cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,278 Documents
GAMBARAN HIGIENE SANITASI PADA KAPAL DI PELABUHAN KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA Tandayu, Pingkan G; Sondakh, Ricky C.; Joseph, Woodford B.S
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51259

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia sangat bergantung pada transportasi laut untuk menunjang konektivitas wilayah dan perekonomian nasional. Kapal tidak hanya berfungsi sebagai sarana angkut penumpang dan barang, tetapi juga berpotensi menjadi media penularan penyakit menular kepada manusia apabila aspek higiene dan sanitasi jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi higiene sanitasi kapal di Pelabuhan Kota Manado, Sulawesi Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan observasi langsung menggunakan instrumen checklist sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2015. Aspek yang diperiksa meliputi dapur, gudang, palka, ruang tidur, ruang mesin, air minum, toilet, fasilitas medis, serta tempat sampah kapal. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Uji Univariat. Hasil penelitian ini menunjukan Keadaan Sanitasi pada Kapal Penumpang di Pelabuhan Manado semua memenuhi syarat yakni Sanitasi Dapur 89,7 %, Sanitasi Gudang 77,9 %, Sanitasi Palka atau Cargo 76,5 %, Sanitasi Ruang Tidur Kapal 95,8 %, Sanitasi Air Minum 83,3 %, Sanitasi Ruang Mesin 86,1 %, Sanitasi Fasilitas Medis 86,1 %, Sanitasi Toilet atau Kamar Mandi 94,4 %, serta Sanitasi Tempat Sampah 87,5 %.
HUBUNGAN POSTUR TUBUH DENGAN TEXT NECK SYNDROME: TINJAUAN PUSTAKA Savitri, Desak Nyoman Pashita; Kamelia, Luh Putu Lina; Agustini, Ni Nyoman Mestri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51296

Abstract

Perkembangan teknologi digital membuat penggunaan gawai menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan gawai dalam waktu lama dengan postur tubuh yang tidak tepat dapat menimbulkan gangguan muskuloskeletal, salah satunya Text Neck Syndrome (TNS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara postur tubuh dengan kejadian TNS melalui kajian literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelusuri artikel dari berbagai sumber ilmiah menggunakan kata kunci “text neck syndrome”, “forward head posture”, dan “neck pain”. Dari hasil telaah, diperoleh delapan artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa postur tubuh, khususnya posisi kepala yang menunduk atau forward head posture, memiliki hubungan signifikan dengan kejadian TNS. Posisi tersebut menyebabkan peningkatan tekanan pada tulang servikal yang dapat menimbulkan nyeri, kekakuan otot, hingga gangguan pada kelengkungan leher. Kajian ini menegaskan pentingnya penerapan postur ergonomis saat menggunakan gawai untuk mencegah TNS.
EFEKTIVITAS ARBITRASE DALAM MENGATASI SENGKETA MEDIS : TINJAUAN HUKUM DAN PSIKOLOGIS Trias Anggrida, Ocdela; Sari, Dewi Kumala; Fransiska, Nova Kristi; Azhari, Jaya; Suryanti, Reny; Yulianti, Maria Eka Patri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51358

Abstract

Meningkatnya kompleksitas pelayanan kesehatan modern telah memunculkan dinamika baru dalam hubungan dokter-pasien yang berpotensi menimbulkan sengketa medis. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas arbitrase sebagai mekanisme alternatif penyelesaian sengketa medis melalui perspektif interdisipliner antara ilmu hukum dan psikologi. Metode penelitian menggunakan pendekatan normatif yuridis dengan teknik tinjauan pustaka terhadap regulasi terkait dan literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arbitrase medis memiliki tingkat efektivitas yang signifikan dengan durasi penyelesaian rata-rata 3 bulan dibandingkan litigasi konvensional yang memerlukan 1-2 tahun. Faktor demografis dan psikologis mempengaruhi persepsi efektivitas proses, dimana mediator berlatar belakang hukum mencapai skor kepuasan tertinggi (3,84) dibandingkan mediator medis (3,74) dan administratif (3,63). Kerangka hukum Indonesia melalui UU No. 30 Tahun 1999 dan UU No. 17 Tahun 2023 memberikan landasan yuridis yang memadai bagi implementasi arbitrase medis. Integrasi aspek psikologis dalam proses arbitrase melalui teknik komunikasi terapeutik dan manajemen emosi terbukti meningkatkan kepuasan para pihak. Penelitian menyimpulkan bahwa arbitrase medis merupakan alternatif efektif dalam penyelesaian sengketa kesehatan yang dapat mengakomodasi kebutuhan yuridis dan psikologis para pihak secara simultan.
EDUKASI TB PARU DAN PELATIHAN ETIKA BATUK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINDANG JAYA budiman, alya putri; Linus, Aril; Amelia, Nanda; Chytina, Michelle; Ernawati, Ernawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51383

