material dan kenyamanan pengguna dalam jangka panjang.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS POST TRANSURETHRAL RESECTION OF THE PROSTATE (TURP) PADA PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA : CASE REPORT Putri, Rizka Salsabila; Widodo, Agus; Muflihah, Nurul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42716

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia atau yang biasa disebut BPH merupakan salah satu kasus urologi yang banyak ditemui di Indonesia, hal tersebut terjadi karena banyak faktor resiko pemicu munculnya penyakit tersebut yang sering dilakukan masyarakat. Contoh faktor resikonya antara lain usia, obesitas, riwayat DM, gaya hidup tidak sehat seperti kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol. Gejala awal BPH bervariasi, mulai dari aliran seni melemah, rasa ingin buang air kecil yang berlebihan di malam hari, kandung kemih terasa tidak pernah kosong, ataupun adanya tetesan tetesan setelah buang air seni. Meskipun terdapat metode operatif sebagai metode penyembuhannya, mayoritas pasien belum pulih sepenuhnya karena efek samping dari operasi tersebut. sebagian kecil mengalami gejala yang berbeda. Gejalanya antara lain, inkontinensia urin, pendarahan, ejakulasi retrogade, rasa terbakar, dan kesulitan mobilisasi akibat nyeri. Diagnosis biasanya didasarkan pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti dengan USG atau CT scan pelvis. Penelitian ini mengeksplorasi penatalaksanaan fisioterapi pada kasus Benign Prostatic Hyperplasia post TURP menggunakan pelvic floor muscle exercise dan early mobilization. Dilakukan studi kasus pada bulan Oktober 2025, dengan pemberian latihan pelvic floor muscle dan latihan mobilisasi dini. Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan dalam penurunan rasa nyeri pada area incisi, peningkatan kemampuan transfer dan ambulasi, peningkatan kekuatan abdomen, serta peningkatan aktivitas fungsional sehari-hari. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi deep breathing exercise, pelvic floor muscle exercisedan early mobilization dapat menjadi pilihan terapeutik yang efektif dalam penanganan Benign Prostatic Hyperplasia post TURP.
MANFAAT FITOKIMIA CAFFEIC ACID (ASAM KAFEAT) SEBAGAI ANTIKANKER DAN NEUROPROTEKTIF : STUDI LITERATURE Budi Maharani, Cintyarinda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42717

Abstract

Penyakit degeneratif seperti kanker dan penyakit neurodegeneratif menjadi masalah kesehatan yang signifikan di masyarakat. Salah satu strategi pencegahan dan pengobatan yang potensial adalah pemanfaatan senyawa fitokimia dengan aktivitas antikanker dan neuroprotektif. Caffeic acid (asam kafeat) adalah salah satu senyawa fenol yang banyak ditemukan pada berbagai bahan pangan alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji manfaat fitokimia caffeic acid sebagai agen antikanker dan neuroprotektif berdasarkan hasil-hasil penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur menggunakan artikel yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir dari sumber terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CA memiliki efek sitotoksik yang signifikan terhadap berbagai garis sel kanker, termasuk glioblastoma dan adenokarsinoma kolorektal, dengan memodulasi interaksi membran sel. Selain itu, CA juga terbukti melindungi sel saraf dari kerusakan yang diinduksi oleh amyloid beta, meningkatkan kemampuan kognitif dan memori pada model tikus penyakit Alzheimer. CA berfungsi dengan meningkatkan ekspresi faktor pertahanan antioksidan seperti Nrf2 dan HO-1, serta mengurangi stres oksidatif dan peroksidasi lipid. Penelitian juga menunjukkan bahwa kombinasi CA dengan obat kemoterapi seperti paclitaxel dan bortezomib dapat meningkatkan efektivitas terapi kanker. Kesimpulannya, asam kafeat memiliki potensi besar sebagai agen antikanker dan neuroprotektif, menawarkan alternatif yang aman dan efektif dalam pengobatan penyakit degeneratif. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme aksi CA dan potensi aplikasinya dalam terapi klinis.
KAJIAN LITERATUR : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEBERHASILAN TERAPI PASIEN TUBERKULOSIS PARU Putri, Oka Mahila Gustia; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Suri, Nurma; Sukohar, Asep
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42725

