cover
Contact Name
herlinda
Contact Email
jurnalkeb.basurek1@gmail.com
Phone
+6285367262277
Journal Mail Official
jurnalkeb.basurek1@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mahakam Raya No.16, Lingkar Barat, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Bengkulu 38225
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Kebidanan Basurek
ISSN : 25273698     EISSN : 26214393     DOI : https://doi.org/10.51851/jkb.v1i1
Core Subject : Health,
Jurnal kebidanan Besurek merupakan jurnal yang menyediakan tulisan ilmiah untuk bertukar gagasan tentang teori, metodelogi dan inovasi berhubungan dengan dunia kesehatan khususnya lingkup Kebidanan yang tertulis dan mengandung manfaat tersurat untuk pembaca.
Articles 126 Documents
HUBUNGAN MOTIVASI IBU DENGAN KUNJUNGAN BALITA KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN PADANG GUCI KABUPATEN KAUR TAHUN 2024 ARLENTI, Lety; Nurul Maulani; Rismayani; Fitri Yani Yustika
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i1.741

Abstract

The regularity of mothers in visiting the integrated health post and weighing their toddlers at the integrated health post will be very useful as monitoring the growth and development and nutritional status of toddlers. The percentage of coverage of toddler visits to the integrated health post in the Padang Guci Health Center working area is 70%. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal motivation and toddler visits to the integrated health post in 2024. The research design used Cross Sectional. The study population was mothers who had toddlers totaling 439 people. The research sample was mothers who had toddlers aged 13-36 months as many as 93 people taken using the Accidental Sampling technique. Data collection was carried out by distributing questionnaires. Data analysis used the chi-square statistical test. The results of the study showed that out of 91 mothers of toddlers, almost half, 43 people (47.3%) had high motivation to visit toddlers to the integrated health post, out of 91 mothers who had toddlers, more than half, 57 people (62.6%) did not regularly visit toddlers to the integrated health post. The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between the motivation of mothers who have toddlers and toddler visits to the integrated health post in the working area of the Padang Guci Health Center, Kaur Regency in 2024 (p value = 0.030). It is hoped that health workers will increase health promotion about integrated health posts so that they can increase the motivation of mothers of toddlers to come to the integrated health post and make innovations in order to increase the interest of mothers of toddlers in visiting the integrated health post. Keywords : Motivation, Mother, Toddler, Posyandu
Pengembangan Aplikasi Se-Resti Sebagai Media Deteksi Dini Risiko Tinggi Kehamilan Berbasis Android Lestari, Dea; Ade Elvina; Dana Daniati
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i1.748

Abstract

Penanganan komplikasi kehamilan risiko tinggi tergolong rendah, karena kurang cepat dalam meneggakan diagnosa dan masih menggunakan buku KIA, dirasakan kurang cepat dalam melakukan rekapitulasi hasil dan pelaporan. Tujuan pada penelitian untuk mengetahui kelayakan pada aplikasi deteksi dini risiko tinggi kehamilan berbasis android menurut ahli materi,ahli media,ibu hamil. Metode pada penelitian menggunakan kuantitatif dengan model pengembangan research and Development dilakukan pada bulan september di Wilayah Pukesmas Banguntapan III dengan 32 subyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan aplikasi se-Resti mendapatkan katagori layak berdasarkan penilaian ahli materi dan ahli media, dan katagori sangat layak berdasarkan penilaian uji coba dan uji lapangan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSAANAAN CONTINUITY OF CARE (COC) DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI PMB KUSMILAH KECAMATAN SEBERANG ULU1 PALEMBANG 2024 Erlin Aprilia; Eka Rahmawati; erna, Wahyu Ernawati; Erma Puspita Sari
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i1.750

