cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
ANALISIS PRAKTIK KEPERAWATAN PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN INTERVENSI INOVASI TERAPI CYLINDRICAL GRIP DAN RUBBER BALL GRIP TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN DAN FUNGSI GENGGAM TANGAN DI RUANG KARANG ASAM RSUD I.A MOEIS SAMARINDA Fitri Kholisah; Slamet Purnomo; Fitroh Asriyadi; Siti Khoiroh Muflikhatin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56768

Abstract

Stroke non hemoragik merupakan penyebab utama kecacatan yang sering menimbulkan gangguan fungsi motorik, khususnya pada ekstremitas atas yang ditandai dengan penurunan kekuatan otot dan fungsi genggam tangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik keperawatan pada pasien stroke non hemoragik melalui penerapan intervensi inovasi terapi cylindrical grip dan rubber ball grip terhadap peningkatan kekuatan dan fungsi genggam tangan di Ruang Karang Asam RSUD I.A Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan analisis praktik keperawatan pada satu pasien stroke non hemoragik yang mengalami kelemahan ekstremitas atas. Pengumpulan data melalui observasi langsung, dokumentasi serta pengukuran menggunakan instrumen Manual Muscle Testing (MMT) dan Modified Frenchay Scale (MFS). Intervensi cylindrical grip dan rubber ball grip diberikan secara terstruktur 2 kali sehari selama 3 hari. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan nilai sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan fungsi genggam tangan dan kekuatan otot setelah pemberian intervensi. Skor Modified Frenchay Scale (MFS) meningkat dari 5,2 menjadi 7,9 dengan selisih 2,7 yang berada di atas nilai minimal detectable change (MDC >0,17), serta peningkatan kekuatan otot dari nilai 3 menjadi 4 berdasarkan pengukuran MMT. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi cylindrical grip dan rubber ball grip efektif meningkatkan kekuatan dan fungsi genggam tangan pada pasien stroke non hemoragik, sehingga dapat dijadikan alternatif intervensi keperawatan rehabilitatif yang sederhana dan mudah diterapkan untuk meningkatkan kemandirian pasien.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIBEUREUM KOTA CIMAHI siti sarah nur fazrilia; M. Deri Ramadhan; M. Iqbal Sutisna; Lisbet Octovia Manalu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56772

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang banyak terjadi pada kelompok lanjut usia dan berkontribusi terhadap meningkatnya angka morbiditas serta mortalitas. Selain faktor biologis, kondisi psikologis seperti stres juga diduga berperan dalam memengaruhi peningkatan tekanan darah pada lansia. Stres yang berlangsung dalam waktu lama dapat memicu aktivasi sistem saraf simpatik yang berdampak pada peningkatan denyut jantung dan penyempitan pembuluh darah sehingga memengaruhi tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Cibeureum Kota Cimahi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional melalui metode cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia penderita hipertensi yang tercatat di Puskesmas Cibeureum tahun 2025 sebanyak 819 orang, dengan sampel 89 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen Perceived Stress Scale (PSS-10), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres sedang hingga berat sebanyak 75 orang (84,3%), sedangkan stres ringan sebanyak 14 orang (15,7%). Berdasarkan kategori tekanan darah, mayoritas responden berada pada hipertensi tingkat 1 sebanyak 54 orang (60,7%) dan hipertensi tingkat 2 sebanyak 35 orang (39,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi dengan nilai p = 0,007 (p < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat stres memiliki hubungan dengan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi, sehingga pengelolaan hipertensi perlu memperhatikan aspek psikologis selain aspek medis.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN GAYA HIDUP PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIWARUGA KABUPATEN BANDUNG BARAT TAHUN 2026 Sayidah Nafisah Hardiani; Budi Rustandi; Metilda Metilda; Lisbet Octavia Manalu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56785

