cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
HUBUNGAN INTENSI DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA REMAJA DI SMA N 1 PATIKRAJA Nurul Azizah; Suci Khasanah; Indah Susanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56876

Abstract

Hipertensi saat ini bukan lagi penyakit yang hanya menyerang usia dewasa, namun faktor risikonya mulai terbentuk sejak masa remaja akibat gaya hidup tidak sehat. Data menunjukkan prevalensi hipertensi yang terus meningkat dan remaja merupakan kelompok strategi untuk intervensi primer. Dalam Theory of Planned Behavior (TPB), intensi (niat) dianggap sebagai prediktor utama yang menjembatani antara faktor psikologis dengan perilaku aktual individu. Namun hubungan antara intensitas dengan perilaku pencegahan hipertensi secara nyata pada remaja masih perlu dieksplorasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas dengan perilaku pencegahan hipertensi pada remaja di SMA N 1 Patikraja. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 206 responden siswa kelas XI SMA N 1 Patikraja. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner yang dikembangkan sendiri oleh peneliti. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman Rank untuk menguji korelasi antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja memiliki perilaku pencegahan hipertensi dalam kategori sedang. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas dengan perilaku pencegahan hipertensi pada remaja dengan nilai p-value = 0,000 (< 0,05). Nilai koefisien korelasi sebesar 0,341 menunjukkan kekuatan hubungan berada dalam kategori sedang dengan arah positif. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara intensi dengan perilaku pencegahan hipertensi pada remaja di SMA N 1 Patikraja. Semakin tinggi intensitas yang dimiliki remaja, maka semakin baik perilaku pencegahan hipertensi yang dilakukan. Meskipun demikian, perilaku ini tetap memerlukan dukungan lingkungan dan pengendalian diri agar niat dapat terwujud menjadi tindakan yang konsisten.
EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) BALITA DI PUSKESMAS BATU TAHUN 2025 Astri Nadya Wahyuni; Riana Putri Rahmawati; Ulviani Yulia Husna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56887

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi yang cukup tinggi, yaitu sekitar 34,2%. Penyakit ini bersifat mudah menular dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius, seperti pneumonia, yang merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita. Dalam praktik klinis, penggunaan antibiotik pada kasus ISPA masih sering dilakukan meskipun tidak selalu berdasarkan indikasi yang tepat. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik serta efek samping terapi, sehingga evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik menjadi penting untuk menjamin efektivitas pengobatan dan keselamatan pasien. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif retrospektif dengan memanfaatkan data rekam medis pasien balita yang terdiagnosis ISPA di Puskesmas Batu tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 72 pasien. Evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik dilakukan berdasarkan parameter ketepatan pasien, indikasi, obat, dosis, interval, dan durasi pemberian dengan menggunakan metode Gyssens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketepatan indikasi dan pemilihan obat mencapai 81,9%, ketepatan dosis dan interval sebesar 73,6%, serta ketepatan durasi pemberian sebesar 70%. Evaluasi menggunakan metode Gyssens menunjukkan bahwa 73,6% penggunaan antibiotik termasuk kategori rasional, sedangkan 5,6% tidak tepat dosis, 2,8% diberikan terlalu lama, dan 18,1% tanpa indikasi yang jelas. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar penggunaan antibiotik pada pasien ISPA balita di Puskesmas Batu telah memenuhi prinsip rasionalitas terapi. Namun, masih diperlukan peningkatan kepatuhan terhadap pedoman terapi antibiotik melalui edukasi tenaga kesehatan dan monitoring penggunaan antibiotik secara berkala guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien.
PENGARUH EDUKASI DIET DASH (DIETARY APPROACHES TO STOP HYPERTENSION) TERHADAP KEPATUHAN DIET PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIWARUGA 2026 Nisrina Nur Indah; M. Deri Ramadhan; Mumuh Muhtadin; Eny Kusmiran
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56889