Abstract

Tuberkulosis Paru (TB Paru)di Puskesmas Sindang Jaya  menunjukkan peningkatan dalam beberapa waktu terakhir, berdasarkan data dari tanggal 1 Januari-31 Juli 2024, terdapat 173 kasus baru dan 993 kasus lama. Sedangkan pada 1 Januari-31 Juli 2025, terdapat 573 kasus baru dan 752 kasus lama. Kasus tebanyak terdapat pada desa Badak Anom. Diagnosis komunitas pertama kali dilakukan dengan mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di puskesmas, kemudian menggunakan prioritas skoring dengan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk fokus terhadap 1 masalah. Minisurvey kemudian dilakukan untuk mengetahui masalah-masalah penyebab dengan menggunakan Paradigma Blum. Prioritas nonskoring kemudian dilakukan untuk mengidentifikasi 1 masalah penyebab, dan dilanjutkan dengan mencari tahu akar masalah penyebab dengan menggunakan diagram Fishbone. Monitoring intervensi dilakukan dengan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Action) dengan pendekatan sistem dalam evaluasinya. Melakukan diagnosis komunitas dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Tuberkulosis Paru (TB Paru) serta penerapan etika batuk yang tepat. Intervensi berupa edukasi dan pelatihan etika batuk terbukti efektif, ditunjukkan dengan 80% peserta memperoleh nilai ≥70 pada post-test serta meningkatnya pemahaman dan praktik etika batuk. Hal ini menegaskan bahwa upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan berperan penting dalam pencegahan penularan TB Paru.
INFLUENCE OF FATHER SUPPORT FOR EARLY BREASTFEEDING INITIATION AMONG CESAREAN MOTHERS IN LOWER-MIDDLE-INCOME COUNTRIES : A LITERATURE REVIEW puja, I Gede Shivananda Vidyana; Giri, Made Kurnia Widiastutti; Purnomo, Ketut Indra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51401

Abstract

Di negara berpendapatan menengah ke bawah (LMIC), keberhasilan inisiasi menyusu dini (IMD) pada ibu pasca-sectio masih rendah; dukungan ayah jarang diposisikan sebagai komponen layanan, padahal dapat menutup keterbatasan akibat anestesi, nyeri, dan pemisahan ibu–bayi. Tinjauan pustaka ini menelusuri basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, serta Garuda dan SINTA (Juni–Juli 2025), inklusi studi eksperimental/kuasi-eksperimental di LMIC yang melibatkan ibu pasca-sectio dan melaporkan IMD/eksklusivitas/durasi menyusui; uji mutu RCT menggunakan kriteria JBI; sintesis naratif dilakukan karena heterogenitas desain, populasi, dan bentuk intervensi. Sepuluh studi dari Indonesia, Vietnam, Iran, Turki, Brasil, Tiongkok, dan Nigeria menunjukkan intervensi berfokus ayah hingga kelas antenatal, booklet, modul multimedia, kunjungan rumah, dan konseling postpartum secara konsisten meningkatkan IMD dan ASI eksklusif. Contoh: di Vietnam, IMD meningkat 39,6%→81,2%; di Iran, ASI eksklusif 6 bulan 94% vs 76%; di Tiongkok, pendidikan ayah meningkatkan IMD. Efek paling nyata pada konteks sectio melalui dukungan emosional/logistik, fasilitasi skin‑to‑skin, dan penguatan efikasi diri ibu; pengetahuan serta sikap ayah turut membaik. Keterbatasan umum meliputi blinding yang jarang, pelaporan attrition tidak lengkap, dan luaran >6 bulan yang minim. Dukungan ayah merupakan determinan penting keberhasilan IMD pada ibu pasca-sectio di LMIC. Program yang terstruktur, berulang, dan sensitif budaya perlu diintegrasikan ke protokol antenatal–postnatal, disertai RCT yang spesifik sectio dan memasukkan ukuran psikososial untuk mengoptimalkan dampak.
TINJAUAN NILAI GIZI DARI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) PRESIDEN RI Putry, Resti Anisha; Widyadhana, Narlhiandini Mitresna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51554

