cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS PADA REMAJA DI RUMAH SAKIT BAKTI TIMAH KOTA PANGKALPINANG TAHUN 2025 Nadita Nadita; Hendra Kusumajaya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58063

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan kini tidak hanya menyerang usia dewasa, tetapi juga kelompok remaja. Perubahan gaya hidup, pola makan tidak sehat, serta faktor genetik diduga berperan terhadap meningkatnya kejadian diabetes melitus pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus pada remaja di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien remaja yang melakukan pemeriksaan kadar gula darah di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang periode Januari–Oktober 2025 sebanyak 236 orang, dengan jumlah sampel 163 responden yang diambil menggunakan teknik quota sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan data rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian diabetes melitus pada remaja (p < 0,05), terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian diabetes melitus pada remaja (p < 0,05), serta terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga dengan kejadian diabetes melitus pada remaja (p < 0,05), kesimpulan penelitian ini adalah usia, pola makan, dan riwayat keluarga berhubungan dengan kejadian diabetes melitus pada remaja. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam upaya promotif dan preventif untuk menurunkan risiko diabetes melitus sejak usia remaja.
ANALISIS BEBAN KERJA PERAWAT RAWAT INAP DI RSUD DEPATI BAHRIN SUNGAILIAT: STUDI FENOMENOLOGI TAHUN 2025 Devina Mangku Pasma; Maryana Maryana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58064

Abstract

Beban kerja perawat merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kinerja perawat, keselamatan pasien, dan mutu pelayanan keperawatan. Tingginya jumlah pasien, ketidakseimbangan rasio perawat dan pasien, kompleksitas pekerjaan, serta keterbatasan sumber daya berpotensi meningkatkan beban kerja perawat di ruang rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena beban kerja perawat rawat inap di RSUD Depati Bahrin Sungailiat Tahun 2025, meliputi jenis beban kerja yang dialami serta dampaknya terhadap perawat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan yang dipilih secara purposive dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu beban kerja kualitatif, beban kerja kuantitatif, dampak beban kerja berlebih, dan mekanisme kerja di ruangan. Beban kerja kualitatif meliputi tanggung jawab profesi, tuntutan pekerjaan, dan tuntutan keluarga pasien. Beban kerja kuantitatif berkaitan dengan ketidakseimbangan rasio perawat dan pasien, kebutuhan pemantauan berkelanjutan, interaksi pelayanan yang terus-menerus, serta keterbatasan sarana. Dampak beban kerja berlebih berupa kelelahan fisik, perubahan emosional, dan penurunan kualitas pelayanan keperawatan. Kerja sama tim, pembagian tugas yang jelas, dan lingkungan kerja yang kondusif menjadi mekanisme yang membantu perawat dalam menghadapi beban kerja. Disimpulkan bahwa beban kerja perawat rawat inap merupakan fenomena yang kompleks, mencakup aspek kuantitatif dan kualitatif. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan beban kerja melalui penyesuaian jumlah tenaga perawat, pembagian tugas yang efektif, dan peningkatan dukungan organisasi untuk meningkatkan kesejahteraan perawat serta mutu pelayanan keperawatan.
STUDI EKSPLORASI PENGALAMAN KEPALA RUANGAN DALAM MELAKUKAN SUPERVISI KLINIS DI RUMAH SAKIT BAKTI TIMAH PANGKALPINANG TAHUN 2025 Novita Putri Evendi; Maryana Maryana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58065

Abstract

Supervisi klinis merupakan salah satu fungsi manajerial yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, keselamatan pasien, serta kompetensi perawat di rumah sakit. Namun, pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala ruangan masih menghadapi berbagai kendala, seperti tingginya beban kerja, keterbatasan waktu, belum adanya jadwal supervisi yang terstruktur, serta kurangnya sumber daya manusia. Kondisi tersebut menyebabkan pelaksanaan supervisi belum berjalan secara optimal sehingga berpotensi memengaruhi kualitas asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman kepala ruangan dalam melakukan supervisi klinis di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu pemahaman kepala ruangan mengenai supervisi klinis sebagai proses pembinaan, monitoring, dan evaluasi mutu pelayanan; pelaksanaan supervisi yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung sesuai kondisi di lapangan; faktor pendukung berupa motivasi, kerja sama tim, dan dukungan manajemen; serta faktor penghambat yang meliputi beban kerja tinggi, keterbatasan waktu, dan kekurangan sumber daya manusia. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa supervisi klinis memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, namun pelaksanaannya masih memerlukan penguatan melalui pelatihan yang berkelanjutan, penyusunan jadwal supervisi yang terstruktur, serta dukungan manajemen agar supervisi klinis dapat terlaksana secara optimal.
PERSEPSI KADER TENTANG KOMPETENSI PADA POSYANDU INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP) KLASTER LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DENDANG BELITUNG TIMUR PADA MASA TRANSISI 2025 Derra Yuspita; Arjuna Arjuna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58066