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. World Health Organization (WHO) memperkirakan sekitar 1,5 miliar orang dewasa berusia 30–79 tahun akan menderita hipertensi pada tahun 2025. Di Indonesia, prevalensi hipertensi mencapai 34,1% dan menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penderita hipertensi tertinggi di dunia. Di Kabupaten Bandung Barat sendiri tercatat sebanyak 108.906 penderita hipertensi pada tahun 2024. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengendalian hipertensi adalah kepatuhan pasien terhadap pengaturan pola makan. Namun, rendahnya pengetahuan mengenai diet sering menyebabkan pasien kurang patuh dalam menjalankan diet yang dianjurkan. Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) merupakan salah satu pendekatan non-farmakologis yang direkomendasikan untuk membantu mengontrol tekanan darah. Melalui edukasi kesehatan yang tepat mengenai diet DASH, diharapkan pengetahuan dan kepatuhan pasien dalam mengatur pola makan dapat meningkat sehingga membantu pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest. Sampel sebanyak 90 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan rumus Slovin. Analisis data menggunakan uji Paired T-Test. Hasil Penelitian Menunjukkan nilai rata-rata kepatuhan sebelum intervensi sebesar 70,07 (std. devition 5.082) dan meningkat menjadi 80,70 (std. devition 7.508) setelah intervensi. Uji statistik menunjukkan p-value <0,001 (α=0,05), yang berarti terdapat peningkatan kepatuhan diet secara signifikan setelah pemberian edukasi diet DASH. Disimpulkan bahwa edukasi diet DASH yang diberikan secara terstruktur berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kepatuhan diet pada pasien hipertensi di Puskesmas Ciwaruga.
ANALISIS VITAMIN C EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) SEBAGAI GUMMY CANDY Letia Veronica Utami; Wahyuni Watora; Ratih Arum Astuti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56894

Abstract

Vitamin C merupakan vitamin yang larut dalam air dan mudah teroksidasi oleh oksigen di udara sehingga kestabilannya relatif rendah. Vitamin C tidak dapat disintesis oleh tubuh manusia sehingga pemenuhannya harus diperoleh dari asupan makanan, terutama buah-buahan. Salah satu buah yang mengandung vitamin C adalah buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Selain daging buahnya, kulit buah naga merah juga diketahui mengandung vitamin C sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber alternatif vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan vitamin C pada kulit buah naga merah serta pemanfaatannya dalam bentuk sediaan gummy candy. Penelitian ini menggunakan metode uji kualitatif perubahan warna dengan larutan kalium permanganat (KMnO₄) untuk mengidentifikasi adanya vitamin C. Ekstrak kulit buah naga merah diperoleh melalui proses maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak kemudian diformulasikan dalam bentuk sediaan gummy candy dengan tiga variasi konsentrasi, yaitu Formula I (5 gram), Formula II (10 gram), dan Formula III (15 gram). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, pengukuran pH, uji keseragaman bobot, serta uji stabilitas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ketiga formula memberikan hasil positif mengandung vitamin C yang ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi cokelat setelah penambahan KMnO₄. Evaluasi fisik menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki karakteristik organoleptik yang baik, nilai pH yang sesuai, serta keseragaman bobot yang memenuhi standar mutu sediaan. Ekstrak kulit buah naga merah hasil maserasi dengan etanol 70% terbukti mengandung vitamin C berdasarkan uji kualitatif menggunakan KMnO₄. Namun, berdasarkan evaluasi standar mutu, sediaan gummy candy yang dihasilkan belum sepenuhnya memenuhi parameter mutu yang dipersyaratkan karena menunjukkan ketidakstabilan selama penyimpanan.
PENGARUH TERAPI OKUPASI MENGGAMBAR UNTUK MENGURANGI DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI RUMAH KASIH EMAUS TAHUN 2025 Dea Fatona; Suherman Suherman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56895

