cover
Contact Name
Florensius Tijan
Contact Email
admin@unka.ac.id
Phone
+6281227902049
Journal Mail Official
admin@unka.ac.id
Editorial Address
Jl.YC.Oevang Oeray Nomor 92 Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat 78612
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
PIPER
ISSN : 19070403     EISSN : 27755738     DOI : 10.51826/piper
PIPER merupakan salah satu media/wadah untuk mengembangkan kemampuan ilmiah civitas akademika Fakultas Pertanian, terutama kemampuan berkomunikasi secara tertulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Sebagai wadah menampung hasil-hasil penelitian ilmiah, PIPER dapat memperkaya khasanah ilmu dan pengetahuan melalui berbagai aktivitas penelitian. PIPER diharapkan berisi konsep-konsep pemikiran yang objektif, kritis, maju, konstruktif dan mengandung upaya memecahkan berbagai masalah sektor pertanian terutama di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat maupun di Indonesia bahkan dunia.
Articles 258 Documents
Studi Evaluasi Sebaran Titik Panas (Hotspot) Sebagai Penduga Kebakaran Hutan Dan Lahan di Kabupaten Sintang Ria Rosdiana Hutagaol
Publikasi Informasi Pertanian Vol 13, No 24 (2017): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v13i24.69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran hotspot yang terdapat di wilayah Kabupaten Sintang tahun 2013 dan 2014 sebagai penduga terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta untuk mengkaji penyebab terdapatnya hotspot tahun 2013 dan 2014 sebagai penduga terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Sintang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui metode survey dan wawancara. Data titik panas atau hotspot tahun 2013 dan 2014 dari pemantauan satelit NOAA berupa titik koordinat ditumpangsusunkan (overlay) ke peta melalui Software Arc Gis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah titik panas di Kabupaten Sintang Tahun 2013 dan Tahun 2014 adalah 1032 titik dengan sebaran titik panas terbanyak terdapat di Kecamatan Ketungau Hilir yaitu 205 titik. Sebaran titik panas terbanyak yang terdapat pada status Kawasan Hutan Di Kabupaten Sintang Tahun 2013 dan tahun 2014 adalah pada Areal Penggunaan Lain (APL) yaitu 770 titik.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK PHONSKA TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN KABU (Ceiba pentandra L) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING (PMK) H. M. Kurniawan Candra
Publikasi Informasi Pertanian Vol 1, No 22 (2016): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v1i22.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dan dosis pupuk NPK Phonska yang terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan anakan Kabu (Ceiba petandra L) pada tanah PMK. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan dengan pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan tunggal adalah dosis pupuk NPK Phonska yang terdiri dari 4 taraf yaitu : Tanpa pupuk NPK Phonska (N0), NPK Phonska 90 gram per tanaman (N1), NPK Phonska 100 gram per tanaman (N2) dan NPK Phonska 110 gram per tanaman (N3). Hasil penelitian diketahui bahwa pemberian pupuk NPK Phonska memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap pertambahan jumlah daun dan tinggi anakan Kabu pada tanah PMK, tetapi tidak terhadap pertambahan diameter. Dosis yang paling baik dalam mempengaruhi pertumbuhan jumlah daun dan tinggi anakan Kabu adalah perlakuan N3 (110 gram pupuk NPK Phonska per tanaman) dengan rerata pertambahan jumlah daun sebanyak 2,83 helai daun dan rerata pertambahan tinggi 3 cm. Pertambahan diameter batang anakan Kabu yang belum signifikan diduga karena pertumbuhan belum maksimal, sehingga diperlukan kajian yang lebih lebih mendalam dengan cara menambah lamanya waktu penelitian untuk dapat memastikan pengaruh pupuk NPK Phonska terhadap pertumbuhan anakan Kabu secara menyeluruh dan utuh.
Pengaruh Limbah Cair Tahu Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Markus Sinaga
Publikasi Informasi Pertanian Vol 14, No 26 (2018): Jurnal Piper
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v14i26.125

