cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
TREN PENJUALAN OBAT DISPEPSIA : PERIODE SEBELUM, SAAT, DAN SETELAH RAMADHAN Fawwaz Aqila Putri; Lina Permatasari; Amira Amira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57018

Abstract

Dispepsia merupakan salah satu gangguan saluran cerna yang dapat dipengaruhi oleh peruban pola makan selama bulan Ramadhan. Perubahan waktu makan, konsumsi makanan berlemak, pola tidur yang berubah, serta kebiasaan makan berlebihan saat berbuka berpotensi meningkatkan keluhan dispepsia dan memengaruhi penggunaan obat di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penjualan obat dispepsia pada periode sebelum, saat, dan setelah Ramadhan di Apotek X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis observasional deskriptif menggunakan data penjualan obat dispepsia di Apotek X, Pulau Lombok, pada periode Februari hingga April 2025. Sampel penelitian ditentukan secara purposive sampling meliputi golongan antasida, H2 bloker, dan Proton Pump Inhibitor (PPI). Data diperoleh dari sistem pencatatan penjualan obat secara elektronik dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjualan obat dispepsia meningkat dari 33,3% sebelum Ramadhan menjadi 38,2% saat Ramadhan, kemudian menurun menjadi 28,5% setelah Ramadhan. Golongan antasida merupakan obat yang paling banyak terjual pada seluruh periode pengamatan, karena efeknya yang cepat, mudah diperoleh, dan harganya terjangkau. Penjualan antasida meningkat dari 727 unit menjadi 788 unit saat Ramadhan, kemudian menurun menjadi 495 unit setelah Ramadhan. Penjualan PPI meningkat dari 383 unit menjadi 455 unit saat Ramadhan, sedangkan H2 bloker meningkat dari 106 unit menjadi 165 unit setelah Ramadhan. Temuan ini menyimpulkan bahwa terdapat perubahan tren penjualan obat dispepsia selama periode Ramadhan, sehingga penting bagi apotek untuk melakukan perencanaan stok obat dan edukasi penggunaan obat secara rasional.
FACTORS ASSOCIATED WITH STROKE PREVALENCE IN URBAN AND RURAL AREAS OF INDONESIA : AN ANALYSIS OF THE 2023 INDONESIAN HEALTH SURVEY Yesalia Septia Sari; Muhammad Syukri; Rd. Halim; Adelina Fitri; Herman Herman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57021

Abstract

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa distribusi faktor risiko stroke dapat berbeda-beda antarwilayah geografis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stroke pada penduduk usia ≥15 tahun di wilayah perkotaan dan perdesaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional berdasarkan data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 yang mencakup 638.178 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan complex sampling, uji chi-square, dan regresi logistik multivariat untuk menghasilkan adjusted prevalence odds ratio (adj POR) beserta 95% confidence interval (CI). Prevalensi stroke secara keseluruhan adalah 0,8%, dengan prevalensi lebih tinggi di daerah perkotaan (1,0%) dibandingkan daerah perdesaan (0,6%). Pada populasi perkotaan, faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan stroke meliputi usia lanjut (≥75 tahun: adj POR 1,96; 95% CI: 1,29–2,98; 65–74 tahun: adj POR 3,44; 95% CI: 2,67–4,45; 55–64 tahun: adj POR 3,22; 95% CI: 2,56–4,04), hipertensi (adj POR 15,9; 95% CI: 12,7–20,01), diabetes melitus (adj POR 2,23; 95% CI: 1,74–2,85), penyakit jantung (adj POR 2,26; 95% CI: 1,67–3,06), aktivitas kurang (adj POR 1,51; 95% CI: 1,19–1,91), dan merokok (setiap hari: adj POR 1,42; 95% CI: 1,16–1,74; tidak setiap hariq: adj POR 1,40; 95% CI: 1,02–1,92). Pada populasi perdesaan, faktor-faktor yang berhubungan signifikan meliputi usia lanjut (≥75 tahun: adj POR 4,36; 95% CI: 2,45–8,73; 65–74 tahun: adj POR 3,64; 95% CI: 2,16–5,99; 55–64 tahun: adj POR 3,19; 95% CI: 2,36–4,31), hipertensi (adj POR 17,4; 95% CI: 11,7–25,8), diabetes melitus (adj POR 2,01; 95% CI: 1,33–3,06), penyakit jantung (adj POR 2,23; 95% CI: 1,32–3,76), aktivitas fisik kurang (adj POR 1,64; 95% CI: 1,14–2,35), dan merokok tidak setiap hari (adj POR 2,30; 95% CI: 1,48–3,57).
DETERMINANTS OF COMPLETE ANTENATAL CARE VISITS IN INDONESIA : A CROSS-SECTIONAL ANALYSIS OF THE 2023 INDONESIAN HEALTH SURVEY Rahma Anelia Pulungan; Muhammad Syukri; Helmi Suryani Nasution; Adelina Fitri; Herman Herman
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57022