Abstract

Tingginya angka depresi pada lansia di panti sosial menjadi persoalan serius yang dipicu oleh penurunan fungsi fisik, perubahan peran, serta minimnya dukungan sosial. Kondisi ini memerlukan penanganan tepat melalui aktivitas terstruktur, salah satunya melalui intervensi nonfarmakologis seperti terapi okupasi menggambar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi okupasi menggambar terhadap tingkat depresi pada lansia di Panti Sosial Rumah Kasih Emaus Tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi okupasi menggambar terhadap tingkat depresi pada lansia di Panti Sosial Rumah Kasih Emaus Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest. Jumlah sampel sebanyak 13 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Tingkat depresi diukur menggunakan instrumen Geriatric Depression Scale (GDS) sebelum dan sesudah diberikan terapi okupasi menggambar. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan (paired t-test). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat depresi pada lansia setelah diberikan terapi okupasi menggambar. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terapi okupasi menggambar terhadap penurunan tingkat depresi pada lansia di Panti Sosial Rumah Kasih Emaus Tahun 2025. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terapi okupasi menggambar berpengaruh secara signifikan dalam mengurangi tingkat depresi pada lansia. Terapi ini dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam upaya meningkatkan kesehatan mental lansia di panti sosial.
PENGARUH KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN BATU GINJAL DI RSUD HJ. ABDUL MOELOEK Tegar Praditha Erdiana; Novika Andora; Fajar Yudha
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56904

Abstract

Batu ginjal (nefrolitiasis) merupakan salah satu gangguan sistem urinaria yang sering menimbulkan nyeri hebat akibat adanya obstruksi pada saluran kemih. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pasien, tetapi juga dapat menurunkan kualitas hidup sehingga memerlukan penanganan yang tepat dan efektif. Selain terapi farmakologis, intervensi nonfarmakologis seperti kompres hangat diketahui berpotensi membantu mengurangi intensitas nyeri melalui mekanisme relaksasi otot dan peningkatan sirkulasi darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien batu ginjal di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan setelah intervensi. Kompres hangat diberikan dengan suhu 37–40°C selama 15–20 menit. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri sebelum intervensi adalah 7,47 (kategori nyeri berat), kemudian mengalami penurunan menjadi 2,33 (kategori nyeri ringan) setelah diberikan kompres hangat. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value <0,001 (p<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian kompres hangat terhadap penurunan intensitas nyeri. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kompres hangat efektif dalam menurunkan nyeri pada pasien batu ginjal dan dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang sederhana, aman, serta mudah diterapkan dalam praktik klinis untuk meningkatkan kenyamanan pasien.
PERBANDINGAN ISOMETRIC HANDGRIP EXERCISE DAN JALAN KAKI 30 MENIT TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDATON BANDAR LAMPUNG 2026 Zafira Zalsa Della; Tubagus Erwin; Anggie Stiexs
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56909

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian prematur akibat penyakit kardiovaskular dan termasuk masalah kesehatan kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang. Selain terapi farmakologis, intervensi nonfarmakologis seperti isometric handgrip exercise dan jalan kaki diketahui efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah, namun perbandingan efektivitas keduanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas isometric handgrip exercise dan jalan kaki selama 30 menit terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan pendekatan two group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedaton, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua intervensi terhadap penurunan tekanan darah, dengan nilai p pada tekanan sistolik sebesar 0,412 dan diastolik sebesar 0,137 (p > 0,05). Disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan efektivitas antara isometric handgrip exercise dan jalan kaki 30 menit dalam menurunkan tekanan darah. Meskipun demikian, kedua intervensi terbukti efektif sebagai terapi nonfarmakologis, dengan isometric handgrip exercise menunjukkan kecenderungan hasil yang lebih baik. Oleh karena itu, integrasi kedua metode ini disarankan dalam program pelayanan kesehatan untuk membantu mengontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi kardiovaskular.
PENGARUH LATIHAN RELAKSASI KACAMATA VIRTUAL REALITY TERHADAP PENGENDALIAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS WAY URANG KALIANDA LAMPUNG SELATAN Aura Dania Agustina; Resa Livia Nica; Anggie Stiexs
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56919

