cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
LITERATURE REVIEW : ANALISIS IMPLEMENTASI PEDOMAN PELAYANAN GIZI RUMAH SAKIT (PGRS) DI INSTALASI GIZI Wahyu Triananda, Laras
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42606

Abstract

Pelayanan gizi di rumah sakit merupakan elemen vital dalam perawatan pasien, berperan signifikan dalam proses penyembuhan dan pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS) berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2013 di rumah sakit di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kajian literatur melalui pengumpulan artikel dari ScienceDirect dan Google Scholar dengan kriteria inklusi meliputi artikel berbahasa Indonesia, dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2024, dan menggunakan metode penelitian kualitatif maupun kuantitatif. Dari 23 artikel yang diperoleh, 10 artikel memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PGRS di rumah sakit belum sepenuhnya optimal. Beberapa ketidaksesuaian ditemukan dalam aspek penyelenggaraan makanan, ketenagaan, serta sarana dan prasarana. Hambatan utama dalam implementasi PGRS meliputi keterbatasan sumber daya manusia, finansial, dan infrastruktur. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan gizi, perlu dilakukan peningkatan komitmen manajemen rumah sakit, pendidikan dan pelatihan bagi tenaga gizi, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta monitoring dan evaluasi secara berkala.
FAKTOR KEJADIAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL DI RSUD CIBINONG KABUPATEN BOGOR PERIODE 2023 Rizky, Tri Puji Nur; Sari, Siti Maulidya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42612

Abstract

Hipertensi dalam kehamilan, termasuk preeklampsia ataupun eklampsia, merupakan penyebab utama angka kematian ibu di Indonesia. Berbagai faktor seperti usia ibu, paritas, jumlah janin, riwayat hipertensi, indeks massa tubuh (IMT), dan status pekerjaan diduga berkontribusi terhadap kejadian hipertensi pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil di RSUD Cibinong Kabupaten Bogor selama tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 150 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi yang dipilih dengan teknik quota sampling. Data dikumpulkan dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-square untuk menilai hubungan antara variabel independen dan kejadian hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia ibu, paritas, kehamilan ganda (gemeli), riwayat hipertensi, IMT, serta status pekerjaan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil (p-value < 0,05). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara jumlah kehamilan (gravida) dengan kejadian hipertensi (p-value > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah beberapa faktor maternal, khususnya usia, paritas, jumlah janin, riwayat hipertensi, IMT, dan status pekerjaan berkontribusi terhadap kejadian hipertensi selama kehamilan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi dan pemantauan Antenatal Care (ANC) secara intensif untuk mencegah hipertensi dalam kehamilan dan menurunkan risiko komplikasi yang lebih serius.
HUBUNGAN GEJALA AWAL PASIEN DENGAN HASIL SWAB PCR COVID-19 TAHUN 2020 El-Haq, Dhea Adelia; Aldiyan, Aldiyan; Yamani, Laura Navika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42641

Abstract

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang pertama kali muncul pada tahun 2019 di Kota Wuhan, China. Dikarenakan gejala umum dari COVID-19 yang menyerupai gejala  dari penyakit influenza menyebabkan masyarakat menjadi kurang waspada terhadap ancaman penyakit ini, sehingga usaha masyarakat dalam melakukan pencegahan menjadi kurang maksimal. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di Institute of Tropical Disease dari bulan Agustus 2022 hingga Februari 2023 dengan menganalisis sampel diagnostik di  ITD pada tahun 2020. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat untuk menganalisis sampel diagnostik ITD secara deskriptif sedangkan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan dua variabel. Lebih banyak kasus positif dalam hasil swab PCR dan sebagian besar sampel menunjukkan gejala awal. Laki-laki dan lansia akhir merupakan kategori yang paling banyak mendapatkan hasil swab PCR positif. Tingkat positif dari sampel diagnostik ITD selama tahun 2020 mencapai angka 73%. Terdapat lima gejala yang menunjukkan keterkaitan, yaitu demam (PR: 6.326), sesak napas (PR: 8.088), lemas (PR: 14.489), batuk (PR: 6.870), dan mual (PR: 10.889). Temuan dari penelitian ini menyatakan bahwa tingkat positif dari sampel diagnostik ITD pada tahun 2020 adalah 73%, dan tidak semua gejala awal yang dialami oleh pasien COVID-19 berkaitan dengan hasil swab PCR COVID-19. Gejala awal yang sebaiknya perlu lebih diperhatikan adalah demam, lemas, sesak napas, batuk, dan lemas karena tersebut berdasarkan analisis statistik gejala-gejala memiliki hubungan dengan hasil swab PCR positif COVID-19.
HUBUNGAN FINDRISC DENGAN HIPERGLIKEMIA PADA LANSIA DI POSYANDU BEDILAN DAN PEKELINGAN GRESIK Rosyidah, Aisyatur; Yamani, Laura Navika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42642