Abstract

Cakupan kunjungan Antenatal Care (ANC) lengkap (K6) di Indonesia masih sangat rendah yaitu 17,6% jauh dibawah target Standar Pelayanan Minimal (SPM) 100%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan Antenatal Care (ANC) lengkap di Indonesia. Studi ini menggunakan desain analisis data sekunder cross-sectional berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Sebanyak 23.007 ibu hamil dimasukkan dalam analisis. Data dianalisis menggunakan analisis regresi logistik univariat, bivariat, dan multivariat dengan mempertimbangkan desain survei yang kompleks dan bobot sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kunjungan ANC lengkap berhubungan dengan usia (p =0,034; Adj PR = 2,7; 95% CI: 1,1-6,6), tingkat pendidikan (p =0,001; Adj POR = 1,8 ; 95% CI : 1,2-2,8), status pekerjaan  (p < 0,001; Adj POR = 2,5 ; 95% CI : 2,2-2,8), paritas (P < 0,001; Adj POR = 1,4 ; 95% CI : 1,2-1,8), sosial ekonomi (p < 0,001; Adj POR = 1,8 ; 95% CI : 1,3-2,3), kepemilikan asuransi kesehatan (p < 0,001; Adj POR = 4,5 ; 95% CI : 3,5-5,9), waktu tempuh ke faskes (p = 0,021; Adj POR = 1,2 ; 95% CI : 1,0 - 1,4), area tempat tinggal (p = 0,002; Adj POR = 1,2; 95% CI : 1,0-1,4), dan dukungan pendampingan kelas ibu hamil oleh suami atau keluarga (p < 0,001; Adj POR = 1,2 ; 95% CI: 1,1-1,4). Kepemilikan asuransi kesehatan merupakan faktor terkuat yang berhubungan dengan kunjungan ANC lengkap. Oleh karena itu, intervensi untuk memperluas dan mengoptimalkan cakupan program asuransi kesehatan pemerintah harus berfokus pada pengurangan hambatan akses dan penguatan dukungan sosial dan ekonomi bagi ibu hamil untuk meningkatkan cakupan ANC lengkap.
SENAM JANTUNG MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANJUT USIA DENGAN HIPERTENSI Lutfiatun Nayyiroh; Eni Kusyati; Shindi Hapsari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57032

Abstract

Proses penuaan yang menyebabkan penurunan fungsi organ tubuh, termasuk sistem kardiovaskuar, sehingga daya tahan tubuh terhadap faktor risiko penyakit menjadi berkurang. Aktivitas fisik yang rendah pada lansia menyebabkan   peningkatan berat badan dan penumpukan lemak tubuh, yang dapat memicu resistensi insuin dan meningkatkan tekanan darah. Komplikasi hipertensi dapat merusak sistem kardiovaskuar, terutama jantung dan pembuuh darah. Kondisi ini dapat diperburuk dengan bertambahnya usia. Penelitian ini bertujuan untuk menganaisis pengaruh senam jantung terhadap tekanan darah pada lanjut usia (lansia)  hipertensi. Metodologi : Jenis penelitian adaah kuantitatif dengan pendekatan quasi experimenta dan rancangan one group pretest–posttest. Popuasi adaah lansia dengan hipertensi yang tergabung daam posyandu lansia. Sampel penelitian berjumlah 35 lansia penderita hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara tekanan darah sebelum dan setelah senam jantung (p < 0,05). Rata-rata penurunan tekanan darah sistolik sebesar 4,31 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 7,88 mmHg dengan nilai pv = 0,000, sehingga  Ha diterima. Simpuan : Senam jantung yang dilakukan 4 kai selama dua minggu berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi. Diharapkan senam jantung dapat dilaksanakan secara rutin dan terprogram di Posyandu Lansia sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif.
INOVASI PATIENT SAFETY MELALUI HFMEA LAYANAN GERIATRI DI RSUD DAYA KOTA MAKASSAR Nurul Tasya Amalia D; Nurmiati Muchlis; Sumiaty Sumiaty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57036

