cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
PENGARUH KOMBINASI SLOW DEEP BREATHING, DZIKR, DAN AROMATERAPI TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA DENGAN DIABETES MELITUS Syakira Nahranaziza Putri Pramono; Wulan Noviani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57901

Abstract

Lansia dengan Diabetes Melitus (DM) sering mengalami gangguan kualitas tidur yang disebabkan oleh fluktuasi kadar gula darah, stres psikologis, dan gejala neuropati. Gangguan tidur pada lansia DM dapat memperburuk kontrol glikemik dan menurunkan kualitas hidup secara signifikan. Intervensi non-farmakologis seperti teknik relaksasi dan aromaterapi menjadi pilihan aman untuk mengatasi masalah ini tanpa efek samping obat jangka panjang. Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi slow deep breathing, dzikir, dan aromaterapi lavender terhadap peningkatan kualitas tidur pada lansia dengan Diabetes Melitus. Desain studi kasus dengan pendekatan pretest and posttest pada dua orang lansia perempuan berusia 67 dan 68 tahun dengan riwayat DM tipe 2 yang mengalami gangguan tidur. Intervensi kombinasi diberikan selama 7 hari berturut-turut, terdiri dari teknik slow deep breathing 4-7-8 yang dipadukan dengan dzikir pada fase ekspirasi selama 10 menit, dilanjutkan dengan inhalasi aromaterapi lavender selama 10 menit. Kualitas tidur diukur menggunakan instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor PSQI pada kedua partisipan. Partisipan 1 (67 tahun) mengalami penurunan skor dari 13 menjadi 7, sedangkan partisipan 2 (68 tahun) mengalami penurunan skor dari 15 menjadi 8. Kombinasi slow deep breathing, dzikir, dan aromaterapi lavender efektif dalam meningkatkan kualitas tidur lansia dengan DM. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai terapi komplementer mandiri untuk mengatasi gangguan tidur pada lansia DM.
GAMBARAN PERSONAL HYGIENE SISWA SEKOLAH DASAR TERKAIT UPAYA PENCEGAHAN KECACINGAN DI SD DARMA BANGSA BANDAR LAMPUNG Putri Damayanti; Nur Bebi Ulfah Irawati; Ayu Tiara Fitri; Eka Putri Rahmadhani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57906

Abstract

Infeksi cacing yang disebabkan oleh Soil Transmitted Helminth (STH) masih menjadi isu kesehatan pada anak usia sekolah dasar, terutama terkait minimnya praktik penerapan personal hygiene. Anak-anak memiliki risiko terinfeksi kecacingan dikarenakan memiliki aktivitas yang sering kontak langsung dengan tanah serta belum optimalnya kebiasaan hidup bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran personal hygiene pada siswa sekolah dasar sebagai upaya preventif kecacingan di SD Darma Bangsa Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas III dan IV dengan jumlah sampel sebanyak 95 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Variabel penelitian ini adalah personal hygiene yang terdiri dari kebiasaan mencuci tangan, penggunaan alas kaki, dan kebersihan kuku. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki kebiasaan mencuci tangan yang cukup baik, seperti mencuci tangan dengan air mengalir (87,4%) dan setelah bermain (81%), namun kebiasaan mencuci tangan sebelum makan masih rendah (31,6%). Sebanyak 55,8% siswa selalu menggunakan alas kaki, dan 73,7% memiliki kuku pendek dan bersih. Secara umum, personal hygiene siswa tergolong cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa perilaku yang berisiko. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa personal hygiene siswa sudah cukup baik, namun perlu peningkatan edukasi dan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama dalam mencuci tangan sebelum makan, untuk mencegah kecacingan.
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN TERAPI DIETARY APPROACHES TO STOP HYPERTENSION (DASH) PADA PENDERITA HIPERTENSI Riska Belasari; Nurul Nisah; Rita Zahara
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57909

