cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
KONTAMINASI BIOLOGIS DI LINGKUNGAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KESEHATAN: TINJAUAN LITERATURE REVIEW Rahmanissa, Shafira; Husnina, Zida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46941

Abstract

Kontaminasi biologis di lingkungan peternakan merupakan faktor risiko utama dalam penyebaran penyakit zoonosis yang berdampak langsung pada kesehatan manusia dan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis literatur yang membahas keterkaitan antara kontaminasi biologis di lingkungan peternakan dengan dampaknya terhadap kesehatan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pencarian artikel melalui database Google Scholar dan ScienceDirect selama periode 2018–2025. Kriteria inklusi meliputi artikel yang relevan dengan topik kesehatan peternakan, cemaran biologisdan penelitian dilaksanakan di wilayah Indonesia. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa kontaminasi biologis, seperti limbah feses dan residu antibiotik, serta infeksi bakteri dan parasit, seperti E. coli, Cryptosporidium spp., dan Mycobacterium bovis, masih banyak ditemukan di peternakan di Indonesia. Kontaminasi ini tidak hanya berdampak pada kualitas lingkungan, tetapi juga meningkatkan risiko penularan penyakit , serta terjadinya masalah kesehatan masyarakat utamanya pada peternak. Oleh karena itu, diperlukan penguatan manajemen limbah dan pengendalian penyakit dengan pendekatan multisektoral berbasis One Health.
HISTOPATHOLOGICAL OVERVIEW OF SMALL INTESTINE IN RATS MODEL OF INFLAMMATION INDUCED BY CHILI PEPPER Usman, Sherly; Nurusyifa, Hanifah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46966

Abstract

Cabai rawit memiliki sifat antioksidan namun di sisi lain memicu inflamasi yang mengatur sel makrofag untuk memproduksi sitokin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran histopatologi usus halus pada tikus model inflamasi yang diinduksi cabai rawit. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan rancangan posttest only control group design. Sebanyak 20 ekor tikus wistar putih dibagi menjadi kelompok kontrol (K) dan 4 kelompok perlakuan (C45, C90, C135, dan C180). Kelompok perlakuan diberikan infusa cabai rawit masing-masing 45 mg, 90 mg, 135 mg, dan 180 mg selama 6 hari. Pada hari ke-7 terminasi, usus halus dibuat preparat histologi pewarnaan HE. Data skoring derajat perdarahan dianalisis dengan menggunakan uji normalitas Saphiro Wilk, uji parametrik One Way Anova dan uji Post Hoc. Hasil penelitian menunjukkan adanya perdarahan epitel pada kelompok perlakuan. Perdarahan paling berat terjadi pada kelompok C135 dan perbaikan terjadi pada kelompok C180. Derajat perdarahan bermakna (p<0,05) antara kelompok kontrol dengan kelompok C135 dan C180, kelompok C45 dengan kelompok C135, dan kelompok C45 dengan kelompok C180. Kesimpulan: Gambaran histopatologi mukosa usus halus berupa perdarahan epitel paling berat pada dosis infus cabai rawit 135 mg/hari dengan perbaikan mukosa pada dosis infus 180 mg/hari.
STUDI KASUS INTERVENSI KOMBINASI BIRTHING BALL DAN BREATHING RELAXATION TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I FASE LATEN Servinah, Vivi; Surtiningsih, Surtiningsih; Rini, Susilo
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46988

