cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
POOLED SERA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN KONTROL PADA PEMERIKSAAN LABORATORIUM KLINIK : TINJAUAN LITERATUR NARATIF Putra, Ahmat Rediansya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46431

Abstract

Setiap laboratorium klinik harus melakukan Quality Control pada setiap parameter pemeriksaan agar hasil pemeriksaan yang didapatkan adalah hasil yang akurat, presisi, dan bermutu tinggi dan terjamin. Quality Control dapat dilakukan setiap hari. Akan tetapi, harga bahan kontrol yang relatif mahal dan tingkat kesulitan untuk mendapatkan bahan kontrol yang cukup tinggi menjadi masalah yang harus dihadapi oleh laboratorium. Pooled sera hadir sebagai alternatif bahan kontrol yang dinilai lebih ekonomis, mudah dibuat, dan tidak berbahaya sehingga cocok digunakan sebagai bahan kontrol teruatama oleh laboratorium yang memiliki akses dan sumber daya yang terbatas. Pooled sera dilaporkan dapat menjadi alternatif bahan kontrol pengganti bahan kontrol komersial pada pemeriksaan Glukosa Darah, Trigliserida, Kolesterol, HDL, CRP, SGPT, Albumin, dan Protein Total. Pooled sera memiliki potensi yang besar sebagai alternatif bahan kontrol yang  dapat menggantikan kontrol komersial terutama pada pemeriksaan glukosa darah.  
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINDAKAN SWAMEDIKASI DIARE DI APOTEK TEGAL Sari, Meliyana Perwita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46457

Abstract

Secara global diare merupakan sebuah permasalahan kesehatan yang penting, yang tidak hanya memengaruhi anak-anak tetapi juga dewasa. Pemahaman yang baik tentang diare dan pengobatannya adalah kunci dalam pengambilan keputusan yang bijak tentang tindakan swamedikasi diare. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adakah hubungan antara pengetahuan dengan tindakan swamedikasi diare pada masyarakat yang datang ke Apotek di Tegal. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 383 responden di tiga apotek yang berada di Kota Tegal dan di Kabupaten Tegal. Dan responden ini telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan kuisioner yang telah diuji validitas muka atau face validity. Analisa data menggunakan Microsoft Excel dengan melihat korelasi dari Sugiono (2006). Berdasarkan hasil uji korelasi, menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi antara pengetahuan dan tindakan swamedikasi diare adalah 0,178458. Menurut interval koefisien yang disebutkan Sugiyono (2006), hubungan tersebut dianggap sangat rendah. Artinya, tidak ada korelasi yang kuat antara pengetahuan responden dan tindakan swamedikasi diare yang dilakukan.
GAMBARAN FAKTOR PSIKOSOSIAL DI PT X TAHUN 2023 Rosydiwo, Nasywa Salwa; Wirawan, Mufti; Tejamaya, Mila; Ratnaningsih, Wina Indah; Nabila, Alaitanisa; Peramarani, Ni Putu Indriati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46465

Abstract

Penelitian ini membahas gambaran faktor psikososial pada pekerja di PT X tahun 2023 yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai faktor psikososial yang mencakup konten dan konteks pekerjaan, mengingat belum adanya upaya manajemen risiko psikososial di PT X sebagai perusahaan konsultan. Penelitian ini dilakukan pada 39 pekerja di PT X selama bulan Juni 2023.  Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif dengan metode campuran (mix method) yang mencakup pengisian kuesioner dan pelaksanaan wawancara mendalam yang selanjutnya dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 variabel karakteristik yang diteliti, seluruhnya berada pada kateogori baik yang dibuktikan dengan nilai mean >3,50. Karakteristik yang dipersepsikan paling baik adalah hubungan interpersonal di tempat kerja, sedangkan karakteristik yang memerlukan perhatian khusus—meskipun masih ada pada kategori baik—yaitu pengembangan karir, beban dan kecepatan kerja, dan jadwal kerja. Berbagai upaya pengendalian psikososial juga sudah terimplementasi di PT X, tetapi perlu dikembangkan lebih lanjut agar bisa lebih sistematis sesuai dengan model manajemen risiko psikososial di tempat kerja.   
PERAN TEKNOLOGI KESEHATAN DIGITAL TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN : LITERATURE REVIEW Putri, Rizkha Nadha Hasrizal; Sulistiadi, Wahyu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46467