Abstract

Mentimun adalah salah satu sayuran buah yang banyak dikonsumsi segar oleh masyarakat. Salah satu kendala pengembangan tanaman mentimun adalah sifat fisik dan kimia tanah. Tanah yang kurang subur menyebabkan produksi tidak sesuai dengan potensi hasil, untuk itu dalam penanaman mutlak diperlukan pengolahan tanah dan penambahan usur hara. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh limbah cair tahu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman timun pada tanah PMK, serta mendapatkan dosis limbah cair tahu yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman timun tertinggi. Lingkup penelitian dalam penelitian ini adalah dosis limbah cair tahu sebagai variabel bebas. Tinggi tanaman, jumlah buah, dan berat buah per tanaman sebagai variabel terikat. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK ), terdiri dari 5 taraf perlakuan, yaitu: B0 (tanpa limbah cairtahu), B1 (25 ml limbah cair tahu/liter air), B2 (50 ml limbah cair tahu/ liter air), B3 (75 ml limbah cair tahu/ liter air), B4 (100 ml limbah cair tahu/ liter air) masingmasing taraf perlakuan di ulang 5 kali. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair tahu berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman timun. Dosis limbah cair tahu yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman timun adalah 50 ml/liter air. Rata-rata pertumbuhan yang dihasilkan adalah 0,28 kg berat kering tanaman, 0,41 kg berat buah per tanaman, dan 5,83 buah per tanaman.
UPAYA KONSERVASI EKOSISTEM HUTAN RAWA GAMBUT Antonius Anton
Publikasi Informasi Pertanian Vol 12, No 23 (2016): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v12i23.31

Abstract

Menurut Puslittanak (1981) luas lahan gambut di Indonesia adalah 26,5 dan luas tersebut terus mengalami penurunan akibat alih fungsi lahan, illegal logging, kebakaran dan pemukiman baru. Lahan gambut merupakan suatu ekosistem yang unik, dan rapuh (fragile), habitatnya terdiri dari gambut dengan kedalaman yang bervariasi mulai dari 25 cm hingga lebih dari 15 m, mempunyai kekayaan flora dan fauna yang khas yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Lahan gambut mempunyai peran yang penting dalam menjaga dan memelihara keseimbangan lingkungan kehidupan, baik sebagai reservoir air, rosot dan carbon storage, perubahan iklim serta keanekaragaman hayati yang saat ini eksistensinya semakin terancam. Sehingga, pegelolaan secara bijaksana harus dilakukan dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi dan budaya maupun fungsi ekologi sehingga kelestarian hutan rawa gambut dapat terjamin. Lahan gambut mempunyai karakteristik yang spesifik seperti adanya subsidensi, sifat irreversible drying, hara mineral yang sangat miskin serta sifat keasaman yang tinggi dan mudah terbakar apabila dalam keadaan kering, sehingga peran hidrologi/tata air di lahan gambut sangatlah penting. Ada beberapa tipologi di lahan rawa gambut yang perlu diketahui, sehingga dalam melakukan rehabilitasi hutan rawa gambut terdegradasi dapat lebih berhasil. Pelestarian hutan rawa gambut dengan segala nilai kekayaan biodiversity harus segera ditindaklanjuti dengan nyata, dengan merehabilitasi lahan gambut yang terdegradasi, baik hidrologi maupun revegetasi. Pemilihan jenis yang tepat, teknologi dan kelembagaan rehabilitasi perlu dikaji dan diketahui sehingga kegagalan dalam melakukan rehabilitasi dapat dihindari. Lahan sulfat masam aktual merupakan salah satu lahan konservasi yang memerlukan jenis yang spesifik untuk dapat hidup di situ, karena adanya senyawa pirit yang bersifat racun. Jenis yang dapat tumbuh antara lain : gelam (Melaleuca sp.), tanah-tanah (Combretocarpus rotundatus) dan lain-lain.
Studi Jenis Tumbuhan Paku Epifit Pada Kawasan Taman Wisata Alam Baning Sintang Ria Rosdiana Hutagaol
Publikasi Informasi Pertanian Vol 16, No 31 (2020): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v16i31.440

