cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
EVALUASI PENERAPAN PENGADAAN OBAT DENGAN e-PURCHASING MELALUI e-KATALOG DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN X Dyah Giarti; Ria Etikasari; Istianatus Sunnah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57842

Abstract

Pelaksanaan pengadaan obat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan mengalami kendala antara lain kurangnya koordinasi antara perencana dengan pejabat pengadaan dalam pemesanan obat sehingga pemasokan obat untuk FKTP menjadi terhambat. Perlu adanya  efektifitas, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas pada proses pengadaan obat untuk menunjang kelancaran pengadaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pengadaan obat dengan e-Purchasing melalui e-Katalog di Dinas Kesehatan Kabupaten X Tahun 2025 diperoleh dari wawancara, observasi dan telaah dokumen. Diperoleh 3 responden yang meliputi Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dan Bendahara. Kuesioner dinilai berdasarkan skoring menggunakan skala likert 1-5. Data hasil kuesioner dan wawancara disajikan secara deskriptif. Berdasarkan hasil kuesioner diperoleh data bahwa proses pengadaan menurut PPK dan PPTK sangat transparan (4,4) sedangkan  menurut bendahara  termasuk kategori netral (3,2). Proses pengadaan menurut kuesioner dari PPK, PPTK dan bendahara sudah akuntabel (4), sangat efisien (80%), sangat efisien (85%) serta efektif (80%) dan sangat efektif (92%). Hasil wawancara menunjukkan hasil bahwa e-Purchasing melalui e-Katalog lebih transparan, akuntabel, efisien dan efektif mulai dari perencanaan sampai pembayaran. E-katalog menyajikan secara terperinci,jumlah stok barang, kadaluarsa, harga bahkan surat pesanan sampai pembayaran tersimpan dalam jejak digital.Hasil penelitian dilakukan dapat disimpulkan bahwa adanya  transparansi, akuntabilitas, efisiensi dan efektifitas pada proses pengadaan obat dengan e-Purchasing melalui e-Katalog di Dinas Kesehatan Kabupaten X.
ALUR SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN TERPADU PUSKESMAS (SP2TP) DENGAN ALUR SP2TP MENURUT KETENTUAN PADA PERMENKES NOMOR 31 TAHUN 2019 DI PUSKESMAS BELAWAN KOTA MEDAN: - John Barker L; Yanda Ardanta; Marta S.; Johanna Christy; Erlindai Erlindai; Inayah Inayah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57848

Abstract

Sistem Informasi Puskesmas adalah suatu tatanan yang menyediakan informasi untuk membantu proses pengambilan keputusan dalam melaksanakan manajemen Puskesmas dalam mencapai sasaran kegiatannya (Permenkes RI,2019). Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) penting untuk menyediakan data yang akurat dan tepat waktu dalam mendukung manajemen puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian alur SP2TP di Puskesmas Belawan Kota Medan dengan regulasi. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam pegawai Tata Usaha (TU) dan petugas SP2TP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puskesmas telah memiliki SOP Pelaporan dan Pendistribusian namun belum tersedia SOP Alur SP2TP, penanggung jawab khusus, dan pemanfaatan Aplikasi RME dalam pelaporan. Ditemukan adanya keterlambatan dalam pengiriman laporan Kesimpulan: pengelolaan SP2TP telah berjalan cukup baik, petugas sesuai kualifikasi, adanya SOP Pelaporan, pemanfaatan RME terintegrasi ICD, serta sarana prasarana memadai, meskipun belum tersedia SOP SP2TP dan pelatihan petugas. Disarankan Puskesmas Belawan menyusun alur SP2TP secara terperinci, menyediakan pelatihan teknis secara berkala, serta membuat SOP khusus SP2TP untuk mendukung pencatatan dan pelaporan yang optimal.
DETERMINAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS SISWA SMK KESEHATAN BALI KHRESNA MEDIKA PENDEKATAN EPIDEMIOLOGI REMAJA Ni Luh Gede Widhi adnyani; Ni Ketut Swandewi; Putu Mulya Kharismawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57849