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah. Salah satu metode non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah yaitu menerapkan terapi Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH). Terapi diet ini menekankan konsumsi tinggi sayur, buah, gandum utuh, protein rendah lemak, serta membatasi garam, gula dan lemak jenuh yang bertujuan untuk menerapkan pola makan sehat sehingga menurunkan tekanan darah tinggi. Tujuan studi kasus penelitian ini yaitu untuk melaksanakan asuhan keperawatan keluarga dengan terapi DASH pada penderita hipertensi. Jenis penelitian ini yaitu metode studi kasus pada satu subjek yaitu Ny. J pasien hipertensi meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 3 s/d 8 November 2025 di Gampong Gue Kecamatan Kutabaro Kabupaten Aceh Besar. Asuhan keperawatan yang diberikan yaitu penerapan terapi DASH pada penderita hipertensi selama 6 hari. Pemantauan evaluasi asuhan keperawatan dilakukan sebelum dan sesudah penerapan terapi DASH pada penderita hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asuhan keperawatan keluarga pada Ny. J pasien hipertensi dengan penerapan terapi DASH didapatkan adanya penurunan tekanan darah yang signifikan yaitu sebelum diberikan terapi pada hari pertama yaitu 180/100 mmHg dan sesudah diberikan terapi pada hari keenam yaitu 140/85 mmHg. Kesimpulan penelitian yaitu asuhan keperawatan keluarga pada Ny. J dengan terapi DASH pada penderita hipertensi efektif untuk menurunkan tekanan darah.
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA REKAM MEDIS MENGGUNAKAN METODE WISN DI RUMAH SAKIT JUANDA Atikah Shobrina; Bambang Karmanto; Maula Ismail Mohammad; Lina Khasanah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57910

Abstract

Ketersediaan sumber daya manusia yang memadai menjadi hal penting bagi rumah sakit dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan, termasuk di unit rekam medis. Beban kerja yang tidak seimbang dapat memengaruhi kinerja petugas dan kualitas pelayanan. Berdasarkan hasil wawancara, petugas rekam medis di Rumah Sakit Juanda menghadapi tuntutan pekerjaan yang tinggi, termasuk tugas tambahan di luar uraian kerja. Keterbatasan tenaga menyebabkan perangkapan tugas, penumpukan pekerjaan, serta keterlambatan dan penurunan ketelitian. Hingga tahun 2025, kesesuaian jumlah tenaga kerja dengan beban kerja aktual berdasarkan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN) belum diketahui. Penelitian ini bertujuan menganalisis beban kerja dan menentukan kebutuhan tenaga kerja petugas rekam medis. Penelitian menggunakan desain deskriptif kombinasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh petugas unit rekam medis, dengan sampel dua orang yang dipilih secara purposive mewakili sub-unit pengelolaan rekam medis dan filing. Data dikumpulkan melalui wawancara dan checklist, kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan metode WISN serta kualitatif melalui analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan waktu kerja tersedia sebesar 98.280 menit per tahun. Standar beban kerja pada pengelolaan rekam medis sebesar 180.180 menit per tahun dan filing sebesar 99.216 menit per tahun, dengan nilai CAF sebesar 1 dan IAF sebesar 0,16. Kebutuhan tenaga kerja sebanyak 12 orang, terdiri dari 7 orang pada pengelolaan rekam medis dan 5 orang pada filing, sehingga masih terdapat kekurangan tenaga. Dengan demikian, jumlah tenaga kerja belum sesuai dengan beban kerja aktual dan diperlukan penambahan tenaga serta optimalisasi pengelolaan kerja untuk meningkatkan mutu pelayanan.
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA REKAM MEDIS DAN FARMASI DI RS SWASTA TAHUN 2025 Fahira Aura Nisa; Bambang Karmanto; Maula Ismail Mohammad; Lina Khasanah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57920

Abstract

Ketersediaan tenaga kesehatan dalam kaitannya dengan beban kerja memainkan peran penting dalam menjaga efektivitas pemberian layanan di seluruh unit rumah sakit. Permasalahan yang ditemukan berupa tingginya waktu tunggu obat pada unit farmasi berdasarkan google review serta ketidakseimbangan pembagian tugas pada unit rekam medis yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara beban kerja dan jumlah tenaga kesehatan yang tersedia. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap distribusi tenaga kesehatan untuk mendukung peningkatan efektivitas dan efisiensi pelayanan. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kebutuhan tenaga rekam medis dan farmasi di Rumah Sakit Permata Cirebon tahun 2025 melalui metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes). Desain penelitian yang diterapkan berupa deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian terdiri dari seluruh tenaga kesehatan pada unit rekam medis dan farmasi. Sampel dipilih melalui teknik purposive sampling mengikuti kriteria yang telah ditentukan. Data diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan telaah dokumen pada tahun 2025. Pengukuran waktu kerja dilakukan menggunakan stopwatch untuk mencatat durasi setiap aktivitas kerja. Analisis kebutuhan tenaga dilakukan berdasarkan metode ABK-Kes yang mengacu pada pedoman Kementerian Kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga pada unit rekam medis sebanyak 20 orang dengan ketersediaan 26 orang, sedangkan pada unit farmasi dibutuhkan 54 orang dengan ketersediaan 42 orang. Simpulan penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga kesehatan, dengan kondisi kelebihan tenaga pada unit rekam medis dan kekurangan tenaga pada unit farmasi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TERKAIT KESEHATAN JANTUNG TERHADAP TINGKAT KECUKUPAN LEMAK DAN SERAT PADA LANSIA sumarlan sumarlan; Nuraeni Semmagga; Rafika Sari; Nirwan Nirwan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57933

