cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSALINAN SECTIO CAESAREA Amalia, silviatul; Aslina, Wiwit Indriyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45124

Abstract

Angka persalinan dengan tindakan sectio caesarea  (SC) terus meningkat di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Banyuwangi, yang menunjukkan tingginya angka komplikasi kehamilan dan persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian persalinan sectio caesarea  di Puskesmas Kalibaru Kulon. Metode dalam Penelitian ini menggunakan desain retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 223 ibu bersalin dengan penyulit, dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan checklist dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,2% responden menjalani sectio caesarea  , sedangkan 44,8% melahirkan secara normal. Faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian sectio caesarea  adalah riwayat sectio caesarea  sebelumnya (p=0,014), Ketuban Pecah Dini/KPD (p=0,000), letak janin tidak normal (p=0,000), dan cephalopelvic disproportion/CPD (p=0,000). Sementara itu, preeklampsia tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik (p=0,093). sehingga dapat disumpulkan bahwa terdapat hubungan antara Riwayat sectio caesarea , Ketuban Pecah Dini, Letak dan Cephalopelvic disproportion dengan kejadian sectio caesarea  dan tidak terdapat hubungan antara Preeklampsia dengan kejadian sectio caesarea . Meskipun preeklampsia tidak menunjukkan hubungan signifikan dalam analisis ini, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian dalam manajemen kehamilan. Penting bagi tenaga kesehatan untuk mempertimbangkan faktor-faktor ini dalam pengambilan keputusan terkait metode persalinan, dengan tetap mengedepankan keselamatan ibu dan bayi.
ANALISIS MANAJEMEN LOGISTIK OBAT DI PUSKESMAS PAAL MERAH II KOTA JAMBI Latifah, Yuli Syafira Syaibabul; Amir, Andy; Noerjoedianto, Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46336

Abstract

Menurut data dari Profil Dinas Kesehatan Kota Jambi terdapat peningkatan jumlah kunjungan pasien rawat jalan di Puskesmas Paal Merah II Kota Jambi pada tahun 2021 sebanyak 6.947 naik menjadi 18.129 di tahun 2022. Peningkatan kunjungan pasien secara langsung berdampak pada manajemen logistik obat, terutama dalam hal perencanaan, pengadaan, dan pendistribusian. Semakin banyak pasien yang datang, kebutuhan akan obat-obatan akan meningkat, sehingga puskesmas harus memastikan stok obat tetap mencukupi dan terkelola dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana proses manajemen logistik obat di Puskesmas Paal Merah II Kota Jambi. Jenis penelitian yang digunakan ialah kualitatif. Informan penelitian adalah pegawai di Puskesmas Paal Merah II Kota Jambi dengan purposive sampling. asil : Dari hasil wawancara mendalam perencanaan obat di Puskesmas Paal Merah II menggunakan metode konsumsi pihak yang terlibat yaitu apoteker, kepala puaskesmas, dan dokter. Anggaran setiap tahunnya berbeda jumlahnya untuk tahun ini sekitar dua puluh juta. Pengadaan obat menggunakan sistem e-katalog. Penerimaan obat dilakukan oleh penanggung jawab gudang pemeriksaan kadaluarsa, fisisk obat, dan kemasan. Pengecekan mutu obat dilakukan sebulan sekali di ruang penyimpanan obat. Pendistribusian ke sub unit dilakukan secara manual menggunakan buku permintaan obat. Penghapusan obat dilakukan setahun sekali melalui pihak ke tiga. Manajemen logistik obat di Puskesmas Paal Merah II sudah cukup baik namun masih terdapat kendala didalamnya pada proses perencanaan berupa terdapat item obat yang ternyata dibutuhkan namun tidak terdapat dalam perencanaan. Proses pengadaan obat berupa ketidaksesuaian jumlah obat yang diterima dari Instalasi Farmasi Kota dengan permintaan yang diajukan oleh Puskesmas. Pada proses penyimpanan berupa ruang penyimpanan obat yang sempit dan rak penyimpanan obat yang terbatas.
PENGARUH PEMBERIAN MAKAN TAMBAHAN (PMT) PANGAN LOKAL TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PONKESDES WOTGALIH YOSOWILANGUN LUMAJANG Fitria, Lailatul; Retnaningsih, Reny
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46978

