cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS Ita Purwati; Ikit Netra Wirakhmi; Etika Dewi Cahyaningrum
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57963

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Keberhasilan pengobatan TBC sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur. Rendahnya kepatuhan minum obat dapat menyebabkan kegagalan pengobatan dan meningkatkan risiko penularan penyakit. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam meningkatkan kepatuhan pasien adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis dewasa di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Barat. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 55 pasien TBC dewasa dengan sampel sebanyak 54 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitian meliputi dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga kategori baik sebanyak 41 orang (75,9%), sedangkan kepatuhan minum obat kategori tinggi sebanyak 25 orang (46,3%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien TBC (p < 0,001; r = 0,650) dengan kekuatan hubungan kuat dan arah positif. Simpulan penelitian ini adalah semakin baik dukungan keluarga yang diterima pasien, maka semakin tinggi kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat TBC sehingga mendukung keberhasilan pengobatan tuberkulosis.
LITERATUR REVIEW: HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS Bintang Lestari; Mahacita Andanalusia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57978

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang memerlukan pengobatan jangka panjang dengan tingkat kepatuhan minum obat yang tinggi untuk mencapai keberhasilan terapi. Lamanya durasi pengobatan sering menyebabkan kejenuhan pada pasien sehingga meningkatkan risiko ketidakpatuhan. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis adalah dukungan keluarga, baik dalam bentuk perhatian, motivasi, maupun pengawasan selama menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis di puskesmas berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif. Penelusuran artikel dilakukan melalui berbagai database online dengan rentang publikasi 10 tahun terakhir. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian asli, tersedia dalam teks lengkap, serta membahas dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, dan hubungan keduanya pada pasien tuberkulosis. Adapun kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah artikel yang merupakan literature review. Berdasarkan hasil penelusuran, diperoleh 15 artikel yang memenuhi kriteria. Sebanyak 11 artikel menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis, sedangkan 4 artikel lainnya tidak menunjukkan hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Berdasarkan hasil literature review, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga berhubungan dengan peningkatan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis. Oleh karena itu, keterlibatan keluarga perlu dioptimalkan sebagai salah satu strategi untuk mendukung keberhasilan pengobatan tuberkulosis di puskesmas.
ARTIKEL REVIEW: IDENTIFIKASI TANAMAN JAMBU BIJI BERBASIS ETNOMEDISIN UNTUK MENGOBATI GANGGUAN PENCERNAAN Halimatussakdiyah Halimatussakdiyah; Neneng Rachmalia Izzatul Mukhlishah; Marina Ulfa; Baiq Mufida Lisya Fatiha
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57984

Abstract

Gangguan pencernaan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami masyarakat dan dapat memengaruhi kualitas hidup. Data Global Burden of Disease (GBD) tahun 2019 menunjukkan terdapat 2.276,27 juta kasus prevalensi gangguan pencernaan secara global dengan prevalensi terstandarisasi usia sebesar 27.911,70 per 100.000 penduduk serta 443,53 juta kasus baru. Tingginya angka kejadian tersebut mendorong pemanfaatan tanaman obat tradisional sebagai alternatif pengobatan, salah satunya jambu biji (Psidium guajava L.). Tanaman ini secara empiris digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan pencernaan seperti diare, gastritis, dan konstipasi karena mengandung senyawa metabolit sekunder, antara lain polifenol, flavonoid, tanin, karoten, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan tanaman jambu biji dalam pengobatan gangguan pencernaan berdasarkan kajian literatur. Metode yang digunakan adalah narrative review dengan penelusuran artikel melalui basis data Google Scholar, ResearchGate, dan ScienceDirect pada rentang tahun 2017–2025. Seleksi literatur dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan diperoleh limah belas artikel yang memenuhi syarat. Hasil kajian menunjukkan bahwa bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun, terutama untuk pengobatan diare dengan nilai Use Value (UV) berkisar antara 0,16–2,44 yang menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang berbeda di setiap wilayah. Selain untuk diare, daun, buah, dan batang jambu biji juga dimanfaatkan dalam pengobatan gastritis, konstipasi, dan wasir. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa jambu biji memiliki potensi sebagai tanaman obat tradisional dalam pengobatan berbagai gangguan pencernaan.
HUBUNGAN KECANDUAN BERMAIN GAME ONLINE DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA ANAK DI SD KATOLIK SANTA THERESIA MALALAYANG Racheal Widya Tessalonica Engka; Sri Wahyuni; Merry Hamdani Rimporok
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57993