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang memiliki prevalensi tinggi serta menjadi masalah kesehatan yang utama karena menimbulkan berbagai komplikasi. Pengendalian hipertensi tidak hanya bergantung pada terapi farmakologis, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku kesehatan individu. Salah satu faktor psikologis berperan dalam perubahan perilaku adalah self efficacy, yaitu keyakinan terhadap kemampuan seseorang dalam mengelola penyakitnya. Self efficacy yang baik dapat mendorong penderita hipertensi untuk menerapkan gaya hidup sehat seperti pengaturan diet, aktivitas fisik, serta kepatuhan terhadap pengobatan. Namun, tidak semua penderita hipertensi memiliki tingkat keyakinan yang optimal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan gaya hidup penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Ciwaruga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan desain analitik korelasional. Jumlah sampel sebanyak 90 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner General Self Efficacy (GSE) untuk mengukur self efficacy dan Hypertension Self-Care Profile (HBP-SCP) untuk menilai gaya hidup. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 48 responden (53,3%) memiliki self efficacy tinggi dan 52 responden (57,8%) memiliki gaya hidup baik. Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,496 yang menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan sedang antara self efficacy dan gaya hidup penderita hipertensi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan gaya hidup penderita hipertensi di Puskesmas Ciwaruga.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI RS ROYAL PRIMA MEDAN Luo Mengjie; Fioni Fioni; Liena Liena
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56791

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit infeksi yang sering terjadi pada balita dan menjadi penyebab utama morbiditas anak di negara berkembang. Balita memiliki kerentanan tinggi terhadap ISPA karena sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang secara optimal serta adanya berbagai faktor risiko yang berkaitan dengan kondisi individu, lingkungan, dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di RS Royal Prima Medan. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita yang berobat atau dirawat di RS Royal Prima Medan dengan jumlah sampel sebanyak 181 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vitamin A (p=0,02), status imunisasi (p=0,03), ASI eksklusif (p=0,04), dan lingkungan fisik rumah (p=0,01) berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA pada balita. Sementara itu, jenis kelamin, status ekonomi keluarga, pendidikan ibu, dan pengetahuan ibu tidak menunjukkan hubungan signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa status imunisasi merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi kejadian ISPA pada balita (p=0,018; Exp(B)=0,350). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa status imunisasi merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Oleh karena itu, peningkatan cakupan imunisasi, pemberian vitamin A, dukungan ASI eksklusif, serta perbaikan lingkungan rumah perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan ISPA pada balita.
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN CALON PENGANTIN DALAM MENINGKATKAN CAKUPAN PELAYANAN Fiony Puspadilla Angesti; Nunik Puspitasari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56792

Abstract

Pemeriksaan kesehatan calon pengantin merupakan upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan reproduksi sebelum kehamilan. Namun, pelaksanaan program ini masih menghadapi permasalahan berupa belum optimalnya cakupan pelayanan serta adanya kesenjangan akses antar wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program kesehatan calon pengantin dalam meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif, melalui wawancara kepada penanggung jawab program di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur serta analisis indikator program berdasarkan RPJMN 2025–2029. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan cakupan skrining kesehatan calon pengantin secara bertahap dari 50% pada tahun 2025 menjadi 70% pada tahun 2029. Pelaksanaan program meliputi edukasi kesehatan reproduksi dan gizi, skrining kesehatan pada calon pengantin perempuan dan laki-laki, serta konseling perencanaan kehamilan sehat. Pendekatan manajemen program dilakukan melalui tahapan intervensi, proses pelaksanaan, output, outcome, hingga dampak. Selain itu, pelaksanaan program didukung oleh regulasi, sistem pencatatan terintegrasi, serta koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan efektivitas layanan. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa program kesehatan calon pengantin berperan penting dalam meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan reproduksi dan mendeteksi faktor risiko sejak dini. Optimalisasi pelaksanaan program diharapkan mampu menurunkan kejadian kehamilan berisiko, angka kematian ibu, angka kematian bayi, serta stunting, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan keluarga dan generasi mendatang.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI PROGRAM RUJUK BALIK (PRB) Riyan Apriyani; Julia Totong; Atika Jaya Rani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56793