Abstract

Masalah gizi pada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu strategi intervensi yang dapat diterapkan adalah pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal yang terjangkau dan sesuai budaya setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian PMT pangan lokal terhadap status gizi balita gizi kurang di wilayah kerja Ponkesdes Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest with control group. Sampel terdiri dari 32 balita, 23 dalam kelompok intervensi dan 9 dalam kelompok kontrol. PMT diberikan selama 7 minggu dalam bentuk kudapan bergizi berbahan lokal. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata Z-score status gizi kelompok intervensi meningkat dari -2,5174 menjadi -2,1357, dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Sedangkan pada kelompok kontrol hanya meningkat dari -2,1111 menjadi -2,1022, dengan p=0,035. Hasil ini menunjukkan bahwa PMT pangan lokal secara signifikan dapat meningkatkan status gizi balita. Intervensi ini diharapkan dapat menjadi alternatif strategi pemerintah dalam penanggulangan gizi kurang secara berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal.
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS GEN Z : EVALUASI HUBUNGAN MEDIA SOSIAL, SELF-IMAGE DAN RESILIENSI pratama, rio candra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.47076

Abstract

Generasi Z (Gen Z) merupakan pengguna aktif media sosial yang rentan terhadap dampak psikologis seperti citra diri, resiliensi, dan kebahagiaan. Paparan konten yang bias dan komparatif dapat memengaruhi persepsi diri dan kesejahteraan emosional. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara intensitas penggunaan media sosial, self-image, resiliensi, dan kebahagiaan subjektif pada Gen Z di Indonesia. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional dengan 483 responden Gen Z di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang aktif menggunakan media sosial minimal 3 jam per hari. Instrumen dikumpulkan secara daring, mencakup skala intensitas penggunaan media sosial, self-image, CD-RISC-10, dan SHS. Analisis data dilakukan menggunakan path analysis. Intensitas penggunaan media sosial berpengaruh signifikan terhadap resiliensi (p = ,022), tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap self-image (p = ,172). Self-image dan resiliensi bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kebahagiaan subjektif, dengan kontribusi signifikan masing-masing variabel terhadap kebahagiaan. Media sosial memengaruhi resiliensi dan kebahagiaan Gen Z, tetapi tidak secara langsung membentuk citra diri. Penguatan resiliensi dan pengembangan self-image yang sehat penting untuk menjaga kebahagiaan di era digital.  
OPTIMALISASI MANAJEMEN PELAYANAN RAWAT JALAN PASIEN BPJS DENGAN METODE PDCA DI RSUD dr. SOEDOMO TRENGGALEK Kirana, Erinia Rahayu Okta; Rusdi, Achmad Jaelani; Ma’ruf, Agus Syukron; Shoim, Achmad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46821

Abstract

Pelayanan rawat jalan pasien BPJS di RSUD dr. Soedomo Trenggalek masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ketidakteraturan alur, keterlambatan pelayanan, serta penerapan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang belum optimal. Kondisi ini berdampak pada mutu layanan dan efisiensi operasional rumah sakit. Penelitian ini menerapkan siklus manajemen mutu PDCA (Plan, Do, Check, Action) untuk memperbaiki proses pelayanan secara berkelanjutan dan sistematis. Setiap tahapan dilaksanakan secara runtut, yang dimulai dari perencanaan identifikasi masalah, pelaksanaan perubahan, evaluasi hasil, hingga tindakan korektif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara dengan pihak terkait, serta analisis dokumen internal. Hasil penerapan menunjukkan bahwa pendekatan PDCA (Plan, Do, Check, Action) berhasil mengidentifikasi berbagai kelemahan prosedural, seperti belum optimalnya sosialisasi SOP (Standar Operasional Prosedur), alat pemanggil antrian yang tidak berfungsi, serta ketidaksesuaian alur pelayanan. Perbaikan yang dilakukan melalui evaluasi dan audit secara berkala memberikan dampak positif terhadap keteraturan proses layanan, efisiensi operasional, dan kepatuhan terhadap standar yang ditetapkan. Pendekatan PDCA (Plan, Do, Check, Action) terbukti efektif dalam meningkatkan tata kelola pelayanan rawat jalan bagi pasien BPJS. Untuk menjamin konsistensi mutu, dibutuhkan pembaruan SOP (Standar Operasional Prosedur) secara berkala serta monitoring berkelanjutan. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji pengaruh penerapan SOP (Standar Operasional Prosedur) terhadap kepuasan pasien dan kinerja unit layanan secara menyeluruh.
HUBUNGAN TINDAKAN TIDAK AMAN DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN DI KOTA TOMOHON Mantow, Nasrania Indah Trinity; Ratag, Budi T.; Doda, Diana V. D.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46825

