cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
EVALUASI RASIONALITAS PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI APOTEK KARUNIA SEHAT BARU Iskandar, Billy; Ni’mah, Zaidatun; Fitriani, Nur; Karminingtyas, Sikni Retno; Suyudi, Salsabiela Dwiyudrisa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.51714

Abstract

Hipertensi termasuk penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia serta berkontribusi besar terhadap kematian akibat penyakit kardiovaskular secara global. Penelitian ini difokuskan untuk menelaah tingkat rasionalitas peresepan obat antihipertensi di Apotek Karunia Sehat Baru selama periode Oktober 2024 hingga Maret 2025. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan desain retrospektif terhadap 166 resep pasien dewasa yang memuat setidaknya satu obat antihipertensi. Penilaian rasionalitas dilakukan berdasarkan kesesuaian indikasi, ketepatan dosis, serta potensi interaksi obat dengan mengacu pada pedoman WHO, JNC 8, PERHI, ESC/ESH, dan AHA/ACC. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh resep telah memenuhi kriteria tepat indikasi dengan persentase 100%. Ketepatan dosis tercapai pada 96,99% resep, sedangkan evaluasi interaksi obat menunjukkan 98,19% resep berada pada kategori aman, dengan interaksi yang bersifat ringan. Pola terapi yang dominan adalah penggunaan kombinasi obat, terutama ARB dan CCB, yaitu amlodipin dan valsartan, yang sejalan dengan rekomendasi terkini untuk pengendalian tekanan darah yang optimal. Sebagian besar pasien menerima terapi kombinasi atau politerapi (71,1%), mencerminkan kebutuhan pengendalian hipertensi yang lebih intensif. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa praktik peresepan obat antihipertensi di Apotek Karunia Sehat Baru telah menunjukkan tingkat rasionalitas yang sangat baik dan konsisten dengan prinsip penggunaan obat secara rasional sesuai pedoman klinis yang berlaku.
PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA COLD PRESSOR TEST PADA MAHASISWA/I KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA ANGKATAN 2020–2022 Sheff Fidelio, Junio Maulie; Halim, Susilodinata
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.53471

Abstract

Cold Pressor Test (CPT) adalah tes tekanan darah yang dikembangkan oleh Edgar A. Hines, Jr. sejak tahun 1934. Hipertensi disebut sebagai "silent killer" karena merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan dan penyebab utama kematian dini. Sejak tahun 1934, CPT telah diuji di seluruh dunia untuk menilai potensi dan keandalannya dalam memprediksi hipertensi di masyarakat. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor risiko hipertensi dan mengevaluasi potensi CPT sebagai alat skrining reaktivitas kardiovaskular pada populasi dewasa muda. Desain penelitian ini adalah field trial (pre-eksperimental), melibatkan 60 Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2020-2022. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive non-random sampling. Pada metode penelitian, tekanan sistolik, diastolik, dan tekanan arteri rata-rata (MAP) diukur setelah intervensi pada menit ke-0, 1, 2, dan 4. Faktor risiko termasuk jenis kelamin, status indeks massa tubuh, status perokok, dan riwayat hipertensi pada keluarga subjek penelitian digunakan untuk menilai adanya perubahan tekanan darah pada CPT. Analisis data dilakukan menggunakan analisis komparatif dan bivariat/multivariat serta diuji secara konseptual dan interpretatif, didukung oleh pola respons, konsistensi pemulihan, serta literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan perubahan tekanan darah sistolik, diastolik, dan MAP yang menurun secara perlahan dari menit ke-0 sampai menit ke-4. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa CPT menyebabkan peningkatan tekanan darah sistolik, diastolik, dan MAP yang bersifat sementara dan respons tekanan darah lebih tinggi dan pemulihan lebih lambat ditemukan pada laki-laki, subjek dengan IMT tinggi, perokok, dan subjek dengan riwayat hipertensi keluarga, oleh karena itu CPT dapat digunakan sebagai alat skrining reaktivitas kardiovaskular dini pada populasi muda.
THE ASSOCIATION BETWEEN FERRITIN LEVELS AND INFECTION IN PATIENTS WITH β-THALASSEMIA : A LITERATURE REVIEW Prasetya, Dini Amelia Rahmawati; Raharjo, Budiono
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.53871

