cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP GANGGUAN PENDENGARAN, STRES KERJA DAN PRODUKTIVITAS SERTA STRATEGI MITIGASI Hamid Syahrudin; Muh. Ikhtiar; Andi Surahman Batara
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56676

Abstract

Kebisingan merupakan salah satu faktor bahaya fisik di lingkungan kerja   pembangkit   listrik   yang   berpotensi menimbulkan gangguan pendengaran, stress kerja, dan penurunan produktivitas. Paparan kebisingan jika di atas 85 dB dalam jangka panjang dapat berdampak terhadap kesehatan pekerja apabila tidak dikendalikan secara efektif. Penelitian ini juga memiliki tujuan untuk mengeksplorasi dampak kebisingan terhadap gangguan pendengaran, stres kerja, dan produktivitas serta menganalisis strategi mitigasi yang diterapkan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan terdiri dari operator mesin, teknisi maintenance, dan safety officer yang dipilih secara purposive sampling. Kemudian pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan pendekatan EMIK dan ETIK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di area mesin melebihi 85 dB dan telah dinormalisasi oleh sebagian pekerja. Dampak yang dirasakan meliputi telinga berdenging, gangguan komunikasi, kemudian kelelahan mental, dan penurunan konsentrasi kerja. Strategi mitigasi yang diterapkan berupa penggunaan alat pelindung diri dan rotasi kerja, namun implementasinya belum konsisten dan masih dominan pada pengendalian administratif. Pengendalian teknis seperti pemasangan peredam suara belum optimal. Kesimpulan pada penelitian ini adalah kebisingan berdampak secara fisiologis dan psikologis serta memengaruhi produktivitas kerja, sehingga diperlukan penguatan rekayasa teknis dan budaya keselamatan kerja.
GAMBARAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PETANI SAYUR DI DESA SEA KECAMATAN PINELENG KABUPATEN MINAHASA Jovinka M. Nebuida; Sri Seprianto Maddusa; Jeini Ester Nelwan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56682

Abstract

Keluhan muskuloskeletal menempati posisi paling dominan dalam keluhan kesehatan kerja petani. Keluhan muskuloskeletal adalah rasa tidak nyaman atau gangguan pada sistem otot dan rangka tubuh, termasuk otot, sendi, ligamen, tendon, tulang, serta struktur penunjang lainnya. Gejala yang umum dirasakan meliputi sakit, kekakuan, kesemutan, mati rasa, dan keterbatasan gerak. Kondisi ini dapat bersifat ringan hingga berat, bahkan dapat berlangsung kronis. Faktor-faktor individu termasuk jenis kelamin, usia, lama masa kerja, antropometri, status merokok, konsumsi alkohol, dan kebiasaan olahraga, serta faktor pekerjaan dan lingkungan, merupakan unsur-unsur yang berkontribusi terhadap keluhan muskuloskeletal. Gangguan muskuloskeletal yang dialami oleh petani di Desa Sea Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa menjadi fokus penelitian deskriptif ini. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain cross-sectional pada petani sayur di Desa Sea Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa pada bulan Agustus 2025 - Januari 2026. Kuesioner dan dokumen primer lainnya menyediakan sebagian besar data, sedangkan catatan yang disimpan oleh pemerintah desa menyediakan data sekunder. Analisis univariat digunakan untuk analisis. Dengan menggunakan purposive sampling, 387 individu dianggap sebagai populasi. Menurut hasil penelitian, mayoritas responden adalah laki-laki (40 dari 100, atau 51,3%), memiliki rentang usia 26–60 tahun (60 dari 100, atau 76,9%), dan telah bekerja selama lebih dari 20 tahun (55 dari 100, atau 70,5%). Dengan 68 kasus (87,2%), punggung adalah bagian tubuh yang paling sering terkena, diikuti oleh 66 kasus (84,5%) yang menyerang pinggang. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat keluhan muskuloskeletal pada petani sayur di Desa Sea.
PENGARUH PEMBERIAN MEDIA POSTER SELF-EFFICACY TERHADAP KECEMASAN MAHASISWA ANESTESI UNISA DALAM MENGHADAPI OBJECTIVE STRUDTURED CLINICAL EXAMINATION (OSCE) stevani sukma irawan; Aisyah Nur Azizah; Muhaji Muhaji
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56684

Abstract

Objective structured clinical examination (OSCE) merupakan metode evaluasi kompetensi klinik yang sering menimbulkan kecemasan pada mahasiswa, khususnya mahasiswa Keperawatan Anestesiologi. Kecemasan yang tinggi dapat memengaruhi performa akademik dan keterampilan klinik mahasiswa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan kecemasan adalah dengan meningkatkan self-efficacy melalui media edukatif seperti poster. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian media poster self-efficacy terhadap kecemasan mahasiswa anestesi Universitas Aisyiyah Yogyakarta Angkatan 2024 dalam menghadapi Objective structured clinical examination dengan menggunakan teknik probability sampling dengan jenis random sampling dengan cara acak (spin). Hasil uji Wilcoxon sign rank test didapatkan p value sebesar 0,000 (<0,05) yang artinya ada pengaruh yang signifikan antara pemberian media poster self-efficacy terhadap kecemasan mahasiswa anestesi Universitas Aisyiyah Yogyakarta Angkatan 2024 dalam menghadapi objective structured clinical examination
OPTIMALISASI POSISI SEMIFOWLER 15° PARAMETER HEMODINAMIK PASIEN CHF DENGAN SYOK KARDIOGENIK DAN ASCITES DI MAUMERE Autensia Juliana; Yuliana Pitang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56701

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF ), merupakan kondisi gagal jantung yang menyebabkan penurunan curah jantung, kongesti jaringan, dan berisiko menjadi syok kardiogenik serta penurunan kesadaran (Decrease of Consciousness/DOC). Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi posisi semifowler 150 terhadap perubahan parameter hemodinamik pada pasien CHF dengan syok kardiogenik dan ascites di ruang ICU RSUD dr. T.C. Hillers Maumere. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan satu subjek, Ny. M.K.B, perempuan 68 tahun,  diagnosis CHF NYHA III–IV, penurunan kesadaran, syok kardiogenik, dan ascites. Data dikumpulkan melalui pengkajian fisik, wawancara keluarga, observasi tanda vital, pemantauan hemodinamik, dan dokumentasi rekam medis. Hasil pengkajian  pasien tampak sakit berat  GCS E3V3M4 tekanan darah 71/41 mmHg, MAP 51 mmHg, nadi lemah, CRT >4 detik, edema pitting +3, ascites, dyspnea, akral dingin,  aritmia pada EKG. Masalah keperawatan  adalah penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan afterload dan kontraktilitas jantung. Kondisi ini ditandai oleh hipotensi, nadi perifer lemah, edema, dyspnea, perubahan irama jantung, penurunan kesadaran, akral dingin, CRT memanjang, menunjukkan adanya gangguan perfusi jaringan akibat penurunan kemampuan jantung dalam memompa darah secara adekuat. Intervensi keperawatan mandiri (pengaturan posisi semifowler 15°), belum menunjukkan hasil yang maksimal, maka diperlukan tindakan kolaboratif (pemberian vasopressor norephinefrin 0,2 mcg/jam dan dobutamin 5 mcg/jam). Evaluasi  menunjukkan  pengaturan posisi semifowler 15 0 dan tindakan kolaboratif pemberian vasopressor dapat mempertahankan perfusi jaringan dan perbaikan hemodinamik. Penerapan Evidence-Based Nursing (EBN) menegaskan bahwa kombinasi intervensi mandiri dan kolaboratif diperlukan untuk mempertahankan perfusi jaringan dan stabilitas hemodinamik pasien CHF dengan syok kardiogenik.
HUBUNGAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN TINGKAT STRES MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN DALAM MENYUSUN SKRIPSI DI INSTITUT KESEHATAN RAJAWALI TAHUN 2026 Rani Susilowati; M. Deri Ramadhan; Ahmad Arifin; Istianah Istianah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56705

Abstract

Stres merupakan respon psikologis yang sering dialami mahasiswa tingkat akhir, terutama saat menyusun skripsi yang menuntut penyelesaian tepat waktu, revisi berulang, serta kemampuan akademik yang optimal. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan mental dan penurunan produktivitas mahasiswa. Salah satu faktor eksternal yang diduga berperan dalam menurunkan tingkat stres adalah dukungan teman sebaya. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan teman sebaya dengan tingkat stres mahasiswa keperawatan dalam menyusun skripsi. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 273 mahasiswa keperawatan tingkat akhir yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dukungan teman sebaya diadopsi oleh Qonita Rohmah, 2017 dan kuesioner tingkat stress di adaopsi oleh Azahra, 2017. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki dukungan teman sebaya dalam kategori baik dan tingkat stres dalam kategori sedang. uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan tingkat stres mahasiswa. Mahasiswa dengan dukungan teman sebaya yang rendah cenderung memiliki tingkat stres yang lebih tinggi. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan teman sebaya dengan tingkat stres. Disarankan penelitian ini dapat menyediakan program pendampingan dan layanan konseling bagi mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, guna membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa.
STRATEGI ANTIOKSIDAN DALAM MENEKAN STRESS OKSIDATIF : BUKTI PRE-KLINIS DAN KLINIS Sri Octa Handayani; Shellya Puti Sudesty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56709

Abstract

ABSTRAK Stres oksidatif merupakan kondisi ketidakseimbangan antara produksi spesies oksigen reaktif (reactive oxygen species/ROS) dan kapasitas sistem antioksidan endogen yang berperan penting dalam patogenesis berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit metabolik, kardiovaskular, neurologis, dan inflamasi. Kondisi ini berkontribusi terhadap kerusakan biomolekul seperti lipid, protein, dan DNA, yang pada akhirnya mempercepat progresivitas penyakit serta menurunkan fungsi seluler. Oleh karena itu, pengendalian stres oksidatif menjadi salah satu target penting dalam upaya pencegahan dan terapi penyakit kronis. Berbagai strategi berbasis antioksidan telah dikembangkan untuk menekan akumulasi ROS serta memperbaiki keseimbangan redoks seluler. Artikel ini bertujuan untuk meninjau dan mensintesis bukti ilmiah terkait efektivitas intervensi antioksidan dalam menekan stres oksidatif berdasarkan studi pra-klinis dan klinis terkini. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan penelusuran artikel melalui basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar pada rentang tahun 2020-2026. Sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai senyawa antioksidan, seperti resveratrol, astaxanthin, N-acetylcysteine, melatonin, serta antioksidan yang menargetkan mitokondria, secara konsisten mampu menurunkan biomarker stres oksidatif, termasuk malondialdehyde (MDA) dan ROS, serta meningkatkan kapasitas antioksidan endogen seperti superoxide dismutase (SOD), glutathione peroxidase (GPx), dan total antioxidant capacity (TAC). Selain itu, beberapa studi juga melaporkan perbaikan parameter klinis yang berkaitan dengan inflamasi dan fungsi metabolik. Secara keseluruhan, strategi antioksidan menunjukkan potensi signifikan sebagai pendekatan terapeutik komplementer dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit terkait stres oksidatif, meskipun diperlukan penelitian lanjutan untuk mengonfirmasi efektivitas jangka panjang dan keamanan penggunaannya.
HUBUNGAN PERILAKU CARING MAHASISWA KEPERAWATAN BERDASARKAN TEORI JEAN WATSON DENGAN KESIAPAN DAN PENGALAMAN PRAKTIK KLINIS DI RUMAH SAKIT TAHUN 2025 Risha Irdati Saniyyah; Eny Kurmiran; Arieni Ramadhan; Istianah Istianah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56719

Abstract

Perilaku caring merupakan inti dari praktik keperawatan yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta hubungan terapeutik antara perawat dan pasien. Namun, implementasi perilaku caring dalam praktik keperawatan masih belum optimal dan perlu ditanamkan sejak masa pendidikan keperawatan. Kesiapan serta pengalaman praktik klinik mahasiswa juga menjadi faktor penting yang memengaruhi pembentukan perilaku profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku caring mahasiswa keperawatan berdasarkan teori Jean Watson dengan kesiapan dan pengalaman praktik klinik di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional melalui metode cross-sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa Program Profesi Ners di Institut Kesehatan Rajawali sebanyak 214 mahasiswa, dengan sampel 72 responden yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Caring Behavior Inventory (CBI-24), Clinical Learning Environment, Supervision and Nurse Teacher (CLES+T), dan Clinical Learning Environment Inventory (CLEI-19). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku caring kategori baik (93,1%), kesiapan praktik klinik sangat efektif (56,9%), serta pengalaman praktik klinik positif (98,6%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku caring dengan kesiapan praktik klinik (p = 0,002) dan pengalaman praktik klinik (p < 0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku caring yang baik berhubungan dengan meningkatnya kesiapan serta pengalaman praktik klinik yang lebih positif pada mahasiswa keperawatan.
PENGARUH TERAPI KOGNITIF TERHADAP INSIDEN POST INTENSIVE CARE SYNDROME (PICS) DOMAIN KOGNITIF PADA PASIEN DI RUANG ICU RSUD WELAS ASIH Rustandi B; Nurhayati N; Haryanto MS; Istianah Istianah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56735