Abstract

Kemajuan teknologi internet saat ini tidak hanya memudahkan untuk akses informasi tetapi juga menawarkan hiburan seperti game online yang sangat populer di kalangan anak sekolah dasar. Kecanduan game online telah menjadi masalah serius karena berpotensi mengganggu aspek perkembangan individu, terutama dalam menurunkan motivasi belajar anak, anak yang kecanduan game online akan merasa game online lebih menyenangkan dari pada belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecanduan bermain game online dengan motivasi belajar pada anak di SD Katolik Santa Theresia Malalayang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian berjumlah 58 responden siswa kelas 5 yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan bivariat menggnakan uji korelasi Spearmen Rank. Hasil penelitin menunjukkan mayoritas responden (58,6%) memiliki tingkat  motivasi belajar sedang dan tingkat kecanduan bermain game online sedang (39,7%). Berdasarkan hasil statistik diperoleh nilai p-value sebesar 0,008 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kecanduan bermain game online dengan motivasi belajar. Nilai koefisien korelasi negatif sebesar -0,344 mengindikasikan bahwa semakan tinggi tingkat kecanduan maka semakin rendah motivasi belajar anak. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif yang signifikan anatar kecanduan bermain game online dengan motivasi belajar pada anak di SD Katolik Santa Theresia Malalayang. Saran untuk pihak sekolah diharapkan dapat mendorong kebijakan yang lebih ketat terhadap penggunaan gadget di lingkungan sekolah.  
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DAN SAYURAN HIJAU DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Imelda kardina; Eka Setiawati; Siti Hajrianti; Irnawati Irnawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58033

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama pada trimester III kehamilan. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh kurangnya asupan zat gizi, terutama protein dan sayuran hijau yang berperan penting dalam pembentukan hemoglobin.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan protein dan sayuran hijau dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Marusu kabupaten Maros. Metode Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan merupakan penelitian kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling didapatkan 45 responden. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan program statistik SPSS versi 24 dan dianalisis dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan uji chi square didapatkan nilai p-value untuk masing-masing variabel didapatkan asuhan protein p-value = 0,003, dan variabel sayuran hijau p-value = 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho di tolak dan Ha diterima yang berarti dari penelitian yang dilakukan ada hubungan antara asupan protein dan sayuran hijau dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Marusu Kabupaten Maros.
GAMBARAN IMPLEMENTASI E-PUSKESMAS DENGAN METODE HOT-FIT DAN TAM DI PUSKESMAS X TAHUN 2026 Dimas Hafiz Wiryawan; Fitria Dewi Rahmawati; Yanto Haryanto; Bhakti Aryani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58039

Abstract

Implementasi sistem informasi kesehatan berbasis elektronik seperti e-Puskesmas merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan tingkat pertama. Keberhasilan implementasi sistem ini dipengaruhi oleh faktor manusia, organisasi, teknologi, serta penerimaan dan manfaat sistem oleh pengguna. Tenaga kesehatan menjadi salah satu aktor utama dalam keberhasilan penggunaan sistem karena berperan langsung dalam pengoperasian dan pemanfaatan sistem informasi dalam pelayanan sehari-hari. Model HOT-FIT dan TAM dipilih karena mampu mengevaluasi implementasi sistem informasi secara komprehensif dari aspek kesesuaian manusia, organisasi, teknologi, serta tingkat penerimaan pengguna terhadap sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran implementasi e-Puskesmas dengan metode HOT-FIT dan TAM di Puskesmas X Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 responden yang dipilih menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner berdasarkan variabel Human, Organization, Technology, Net Benefit, Perceived Usefulness, dan Perceived Ease of Use, dengan analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan nilai rata-rata (mean). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel berada pada kategori baik, yaitu Human (mean 3,8053), Organization (4,0493), Technology (3,7939), Net Benefit (3,8509), Perceived Usefulness (3,8772), dan Perceived Ease of Use (3,7368). Hal ini menunjukkan bahwa implementasi e-Puskesmas telah berjalan cukup optimal dari aspek SDM, organisasi, teknologi, serta penerimaan dan manfaat sistem. Kesimpulannya, implementasi e-Puskesmas di Puskesmas X Tahun 2026 berada pada kategori baik, namun masih diperlukan peningkatan pada aspek teknis dan pelatihan pengguna untuk optimalisasi berkelanjutan.
EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN SEBAGAI DASAR OPTIMALISASI LAYANAN DI INSTALASI FARMASI RSUD BAYUNG LENCIR Vera Monica Savitri; Amraini Amelia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58040

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit yang dapat dinilai melalui waktu tunggu pelayanan resep. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya di Instalasi Farmasi RSUD Bayung Lencir. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 360 resep yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dianalisis menggunakan nilai rata-rata (mean), standar deviasi serta persentase kesesuaian dengan Standar Pelayanan Minimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu resep racikan sebesar 44,65 menit dan resep non-racikan sebesar 22,36 menit. Secara umum, waktu tunggu pelayanan telah memenuhi standar yaitu <60 menit untuk racikan dan <30 menit untuk non-racikan. Namun, masih terdapat sebagian resep yang melebihi standar. Faktor yang memengaruhi waktu tunggu meliputi proses peracikan obat, jumlah item dalam resep, keterbatasan sumber daya manusia, serta kendala pada sistem informasi rumah sakit. Kesimpulannya, meskipun secara rata-rata pelayanan telah memenuhi standar, diperlukan optimalisasi proses pelayanan untuk meningkatkan konsistensi mutu layanan kefarmasian.  
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA GEN Z PENGGUNA MEDIA SOSIAL TIKTOK DI PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN INSTITUT CITRA INTERNASIONAL TAHUN 2025 Ganis Wigati; Nova Mardiana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58058