Abstract

Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi kader mengenai kompetensi mereka dalam pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) klaster lansia di wilayah kerja Puskesmas Dendang Belitung Timur pada masa transisi tahun 2025. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan terdiri dari lima kader Posyandu ILP klaster lansia sebagai informan utama dan satu tenaga kesehatan sebagai informan pendukung yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode Colaizzi untuk mengidentifikasi tema-tema yang muncul dari pengalaman informan. Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama, yaitu keterbatasan kompetensi kader dalam pelayanan klinis lansia, pentingnya kemampuan pencatatan dan pelaporan, belum optimalnya pelatihan dan pendampingan kader, kemampuan komunikasi dan edukasi kesehatan kepada lansia, serta faktor-faktor yang memengaruhi kehadiran lansia dalam kegiatan Posyandu ILP. Sebagian besar kader memiliki persepsi positif terhadap kompetensi yang dimiliki, namun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pelatihan, pendampingan berkelanjutan, dan adaptasi terhadap sistem layanan baru. Kesimpulan Kader Posyandu ILP klaster lansia memiliki persepsi yang cukup baik terhadap kompetensi yang mereka miliki dalam menjalankan pelayanan kesehatan lansia. Meskipun demikian, peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan yang berkelanjutan, supervisi, dan pendampingan teknis masih diperlukan untuk mendukung keberhasilan implementasi Posyandu ILP pada masa transisi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan lansia di masyarakat.
ANALISIS KUNJUNGAN POSYANDU ILP REMAJA DITINJAU DARI PENGETAHUAN, FAKTOR PENGHAMBAT, DAN PENDUKUNG DI PUSKESMAS DENDANG KABUPATEN TIMUR 2025 Regina Indah Purwasari; Maryana Maryana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58071

Abstract

Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Remaja merupakan salah satu upaya pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan remaja. Namun, tingkat kunjungan remaja ke Posyandu ILP di wilayah kerja Puskesmas Dendang Kabupaten Belitung Timur masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rendahnya kunjungan Posyandu ILP Remaja ditinjau dari aspek pengetahuan, faktor penghambat, dan faktor pendukung. Oleh karena itu, Perubahan fisik yang dialami remaja sangat mempengaruhi pematangan emosi dan psikis. Jika proses pematangan ini tidak berjalan engan baik, perkembangan psikis dan emosi remaja juga dapat terhambat. Dengan demikian, pemahaman yang mendalam tentang proses perubahan ini menjadi sangat penting. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kemudian dianalisis menggunakan metode analisis data Colaizzi dengan keabsahan data Tringulasi Sumber. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama, yaitu pengetahuan remaja mengenai Posyandu ILP dengan kategori definisi posyandu ILP, kegiatan posyadu ILP, dan manfaat posyandu ILP; faktor penghambat dengan kategori kurangnya motivasi, kendala waktu, dan rendahnya minat; serta faktor pendukung dengan kategori dukungan teman sebaya, keluarga, kader, daya tarik layanan, dan ketersediaan sumber informasi    Posyandu ILP. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kunjungan remaja ke Posyandu ILP dipengaruhi oleh pengetahuan, hambatan internal remaja, serta dukungan lingkungan sekitar.
ANALISIS PELAKSANAAN TRIAS USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DI SEKOLAH ISLAM TERPADU ALBINA PANGKALPINANG TAHUN 2025 Karina Agustine; Maryana Maryana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58072