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi tantangan kesehatan global dengan angka kesembuhan yang belum mencapai target pemerintah sebesar 90%. Keberhasilan terapi pasien dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk karakteristik individu, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan terapi tuberkulosis paru melalui kajian literatur yang diperoleh dari Google Scholar dengan kata kunci “keberhasilan terapi pasien tuberkulosis paru”. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, dari 14.200 artikel yang ditemukan diseleksi kembali hingga diperoleh 10 artikel yang relevan. Hasil kajian menunjukkan beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap keberhasilan terapi pasien meliputi sosiodemografi, pengetahuan, sikap, motivasi, kepatuhan dalam mengonsumsi obat, keteraturan pengobatan, peran pengawas minum obat, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan serta kategori pengobatan.
FORMULASI UJI FISIK DAN UJI HEDONIK SEDIAAN ROLL ON AROMATERAPI BUNGA MAWAR (ROSA HYBRIDA) UNTUK MENGURANGI KECEMASAN Yunita, Eva; Nurcahyo, Heru; Tivani, Inur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42748

Abstract

Gangguan Mental Emosional (GME) adalah masalah kesehatan mental yang sering dialami, terutama oleh remaja dan lansia. Salah satu alternatif untuk mengatasi kecemasan dan merelaksasi tubuh adalah dengan menggunakan minyak atsiri bunga mawar (Rosa hybrida), yang sudah dikenal luas dalam praktik aromaterapi. Bunga mawar merupakan tanaman yang menghasilkan minyak esensial yang banyak digunakan dalam terapi pengobatan alternatif ini. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode eksperimen bertujuan untuk menguji efektivitas minyak atsiri bunga mawar dalam meredakan kecemasan. Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling total, di mana sampel yang diuji adalah bunga mawar (Rosa hybrida). Terdapat tiga formulasi yang diuji dengan variasi konsentrasi minyak atsiri yang berbeda, yaitu F1 (20%), F2 (30%), dan F3 (40%). Selanjutnya, dilakukan pengujian terhadap sifat fisik masing-masing formulasi untuk menentukan konsentrasi minyak atsiri yang paling optimal untuk digunakan dalam sediaan aromaterapi. Pengujian yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji kejernihan, serta uji kesukaan pada 20 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi ketiga dengan konsentrasi 40% menghasilkan sifat fisik yang paling baik, sementara formulasi kedua dengan konsentrasi 30% memperoleh hasil terbaik dalam uji hedonik. Oleh karena itu, sediaan dengan konsentrasi 30% dipilih sebagai roll on aromaterapi yang paling disukai dan layak digunakan.
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN MINAT KUNJUNGAN ULANG PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS PEUREULAK AKBAR, FAHRISAL; Na’imah, Na’imah; Ramadhana, Phossy Vionica
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42752

Abstract

Kualitas layanan kesehatan yang diterima oleh para pasien di Puskesmas telah menjadi issue sensitive. Saat ini banyak ditemukan pengalaman berobat yang kurang menyenangkan sehingga menimbulkan citra negatif yang membuat pasien enggan untuk melakukan kunjungan ulang berobat. Hal ini dipicu oleh berbagai faktor diantaranya kurang ramahnya pelayanan, waktu tunggu yang terlalu lama serta kurangnya rasa empati dari para petugas kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan keramahan, waktu tunggu, empati dengan minat kunjungan ulang pasien. Penelitian bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian pasien rawat jalan Poli Umum dengan kriteria usia >17 tahun dan minimal pernah berobat 1 kali kunjungan. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling  dengan jumlah 100 responden. Instrumen meliputi lembar kuesioner, lembar observasi, sound/video recorder, laptop, software SPSS. Tahap awal metode analisis data adalah editing, coding, entry data/ cleaning, analyzing dengan sistem komputerisasi. Metode analisis data kuantitatif univariate dan bivariate menggunakan uji statistik chi square dan disajikan ke dalam bentuk tabel tabulasi silang crosstab. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar responden kurang berminat melakukan kunjungan ulang 59%. Terdapat hubungan yang bermakna antara keramahan petugas kesehatan, waktu tunggu dan empati dengan minat kunjungan ulang pasien di Puskesmas Peureulak Aceh Timur dengan p-value  masing-masing 0,000. Pengalaman berobat yang menyenangkan diikuti dengan pelayanan yang maksimal dari para tenaga kesehatan, seperti inisiatif untuk menegur terlebih dahulu, menyapa, berkomunikasi secara intens dengan nada yang lemah lembut. Langkah-langkah konkrit dengan mengedepankan psikologis dibutuhkan dalam membangun kedekatan emosional antara Nakes dengan pasien di Puskesmas Peureulak Aceh Timur.  
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PRAKTIK DOKTER DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KESEHATAN ONLINE (TELEMEDICINE) Triana, Gallant Akmal; Suriaatmadja, Steffi Rifasa Tohir; Rachmadhiani, Ira Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42766

