cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
TINJAUAN MANAJEMEN FASILITAS DAN KESELAMATAN RUMAH SAKIT TERHADAP KESIAPAN DALAM MENGHADAPI AKREDITASI : LITERATURE REVIEW KHARISMA, VINE YOHENDAMELA; LAILIYAH, SYIFAUL
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Salah satu bab penilaian akreditasi Rumah Sakit yaitu Manajemen Fasilitas dan Keselamatan, MFK merupakan bagian penting dari serangkaian standar manajemen Rumah Sakit. Tujuan utama dari standar Manajemen Fasilitas dan Keselamatan adalah memastikan bahwa Rumah Sakit menyediakan fasilitas yang aman, berfungsi, dan mendukung bagi pasien, keluarga, staff. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui bagaimana kesiapan dalam hal manajemen fasiltas keselamatan di Rumah Sakit khusunya dalam menghadapi akreditasi. Metode: Penelitian menggunakan systematic literature review dalam hal pengumpulan artikel menggunakan metode PRISMA. Hasil: Implementasi Manajemen fasilitas keselamatan terhadap kesiapan dalam menghadapi akreditasi rumah sakit, menunjukan bahwa setiap rumah sakit pasti memiliki sistem manajemen yang berbeda tergantung pada aspek yang dimiliki dan kemampuan nya dalam hal Manajemen. Hambatan yang terjadi meliputi ketidakpatuhan penyedia B3 dalam melampirkan MSDS, tidak dilakukan identifikasi area yang berisiko menimbulkan accident kepada pasien maupun staf serta ketidaksesuaian spesifikasi dan kurang nya diadakan pelatihan staff untuk meningkatkan performa kinerja. Simpulan: Dari beberapa aspek paremeter Manajemen fasilitas keselamatan menunjukan bahwa secara keseluruhan komponen yang memiliki capaian yang rendah terdapat pada aspek kepemimpinan dan perencanaan, bahan berbahaya serta pendidikan staf sedangkan capaian aspek tertinggi ditunjukan oleh aspek peralatan medis, dimana pada aspek ini pihak rumah sakit selalu melakukan perawatan dan pemeliharaan terhadap peralatan medis yang berperan penting dalam menunjang pelayanan kepada pasien.
PERAN RETIKULUM ENDOPLASMA MEMICU KEMATIAN SEL KANKER DAN IMUN RESPONS: SYSTEMATIC REVIEW Putri, Hardyanti Eka
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29442

Abstract

Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk menambah informasi mengenai peran retikulum endoplasma (RE) dan Immunogenic Cell Death (ICD) dalam pengembangan terapi antikanker. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dari berbagai basis data, dengan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil penelusuran pustaka, dilaporkan bahwa respons stres pada RE menjadi salah satu target potensial yang dapat memengaruhi pertumbuhan sel kanker. Sementara, protein Damage-Associated Molecular Patterns (DAMPs) menjadi indikator ICD yang kemudian meningkatkan respons imun terhadap sel kanker. Hal ini memberikan wawasan tentang strategi dan target terapi dalam penelitian antikanker. Selain itu, tinjauan ini menjelaskan peluang penerapan terapi berbasis stres RE, termasuk peran jalur sinyal spesifik respons RE dan perkembangan penelitian antikanker. Kesimpulan dari tinjauan ini menekankan pentingnya penelitian lanjutan untuk mengoptimalkan terapi berbasis respons RE dan ICD dalam mengembangkan terapi antikanker yang lebih efisien dan efektif di masa depan, serta membuka jalan bagi inovasi dalam pendekatan imunoterapi.
KAJIAN ETNOFARMAKOLOGI RAMUAN OBAT TRADISIONAL BUGIS PADA PENANGANAN NYERI Hasriadi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29445