Abstract

Transfusi darah kronis pada pasien β-thalassemia sering kali menyebabkan penumpukan zat besi (iron overload) yang secara klinis umumnya tercermin dari meningkatnya ferritin serum sebagai penanda cadangan besi tubuh. Selain merefleksikan beban besi, peningkatan ferritin juga dapat mencerminkan proses patologis yang berkontribusi terhadap peningkatan kerentanan terhadap infeksi. Tinjauan literatur naratif ini bertujuan untuk menganalisis bukti ilmiah terkini (2020–2025) mengenai hubungan kadar ferritin tinggi/iron overload dengan kerentanan risiko infeksi pada pasien β-thalassemia serta mekanisme yang mendasarinya. Pencarian dilakukan melalui PubMed (via NCBI) dan Google Scholar, lalu disintesis secara naratif berdasarkan relevansi dan kualitas temuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ferritin tinggi berasosiasi dengan peningkatan kejadian dan kerentanan infeksi, terutama pada iron overload berat, berasosiasi dengan peningkatan kejadian infeksi seperti pneumonia, infeksi bakteri Gram-negatif, dan sepsis. Temuan mekanistik mengindikasikan disfungsi imun bawaan dan adaptif (gangguan neutrofil, perubahan subset monosit, serta perubahan profil sel NK pada kondisi tertentu seperti pasca splenektomi), disbiosis mikrobiota usus dan perubahan metabolit, serta disfungsi organ seperti gangguan hati, gangguan jantung dan disfungsi tubulus ginjal. Secara keseluruhan, kadar ferritin tinggi berpotensi meningkatkan risiko infeksi pada pasien β-thalassemia melalui kombinasi multifaktorial seperti ketersediaan besi bagi bakteri siderofilik, disbiosis mikrobiota, gangguan respons imun, dan disfungsi organ, namun interpretasinya perlu mempertimbangkan status inflamasi dan komorbid.
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA ATAS PENYALAHGUNAAN TEKNOLOGI KECERDASAN BUATAN DALAM DIAGNOSIS DAN PERAWATAN KESEHATAN Muhafid, Muhafid; Ariyanto, Cepi; Giman, Anggit Wicaksono; Triana, Gallant Akmal; Pratama, Perdana Akbar; Sapsudin, Asep
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.54095

Abstract

Penelitian ini membahas kekosongan regulasi hukum pidana dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada layanan kesehatan di Indonesia. Pemanfaatan AI yang semakin luas dalam diagnosis dan perawatan medis belum diimbangi dengan pengaturan hukum pidana yang memadai, sehingga menimbulkan accountability gap ketika terjadi kesalahan diagnosis atau dugaan malpraktik yang melibatkan sistem AI. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan hukum dalam pertanggungjawaban pidana penggunaan AI di bidang kesehatan, merumuskan model pertanggungjawaban pidana yang jelas dan aplikatif, serta menyusun rekomendasi kebijakan bagi pembentukan regulasi khusus AI kesehatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Penelitian dilakukan melalui kajian hukum normatif terhadap peraturan perundang-undangan terkait, serta didukung oleh penelitian empiris melalui wawancara dengan dokter spesialis radiologi di RSCM Jakarta, dokter spesialis patologi anatomi di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga, dan studi dokumen di BPOM RI serta RS Siloam pada periode 2023–2024. Data dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum pidana Indonesia masih berorientasi pada manusia dan belum mampu mengakomodasi sifat otonom serta black box dari teknologi AI. Penelitian ini juga menghasilkan Layered Liability Model yang meliputi pertanggungjawaban strict liability terbatas bagi pengembang AI, vicarious liability bagi rumah sakit, dan professional negligence bagi tenaga kesehatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pertanggungjawaban berlapis tersebut dapat mengatasi accountability gap sekaligus menjaga keseimbangan antara perlindungan pasien, kepastian hukum, dan inovasi teknologi kesehatan.
PENGARUH PENDIDIKAN SEKS DINI DENGAN MENGGUNAKAN METODE FOCUS GROUP DISCUSSION TERHADAP PERSEPSI, TINGKAT KECEMASAN, DAN KEWASPADAAN KEKERASAN SEKSUAL PADA REMAJA KELAS IX DI SMPN 1 KOTA PALU Labatjo, Moh. Galang; Basri, Basri; Sabir, Sabir
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.54138