Abstract

Peran dokter dan dokter gigi dalam konteks layanan kesehatan dan dampak pandemi Covid-19 yang meningkatkan minat masyarakat terhadap telemedicine. Telemedicine sendiri sebagai alat penting dalam menyediakan layanan kesehatan yang mudah diakses. Meskipun memberikan banyak manfaat, penting juga regulasi hukum dalam menyelenggarakan telemedicine termasuk perlindungan hak pasien dan tanggung jawab dokter. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan literature review untuk mengevaluasi dan mengelompokkan informasi yang telah dikumpulkan dari berbagai sumber referensi yang relevan dan terbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis data kualitatif, untuk memahami masalah dengan mendalam dan memperoleh pemahaman yang holistik. Telemedicine memiliki tantangan hukum yang perlu diatasi, termasuk privasi dan keamanan data, aksesibilitas, dan ketentuan tentang pemberian surat keterangan medis. Oleh karena itu, perlu adanya regulasi dan kerjasama antara pemerintah, badan regulasi, dan profesi medis untuk memastikan perlindungan hukum yang tepat dan berkualitas bagi praktik dokter dan pelayanan kesehatan telemedicine. Masih belum adanya peraturan hukum yang spesifik mengatur perlindungan hukum terhadap praktik dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan telemedicine. Sehingga pelayanan kesehatan telemedicine harus diregulasi kembali secara lebih detail.
HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DENGAN KEJADIAN DYSMENORHEA PRIMER PADA REMAJA PUTRI : LITERATURE RIVIEW Lestari, saskya Nadyra; Realita, Friska; Jannah, Muliatul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42768

Abstract

Perubahan pada remaja akan merasakan yang namanya menstruasi, yaitu perubahan biologis umum yang dialami Perempuan. Selama periode Perempuan, umumnya mengalami nyeri dan kram di perut bagian bawah saat menstruasi dan ketidakseimbangan pada hormon progesterone dalam darah, yang sering disebut dengan dismenore. Salah satu penyebab dismenore primer adalah pola makan mengkonsumsi makanan cepat saji atau fast food. Makanan cepat saji sudah menjadi hal yang biasa dikonsumsi pada kalangan anak muda Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil penelitian terkait hubungan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian dysmenorrhea primer pada remaja putri pada metode tinjauan literatur yang terdapat pada databased yaitu pubmed dan juga google scholar yang berjumlah 11 artikel yang digunakan dan disesuaikan dengan kriteria yaitu yang diterbitkan dari tahun 2016-2023. Berdasarkan hasil riview yang dijelaskan melalui 4 artikel internasional dan 6 artikel nasional yang menunjukan bahwa adanya hubungan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian dysmenorrhea primer pada remaja putri. Dan 1 artikel yang menyatakan bahwa tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap hubungan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian dysmenorrhea primer. Hubungan konsumsi makanan cepat saji juga berterkaitan dengan frekuensi konsumsi makanan cepat saji itu sendiri. Hubungan konsumsi makanan cepat saji berpengaruh besar terhadap kejadian dysmenorrhea pada remaja putri. Dan pada kejadian yang tidak terjadi dysmenorrhea dikarenakan frekuensi mengonsumsi makanan cepat saji yang tidak terlalu sering.
POLA MAKAN, SANITASI DAN STATUS GIZI ANAK USIA 2-5 TAHUN : INVESTIGASI DI PUSKESMAS TAMBORA, JAKARTA BARAT Angelina, Nathalia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42804