Abstract

Nyeri merupakan kondisi tidak nyaman yang diderita oleh banyak orang, baik disebabkan oleh penyakit dan juga luka. Beberapa terapi farmakologi yang digunakan adalah obat anti-inflamasi non steroid (AINS), opioid, kortikosteroid dan analgesik adjuvan. Akan tetapi, penggunaan obat tersebut memiliki beberapa efek samping yang sangat berdampak pada pasien. Penggunaan obat tradisional juga merupakan alternatif yang cepat dan mudah diakses oleh masyarakat. Olehnya itu, penggunaan obat tradisional masih dianggap rasional dan relevan karena potensi keamanan dan aksesibilitas. Penggunaan obat tradisional banyak terekam dalam kebudayaan atau suku-suku di Indonesia, termasuk di kebudayaan Bugis. Ramuan obat tradisional tersebut terekam dalam naskah kuno masyarakat Bugis yang dikenal dengan Lontara pabbura. Melalui penelitian ini, ramuan obat tradisional dalam naskah kuno Lontara pabbura untuk penanganan nyeri dieksplorasi. Naskah kuno diperoleh dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Naskah yang diperoleh kemudian ditransliterasi dan diterjemahkan. Proses berikutnya adalah identifikasi nama ilmiah tumbuhan obat untuk kemudian dibandingkan dengan literatur yang ada saat ini. Penelusuran literatur dilakukan dalam rangka memvalidasi klaim penggunaan dan efikasinya. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan ramuan obat tradisional Bugis untuk penanganan nyeri, yakni kombinasi dari Polyporus sanguineus (L.), Pimpinella anisum L., Foeniculum vulgare Mill., Cryptocarya massoy (Oken) Kosterm., dan Syzygium aromaticum (L.) Merr. & L.M.Perry. Berdasarkan data literatur terbaru, ditemukan bahwa semua komponen ramuan ini memiliki efek potensi analgesik, kecuali Polyporus sanguineus (L.), and Cryptocarya massoy yang belum dilakukan penelitian lebih lanjut.  Penggunaan ramuan ini bisa menjadi opsi alternatif terhadap terapi farmakologis yang ada saat ini.
FOOD COPING STRATEGIES SANGAT TINGGI PADA ANAK JALANAN DENGAN STATUS GIZI KURANG Salsabila, Dhia Qatrunnada Noor; Loriza, Sufi Jihan; Trias Mahmudiono
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29478