Abstract

Kemajuan pelayanan di Intensive Care Unit (ICU) telah meningkatkan angka kelangsungan hidup pasien kritis, namun menimbulkan masalah jangka panjang berupa Post Intensive Care Syndrome (PICS), terutama gangguan kognitif yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Prevalensi PICS pada pasien pasca ICU masih cukup tinggi dan meningkat seiring bertambahnya jumlah pasien kritis. Di RSUD Welas Asih, skrining PICS serta intervensi stimulasi kognitif belum dilakukan secara rutin sehingga risiko gangguan kognitif belum tertangani secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai terapi kognitif sebagai upaya untuk mengurangi insiden PICS pada pasien ICU. Untuk mengetahui Pengaruh Terapi Kognitif Terhadap Insiden Post Intensive Care Syndrome (PICS) Domain Kognitif Di Ruang ICU RSUD Welas Asih. menggunakan metode kuasi eksperimen dengan menggunakan kelompok kontrol. Pemberian terapi kognitif pada pasien ICU terbukti berpengaruh terhadap insiden Post Intensive Care Syndrome (PICS) domain kognitif dan menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah perlakuan diberikan. Terapi kognitif berpengaruh meningkatkan fungsi kognitif dan menurunkan insiden Post Intensive Care Syndrome (PICS) pada pasien ICU, serta menunjukkan perbedaan bermakna dibandingkan perawatan standar.
FAKTOR YANG BERPERAN DALAM PEMANFAATAN LAYANAN KUNJUNGAN NIFAS DI INDONESIA : LITERATURE REVIEW Tanti Widyastuti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56746

Abstract

Masa nifas merupakan fase krusial dalam siklus kesehatan reproduksi ibu pasca persalinan karena pada periode ini ibu rentan mengalami berbagai komplikasi yang dapat berdampak pada kesehatan dan keselamatan. Oleh karena itu, pelayanan kesehatan pada masa nifas menjadi penting untuk mendeteksi dini dan mencegah terjadinya komplikasi. Tetapi di sisi lain, cakupan pelayanan kesehatan ibu, khususnya kunjungan nifas lengkap (KF lengkap) di Indonesia berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia hanya mencapai 77,63% pada tahun 2024, angka tersebut menurun dibandingkan dengan tahun 2023 sebesar 85,7%. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemanfaatan layanan kunjungan nifas masih belum optimal dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai faktor yang berperan dalam pemanfaatan layanan kunjungan nifas. Metode yang digunakan adalah literature review dengan penelususran artikel ilmiah melalui database jurnal online seperti Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Pencarian artikel dilakukan menggunakan kata kunci yaitu “kunjungan nifas”, “pelayanan nifas”, dan “postnatal care”. Kriteria inklusi meliputi artikel tahun 2021-2025, tersedia full text, dan dilakukan di Indonesia. Sebanyak sepuluh artikel dianalisis dalam penelitian ini. Hasil telaah artikel menunjukkan bahwa pemanfaatan layanan kunjungan nifas dipengaruhi oleh berbagai faktor, meliputi karakteristik ibu, pengetahuan dan sikap ibu, dukungan keluarga, akses terhadap fasilitas kesehatan, dan peran tenaga kesehatan. Simpulan penelitian ini menengaskan bahwa peningkatan pemanfaatan layanan kunjungan nifas memerlukan upaya komprehensif melalui peningkatan pengetahuan ibu, penguatan dukungan keluarga, serta peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan agar kesehatan ibu pada masa nifas dapat terpantau secara optimal.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI DESA MANTREN KABUPATEN MAGETAN Cholifatul Solikah; Ahmad Suriyadi Muslim; Bintari Tri Sukoharjanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56753

Abstract

Perilaku penggunaan antibiotik yang tidak sesuai, seperti memperoleh antibiotik tanpa resep dokter, menghentikan penggunaan sebelum waktunya, serta menggunakan antibiotik untuk penyakit yang tidak memerlukan terapi antibiotik, masih sering ditemukan di masyarakat. Permasalahan ini juga terjadi di wilayah pedesaan seperti Desa Mantren, Kabupaten Magetan, yang diduga berkaitan dengan keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai fungsi, indikasi, serta cara penggunaan antibiotik yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan perilaku penggunaan antibiotik di Desa Mantren, Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, meliputi kuesioner tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai antibiotik sebagian besar berada pada kategori baik (42%), sedangkan perilaku penggunaan antibiotik didominasi oleh kategori cukup (66%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik (p = 0,560; r = 0,059). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan tidak selalu diikuti dengan perubahan perilaku penggunaan antibiotik, sehingga diperlukan intervensi lain seperti edukasi berkelanjutan dan pengawasan penggunaan antibiotik di masyarakat.