Abstract

Hipertensi adalah penyakit kronis yang memerlukan kepatuhan jangka panjang terhadap pengobatan untuk mencegah komplikasi serius. Namun, tingkat kepatuhan pasien hipertensi di Indonesia masih rendah, terutama pada pasien Program Rujuk Balik (PRB) di Klinik Keluarga Cigombong, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga, yang meliputi dukungan emosional, instrumental, dan informasi, dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling periode Januari hingga Mei 2024 yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 121. Kepatuhan minum obat diukur menggunakan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Hasil penelitian menunjukkan 81 responden yang mempunyai kepatuhan minum obat rendah adalah responden dengan dukungan keluarga yang cukup sebesar 53 atau 66,0%. Hal ini didukung oleh P-Value sebesar 0,019 < 0,05 yang artinya menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna secara statistik yang menunjukkan bahwa responden yang mempunyai dukungan keluarga yang kurang mempunyai kepatuhan minum obat yang rendah. Hasil analisis menunjukkan hubungan positif antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat, di mana pasien yang menerima dukungan keluarga lebih sering menunjukkan kepatuhan yang lebih tinggi. Rendahnya dukungan keluarga pada aspek instrumental dan informasi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya tingkat kepatuhan pasien. Penelitian ini menekankan pentingnya meningkatkan dukungan keluarga dalam bentuk bantuan praktis dan edukasi informasi untuk meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi dalam Program Rujuk Balik (PRB). Penyedia layanan kesehatan perlu mempertimbangkan edukasi kesehatan yang melibatkan keluarga dan komunitas sebagai bagian dari upaya peningkatan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi.
STUDI KASUS: PENERAPAN BACK MASSAGE OLIVE OIL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUANG MAWAR RSUD dr. T.C HILLERS MAUMERE Sisilia Imelda Yunita Welem; Anggia Riske Wijayanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56798

Abstract

Gangguan tidur dapat memperburuk kontrol glukosa darah dan kualitas hidup pasien. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah back massage Olive Oil (pijat punggung menggunakan minyak Zaitun) yang memberikan efek relaksasi, meningkatkan kenyamanan dan meningkatkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan back massage menggunakan olive oil dalam meningkatkan kualitas tidur pada pasien DM tipe 2. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada pasien dengan gangguan kualitas tidur. Intervensi dilakukan dengan pemberian back massage menggunakan olive oil selama 10–15 menit selama 3 hari berturut-turut. Pengukuran kualitas tidur menggunakan Kuesioner Kualitas Tidur (KKT) yang telah dimodifikasi dari Instrumen Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI) dengan skor tertinggi 28 kategori baik dan skor terendah 7 kategori buruk.  Hasil menunjukkan adanya peningkatan kualitas tidur setelah diberikan intervensi. Skor KKT mengalami peningkatan dari 7 (buruk) naik hingga 24 (baik) pasien juga melaporkan mengalami penurunan frekuensi terbangun di malam hari dan peningkatan rasa segar saat bangun pagi. Simpulan penelitian ini adalah penerapan back massage menggunakan olive oil dapat meningkatkan kualitas tidur pada pasien DM tipe 2 sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan non-farmakologis.
PEMANTAUAN KUALITAS LINGKUNGAN KERJA DAN FASILITAS PERLINDUNGAN KEBAKARAN PADA DIVISI ALAT BERAT PT. X Maulana Muhammad Abdurrahman; Kancitra Pharmawati; Etih Hartati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56806

Abstract

Industri manufaktur memiliki berbagai potensi bahaya lingkungan kerja dan risiko kebakaran yang dapat mengancam keselamatan serta kesehatan pekerja. Permasalahan yang ditemukan pada Divisi Alat Berat PT X mencakup paparan faktor fisik berupa kebisingan, suhu tinggi, dan pencahayaan yang belum sepenuhnya terkendali, serta kondisi sistem proteksi kebakaran aktif yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas lingkungan kerja dan kesiapan fasilitas perlindungan kebakaran aktif di Divisi Alat Berat PT X. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan dan analisis data hasil pengukuran pihak ketiga pada tiga area produksi utama, yaitu fabrikasi, assembling, dan painting, yang dipilih berdasarkan tingkat potensi bahaya fisik dan risiko kebakaran. Data dianalisis dengan membandingkan hasil pengukuran terhadap regulasi yang berlaku, meliputi Permenaker Nomor 5 Tahun 2018, Permen PU Nomor 26 Tahun 2008, SNI 03-3985-2000, dan Kepmen Nomor 10/KPTS/2000. Hasil pengukuran menunjukkan tingkat kebisingan berkisar 77–83,2 dBA, masih di bawah NAB 85 dBA. Suhu pada beberapa titik melebihi NAB beban kerja berat sebesar 27,5 °C, sementara kelembaban 49–54% masih berada dalam rentang standar 40–60%. Intensitas pencahayaan 201–547 lux telah melampaui batas minimum 100 lux. Evaluasi sistem proteksi kebakaran menemukan empat unit APAR terhalang material, dua unit mengalami korosi dan tekanan rendah, serta sistem hidran tidak berfungsi akibat kebocoran pipa, meskipun 25 unit alarm kebakaran berfungsi dengan baik. Simpulan penelitian menunjukkan kualitas lingkungan kerja secara umum telah memenuhi standar yang berlaku, kecuali iklim kerja pada area tertentu yang berpotensi menimbulkan heat stress, sedangkan sistem proteksi kebakaran aktif masih memerlukan perbaikan teknis dan penguatan pemeliharaan secara berkala.
HUBUNGAN SELF-CARING DAN CARING EFFICACY TERHADAP KESIAPAN PRAKTIK KLINIS MAHASISWA NERS Silvi Lusiana; Eny Kusmiran; Arieni Ramadhan; Lisbet Octovia Manalu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56809