Abstract

Persalinan dapat menimbulkan berbagai komplikasi salah satu penyebabnya adalah nyeri. Nyeri merupakan hal yang pasti dirasakan oleh Ibu bersalin karena manifestasi dari adanya kontraksi atau pemendekan otot rahim, dilatasi dan penipisan serviks. Berdasarkan  Kasus Persalinan di Banjarnegara Tahun 2023 yaitu sebanyak 11.995 jiwa dan yang bersalin di fasilitas pelayanan kesehatan sejumlah 11.902 jiwa, serta terdapat 55 kasus komplikasi pada persalinan. Kasus persalinan di Puskesmas Bawang I mencapai 380 kasus dengan rata-rata perbulan yaitu 31 kasus persalinan dan belum ada motode khusus untuk management nyeri persalinan, oleh karena itu penerapan terapi Birthing Ball dan Breathing Relaxation dapat mengurangi intensitas nyeri karena dapat merangsang syaraf tulang belakang sehingga mengeluarkan betaendhorphin yang merupakan hormon alami dalam tubuh untuk mengurangi nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan studi kasus pemberian terapi birthing ball dan breathing relaxation pada ibu bersalinan Kala I sebagai upaya manajemen nyeri pada ibu menjelang persalinan. Metode yang digunakan yaitu studi kasus di Puskesmas Bawang I. Sampel penelitian yaitu 5 responden pada Ibu bersalin. Teknik pengumpulan data menggunakan anamnesa, pemeriksaan fisik, observasi dan dokumentasi. Hasilnya adalah penggunaan terapi Birthing Ball Dan Breathing Relaxation dapat menurunkan tingkat nyeri pada ibu sebanyak 1-2 point dengan instrumen nyeri VANRS. Kesimpulannya Birthing Ball Dan Breathing Relaxation dapat membantu mengoptimalka penurunan tingkat nyeri pada Ibu bersalin kala I fase laten.
LARGE IMMUNOLOGICAL CEREBRAL VASCULITIS, ENCEPHALITIS, AND MULTIPLE INFARCTION CAUSED BY MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS INFECTION IN YOUNG ADULTS : A RARE COMPLICATION OF TUBERCULOSIS) Navadz, Eqiel; Handoko, Eko Aprilianto; Taufiq, Kamilka; Sari, Putri Fortuna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46999

Abstract

Tuberkulosis Neurovaskular-serebral adalah kondisi yang jarang terjadi, ditemukan pada sekitar 1% dari total kasus komplikasi tuberkulosis. Infeksi ini dapat menyebabkan vaskulitis serebral tidak hanya melalui invasi langsung, tetapi juga melalui deposisi kompleks imun. Kasus ini menjelaskan tentang vaskulitis serebral luas dan infark yang disebabkan oleh tuberkulosis pada dewasa muda. Seorang wanita muda berusia 21 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan bicara tidak jelas sejak satu hari sebelumnya. Pasien menggigil dan tidak merespons saat diajak berbicara. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 101/65 mmHg, nadi 80x/menit, suhu 36,7°C, dan saturasi oksigen (SpO2) 97%. Pemeriksaan neurologis menunjukkan GCS 456, tanda meningeal (+). Pemeriksaan laboratorium awal menunjukkan Hb 9,6 g/dl; HCT 29,8%; neutrofil 84,9%, limfosit 7%, SGOT 29 U/L, SGPT 51 U/L. Pemeriksaan rontgen dada menunjukkan dugaan tuberkulosis milier paru. Pemeriksaan dahak menunjukkan hasil positif DNA MTB dan sensitif terhadap rifampisin. Pemeriksaan serologis HIV tidak menunjukkan kelainan. Hasil CT scan kepala dengan kontras menunjukkan infark multipel pada hemisfer bilateral dan nukleus lentiform bilateral dari korpus kalosum bilateral. Pasien didiagnosis dengan vaskulitis serebral luas, ensefalitis, dan infark multipel yang berhubungan dengan infeksi tuberkulosis. Pasien mendapat pengobatan FDC (fixed dose combination) untuk tuberkulosis, antikonvulsan, mecobalamin, PPI, dan steroid dosis tinggi. Kasus ini tergolong langka, terutama sebagai komplikasi tuberkulosis yang menyebabkan vaskulitis serebral luas dan ensefalitis pada pasien dewasa muda. Deteksi dini merupakan kunci penting dalam memberikan pengobatan yang tepat kepada pasien.
GAMBARAN PENGARUH ASAP SERTA LINGKUNGAN TERHADAP KESEHATAN ANAK Septyadi Pratama, Adithya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.47063