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan oleh Pemerintah Republik Indonesia merupakan intervensi pangan berskala nasional yang dirancang untuk menurunkan prevalensi malnutrisi dan stunting serta memperbaiki status gizi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok rentan. Meski demikian, Implementasi MBG menghadapi tantangan logistik, keberlanjutan pendanaan, dan kesesuaian menu terhadap kebutuhan nutrisi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau nilai gizi dan efektivitas program MBG dalam konteks kesehatan masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Literatur diperoleh dengan cara menelaah artikel atau jurnal ilmiah yang diunduh dari PubMed, NCBI (National Library Of medicine) dan Google Scholar. Hasil analisis memnunjukkan rata-rata menu MBG menyediakan 500-700 kkal per porsi dengan protein 18-28 g, yang setara dengan 25-35% kebutuhan protein usia anak sekolah. Menu MBG disesuaikan dengan kearifan lokal, potensi pangan, dan ketersediaan bahan pangan di masing-masing daerah. Namun, kontribusi mikronutrien seperti kalsium, zat besi, dan vitamin A masih terbatas pada sebagian menu, terutama tray yang tidak menyertakan susu. Program MBG memiliki sejumlah kelebihan strategis, baik dari sisi gizi, sosial, maupun ekonomi. Program MBG disimpulkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pemenuhan gizi anak sekolah, ketahanan pangan nasional dan pemberdayaan ekonomi lokal, namun keberhasilannya memerlukan sistem monitoring dan evaluasi yang berbasis evidence. Koordinasi lintas sektor diperlukan agar program ini berjalan efektif, berkelanjutan, dan benar-benar menjawab tantangan gizi di masyarakat Indonesia.
EDUKASI TUBERKULOSIS PARU DI SALAH SATU WILAYAH KERJA PUSKESMAS DI KABUPATEN TANGERANG budiman, alya putri; Linus, Aril Linus; Amelia, Nanda; Chytina, Michelle; Ernawati, Ernawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51637

Abstract

Tuberkulosis Paru (TB Paru)  di salah satu Puskesmas di Kabupaten Tangerang menunjukkan peningkatan dalam beberapa waktu terakhir, berdasarkan data dari tanggal 1 Januari-31 Juli 2024, terdapat 173 kasus baru dan 993 kasus lama. Sedangkan pada 1 Januari-31 Juli 2025, terdapat 573 kasus baru dan 752 kasus lama. Kasus terbanyak terdapat pada desa BA. Diagnosis komunitas pertama kali dilakukan dengan mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di puskesmas, kemudian menggunakan prioritas skoring dengan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk fokus terhadap 1 masalah. Mini survey dilakukan untuk mengetahui masalah-masalah penyebab dengan menggunakan Paradigma Blum. Prioritas nonskoring dilakukan untuk mengidentifikasi 1 masalah penyebab, dan dilanjutkan dengan mencari tahu akar masalah penyebab tersebut dengan menggunakan diagram Fishbone. Monitoring intervensi dilakukan menggunakan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Action) dan diakhiri evaluasi dengan pendekatan sistem. Kegiatan diagnosis komunitas ini diikuti dengan intervensi dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Tuberkulosis Paru (TB Paru). Intervensi berupa edukasi mengenai Tuberculosis Paru ditunjukkan dengan 80% peserta memperoleh nilai ≥70 pada post-test. Hal ini menegaskan bahwa upaya promotif melalui edukasi kesehatan berperan penting dalam pencegahan penularan TB Paru.
TANTANGAN DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA SIFILIS MATERNAL DENGAN KOMPLIKASI MIKROSEFALI, OLIGOHIDRAMNION, & ANCAMAN PERSALINAN PREMATUR Pratama, Muhammad Difa; Anggoro, Ardian Suryo; Septina, Selly; Rafiyandi, Rafiyandi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51651