Abstract

Kekerasan seksual pada remaja masih menjadi masalah serius, termasuk di SMPN 1 Kota Palu yang mencatat kasus pencabulan oleh teman sebaya maupun oknum guru. Kurangnya pendidikan seks dini menyebabkan persepsi remaja kurang tepat, kecemasan tidak terarah, serta kewaspadaan terhadap risiko kekerasan seksual rendah. Metode Focus Group Discussion (FGD) dinilai mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja melalui diskusi yang interaktif, terbuka, dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan seks dini melalui metode Focus Group Discussion terhadap persepsi, tingkat kecemasan, dan kewaspadaan kekerasan seksual pada remaja kelas IX di SMPN 1 Kota Palu. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen one group pretest–posttest dengan 77 siswa kelas IX yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner persepsi, kecemasan, dan kewaspadaan sebelum dan sesudah intervensi FGD, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon (p < 0,05) karena data berpasangan tidak berdistribusi normal. Terdapat perbedaan signifikan pada persepsi, tingkat kecemasan, dan kewaspadaan setelah intervensi (p < 0,001), yang menunjukkan bahwa pendidikan seks dini melalui FGD efektif meningkatkan pemahaman, menurunkan kecemasan, dan meningkatkan kewaspadaan remaja terhadap kekerasan seksual. Pendidikan seks dini melalui metode Focus Group Discussion berpengaruh signifikan terhadap persepsi, tingkat kecemasan, dan kewaspadaan remaja kelas IX di SMPN 1 Kota Palu, serta direkomendasikan sebagai strategi preventif efektif dalam meningkatkan pemahaman dan perlindungan terhadap risiko kekerasan seksual.
EKSTRAK PENTA HERBS FORTE : KAPASITAS ANTIOKSIDAN, UJI TOKSISITAS DAN PENGARUH TERHADAP KADAR GSH HATI TIKUS YANG DIINDUKSI HIPOKSIA SISTEMIK KRONIK Verita, Chaeza Nara; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.54183