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan ketahanan pangan dengan konsumsi energi, serta status gizi anak jalanan di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Metode Campuran, yang mengintegrasikan metodologi kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Explanatory Sequential Mixed Methods, yang lebih berakar pada penelitian kuantitatif dibandingkan penelitian kualitatif. Penelitian ini fokus pada demografi anak jalanan yang berada di Kabupaten Bangil. Pengambilan sampel menggunakan teknik yang disebut simple random sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner Coping Strategy Index dan kuesioner SQ-FFQ. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, dan teknik statistik lainnya. Uji validitas menunjukkan skor sebesar 51%, sehingga masuk dalam kelompok food coping tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa rumah tangga anak jalanan menghadapi tantangan dalam mengakses, menyalurkan, menggunakan, dan menjaga ketahanan pangan. Analisis uji reliabilitas CSI menggunakan Cronbach's Alpha menunjukkan skor koefisien reliabilitas sebesar 0,695 yang melebihi ambang batas sebesar 0,6. Ini menunjukkan bahwa hasilnya menunjukkan keandalan yang baik dan dapat dianggap dapat dipercaya. Selanjutnya menunjukkan konsistensi data penelitian dalam kaitannya dengan skala dan variabel. . Hasil analisis uji dalam penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara ketahanan pangan (p = 0,001) dan asupan energi (p = 0,001) dengan status gizi di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Selain itu, hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar anak jalanan di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan termasuk dalam kategori food coping tinggi, sebaliknya hasil tersebut menunjukkan angka asupan energi yang rendah berada di bawah AKG tahun 2019 dan menyebabkan anak jalanan mempunyai angka status gizi yang rendah.
a GAMBARAN PENYELENGGARAAN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT INDONESIA : SYSTEMATIC REVIEW : a Amir, Nikmah Ayu Ramadhani; Sakitri, Ganik
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit merupakan fasilitas kesehatan tingkat lanjut yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan meliputi rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Pelayanan yang bermutu bukan hanya dilihat pada pelayanan medis saja, namun juga pada pelayanan penunjang seperti pelayanan rekam medis (RM). Manajemen informasi dan rekam medik merupakan salah satu komponen penting dalam standar nasional akreditasi rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi yang terperinci mengenai penyelenggaraan rekam medis baik manual maupun elektronik di Rumah Sakit Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain systematic review dengan menganalisis hasil- hasil penelitian primer sebelumnya pada rentang tahun 2018-2023. Pertanyaan penelitian disusun berdasarkan PICO sedangkan proses review artikel mengikuti aturan PRISMA flow diagram. Berdasarkan lima artikel yang dianalisis, didapatkan rekam medis konvensional maupun rekam medis elektronik mempunyai kelebihan dan kekurangan masing- masing. Pengolahan rekam medis konvensional meliputi assembling, coding, indexing, analyzing, dan filling. Sedangkan pada rekam medis elektronik proses pengolahan rekam medis meliputi coding, indexing, dan analyzing. Sejumlah kendala dalam penyelenggaraan rekam medis di rumah sakit Indonesia diantaranya petugas rekam medis yang terbatas, petugas rekam medis yang belum lulusan rekam medis, dan kesiapan sarana prasarana yang menunjang penyelenggaraan rekam medis. Penggunaan rekam medis berbasis kertas membutuhkan proses yang memakan waktu dan memiliki risiko kehilangan data relatif tinggi dibandingkan dengan rekam medis berbasis elektronik. Namun, terdapat beberapa masalah terkait kesiapan layanan kesehatan dalam menerapkan rekam medis elektronik yaitu kesiapan sumber daya manusia, dukungan manajemen, dan infrastruktur yang memadai harus ditingkatkan. Penyelenggaraan rekam medis di rumah sakit Indonesia sudah berjalan dengan baik.
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI LEBIH PADA REMAJA SMA Ramadhanti, Anandya Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29530

Abstract

Masa remaja dikategorikan sebagai masa rentan terhadap masalah gizi sehingga berisiko terhadap kesehatan. Salah satu masalah gizi pada remaja adalah gizi lebih yang terjadi karena ketidakseimbangan antara asupan energi dengan keluaran energi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan zat gizi makro dan pola konsumsi minuman manis dalam kemasan dengan status gizi pada kelompok remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case control. Populasi penelitian ini adalah remaja kelas X dan XI SMA Negeri 5 Yogyakarta Tahun Ajaran 2023/2024 dengan jumlah sampel sebanyak 40 remaja. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling. Data diperoleh melalui pengukuran antropometri, wawancara, dan pengisian kuesioner, kemudian dilakukan uji chi-square untuk memperoleh korelasi hubungan antar variabel. Terdapat hubungan antara asupan protein (p value 0,009 < 0,05) dan asupan lemak (p value 0,028 < 0,05) dengan status gizi lebih pada remaja. Namun, tidak terdapat hubungan antara asupan energi (p value 0,517 > 0,05) dan asupan karbohidrat (p value 0,598 > 0,05) dengan status gizi lebih pada remaja di SMAN 5 Yogyakarta. Pada masa remaja rentan mengalami perubahan konsumsi makan yang berdampak pada status gizi seseorang. Pada kedua kelompok remaja memiliki asupan energi dan karbohidrat yang cukup. Namun, pada remaja dengan kelompok berat badan lebih cenderung memiliki asupan protein dan lemak yang lebih tinggi dibandingkan remaja dengan kelompok berat badan normal. Oleh karena itu, untuk mempertahankan status gizi baik perlu mempertimbangkan faktor lain seperti aktivitas fisik selain mengontrol konsumsi harian asupan zat gizi makro sesuai dengan anjuran.
UJI TOKSISITAS UJI TOKSISITAS SUB KRONIK EKSTRAK ETANOL BIJI KETUMBAR (CORIANDRUM SATIVUM L) TERHADAP FUNGSI HATI DAN GINJAL TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS) SUB KRONIK EKSTRAK ETANOL BIJI KETUMBAR (CORIANDRUM SATIVUM L) TERHADAP FUNGSI HATI DAN GINJAL TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS) Sinulingga, Enjellika Yemina Br.; Simanjuntak, Nerly Juli Pranita; Yunus, Muhammad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29555

