cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
HUBUNGAN ASUPAN NUTRISI TERHADAP STATUS GIZI ANAK 3-5 TAHUN DI PUSKESMAS WALANTAKA Ridho Mozaiq Fathara; Herwanto Herwanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16204

Abstract

Status gizi adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan dalam metabolisme tubuh. Banyaknya anak yang menderita gizi kurang, gizi lebih atau gizi buruk disebabkan dari dari ketidak tahuan atau kurangnya pengetahuan orang tua di Indonesia. Gizi buruk merupakan salah satu masalah gizi yang bayak terjadi di Indonesia. Ada dua hal yang dapat mempengaruhi status gizi anak yaitu asupan gizi yang kurang dan penyakit infeksi. Nutrisi memainkan peran penting dalam menyembuhkan penyakit. Dengan nutrisi akan memberikan makanan tinggi kalori, protein, dan vitamin-mineral yang cukup untuk mencapai status gizi yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dalam pemberian nutrisi dengan status gizi anak. Penelitian analitik dengan desain cross sectional. Variabel bebasnya adalah pemberian asupan nutrisi. Variabel terikatnya adalah status gizi anak. Penelitian dilakukan di Puskesmas Walantaka Kota Serang. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan pengukuran berat badan serta tinggi badan. Jumlah sampel adalah 70 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46 ibu (65,7%) yang memiliki pengetahuan baik tentang pemberian asupan nutrisi yang tepat dan 24 ibu (34,4%) yang memiliki informasi atau pengetahuan kurang tepat tentang gizi. Terdapat anak dengan status gizi normal sebanyak 36 orang (51,4%), anak dengan status gizi kurang sebanyak 31 orang (44,3%) dan anak dengan status gizi lebih sebanyak 3 orang (4,3%). Terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian asupan nutrisi oleh orang tua terhadap status gizi anak usia 3 – 5 tahun di Puskesmas Walantaka Kota Serang dengan p-value <0,05.
PENGARUH POLA ASUH TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSI USIA 3-5 TAHUN DI PUSKESMAS WALANTAKA Amelia Assyifa; Herwanto Herwanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16205

Abstract

Pola asuh didefinisikan sebagai gaya pengasuhan orang tua saat membimbing serta mendampingi anak dalam berkembang menjadi dewasa. Terdapat empat tipe pola asuh, seperti authoritarian, authoritative, permissive, dan neglectful. Masa prasekolah yang terjadi pada usia anak 3-5 tahun mengalami golden period sebagai tahapan utama terhadap dampak perkembangan selanjutnya meliputi perkembangan kognitif, motorik, bahasa, emosi dan perilaku. Perkembangan sosial mengacu pada kemampuan anak untuk membentuk dan menjaga hubungan yang bermakna dengan orang lain. Perkembangan emosi adalah kecakapan anak dalam hal mengekspresikan, mengelola emosinya serta menanggapi emosi orang lain dengan tepat. Penelitian ini bertujuan dalam mengetahui hubungan pola asuh yang dijalankan oleh orang tua terhadap perkembangan sosial emosi anak usia 3-5 tahun, pada penelitian ini digunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional kepada 71 responden. Variabel bebas adalah pola asuh. Variabel terikat adalah perkembangan sosial dan emosi. Pola asuh orang tua dinilai menggunakan PSDQ, perkembangan sosial menggunakan KPSP serta perkembangan emosi menggunakan KMPE. Hasil penelitian didapatkan 70 (98,6%) orang tua menerapkan pola asuh otoritatif yang berdampak terhadap perkembangan sosial tidak delay pada 59 (84,3%) anaknya, namun terdapat suspek gangguan perkembangan emosi pada 63 (90%) anaknya. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tipe pola asuh yang diterapkan oleh orang tua dengan perkembangan sosial anak (p=0,666) dan perkembangan emosi anak (p=0,739). Di sisi lain, terdapat faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan sosial emosi anak usia 3-5 tahun yakni, profesi orang tua terhadap perkembangan emosi terlihat p-value sebesar 0,018 dan faktor jumlah anak dengan perkembangan emosi yang dilihat dari p-value 0,04 < 0,05.
PENGARUH STIMULUS MOTORIK TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 3–5 TAHUN DI PUSKESMAS WALANTAKA Teresa Vanya Nabela Puspita Prameswari; Herwanto Herwanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16206

