cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
ANALISIS HUBUNGAN PROFIL LIPID DAN FUNGSI GINJAL TERHADAP HIPERTENSI TIDAK TERKONTROL PADA PASIEN PROLANIS DENGAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SAMARINDA KOTA Regina Lenik Gah; Akhmad Azmiardi; Risva Risva; Siswanto Siswanto; Muhamad Zakki Saefurrohim
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57797

Abstract

Hipertensi tidak terkontrol masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan, dengan 64,5% pasien hipertensi di Indonesia memiliki tekanan darah yang tidak terkontrol. Indeks Massa Tubuh (IMT), profil lipid dan fungsi ginjal diduga berkontribusi terhadap kegagalan pengendalian tekanan darah, namun bukti pada pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di layanan primer masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan IMT, profil lipid (kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida), dan fungsi ginjal (ureum, kreatinin, dan mikroalbumin urin) dengan hipertensi tidak terkontrol pada pasien Prolanis di Puskesmas Samarinda Kota. Studi analitik observasional dengan desain cross-sectional ini melibatkan 203 pasien Prolanis hipertensi tahun 2024–2025 yang diperoleh melalui total sampling dari rekam medis. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square disertai perhitungan OR dan 95% CI, serta multivariat menggunakan regresi logistik. Sebanyak 110 dari 203 pasien (54,2%) mengalami hipertensi tidak terkontrol. Hasil analisis bivariat menunjukkan hanya kadar LDL yang berhubungan signifikan dengan hipertensi tidak terkontrol (p = 0,028; OR = 1,949; 95% CI: 1,110–3,421), sedangkan IMT, kolesterol total, HDL, trigliserida, ureum, kreatinin, dan mikroalbumin urin tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p > 0,05). Hasil analisis multivariat mengonfirmasi LDL sebagai satu-satunya variabel yang secara independen berhubungan dengan hipertensi tidak terkontrol (p = 0,027; OR = 2,487; 95% CI: 1,109–5,578). Pemantauan dan pengendalian kadar LDL perlu menjadi prioritas dalam manajemen hipertensi di fasilitas pelayanan kesehatan primer.
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI IGD RSU GMIM PANCARAN KASIH MANADO agnes m.j samalukang; Suwandi I. Luneto; Faradilla M. Suranata
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57803

Abstract

Pelayanan kesehatan yang bermutu menjadi harapan bagi semua pelanggan rumah sakit baik pelanggan internal seperti karyawan dan terlebih bagi pelanggan eksternal pasien. Kepuasan pasien merupakan salah satu tujuan dari peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Dapat dibuktikan bahwa pasien yang mengalami kepuasan terhadap pelayanan kesehatan yang diselengarakan cenderung mematuhi nasihat, setia atau taat terhadap rencana pengobatan yang telah disepakati. Sebaliknya pasien yang tidak merasakan kepuasan sewaktu menggunakan pelayanan kesehatan cenderung tidak mematuhi rencana pengobatan, tidak mematuhi nasehat atau pindah ke fasilitas kesehatan lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien di IGD RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1320 dengan sampel 83 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan Uji Statistik Chi-Square dengan p-value 0,05. Hasil penelitian menunjukan yang didapat bahwa mutu pelayanan keperawatan baik dengan kepuasan pasien yang baik berjumlah 41 responden (49,4%) sedangkan mutu pelayanan keperawatan kurang baik dengan kepuasan pasien kurang baik berjumlah 38 responden (45,8%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan hasil nilai p-value = 0,000. Kesimpulan pada penelitian ini ada hubungan mutu pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien di IGD RSU GMIM Pancaran Kasih Manado.
MEKANISME SELULER PENYEMBUHAN LUKA Twidy Tarcisia; Luluk Hermawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57808