Abstract

Kesejahteraan psikologis merupakan salah satu indikator penting kesehatan mental remaja yang dipengaruhi oleh berbagai faktor perilaku dan lingkungan. Siswa SMK kesehatan memiliki beban akademik dan praktik yang berpotensi menimbulkan tekanan psikologis. Studi pendahuluan menunjukkan adanya keluhan kecemasan, kurang fokus, dan beban belajar pada siswa SMK Kesehatan Bali Khresna Medika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kesejahteraan psikologis siswa melalui pendekatan epidemiologi kesehatan mental remaja. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X, XI, dan XII, dengan teknik total sampling dan sampel sebanyak 113 responden. Variabel bebas meliputi kemandirian belajar, dukungan sosial, perilaku penerapan protokol kesehatan, dan manajemen stres, sedangkan variabel terikat adalah kesejahteraan psikologis. Data dikumpulkan menggunakan Psychological Well Being Scale dan kuesioner terstandar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan 51,3% siswa memiliki kesejahteraan psikologis tinggi. Terdapat hubungan signifikan antara kemandirian belajar (p=0,001), dukungan sosial (p=0,004), perilaku penerapan protokol kesehatan (p=0,020), dan manajemen stres (p=0,001) dengan kesejahteraan psikologis. Analisis multivariat menunjukkan seluruh variabel berhubungan signifikan, dengan dukungan sosial sebagai faktor paling dominan, sehingga dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar, dukungan sosial, perilaku sehat, dan manajemen stres merupakan determinan penting kesejahteraan psikologis siswa. Intervensi berbasis sekolah yang memperkuat dukungan sosial dan keterampilan adaptif perlu dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa.  
HUBUNGAN ASUPAN NUTRISI DENGAN STATUS GIZI KURANG PADA ANAK BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS SAWAH LEBAR KOTA BENGKULU Helleri Fivtrawati; Pitri Subani; Heni Angraini; Anisah Tifani Maulidyanti; Siska Septa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57869

Abstract

Masalah gizi kurang dan gizi buruk pada anak balita masih menjadi masalah gizi utama yang perlu mendapat perhatian. Masalah gizi secara langsung disebabkan oleh asupan yang kurang dan tingginya penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan nutrisi dengan status gizi kurang pada anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan analisis observasional dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita usia 1-5 tahun bulan 13 Oktober – 18 Oktober tahun 2022 di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu sebanyak 157 orang. Penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling yaitu sebanyak 61 orang. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Penelitian ini didapatkan; dari 61 responden terdapat 22 responden dengan asupan nutrisi tidak seimbang, 34 responden dengan asupan nutrisi sedang, 5 responden dengan asupan nutrisi seimbang. Dari 61 responden terdapat 35 responden dengan gizi kurang, 26 responden dengan gizi cukup. Ada hubungan antara asupan nutrisi dengan status gizi kurang dengan kategori hubungan sedang.
EVALUASI PRAKTIK MENYUSUI MENGGUNAKAN BREASTFEEDING OBSERVATION JOB AID : STUDI OBSERVASIONAL PADA IBU POST PARTUM Irma Yanti; Febthia Rika Ramadhaniah; Raden Roro Ratuningrum Anggorodiputro
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57874

Abstract

Periode post partum merupakan fase kritis dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, di mana ibu dan bayi mulai membentuk pola menyusui yang efektif. Masalah teknis seperti posisi menyusui yang tidak tepat, perlekatan yang kurang optimal, dan kurangnya pemahaman terhadap tanda-tanda efektivitas hisapan sering menjadi penghambat utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi praktik menyusui pada ibu post partum menggunakan lembar bantuan pengamatan (Breastfeeding Observation Aid) yang diadaptasi dari WHO oleh Kementerian Kesehatan RI. Metode penelitian bersifat kuantitatif deskriptif observasional, dilakukan di Ruang Cilamaya Baru RSUD Karawang selama November–Desember 2025. Sampel sebanyak 46 ibu post partum hari ke-1 hingga ke-4, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, diamati secara langsung menggunakan checklist observasi yang mencakup posisi ibu, posisi bayi, perlekatan, efektivitas hisapan, dan kenyamanan. Data dianalisis secara univariat dalam bentuk frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum praktik menyusui sudah cukup baik, mayoritas ibu dan bayi tampak nyaman, payudara dalam kondisi normal, bayi menunjukkan rooting dan pola hisapan lambat-dalam, serta bibir bawah terputar keluar dengan dagu menempel. Namun, sekitar 26% ibu masih menopang payudara dengan jari-jari terlalu jauh dari areola, yang berpotensi mengganggu perlekatan. Selain itu, 76,1% ibu tidak mengenali tanda-tanda refleks oksitosin, dan 23,9% tidak menunjukkan tanda oksitosin yang jelas. Kesimpulannya, meskipun secara umum praktik menyusui sudah memenuhi standar dasar, masih diperlukan intervensi edukatif yang lebih intensif, khususnya dalam mengenali tanda-tanda fisiologis dan teknik penopang payudara yang tepat, agar keberhasilan menyusui dan pencapaian ASI eksklusif dapat ditingkatkan secara signifikan.
COACHING KARYAWAN DI BIDANG KESEHATAN: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW marcela agustin; Nila Nahemia Bria; Ailsa Muthia Mahira Purbaningrum
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57880