Abstract

Hipoksia sistemik kronik dapat meningkatkan pembentukan senyawa oksigen reaktif (ROS) yang berperan dalam terjadinya stres oksidatif dan kerusakan jaringan, khususnya pada organ hati. Kondisi ini menyebabkan penurunan aktivitas sistem antioksidan endogen, salah satunya glutation tereduksi (GSH). Penta Herbs Forte merupakan kombinasi ekstrak lima tanaman herbal, yaitu jahe merah, temulawak, meniran, sambiloto, dan sembung, yang diketahui memiliki potensi antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas antioksidan ekstrak Penta Herbs Forte menggunakan metode ABTS, uji toksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), serta pengaruhnya terhadap kadar GSH hati tikus yang diinduksi hipoksia sistemik kronik. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang terdiri dari uji in vitro dan in vivo. Uji kapasitas antioksidan dilakukan dengan metode ABTS dan dinyatakan sebagai nilai IC₅₀. Uji toksisitas dilakukan menggunakan BSLT untuk menentukan nilai LC₅₀. Uji in vivo dilakukan pada tikus Sprague Dawley jantan yang dibagi ke dalam kelompok kontrol dan kelompok uji yang diberikan ekstrak Penta Herbs Forte, kemudian diinduksi hipoksia sistemik kronik. Kadar GSH hati diukur menggunakan metode Ellman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Penta Herbs Forte memiliki kapasitas antioksidan yang tinggi berdasarkan uji ABTS dan menunjukkan aktivitas toksik pada uji BSLT. Kadar GSH hati mengalami penurunan seiring lamanya paparan hipoksia pada kedua kelompok. Namun, kadar GSH hati pada kelompok yang diberikan ekstrak Penta Herbs Forte lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak Penta Herbs Forte memiliki aktivitas antioksidan dan berperan dalam mempertahankan kadar GSH hati pada kondisi hipoksia sistemik kronik.
PENGARUH REHABILITASI MEDIK TERHADAP KELEMAHAN FUNGSI MOTORIK EKSTREMITAS PENDERITA STROKE ISKEMIK DI RSUD PROF. DR. W Z JOHANNES KUPANG Setijoputra, Immanuel Eri; Wungouw, Herman Pieter Louis; Adang, Gottfrieda P. Taeng-Ob; Saerang, Lady
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.54241

Abstract

Stroke iskemik merupakan penyebab utama kecacatan yang memengaruhi fungsi motorik. Rehabilitasi medik bertujuan mengembalikan fungsi motorik pasien melalui latihan terstruktur. Penelitian ini menganalisis pengaruh rehabilitasi medik terhadap fungsi motorik ekstremitas pasien stroke iskemik di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. Penelitian analitik observasional ini menggunakan pendekatan longitudinal. Fungsi motorik dinilai dengan Manual Muscle Testing (MMT) sebelum dan sesudah rehabilitasi. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon untuk menilai perubahan fungsi motorik. Mayoritas pasien berusia <65 tahun (52%) dan perempuan (56%). Sebelum rehabilitasi, sebagian besar memiliki skor MMT 2–3, yang meningkat signifikan setelah rehabilitasi (skor 3–4). Rehabilitasi medik efektif meningkatkan fungsi motorik pasien stroke iskemik. Implementasi rehabilitasi terstruktur sangat penting dalam pemulihan pasien.
GAMBARAN STATUS GIZI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS TAMANGAPA Syamsu, Rachmat Faisal; Dahliah, Dahliah; Palloge, Salahuddin Andi; Nasruddin, Hermiaty; Indarwati, Rezky Putri; Makmun, Armanto; Bahar, Burhanuddin; Nurdin, Abbas Zavery; Fatimah, Fatimah; Nurfadhilah, Nadiyah; Zahiyah, Azzah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.54271

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi faktor risiko penting penyakit kardiovaskular. Salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya hipertensi adalah status gizi, yang umumnya dinilai menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Kelebihan berat badan dan obesitas dapat memicu peningkatan tekanan darah melalui mekanisme resistensi insulin, aktivasi sistem saraf simpatis, dan retensi natrium. Di Indonesia, perubahan pola makan dan gaya hidup menyebabkan meningkatnya jumlah pasien hipertensi dengan status gizi tidak normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pada pasien hipertensi di Puskesmas Tamangapa. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi yang tercatat di Puskesmas Tamangapa tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 25 pasien hipertensi yang diambil menggunakan metode total sampling. Variabel penelitian adalah status gizi pasien hipertensi yang diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Alat pengumpulan data berupa data sekunder yang meliputi berat badan dan tinggi badan pasien. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyajikan distribusi frekuensi berdasarkan kategori IMT menurut kriteria WHO Asia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien hipertensi memiliki status gizi normal sebanyak 16 orang (64%), diikuti kategori overweight sebanyak 8 orang (32%), dan obesitas kelas I sebanyak 1 orang (4%). Kesimpulan penelitian ini mayoritas pasien hipertensi di Puskesmas Tamangapa memiliki status gizi normal hingga overweight. Pemantauan dan pengendalian status gizi tetap diperlukan sebagai bagian penting dalam upaya pengelolaan dan pencegahan komplikasi hipertensi.
PERUBAHAN IKLIM DAN VARIABEL LINGKUNGAN TERHADAP DBD DI ACEH Nazar, Fakhrul; Nuhayati, Nuhayati; Afraini, Malinda; Zakaria, Radhiah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.54303