Abstract

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia World Health Organization (WHO) Angka Kematian Ibu (AKI) pada tahun 2020 yaitu sebanyak 303 per 100 kelahiran hidup. Kematian ibu meningkat merupakan salah satu kendala pencapaian SDGs. Salah satu penyebab kematian ibu adalah meningkatnya factor tinggi kehamilan yang akan mengakibatkan banyaknya kompikasi pada saat kehamilan dan persalinan. Salah satu program yang dilakukan pemerintah untuk mencegah kompikasi terjadi pada masa kehamilan dan persalinan adalah dengan melakukan pemeriksaan kehamilan atau biasa kita sebut dengan Antenatal Care,. sementara di Indonesia, terjadi penurunan cakupan kesehatan ibu hamil K4 yaitu 9o,18%. Pada tahun 2018 menjadi 86.85% di tahun 2019, meskipun dari tahun ke tahun cakupan semakin menunjukan penurunan, cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil K4 pada tahun 2019 belum memenuhi target rencana strategi (Renstra) kementerian kesehatan sebesar 74% dan pada masa pandemic hanya 19,2%.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jarak tempu, jaminan keseahtan dan dukungan keluraga dengan pelaksanaan COC pada Kunjungan ANC. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan populasi 40 ibu hamil sampel sebanyak 40ibu hamil dengan menggunakan metode total sampling. Analisis data menggunakan uji statistic Chi Square dengan p-value < nilai α = 0,05. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan jarak tempuh dengan pelaksanaan COC pada kunjungan ANC (p-Value 0,000). Hasil penelitian diperoleh tidak ada hubungan jaminan kesehatan dengan pelaksanaan COC pada kunjungan ANC (p-Value 0,005). Dan diperoleh ada hubungan dukungan keluarga dengan pelaksanaan COC pada kunjungan ANC (p-Value 0,001). Diharapkan memberikan penyuluhan kepada para ibu hamil untuk lebi rutin memeriksakan kehamilan selama masa kehamilan guna mengetahui kesehatan dan mencegah kompikasi yang terjadi.
Hubungan antara Status Obstetri dengan Keikutsertaan Program Keluarga Berencana Nahdiyah Karimah; AFRIANNISYAH, ENTAN
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i1.751

Abstract

Indonesia pada tahun 2023 memiliki populasi Wanita Usia Subur (WUS) yang berjumlah 73.633.138 jiwa yang merupakan target utama dari Program Keluarga Berencana (KB). Penelitian mengenai hubungan antara status obstetri dengan keikutsertaan Program KB masih belum banyak dilakukan, padahal mencerminkan kondisi kesehatan reproduksi seorang perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara status obstetri dengan keikutsertaan Program KB. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1-30 Juni 2024 di Puskesmas Sangkrah, Kota Surakarta. Teknik pengambilan sampel secara total sampling yaitu sebanyak 52 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner sosiodemografi, status obstetri, dan keikutsertaan Program KB. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi karakteristik responden. Kemudian analisis bivariat untuk menguji hubungan antara status obstetri dengan keikutsertaan Program KB. Analisis data menggunakan SPSS Versi 22.0. Adapun hasil penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara status paritas (nilai p 0,002), metode persalinan terakhir (nilai p 0,044), dan jarak kehamilan terakhir (nilai p 0,025) dengan keikutsertaan Program KB. Sementara itu, riwayat abortus tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan keikutsertaan Program KB dengan nilai p 0,227 (p > 0,005). Status obstetri (status paritas, metode persalinan terakhir, dan jarak kehamilan terakhir) dengan keikutsertaan Program KB memiliki kekuatan hubungan sedang dengan nilai Cramer’s V antara 0,302 hingga 0,424. Disarankan kepada tenaga kesehatan lebih memperhatikan status paritas, metode persalinan terakhir, dan jarak kehamilan terakhir dalam upaya meningkatkan partisipasi ibu dalam Program KB.    
Pengaruh Konsumsi Telur Ayam Rebus Terhadap Peningkatan Berat Badan Ibu Hamil KEK Di Cipayung : The Effect of Boiled Egg Consumption on Weight Gain in Pregnant Women with CED Cipayung Salsabila, Syifa; Siregar, Rohani; Yulianti, Yulianti; Musmundiroh, Musmundiroh; Simanjuntak, Herlina
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i2.828

Abstract

Pendahuluan: Kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan penting di Indonesia, dengan prevalensi 16,9% pada tahun 2023, termasuk di Kabupaten Bekasi. KEK dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan bayi dengan berat lahir rendah. Upaya penanggulangan dapat dilakukan melalui pemberian makanan tambahan (PMT), salah satunya telur rebus sebagai sumber protein hewani berkualitas tinggi. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi telur rebus terhadap peningkatan berat badan ibu hamil dengan KEK di wilayah kerja Puskesmas Cipayung. Metode: Penelitian quasi eksperimen one group pre-post test pada 30 ibu hamil KEK yang dipilih dengan purposive sampling. Intervensi berupa konsumsi tiga butir telur rebus per hari selama 14 hari. Analisis menggunakan uji Shapiro-Wilk dan paired t-test. Hasil: Rata-rata berat badan sebelum intervensi 46,28 kg dan meningkat menjadi 47,33 kg setelah 14 hari. Uji statistik menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05), menandakan adanya pengaruh signifikan. Sebanyak 83,3% responden mengalami kenaikan lebih dari 1 kg. Kesimpulan: Konsumsi telur rebus terbukti efektif meningkatkan berat badan ibu hamil KEK, sekaligus menjadi intervensi gizi sederhana, murah, dan bermanfaat untuk kesehatan ibu serta perkembangan janin.
PENGARUH JUS KURMA DALAM MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL ANEMIA DI PUSKESMAS KALANGSARI KARAWANG 2025: THE EFFECT OF DATE JUICE IN INCREASING HEMOGLOBIN LEVELS IN PREGNANT WOMEN WITH ANEMIA AT THE KALANGSARI KARAWANG PUBLIC HEALTH CENTER 2025 Mutiara, Della; Widaningsih, Ida; Yulianti, Yulianti; Kania Fatdo Wardani, Ika; Musmundiroh, Musmundiroh
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i2.829

