cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT STRES KERJA PADA PERAWAT KAMAR OPERASI RUMAH SAKIT X DI JAKARTA TAHUN 2023 Prastyo, Tya Maris; Stella, Sancka; Lannasari, Lannasari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.26994

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berkaitan dengan tingkat stres kerja di kalangan perawat di ruang operasi Rumah Sakit X di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel terdiri dari 58 perawat pelaksana yang dipilih melalui total sampling. Instrumen yang digunakan mencakup data demografi (usia, jenis kelamin, dan masa kerja), kuesioner ENSS yang terdiri dari 9 subskala, kuesioner CPAT yang terdiri dari 8 subskala, dan catatan kinerja perawat ruang operasi termasuk durasi operasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara jenis kelamin dan tingkat stres dengan nilai p-value = 0,009 (p < 0,05). Terdapat juga hubungan antara usia dan tingkat stres dengan nilai p-value = 0,042 (p < 0,05), serta antara masa kerja dan tingkat stres dengan nilai p-value = 0,048 (p < 0,05). Selain itu, terdapat hubungan antara durasi kerja dan tingkat stres dengan nilai p-value = 0,0038 (p < 0,05), dan antara tingkat teamwork dengan tingkat stres dengan nilai p-value = 0,037 (p < 0,05). Sebagai kesimpulan, penelitian ini menemukan adanya hubungan antara usia, jenis kelamin, masa kerja, durasi kerja, dan tingkat teamwork dengan tingkat stres pada perawat ruang operasi di Rumah Sakit X di Jakarta. Perawat disarankan untuk lebih memahami diri mereka sendiri agar dapat mengelola stres dengan cara yang positif, seperti merasa puas saat berhasil menangani kasus yang sulit sehingga meningkatkan kesejahteraan mental mereka.
HUBUNGAN BEBAN KERJA MENTAL TERHADAP KINERJA DOKTER MUDA RS IBNU SINA MAKASSAR Sjakir, Muh Febri Ananda; Sanna, Andi Tenri; Safitri, Asrini; Natasha, Ratih; Nurul Aisyah, Windy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.27104

Abstract

Rumah sakit sudah menerapkan keselamatan kerja dan sistem tersebut penting karena banyak potensi bahaya yang bisa terdampak bagi tenaga Kesehatan. Beban kerja merupakan salah satu indikator keselamatan kerja, Beban kerja salah satu yang dapat mempengaruhi dari kegiatan dokter muda yang harus diselesaikan suatu unit organisasi. Beban kerja terdiri atas 2 yaitu faktor internal yang berasal dari dalam tubuh seperti mental dan faktor eksternal yang berasal dari luar tubuh seperti fisik. Dari efek beban kerja yang berlebihan bisa membuat kinerja dokter muda mengalami penurunan. Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar merupakan sarana pelayanan kesehatan yang berada di Makassar. Efek beban kerja yang berlebihan bisa mempengaruhi kinerja dokter muda mengalami penurunan. Tujuan penelitian mengetahui hubungan beban kerja mental terhadap kinerja dokter muda di RS Ibnu Sina Makassar. Jenis penelitian yaitu penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu pemilihan sampel dengan kriteria yang telah ditentukan. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer yakni kuesioner. Dari penelitian didapatkan 36 sampel. Hasil uji chi-square didapatkan hubungan beban kerja mental terhadap kinerja dokter muda (p=0,012), Artinya beban kerja mental berhubungan dengan kinerja. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan beban kerja mental terhadap kinerja dokter muda di RS Ibnu Sina Makassar.
STUDI LITERATUR : ADAKAH HUBUNGAN RUANG TERBUKA HIJAU DENGAN OBESITAS PADA ANAK Siahaan, Maya Fernandya; Siahaan, Jonni; Chaniago, Herman; Qomarullah, Rif’iy; Damanik, Muthia Farah Diba; Dwijayanti, Isniati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas merupakan masalah gizi berlebih yang menjadi salah satu masalah kesehatan dihadapi oleh negara-negara di seluruh dunia termasuk Indonesia. Salah satu penyebab obesitas adalah gaya hidup kurang gerak yang cenderung meluas dalam masyarakat berteknologi maju, sehingga membuat anak-anak lebih sering menghabiskan waktu duduk dan bermain gadget. Keberadaan lahan terbuka hijau yang masih kurang juga mendukung kurangnya akses anak-anak melakukan aktivitas fisik dengan aman dan nyaman di lingkungan rumah.  Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ruang terbuka hijau dengan nilai indeks massa tubuh pada anak di beberapa negara. Metode yang digunakan adalah melakukan penulusuran literatur menggunakan empat database yaitu Pubmed, google scholar, BMC, dan Sciencedirect menggunakan kata kunci “ childhood obesity, green space, environment, body mass index”. Dalam pencarian artikel, penulis menggunakan filter yaitu merupakan artikel penelitian, berbahasa inggris, artikel diterbitkan antara tahun 2013-2023. Semua artikel didapatkan diseleksi dengan Prisma Appraisal Tool dan diperoleh sebanyak 7 artikel. Terdapat 7 artikel yang ditemukan memenuhi kriteria, dengan 5 artikel menyatakan ada hubungan ruang terbuka hijau dekat lingkungan rumah dengan obesitas pada anak, dimana semakin dekat jarak tempuh antara rumah dan ruang terbuka hijau menurunkan risiko obesitas pada anak. Keberadaan ruang terbuka hijau di dekat  lingkungan rumah dapat menurunkan risiko obesitas pada anak. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah dan pembuat kebijakan untuk membuat lingkungan yang sehat dengan menyediakan sarana yang membuat anak aktif bermain secara aman dan nyaman di luar rumah.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI ANEMIA DALAM KEHAMILAN MELALUI PENYULUHAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIKUPA SUAPUTRA, VINCENT; Atzmardina, Zita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.27514