Abstract

Diabetes melitus yakni penyakit metabolik saat kadar gula darah seseorang meningkat karena berbagai faktor dan dapat merusak organ tubuh. Prevalensi kasus diabetes melitus dari tahun ke tahun terus meningkat, termasuk di Kabupaten Gresik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor risiko diabetes melitus tipe 2 pada instrumen FINDRISC terhadap kejadian hiperglikemia pada lansia. Penelitian observasional analitik ini menggunakan desain studi cross-sectional yang melibatkan populasi lansia dengan jumlah sampel sebesar 70 lansia Posyandu Bedilan dan Posyandu Pekelingan yang dipilih berdasarkan metode simple random sampling. Data terkait instrumen FINDRISC didapatkan melalui metode wawancara, sedangkan data IMT dan kadar gula darah didapatkan dari pemeriksaan langsung. Kedua variabel dianalisis dengan Fisher’s Exact Test. Mayoritas responden termasuk kelompok usia dewasa lanjut, berjenis kelamin perempuan, dan memiliki IMT diatas normal. Diketahui bahwa 60 responden (85.71%) memiliki kadar gula darah normal, sedangkan 10 responden lainnya termasuk kategori hiperglikemia. Sebanyak 33 responden (47.14%) mendapatkan skor FINDRISC kategori rendah-sedang dengan rata-rata skor sebesar 10,01. Variabel FINDRISC yang memiliki hubungan dengan hiperglikemia yakni konsumsi buah dan sayur serta riwayat gula darah tinggi. Variabel usia, IMT, lingkar perut, aktivitas fisik, konsumsi obat darah tinggi, serta riwayat keluarga penderita diabetes tidak memiliki hubungan secara statistik dengan kejadian hiperglikemia. Hasil skor FINDRISC tidak memiliki hubungan dengan kejadian hiperglikemia. Diperlukan penelitian lebih luas dan mendalam serta berbagai upaya lain dalam rangka mencegah kejadian diabetes melitus.
GAMBARAN KEPADATAN JENTIK NYAMUK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIJUDAN TAHUN 2024 Zafirah, Amalia Nur; Yamani, Laura Navika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42643

Abstract

Sekitar 15 juta individu kehilangan nyawa tiap tahunnya akibat dari tropical infectious dan parasitic disease. Di Indonesia, penyakit tropis seperti DBD dan malaria telah menjadi penyakit endemis, yang ditularkan melalui vektor nyamuk. Kasus DBD dan malaria menunjukkan tren naik-turun selama 4 tahun terakhir. Peningkatan tersebut erat kaitannya dengan keberadaan populasi nyamuk yang tinggi. Pemantauan dapat dilakukan melalui pengukuran tingkat kepadatan jentik nyamuk. Sehingga, artikel ini bertujuan untuk menggambarkan kepadatan jentik nyamuk di wilayah kerja Puskesmas Kalijudan. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif, melalui pengamatan di 3 kelurahan, yaitu di Kelurahan Kalijudan, Kalisari, dan Dukuh Sutorejo, yang dilakukan pada bulan Mei 2024. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 82 rumah. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi dan peralatan pengamatan jentik. Analisis univariat dilakukan untuk menggambarkan kepadatan nyamuk melalui Density Figure (DF), dengan menggabungkan nilai House Index (HI), Container Index (CI), dan Breteau Index (BI), serta ABJ. Dari 82 rumah dan 148 kontainer yang diperiksa ditemukan nilai HI sebesar 28%, nilai CI sebesar 19%, nilai BI sebesar 35, sehingga nilai DF sebesar 4.33 dengan ABJ sebesar 72%. Wilayah kerja Puskesmas Kalijudan berada pada kategori waspada akan kepadatan jentik nyamuk dan perlu tindakan segera untuk mengantisipasi perkembangbiakan nyamuk lebih lanjut, serta ABJ tidak mencapai target nasional. Sehingga perlu tindakan dalam manajemen pengendalian jentik nyamuk lebih dalam.
IMPLEMENTASI STBM PILAR 4 (PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA) DI KABUPATEN PROBOLINGGO Fatiha, Muvina Rizkia; Mulyanto, Heri; Puspitasari, Ika; Kurniawaty, Yenni Dwi; Rahmah, Naurah Alifah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42645