Abstract

Kulit merupakan organ terluas dan terluar tubuh yang terdiri dari lapisan epidermis dan dermis. Kedua lapisan ini didominasi oleh keratinosit dan matriks ekstraseluler, yang memiliki kemampuan regenerasi sel yang baik. Kulit yang mengalami perlukaan akan meregenerasi diri dengan mekanisme penyembuhan luka. Studi tinjauan pustaka ini, melalui penelusuran pustaka digital dan manual, bertujuan mengkaji mekanisme seluler yang mendasari penyembuhan luka kulit untuk memberi pemahaman yang komprehensif bagi praktisi kesehatan. Mekanisme penyembuhan luka melibatkan berbagai mekanisme seluler yang terbagi dalam 4 fase yang berjalan tumpang tindih. Fase hemostasis dimulai sejak perlukaan dan ditandai dengan vasokonstriksi, hemostasis primer dan hemostasis sekunder. Fase selanjutnya adalah fase inflamasi yang berperan dalam dekontaminasi luka. Pada fase ini didapatkan migrasi sel inflamasi ke area luka, seperti neutrofil, monosit dan makrofag. Regenerasi jaringan dimulai setelah fase inflamasi berakhir. Regenerasi jaringan dapat ditemui pada fase proliferasi. Fase proliferasi diidentifikasi dengan mekanisme fibroplasia, re-epitelisasi, angiogenesis dan regenerasi saraf perifer. Hasil regenerasi jaringan fase ini adalah jaringan granulasi. Remodeling jaringan granulasi menjadi jaringan parut yang kaya kolagen tipe 1 merupakan fase terakhir penyembuhan luka (fase remodeling). Gangguan pada fase-fase penyembuhan luka dapat menimbulkan luka kronis (penyembuhan luka tertunda). Luka kronis umumnya dikenali dengan infeksi yang persisten, ketidakmampuan sel merespon stimulus penyembuhan luka dan ketidakseimbangan interaksi sel dalam penyembuhan luka.
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DENGAN PENERAPAN TERAPI PUZZLE DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN KOGNITIF PADA LANSIA DENGAN DEMENSIA DI SEKSI KESEJAHTERAAN SOSIAL LANJUT USIA PANTI PADU WAU MAUMERE UPTD KESEJAHTERAAN SOSIAL LANJUT USIA KUPANG Grestriningsih Muliati Agustina Labu; Maria Lambertina Barek Aran
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57809

Abstract

Lansia atau lanjut usia adalah seorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Kata lansia menggambarkan tahapan terakhir dari siklus kehidupan manusia. Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi kognitif pada lansia yang dapat berkembang menjadi demensia. Kondisi ini ditandai dengan gangguan memori, kesulitan konsentrasi, serta penurunan kemampuan aktivitas sehari-hari. Proses menua yang terjadi pada lansia secara linier dapat digambarkan melalui 4 tahap yaitu kelemahan (impairment), keterbatasan fungsional (functional limitations), ketidakmampuan (disability) dan keterhambatan (handicap) yang akan dialami bersamaan dengan proses kemunduran, baik fisik, mental maupun sosial. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah terapi puzzle sebagai stimulasi kognitif. Tujuan: Untuk mengetahui penerapan terapi puzzle dalam meningkatkan fungsi kognitif pada lansia dengan demensia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan gerontik pada dua lansia dengan gangguan memori. Intervensi dilakukan selama 5 hari dengan pemberian terapi puzzle selama 15–20 menit setiap hari. Hasil: Terjadi peningkatan fungsi kognitif pada kedua klien. Skor MMSE pada klien 1 meningkat dari 12 menjadi 21, dan pada klien 2 meningkat dari 14 menjadi 22. Selain itu, kemampuan menyusun puzzle, konsentrasi, dan daya ingat mengalami perbaikan. Kesimpulan: Terapi puzzle efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif pada lansia dengan demensia dan dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan gerontik.
PROSEDUR PEMERIKSAAN HYSTEROSALPINGOGRAPHY (HSG) DENGAN KLINIS INFERTILITAS PRIMER DI RSUD DR. SOEROTO NGAWI Nabila Nur Azizah; Anshor Nugroho
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57816