Abstract

Era digitalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor, termasuk sektor kesehatan, terutama dalam pelayanan di rumah sakit. Teknologi kesehatan digital seperti sistem informasi kesehatan, telemedicine, dan inovasi digital lainnya kini memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi, akurasi, dan aksesibilitas pelayanan kesehatan. Literature review ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan program berbasis digital yang digunakan di beberapa pelayanan kesehatan dan pengaruhnya terhadap kualitas layanan kesehatan. Metode PRISMA 2020 digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi penelitian yang relevan dari 3 basis data elektronik yaitu PubMed, Science Direct dan Proquest. Pencarian artikel menggunakan kata kunci digitalization, digital product, telemedicine, healthcare services, private healthcare, public healthcare. Selanjutnya jurnal yang didapatkan discreening menggunakan critical appraisal berdasarkan kriteria JBI. Didapatkan hasil 8 jurnal yang memenuhi syarat dengan batasan diterbitkan dari tahun 2014-2024. Hasil didapatkan bahwa teknologi kesehatan digital mampu meningkatkan jangkauan pelayanan dan meningkatkan kunjungan layanan kesehatan terutama di daerah terpencil. Penggunaan teknologi kesehatan juga tidak terlepas dari berbagai keterbatasan seperti keterbatasan infrastruktur, resistensi terhadap teknologi baru, dan masalah privasi data. Dukungan lintas sektor seperti para pemangku kebijakan dan para pemangku kepentingan masih diperlukan dalam implementasinya. Dengan memahami peran dan tantangan digitalisasi dalam pelayanan rumah sakit, penelitian ini memberikan wawasan bagi manajemen rumah sakit dalam merancang strategi digital yang efektif untuk peningkatan kualitas layanan kesehatan.
EFEKTIVITAS SHALAT DHUHA DALAM MENINGKATKAN FLEKSIBILITAS HAMSTRING PADA USIA DEWASA MUDA Jufri, Sabri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46504

Abstract

Fleksibilitas hamstring merupakan komponen penting dalam kebugaran fisik, terutama pada usia dewasa muda. Hamstring yang kaku dapat menyebabkan gangguan performa fisik, serta meningkatkan risiko cedera, khususnya pada aktivitas yang memerlukan gerakan melibatkan pinggul dan lutut. Cedera hamstring sering terjadi, dan sebagian besar terkait dengan gaya hidup. penggunaan gadget berlebih, serta posisi duduk yang statis. Shalat dhuha, salah satu ibadah yang dilakukan umat Islam, melibatkan gerakan tubuh yang luas, termasuk peregangan otot tubuh bagian bawah, dan dapat berfungsi sebagai alternatif latihan untuk meningkatkan fleksibilitas. Namun, belum ada penelitian yang secara spesifik menyoroti hubungan antara shalat dhuha dan peningkatan fleksibilitas hamstring, khususnya pada usia dewasa muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas shalat dhuha dalam meningkatkan fleksibilitas hamstring pada usia dewasa muda. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test. Sampel penelitian terdiri dari 22 mahasiswa STIKes Yapika Makassar yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi yang diberikan adalah gerakan shalat dhuha 4 rakaat yang dilakukan selama satu bulan. Data fleksibilitas hamstring diukur sebelum dan setelah intervensi menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada fleksibilitas hamstring setelah melakukan shalat dhuha 4 rakaat. Data pretest menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori poor (31,8%), sementara pada posttest, kategori excellent meningkat menjadi 50%. Uji Wilcoxon menghasilkan p-value 0,000, yang menunjukkan perbedaan signifikan antara pretest dan posttest. Pemberian intervensi shalat dhuha 4 rakaat terbukti efektif dalam meningkatkan fleksibilitas hamstring pada usia dewasa muda. Hal ini menunjukkan bahwa gerakan dalam shalat dhuha dapat menjadi alternatif non-invasif untuk meningkatkan fleksibilitas tubuh. Kata Kunci: Shalat Dhuha, Fleksibilitas Hamstring, Dewasa Muda
LITERATURE REVIEW : PENGARUH STUNTING TERHADAP TUMBUH KEMBANG ANAK Aswani, Yan Hadi Kustomo; Purnamawati, Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46509