Abstract

Kecelakaan kerja ialah sebuah peristiwa yang tak diatur serta tidak diharapkan oleh siapapun yang dapat mengacaukan suatu aktivitas pekerjaan, tapi berkemungkinan bisa terjadi dan mampu menyebabkan kerugian yang besar. Salah satu pemicu utama kecelakaan kerja adalah tindakan berbahaya atau tidak aman. Perilaku ini dapat membahayakan keselamatan pekerja yang melakukannya maupun orang lain di lingkungan kerja. Profesi pemadam kebakaran termasuk salah satu jenis pekerjaan berbahaya dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Mereka dihadapkan pada beragam ancaman, seperti suhu yang sangat tinggi, sengatan listrik, kobaran api, bekerja di ketinggian, serta bahaya yang muncul dari penggunaan perlengkapan pemadaman. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meneliti keterkaitan antara perilaku tidak aman dengan insiden kecelakaan kerja pada petugas pemadam kebakaran di wilayah Kota Tomohon. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli sampai Desember 2024 di Dinas Pemadam Kebakaran Wilayah Kota Tomohon dengan metode penelitian kuantitatif dengan menerapkan rancangan studi potong lintang. Variabel dalam penelitian yaitu tindakan tidak aman dengan kecelakaan kerja. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat yang diolah melalui aplikasi SPSS versi 22 menggunaan uji Chi Square. Hasil menunjukkan tindakan tidak aman tidak berhubungan dengan kecelakaan kerja dengan p value=0,715. Perlunya perhatian terhadap Standar Operasional Prosedur dari masing-masing pekerja, juga peran pengawasan dari yang berwenang agar dapat meminimalisir risiko terjadinya kecelakaan kerja.
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG FAKTOR RISIKO HIPERTENSI DI POSBINDU KELURAHAN KAMPUNG JAWA KOTA TOMOHON Lihawa, Jelita; Langitan, Fentje Welliam; Manoppo, Jonesius Eden
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47056

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, dikenal sebagai "silent killer" karena sering tidak menunjukkan gejala awal. Prevalensi hipertensi yang tinggi di Indonesia, termasuk di Kota Tomohon, menandakan pentingnya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang faktor risiko hipertensi. Posbindu sebagai sarana deteksi dini dan edukasi komunitas memiliki peran strategis dalam mengedukasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pengetahuan tentang faktor risiko hipertensi di Posbindu Kelurahan Kampung Jawa, Kota Tomohon. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel adalah 77 orang dari 89 peserta Posbindu yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner berbasis Taksonomi Bloom, mencakup enam level kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83,1% responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi, dengan distribusi tertinggi pada kategori "mengingat" (C1) sebesar 80,5% dan terendah pada "mencipta" (C6) sebesar 24,7%. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan edukasi untuk meningkatkan kemampuan evaluatif dan kreatif dalam pencegahan hipertensi
ANALISIS QUALITY CONTROL PEMERIKSAAN UREUM DAN KREATININ MENGGUNAKAN GRAFIK LEVEY-JENNINGS DAN SIX SIGMA DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Akas, Sri Ramadhani E.; Widyantara, Aji Bagus; Murdiyanto, Joko
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47161