Abstract

Kesiapan praktik klinis mahasiswa keperawatan masih menjadi perhatian karena tidak semua mahasiswa profesi Ners merasa percaya diri dan siap menghadapi situasi klinis di rumah sakit. Rendahnya kesiapan praktik klinis dapat memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam memberikan asuhan keperawatan. Faktor internal yang diduga berhubungan dengan kesiapan tersebut adalah self-caring dan caring efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-caring dan caring efficacy mahasiswa Ners dengan kesiapan praktik klinis di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa profesi Ners dengan jumlah sampel 71 responden. Teknik sampling menggunakan total sampling. Variabel independen yaitu self-caring dan caring efficacy, sedangkan variabel dependen adalah kesiapan praktik klinis. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa memiliki kemampuan self-caring kategori rendah sebanyak 40,8%, caring efficacy kategori sedang sebanyak 42,3%, dan kesiapan praktik klinis kategori sedang sebanyak 38,0%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara self-caring dengan kesiapan praktik klinis dengan nilai p = 0,030 (p < 0,05), serta terdapat hubungan signifikan antara caring efficacy dengan kesiapan praktik klinis dengan nilai p < 0,001. Terdapat hubungan signifikan antara self-caring dan caring efficacy mahasiswa Ners dengan kesiapan praktik klinis di rumah sakit. Semakin baik kedua faktor tersebut, semakin baik kesiapan mahasiswa dalam menjalani praktik klinis.
EDUKASI P3K BERBAS IS AUDIOVISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN MOTIVASI SISWA Metri Minati Suli; Widaryati Widaryati; Efi Fibriyanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56810

Abstract

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) merupakan tindakan awal yang sangat penting untuk mencegah keparahan cedera sebelum korban mendapatkan penanganan medis lanjutan. Lingkungan sekolah sebagai tempat aktivitas siswa sehari-hari memiliki potensi terjadinya berbagai jenis kecelakaan, seperti jatuh, luka ringan, hingga kondisi darurat lainnya. Namun, pengetahuan dan motivasi siswa dalam memberikan pertolongan pertama masih tergolong kurang optimal, sehingga diperlukan upaya edukasi yang efektif. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah edukasi melalui media audiovisual, yang dinilai sesuai dengan karakteristik remaja karena lebih menarik, interaktif, serta mampu meningkatkan pemahaman melalui kombinasi gambar dan suara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi P3K menggunakan media audiovisual terhadap tingkat pengetahuan dan motivasi siswa di SMA Muhammadiyah 1 Bantul. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 123 siswa kelas XII, dengan sampel sebanyak 62 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan kategori tinggi dari 75,8% menjadi 87,1%, serta penurunan kategori sedang dari 24,2% menjadi 12,9% dengan nilai p=0,002. Selain itu, motivasi kategori tinggi meningkat dari 37,1% menjadi 59,7%, sedangkan kategori sedang menurun dari 62,9% menjadi 40,3% dengan nilai p=0,000. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa edukasi P3K berbasis audiovisual berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan motivasi siswa.