Abstract

Masa balita adalah fase kritis yang memerlukan perhatian khusus dalam upaya mengawasi perkembangan dan pertumbuhan anak secara cermat. Status gizi merupakan produk dari asupan zat gizi dalam makanan dan0penyerapannya di0dalam tubuh. untuk mencapai kondisi gizi yang optimal, diperlukan konsumsi pangan yang mengandung zat gizi yang mencukupi dan aman. Menurut World0Health0Organization (WHO) terdapat 178 juta anak di dunia dengan status kurang gizi dan 3,5 hingga 5 juta anak yang berusai dibawah lima tahun mengalami kematian akibat gizi kurang. Berdasarkan hasil Survei0Status0Gizi0Indonesia (SSGI) tahun 2022, tercatat peningkatan sebesar 7,7% dalam prevalensi wasting dan 17,1% dalam prevalensi0underweight. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengaruh sanitasi lingkungan dan pola konsumi makanan terhadap status gizi anak0usia 2 – 5 tahun di0Puskesmas0Tambora, Jakarta Barat. Penelitian dilakukan0dengan menggunakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan0cross0sectional dengan total Sampel penelitian berjumlah 194 pasien0dengan status0gizi normal dan tidak normal, pola0makan baik dan tidak baik, sanitasi bersih dan tidak bersih usia 2-5 tahun yang berobat di Puskesmas Tambora, Grogol, Jakarta Barat Hasil : dari 194 responden yang diteliti, pasien dengan pola makan yang tidak baik dengan status gizi yang baik sebanyak 145 (74.7%) dan gizi buruk sebanyak 49 (25.3%) sedangkan berdasarkan sanitasi lingkungan, sebanyak 145 (74.7%) dengan sanitasi lingkungan yang tidak bersih memiliki status gizi yang baik. Kesimpulan pola konsumsi makanan0yang0tidak0seimbang dan sanitasi lingkungan yang buruk berpengaruh terhadap status0gizi0buruk pada anak usia 2-5 tahun di Puskesmas Tambora, Jakarta Barat.
ANALISIS REGRESI LINEAR : PENGARUH KUALITAS TIDUR TERHADAP GANGGUAN KESEHATAN MENTAL SISWA PESANTREN AL ZAHRAH KABUPATEN BIREUEN ARLIANTI, NOPA; Ariscasari, Putri; Masykur, Masykur; Wardiati, Wardiati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42813

Abstract

Periode remaja dipandang sebagai masa badai dan stress dimana masa ini merupakan masa puncaknya rasa frustasi, penderitaan, konflik dan krisis penyesusaian yang nantinya akan mengganggu sistem saraf. Masalah kesehatan mental merupakan beban utama penyakit bagi remaja, secara global diperkirakan 1 dari 5 remaja akan mengalami masalah kesehatan mental setiap tahun seperti melukai diri sendiri yang merupakan penyebab utama kematian ketiga bagi remaja, dan depresi merupakan salah satu penyebab utama kecacatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas tidur terhadap gangguan mental pada siswa Pesantren Al-Zahrah Kabupaten Bireuen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 2 SMA sebanyak 60 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket. Dari beberapa indikator penilaian pengaruh kualitas tidur terhadap gangguan mental siswa, diperoleh hubungan yang signifikan antara kualitas tidur secara subjektif (p-value = 0,001 95% CI, 1.82-4.79) dan gangguan tidur (p-value = 0,034, 95% CI, 0.29-7.18) dengan gangguan kesehatan mental siswa Pesantren Al-Zahrah. Hasil perbandingan gangguan mental antara laki-laki dan perempuan menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan gangguan mental siswa pada siswa laki-laki dan Perempuan. Rata-rata kesehatan mental siswa dalam kondisi sedang ( = 17.55) dengan kondisi kualitas tidur secara subjektif dan siswa yang mengalami gangguan tidur memiliki pengaruh terhadap kesehatan mental siswa di pesantren.