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang menjadi tantangan serius di Indonesia. Stunting terjadi ketika anak mengalami kekurangan gizi dalam waktu lama, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan periode emas yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Stunting ​berhubungan dengan perkembangan anak, terdapat faktor yang mempengaruhi stunting diantara pendidikan ibu, penyakit infeksi, pola asuh, asupan energi, panjang badan lahir, dan pendapatan orang tua, asupan energi berhubungan paling besar dengan perkembangan anak. Pemberian makanan bayi yang sesuai dengan umur, diperlukan edukasi kepada orang tua untuk meningkatkan stimulasi perkembangan pada anak stunting dan pemantauan deteksi dini tumbuh kembang secara rutin dan berkala. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara stunting terhadap tumbuh kembang anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan mengambil data dari database Google Scholar dan Pubmed. Proses telaah literature dilakukan secara sistematis dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Pencarian menggunakan kata kunci dalam bahasa inggris "stunting ", "child", "growth", "development", dalam bahasa indonesia "stunting", "anak", "tumbuh", "kembang", didapatkan 10 artikel. Stunting memiliki keterkaitan yang bermakna dengan tumbuh kembang anak terutama pada periode emas anak hingga mencapai umur dua tahun. Terdapat hubungan antara stunting memiliki keterkaitan dengan tumbuh kembang pada anak.
HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA WANITA USIA SUBUR DI INDONESIA Febriyanti, Syeri; Ronoatmodjo, Sudarto; Helda, Helda; Riyadina, Woro; Endarti, Ajeng Tias
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46514

Abstract

Hipertensi masih menjadi salah satu penyakit tidak menular yang menyebabkan masalah kesehatan dunia. Prevalensi hipertensi diprediksi akan terus meningkat setiap tahun. Penderita hipertensi di Indonesia didominasi oleh penduduk berjenis kelamin wanita. Pada wanita diduga salah satu faktor risiko yang bisa menyebabkan kejadian hipertensi adalah penggunaan kontrasepsi hormonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian hipertensi pada wanita usia subur 15-49 tahun. Desain penelitian adalah cross sectional yang menggunakan data Riskesdas 2018. Kelompok terpajan adalah 45.178 responden yang menggunakan kontrasepsi hormonal dan kelompok tidak terpajan adalah 30.845 yang tidak menggunakan kontrasepsi hormonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengguna kontrasepsi hormonal dengan kejadian hipertensi dengan nilai PR=1,05 (CI 95% 1,02-1,07). Terdapat pula hubungan yang signifikan antara pengguna kontrasepsi hormonal dengan kejadian hipertensi setelah mengendalikan umur dan indeks masa tubuh dengan nilai PR=1,10 (1,06– 1,12). Selain itu, pada penelitian ini juga menilai hubungan antara berbagai jenis kontrasepsi hormonal diantaranya kontrasepsi suntikan 3 bulan dengan nilai PR=1,08 (CI 95% 1,05-1,12), kontrasepsi suntikan 1 bulan dengan nilai PR 0,99 (CI 95% 0,93-1,05), kontrasepsi implan PR 0,90 (CI 95% 0,84-0,96) dan kontrasepsi pil  PR 1,30 (CI 95% 1,23-1,35). Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian hipertensi pada wanita usia subur 15-49 tahun di Indonesia. Jenis kontrasepsi yang paling mempengaruhi kejadian hipertensi pada wanita usia subur adalah kontrasepsi pil.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT HIPERTENSI PADA PASIEN LANSIA DI PUSKESMAS BILALANG BARU KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Hasanuddin, Israyati R.; Kairupan, Bernabas H. R.; Fatimawali, Fatimawali; Posangi, Jimmy; Mantjoro, Eva M.; Surya, Welong S.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46523

Abstract

Jumlah penderita hipertensi global meningkat signifikan dalam tiga dekade terakhir, dengan hampir setengahnya tidak menyadari kondisinya sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat hipertensi pada pasien lansia di Puskesmas Bilalang Baru Kabupaten Bolaang Mongondow, menggunakan Skala MMAS-8 untuk mengukur tingkat kepatuhan pasien. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode observasional analitik dan pendekatan studi potong lintang. Dilaksanakan di Puskesmas Bilalang Baru Kabupaten Bolaang Mongondow dari April 2024 hingga Maret 2025, ini menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitas. Populasi dari penelitian ini ialah sebanyak 478 pasien lansia. Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus Slovin, maka lansia yang akan dijadikan sampel sebanyak 217 lansia. Adapun penentuan sampel berdasarkan metode purposive sampling. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil menunjukkan mayoritas responden patuh minum obat, memiliki pengetahuan baik, akses pelayanan yang mudah, dukungan keluarga yang baik, pendapatan >Rp2.750.000, dan menggunakan pengobatan alternatif. Hasil bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan (ρ 0,020), akses pelayanan kesehatan (ρ 0,011), dukungan keluarga (ρ 0,032), pendapatan (ρ 0,043), dan pengobatan alternatif (ρ 0,043) dengan kepatuhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepatuhan lansia dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut dan pengobatan alternatif dapat menurunkannya.
KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA MAKASSAR TAHUN 2022 Elyanovianti, Elyanovianti; Sainal, Andi Asliana; Ramadhan, Firdaus Fitra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46545