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan kondisi kekurangan sel darah merah yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada ibu ataupun janin, dari gangguan pertumbuhan janin hingga kematian ibu dan janin. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat prevalensi anemia defisiensi besi pada ibu hamil di Indonesia sebesar 48,9%. Pada tahun 2022-2023 Puskemas Cikupa mencatat total kasus anemia pada kehamilan sebanyak 306 orang (11.32%), dan mengalami peningkatan sebesar 5.16% pada bulan Januari 2024 dibanding bulan Desember 2024. Tujuan intervensi adalah meningkatnya pengetahuan dan lifestyle masyarakat untuk mencegah terjadinya anemia pada kehamilan. Identifikasi sumber masalah dilakukan menggunakan paradigma Blum, lalu data dikumpulkan menggunakan mini survey. Metode non-scoring Delphi digunakan untuk menetukan prioritas masalah, diagram fishbone untuk identifikasi akar penyebab masalah. Intervensi yang dilakukan berupa penyuluhan mengenai anemia pada kehamilan. Kegiatan diawali dengan pengisian lembar pre-test, dilanjutkan dengan penyuluhan menggunakan media poster, sesi tanya jawab, dan diakhiri dengan pengisian lembar post-test. Hasil pre-test dan post-test pada 37 peserta menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan (median difference = 10; mean difference = 10.27, 95% CI: 7.28 - 13.26; P-value <0.001). Intervensi berupa penyuluhan memberikan hasil peningkatan pengetahuan pada warga Desa Dukuh. Diharapkan intervensi tersebut dapat menurunkan kasus anemia pada kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Cikupa.
HUBUNGAN BODY IMAGE DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI KOTA SURABAYA : LITERATURE REVIEW Hanifah, Laili; Melaniani, Soenarnatalina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.27520