Abstract

Usia lanjut adalah usia yang lebih dari 60 tahun, pada masa ini seseorang akan dapat mengalami kemunduran fisik, sosial, dan mental. Penuaan merupakan suatu proses yang akan terjadi pada makhluk hidup, termasuk jaringan dan sel, serta tubuh akan mengalami penurunan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan terkait kesehatan jantung dengan tingkat kecukupan lemak dan serat pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Benteng Kota Palopo Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 30 orang lansia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan food recall 3x24 jam. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang (76.7%), dengan tingkat kecukupan lemak dan serat yang defisit (masing-masing 80%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan kesehatan jantung dengan kecukupan lemak (p = 0,084), tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan kecukupan serat (p = 0,666). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Benteng Kota Palopo memiliki pengetahuan yang kurang terkait kesehatan jantung serta tingkat kecukupan lemak dan serat yang masih defisit. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara pengetahuan kesehatan jantung dengan tingkat kecukupan lemak maupun serat.
LATE-DIAGNOSED 46,XY DISORDER OF SEX DEVELOPMENT IN A PREPUBERTAL CHILD WITH INTRALABIAL TESTIS: DIAGNOSTIC CHALLENGES IN A RESOURCE-LIMITED SETTING Nindy Prawitasari; Gede Made Punarbawa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57935

Abstract

Disorders of Sex Development (DSD) merupakan kelompok kelainan kongenital yang disebabkan oleh gangguan diferensiasi seks pada tingkat kromosomal, gonadal, maupun anatomi. Salah satu bentuk yang penting adalah 46,XY DSD, yaitu kondisi ketika individu dengan kariotipe 46,XY mengalami maskulinisasi yang tidak sempurna sehingga menimbulkan variasi fenotipe genital, mulai dari kelainan ringan hingga genitalia ambigu. Diagnosis yang terlambat masih menjadi tantangan klinis, terutama pada daerah dengan keterbatasan sumber daya diagnostik. Laporan kasus ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik klinis, pendekatan diagnostik, serta implikasi penatalaksanaan pada kasus late-diagnosed 46,XY DSD dengan dugaan Partial Androgen Insensitivity Syndrome (PAIS). Penelitian menggunakan pendekatan laporan kasus deskriptif melalui evaluasi klinis, pemeriksaan fisik, pencitraan radiologis, analisis kariotipe, serta telaah literatur yang relevan. Pasien berusia 11 tahun menunjukkan fenotipe undervirilisasi berupa mikropenis, tidak terbentuknya skrotum, serta testis yang berada di regio intralabial kanan dan inguinal kiri. Pemeriksaan MRI tidak menemukan struktur uterus, sedangkan analisis sitogenetik menunjukkan kariotipe normal 46,XY. Kombinasi temuan klinis, radiologis, dan genetik mengarah pada dugaan PAIS sebagai penyebab utama gangguan perkembangan seksual. Keterlambatan diagnosis diduga dipengaruhi oleh manifestasi klinis yang tidak khas, keterbatasan akses terhadap pemeriksaan hormonal dan genetik, serta rendahnya kewaspadaan terhadap kelainan genital sejak dini. Kasus ini menegaskan pentingnya evaluasi multidisiplin dan pendekatan diagnostik komprehensif dalam menegakkan diagnosis 46,XY DSD serta menentukan strategi penatalaksanaan yang tepat pada lingkungan dengan sumber daya terbatas.
ULASAN ARTIKEL: INOVASI PELAYANAN PUSKESMAS DALAM MENDUKUNG EKSPANSI TUBERCULOSIS PREVENTIVE THERAPY (TPT) DI INDONESIA Chetrin Prisley Nofil; Eufrosina Desi Lango; Yohana Sadja
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57945