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit Degenerative pada sistem metabolisme yang ditandai dengan kenaikan kadar gula darah. Modifikasi diet adalah salah satu strategi dalam perencana pengubahan pola makanan biasa (normal) untuk penyandang diabetes melitus. Penerapan perencanaan diet mungkin terlihat mudah, namun kenyataannya banyak penderita diabetes melitus yang mengalami kesulitan. Salah satu faktor yang mengganggu adalah pola makan yang tidak tepat dapat berkontribusi pada kegagalan dalam pengelolaan kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan diet pasien diabetes melitus pada pasien Diabetes Melitus rawat inap di RSUD Kota Makassar. Desain penelitian ini menggunakan penilaian deskriptif dengan metode survey di RSUD Kota Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang sedang di rawat inap di RSUD Kota Makassar sebanyak 24 orang dengan menggunakan teknik penentuan total sampling, dimana seluruh jumlah populasi dijadikan sebagai sampel penelitian.  Hasil penelitian diperoleh peneliti dari data kepatuhan diet dari hasil wawancara dan recall 24 jam yang diakukan selama tiga hari. Analisis recall diolah menggunakan nutrisurvey. Analisis data diolah secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan responden berdasarkan jumlah makanan sebanyak 3.5%, untuk jenis makanan 50.0%, untuk jadwal makanan 54.2%, sedangkan persentase responden yang tidak patuh berdasarkan jumlah makanan sebanyak 62.5%, untuk jenis makanan 50.0%, dan untuk jadwal makanan 45.8%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden tidak patuh terhadap jumlah makanan dan jenis makanan. Petugas kesehatan diharapkan menyusun strategi dan upaya penerapan perencenaan asupan makanan yang baik disesuaikan dengan kondisi pasien dan untuk meningkatkan edukasi tentang kepatuhan diet pada pasien diabetes .
HUBUNGAN BREASFEEDING SELF-EFFICACY, PERAN AYAH, DAN TRADISI KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI PUSKESMAS SINAMA NENEK KABUPATEN KAMPAR kursani, elmia; Nurlisis, Nurlisis; Purwanti, Yuni; Rahma, Aditya Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46564

Abstract

Pemberian ASI eksklusif sebagai makanan utama bayi berusia 0-6 bulan, tanpa penambahan makanan atau minuman lain, penting dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, mencegah infeksi kuman penyakit, dan kematian pada bayi., Puskesmas Sinama Nenek di Kabupaten Kampar memiliki cakupan ASI Eksklusif sebesar 45,7%. Cakupan ini belum mencapai target nasional sebesar 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara breastfeeding self- efficacy, peran ayah, dan tradisi keluarga terhadap pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Sinama Nenek, Kabupaten Kampar. Penelitian ini dengan desain cross sectiona). Subyek penelitian adalah ibu memiliki bayi berusia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sinama Nenek, kabupaten Kampar. Populasi ibu yang memiliki bayi usia 6 sampai 12 bulan berjumlah 80 orang. Teknik pengambilan Sampel menggunakan teknik total populasi yaitu sebanyak 80 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner. Varibel independen yaitu breastfeeding self-efficacy, peran ayah, tradisi keluarga, dengan pemberian ASI eksklusif. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis Univariat dan Bivariat. Hasil menunjukkan adanya hubungan antara breastfeeding self-efficacy (BSE) (p=0,000) dan peran ayah (p=0,027) dengan pemberian ASI eksklusif, sedangkan tradisi keluarga tidak menunjukkan hubungan bermakna (p=0,297). Diharapkan kepada ayah dan keluarga memberikan dukungan kepada ibu tentang pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan.