cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PENGARUH STIMULASI DINI DAN STATUS GIZI TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 2-3 TAHUN Muhibuddin, Nanang; Rini, Sulistyo Dewi Wahyu; Nurochim, Erna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.54561

Abstract

Perkembangan motorik halus anak usia 2–3 tahun merupakan aspek penting dalam menunjang kesiapan belajar dan kemandirian anak. Perkembangan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik biologis maupun lingkungan, seperti stimulasi dini, status gizi, pola asuh orang tua, dan tingkat pendidikan ibu. Di Kabupaten Kediri masih ditemukan anak dengan keterlambatan perkembangan motorik halus yang diduga berkaitan dengan variasi faktor-faktor tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keempat faktor tersebut terhadap perkembangan motorik halus anak usia 2–3 tahun. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian adalah seluruh anak usia 2–3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Brenggolo, dengan sampel sebanyak 120 anak yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen meliputi stimulasi dini, status gizi, pola asuh, dan pendidikan ibu, sedangkan variabel dependen adalah perkembangan motorik halus anak. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner stimulasi dan pola asuh, pengukuran antropometri untuk status gizi, serta Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data menggunakan uji regresi logistik multivariat. Hasil analisis menunjukkan bahwa stimulasi dini, status gizi, pola asuh, dan pendidikan ibu berpengaruh signifikan terhadap perkembangan motorik halus anak (p<0,05). Anak yang memperoleh stimulasi baik, status gizi normal, pola asuh positif, dan ibu berpendidikan lebih tinggi memiliki peluang lebih besar mencapai perkembangan motorik halus sesuai usia.. Keempat faktor tersebut secara bersama-sama memengaruhi perkembangan motorik halus anak usia 2–3 tahun, sehingga intervensi terpadu perlu difokuskan pada keluarga dan lingkungan pengasuhan.
TINJAUAN ARTIKEL : KEJADIAN SINDROM METABOLIK PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN JIWA DI INDONESIA Aqsha, Shabita; Oktafany, Oktafany; Ramdini, Dwi Aulia; Sukohar, Asep
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.54846

Abstract

Sindrom metabolik (SM) merupakan kumpulan faktor risiko metabolik yang mencakup obesitas sentral, dislipidemia, peningkatan glukosa darah, dan hipertensi, yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Pasien dengan gangguan jiwa, khususnya yang menggunakan antipsikotik, memiliki risiko lebih tinggi mengalami SM akibat kombinasi faktor farmakologis dan gaya hidup. Tinjauan artikel ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian sindrom metabolik pada pasien dengan gangguan jiwa di Indonesia. Penelusuran pustaka dilakukan melalui basis data Google Scholar dengan menggunakan kata kunci “Sindrom Metabolik” DAN (“Gangguan Jiwa” ATAU “Psikiatri” ATAU “Skizofrenia”), yang kemudian diseleksi dengan kriteria inklusi. Sebanyak lima artikel memenuhi kriteria inklusi. Prevalensi sindrom metabolik pada pasien gangguan jiwa di Indonesia berkisar antara 37,9% hingga 48,6%. Komponen SM yang paling sering ditemukan meliputi obesitas, dislipidemia, hipertensi, dan peningkatan glukosa darah puasa. Penggunaan antipsikotik atipikal seperti risperidon, olanzapin, dan clozapin berhubungan dengan peningkatan berat badan, resistensi insulin, dan hiperglikemia. Selain faktor obat, usia, jenis kelamin, pola makan, dan kurangnya aktivitas fisik turut memperburuk risiko terjadinya SM.
EKSPLORASI PENERAPAN STANDAR HIGIENE DAN SANITASI DALAM PENGELOLAAN DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS TENAYAN RAYA Annisa, Annisa; Hayu, Riska Epina; Mianna, Rika; Randika, Rendi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55743

Abstract

Air minum merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus memenuhi syarat kualitas agar aman dikonsumsi. Namun, peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) belum diikuti dengan penerapan standar higiene dan sanitasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam penerapan standar higiene dan sanitasi dalam pengelolaan DAMIU di wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 5 pemilik depot, 4 konsumen, dan 1 petugas sanitarian, serta observasi langsung di lapangan. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik higiene personal pengelola depot masih rendah, ditandai dengan jarangnya penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan dan masker. Pada aspek sanitasi peralatan, sebagian besar depot hanya mencuci galon dengan air biasa tanpa sabun atau disinfektan, dan kondisi rak penyimpanan galon juga kurang terjaga kebersihannya. Sementara itu, pemahaman dan kepatuhan terhadap standar masih rendah, terlihat dari kurangnya pengetahuan pengelola mengenai aturan yang berlaku serta terbatasnya pengawasan rutin dari pihak Puskesmas. Diperlukan pengawasan yang lebih intensif, pendampingan berkelanjutan, serta peran aktif masyarakat untuk menjamin kualitas air minum yang aman dan sehat
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STIMULASI MOTORIK HALUS DAN KASAR TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK Widiyanti, Monica; Zaly, Nedra Wati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56041

Abstract

Perkembangan motorik pada anak usia dini merupakan salah satu komponen penting yang sangat dipengaruhi oleh pemberian stimulasi dari orang tua, terutama ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu mengenai stimulasi dengan perkembangan motorik kasar dan motorik halus anak usia 3 tahun di Posyandu Rawa Badak Selatan, Jakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 81 pasangan ibu dan anak usia 3 tahun yang diambil dengan teknik simpel random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pengetahuan ibu serta lembar observasi perkembangan motorik anak, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai stimulasi motorik kasar (98,8%) dan motorik halus (88,9%). Sebagian besar anak usia 3 tahun juga menunjukkan perkembangan motorik kasar dan motorik halus yang sesuai dengan usia, masing-masing sebesar 97,5%. Analisis bivariat memperlihatkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang stimulasi dengan perkembangan motorik kasar anak usia 3 tahun (p = 0,025) serta perkembangan motorik halus anak usia 3 tahun (p = 0,000). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan pengetahuan ibu tentang stimulasi terhadap perkembangan motorik kasar dan motorik halus pada anak usia 3 tahun. Oleh karena itu, upaya peningkatan pengetahuan ibu melalui kegiatan edukasi kesehatan di Posyandu perlu terus ditingkatkan guna mendukung perkembangan motorik anak secara optimal sejak usia dini.
APLIKASI KESEHATAN DIGITAL : MEDIA PROMOTIF PERILAKU SEHAT PADA MILENIAL DI LINGKUNGAN SHJ Setyowati, Risha; Kurniawan, Vendi Eko; Yastutik, Iryani Yuni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.51287

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat membuka peluang baru dalam promosi kesehatan, khususnya bagi generasi milenial yang melek digital. Namun, tantangan utama adalah rendahnya kesadaran dan penerapan perilaku hidup sehat(PHBS) di kalangan mahasiswa, seperti kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, dan manajemen stres buruk, yang berisiko terhadap kesehatan mental serta fisik jangka panjang. Masalah ini semakin menonjol di institusi pendidikan tinggi seperti STIKes Husada Jombang (SHJ). Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas aplikasi kesehatan digital sebagai media promotif untuk meningkatkan PHBS di kalangan mahasiswa. Desain penelitian kuantitatif deskriptif dengan survei cross-sectional. Populasi mencakup 1.200 mahasiswa aktif SHJ dengan sampel sebanyak 300 dipilih melalui sampling purposive, dengan kriteria mahasiswa aktif menggunakan smartphone dan berakses internet. Variabel independen adalah penggunaan aplikasi seperti Halodoc dan Alodokter; variabel dependen adalah aktivitas fisik, pola makan, manajemen stres. Data dikumpul via kuesioner daring tervalidasi. Analisis menggunakan statistik deskriptif pada SPSS. 85% responden rutin menggunakan aplikasi kesehatan digital, dengan Halodoc (60%) dan Alodokter (50%) paling diminati. Penggunaan ini berkontribusi positif pada perubahan PHBS: aktivitas fisik naik dari 45% ke 72% responden berolahraga rutin; pola makan sehat meningkat (konsumsi buah-sayur hingga 68%); manajemen stres membaik (skor rata-rata +25%). Korelasi positif signifikan (r = 0,62, p < 0,05) antara frekuensi penggunaan aplikasi dan tingkat PHBS. Aplikasi kesehatan digital efektif sebagai media promotif meningkatkan PHBS mahasiswa. Integrasi teknologi ini direkomendasikan dalam strategi promosi kesehatan perguruan tinggi untuk membentuk generasi milenial lebih sehat dan sadar, mengatasi rendahnya PHBS sesuai tujuan penelitian.
PENINGKATAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP ESCHERCHIA COLI MELALUI EKSTRAKSI ETANOLIK KULIT DURIO ZIBETHINUS MURR. VAR. SOYA : STUDI KOMPARATIF FITOKIMIA DAN INHIBITOR Ahmad, Rahwan; Prasetyawati, Prasetyawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.51469

Abstract

Kontaminasi Escherichia coli pada air minum merupakan tantangan kesehatan masyarakat global yang mendesak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan potensi antibakteri antara simplisia serbuk dan ekstrak etanol 96% kulit durian varietas Soya (Durio zibethinus Murr. var. Soya), varietas lokal dari Maluku , terhadap pertumbuhan E. coli ATCC 25922. Metode penelitian eksperimental ini melibatkan preparasi simplisia melalui pengeringan dan ekstraksi menggunakan metode maserasi. Kedua sediaan dianalisis secara fitokimia kualitatif dan kuantitatif (Spektrofotometri UV-Vis). Uji daya hambat antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil skrining kualitatif menunjukkan kedua sediaan positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, fenol, dan tanin. Analisis kuantitatif membuktikan bahwa proses ekstraksi secara signifikan meningkatkan konsentrasi senyawa bioaktif ; terutama fenol total (meningkat dari 17,98% pada simplisia menjadi 57,49% pada ekstrak ) dan alkaloid (0,32% menjadi 1,71% ). Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol secara konsisten memiliki daya hambat yang superior (p < 0.0001 ) dibandingkan simplisia pada semua konsentrasi. Pada konsentrasi 15%, ekstrak menghasilkan zona hambat rata-rata 15,40 mm, sementara simplisia 11,44 mm. Uji lanjut Tukey mengonfirmasi bahwa efektivitas ekstrak pada konsentrasi 3% (8,26 mm) setara secara statistik dengan simplisia pada konsentrasi 7% (8,13 mm). Disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit durian Soya secara signifikan lebih poten sebagai inhibitor E. coli. Superioritas ini diatribusikan pada konsentrasi senyawa fenolik dan bioaktif lainnya yang lebih tinggi akibat proses ekstraksi.
ALTERNATIF PERBAIKAN ATAS EVALUASI IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN POSO Logen, Etan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.52860

Abstract

Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan merupakan mandat konstitusional untuk menjamin layanan dasar yang merata dan bermutu. Penelitian ini bertujuan memberikan alternatif perbaikan atas evaluasi implementasi SPM Bidang Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Poso. Penelitian kualitatif dengan model evaluasi CIPP (context, input, process, product). Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi pelaksanaan di Dinas Kesehatan dan puskesmas, serta telaah dokumen SPM 2022-2024. Analisis tematik dilakukan menggunakan NVivo 12 dengan validitas ditopang triangulasi sumber dan metode. Evaluasi menunjukkan isu dominan meliputi pemahaman regulasi SPM, keterbatasan anggaran dan infrastruktur, serta kebutuhan penguatan SDM. Proses perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan masih menghadapi keterlambatan dan masalah kualitas data. Capaian indikator belum mencapai 100% secara merata, terutama pada kelompok prioritas seperti ibu hamil dan lansia. Hambatan utama meliputi kekurangan SDM, sarana, anggaran terbatas, dan sistem yang belum optimal. Kesimpulannya, implementasi SPM kesehatan di Kabupaten Poso sudah berjalan namun belum optimal, dengan kesenjangan terbesar pada mutu layanan dan tata kelola data. Diperlukan penguatan pemahaman regulasi, kapasitas pelaksana, infrastruktur dasar puskesmas, integrasi pelaporan, monitoring evaluasi berjenjang, serta penyusunan rencana aksi untuk pencapaian indikator.
INFERIOR STEMI FOLLOWING INTRAVENOUS TRANEXAMIC ACID IN AN ELDERLY PATIENT : A CASE REPORT Wulansari, Yunita; Alfirdausi, Tatit Syahadani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.52861

Abstract

Asam traneksamat (TXA) merupakan agen antifibrinolitik yang banyak digunakan untuk mengurangi perdarahan pada kasus trauma, pembedahan, dan obstetri. Meskipun secara umum dianggap aman, terdapat laporan langka mengenai terjadinya sindrom koroner akut yang muncul segera setelah pemberian TXA, terutama pada pasien lanjut usia dengan faktor risiko kardiovaskular. Studi ini melaporkan kasus seorang wanita berusia 80 tahun dengan hipertensi tidak terkontrol yang mengalami infark miokard inferior akut (STEMI) segera setelah menerima TXA intravena untuk mengatasi perdarahan kulit kepala yang persisten akibat jatuh. Setelah dilakukan penutupan luka dan perawatan suportif, pasien mengalami hipotensi, penurunan kesadaran, dan tanda-tanda syok kardiogenik. Hasil elektrokardiogram menunjukkan elevasi segmen ST pada sadapan inferior, dan pasien kemudian mendapat terapi antiplatelet ganda, cairan intravena, norepinefrin, serta dirujuk untuk intervensi koroner perkutan primer. Meskipun uji klinis acak berskala besar tidak menunjukkan peningkatan risiko trombosis arteri akibat TXA, laporan kasus yang terisolasi—termasuk kasus ini—mengindikasikan potensi risiko trombotik pada individu yang rentan. TXA tetap dianggap aman dan efektif berdasarkan bukti berkualitas tinggi; namun, dokter perlu mempertimbangkan manfaat hemostatik dibandingkan potensi risiko trombotik pada pasien lanjut usia atau berisiko tinggi, tetap waspada terhadap kejadian koroner akut, serta melaporkan efek samping untuk meningkatkan pemahaman kolektif.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENULARAN DAN PENCEGAHAN TUBERCULOSIS PADA MASYARAKAT DI DESA PONTOLO KABUPATEN BOALEMO PROVINSI GORONTALO TAHUN 2024 Sainal, Andi Asliana; Elyanovianti, Elyanovianti; Paus, Sri Sustrina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.53740

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang terutama disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang paling sering menyerang paru-paru, tetapi juga bisa berpengaruh pada bagian tubuh lainnya. Edukasi masyarakat tentang cara penularan TB sangat penting sebagai langkah pencegahan untuk menanggulangi penyebaran penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Efektivitas pendidikan kesehatan tentang penularan dan pencegahan tuberkulosis pada masyarakat di Desa Pontolo, Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian Pre Experiment dengan rancangan One Group Pretest Post-test di desa Pontolo kabupaten Boalemo provinsi Gorontalo. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat peserta penyuluhan TB di desa Pontolo kabupaten Boalemo provinsi Gorontalo sebanyak 50 orang dengan menggunakan teknik penentuan sampel total sampling, dimana seluruh jumlah populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukan Terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat dan perilaku pencegahan penularan Tuberkulosis di Desa Pontolo Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo sebelum dan sesudah diberikan intervensi yaitu 36,40 menjadi 81,40 diperoleh nilai Z = (-6,199) dengan p-???????????????????? = <0,001. Sehingga terbukti bahwa efektivitas pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang penularan dan pencegahan tuberkulosis pada masyarakat di Desa Pontolo Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo.
BATASAN PROFESIONAL DAN DINAMIKA ETIKA DALAM HUBUNGAN PERAWAT-PASIEN : PERSPEKTIF EVIDENCE-BASED NURSING Ridho, Muhammad; Zain, Najla Dalilah Ramadhania; Ghifari, Muhammad Raihan; Ilyas, Yusri Arisandi; Lestari, Shinta Dwie; Pratiwi, Hana Putri; Maulida, Gita Anisa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54305

Abstract

Tinjauan literatur ini membahas konsep Boundary Making (Batasan Profesional) dalam konteks Evidence-Based Nursing (EBN). Melalui analisis terhadap sepuluh artikel ilmiah terbitan lima tahun terakhir, kajian ini menegaskan bahwa batasan profesional merupakan landasan etika yang penting untuk menjaga hubungan perawat–pasien yang aman, efektif, dan bersifat terapeutik. Hasil sintesis menunjukkan tiga tema utama: (1) batasan profesional sebagai pilar etika yang melindungi martabat pasien dan mempertahankan kepercayaan; (2) tantangan yang muncul akibat dinamika kekuasaan, ambiguitas peran, tekanan emosional, serta kurangnya pelatihan terstruktur yang dapat memicu terjadinya pelanggaran batas; dan (3) faktor internal seperti penalaran etis, nilai profesional, dan konsep diri positif yang memperkuat kemampuan perawat dalam menjaga batasan. Tinjauan ini menekankan bahwa kemampuan menetapkan dan mempertahankan batasan profesional merupakan prasyarat penting dalam penerapan EBN yang objektif dan etis. Rekomendasi meliputi integrasi pendidikan batasan profesional dalam kurikulum, penyusunan pedoman institusional yang jelas, peningkatan supervisi klinis, serta penelitian lanjutan berbasis intervensi.