cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN DAN KUALITAS HIDUP PASIEN TUBERKULOSIS PARU Rasti Esa Tania; Eny Kusmiran; Rizky Gumilang Pahlawan; Lisbet Octovia Manalu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56813

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Keberhasilan pengobatan sangat ditentukan oleh tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur dan tuntas, serta kualitas komunikasi terapeutik perawat yang berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan dan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepatuhan pengobatan dan kualitas hidup pasien tuberkulosis paru di Puskesmas DTP Gununghalu Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 46 pasien tuberkulosis paru yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Therapeutic Communication Questionnaire (TCQ), Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8), dan RAND 36-Item Health Survey, dengan analisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik perawat berada pada kategori kurang  (39,1%), cukup (32,6%), dan baik (28,3%). Kepatuhan pengobatan sebagian besar berada pada kategori tidak patuh (52,2%), dan kualitas hidup didominasi kategori buruk (56,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepatuhan pengobatan (p < 0,001) dan dengan kualitas hidup pasien (p = 0,001). Komunikasi terapeutik perawat yang lebih baik berkorelasi dengan tingkat kepatuhan pengobatan dan kualitas hidup yang lebih baik pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas DTP Gununghalu. Disarankan agar perawat menerapkan komunikasi terapeutik secara konsisten dan terstruktur dalam setiap interaksi dengan pasien tuberkulosis paru.
HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU Siti Novita Puspitaningrum; Eny Kusmiran; Arieni Ramadhan; Lisbet Octovia Manalu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56814

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Keberhasilan terapi pada pasien TB sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur hingga selesai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komunikasi interpersonal perawat dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Ciwaruga Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 42 pasien tuberkulosis paru yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner komunikasi interpersonal perawat, Family Support Scale (FSS), serta Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal perawat sebagian besar berada pada kategori kurang (40,5%), diikuti kategori cukup (31,0%) dan baik (28,6%). Dukungan keluarga mayoritas berada pada kategori kurang (42,9%), kemudian kategori cukup (26,2%) dan baik (31,0%). Sementara itu, tingkat kepatuhan minum obat pasien sebagian besar berada pada kategori tidak patuh (52,4%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal perawat dengan kepatuhan minum obat (p = 0,005) serta antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (p = 0,002) pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Ciwaruga. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik komunikasi interpersonal perawat dan semakin tinggi dukungan keluarga, maka tingkat kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru juga cenderung meningkat.
HUBUNGAN SIKAP IBU DALAM PEMENUHAN 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK) DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA USIA 2-5 TAHUN DI DESA CIWARUGA Neyza Taliya Suciany; Budi Rustandi; Metilda Metilda; Lisbet Octovia Manalu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56819

Abstract

Stunting didefinisikan sebagai kegagalan pertumbuhan linear pada balita yang dipicu oleh defisiensi nutrisi kronis, sehingga mengakibatkan tinggi badan yang tidak sesuai dengan standar usianya. Fenomena ini berakar pada kurangnya asupan gizi sejak fase gestasi hingga masa awal pertumbuhan, serta dipengaruhi oleh pola pengasuhan yang tidak optimal. Dalam konteks ini, respons dan sikap ibu terhadap pemenuhan selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi pilar utama dalam strategi preventif stunting. Penelitian ini mengevaluasi korelasi antara sikap ibu dalam periode 1000 HPK dengan prevalensi stunting pada balita usia 2–5 tahun di Desa Ciwaruga. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif melalui pendekatan analitik observasional cross-sectional, penelitian ini berupaya membedah keterkaitan variabel tersebut secara empiris. Penelitian ini melibatkan populasi sebanyak 527 subjek, dengan pengambilan sampel sebanyak 84 responden melalui metode purposive sampling. Dalam proses pengumpulan data, sikap ibu dievaluasi menggunakan kuesioner, sementara kondisi stunting divalidasi melalui pengukuran tinggi badan secara langsung. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji statistik chi-square untuk memetakan hubungan antarvariabel. Temuan menunjukkan p-value sebesar 0,000 (di bawah ambang batas 0,05), yang mengonfirmasi adanya korelasi signifikan antara sikap ibu dalam periode 1000 Hari Pertama Kehidupan dengan angka kejadian stunting pada balita usia 2-5 tahun di Desa Ciwaruga. Hal ini menegaskan bahwa perilaku ibu merupakan determinan penting dalam kesehatan pertumbuhan anak, ibu dengan sikap yang positif memiliki peluang lebih besar untuk menjaga status gizi anak tetap normal dibandingkan ibu dengan sikap dalam kategori cukup atau kurang.
DINAMIKA PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA : TINJAUAN LITERATUR Candra Amrta; Yuly Sulistyorini
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56822