Abstract

Pelayanan kesehatan pada pasien geriatri memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi sehingga memerlukan pendekatan keselamatan pasien yang lebih adaptif dan spesifik. Lansia memiliki kerentanan terhadap berbagai risiko klinis seperti kesalahan identifikasi, polifarmasi, risiko jatuh, serta keterlambatan pelayanan. Namun, sistem keselamatan pasien yang ada masih cenderung bersifat umum dan reaktif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi titik kritis kegagalan (failure modes) serta mengembangkan inovasi keselamatan pasien melalui pendekatan Healthcare Failure Mode and Effects Analysis (HFMEA) pada layanan geriatri di RSUD Daya Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode HFMEA. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap 8 informan yang terdiri dari staf komite mutu, tenaga kesehatan, serta pasien lansia. Analisis dilakukan dengan memetakan alur pelayanan, mengidentifikasi potensi kegagalan pada setiap tahapan, serta menilai tingkat risiko untuk menentukan prioritas perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa titik kritis risiko utama, yaitu pada tahap asesmen awal yang belum konsisten terutama dalam skrining risiko jatuh, proses farmasi dengan potensi polifarmasi tanpa medication review yang sistematis, sistem identifikasi pasien yang masih memiliki kendala, serta waktu tunggu pelayanan yang berpotensi meningkatkan kelelahan dan risiko klinis. Risiko polifarmasi dan risiko jatuh menjadi prioritas utama yang memerlukan intervensi segera. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan HFMEA efektif dalam mengidentifikasi risiko laten secara proaktif sebelum terjadi insiden.
EFEKTIVITAS TEKNIK PURSED LIP BREATHING DAN POSISI SEMI-FOWLER PADA PASIEN TB Fany Fadilla; Isabel Eleonora Cara; Dewi Prabawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57038

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi kronis yang masih menjadi masalah kesehatan global, terutama di negara berkembang, dan sering menimbulkan gangguan respirasi. Manifestasi klinis yang umum ditemukan meliputi penurunan saturasi oksigen (SpO₂), peningkatan frekuensi napas, serta kesulitan dalam pengeluaran sputum akibat akumulasi sekret di saluran pernapasan. Kondisi tersebut memerlukan intervensi yang tepat, tidak hanya secara farmakologis tetapi juga nonfarmakologis, guna mengoptimalkan ventilasi paru dan meningkatkan bersihan jalan napas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknik Pursed Lip Breathing (PLB) dan posisi semi-Fowler terhadap status respirasi pada pasien TB paru. Metode yang digunakan adalah desain studi kasus deskriptif pada dua pasien, yaitu Tn. S dan Tn. J, yang dirawat di ruang rawat inap. Intervensi berupa kombinasi teknik PLB dan posisi semi-Fowler diberikan selama tiga hari berturut-turut. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung sebelum dan sesudah intervensi menggunakan lembar monitoring status respirasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan saturasi oksigen pada kedua pasien, yaitu dari 87% menjadi 96% pada Tn. S dan dari 92% menjadi 98% pada Tn. J. Selain itu, terjadi penurunan frekuensi pernapasan hingga mencapai batas normal, berkurangnya keluhan sesak napas, peningkatan kemampuan batuk efektif, serta sputum yang lebih encer dan mudah dikeluarkan. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi PLB dan posisi semi-Fowler efektif dalam meningkatkan status respirasi pada pasien TB paru.
PENGARUH HANDGRIP ADJUSTABLE DAN SLOW DEEP BREATHING TERHADAP TEKANAN DARAH LANSIA HIPERTENSI Komang Ayu Triyanti; I Made Sundayana; Qamariyah Qamariyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57069

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi medis yang umum terjadi pada lansia akibat penurunan alami fungsi sistem kardiovaskular. Penanganan hipertensi lansia dapat dilakukan secara non-farmakologis, yaitu dengan terapi latihan isometric handgrip dan slow deep breathing. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi latihan isometric dengan  alat handgrip adjustable dan  relaksasi slow deep breathing terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasy eksperimen dengan pendekatan two group pretest-postest design melibatkan 42 responden yag dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 21 responden, dengan metode total sampling. Intervensi dilakukan pada kelompok intervensi dilakukan 5 hari berturut-turut, dengan durasi 3 menit terapi handgrip, dan 15 menit slow deep breathing, sedangkan pada kelompok kontrol hanya menjalani pengukuran tekanan darah tanpa menerima perlakuan. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi, kuisioner uji validitas, dan analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Rank dan Mann Whitney pada SPPS 26. Hasil  analisis bivariat Wilcoxon Rank pada kelompok intervensi p valuenya semua < 0,05, sedangkan pada kelompok kontrol p-value > 0,05 sedangkan hasil uji Mann Whitney  pada terapi handgrip didapatkan p-value = 0,001 < 0,05, dan pada terapi slow deep breathing 0,037 < 0,05 sehingga terdapat penurunan signifikan tekanan darah sebelum dan setelah diberikan intervensi. Dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan terapi latihan isometric handgrip dan slow deep breathing terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.
HUBUNGAN INTENSITAS SCREEN TIME SEBELUM TIDUR DENGAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA PERTENGAHAN DI SMA NEGERI 2 CIKARANG UTARA Aini Nafisatul Ummah; Aprilina Sartika; Previarsi Rahayu; Ananda Patuh Padaallah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57077