Abstract

Sifilis maternal merupakan masalah kesehatan global dengan jutaan kasus baru setiap tahun. Diagnosis sering terkendala oleh gejala yang tidak khas serta keterlambatan penatalaksanaan akibat keterbatasan benzathine penicillin. Penelitian ini merupakan laporan kasus deskriptif pada seorang pasien hamil dengan sifilis yang dirawat di salah satu RSUD Jakarta Timur. Data diperoleh melalui telaah rekam medis, wawancara, serta hasil pemeriksaan laboratorium dan ultrasonografi. Perempuan berusia 39 tahun, G3P2A0, hamil 28 minggu, memiliki riwayat obstetri buruk dan didiagnosis sifilis berdasarkan hasil VDRL dan TPHA reaktif. Pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan oligohidramnion dan dugaan mikrosefali. Terapi tidak segera diberikan karena stok benzathine penicillin tidak tersedia, sehingga terjadi persalinan prematur dengan bayi menunjukkan tanda sifilis kongenital dan meninggal dalam 24 jam pertama. Keterlambatan diagnosis dan pengobatan sifilis maternal dapat menimbulkan komplikasi serius pada kehamilan. Skrining antenatal yang rutin, edukasi pasangan, serta ketersediaan terapi yang merata menjadi langkah penting dalam pencegahan sifilis kongenital.
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DAN LAMA HEMODIALISIS DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIS DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Fanida, Fanida; Hadi, Wahid Syamsul; Suryanto, Suryanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51659

Abstract

Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal secara progresif yang menyebabkan defisiensi eritropoietin dan anemia. Di sisi lain, terapi hemodialisis jangka panjang sering berdampak pada penurunan kualitas hidup penderita karena kelelahan, pembatasan aktivitas, dan stres psikososial. Hubungan antara kadar hemoglobin dan durasi hemodialisis terhadap kualitas hidup masih menjadi perdebatan dalam berbagai penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dan lama hemodialisis terhadap kualitas hidup penderita GGK. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik korelasional dengan pendekatan potong lintang. Data diperoleh dari rekam medis, wawancara, dan kuesioner WHOQOL-BREF versi Bahasa Indonesia , dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistic versi 25. Sebanyak 159 penderita GGK yang menjalani hemodialisis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta diikutsertakan melalui teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank untuk variabel numerik. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat rendah antara kadar hemoglobin dan lama hemodialisis (p=0,390; r=0,069). Sementara itu, lama hemodialisis juga memiliki hubungan positif yang sangat lemah dengan kualitas hidup pasien (p=0,170; r=0,109). Hal ini menandakan bahwa kadar hemoglobin maupun lama hemodialisis bukan faktor utama penentu kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis.
PENERAPAN MANAJEMEN PERILAKU PADA PASIEN DENGAN HARGA DIRI RENDAH Nurwahidaya, Nurwahidaya; Ibad, M. Rosyidul ‘
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.51686

Abstract

Harga diri merupakan evaluasi subjektif individu terhadap nilai dirinya sebagai manusia. Harga diri yang tinggi dapat mendorong kebahagiaan dan meningkatkan rasa percaya diri, sedangkan harga diri yang rendah sering kali menimbulkan perasaan rendah diri, frustrasi, putus asa, bahkan dapat memicu gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi (Li et al., 2023). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi harga diri pasien dengan gangguan konsep diri serta efektivitas intervensi keperawatan melalui manajemen perilaku. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di UPT RSBL Pasuruan pada bulan Oktober 2025 terhadap satu pasien bernama Tn. Y berusia 29 tahun yang mengalami harga diri rendah. Pemilihan subjek menggunakan non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengisian Rosenberg Self-Esteem Scale. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa skor pretest sebesar 29 (kategori tinggi) dan skor posttest sebesar 14 (kategori rendah). Namun secara kualitatif, pasien menunjukkan peningkatan positif berupa kesadaran terhadap tanggung jawab diri, kemampuan mengendalikan perilaku negatif, keaktifan dalam aktivitas fisik, serta kemampuan berinteraksi yang lebih baik. Kesimpulannya, pelaksanaan intervensi keperawatan melalui manajemen perilaku (SP 1–SP 4) mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran diri, interaksi sosial, dan persepsi positif pasien terhadap dirinya, meskipun perubahan skor kuantitatif belum sepenuhnya mencerminkan perkembangan psikologis pasien.