Abstract

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan program terpadu yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik agar dapat menunjang proses belajar mengajar secara optimal. Pelaksanaan UKS berpedoman pada TRIAS UKS yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan TRIAS Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Sekolah Islam Terpadu Albina Pangkalpinang Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada informan utama dan informan pendukung yang terlibat dalam pelaksanaan UKS di sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema berdasarkan pengalaman dan persepsi informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan TRIAS UKS di Sekolah Islam Terpadu Albina Pangkalpinang secara umum telah berjalan dengan baik. Pendidikan kesehatan dilaksanakan melalui kegiatan penyuluhan, pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, serta keterlibatan siswa sebagai kader kesehatan. Pelayanan kesehatan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan sederhana, pertolongan pertama, serta kerja sama dengan puskesmas setempat. Pembinaan lingkungan sekolah sehat diwujudkan melalui upaya menjaga kebersihan, ketersediaan sarana sanitasi, dan penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia dan sarana prasarana UKS.  Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan TRIAS UKS di Sekolah Islam Terpadu Albina Pangkalpinang telah terlaksana cukup optimal, namun diperlukan peningkatan dukungan sumber daya dan pengelolaan yang berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas program UKS.
HUBUNGAN LAMA RAWAT DENGAN KECEMASAN KELUARGA PASIEN ICU-ICCU RSUD KOTA KOTAMOBAGU Feysie Rieska Tumangken; Alosyiah Ispiatasari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58088

Abstract

Pasien di Intensive Care Unit (ICU) dan Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) mengalami kondisi kritis yang memerlukan perawatan intensif, sehingga keluarga sering mengalami tingkat kecemasan tinggi, terutama jika lama rawat pasien semakin panjang. Masalah utama adalah kurangnya penelitian spesifik tentang hubungan lama hari rawat dengan kecemasan keluarga lintas unit ICU-ICCU di rumah sakit Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan lama hari rawat pasien dengan tingkat kecemasan keluarga di ruang ICU-ICCU RSUD Kota Kotamobagu. Desain penelitian korelasi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah keluarga pasien ICU-ICCU RSUD Kota Kotamobagu. Sampel sebanyak 42 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel penelitian meliputi lama hari rawat (diukur dari catatan medis) dan tingkat kecemasan keluarga (diukur dengan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Rata-rata lama hari rawat pasien 5 hari (rentang 2–11 hari). Mayoritas keluarga mengalami kecemasan berat (33,3%), sedang (14,3%), ringan (23,8%), dan tidak cemas (28,6%). Uji Spearman menghasilkan nilai rho 0,532 dengan p-value 0,003, menunjukkan hubungan positif sedang dan signifikan antara lama hari rawat dengan tingkat kecemasan keluarga. Sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan positif sedang dan signifikan antara lama hari rawat pasien dengan tingkat kecemasan keluarga di ICU-ICCU. Semakin panjang masa rawat, semakin tinggi kecemasan keluarga, sehingga diperlukan intervensi keperawatan seperti edukasi dan dukungan psikososial untuk mengurangi kecemasan tersebut.  
ANALISIS DIMENSI BUKTI FISIK DAN EMPATI PADA KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT INAP: LITERATURE REVIEW Bunga Cinta Rizki Ananta; Kustia Anggereni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58091