Abstract

Fear of Missing Out (FOMO) merupakan perasaan cemas yang muncul ketika individu merasa tertinggal dari pengalaman sosial orang lain, terutama akibat penggunaan media sosial. Generasi Z sebagai kelompok usia yang dominan menggunakan TikTok berpotensi mengalami Fear of Missing Out (FOMO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Fear of Missing Out (FOMO) pada Generasi Z pengguna media sosial TikTok di Program Studi Ilmu Keperawatan Institut Citra Internasional tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 65 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui Google Form. Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa intensitas penggunaan TikTok memiliki nilai p-value sebesar 0,037 (< α = 0,05) dan self-esteem memiliki nilai p-value sebesar 0,021 (< α = 0,05), sehingga keduanya berhubungan secara signifikan dengan Fear of Missing Out (FOMO). Sementara itu, variabel perbandingan sosial memiliki nilai p-value sebesar 0,090 (> α = 0,05) yang menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna dengan Fear of Missing Out (FOMO) pada Generasi Z pengguna media sosial TikTok di Program Studi Ilmu Keperawatan Institut Citra Internasional tahun 2025. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara intensitas penggunaan media sosial TikTok dan self-esteem dengan Fear of Missing Out (FOMO), sementara perbandingan sosial tidak memiliki hubungan yang bermakna secara statistik. Disarankan agar institusi pendidikan berkolaborasi dengan pihak terkait dalam meningkatkan edukasi penggunaan media sosial yang sehat serta penguatan self-esteem pada mahasiswa sebagai upaya pencegahan dampak negatif Fear of Missing Out (FOMO).
HUBUNGAN ASI ESKLUSIF DAN STATUS GIZI TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI RSUD DEPATI HAMZAH PANGKALPINANG TAHUN 2025 Rosnawati Rosnawati; Indri Puji Lestari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58061

Abstract

Pneumonia merupakan infeksi akut pada jaringan paru-paru yang masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian pada balita di dunia maupun di Indonesia. Berbagai faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian pneumonia pada balita antara lain riwayat pemberian ASI eksklusif dan status gizi. Balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif serta memiliki status gizi kurang berisiko lebih tinggi mengalami pneumonia karena rendahnya daya tahan tubuh terhadap infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ASI eksklusif dan status gizi terhadap kejadian pneumonia pada balita di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 1–5 tahun yang dirawat inap di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang Tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 94 balita yang dipilih menggunakan teknik sampling sesuai kriteria penelitian. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian pneumonia pada balita (p-value = 0,001). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian pneumonia pada balita (p-value = 0,000). Balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif dan memiliki status gizi kurang cenderung lebih berisiko mengalami pneumonia dibandingkan balita yang mendapatkan ASI eksklusif dan memiliki status gizi baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara ASI eksklusif dan status gizi terhadap kejadian pneumonia pada balita usia 1–5 tahun di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang Tahun 2025. Pemberian ASI eksklusif berperan dalam meningkatkan sistem imun melalui kandungan antiinflamasi dan antimikroba, sedangkan status gizi yang baik mendukung mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi. Oleh karena itu, upaya peningkatan cakupan ASI eksklusif dan perbaikan status gizi balita perlu terus ditingkatkan untuk menurunkan kejadian pneumonia pada balita.
HUBUNGAN PENGGUNAAN GADGET DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 PANGKALPINANG TAHUN 2025 Rizkia Arifina; Ardiansyah Ardiansyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58062

Abstract

Perilaku seksual pada remaja merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang perlu mendapatkan perhatian serius, karena dapat menimbulkan berbagai dampak fisik, psikologis, dan sosial. Kurangnya pendidikan seksual yang tepat meningkatkan risiko perilaku seksual pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penggunaan gadget dengan pola asuh orang tua yang mempengaruhi perilaku seksual pada remaja di SMA Negeri 1Pangkal Pinang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan populasi dan sampel 73 siswa kelas XI dan XII yang dipilih dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square melalui program SPSS dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan gadget dan pola asuh orang tua dengan perilaku seksual pada remaja. Penggunaan gadget berhubungan secara signifikan dengan perilaku seksual remaja (p = 0,000), intensitas penggunaan gadget yang tidak sehat meningkatkan risiko terjadinya perilaku seksual berisiko, sejalan dengan nilai POR sebesar 0,044 menunjukkan adanya kecenderungan perilaku seksual berisiko berat pada remaja dengan penggunaan gadget negatif. Pola asuh orang tua juga memiliki hubungan signifikan dengan perilaku seksual remaja (p = 0,012), dimana pola asuh permisif dan otoriter lebih banyak ditemukan pada remaja dengan perilaku seksual berisiko berat, sedangkan pola asuh demokratis cenderung berhubungan dengan perilaku seksual berisiko ringan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengendalian penggunaan gadget serta penerapan pola asuh demokratis yang disertai komunikasi terbuka dan pengawasan yang tepat memiliki peran penting dalam mencegah perilaku seksual berisiko pada remaja.