Abstract

Tumbuhan paku epifit merupakan salah satu komponen penyusun ekosistem hutan yang memiliki fungsi ekologis dan ekonomis. Fungsi ekologis tumbuhan paku epifit antara lain sebagai habitat berbagai jenis serangga, sedangkan fungsi ekonomisnya adalah sebagai tanaman hias. Penelitian ini dilakukan di Taman Wisata Alam Baning, Sintang. TWA ini merupakan kawasan ekosistem yang khas yaitu hutan alam rawa gambut yang terletak di tengah Kota Sintang-Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis Paku Epifit pada kawasan Taman Wisata Alam Baning, Sintang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode jalur berpetak, dimana jalur pengamatan dibuat sebanyak 2 (dua) buah, dengan panjang jalur masing-masing 500 m. Peletakan jalur dilakukan secara purposive sampling selanjutnya dibuat petak pengamatan dengan ukuran 20 m x 20 m pada setiap jalur pengamatan, dengan jumlah 25 petak untuk masing-masing jalur penelitian.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 jenis paku epifit, yaitu Paku Sarang Burung (Asplenium nidus L), Paku Tanduk Rusa ( Platycerium coronarium), Paku Kepala Tupai (Drynaria quercifolia), Paku Tutup (Davallia denticulata (Burm. Fil.) Mett, Paku Miding (Stenochlaena palustris), Paku Sisik Naga (Pyrrosiapiloselloides L), Paku Peldang (Haplopteris ensiformis (Sw.) dan Lephtochilus sp. Kata Kunci : Paku Epifit, Taman Wisata Alam Baning
Pengaruh Kompos LCC Mucuna bracteata Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays) Varietas Bonanza F1 Pada Tanah PMK Syarif Nizar Kartana; Miyanus -
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 29 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v15i29.344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos LCC Mucuna bracteata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nanga Tikan, Kecamatan Belimbing Hulu, Kabupaten Melawi. Penelitian dimulai bulan Maret Sampai Juni 2019. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kompos LCC Mucuna bracteata berpengaruh terhadap parameter tinggi tanaman , diameter batang , berat tongkol kotor , dan berat tongkol bersih tanaman jagung manis. Penggunaan kompos LCC Mucuna bracteata 3 kg menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik tanaman jagung manis pada tanah PMK dengan rerata diameter batang sebesar 2,59 cm dan rerata berat tongkol bersih sebesar 367,17 gram.
PENGARUH BOKASHI SEKAM PADI TERHADAP HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays, L Sacharata) PADA TANAH ULTISOL Diah Nurhadiah
Publikasi Informasi Pertanian Vol 12, No 23 (2016): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v12i23.22

Abstract

Bokashi sekam padi dapat diaplikasikan pada tanah podsolik merah kuning, dan dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashi sekam padi terhadap hasil tanaman jagung manis pada tanah PMK, dan mengetahui dosis bokashi yang tepat untuk mendapatkan hasil tanaman jagung manis tertinggi pada tanah PMK. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan satu perlakuan. Perlakuan yang digunakan adalah bokashi sekam padi yang terdiri dari 6 (enam) taraf perlakuan: tanpa bokashi sekam padi / kontrol (b0), 0,5 kg bokashi sekam padi (b1) / m2, 1 kg bokashi sekam padi (b2) / m2, 1,5 kg bokashi sekam padi (b3) / m2 , 2 kg bokashi sekam padi (b4) / m2 , 2,5 kg bokashi sekam padi (b5) / m2. Peubah yang diamati yaitu berat tongkol kotor, berat tongkol kupasan dan persentase panjang tongkol kosong dengan panjang tongkol isi. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis sidik ragam dan uji BNJ. Hasil penelitian diketahui bahwa bokashi sekam padi berpengaruh terhadap hasil tanaman jagung manis pada tanah PMK. Pemberian bokashi sekam padi sebanyak 2,5 kg per m2 atau setara dengan 25 ton per hektar memberikan hasil jagung manis tertinggi pada tanah PMK yang ditandai dengan rerata berat tongkol kotor 201 gram per tanaman, rerata berat tongkol kupasan 184,25 gram, dan persentase panjang tongkol kosong terhadap tongkol isi 25,21%.
Peran Mol Bonggol Pisang Pada Hasil Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L) Ratri Ratri Yulianingsih
Publikasi Informasi Pertanian Vol 16, No 30 (2020): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v16i30.387