Abstract

Masa remaja merupakan periode kritis dalam perkembangan body image, aktivitas fisik, dan status gizi. Status gizi remaja merupakan cerminan dari keseimbangan antara asupan energi dan pengeluaran energi. Status gizi yang tidak optimal, seperti obesitas atau underweight, dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara ketiga variabel tersebut pada remaja di Kota Surabaya melalui tinjauan pustaka. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur review. Data yang digunakan bersifat sekunder dan pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pencarian pada semua sumber publikasi ilmiah sesuai dengan kata kunci yang telah ditentukan.dan disaring berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan oleh penulis. Hasil tinjauan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara body image negatif, kurangnya aktivitas fisik, dan status gizi yang tidak optimal pada remaja. Terdapat hubungan yang signifikan antara body image dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja di Kota Surabaya. Diperlukan kerjasama multisektor untuk memperbaiki masalah status gizi remaja.
RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT DALAM DETEKSI DAN PROGNOSIS PASIEN TUBERKULOSIS RESISTEN OBAT PADA FASILITAS TERBATAS Savira, Dinda; Kalaij, Ayers Gilberth Ivano
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Petunjuk penatalaksanaan TB sudah diaplikasikan secara luas di seluruh dunia, namun hingga saat ini TB masih menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia. TB resisten obat (TB-RO) yang menciptakan masalah baru, sehingga perlu mendapat perhatian lebih mengingat semakin banyaknya kasus namun masih sering terkendala fasilitas layanan kesehatan yang terbatas. Rasio neutrofil limfosit (NLR) menurut studi dinilai berpotensi menjadi solusi deteksi dan prognosis TB-RO pada fasilitas kesehatan terbatas. Kajian literatur ini ditujukan untuk menilai potensi pemanfaatan NLR dalam deteksi dini dan penanda prognosis pasien TB-RO pada fasilitas kesehatan terbatas. Kajian literatur dibuat Berdasarkan pencarian melalui database PubMed, Google Scholar, Cochrane, dan Scopus dengan kata kunci TB, NLR, Hematologi, dan MDR. Nilai NLR yang tinggi dengan berbagai cut-off memiliki nilai sensitivitas 77%, spesifisitas 50%, nilai prediksi positif 60,6%, nilai prediksi negatif 68,4%, dan akurasi 63,5% dalam membedakan pasien TB RO dengan TB aktif, dan memiliki akurasi yang baik dalam menentukan konversi dahak fase insentif dan memprediksi Tingkat pengobatan ulang pada pasien TB. NLR berpotensi untuk dapat digunakan sebagai alternatif dalam deteksi dini dan penanda prognosis pada pasien dengan TB-RO pada fasilitas kesehatan terbatas, meskipun masih diperlukan berbagai penelitian lanjutan untuk merekomendasikan penggunaannya secara luas.
HUBUNGAN PENDIDIKAN IBU DAN STATUS EKONOMI DENGAN RISIKO KEHAMILAN 4T PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA MANNA Angraini, Heni; Oktarina, Mika; Fivtrawati , Helleri; Eliagita, Choralina; Zarey , Wita Lova
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.28189

Abstract

World Health Organization (WHO) tahun 2021 memperkirakan setiap hari, sekitar 754 wanita meninggal karena terkait kehamilan dan persalinan atau sekitar 2431.000. Kematian maternal yang tinggi juga disebabkan oleh tingginya angka kehamilan yang tidak diharapkan, lebih kurang 65% kehamilan masih terjadi karena “4 terlalu”. Sebagian besar kematian ibu dapat dicegah apabila mendapat penanganan yang adekuat di fasilitas pelayanan Kesehatan. Pada Ibu Hamil Wilayah Puskesmas Kota Manna. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian secara deskriktif correlational dengan menggunakan desain cross-sectional. teknik pengambilan sampel accidental sampling dimana sampel pada penelitian ditemui saat penelitian sebanyak 43 respoden. Pengumpulan data penelitian jenis data yang peneliti gunakan adalah data primer. Data di diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan analisis chi-square.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 43 responden terdapat 25 responden yang merupakan Resiko Kehamilan 4 Terlalu (4T), terdapat 18 responden yang mempunyai pendidikan dan terdapat 21 responden yang mempunyai sosial ekonomi rendah. Ada hubungan pendidikan ibu dan status ekonomi keluarga dengan Risiko Kehamilan 4 Terlalu (4T) Pada Ibu Hamil Wilayah Puskesmas Kota Manna, kategori hubungan sedang. Diharapkan kepada petugas kesehatan khususnya bidan diharapkan dapat memberikan pendidikan kesehatan, pembagian leaflet, buku, majalah dan poster kepada ibu tentang resiko kehamilan 4T, yang dilakukan secara sistematis.
MEMAHAMI FENOMENA QUARTER LIFE CRISIS PADA GENERASI Z : TANTANGAN DAN PELUANG Ratih, Karina Widia; ISWINDARI, MULYA VIRGONITA; SHINTA, PRATIWI
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.28221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena quarter life crisis yang dialami oleh generasi Z, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dan dampaknya. Menurut Arnett (2000), fase emerging adulthood atau lebih familiar dengan sebutan quarter life crisis terjadi pada usia 18 hingga 30 tahun dan ditandai dengan kecemasan mengenai tanggung jawab masa depan sebagai orang dewasa. Erikson (1994) menyebut fase ini sebagai krisis "intimasi vs. isolasi" yang mengindikasikan kesulitan dalam menjalin hubungan dekat dan menghindari kesepian. Kajian literatur ini didasarkan pada studi-studi kuantitatif dan kualitatif yang membahas berbagai aspek quarter life crisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa quarter life crisis pada generasi Z dipengaruhi oleh dukungan sosial, penggunaan media sosial, kesejahteraan psikologis, dan kondisi ekonomi. Dukungan sosial dari keluarga dan teman memiliki peran signifikan dalam membantu individu mengatasi krisis ini, namun penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memperburuk perasaan tidak memadai dan stres. Selain itu, kesejahteraan psikologis yang baik dapat mengurangi dampak negatif quarter life crisis. Di sisi lain, ketidakstabilan ekonomi juga menjadi faktor utama yang memperparah krisis ini. Dampak quarter life crisis meliputi tekanan emosional, konflik sosial, dan kebingungan profesional, yang semuanya berkontribusi pada perasaan cemas dan ketidakpastian masa depan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa quarter life crisis adalah fenomena kompleks yang mempengaruhi generasi Z secara signifikan. Dukungan sosial yang baik dan pengembangan keterampilan adaptif, generasi ini memiliki peluang untuk tumbuh dan berkembang melalui kesadaran diri dan inovasi. Pendekatan holistik yang melibatkan dukungan keluarga, teman, dan lingkungan sosial yang positif diperlukan untuk membantu generasi Z menghadapi tantangan ini dengan lebih percaya diri dan optimis.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Kemampuan Mengontrol Marah pada Pasien Risiko Perilaku Kekerasan Di Rehabilitasi Napza Itheng Lestari, Fatonah; Fahrizal, Yanuar; Baroroh
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.28255