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, terutama karena tingginya risiko penularan pada kelompok kontak erat pasien. Dalam upaya pengendalian TBC, Tuberculosis Preventive Therapy (TPT) menjadi strategi penting untuk mencegah perkembangan infeksi laten menjadi penyakit aktif. Selanjutnya, unit pelayanan primer (puskesmas) menjadi salah satu ujung tombak dalam upaya ini. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana inovasi pelayanan di Puskesmas berperan dalam mendukung ekspansi TPT bagi kontak erat pasien tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan pendekatan article review dengan menelaah sejumlah artikel ilmiah yang membahas implementasi program TPT di pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa Puskesmas di Indonesia telah mengembangkan berbagai inovasi operasional, seperti penguatan investigasi kontak secara proaktif, pelaksanaan kunjungan rumah dan skrining keluarga, integrasi TPT dengan program kesehatan lain, peningkatan kapasitas petugas melalui pelatihan, serta penguatan koordinasi internal program. Berbagai pendekatan tersebut membantu meningkatkan identifikasi kontak erat, memperluas penerimaan terapi pencegahan, dan menjaga keberlanjutan layanan. Meskipun demikian, implementasi inovasi masih menghadapi tantangan berupa fragmentasi program, keterbatasan tenaga kesehatan, dan faktor sosial di masyarakat. Kajian ini menyimpulkan bahwa inovasi pelayanan di tingkat Puskesmas memiliki peran penting dalam memperkuat strategi pencegahan dan pengendalian tuberkulosis di Indonesia.
ARTIKEL REVIEW : METODE PENGUJIAN KANDUNGAN PEWARNA RHODAMIN B DALAM PRODUK PANGAN sabita tarinda; Nisa Isneni Hanifa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57948

Abstract

Makanan jalanan kini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, namun seringkali ditemukan zat tambahan berbahaya seperti pewarna Rhodamin B yang dilarang penggunaannya secara berlebih dalam makanan. Artikel ini bertujuan untuk mengulas dan mengevaluasi berbagai metode analisis untuk mendeteksi kandungan Rhodamin B yang terdapat dalam makanan untuk menjamin keamanan dan kualitas pangan yang dikonsumsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pencarian literatur secara daring melalui platform akademik seperti PubMed, Google Scholar, Garuda, dan Science Direct dengan fokus pada jurnal yang diterbitkan antara 2020 hingga 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa berbagai metode seperti Kromatografi Lapis Tipis (KLT), Spektrofotometri UV-Vis, Uji Kualitatif dengan Test Kit, dan metode Most Probable Number (MPN) telah diterapkan dalam pengujian kandungan Rhodamin B. Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung pada jenis sampel dan sensitivitas yang dibutuhkan. KLT efektif untuk pemisahan sederhana namun kurang sensitif pada konsentrasi rendah, sementara Spektrofotometri UV-Vis menawarkan sensitivitas tinggi meski dipengaruhi interferensi sampel. Uji Kualitatif dengan Test Kit dan MPN memberikan kemudahan dan kecepatan dalam deteksi awal, tetapi terbatas dalam akurasi dan sensitivitas.. Kesimpulannya, pemilihan metode yang tepat harus mempertimbangkan sifat senyawa, kompleksitas sampel, dan kebutuhan analitik untuk menjamin pengawasan kualitas pangan yang lebih baik.
PERSEPSI IBU TENTANG PENYEBAB KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA USIA 6-23 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANTUIL KOTA BANJARMASIN Nadia Nuraini Supardie; Rr. Sri Nuriaty Masdiputri; Sukarlan Sukarlan; Didy Ariady
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57949

Abstract

Stunting ialah permasalahan gizi kronis yang terjadi karena kekurangan gizi dalam jangka panjang dan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Fenomena stunting pada anak balita umur 6– 23 bulan sering kali tidak disadari sejak dini serta baru tampak setelah anak berumur lebih dari 2 tahun. Persepsi ibu terhadap penyebab stunting memiliki peranan penting dalam menentukan pola asuh, pemenuhan gizi, serta strategi pencegahan stunting terhadap anak. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui persepsi ibu tentang penyebab kejadian stunting pada anak balita usia 6–23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Mantuil Kota Banjarmasin. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan utama yakni ibu yang mempunyai anak balita umur 6–23 bulan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan memakai model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, pemaparan data, hingga pengambilan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dipertahankan dengan triangulasi sumber dan metode serta member check. Hasil studi memperlihatkan bahwasanya persepsi ibu mengenai penyebab kejadian stunting bergantung dari beragam faktor, mencakup keadaan sosial ekonomi keluarga, tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu yang masih terbatas, praktik Riwayat pemberian ASI dan MPASI yang belum sesuai dengan kebutuhan gizi anak, kondisi lingkungan dan sanitasi yang kurang baik. Sebagian ibu masih memersepsikan stunting sebagai kondisi anak yang bertubuh pendek tanpa memahami dampak jangka panjangnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Diperlukan peningkatan edukasi dan pendampingan oleh tenaga kesehatan, khususnya bidan dan kader posyandu, guna meningkatkan pemahaman ibu dan mendukung upaya pencegahan stunting sejak dini.