cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,278 Documents
KOMBINASI KASUS KOMPLEKS : DISEKSI KORONER SPONTAN DAN STEMI PADA WANITA MUDA DENGAN SINDROM NEFROTIK AKTIF putri, Novtiara Dwita; Arifa, Syahidatul; Metasari, Sisca; Fahri, Ismir
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51991

Abstract

Infark miokard dengan elevasi segmen ST (STEMI) jarang terjadi pada individu berusia muda. Sindroma Nefrotik (SN) dengan karakteristik hiperlipidemia, hipoalbuminemia serta edema dapat menciptakan suatu kondisi hiperkoagulopati sistemik yang meningkatkan risiko tromboemboli arteri secara signifikan. Namun, manifestasinya sebagai STEMI akut masih merupakan sebuah tantangan diagnostik dan terapeutik. Seorang wanita berusia 30 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan pusing, sinkop 6 jam SMRS disertai nyeri dada, ulu hati dan bahu sejak >12 jam SMRS. Pasien dikenal dengan riwayat sindrom nefrotik, gambaran EKG 12 sadapan menunjukkan gambaran STEMI inferoposterior late onset dengan episode transient blok atrioventricular total, pemeriksaan marker enzim jantung HS Trop I menunjukkan hasil > 40.000  dengan status nefrotik aktif ( protein urin +3). Tindakan angiografi koroner dilakukan dengan support alat pacu jantung temporer menunjukkan adanya gambaran total oklusi di bagian proksimal arteri koroner kanan (RCA) serta gambaran diseksi koroner spontan. Tindakan Percutaneus Coronary Intervention (PCI) dilakukan dengan hasil restorasi aliran pembuluh darah yang baik. Keadaan hiperkoagulopati pada SN, yang dicirikan oleh kehilangan protein antikoagulan seperti antitrombin III melalui urin dan peningkatan sintesis faktor pro-koagulan oleh hati dianggap sebagai salah satu mekanisme utama terjadinya trombosis koroner in-situ. Namun penyebab abnormalitas koroner lainnya seperti peningkatan plak aterosklerotik yang signifikan, aneurisma koroner, serta diseksi spontan koroner juga menjadikan patofisiologi diantara keduanya menjadi tumpang tindih.
PENGARUH DIABETES MELITUS DAN HIPERTENSI TERHADAP KEJADIAN KATARAK (SISTEMATIC REVIEW) Widjaya, Kevin Andreano
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51995

Abstract

Katarak adalah penyebab utama kebutaan global yang insidensinya dipengaruhi kuat oleh penyakit sistemik kronis. Diabetes Mellitus (DM) dan Hipertensi (HT) diakui sebagai faktor risiko independen. Namun, peran spesifik dan efek sinergis dari komorbiditas kedua kondisi ini terhadap kejadian dan keparahan katarak memerlukan sintesis bukti yang terstruktur. Tujuan penelitian ini untuk enganalisis dan mensintesis bukti ilmiah mengenai pengaruh koeksistensi Diabetes Mellitus dan Hipertensi sebagai komorbiditas terhadap kejadian katarak. Systematic review ini dilakukan berdasarkan panduan PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada basis data elektronik utama (termasuk PubMed dan ScienceDirect) menggunakan kombinasi kata kunci yang relevan. Sebelas (N=10) studi yang relevan, termasuk studi observasional dan tinjauan literatur, dianalisis untuk sintesis naratif dan kualitatif. Tinjauan ini mengonfirmasi DM sebagai pendorong etiologis utama katarak (meningkatkan risiko 2–5 kali lipat) melalui mekanisme jalur poliol dan stres oksidatif. Sementara itu, HT ditemukan sebagai faktor risiko independen yang paling sering terdeteksi secara numerik pada pasien yang menjalani operasi katarak, menunjukkan adanya beban vaskular yang signifikan. Temuan kunci menunjukkan bahwa komorbiditas DM dan HT adalah kategori penyakit sistemik yang paling banyak ditemukan pada pasien katarak matur yang dirujuk untuk pembedahan (prevalensi hingga 47.5% dalam beberapa sampel klinis). Hal ini mendukung adanya efek sinergis yang mempercepat opasitas lensa, di mana disfungsi vaskular akibat HT memperburuk kerusakan metabolik akibat DM. Komorbiditas Diabetes Mellitus dan Hipertensi merupakan kategori risiko yang dominan dan akseleratif terhadap perkembangan katarak. Oleh karena itu, strategi klinis harus mengedepankan manajemen terpadu yang agresif terhadap kedua kondisi ini secara simultan untuk memitigasi risiko kebutaan akibat katarak.
LITERATURE REVIEW : ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA DI SEKTOR INFORMAL Putri, Devnia Pradia; Irwanto, Bian Shabri Putri; Ernawati, Meirina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.52009