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan penggunaan media sosial di kalangan remaja dan menjadikannya sebagai salah satu sumber utama informasi, termasuk terkait seksualitas dan kesehatan reproduksi. Namun, kemudahan akses informasi tersebut tidak selalu diiringi dengan kualitas informasi yang memadai, sehingga berpotensi menimbulkan mispersepsi pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika penggunaan media sosial serta implikasinya terhadap pengetahuan dan perilaku seksual remaja melalui pendekatan tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data Scopus, Google Scholar, dan PubMed menggunakan kata kunci yang relevan. Artikel yang dianalisis dibatasi pada publikasi lima tahun terakhir dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi tertentu melalui proses seleksi, sehingga diperoleh sepuluh artikel penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial memiliki hubungan yang signifikan dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku seksual remaja. Paparan terhadap konten seksual di media sosial berpotensi meningkatkan perilaku seksual berisiko, seperti sikap permisif terhadap hubungan seksual pranikah dan akses terhadap konten pornografi. Di sisi lain, media sosial juga dapat berperan sebagai sarana edukasi yang meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi apabila informasi yang diakses bersifat akurat dan edukatif. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital serta pendidikan kesehatan reproduksi agar remaja mampu memanfaatkan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR ANAK DI NICU TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA : STUDI KASUS Nabila Quratul Atiqah; Ferika Indarwati; Winarni Winarni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56823

Abstract

Perawatan bayi di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) sering kali menjadi pengalaman traumatis bagi orang tua yang memicu kecemasan berat akibat kondisi kritis bayi dan keterbatasan interaksi selama hospitalisasi. Penelitian ini menganalisis bagaimana keterlibatan aktif orang tua dalam memenuhi kebutuhan dasar anak, sebagai implementasi strategi Family Centered Care, dapat memengaruhi kondisi psikologis mereka di ruang intensif. Menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus di RSUD Tidar Kota Magelang, penelitian ini mengobservasi interaksi serta tingkat kecemasan satu orang tua yang bayinya menjalani perawatan di NICU. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta pengukuran kecemasan menggunakan instrumen kuesioner sebelum dan sesudah intervensi keterlibatan diberikan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pada fase awal, orang tua mengalami kecemasan tingkat berat yang ditandai dengan kekhawatiran konstan, ketegangan motorik, dan gangguan tidur. Namun, setelah diberikan edukasi dan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti memberikan stimulasi taktil dan kontak fisik, tingkat kecemasan orang tua menurun secara signifikan menjadi kategori ringan. Hasil ini menegaskan bahwa keterlibatan aktif orang tua bukan hanya mendukung perawatan klinis bayi, tetapi juga menjadi intervensi psikologis krusial dalam menurunkan kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan emosional keluarga selama masa perawatan di NICU.
HUBUNGAN TRANSPERSONAL CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT HARAPAN DAN RESILIENCE PASIEN PASCA STROKE DI RSAU DR. M SALAMUN BANDUNG TAHUN 2026 Salma Nurr Sajidah Oktaliani; Eny Kusmiran; Mokh. Sandi Haryanto; Lisbet Octovia Manalu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56836