Abstract

Remaja usia pertengahan termasuk kelompok yang rentan mengalami gangguan tidur karena adanya perubahan gaya hidup. Salah satunya yaitu kebiasaan yang sering terjadi adalah penggunaan waktu layar (screen time) sebelum tidur. Paparan cahaya dari layar gadget pada malam hari menghambat produksi hormon melatonin, sehingga berpotensi menurunkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara screen time sebelum tidur dengan kualitas tidur pada remaja usia pertengahan di SMA Negeri 2 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendektan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari remaja berusia 14-16 tahun yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 80 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner screen time sebelum tidur dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki kebiasaan menggunakan gadget sebelum tidur serta mengalami kualitas tidur yang kurang baik. Hasil uji chi-square menunjukan nilai p-value sebesar 0.012 (p <0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara screen time sebelum tidur dengan kualitas tidur pada remaja usia pertengahan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa screen time sebelum tidur berhubungan dengan kualitas tidur remaja di SMA Negeri 2 Cikarang Utara. Oleh karena itu, remaja diharapkan dapat membatasi screen time sebelum tidur agar kualitas tidurnya menjadi lebih baik.
DIABETES MELITUS SEBAGAI PENYAKIT SISTEMIK : FAKTOR RISIKO, PENGENDALIAN GLIKEMIK, DAN SPEKTRUM KOMPLIKASI KLINIS : A SYSTEMATIC REVIEW I Gusti Ayu Agung Adelia Maharani; Ni Luh Putu Pranena Sastri; I Gde Pramana Gangga Bendesa; Daud Hasangapon Karsen Purba; Putu Masayu Cahyaning Lestari; Made Yuda Rindawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57078

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronik yang bersifat sistemik, dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dan berhubungan dengan spektrum komplikasi klinis yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis bukti ilmiah terkini mengenai faktor risiko, pengendalian glikemik, serta implikasinya terhadap diabetes melitus sebagai penyakit sistemik. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan penelusuran artikel ilmiah melalui basis data Scopus, PubMed, dan Google Scholar. Artikel yang dikurasi dipilih berdasarkan kriteria inklusi publikasi penelitian yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025, relevan dengan diabetes melitus tipe 2, faktor risiko, dan kontrol glikemik. Hasil telaah menunjukkan bahwa diabetes melitus terutama tipe 2 dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, usia, obesitas, hipertensi, dislipidemia, kurang aktivitas fisik, stres, dan merokok. Pengendalian glikemik berperan sentral dalam memengaruhi luaran klinis dan mencerminkan keterlibatan multi-sistem, termasuk sistem vaskular, ginjal, metabolik, dan perilaku. Berbagai pendekatan, seperti terapi farmakologis, teknologi pemantauan glukosa, modifikasi gaya hidup, dan intervensi multidisipliner, berkontribusi terhadap keberhasilan kontrol glikemik. Simpulan tinjauan ini menegaskan bahwa pengelolaan diabetes melitus memerlukan pendekatan holistik dan terintegrasi untuk mencegah komplikasi dan memperbaiki luaran jangka panjang.
PENGETAHUAN PENYAKIT KARDIOVASKULAR MELALUI IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR RISIKO PADA MASYARAKAT DEWASA : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW I Komang Nirartha Nusaryanda; Made Budiawan; Pande Bagus Andhika Maharthanegara; Tjokorda Prawira Putra Pemayun5; Ni Made Mirah Candrawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57079

Abstract

Penyakit kardiovaskular terus menjadi isu kesehatan global, termasuk di Indonesia. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan pada tingkat penyakit, ketidakmampuan, serta beban sosial ekonomi. Oleh karena itu, penting untuk mengenali berbagai faktor risiko demi mencegah dan mengendalikan penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang terkait dengan penyakit kardiovaskular. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR). Tinjauan dilakukan terhadap delapan artikel nasional yang diterbitkan antara 2021 hingga 2025 dan mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan perilaku, kondisi klinis, serta faktor sosial dan demografis. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor risiko yang paling umum termasuk pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta kondisi klinis seperti tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan gangguan lipid. Selain itu, faktor usia lanjut, obesitas, dan riwayat keluarga dengan penyakit jantung juga berkontribusi. Beberapa faktor risiko dapat dimodifikasi, sehingga langkah intervensi melalui penyuluhan kesehatan, perubahan gaya hidup, dan pengelolaan farmakologis yang tepat sangat diperlukan untuk mengurangi angka kejadian serta dampak jangka panjang dari penyakit kardiovaskular.