Abstract

Sektor informal adalah pekerjaan tanpa struktur organisasi, hanya didasari kesepakatan, dan tidak jelas dalam sistem pengupahannya. Pekerja di sektor informal menghadapi risiko kesehatan yang cukup besar, khususnya terkait kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja di sektor informal melalui systematic literature review. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dengan kata kunci “Kelelahan Kerja” dan “Pekerja Informal” pada publikasi berbahasa Indonesia periode 2021–2025. Sebanyak sepuluh artikel relevan dengan penelitian ini. Hasil telaah menunjukkan bahwa faktor internal yang berhubungan dengan kelelahan kerja adalah usia, status gizi, postur kerja, sikap kerja, kualitas tidur, tingkat kecemasan, dan kebiasaan merokok. Faktor pekerjaan yang berhubungan meliputi masa kerja, beban kerja, dan durasi kerja.Sedangkan, faktor lingkungan kerja yang berhubungan adalah iklim kerja dan kebisingan, sementara pencahayaan umumnya tidak berhubungan. Temuan ini menunjukkan bahwa kelelahan kerja pada pekerja sektor informal merupakan masalah multifaktorial, yang melibatkan aspek individu, tuntutan pekerjaan, dan faktor lingkungan.
ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN AKURASI DATA PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD WELAS ASIH Purnama, Sandi Rian; Setiatin, Sali
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.52016

Abstract

Perkembangan transformasi digital di sektor kesehatan menjadi strategi penting untuk memperbaiki mutu layanan, efisiensi proses, serta ketepatan data pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat efektivitas penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) dalam upaya meningkatkan efisiensi dan keakuratan data pasien rawat jalan di RSUD Welas Asih. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner berbasis skala Likert (1–5) yang diberikan kepada petugas rekam medis dan tenaga kesehatan pengguna sistem RME. Analisis data dilakukan dengan menghitung rata-rata dari setiap indikator kemudian dikonversi menjadi persentase efektivitas. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penerapan RME berada pada kategori sangat efektif, dengan rata-rata efektivitas melebihi 90%. Nilai rata-rata variabel efisiensi sebesar 4,79 (95,82%), akurasi data sebesar 4,83 (96,55%), dan kemudahan penggunaan sebesar 4,63 (92,55%). Temuan tersebut menegaskan bahwa sistem RME mampu mempercepat proses pengelolaan data, meminimalkan kesalahan pencatatan, serta mempermudah petugas dalam mengakses dan memperbarui informasi pasien. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi RME di RSUD Welas Asih berhasil meningkatkan efisiensi pelayanan dan akurasi data pasien rawat jalan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas infrastruktur jaringan, penyelenggaraan pelatihan rutin bagi pengguna, serta pengembangan fitur integrasi sistem untuk mengoptimalkan kinerja RME di masa mendatang.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES Gandung, Prayudi Adi; Lidia, Kartini; Deo, Dwita Anastasia; Artawan, I Made
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.52360

Abstract

Gagal ginjal kronis (GGK) menyebabkan penurunan fungsi ginjal dan mengganggu keseimbangan metabolisme. Hemodialisis adalah pengobatan utama, dengan keberhasilan bergantung pada kepatuhan pasien, yang dipengaruhi oleh dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien gagal ginjal kronis dalam menjalani hemodialisis di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes. Penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross-sectional, menggunakan 98 sampel yang diambil secara consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepatuhan dan dukungan keluarga, kemudian dianalisis dengan uji chi-square.Sebanyak 62,24% responden memiliki dukungan keluarga yang baik, sementara 37,76% memiliki dukungan keluarga yang kurang. Kepatuhan terhadap terapi hemodialisis adalah 82,65% di antara responden dengan dukungan yang baik dan 17,35% di antara responden dengan dukungan yang kurang. Analisis statistik dengan uji chi-square menunjukkan bahwa pasien dengan dukungan keluarga yang baik memiliki peluang 5,376 kali lebih besar untuk patuh dibandingkan dengan pasien yang memiliki dukungan keluarga yang kurang (p=0,002129, OR=5,376). Terdapat hubungan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan pasien menjalani hemodialisis
KOMBINASI TERAPI ANKLE PUMP EXERCISE DAN ELEVASI KAKI 30 ̊ TERHADAP EDEMA KAKI PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) Sari, Putri Parmitha Dwi Kamala; Al Husna, Chairul Huda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.52623