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang umum di Indonesia dan menjadi faktor risiko berbagai komplikasi, seperti persalinan prematur, berat badan lahir rendah, hingga kematian ibu. Kekurangan hemoglobin pada ibu hamil dapat dipengaruhi oleh asupan gizi yang kurang, kondisi fisiologis, dan faktor sosial ekonomi. Salah satu intervensi non-farmakologis yang potensial adalah konsumsi jus kurma, karena kandungannya kaya zat besi, vitamin C, dan asam folat yang berperan dalam pembentukan hemoglobin dan sel darah merah.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus kurma terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 30 ibu hamil anemia yang diambil dengan teknik purposive sampling. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah pemberian jus kurma selama 7 hari berturut-turut. Uji normalitas dilakukan dengan Shapiro-Wilk, sedangkan analisis perbedaan rata-rata menggunakan paired sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi adalah 8,87 g/dL dan meningkat menjadi 10,13 g/dL setelah intervensi. Hasil uji paired sample t-test menghasilkan p = 0,000 (<0,05), menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan sesudah konsumsi jus kurma. Kesimpulannya, jus kurma efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Disarankan tenaga kesehatan mempertimbangkan jus kurma sebagai intervensi tambahan dalam program penanggulangan anemia, sedangkan penelitian lanjutan diharapkan melibatkan jumlah sampel lebih besar, durasi intervensi lebih panjang, serta mempertimbangkan variabel lain seperti pola makan dan aktivitas fisik.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menstruasi terhadap Kecemasan Menarche Remaja Putri SDN Wanajaya 03 Cibitung: The Effect of Menstrual Health Education on Menarche Anxiety in Female Adolescents at SDN Wanajaya 03 Cibitung Khoirunisa, Nita; Musmundiroh, Musmundiroh; Yulianti, Yulianti; Julianti, Neneng; Siregar, Rohani
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i2.831

Abstract

Kecemasan menghadapi menarche merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami remaja putri, khususnya ketika mereka tidak memperoleh informasi yang benar tentang menstruasi. Menarche sering kali menjadi sumber kegelisahan yang berdampak pada kesiapan mental dan emosional dalam menghadapi perubahan fisik. Di Indonesia, sekitar 50% remaja putri belum mendapatkan informasi yang memadai mengenai menarche. Tingginya angka kecemasan tersebut umumnya disebabkan minimnya pengetahuan. Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah melalui pendidikan kesehatan menggunakan media cetak seperti booklet, yang menyajikan informasi sederhana, jelas, dan mudah dipahami. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 109 siswi SDN Wanajaya 03 Cibitung yang dipilih dengan teknik random sampling. Instrumen berupa kuesioner kecemasan diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Data diuji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov test dan dianalisis dengan uji T parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang (62,4%) dan berat (30,3%). Setelah intervensi, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan (56,9%) dan sebagian kecil tidak merasakan kecemasan (9,2%). Uji statistik menghasilkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan pendidikan kesehatan dengan media booklet terhadap penurunan kecemasan menghadapi menarche. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan dengan booklet terbukti efektif menurunkan kecemasan remaja putri menghadapi menarche. Program ini disarankan diterapkan di sekolah dasar agar siswi lebih siap menyikapi menstruasi dengan sikap positif.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual di SMP Islam Al-Mu’min : The Effect of Health Education Using Leaflets on Adolescents' Knowledge of Sexually Transmitted Infections at Al-Mu'min Islamic Junior High School putri yahya, Rifqi amalia; Yahya, Putri; Kurnia Sugiharti, Rosi; Widaningsih, Ida; Julainti, Neneng
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i2.832