Abstract

Napza adalah narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya yang merupakan zat atau obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau bukan tumbuhan baik sintetis ataupun semi sintetis, yang dapat menimbulkan efek hilangnya rasa, perasaan senang, rileks, percaya diri, nyeri berkurang dan dapat menyebabkan penurunan kesadaran. Penyalahgunaan Napza merupakan salah satu permasalahan yang saat ini menjadi isu serius di Indonesia. Prevalensi penyalahgunaan narkoba pada tahun 2023 sebesar 1,95%. Penyalahgunaan narkoba dapat berdampak pada otak sehingga menyebabkan gangguan mood yang berhubungan dengan stres dan emosi. Relaksasi otot progresif (ROP) adalah terapi perilaku dengan melakukan relaksasi otot-otot dengan cara melakukan ketegangan pada otot lalu melakukan relaksasi yang berulang-ulang untuk menurunkan detak jantung dan tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi otot progresif untuk mengontrol marah. Metode dalam penelitian ini menggunakan laporan kasus dengan pre-post experimental. Subjek yang digunakan seorang pasien dengan resiko perilaku kekerasan di Rehabilitasi Napza. Alat untuk pengumpulan data menggunakan Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan intervensi relaksasi otot progresif selama 3 minggu terjadi penurunan nilai BPAQ yang artinya terjadi penurunan sikap agresif pada pasien. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap kemampuan mengontrol marah pada pasien dengan masalah keperawatan risiko perilaku kekerasan di bangsal rehabilitiasi napza.
Formulasi Sediaan Lipcream Ektrak Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr Purnamasari M, Vina; Hamsinah; Riswana, Ira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.28595

Abstract

kosmetik adalah sediaan atau bahan yang ditujukan untuk pemakaian luar seperti kulit, kuku, rambut, epidermis dan organ genitel luar lainnya. Penggolongan kosmetik terbagi menjadi tiga macam yaitu berdasarkan area penggunaan, bentuk sediaan, dan fungsi utama atau yang bisa dikenal dengan kosmetik dekoratif. Lipcream merupakan sediaan pewarna bibir berbentuk semi padat dan merupakan salah satu bentuk sediaan kosmetik yang paling banyak digemari karena memiliki tekstur yang lembut dan lebih melekat pada bibir. Komposisi utama lipcream yaitu minyak, lilin dan pewarna. Pewarna alami dapat diperoleh dari tumbuhan. Salah satu tumbuha yang berpotensi digunakan sebagai pewarna adalah bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak bawang dayak dapat diformulasikan dalam sediaan lipcream dan untuk mengetahui konsentrasi berapa ekstrak bawang dayak menghasilkan warna yang optimal. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental, meliputi ekstraksi bawang dayak menggunakan metode maserasi, pembuatan sediaan lipcream dengan konsetrasi ekstrak bawang dayak 20%, 25%, dan 30%, evaluasi uji meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji daya oles, uji stabilitas, dan uji kesukaan. Hasil penelitian diperoleh semakin tinggi konsentrasi ekstrak bawang dayak yang digunakan maka semakin gelap hasil warna yang diperoleh, yaitu 20% menghasilkan warna merah muda, 25% merah, dan 30% menghasilkan warna merah bata.