Abstract

Setiap manusia akan melalui perkembangan secara bertahap. Perkembangan motorik adalah salah satunya. Perkembangan yang berfokus pada gerakan serta postur / posisi tubuh dan koordinasi halus. Periode keemasan  seorang anak dikatakan pada saat menginjak usia balita. Perkembangan motorik anak yang baik bisa didorong dengan upaya dari berbagai pihak. Keluarga terutama orang tua adalah pihak yang paling utama.. Perkembangan motorik yang tidak sesuai, menjadi hasil dari kurangnya peran orang tua periahal pertumbuhan dan perkembangan anak. Perkembangan motorik dan pemberian stimulus motoriknya menjadi pusat dan unsur pokok pada penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kaitan antara keduanya. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Puskesmas Walantaka pada bulan Februari 2023. Penelitian ini dilakukan dengan desain cross sectional. Diperoleh 71 responden yang terdiri dari 38 anak perempuan dan 33 anak laki - laki dengan rentang usia 3 – 5 tahun. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan pengisian kuesioner tentang stimulus motorik oleh orang tua dan pengisian form KPSP yang dibantu peneliti. Hasil yang dipenelitian ini memperoleh 71,8% responden mendapatkan stimulus motorik yang baik, sedangkan  28,2% responden mendapatkan stimulus motorik yang buruk. Didapatkan juga 60,6% responden perkembangan motoriknya normal, dan 39,4% responden perkembangan motorik dengan suspek delay.. Hasil didapatkan dari uji statistic dengan Chi square menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian stimulus motorik dengan perkembangan motorik anak, dengan nilai p sebesar 0,000 (0,001) dan nilai odds ratio 36,9. Didapatkan hubungan yang bermakna antara pemberian stimulasi motorik dengan perkembangan motorik anak usia 3–5 tahun di Puskesmas Walantaka dengan nilai p <0,05.
ANALISIS FAKTOR RISIKO DIABETES PADA REMAJA DI INDONESIA Nadiyatul Ulya; Audrey Zanetha Eugenia Sibuea; Shofiyyah Salma Purba; Aulia Ikka Maharani; Chahya Kharin Herbawani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16210

Abstract

Diabetes Mellitus atau yang juga dikenal dengan kencing manis/penyakit gula adalah penyakit dimana kadar gula darah dalam tubuh terbilang cukup tinggi sehingga tubuh tidak dapat memproduksi atau menggunakan insulin, sehingga gula darah tidak dapat dimetabolisme dan penyakit ini dapat menyerang siapa saja. Kegawatdaruratan kasus Diabetes Melitus memiliki potensi dalam menyerang para remaja yang saat ini memiliki konsumtif sehingga cenderung untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan tanpa mengikuti pola hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko dari penyakit diabetes mellitus pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode systematic review, yakni menggunakan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA). Sumber data literatur ini didapatkan dari Google Scholar, PubMed, dan Sciencedirect. Data penelitian ini diambil dari tahun 2019-2023. Berdasarkan kajian literatur yang telah dilakukan, menetapkan gambaran faktor risiko yang berkaitan dengan diabetes melitus pada  remaja. Hasil tersebut menunjukkan bahwa faktor risiko yang ditemukan diantaranya, kemajuan teknologi berbasis media sosial, tren merokok, riwayat keluarga, jenis kelamin, pola makan, aktivitas fisik, obesitas, dan pengetahuan. Hal tersebut menjadi landasan dalam penentuan kebijakan pencegahan serta pengendalian dari penyakit diabetes melitus. Remaja dapat berisiko terkena diabetes dengan faktor risiko penyebab kejadian penyakit diabetes diantaranya dampak kemajuan teknologi berbasis sosial media, tren merokok pada remaja, riwayat keluarga, jenis kelamin, pengetahuan, pola makan, aktivitas fisik, dan obesitas. Diabetes Mellitus atau yang juga dikenal dengan kencing manis/penyakit gula adalah penyakit dimana kadar gula darah dalam tubuh terbilang cukup tinggi sehingga tubuh tidak dapat memproduksi atau menggunakan insulin, sehingga gula darah tidak dapat dimetabolisme dan penyakit ini dapat menyerang siapa saja. Kegawatdaruratan kasus Diabetes Melitus memiliki potensi dalam menyerang para remaja yang saat ini memiliki konsumtif sehingga cenderung untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan tanpa mengikuti pola hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko dari penyakit diabetes mellitus pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode systematic review, yakni menggunakan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA). Sumber data literatur ini didapatkan dari Google Scholar, PubMed, dan Sciencedirect. Data penelitian ini diambil dari tahun 2019-2023. Berdasarkan kajian literatur yang telah dilakukan, menetapkan gambaran faktor risiko yang berkaitan dengan diabetes melitus pada  remaja. Hasil tersebut menunjukkan bahwa faktor risiko yang ditemukan diantaranya, kemajuan teknologi berbasis media sosial, tren merokok, riwayat keluarga, jenis kelamin, pola makan, aktivitas fisik, obesitas, dan pengetahuan. Hal tersebut menjadi landasan dalam penentuan kebijakan pencegahan serta pengendalian dari penyakit diabetes melitus. Remaja dapat berisiko terkena diabetes dengan faktor risiko penyebab kejadian penyakit diabetes diantaranya dampak kemajuan teknologi berbasis sosial media, tren merokok pada remaja, riwayat keluarga, jenis kelamin, pengetahuan, pola makan, aktivitas fisik, dan obesitas.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA SISWA SMA DI KECAMATAN PAHUNGA LODU SUMBA TIMUR TAHUN 2022 Magdarani Kuku Yowa; Imelda F. E. Manurung; Yuliana Radja Riwu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16213