Abstract

Biji ketumbar (Coriandum Sativum L.) adalah tumbuhan dapat memiliki manfaat sebagai antioksidan, antikanker, antikonvulsan, antidiabetes, analgesic, dan antiinflamasi. Untuk mengentahui dampak negatif konsumsi biji ketumbar pada organ bila digunakan dalam batas tempo yang lama, karena itu perlu dilakukan studi toksisitas subkronis biji ketumbar pada tikus putih. Studi toksisitas subkronis melakukan pengujian pada hewan dengan dikasih dosis secara setiap hari sewaktu 28 hari. Penelaah mengamati beberapa parameter, termasuk berat badan tikus, analisis biokimia darah, serta perubahan besar pada organ hati dan ginjal. Selanjutnya, data tersebut dianalisis menggunakan metode One Way Anova. Jika ditemukan kelainan yang signifikan, dilakukan lanjutan Post Hoc. Alhasil analisis statistic menunjukan adanya kelainan yang signifikan pada berat badan tikus putih jantan dan biokimia darah tikus (sig.<0.05). Pada perlakuan memberi dosis 400mg/kgBB dan 500mg/kgBB menunjukan efek toksik terhadap fungsi organ hati dan ginjal tikus. Pemeriksaan histopatologi organ hati menunjukan terdapat kerusakan hati yang dicatat pada kata piknosis, sinusoid, dan pendarahan vena sentral. Pada histopatologi organ ginjal menunjukan terdapat kerusakan ginjal yang dicatat pada kata pelebaran ruang bowman dan pelebaran vena arteri interlobaris.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN RHINITIS ALERGI PADA ANAK USIA 5-11 TAHUN DI WILAYAH KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS (UPTD) PUSKESMAS MEURAXA BANDA ACEH TAHUN 2023 Lisma, Wirna; Arbi, Anwar; Andria, Dedi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29567

Abstract

Rhinitis alergi adalah kondisi peradangan pada mukosa hidung yang dipicu oleh paparan alergen. Berdasarkan data yang di peroleh dari Puskesmas Meuraxa Banda Aceh terjadi peningkatan pada tahun 2021 terdapat 230 kasus Rhinitis alergi, pada tahun 2022 terdapat 875 kasus Rhinitis alergi sedangkan pada tahun 2023 terdapat 930. Permasalahan dalam penelitian yaitu didaerah Meuraxa Banda Aceh kasus Rhinitis alergi yang paling rentan adalah anak-anak karena sistem kekebalannya masih melemah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis faktor risiko kejadian Rhinitis alergi pada anak usia 5-11 tahun di wilayah kerja UPTD Puskesmas Meuraxa Banda Aceh Tahun 2023. Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan desain case control. Sampel dalam penelitian sebanyak 96 responden yang terdiri kasus 48 dan kontrol 48 dengan menggunakan perbandingan 1:1. Penelitian telah dilakukan pada tanggal 27 Desember 2023 - 9 Januari 2024. Analisis data menggunakan uji statistic chi-square dengan prorgram komputer SPSS 25. Hasil analisis univariat menunjukkan anak  yang mengalami Rhinitis alergi  (50%), kelembapan yang tidak memenuhi syarat  (70,8%), ada riwayat asma (85,4%), ada kepemilikan hewan peliharaan (64,6%), dan ada riwayat keluarga (83,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara kelembapan (p-value = 0,001, OR = 0,048), riwayat asma (p-value = 0,001, OR = 29,286), kepemilikan hewan peliharaan (p-value = 0,001, OR = 4,429), dan riwayat keluarga (p-value = 0,001, OR = 29,286) dengan kejadian Rhinitis alergi pada anak usia 5-11 tahun di wilayah kerja UPTD Puskesmas Meuraxa Banda Aceh tahun 2023. Kesimpulan adalah kelembapan, riwayat asma, kepemilikan hewan peliharaan, dan riwayat keluarga menjadi faktor terjadinya penyakit Rhinitis alergi pada anak usia 5-11 tahun.
Gizi PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DENGAN KOMPLIKASI : - Adinugroho, Dhimas
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29572