Abstract

Menurut SIPSN KemenLHK (2024), Pada tahun 2024, Provinsi Jawa Timur memiliki total timbulan sampah sebesar 3,212,635.23 ton/tahun dengan sumber sampah sebesar 63% berasal dari Rumah tangga. Implementasi STBM pilar ke 4 merupakan salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan sampah domestik dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui tingkat implementasi terhadap STBM pilar 4 mengenai pengelolaan sampah rumah tangga di Kabupaten Probolinggo. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data verifikasi STBM. Adapun yang menjadi populasi adalah Seluruh KK di Kabupaten probolinggo yang tersebar di 24 Kecamatan. Sedangkan pengambilan sampel dilakukan pada 8 Kecamatan, dengan 16 desa/kelurahan. sampel yang diambil berjumlah 400 KK. Hasil verifikasi STBM Pilar ke 4 di Kabupaten Probolinggo menunjukkan, Sebesar 74,50% KK belum melakukan pengelolaan sampah KK. Sedangkan KK yang telah melakukan pengelolaan sampah hanya sebesar 24,50%. Sementara itu, 77,25%  KK di Kabupaten Probolinggo menjaga kebersihan lingkungan rumah mereka dengan tidak membiarkan sampah berserakan. Namun, hanya 54,25% KK yang memiliki tempat sampah yang memenuhi persyaratan. Selain itu, 45,75% KK telah menerapkan perlakuan aman terhadap sampah. Sementara itu, tingkat pemilahan sampah juga telah diterapkan oleh 51,75% KK. Sebagian besar KK di Kabupaten Probolinggo masih belum melakukan pengelolaan sampah rumah tangga, oleh karena itu diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui pengetahuan berkelanjutan, peningkatan infrastruktur pengelolaan sampah, dan peraturan yang lebih ketat diperlukan untuk mendorong praktik pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan di  Probolinggo.
IMPLEMENTASI STBM PILAR 3 (PENGELOLAAN AIR MINUM DAN MAKANAN RUMAH TANGGA) DI KABUPATEN PROBOLINGGO Naurah Alifah Rahmah; Mulyanto, Heri; Puspitasari, Ika; Kurniawaty, Yenni Dwi; Fatiha, Muvina Rizkia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42646

Abstract

Pengelolaan air minum yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan penyakit dan salah satu penyakit yang dapat terjadi adalah diare. Pengolahan makanan yang tidak tepat maupun cara penyajian makanan yang tidak sesuai standar memiliki dampak yang buruk terhadap kesehatan dan dapat menjadi faktor risiko terjadinya penyakit berbasis lingkungan. (Julia et al., 2024). Implementasi dari STBM Pilar 3 dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan air minum dan makanan skala rumah tangga. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana implementasi STBM Pilar 3 di Kabupaten Probolinggo. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif  dengan metode pengumpulan data hasil verifikasi STBM. Populasi dari penelitian adalah seluruh KK di Kabupaten Probolinggo yang tersebar di total 24 Kecamatan. Pengambilan sampel menggunakan metode Stratified Random Sampling dan didapatkan 8 Kecamatan, 16 desa/kelurahan, dan total sampel berjumlah 400 KK. Hasil verifikasi STBM Pilar 3 menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat di Kabupaten Probolinggo telah melakukan PAMM-RT dengan capaian sebesar 62,50% atau sebanyak 250 KK dari total 400 KK yang menjadi sampel. Beberapa KK di Desa Alas Nyiur Kecamatan Besuk memiliki sumur yang menjadi sumber air bersih hanya berjarak < 10 meter ke cubluk dan kamar mandi. Capaian PAMM-RT yang masih di angka 62,5% menunjukkan bahwa masih ada tantangan dalam meningkatkan kesadaran dan praktik masyarakat terkait keamanan pangan dan air minum. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan peningkatan infrastruktur air bersih dan sosialisasi untuk mendorong masyarakat supaya dapat meningkatkan kesadaran dan praktik pengelolaan air minum dan pangan dan mencapai derajat kesehatan seoptimal mungkin.
GAMBARAN FAKTOR RISIKO DAN KARAKTERISTIK KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) KERACUNAN PANGAN JAWA TIMUR TAHUN 2024 Az Zahraa, Liyana Hamidah; Sa’adah, Irma Hanifatu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42674