Abstract

Sektor kesehatan, khususnya rumah sakit, menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan sumber daya manusia, seperti tingginya stres kerja, burnout, serta penurunan kinerja tenaga kesehatan. Kondisi tersebut mendorong perlunya strategi pengembangan SDM yang efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Salah satu pendekatan yang banyak diterapkan adalah coaching, karena dinilai mampu meningkatkan motivasi, kompetensi, dan kinerja tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh coaching terhadap kinerja tenaga kesehatan serta kualitas pelayanan di rumah sakit. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan sumber data dari Google Scholar dan PubMed. Penelusuran artikel dilakukan menggunakan kombinasi kata kunci dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan bantuan operator Boolean, terbatas pada publikasi tahun 2021–2026. Proses seleksi mengikuti alur PRISMA melalui tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan penetapan artikel akhir. Hasil pencarian menunjukkan 70.733 artikel teridentifikasi, yang kemudian disaring hingga diperoleh 9 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil telaah menunjukkan bahwa coaching berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja tenaga kesehatan, khususnya perawat dan supervisor rumah sakit, serta meningkatkan motivasi kerja, komunikasi, kepemimpinan, keterampilan klinis, efektivitas kerja tim, dan kesejahteraan psikologis. Dengan demikian, coaching dapat dipandang sebagai strategi pengembangan SDM yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit.
PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT DI PUSKESMAS KABUPATEN SORONG Nazila Galela; Angga Bayu Budiyanto; Lukman Hardia; Innal Saitis
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57891

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tetap menjadi masalah kesehatan global dengan angka morbiditas yang tinggi, khususnya di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik pada pasien ISPA di Puskesmas Kabupaten Sorong. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling terhadap rekam medis pasien ISPA periode Juli–Desember 2025 yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik pasien (usia dan jenis kelamin) serta profil penggunaan antibiotik (jenis, dosis, dan bentuk sediaan). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien ISPA adalah perempuan (57,69%) dan didominasi oleh kelompok usia dewasa 26-45 tahun (55,49%). Jenis antibiotik yang paling banyak digunakan adalah amoksisilin sebesar 63,74% (116 pasien), diikuti sefadroksil (27,47%), kotrimoksazol (6,59%), dan siprofloksasin (2,20%). Rejimen dosis yang paling dominan adalah amoksisilin 500 mg frekuensi 3x1 (54,95%). Seluruh antibiotik diberikan dalam sediaan oral padat, dengan bentuk kaplet sebagai sediaan yang paling sering diresepkan (63,74%). Mayoritas pasien ISPA adalah perempuan (57,69%) dan didominasi oleh kelompok usia dewasa 26-45 tahun (55,49%). Penggunaan antibiotik pada pasien ISPA di Puskesmas Kabupaten Sorong didominasi oleh amoksisilin dosis 500 mg dalam bentuk sediaan kaplet.
EVALUASI USABILITY APLIKASI MOBILE JKN PADA SISTEM PENDAFTARAN ONLINE BPJS RS CIREMAI Najwa Medina Zackiya Al Fayaz; Bambang Karmanto; Maula Ismail Mohammad; Lina Khasanah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57892