Abstract

Transpersonal caring dalam teori Human Caring Jean Watson menekankan hubungan empatik, kehadiran tulus, dan dukungan spiritual dalam praktik keperawatan. Pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien. Pada pasien pasca-stroke, harapan dan resiliensi berperan penting dalam proses pemulihan dan penyesuaian diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas transpersonal caring (Caritas Processes) perawat dengan tingkat harapan dan resiliensi pasien pasca-stroke di RSAU dr. M. Salamun Bandung. Jenis penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 57 responden dengan teknik Accidental sampling. Menggunakan kuesioner Transpersonal Caring (CPC), tingkat harapan (HHI), resilience (CD-RISC), dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan transpersonal caring perawat berada pada sedang (33,3 %), dan rendah (43,9 %). Tingkat harapan pasien berada pada kategori tinggi (45,6 %), dan rendah (54,4%). Resilience berada pada kategori tinggi (49,1%), dan rendah (54,4%). Terdapat hubungan signifikan antara transpersonal caring  perawat dengan tingkat harapan (p = 0,000) dan resilience (p = 0,000). Peningkatan kualitas transpersonal caring berkontribusi terhadap meningkatnya harapan dan resiliensi pasien dalam menghadapi kondisi penyakitnya.
HUBUNGAN TINGKAT EMPATI DENGAN KECEMASAN MAHASISWA NERS DALAM PRAKTIK KLINIK DI RUMAH SAKIT Shiva Adelia Al Rizkya; Eny Kusmira; Arieni Ramadhan; Lisbet Octovia Manalu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56840

Abstract

Praktik klinik merupakan proses penting dalam pendidikan profesi ners karena mahasiswa mulai terlibat secara langsung dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit. Pada tahap ini mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki keterampilan klinik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan tuntutan tanggung jawab profesional. Hal ini bisa memicu kecemasan pada mahasiswa. Kecemasan yang tidak terkelola dengan baik berpengaruh pada kualitas hubungan terapeutik dengan pasien. Salah satu faktor internal yang diduga berperan dalam membantu mahasiswa menghadapi tekanan tersebut adalah empati. Empati memungkinkan mahasiswa memahami kondisi emosional pasien, membangun komunikasi efektif, serta memaknai pengalaman praktik klinik secara lebih adaptif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat empati dengan kecemasan mahasiswa ners dalam praktik klinik di rumah sakit dengan pendekatan kuantitatif, desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 71 mahasiswa profesi ners yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Jefferson Scale of Physician Empathy Nursing Student Version Revised (JSPE-R) dan State-Trait Anxiety Inventory (STAI). Data dianalisi dengan uji Chi-Square, tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 53,5% responden memiliki empati tinggi dan 46,5% empati rendah. Tingkat kecemasan mahasiswa berada pada kategori tinggi (40,8%), sedang (31,0%), dan rendah (28,2%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat empati dan kecemasan mahasiswa dalam praktik klinik (p = 0,001; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa empati berperan dalam membantu mahasiswa mengelola kecemasan selama praktik klinik.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 70% KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA) DAN RIMPANG KENCUR (KAEMPFERIA GALANGA) TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI Nabilah Hana Alzahrah; Suci Rahmawati; Rose Intan Perma Sari; Dwi Kurnia Putri; Oky Hermansyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56845