Abstract

Merokok merupakan masalah yang belum bisa terselesaikan hingga saat ini. Perilaku merokok dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yakni pengetahuan, sikap, orang tua, teman sebaya, iklan rokok dan uang saku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada siswa SMA di Kecamatan Pahunga Lodu Sumba Timur Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan desain case-control. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Pahunga Lodu. Penelitian dilakukan pada bulan oktober sampai dengan bulan november tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 156 orang. Sampel dalam penelitian ini sebesar 50 kasus dan 50 kontrol. Teknik pengambilan sampel dalan penelitian ini yaitu Simple Random Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan ?=0,05. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,002 dan PR=2,020), sikap (p=0,001 dan PR=0,511), teman sebaya (p=0,001 dan PR=2,329) dan uang saku (p=0,001 dan PR=3,435) dengan perilaku merokok pada siswa SMA di kecamatan Pahunga Lodu. Berdasarkan hasil penelitian juga menunjukan faktor yang tidak memiliki hubungan dengan perilaku merokok adalah faktor orang tua (p=0,537 dan 95% CI=0,316-1,601) dan iklan rokok (p=0,685 dan 95% CI=0,577-2,849). Diharapkan kepada siswa untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya untuk berhenti merokok dan menghindari rokok.
EKSTRAK BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA): UJI FITOKIMIA, TOTAL ANTIOKSIDAN, DAN KADAR FENOLIK TOTAL Angela Aprilia Adinda; David Limanan; Frans Ferdinal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16215

Abstract

Reactive Oxygen Species (ROS) dapat dihasilkan dari dalam tubuh maupun faktor lingkungan. Kerusakan jaringan di dalam tubuh disebabkan oleh ketidakseimbangan antioksidan di dalam tubuh akibat paparan ROS yang melebihi batas sehingga menimbulkan stres oksidatif. Untuk mengatasi stres oksidatif diperlukan penambahan antioksidan eksogen. Tanaman herbal merupakan salah satu sumber antioksidan eksogen. Bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) merupakan sumber antioksidan eksogen yang memiliki banyak manfaat. Selain bermanfaat dalam bidang kesehatan terutama dalam menangani hipertensi, bunga rosella juga dikenal dengan warnanya yang indah dan rasanya yang masam sehingga banyak dipergunakan untuk pewarna alami dan dijadikan sebagai bahan dasar olahan makanan. Mengetahui kandungan fitokimia, kapasitas total antioksidan dengan metode FRAP, DPPH. ABTS, serta kadar fenolik total bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) adalah tujuan dari penelitian ini yang dilakukan di Lab Biokimia dan Biologi Molekuler, Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara. Pada uji fitokimia ekstrak bunga rosella terdapat positif pada senyawa terpenoid, antosianin, kumarin, tanin, saponin, kuinon, flavonoid, kardioglokosida, glikosida, fenolik, dan alkaloid. Serta negatif pada steroid dan betasianin. Pada penelitian kapasitas total antioksidan bunga rosella dengan metode DPPH, ABTS, dan FRAP ditemukan IC50 secara berurut sebesar 78,656 µg/mL, 20,788 µg/mL, dan 12,057 µg/mL hal ini menandakan bahwa bunga rosella termasuk dalam golongan dengan antioksidan yang sangat kuat dan kadar fenolik total di dapatkan sebesar 2086,32 ?g/mL. Dapat disimpulkan bahwa bunga rosella memiliki potensi sebagai antioksidan.
ANALISA EKSTRAK BUNGA ANYELIR DENGAN UJI KAPASITAS ANTIOKSIDAN, UJI TOKSISITAS, DAN UJI FITOKIMIA Ivany Lius Pangestu; David Limanan; Frans Ferdinal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16217