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis berupa gangguan metabolik kadar gula darah yang melebihi batas normal. Pemicu terjadinya diabetes mellitus dikarenakan memiliki pola makan yang berlebihan sehingga menyebabkan terjadinya obesitas, kurangnya konsumsi serat dan aktivitas fisik, dan diet tinggi lemak. Penderita DM yang tidak patuh melakukan pengobatan mempunyai risiko mengalami komplikasi nefropati diabetik sebesar 2,8 kali dari penderita DM yang patuh melakukan pengobatan. Penelitian dilakukan pada Oktober 2023 di RS X Surabaya dan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pasien memiliki riwayat penyakit bawaan yaitu penyakit lemah jantung dan diabetes mellitus. Pemberian asuhan gizi terstandar dilakukan selama tiga hari dengan pemberikan sembilan kali makan utama serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap asupan zat gizi, nilai biokimia, fisik, dan klinis pada pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pasien berangsur membaik ditandai dengan asupan makanan pasien yang telah mencapai target 75% mulai hari pertama hingga ketiga, berkurangnya keluhan seperti sesak napas, perut kembang, hingga mual, serta nilai HbA1C dan albumin mulai menuju kearah normal. Hasil monitoring dan evaluasi asuhan gizi selama tiga hari, pasien telah memenuhi target yang ditetapkan pada asupan gizi. Hal ini dikarenakan kemampuan pasien untuk penerimaan makanan yang telah diberikan telah membaik dan kepatuhan pasien terhadap makanan rumah sakit yang tinggi. Selain itu, hasil monitoring dan evaluasi biokimia dan fisik/klinis menunjukkan adanya peningkatan dimana pasien sudah tidak mengalami mual, perut kembung, dan sesak napas pada hari ke-3, denyut nadi dan tekanan darah fluktuatif tetapi masih dalam range normal, dan penurunan nilai biokimia menuju nilai normal.
AGE AND OCULAR MANIFESTATIONS IN HIV PATIENTS AT VCT POLYCLINIC, PROF. DR. IGNG NGOERAH HOSPITAL, DENPASAR PERIOD JUNE 2020 TO APRIL 2023: A HOSPITAL BASED ANALYTIC RETROSPECTIVE STUDY Pramanto, Adji; Juliari, I Gusti Ayu Made; Pramita, Ida Ayu Ary
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29600

Abstract

Ocular manifestation in HIV refers to a wide range of eye problems. The likelihood of experiencing at least one visual symptom increases with age in HIV patients. The possible explanation is that older people may be more susceptible to other health problems that can exacerbate ocular manifestations. People who have had HIV for a longer period also may experience decline in the immune function, and accumulation of chronic inflammation and damage over time therefore increasing their risk of complications. Examining the possible clinical correlation between age and ocular manifestation in HIV patients was the primary objective of the research. 159 HIV-positive Patients at Prof. IGNG. Ngoerah Central General Hospital Voluntary Counseling and Testing (VCT) Clinic in Denpasar, Bali were examined for ocular-related complaints between June 2020 and April 2023 as part of this hospital-based analytic retrospective study. The research found no statistically significant correlation between age and the occurrence of ocular symptoms (p = 0.276). However, the percentage of HIV patients that have ocular manifestations increase along with older age group. Age and ocular manifestation did not correlate significantly in the HIV patient population. To further understand the relationship between age, length of HIV infection, and the onset of ocular symptoms, further research is required.