Abstract

Fenomena kebakaran hutan di Indonesia kerap sering terjadi, persoalan kebakaran hutan menjadi masalah yang berulang tiap tahunnya. Dampak asap pada kesehatan anak-anak bisa berupa penyakit saluran pernapasan, salah satunya adalah penyakit ISPA. Bukan hanya itu, paparan polusi udara yang terjadi dalam jangka waktu lama bahkan bisa meningkatkan risiko terjadinya bronkitis dan infeksi pada saluran napas. Permasalahan utama dalam penelitian ini yaitu pengaruh asap dan lingkungan terhadap kesehatan pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran sekaligus membuktikan bagaimana pengaruh asap terhadap dampak kesehatan pada anak-anak. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah anak-anak yang mengalami keluhan kesehatan yang disebabkan oleh asap kebakaran hutan yang berada di Palangka Raya tahun 2019. Sampel dari penelitian ini diambil dari anak-anak yang mengalami keluhan kesehatan oleh asap yang memenuhi kriteria inklusi yang ditetapkan oleh peneliti. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan secara consecutive sampling. Variabel yang diteliti yaitu polusi asap dan dampak Kesehatan yang terjadi pada anak dan remaja umur 5-15 tahun. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisa data yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan pengolahan data manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap akibat kebakaran hutan dan lahan memberikan dampak terhadap kesehatan anak, yang ditandai dengan munculnya berbagai gejala. Sebanyak 69 anak (72,6%) mengalami batuk kering, 78 anak (82,1%) mengalami sakit tenggorokan, dan 34 anak (35,7%) mengalami demam. Selain itu, 69 anak (72,6%) mengalami iritasi pada hidung, serta 34 anak (35,7%) mengalami mengi atau sesak napas.
EVALUASI PELAYANAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS X KOTA PEMATANGSIANTAR Limbong, Ita Riyana; Gani, Ascobat
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.47123

Abstract

Terjadi peningkatan jumlah kematian ibu di Indonesia. Pada tahun 2023 hanya terdapat 57,8% ibu hamil yang menerima ANC sesuai standar. Tahun 2022 terdapat 5 kematian ibu di Kota Pematangsiantar. Cakupan ANC K6 di Kota Pematangsiantar pada tahun 2022 mencapai 81,6% akan tetapi masih terdapat 230 kasus komplikasi dalam kehamilan dan beberapa puskesmas yang cakupannya masih dibawah target. Salah satunya adalah Puskesmas X yang memiliki cakupan K6 sebesar 53,6%. Penelitian berikut bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan antenatal care di Puskesmas X Kota Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan desain non-eksperimental dengan studi deskriptif. Informan penelitian diseleksi dengan teknik purposive sampling juga exit poll. Informan penelitian terdiri dari kepala puskesmas, bidan, dokter serta ibu hamil. Variabel penelitian adalah struktur (sumber daya manusia, sarana dan prasarana, bahan medis habis pakai, pendanaan, pedoman ANC), proses (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan ANC) dan output (cakupan ANC). Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi serta telaah dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa SDM, sarana dan prasarana, dan BMHP di Puskesmas X Kota Pematangsiantar sudah sesuai dengan standar yang ada di Permenkes RI nomor 43 tahun 2019. Pendanaan ANC tidak memiliki hambatan dalam pemanfaatan dana JKN dan BOK. Tenaga kesehatan mengetahui adanya pedoman ANC dan melakukan pelayanan ANC sesuai dengan pedoman. Perencanaan ANC mengalami hambatan dalam pelaksanaannya. Pengorganisasian ANC dilakukan oleh bidan koordinator. Pelaksanaan ANC masih belum sesuai standar kuantitas K6. Pengawasan ANC dilakukan oleh secara internal dan eksternal. Cakupan ANC di Puskesmas X Kota Pematangsiantar masih rendah.
ANALISIS FAKTOR DETERMINAN PERSALINAN SECTIO CAESAREA Aningsih, Sri; Amalia, Silviatul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.47138