Abstract

Tanah PMK merupakan salah satu jenis tanah yang bahan organiknya rendah. Tanah ini perlu diberi tambahan bahan organik, dan peran MOL bonggol pisang dalam proses dekomposisi bahan organik dan penyediaan nutrisi serta melancarkan penyerapan unsur hara atau nutrisi oleh akar tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran MOL bonggol pisang pada hasil tanaman kacang panjang. Penelitian ini dirancang secara eksperimen lapangan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang digunakan adalah MOL bonggol pisang, terdiri dari 5 (lima) taraf dan diulang sebanyak 5 kali. Taraf perlakuan terdiri dari: b0 = tanpa perlakuan (kontrol), b1 = 30 ml MOL bonggol pisang/liter air/petak, b2 = 35 ml MOL bonggol pisang/liter air/petak, b3 = 40 ml MOL bonggol pisang/liter air/petak, b4 = 45 ml MOL bonggol pisang/liter air/petak. Data dianalisis dengan uji F kemudian dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukan MOL bonggol pisang berpengaruh nyata terhadap jumlah polong per tanaman dan berat polong per tanaman. MOL bonggol pisang sebanyak 45 ml/liter air/petak memberikan hasil terbaik dengan rerata tertinggi jumlah polong 20,8 buah dan berat polong 399 g.
Pengaruh Nitrophoska Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Jagung Manis (Zea mays Saccharata, Sturt) Pada Tanah PMK Diah Nurhadiah; yohana yohana
Publikasi Informasi Pertanian Vol 15, No 28 (2019): JURNAL PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v15i28.291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Nitrophoska terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada tanah PMK dan untuk mendapatkan dosis Nitrophoska yang dapat menghasilkan pertumbuhan serta hasil jagung manis tertinggi pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan Nitrophoska yang terdiri atas 5 taraf perlakuan, masing-masing taraf perlakuan diulang 5 kali. Lima taraf perlakuan yang dimaksud yaitu n0= Tanpa Nitrophoska, n1= Nitrophoska 20 g per m2, n2= Nitrophoska 40 g per m2, n3= Nitrophoska 60 g per m2, n4= Nitrophoska 80 g per m2. Pengamatan dilakukan terhadap peubah tinggi tanaman, diameter batang, berat tongkol kotor dan berat tongkol bersih. Data dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diberikan, kemudian dilanjutkan dengan uji BNJ untuk mengetahui taraf perlakuan yang memberikan pengaruh tertinggi dari peubah yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nitrophoska berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan. Pertumbuhan dan hasil tertinggi dicapai pada dosis Nitrophoska 60 g per m2. Pada dosis tersebut menghasilkan rerata tinggi tanaman 2,03 m, rerata diameter batang 16,96 mm, rerata berat tongkol kotor 0,448 kg dan rerata berat bersih 0,360 kg.
Identifikasi Jenis Jamur Makroskopis Di Kawasan Hutan Lindung Bukit Rentap Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang Sri Sumarni
Publikasi Informasi Pertanian Vol 13, No 25 (2017): Jurnal PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v13i25.99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis jamur makroskopis di Kawasan Hutan Lindung Bukit Rentap Desa Ensaid Panjang dan pemanfaatan jamur bagi masyarakat di Desa Ensaid Panjang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu dan pengetahuan terutama jenis-jenis jamur makroskopis yang terdapat di Kawasan Hutan Lindung Bukit Rentap Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang, serta menjadi bahan acuan dalam upaya pengembangan dan pelestarian jenis-jenis jamur serta lingkungan tempat tumbuhnya. Penelitian ini bersifat eksploratif (penjelajahan) dengan menggunakan metode jalur atau transek. Jalur pengamatan dibuat dengan ukuran lebar ke kiri 10 m dan ke kanan 10 m. Panjang jalur pengamatan sepanjang 100 m, dengan memotong kontur. Hasil penelitian ini ditemukan 15 jenis yaitu 2 divisi Ascomycota dan Basidiomycota, terdiri dari 6 ordo, 10 famili, dan 14 genus. Divisi Ascomycota terdiri dari satu jenis yaitu Cookeina sp. Sedangkan divisi Basidiomycota terdiri dari 5 ordo, 9 famili, dan 13 genus, dan 14 jenis yaitu; Amarauderma rude, Grifola frondosa, Rigidoporus microporus, Ganoderma sp, Volvariella sp2, Clitocybe decembris, Collybia cirrhata, Clavaria zippellii, Auricularia auricula, Marasmius copelendi, Crepidotus fusisporus, Stereum hirsutum, Hypholoma sublateritium, Ganoderma applanatum.Manfaat jamur bagi masyarakat Desa Ensaid Panjang sebagai bahan makanan dan obat-obatan. Ada 5 jenis jamur yang digunakan sebagai bahan makanan dan ada 3 jenis yang digunakan sebagai obat-obatan tradisional.

Page 6 of 26 | Total Record : 258