Abstract

Peningkatan mutu pelayanan Kesehatan adalah hal penting di seluruh dunia untuk mencapai Cakupan Kesehatan Semesta. Di Indonesia, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bertujuan untuk memberikan perlindungan finansial kepada seluruh masyarakat, tetapi kenyataannya, ruang rawat inap masih menjadi masalah dalam penerapan regulasi kualitas. Penelitian ini ingin melihat bagaimana bukti fisik dan empati mempengaruhi kepuasan pasien BPJS di ruang rawat inap dengan pendekatan sistematis. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan desain  Systematic Literature Review (SLR) yang mengikuti diagram PRISMA. Pencarian literatur dilakukan di Google Scholar untuk publikasi tahun 2025-2026 dengan kata kunci tertentu. Dari total 2.510 artikel yang ditemukan, dipilih 6 studi utama yang memenuhi syarat (desain cross-sectional, subjek pasien BPJS  yang dirawat inap, dan berisi pengujian statistik tentang bukti fisik serta empati) untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil sintesis menunjukan ada hubungan positif yang signifikan antara kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Kenyamanan fasilitas fisik terbukti sebagai faktor yang paling berpengaruh dengan nilai Odds Ratio tertinggi yaitu 17,066, di mana keluhan utama ada pada kebersihan toilet dan sirkulasi udara. Di sisi lain, dimensi empati memberikan dampak psikologis yang kuat terhadap kepuasan, karena beban kerja klinis yang tinggi sering kali mengurangi responsivitas staf medis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepuasan pasien rawat inap sangat dipengaruhi oleh kombinasi antara kondisi infrastruktur fisik yang baik dan kualitas interaksi yang empatik. Manajemen rumah sakit disarankan untuk mereformasi kebijakan anggaran pemeliharaan fasilitas secara proaktif dan menilai beban kerja perawat untuk memastikan pelayanan yang berkualitas.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PUBERTAS DENGAN SIKAP MENGHADAPI PERUBAHAN FISIK PADA REMAJA AWAL DI SD NEGERI 51 MANADO Putri Nadia Latief; Sri Wahyuni; Petronela Mamentu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58094

Abstract

Pengetahuan yang baik mengenai pubertas dapat membantu remaja memahami perubahan tubuhnya sehingga mampu membentuk sikap yang lebih positif. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan pubertas dengan sikap remaja dalam menghadapi perubahan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pubertas dengan sikap menghadapi perubahan fisik pada remaja awal di SD Negeri 51 Manado. Metode Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V dan VI di SD Negeri 51 Manado sebanyak 73 siswa, dengan jumlah sampel 42 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan pubertas dan sikap menghadapi perubahan fisik. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan pubertas dalam kategori baik, namun masih terdapat responden dengan sikap yang kurang baik dalam menghadapi perubahan fisik. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,006 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pubertas dengan sikap menghadapi perubahan fisik pada remaja awal. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan pubertas dengan sikap. Disarankan peningkatan edukasi kesehatan reproduksi di sekolah secara terstruktur dan berkelanjutan.
Literature Review: Efektivitas Penggunaan (SIMPUS) dalam Mewujudkan Efisiensi Administrasi dan Akurasi Data Kesehatan Senia Dwy Prastika; Kustia Anggereni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58100

Abstract

Manajemen administrasi yang dilakukan secara manual di fasilitas kesehatan primer sering kali menemui tantangan berat dalam hal efisiensi operasional, potensi kehiliangan dokumen, serta akurasi data kesehatan masyarakat. Situasi ini memerlukan adanya transformasi digital melalui penguatan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) untuk mendukung kebijakan nasional tentang satu data kesehatan. Tinjauan ini menganalisis efektivitas penerapan SIMPUS dalam meningkatkan kualitas layanan adaministrasi dan ketepatan data dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang mengikuti pedoman PRISMA. Seleksi literatur dilakukan secara menyeluruh terhadap lima artikel penelitian asli yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir dengan fokus pada berbagai Puskesmas di Indonesia. Hasil dari analisis literatur menunjukkan bahwa digitalisasi sistem dapat secara efektif mengurangi birokrasi pendaftaran, menurunkan waktu tunggu pasien secara signifikan, serta memudahkan tenaga kesehatan dalam mengatur rekam medis elektronik. Selain itu, sistem ini juga terbukti menjadi alat strategis yang mendukung manajemen Puskesmas dalam pengambilan keputusan berbasis bukti melalui ketersedian laporan yang lebih akurat. Namun, efektivitas sistem ini belum optimal sepenuhnya karena terdapat kendala pada integrasi horizontal antar unit layanan dan keterbatasan infrastruktur, seperti ketidakstabilan jaringan internet dan kapasitas server yang rendah. Kondisi tersebut sering membuat petugas harus menggunakan sistem pencatatan yang ganda, yang justru menambah beban kerja administratif . Sebagai simpulan, keberhasilan SIMPUS sebagai komponen utama dalam transformasi kesehatan digital sangat bergantung pada keterpaduan antara penguatan infrastruktur teknologi, penyusunan SOP digital yang berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas literasi digital untuk sumber daya manusia agar dapat menjamin layanan kesehatan primer yang lebih responsif, efisien, dan akuntabel untuk masyarakat.