Abstract

Prevalensi persalinan dengan sectio caesarea (SC) menunjukkan peningkatan signifikan di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Banyuwangi, yang melebihi batas ideal rekomendasi WHO sebesar 10–15%. Tingginya angka persalinan dengan sectio caesarea (SC) menjadi perhatian serius dalam bidang kesehatan ibu dan anak, terutama apabila prosedur dilakukan tanpa indikasi medis yang jelas. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor determinan yang memengaruhi persalinan SC di rumah sakit wilayah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional retrospektif dengan sampel 2.057 ibu bersalin, dipilih melalui metode cluster sampling. Data dikumpulkan menggunakan checklist dan dianalisis dengan uji Chi-Square serta regresi logistik. Temuan mengindikasikan 62,2% ibu melahirkan melalui SC. Analisis bivariat dan multivariat mengidentifikasi bahwa variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian SC adalah paritas (AOR = 2,277), riwayat SC sebelumnya (AOR = 0,132), ketuban pecah dini (KPD) (AOR = 0,003), preeklampsia (AOR = 0,010), letak janin abnormal (AOR = 0,058), dan cephalopelvic disproportion (CPD) (OR = 73,810). CPD merupakan faktor paling dominan dalam menentukan tindakan SC. Sementara itu, usia ibu tidak berpengaruh secara signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya skrining risiko obstetri secara komprehensif, peningkatan edukasi kepada ibu hamil, serta pengambilan keputusan berbasis bukti untuk menurunkan angka SC yang tidak berdasar pada indikasi medis.
STUDI LITERATUR : DUKUNGAN SOSIAL SEBAGAI FAKTOR YANG BERPERAN PENTING DALAM MENURUNKAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA Giyartiningtiyas, Vanella Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.47142

Abstract

Mahasiswa merupakan individu dengan usia 18-25 tahun di mana kelompok ini termasuk tahapan remaja akhir yang sedang menjalani perkuliahan. Mengalami stres akademik menjadi salah satu hal yang wajar terjadi terutama pada mahasiswa. Data dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), diketahui bahwa bunuh diri menjadi salah satu kasus besar yang terjadi pada remaja di Indonesia dari tahun 2012-2023 dengan persentase mencapai 46,63%. Kasus bunuh diri ini terdapat peningkatan dari tahu ke tahun dan lebih banyak terjadi pada remaja akhir. Remaja sendiri memiliki dua kebutuhan secara psikologis yang perlu dipenuhi dari belongingness dan relationship. Pemenuhan kebutuhan tersebut harus mendapatkan dukungan penting dari keluarga dan juga tempat pendidikan untuk membantu menciptakan kesehatan jiwa yang baik pada remaja. Dukungan sosial menjadi faktor yang penting dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis yang didapatkan individu. Dukungan sosial memiliki peranan penting bagi individu, sehingga individu bisa merasa dihargai karena ada yang peduli, cinta, dan saying. Pentingnya kajian literatur ini dilakukan, yaitu untuk mengetahui apakah dukungan sosial memiliki peranan penting dalam membantu mengatasi stres akademik yang terjadi pada mahasiswa. Metode dalam Penulisan artikel ini menggunakan metode tinjauan pustaka (literature review). Hal ini dilakukan dengan menelaah empat artikel ilmiah yang sudah dipublikasi antara tahun 2020 sampai 2025 yang relevan dengan topik berkaitan dengan adanya  dukungan sosial terhadap pengaruhnya pada stres akademik pada mahasiswa. Kajian literatur yang dilakukan dalam penulisan artikel ini memberikan bukti bahwa terdapat hubungan yang positif antara dukungan sosial dengan stres akademik pada mahasiswa. Dukungan sosial dalam studi literatur mayoritas berperan sebagai mediator.
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN CURCUMA TERHADAP PENINGKATAN NAFSU MAKAN PADA BALITA USIA 3-5 TAHUN DI TK DAHLIA PUGER Sakti, Pika Oktavinny Aulia; Maulina, Rifzul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.47158