Abstract

Pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan kesehatan terus berkembang, salah satunya melalui sistem pendaftaran pelayanan online BPJS menggunakan aplikasi Mobile JKN. Namun, dalam penggunaannya masih dijumpai berbagai kendala, seperti kesulitan memahami alur pendaftaran, rendahnya literasi digital, serta gangguan teknis aplikasi, sehingga diperlukan evaluasi usability untuk menilai tingkat kemudahan dan kenyamanan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat usability sistem pendaftaran pelayanan online BPJS melalui aplikasi Mobile JKN pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Ciremai menggunakan metode System Usability Scale. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan jumlah populasi 300 pasien rawat jalan di Rumah Sakit Ciremai. Sebanyak 75 responden ditetapkan sebagai sampel melalui teknik quota sampling. Variabel yang diteliti adalah tingkat usability sistem. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur menggunakan instrumen System Usability Scale (SUS) dan dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh nilai rata-rata skor usability. Rata-rata skor SUS yang dihasilkan dari penelitian ini adalah 65,57. Berdasarkan adjective ratings, nilai tersebut diklasifikasikan dalam kategori “OK”, berada pada Grade “D” dalam grade scale dan termasuk dalam kategori “Marginal High” pada acceptability ranges yang menunjukkan bahwa sistem cukup dapat digunakan namun belum optimal. Kesimpulannya, sistem pendaftaran pelayanan online BPJS melalui aplikasi Mobile JKN sudah cukup dapat diterima oleh pengguna. Akan tetapi, masih diperlukan peningkatan pada aspek kemudahan penggunaan dan keandalan agar dapat meningkatkan kepuasan serta penggunaan secara berkelanjutan sehingga dapat menjadi dasar dalam upaya peningkatan efisiensi dan efektivitas pelayanan pendaftaran.
ARTIKEL REVIEW : ANALISIS DRUG RELATED PROBLEM (DRP) PADA PASIEN PENDERITA HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) Sabila Rosyada; Baiq Haura Audina Ananta Putri; Khairinna Rifa Andira; Nanda Putri Utami Aziz; Puji Elok Dzakirah; Raisya Hasina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57895

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyebabkan penurunan fungsi sistem imun sehingga meningkatkan risiko terjadinya Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Jumlah kasus HIV terus meningkat setiap tahun. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan bahwa pada tahun 2023 terdapat 57.299 orang dengan HIV (ODHIV) dari total 6.142.136 orang yang menjalani tes HIV. Perkembangan terapi antiretroviral (ART) sejak tahun 1990 telah memberikan perbaikan kondisi klinis pasien melalui regimen yang lebih sederhana dan efektif. Namun, penggunaan obat tambahan untuk penyakit komorbid dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat dan adverse drug reaction (ADR) yang berpotensi menurunkan efektivitas terapi serta kepatuhan pasien. Artikel review ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai Drug Related Problems (DRP) pada pasien HIV, khususnya yang berkaitan dengan interaksi obat, ADR, serta dampaknya terhadap kepatuhan terapi antiretroviral. Metode yang digunakan yaitu penelusuran literatur melalui PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar terhadap artikel penelitian asli yang diterbitkan pada periode 2015–2025 dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Hasil kajian menunjukkan bahwa DRP yang umum terjadi pada pasien HIV meliputi polifarmasi, interaksi obat melalui jalur metabolisme sitokrom P450 (CYP450), serta efek samping penggunaan ART jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan fungsi organ, evaluasi regimen terapi, dan pengawasan penggunaan obat secara ketat untuk menjaga efektivitas serta keamanan terapi pada pasien HIV.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS PERKEMBANGAN BALITA DI PUSKESMAS MINGGIR Nurrohmawati Nurrohmawati; Siti Istiyati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57897

Abstract

Periode balita merupakan fase krusial bagi perkembangan fisik, intelektual, mental, dan emosional anak, seiring dengan pesatnya pertumbuhn otak yang mencapai sekitar 80% dari kapasitas otak dewasa. Perkembangan merupakan proses perubahan yang berlangsung secara progresif dan terarah, mencakup aspek kuantitatif dan kualitatif, serta saling berkaitan antara tahapan perkembangan sebelumnya dan selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi status perkembangan balita di Puskesmas Minggir. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasi dengan rancangan retrospective study. Teknik pengambilan sampel dengan teknik non probability sampling tipe total sampling berjumlah 103 responden. Metode pengumpulan data menggunakan data sekunder dan pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan uji Fisher’s Excat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan hubungan signifikan antara jumlah kunjungan dengan status perkembangan balita (p= 0.004), namun tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia balita (p= 0.051), jenis kelamin (p= 0.316), status gizi (p= 0.289) dan status imunisasi (p= 0.664) dengan status perkembangan balita. Faktor yang mempengaruhi status perkembangan adalah jumlah kunjungan balita ke posyandu sebagai sarana pemantauan perkembangan balita, sementara usia balita, jenis kelamin, status gizi, dan status imunisasi tidak mempengaruhi status perkembangan balita