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (Chronic Kidney Disease/CKD) merupakan gangguan progresif pada fungsi ginjal yang mengakibatkan gangguan metabolisme, ketidakseimbangan cairan, dan elektrolit. Salah satu manifestasi yang sering muncul adalah edema kaki akibat retensi cairan dan natrium. Edema menyebabkan ketidaknyamanan, gangguan mobilitas, hingga peningkatan risiko luka tekan. Terapi non-farmakologis seperti ankle pump exercise dan elevasi kaki 30° terbukti dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah vena dan mengurangi penumpukan cairan pada ekstremitas bawah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kombinasi kedua terapi tersebut dalam menurunkan edema pada pasien CKD. Penelitian menggunakan pendekatan case study pada pasien CKD yang mengalami edema kaki di ruang perawatan RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang. Intervensi dilakukan selama lima hari dengan pemberian ankle pump exercise sebanyak 10–15 repetisi per sesi, dua kali sehari, dikombinasikan dengan elevasi kaki 30° selama 15–20 menit. Pengkajian dilakukan melalui observasi dan dokumentasi menggunakan penilaian derajat edema (pitting edema scale). Terdapat penurunan derajat edema yang signifikan dan progresif pada kedua klien. Klien 1 (Ny. S) mengalami penurunan dari edema berat (Derajat III) menjadi resolusi penuh (Derajat I) dalam 5 hari. Klien 2 (Tn. R) juga mengalami penurunan dari Derajat III menjadi Derajat I/II dalam periode yang sama. Kombinasi terapi Ankle Pump Exercise dan Elevasi Kaki 30º terbukti efektif dalam mengurangi edema kaki pada pasien CKD. Kedua terapi ini dapat dijadikan intervensi keperawatan non-farmakologis yang mudah, murah, dan aman untuk meningkatkan sirkulasi vena serta mencegah komplikasi akibat retensi cairan.
IDENTIFIKASI FITOKIMIA, UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TOKSISITAS DARI EKSTRAK METANOL DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA L.) Tamba, Monica Diva Maharani; Tadjudin, Noer Saelan; Ferdinal, Frans; Yulianti, Eny
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.52717

Abstract

Radikal bebas mampu merusak struktur biomolekul penting dalam tubuh seperti protein, lipid dan asam nukleat yang berpengaruh terhadap kesehatan. Untuk mencegah kerusakan ini, tubuh membutuhkan antioksidan sebagai penetralnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kandungan senyawa fitokimia serta mengevaluasi aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol daun sirsak (Annona muricata L.). Metode yang digunakan meliputi uji fitokimia kualitatif dan pengukuran aktivitas antioksidan menggunakan metode FRAP. Selain itu, dilakukan juga uji toksisitas dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid, tanin, steroid, antosianin, kardioglikosida, kumarin, glikosida, fenolik, kuinon, dan saponin. Uji aktivitas antioksidan melalui metode FRAP menghasilkan nilai IC₅₀ sebesar 19,61 μg/mL yang tergolong dalam kategori sangat kuat. Jika dibandingkan dengan standar trolox (IC₅₀ = 10,54 μg/mL), ekstrak menunjukkan efektivitas yang cukup tinggi dalam mereduksi ion ferri. Pengujian toksisitas menunjukkan ekstrak daun sirsak memiliki potensi toksik dengan nilai LC sebesar 212,73 μg/ mL, sehingga berpotensi sebagai agen mitosis. Penelitian ini mendukung potensi daun sirsak sebagai sumber antioksidan alami yang kuat dan aman untuk dikembangkan dalam bidang kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ekstrak metanol daun sirsak mengandung senyawa fitokimia yang beragam dan menunjukkan aktivitas antioksidan yang tinggi, sehingga berpotensi sebagai kandidat bahan alam untuk terapi preventif penyakit degeneratif.
UJI FENOLIK TOTAL DAN KAPASITAS ANTIOKSIDAN METODE ABTS DAUN KEDONDONG (SPONDIAS DULCIS PARKINSON) rustan, felicia; Yulianti, Eny; Ferdinal, F.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.52718

Abstract

Kedondong (Spondias dulcis Parkinson) merupakan tanaman tropis yang tersebar luas di Asia Tenggara dan telah lama dimanfaatkan secara tradisional untuk mengatasi infeksi kulit, batuk, demam, serta nyeri tenggorokan, juga sering dikonsumsi sebagai sayuran. Daunnya diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, fenolik, saponin, triterpenoid, dan vitamin C yang berperan sebagai antioksidan alami dalam menetralisir radikal bebas, termasuk ROS dan RNS, pemicu stres oksidatif dan kerusakan seluler. Penelitian ini menganalisis total senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol daun kedondong secara in vitro. Penentuan kandungan fenolik total dilakukan dengan metode Folin-Ciocalteu, sedangkan evaluasi kapasitas antioksidan menggunakan uji ABTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun kedondong memiliki kandungan fenolik total sebesar 54.691 mg GAE/g serta potensi aktivitas antioksidan tinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 16.05 µg/mL. Menurut klasifikasi aktivitas antioksidan oleh Ranggaini et al. (2024), antioksidan dikategorikan sangat kuat jika nilai IC₅₀ < 50 µg/mL, kuat 50–100 µg/mL, sedang 101–150 µg/mL, dan lemah >150 µg/mL. Dengan nilai IC₅₀ sebesar 16.05 µg/mL dan kandungan fenolik yang tinggi, ekstrak metanol daun kedondong menunjukkan aktivitas antioksidan sangat kuat serta berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami untuk perlindungan terhadap kerusakan akibat radikal bebas.