Abstract

Pemeriksaan hysterosalpingography (HSG) merupakan salah satu pemeriksaan radiologi kontras yang digunakan untuk menilai bentuk kavum uteri dan patensi tuba falopi, terutama pada kasus infertilitas primer. Di Instalasi Radiologi RSUD dr. Soeroto Ngawi terdapat perbedaan dengan teori, yaitu tidak menggunakan fluoroskopi dan hanya menggunakan proyeksi anteroposterior (AP) polos serta AP post kontras, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan dan menganalisis penggunaan proyeksi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap satu dokter spesialis radiologi dan tiga radiografer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pemeriksaan dilakukan melalui persiapan pasien berdasarkan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT), pemasangan kateter di Poli KIA, serta pemasukan media kontras dan eksposur di instalasi radiologi. Proyeksi yang digunakan adalah AP polos dan AP post kontras. Hasil ekspertise dokter radiologi menunjukkan bahwa media kontras tidak mengisi kavum uteri dan mengalami refluks ke kavum vagina sehingga struktur uterus tidak dapat dinilai secara optimal, yang menimbulkan kecurigaan adanya hambatan pada kanalis servikalis atau gangguan teknis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa prosedur telah sesuai prinsip dasar dengan penyesuaian fasilitas, penggunaan proyeksi dinilai cukup, namun keberhasilan pemeriksaan lebih dipengaruhi oleh distribusi media kontras dibandingkan variasi proyeksi yang digunakan.
PENGETAHUAN GIZI, KEBIASAAN MAKAN, DAN STATUS NUTRISI PADA REMAJA DAN DEWASA AWAL DI KOTA TANGERANG Fitri Annisa; Tiffatul Jannah; Fadhila Arienda Humaira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57817

Abstract

Masa remaja dan dewasa awal merupakan periode penting dalam pembentukan perilaku hidup sehat, termasuk kebiasaan makan. Pada fase ini, mereka mulai memiliki kebebasan dalam memilih makanan, namun kebebasan tersebut tidak selalu disertai dengan pemahaman gizi yang memadai. Kurangnya pengetahuan gizi dapat memengaruhi rendahnya kesadaran dalam menerapkan kebiasaan makan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dan kebiasaan makan sehat pada remaja dan dewasa awal. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 184 remaja–dewasa awal di Tangerang yang berusia 17–21 tahun. Data pengetahuan gizi dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan gizi, sedangkan kebiasaan makan sehat diukur menggunakan The Adolescent Food Habits Checklist (AFHC). Data dianalisis secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan gizi baik sebesar 52,2%, kategori sedang sebesar 47,3%, dan kategori kurang sebesar 0,5%. Pada variabel kebiasaan makan sehat, sebanyak 25,0% responden berada pada kategori baik, 44,0% kategori sedang, dan 31,0% kategori kurang. Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan gizi dan kebiasaan makan sehat dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,167 dan p-value 0,024. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan gizi berhubungan dengan kebiasaan makan sehat pada remaja–dewasa awal, meskipun kekuatan hubungannya tergolong lemah.
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI IGD RSU GMIM PANCARAN KASIH MANADO Agnes m.j Samalukang; Suwandi I. Luneto; Faradilla M. Suranata
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57821

Abstract

Pelayanan kesehatan yang bermutu menjadi harapan bagi semua pelanggan rumah sakit baik pelanggan internal seperti karyawan dan terlebih bagi pelanggan eksternal pasien. Kepuasan pasien merupakan salah satu tujuan dari peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Dapat dibuktikan bahwa pasien yang mengalami kepuasan terhadap pelayanan kesehatan yang diselengarakan cenderung mematuhi nasihat, setia atau taat terhadap rencana pengobatan yang telah disepakati. Sebaliknya pasien yang tidak merasakan kepuasan sewaktu menggunakan pelayanan kesehatan cenderung tidak mematuhi rencana pengobatan, tidak mematuhi nasehat atau pindah ke fasilitas kesehatan lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien di IGD RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1320 dengan sampel 83 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan Uji Statistik Chi-Square dengan p-value 0,05. Hasil penelitian menunjukan yang didapat bahwa mutu pelayanan keperawatan baik dengan kepuasan pasien yang baik berjumlah 41 responden (49,4%) sedangkan mutu pelayanan keperawatan kurang baik dengan kepuasan pasien kurang baik berjumlah 38 responden (45,8%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan hasil nilai p-value = 0,000. Kesimpulan pada penelitian ini ada hubungan mutu pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien di IGD RSU GMIM Pancaran Kasih Manado.
PENGUATAN PROGRAM REHABILITASI DI PELAYANAN KESEHATAN PRIMER UNTUK PENCEGAHAN DISABILITAS JANGKA PANJANG : TINJAUAN LITERATU Rizky Sabrina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57827