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi serius. Prevalensi hipertensi di Puskesmas Way Urang mengalami peningkatan jumlah pasien hipertensi pada tahun 2024 tercatat 1.745 pasien. Selain terapi farmakologis, diperlukan intervensi nonfarmakologis seperti latihan relaksasi. Pemanfaatan teknologi Virtual reality (VR) dapat menjadi inovasi dalam meningkatkan efektivitas relaksasi pada penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan relaksasi menggunakan kacamata Virtual reality terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah Puskesmas Way Urang Kalianda Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi berjumlah 917 responden dan sampel yang dipakai berjumlah 20 responden menggunakan teknik purposive sampling. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter. Data dianalisis menggunakan uji t-test karena ber distribusi normal. Rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi adalah 175,30 mmHg dan diastolik 100,80 mmHg. Setelah intervensi, rata-rata tekanan darah sistolik menurun menjadi 139,10 mmHg dan diastolik menjadi 88,50 mmHg. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p-value 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan latihan relaksasi VR terhadap penurunan tekanan darah. Latihan relaksasi menggunakan Virtual reality efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dan dapat dijadikan terapi nonfarmakologis pendukung di pelayanan primer. Disarankan Puskesmas dapat mengembangkan program relaksasi berbasis teknologi sebagai inovasi promotif dan preventif.
PENGARUH PEMBERIAN POSISI HEAD UP 30 DERAJAT TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN STROKE DI RAWAT INAP RSUD JEND. A. YANI KOTA METRO 2026 Sheilla Cristina; Tubagus Erwin; Fitri Anita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56922

Abstract

Stroke merupakan gangguan fungsi saraf akibat terganggunya aliran darah ke otak yang berdampak pada penurunan perfusi dan oksigenasi jaringan serebral. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan saturasi oksigen yang berpotensi memperburuk status neurologis pasien. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang tepat, baik farmakologis maupun non-farmakologis. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah pemberian posisi Head Up 30 derajat untuk membantu meningkatkan oksigenasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi Head Up 30 derajat terhadap saturasi oksigen pada pasien stroke di ruang rawat inap RSUD Jend. A. Yani Kota Metro. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-experimental one group pretest-posttest. Populasi berjumlah 236 pasien stroke, dengan sampel sebanyak 15 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Pengukuran saturasi oksigen dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan pulse oximetry. Analisis data meliputi uji normalitas dan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata saturasi oksigen sebelum intervensi adalah 93,67%, sedangkan setelah pemberian posisi Head Up 30 derajat meningkat menjadi 96,47%. Uji paired t-test menunjukkan nilai p-value < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara pemberian posisi Head Up 30 derajat dengan peningkatan saturasi oksigen pada pasien stroke. Simpulannya, posisi Head Up 30 derajat efektif dalam meningkatkan saturasi oksigen pada pasien stroke dan dapat dijadikan sebagai intervensi non-farmakologis dalam perawatan pasien di ruang rawat inap.
GANGGUAN SUARA PADA GURU : TINJAUAN LITERATUR TENTANG DISFONIA DAN FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI adeline sacharissa firdaus; Widya Yanti Sihotang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56929

Abstract

Gangguan suara merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang cukup sering dialami oleh guru karena profesi ini sangat bergantung pada penggunaan suara dalam proses pembelajaran. Aktivitas mengajar yang berlangsung dalam waktu lama, penggunaan suara dengan intensitas tinggi, serta kondisi kelas yang sering bising dapat meningkatkan beban kerja vokal. Gangguan suara pada guru juga dapat berdampak pada kualitas proses pembelajaran serta kinerja mengajar. Oleh karena itu diperlukan kajian yang dapat menggambarkan kejadian gangguan suara pada guru serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Artikel yang digunakan dalam literature review diperoleh melalui database PubMed dan ScienceDirect. Peneliti menggunakan kata kunci sesuai dengan topik yaitu “voice disorder”, “dysphonia”, “teacher”, dan “occupational risk”, serta memilih artikel yang tersedia dalam bentuk full text. Tahun publikasi artikel dibatasi dari tahun 2021–2025. Berdasarkan hasil penelitian dari delapan artikel tersebut menunjukkan bahwa gangguan suara pada guru cukup tinggi. Keluhan yang sering ditemukan antara lain suara serak, tenggorokan kering, dan kelelahan suara. Beberapa faktor yang berhubungan dengan gangguan suara pada guru meliputi penggunaan suara yang berlebihan, kebisingan kelas, beban mengajar yang tinggi, ukuran kelas yang besar, masa kerja, serta faktor individu seperti usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan tertentu.  Literature review ini bertujuan untuk meninjau kejadian gangguan suara pada guru serta mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang mempengaruhinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa gangguan suara pada guru cukup tinggi dan dipengaruhi oleh faktor pekerjaan, lingkungan kerja, serta faktor individu