Abstract

Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Provinsi Jawa Timur. Berbagai faktor risiko termasuk kontaminasi biologis, kimia, dan kesehatan lingkungan berkontribusi terhadap kasus ini. Penelitian ini bertujuan menggambarkan faktor risiko dan karakteristik KLB keracunan pangan di Jawa Timur tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari Direktorat Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan RI. Data yang dianalisis mencakup jumlah kasus dan kematian, hasil laboratorium, sumber KLB berdasarkan tempat pengelolaan pangan (TPP), dugaan faktor risiko, serta efektivitas penanganan dalam waktu kurang dari 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 15 kejadian KLB dengan 818 kasus dan satu kematian selama Januari–Oktober 2024. Sumber utama KLB berasal dari masakan rumah tangga (53%), jasa boga (40%), dan pangan kemasan (7%). Faktor risiko tertinggi adalah penyimpanan pangan matang yang tidak sesuai (25%). Hasil laboratorium mengidentifikasi bakteri Salmonella sp., Escherichia coli, dan kandungan nitrit sebagai penyebab kontaminasi. Seluruh kasus ditangani dalam waktu kurang dari 24 jam, namun hanya 5 kejadian (33%) yang memiliki sampel makanan untuk pengujian laboratorium. Kesimpulannya, penyimpanan pangan yang tidak sesuai menjadi faktor utama dalam kasus ini. Keterbatasan uji laboratorium menghambat identifikasi penyebab keracunan. Diperlukan penguatan pengawasan keamanan pangan, edukasi higiene pangan, serta optimalisasi investigasi laboratorium untuk deteksi dini dan pencegahan kejadian serupa.
GAMBARAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA DI SMPN 15 JAKARTA SELATAN Andini, Arini Dwi; Putri, Rima Berlian
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42685

Abstract

Kesehatan Mental merupakan Kemampuan Seseorang untuk menjadi bahagia, memiliki tingkah laku sosial yang positif, menyesuaian diri dengan seefektif mungkin dengan lingkungannya, dan kemampuan untuk menghadapi dan menerima realitas hidup.Penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran kesehatan mental remaja SMP Negeri 15 Jakarta Selatan Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif non eksperimental dengan studi Deskripstif. pengambilan sampei menggunakan teknik yang berjenis purposive sampling populasi dalam penelitian sebanyak 493 yang berasal dari kelas VIII dan IX dengan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 83 responden. Insturmen yang digunakan adalah lembar kuisioner kesehatan mental (mental health continum shortform /mhc-cf). Karakteristik respondn diketahui bahwa 83 responden menunjukan bahwa responden kurang dari separuh usia 14 tahun sebanyak 40 Responden (48,2%),. Lebih dari separuh berjenis kelamin Laki Laki sebanyak 42 Responden (50,6%), sebagian besar beragama islam sebanyak 83 Responden (100%). Lebih dari separuh Kelas VIII berjumlah 54 Responden (65,1%). Lebih dari separuh berstatus tinggal bersama Ayah & Ibu Kandung sebanyak 60 Responden (72,3%). Dan sebagian besar tidak ada mempunyai riwayat gangguan jiwa pada keluarga 82 Responden (98,8).Dari 83 responden menunjukan sebagian besar remaja yang memiliki kesehatan mental baik sebanyak 67 Responden (80,7%). Remaja memiliki kesehatan mental buruk Sebanyak 16 Responden (19,3 %). Hasil penelitian ini terdapat gambaran keseh-atan mental yang baik dan buruk pada remaja di SMPN 15 Jakarta Selatan. Berdasarkan hasil penelitian, diharapakan penelitian ini dapat menjadi referensi selanjutnya.
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA MAHASISWA Pratiwi, Mahardita Hanum; Rahim, Anita Faradilla; Rahmanto, Safun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42689

Abstract

Resistensi insulin, produksi hormon insulin yang tidak mencukupi, atau gabungan keduanya dapat mengakibatkan penyakit metabolik yang disebut diabetes melitus. Diabetes tipe 1 pada remaja sering kali disebabkan oleh kondisi autoimun dan genetik yang mencegah sel beta pankreas memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup. Berdasarkan penelitian, saat ini penyakit DM banyak ditemukan pada remaja, karena mereka suka mengonsumsi berbagai jenis makanan tanpa menerapkan gaya hidup sehat. Dalam penelitian ini, hubungan antara kadar glukosa darah mahasiswa dan BMI diteliti. Teknik cross-sectional penelitian ini menggabungkan analisis observasional. Dengan menggunakan pendekatan sampel acak dasar, 30 responden dengan BMI lebih dari 25 kg/m2 dan usia berkisar antara 19 hingga 23 dipilih. Uji korelasi Pearson untuk analisis data. Berdasarkan hasil penelitian, hanya ada satu responden yang termasuk dalam kelompok overweight, sepuluh responden obesitas, dan sembilan belas responden obesitas 2. Terdapat 19 responden yang hasil pemeriksaan kadar glukosa darahnya di bawah 100 mg/dl, dan 11 responden yang hasil pemeriksaannya di atas 100 mg/dl. Berdasarkan hasil uji normalitas, hasil uji BMI dan glukosa menunjukkan nilai yang signifikan (p>0,05). Akibatnya, data uji BMI dan diabetes disebarluaskan secara rutin. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,185 (>0,05). Berdasarkan hasil tersebut, tidak ada korelasi antara kedua faktor tersebut. Dengan demikian, tidak ada hubungan antara kadar glukosa darah siswa dan BMI, menurut hasil penelitian.