Abstract

Tanaman herbal memiliki fungsi terapeutik dan sudah menjadi obat tradisional untuk berbagai tempat di dunia. Bagian dari tanaman yang bisa digunakan untuk fungsi tersebut mencakup daun, batang, bunga dan biji. Bunga anyelir ini ditemukan memiliki sifat anti kanker, antioksidan dan antifungal. Pada penelitian yang dijalankan dari September 2022 sampai April 2023 di Laboratorium Biokimia dan Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara ini, dilakukan beberapa analisa terhadap ektrak bunga anyelir (Dianthus caryophyllus) sebagai salah satu edible flower untuk menelusuri kandungan dan manfaat edible flower terhadap kesehatan. Penelitian ini hendak mencari tahu kandungan metabolit sekunder dengan cara melakukan uji fitokimia, kapasitas antioksidan total melalui metode, DPPH, ABTS, dan FRAP, uji toksisitas dengan metode BSLT. Hasil uji pada penelitian ini dirangkum dalam tabel dan grafik. Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa IC50 ekstrak bunga anyelir pada metode DPPH sebesar 31,371 µg/mL, ABTS sebesar 39,167 µg/mL, dan FRAP sebesar 16,320 µg/mL, tergolong mempunyai kemampuan antioksidan yang kuat, memiliki kemampuan untuk menginhibisi proses mitosis sel dengan LC50 174,818 µg/mL, dan memiliki kandungan fitokimia seperti alkaloid, kardio glikosida, flavonoid, glikosida, fenolik, kuinon, saponin, steroid, terpenoid, tannin, coumarin, dan betasianin. Penelitian ini menggunakan bunga yang diperoleh dari pasar bunga lokal dimana kondisi pertumbuhan tanaman tidak dapat diketahui dan dikendali sehingga pada penelitian lebih lanjut sebaiknya menggunakan tanaman yang dibiakkan dalam kondisi terkontrol.
HUBUNGAN ANTARA GULA DARAH PUASA (GDP) DENGAN KEJADIAN PERIFERAL ARTERIAL DISEASE PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUP PROF DR.R.D. KANDOU MANADO Kenny Jose Christopher Tjandra; Alfianto Martin; Margi Lestari; Emia Debora
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16226

Abstract

Peripheral Arterial Disease (PAD) tiga kali lebih sering terjadi pada pengidap Diabetes Melitus dibandingkan non-penderita diabetes. PAD cenderung untuk menyerang segmen arteri bawah lutut. Sehingga kita perlu deteksi dini untuk melihat kondisi pembuluh darah perifer. Faktor yang diteliti begitupula dengan nilai ABI dan handheld doppler sangat mudah untuk digunakan dan bersifat non invasif yang dapat menggambarkan kondisi pembuluh darah perifer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor GDP dengan kejadian PAD pada pasien Diabetes Melitus tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan jenis desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian yang diperoleh sebanyak 156 responden yang merupakan pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUP Prof Dr.R.D.Kandou Manado. Pengambilan data dilakukan dengan cara mengambil data ABI dan penunjang lainnya dari rekam medis. Hasilnya akan dianalisa secara statistik dengan menggunakan uji analisis bivariat. Dari hasil analisis terdapat 87 (55,77%) pasien diabetes melitus tipe 2 mengalami PAD, sebanyak 67 (69,1%) GDP ? 126. Berdasarkan uji analisis bivariat didapatkan  p<0,05 (p=0,000). Dengan itu dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara GDP dengan kejadian PAD pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di RSUP Prof.R.D. Kandou Manado
HUBUNGAN KECANDUAN MENONTON FILM/DRAMA DENGAN HASIL BELAJAR MAHASISWA FK UNIVERSITAS TARUMANAGARA Belinda Angie Felicia Karu; Rebekah Malik
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16229