Abstract

Kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang kencur (Kaempferia galanga) merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang kencur (Kaempferia galanga) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan untuk mengetahui konsentrasi kombinasi terbaik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Ekstrak kulit buah kopi robusta dan rimpang kencur diperoleh dengan metode maserasi. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram, kontrol negatif DMSO 40%, kontrol positif ciprofloxacin, dan kombinasi ekstrak 10%, 20%, 40%, 60% dan 80%. Hasil dari penelitian diketahui DMSO 40% tidak menghambat pertumbuhan bakteri sedangkan kontrol positif ciprofloxacin memiliki zona hambat sebesar 15,36±2,35. Pada konsentrasi kombinasi ekstrak yang digunakan pada konsentrasi 10% dan 20% tidak menghasilkan zona hambat sedangkan pada konsentrasi 40%, 60% dan 80% memiliki zona hambat sebesar 0,16±0,11, 4,76±0,79, 6,1±0,54. Berdasarkan hasil uji Anova didaptkan nilai Sig. < 0,05 yaitu sebesar 0,000 yang menunjukkan bahwa antar kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta dan rimpang kencur memiliki perbedaan yang signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi yang terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli adalah konsentrasi 80% dengan diameter zona hambat 6,1±0,54 mm yang termasuk kategori sedang.
ARTIKEL REVIEW : RISIKO INTERAKSI OBAT-OBATAN PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN KOMORBIDITAS Syahrani Febriyanti; Baiq Ayu Wulan Maharani Putri; Alfini Junaida; Samdya Aripansy; Raisya Hasina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai jenis interaksi obat yang dapat terjadi pada pasien hipertensi yang menjalani terapi kombinasi, sekaligus menekankan pentingnya pemantauan terapi obat dan pemilihan kombinasi obat yang tepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa studi pustaka dengan melakukan penelusuran berbagai literatur ilmiah yang tersedia secara online pada beberapa basis data, seperti PubMed, Elsevier, ScienceDirect, NCBI, ProQuest, dan Google Scholar yang kemudian dianalisis berdasarkan kesesuaiannya dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa interaksi obat dapat terjadi antara terapi antihipertensi dengan terapi lain yang digunakan dalam penyakit penyerta, seperti obat antidiabetik maupun obat terapi pendukung lainnya. Tingkat keparahan interaksi yang ditemukan bervariasi, mulai dari kategori ringan hingga berat. Beberapa kombinasi obat yang perlu mendapat perhatian antara lain penggunaan amlodipin bersama simvastatin yang berpotensi meningkatkan risiko miopati, kombinasi diuretik tiazid dengan ACE Inhibitor yang dapat menyebabkan hipotensi berlebihan, serta penggunaan spironolakton bersamaan dengan ACE Inhibitor atau angiotensin receptor blocker (ARB) yang berisiko menimbulkan hiperkalemia. Oleh karena itu, pemantauan terapi obat secara berkala serta pemilihan kombinasi obat yang rasional sangat diperlukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya interaksi obat pada pasien hipertensi.
EFEKTIVITAS AKUPRESURE TERHADAP PENANGANAN NYERI DISMENORE Desi Lusiana; Meilia Rahmawati Kusumaningsih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56871

Abstract

Nyeri Dismenore merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum terjadi pada perempuan usia produktif dengan prevalensi global berkisar antara 45–95%, dan di Indonesia sekitar 55%, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan serta mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah terapi akupresur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi akupresur terhadap penurunan nyeri dismenore. Metode yang digunakan adalah literature review dengan sumber data dari Google Scholar dan PubMed. Artikel yang dipilih merupakan publikasi tahun 2020–2025, berbahasa Indonesia dan Inggris, serta tersedia dalam bentuk full text. Kata kunci yang digunakan meliputi “remaja”, “akupresur”, “dismenore”, dan “wanita”. Hasil analisis terhadap 13 artikel menunjukkan bahwa terapi akupresur secara konsisten efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore dengan nilai signifikansi p < 0,05. Mekanisme kerja akupresur meliputi peningkatan pelepasan endorfin, perbaikan sirkulasi darah, serta relaksasi otot uterus. Titik yang sering digunakan antara lain SP6, LI4, ST36, PC6, LR3, dan SP10. Selain itu, terapi ini juga meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup tanpa efek samping yang signifikan. Dengan demikian, akupresur dapat direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis yang efektif, aman, dan mudah diterapkan dalam penanganan nyeri dismenore.