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Menular Seksual (IMS) Merupakan Masalah Kesehatan Reproduksi Yang Banyak Dialami Remaja Akibat Kurangnya Pengetahuan Dan Perilaku Berisiko. Di Indonesia Tahun 2022 Tercatat 20.783 Kasus IMS, Menunjukkan Masih Tingginya Prevalensi. Minimnya Pengetahuan Remaja Menjadi Salah Satu Faktor Utama Penyebab Tingginya Angka Tersebut. Salah Satu Upaya Pencegahan Adalah Melalui Pendidikan Kesehatan Dengan Media Cetak, Seperti Leaflet, Yang Dinilai Efektif Untuk Meningkatkan Pengetahuan Remaja. Penelitian Ini Bertujuan Mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang IMS Di SMP Islam Al-Mu’min.Metode: Desain Penelitian Ini Menggunakan Desain Pre-Experimental Dengan Pendekatan One Group Pretest-Posttest. Sampel Penelitian Berjumlah 68 Responden Yang Dipilih Menggunakan Teknik Total Sampling. Instrumen Penelitian Berupa Kuesioner Yang Disebarkan Sebelum Dan Sesudah Intervensi. Uji Normalitas Menggunakan Kolmogorov Smirnov Test, Sedangkan Analisis Data Menggunakan Uji Wilcoxon.Hasil: Hasil Univariat Dan Bivariat Penelitian Ini Menunjukkan Bahwa Sebelum Diberikan Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Tentang Infeksi Menular Seksual Sebagian Besar Remaja Memiliki Tingkat Pengetahuan Rendah. Setelah Diberikan Intervensi, Terjadi Peningkatan Signifikan Pada Tingkat Pengetahuan Remaja. Uji Wilcoxon Menunjukkan Nilai P = 0,000 (P < 0,05) Yang Berarti Terdapat Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang IMS. Kesimpulannya: Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Dapat Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual. Oleh Karena Itu, Disarankan Bagi Petugas Kesehatan Agar Dapat Menggunakan Media Leaflet Dalam Melakukan Pendidikan Kesehatan Dalam Rangka Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN ANTENATAL CARE DI PUSKEMAS KALANGSARI TAHUN 2025: FACTORS RELATED TO THE COMPLIANCE OF PREGNANT MOTHERS IN CONDUCTING ANTENATAL CARE AT KALANGSARI COMMUNITY HEALTH CENTER IN 2025 Laila Putri, Devi; Ida Widaningsih; Yulianti; Musmundiroh; Rosi Kurnia Sugiharti
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i2.833

Abstract

Pada dasarnya, semua kehamilan memiliki risiko. Ibu hamil yang tidak menjalani Antenatal Care (ANC) secara teratur, dapat mengakibatkan masalah seperti tidak terpantau dengan baiknya kondisi ibu dan janin, meningkatnya risiko komplikasi kehamilan karena lambatnya akses ke pelayanan kesehatan saat ada tanda bahaya kehamilan, dan kurangnya persiapan untuk proses kehamilan. Untuk menghindari terjadinya angka kematian ibu termasuk resiko tinggi akan kejadian pre eklamsia pada ibu hamil maka diwajibkan melakukan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) yang baik dan teratur. Untuk mengetahui faktor-faktor apa aja yang berhubungan dengan kepatuhan antenatal care pada ibu hamil di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder pada pasien ibu hamil di Puskesmas Kalangsari sebanyak 177 responden. Dimana peneliti menentukan ukuran sampel dengan metode purposive random sampling. menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan faktor-faktor apa aja yang berhubungan dengan kepatuhan antenatal care pada ibu hamil di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025 yaitu usia, pendidikan, paritas, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan. Teridentifikasi distribusi frekuensi pada ibu hamil dalam melakukan antenatal care di Puskesmas Kalangsari Tahun 2025, dimana sebagian besar memiliki usia 26-35 tahun sebanyak 59,9%, pendidikan menengah sebanyak 72,9%, paritas multipara sebanyak 59,9%, dukungan suami yang tinggi sebanyak 65,0%, serta memiliki dukungan tenanga kesehatan yang tinggi sebanyak 66,1%. Didapatkan p-value < 0,05 dengan urutan (0,001, 0,002, 0,005, 0,000, 0,000). Untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan ANC maka perlu adanya dukungan suami, pendidikan yang tinggi, serta dukungan tenaga kesehatan yang baik.
Faktor–faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Imunisasi Dasar Pada Bayi di Desa Sindangsari Tahun 2025: Factors Related to The Provision Of Basic Immunization to Infants In Sindangsari Village In 2025 Rahma, Rosmala; Kania Fatdo Wardani, Ika; Alamsah, Deni; Kurnia Sugiharti, Rosi
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i2.834

Abstract

Imunisasi dasar lengkap (IDL) berperan penting dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) pada bayi. Meskipun program imunisasi telah dilakukan secara luas, cakupan IDL di wilayah Puskesmas Cabangbungin belum mencapai target nasional 100%, hanya sebesar 94% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar pada bayi di desa Sindangsari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 9–12 bulan di desa Sindangsari. Sebanyak 60 responden ditetapkan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, pendidikan, usia, pekerjaan, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi dasar (p < 0,05). Ibu dengan pengetahuan baik, pendidikan tinggi, usia <30 tahun, tidak bekerja, serta mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan dan keluarga, cenderung lebih melengkapi imunisasi dasar bayinya. Penelitian ini menekankan pentingnya peran Puskesmas, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung imunisasi dasar, serta perlunya penelitian lanjutan yang lebih luas.

Page 12 of 13 | Total Record : 126