Abstract

Seiring berkembangnya teknologi dalam industri hiburan, tidak sedikit film atau drama yang menjadi sangat popular di semua kalangan usia terlebih lagi remaja. Hal ini sering dijadikan sebagai salah satu sarana untuk melepas stres atau dijadikan sebuah sarana untuk mencari pengetahuan dalam segala bidang. Tetapi Ketika seseorang mulai menonton film/drama tanpa mengenal waktu maka hal tersebut disebut dengan kecanduan. Kecanduan terhadap film/drama dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari termasuk kehidupan akademik. Penelitan ini dilakukan agar peneliti dapat mengetahui adanya hubungan kecanduan menonton film/drama dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa fakultas kedokteran universitas tarumanagara atau tidak. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional menggunakan desain studi cross sectional dengan teknik simple random sampling yang dilakukan pada bulan Februari 2022 di Universitas Tarumanagara. Data diperoleh dari 167 responden yang mengisi kuesioner dari 200 mahasiswa fakultas kedokteran universitas tarumanagara Angkatan 2021. Pengambilan data dilakukan dengan  cara peneliti membagikan link yang berisi 10 pertanyaan mengenai kecanduan dan IPK. Hasil dari pengisian kuesioner akan di analisis menggunakan uji analisis bivariat. Dari hasil analisis yang diperoleh, terdapat 83 (49.7%) mahasiswa dengan kecanduan menonton film/drama, sebanyak 39 responden mendapatkan hasil IPK yang kurang memuaskan dan 44 responden mendapatkan hasil IPK yang memuaskan. Sedangkan responden yang tidak kecanduan menonton film/drama sebanyak 84 (50.3%) mahasiswa, diantaranya terdapat 26 responden dengan IPK yang tidak memuaskan dan 58 responden yang memperoleh IPK yang memuaskan. Setelah dilakukan uji chi-square didapatkan  hasil p <0,05 (p=0,040 ) sehingga H0 ditolak, sehingga didapatkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kecanduan menonton film/drama dengan indeks prestasi kumulatif.
PENGARUH INFRASTRUKTUR PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEIKUTSERTAAN PESERTA JKN DI INDONESIA Alwi Safriansyah Lubis; Fitri Amja Yani; Nyak Firzah; Fitriani Pramita Gurning
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16234

Abstract

Salah satu komponen terpenting dalam mewujudkan pembangunan kesehatan di Indonesia adalah ketersedian infrastruktur kesehatan. Oleh sebab itu, Kemenkes RI mengalokasikan anggaran kesejahteraan kesehatan sebesar 5% dari APBN kepada kabupaten/kota, yang diharapkan dapat berperan dalam membantu peningkatan infrastruktur dan suprastruktur kesehatan bagi masyarakat. Infrastruktur yang memadai akan mempengaruhi respon masyarakat terhadap pelaksanaan program kesehatan. Salah satu contoh adalah program jaminan kesehatan nasional, Ketidakmerataan infrastruktur layanan kesehatan dapat mempengaruhi keikutsertaan peserta JKN. Karena ketidakmerataan infrastruktur kesehatan dapat menyebabkan kesulitan bagi individu untuk mencapai fasilitas kesehatan yang diperlukan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh infrastruktur pelayanan kesehatan terhadap keikutsertaan masyarakat menjadi peserta jaminan kesehatan nasional di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kajian literatur, pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan search engine Google Scholar.  Pencarian tersebut menghasilkan “30” artikel publikasi antara tahun 2020-2023 yang sesuai dengan judul penelitian dan memenuhi persyaratan inklusi penelitian ini. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Aksesibilitas Infrastruktur Layanan Kesehatan, aksesibilitas infrastruktur layanan kesehatan, ketersediaan tenaga medis, fasilitas pendukung, kualitas layanan, dan disparitas regional menjadi faktor yang mempengaruhi keikutsertaan peserta jaminan kesehatan nasional. Pengetahuan, pendapatan, pandangan masyarakat, pendidikan, dan infrastruktur kesehatan adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi minat masyarakat terhadap keikutsertaan menjadi peserta JKN. Terutama faktor infrastruktur pelayanan kesehatan, ketidakmerataan infrastruktur pelayanan kesehatan dapat mempengaruhi keikutsertaan peserta JKN.

Page 49 of 435 | Total Record : 4346