Abstract

Peningkatan penyakit tidak menular dan populasi usia lanjut berkontribusi terhadap meningkatnya beban disabilitas secara global. Program rehabilitasi menjadi strategi penting untuk mencegah terjadinya disabilitas jangka panjang melalui optimalisasi fungsi dan kemandirian pasien. Studi ini bertujuan untuk untuk menganalisis peran program rehabilitasi di pelayanan kesehatan primer, termasuk berbasis rumah, komunitas, dan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Jenis penelitian yang digunakan adalah literature review dengan metode pencarian artikel melalui PubMed, ScienceDirect, dan Scopus pada periode 2021–2026. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis konten. Hasil menunjukkan bahwa program rehabilitasi di pelayanan primer secara konsisten meningkatkan fungsi fisik, kualitas hidup, serta menurunkan gejala pada berbagai kondisi, seperti stroke, penyakit paru kronik, gangguan muskuloskeletal, dan pasca COVID-19. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan kebijakan serta penelitian lanjutan dalam optimalisasi program rehabilitasi di pelayanan kesehatan primer.
TINJAUAN PUSTAKA: PERAN MITOKONDRIA PADA PENYAKIT METABOLIK Ismatul Fauziah Rambe
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57829

Abstract

Mitokondria memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan energi dan metabolisme sel. Dalam beberapa tahun terakhir, disfungsi mitokondria semakin dikenal sebagai salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit metabolik, termasuk Diabetes Melitus (DM) tipe 2, obesitas, dan sindrom metabolik. Kondisi ini erat kaitannya dengan peningkatan stres oksidatif, inflamasi kronis, dan gangguan sensitivitas insulin yang berdampak pada berbagai jaringan tubuh. Artikel ini disusun menggunakan pendekatan tinjauan pustaka dengan mengkaji berbagai penelitian ilmiah terkini dalam 10 tahun terakhir yang membahas peran mitokondria, produksi reactive oxygen species (ROS), serta dampaknya terhadap jaringan metabolik utama. Disfungsi mitokondria ditandai oleh penurunan kemampuan produksi energi, gangguan oksidasi asam lemak, penurunan biogenesis mitokondria, serta peningkatan produksi ROS. Perubahan ini memicu akumulasi lemak dalam sel, mengganggu jalur sinyal insulin, dan berkontribusi terhadap resistensi insulin serta kerusakan sel β pankreas. Peninfkatan ROS juga memperburuk stres oksidatif dan inflamasi, yang memiliki dampak luas pada berbagai organ seperti hati, otot rangka, jaringan adiposa, jantung, ginjal, dan sistem saraf. Gangguan fungsi mitokondria juga diketahui dapat berperan dalam penurunan kapasitas metabolik sel dan mempercepat progresivitas komplikasi metabolik. Secara keseluruhan, mitokondria berperan penting dalam perkembangan penyakit metabolik melalui interaksi kompleks antara gangguan energi, stres oksidatif, dan inflamasi. Pemahaman yang lebih baik mengenai mekanisme ini diharapkan dapat membuka peluang baru dalam pengembangan strategi pencegahan dan terapi yang lebih efektif serta berbasis target molekuler.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN INHIBITOR Α-GLUKOSIDASE BAKTERI ENDOFIT DAUN JAMBU AIR (SYZGIUM AQUEUM L.) Herisa Aulia Rizky; Edy Fachrial; Roy Indrianto Bangar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57835

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin atau penurunan sekresi insulin. Penggunaan inhibitor α-glukosidase seperti akarbosa efektif dalam mengontrol glukosa darah, namun memiliki efek samping gastrointestinal. Oleh karena itu, diperlukan alternatif alami yang lebih aman, salah satunya melalui pemanfaatan bakteri endofit dari daun jambu air (Syzygium aqueum L.) yang berpotensi menghasilkan senyawa bioaktif antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bakteri endofit dari daun jambu air sebagai sumber inhibitor α-glukosidase. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental in vitro dengan tahapan isolasi dan pemurnian bakteri endofit, karakterisasi menggunakan pewarnaan Gram dan uji katalase, serta pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Isolat dengan aktivitas antioksidan tertinggi kemudian diuji kemampuan penghambatan enzim α-glukosidase menggunakan microplate reader pada panjang gelombang 415 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh isolat bakteri endofit yang berhasil diisolasi. Dari ketujuh isolat tersebut, isolat P10 menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi sebesar 83%. Isolat ini juga memiliki aktivitas penghambatan α-glukosidase sebesar 95%, yang menunjukkan potensi kuat sebagai inhibitor alami. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa bakteri endofit dari daun jambu air memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif antidiabetes. Isolat P10 khususnya berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat inhibitor α-glukosidase alami dalam pengelolaan diabetes melitus tipe II.