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah tingginya prevalensi gangguan nafsu makan dan malnutrisi pada balita di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan seperti Puger, Jember. Masalah utama yang dihadapi adalah rendahnya asupan nutrisi akibat hiporeksia, yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif balita. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pemberian vitamin Curcuma terhadap peningkatan nafsu makan dan berat badan balita usia 3-5 tahun di TK Dahlia Puger. Penelitian menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group. Populasi terdiri dari 29 balita yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=14) dan kontrol (n=15). Kelompok eksperimen diberikan sirup ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dosis 25 mg/ml sebanyak 2×5 ml/hari selama 14 hari, sedangkan kelompok kontrol menerima plasebo. Variabel penelitian meliputi nafsu makan dan berat badan. Data dikumpulkan menggunakan timbangan digital dan kuesioner, kemudian dianalisis dengan uji paired t-test, independent t-test, dan perhitungan Cohen’s d. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan pada skor nafsu makan dari 47,8 menjadi 83,1 (p<0,001) dan kenaikan berat badan rata-rata 1,79 kg (10,66%). Sementara itu, kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan 0,15 kg (0,82%). Perbedaan antara kedua kelompok bermakna secara statistik (p<0,05) dengan effect size besar (Cohen’s d=3,14). Vitamin Curcuma efektif meningkatkan nafsu makan dan berat badan balita usia 3-5 tahun. Hasil ini mendukung rekomendasi penggunaan suplemen berbasis Curcuma sebagai intervensi gizi berbasis herbal di daerah dengan prevalensi malnutrisi tinggi.
TRADITIONAL MARKET BASED FOOD SECURITY FOR TODDLER STUNTING IN BATONAONG Vanesa, Neta
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.47163

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah (1) Tingginya prevalensi stunting di Desa Batonaong, (2) Faktor penyebab stunting akibat distribusi gizi yang tidak merata, (3) Pengolahan pangan yang tidak tepat, (4) Kurangnya pemanfaatan sumber daya yang ada. Permasalahan ini difokuskan pada kompleksitas permasalahan stunting yang memerlukan pendekatan dari ahli gizi untuk mendapatkan perubahan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan bahan pangan di pasar tradisional yang ada untuk meningkatkan ketahanan pangan bagi balita stunting di Desa Batonaong, Kabupaten Bangkalan, Madura. Penelitian ini difokuskan pada tingginya permasalahan stunting. Penelitian ini menggunakan metode Household Food Insecurity Access Scale (HFIAS) untuk mengetahui kondisi pangan rumah tangga dan apa saja kendala ketahanan pangan. Survei pasar dilakukan untuk memperoleh data penting guna menyusun menu gizi seimbang dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan pangan di pasar tradisional. Program ini berhasil mengatasi permasalahan tersebut dengan pendekatan holistik, terbukti dari hasil analisis Chi-Square yang mengidentifikasi beberapa faktor penting seperti kecukupan pangan, keragaman pangan, dan perasaan rawan pangan. Pemanfaatan bahan makanan di pasar tradisional tidak hanya mendukung balita yang mengalami stunting tetapi juga memperkenalkan keberlanjutan bahan makanan di tingkat lokal. Analisis menu memberikan kontribusi maksimal terhadap ketahanan pangan di Desa Batonaong. Hasil penelitian ini dapat dijadikan contoh skema dalam mengatasi stunting dan mengoptimalkan bahan makanan untuk mencapai ketahanan pangan berkelanjutan di Desa Batonaong.