Abstract

Quality Control (QC) adalah langkah penting yang dilaksanakan selama tahap analitik untuk menjamin keandalan mutu pemeriksaan. Prosedur ini menggunakan pendekatan statistik guna memastikan hasil pemeriksaan memiliki tingkat ketepatan (akurasi) dan ketelitian (presisi) yang baik. Evaluasi QC dilakukan melalui grafik levey-jennings dengan penerapan aturan Westgard. Selain itu, laboratorium klinik juga dapat menerapkan six sigma. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil quality control pemeriksaan ureum dan kreatinin menggunakan grafik levey-jennings dan six sigma. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah data hasil quality control pemeriksaan ureum kreatinin, sampel penelitian merupakan semua hasil quality control pemeriksaan ureum dan kreatinin pada bulan Oktober-Desember 2024 dan data pemantapan mutu eksternal (PME) siklus dua pemeriksaan ureum dan kreatinin, teknik pengumpulan sampel berdasarkan Total Sampling. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel dengan menghitung akurasi, presisi, pembuatan grafik levey-jennings dan six sigma. Hasil menunjukkan bahwa akurasi dari kedua pemeriksaan tergolong baik, karena nilai bias (d%) masih berada dalam batas maksimum yang ditetapkan. Presisi juga menunjukkan hasil yang baik, ditandai dengan nilai CV(%) ureum dan kreatinin yang tidak melebihi batas maksimum. Berdasarkan evaluasi dengan grafik levey-jennings dan penerapan aturan Westgard, tidak ditemukan pelanggaran aturan pada pemeriksaan ureum. Sementara itu, pada pemeriksaan kreatinin teridentifikasi pelanggaran aturan 12s. Nilai six sigma yang diperoleh untuk ureum adalah 5,7 yang mencerminkan performa sangat baik, sedangkan kreatinin memperoleh nilai sebesar 13,6 yang termasuk dalam kategori kelas dunia (world class).
PENGARUH EDUKASI PASIEN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUMAH SAKIT: SEBUAH SCOPING REVIEW Rahmiati, Rahmiati; Junadi, Purnawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47279

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator utama dalam menilai kualitas layanan rumah sakit, karena mencerminkan persepsi pasien terhadap pelayanan yang diberikan. Salah satu faktor penting yang terbukti memengaruhi tingkat kepuasan pasien  adalah edukasi kesehatan yang diberikan selama proses perawatan. Edukasi yang efektif memungkinkan pasien memahami kondisi medis, prosedur yang akan dijalani, serta tindakan lanjutan yang perlu dilakukan. Pemahaman ini berdampak pada meningkatnya kepercayaan, keterlibatan, dan kenyamanan pasien dalam menerima layanan kesehatan. Scoping review ini bertujuan untuk menelaah efektivitas edukasi pasien terhadap kepuasan pasien di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah telaah literatur dengan pencarian artikel pada empat basis data elektronik—PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan ProQuest—dalam rentang waktu 2019 hingga 2024. Penelitian dibatasi pada desain Randomized Controlled Trial (RCT). Dari total 1821 artikel yang ditemukan, sebanyak tujuh artikel memenuhi kriteria kelayakan dan inklusi. Hasil telaah menunjukkan bahwa intervensi edukasi pasien yang dilakukan dengan berbagai metode, seperti video edukasi, aplikasi smartphone, brosur cetak, hingga media cetak 3D, secara konsisten meningkatkan tingkat kepuasan pasien dibandingkan metode edukasi konvensional. Metode berbasis teknologi, khususnya media visual interaktif, terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman dan pengalaman pasien. Selain itu, preferensi individu juga berkontribusi terhadap efektivitas edukasi, seperti perbedaan preferensi media antara pasien pria dan wanita. Simpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa edukasi yang tepat, interaktif, dan dipersonalisasi dapat menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pasien di rumah sakit.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN ASMA DI WILAYAH PEDESAAN: LITERATURE REVIEW Putri, Suci Amalia; Rahayu, Prasepti Ageng; Suciwati, Alya Regina; Nabila, Adibah; Rejeki, Dwi Sarwani Sri; Wijayanti, Siwi Pramatama Mars
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47426

Abstract

Asma merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan inflamasi dan penyempitan saluran napas, yang menyebabkan sesak napas, batuk, dan mengi. Prevalensi kejadian asma di perkotaan lebih tinggi dibandingkan pedesaan. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa penduduk di wilayah pedesaan juga menghadapi risiko signifikan terhadap penyakit asma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian asma di wilayah pedesaan secara global. Penelitian ini menggunakan desain literature review dengan pendekatan PRISMA. Pencarian artikel melalui Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect, hingga diperoleh delapan artikel yang sudah sesuai kriteria penelitian. Berdasarkan hasil literature review ditemukan bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kejadian asma di pedesaan, antara lain obesitas, polusi udara seperti paparan asap rokok, asap hasil pembakaran kayu bakar, dan asap dari penggunaan obat nyamuk bakar, udara dingin, riwayat genetik, serta alergi. Alergi merupakan penyebab yang paling umum ditemukan di lingkungan pedesaan.