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit vektor-borne endemis di Indonesia yang penyebarannya dipengaruhi oleh perubahan iklim melalui variabel lingkungan seperti suhu, curah hujan, dan kelembapan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara perubahan iklim dan kejadian DBD di Provinsi Aceh. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif-analitis berbasis data sekunder dari Dinas Kesehatan Aceh, BMKG, dan BPS Aceh periode 2023–2024. Hasil menunjukkan bahwa pada periode tersebut, Aceh mencatat 1.247 kasus DBD dengan puncak di Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Aceh Utara, yang berkorelasi dengan suhu rata-rata 27,8°C, curah hujan 180–420 mm/bulan, dan kelembapan 78%. Analisis mengungkapkan hubungan non-linear antara curah hujan dan DBD: kasus meningkat pada curah hujan moderat (200–400 mm), namun menurun saat hujan ekstrem (>400 mm), sesuai temuan Hooshyar et al. (2020) tentang respons non-monotonik DBD terhadap kelembapan. Kesimpulan: perubahan iklim memperluas musim transmisi DBD di Aceh, dan strategi pengendalian perlu berbasis prediksi iklim serta intervensi lingkungan berkelanjutan.
ANALISIS FAKTOR DETERMINAN UTAMA OBESITAS PADA REMAJA AKHIR DI UNIVERSITAS SEBELAS APRIL SUMEDANG Ginanjar, Azhar Yudhistira; Darmadi, Epriyanto Tri; Supit, Paulus Alexander
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.54384

Abstract

Obesitas merupakan akumulasi lemak berlebih yang membahayakan kesehatan. Keadaan obesitas perlu ditangani dengan baik karena seseorang yang obesitas pada masa remaja akhir, 80% berpeluang mengalami obesitas pada masa dewasa. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia pada tahun 2023, prevalensi obesitas Indonesia terbilang tinggi di ASEAN dengan angka 23,4%. Mengetahui faktor determinan utama obesitas pada remaja akhir di Universitas Sebelas April Sumedang. Populasi remaja akhir di Universitas Sebelas April, responden diambil dengan teknik purposive sampling berjumlah 170 responden. Variabel independen pola makan diukur menggunakan kuesioner Semi-FFQ dan kualitas tidur menggunakan PSQI. Variabel dependen adalah obesitas dengan mengukur tinggi badan dan berat badan untuk menghitung BMI. Data diolah dan dianalisa menggunakan uji univariat, uji chi-square dan uji regresi logistik dengan aplikasi SPSS untuk mengetahui variabel yang berhubungan dengan obesitas remaja akhir. Hasil penelitian dinyatakan signifikan apabila p<0,05. Pada uji chi-square, asupan karbohidrat (p=0,031) berhubungan dengan obesitas pada remaja akhir, namun tidak terdapat hubungan antara asupan lemak (p=0,190), protein (p=0,429) dan kualitas tidur (p=0,458) dengan obesitas. Pada regresi logistik, faktor asupan karbohidrat (p=0,041) menjadi faktor determinan utama. Penelitian ini menegaskan angka terjadinya obesitas pada remaja tinggi bila dibandingkan data sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara faktor asupan karbohidrat dengan terjadinya obesitas, namun tidak terdapat hubungan antara asupan lemak, protein dan kualitas tidur terhadap obesitas pada remaja akhir. Asupan karbohidrat menjadi faktor determinan utama obesitas pada remaja akhir di Universitas Sebelas April Sumedang.