cover
Contact Name
Zaedun Na'im
Contact Email
leadershipjurnal@gmail.com
Phone
+6282330512288
Journal Mail Official
zaedunnaim82@gmail.com
Editorial Address
https://e-journal.staima-alhikam.ac.id/index.php/mpi/pages/view/Editorial%20Team
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 27217108     EISSN : 27150399     DOI : https:/doi.org/10.32478/leadership
Core Subject : Education,
Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam adalah jurnal ilmiah yang terbit berkala dan diterbitkan oleh STAI Ma`had Aly Al-Hikam Malang. Jurnal ini dikhususkan untuk mengkaji seputar ilmu Manajemen Pendidikan Islam. Pengelola sangat mengapresiasi atas kontribusi dalam bentuk artikel dari kalangan akademisi dalam disiplin ilmu manajemen pendidikan Islam untuk dipublikasikan dan disebarluaskan melalui mekanisme seleksi naskah, telaah dan penyuntingan. Seluruh artikel yang dipublikasikan merupakan pandangan dan gagasan yang bersifat individu dari para penulis tidak mewakili jurnal ini ataupun lembaga afiliasi penulis. LEADERSHIP: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam terbit dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember Fokus telaah di Jurnal Leadership sebagai berikut: 1. ilmu manajemen pendidikan Islam 2. Issue manajemen pendidikan di sekolah, madrasah atau pesantren 3. Peningkatan mutu pendidikan di sekolah, madrasah atau pesantren
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2024): Desember" : 10 Documents clear
EVALUATION MANAGEMENT THROUGH EDM APPLICATION IN PREPARING e-RKAM TAUFIQUR RAHMAN; Ifadhah, Hurriyatul; EVA ZAKIYATUL FAKHIROH; ALI NUR HADI
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2024): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i1.2645

Abstract

The EDM and e-RKAM applications are key components of the Madrasah Reform Program. This initiative, launched by the Directorate General of Islamic Education with support from the World Bank, aims to enhance the quality and accountability of madrasa education. Through these applications, madrasas can improve evaluation management processes, ensuring transparency and effectiveness in budget planning and implementation. This study aims to analyze how EDM is applied in the preparation of e-RKAM, specifically in the stages of planning, organizing, implementing, and controlling at MIS Tarbiyatul Ulum Pamekasan. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and documentation, verified using credibility, transferability, dependability, and confirmability tests. The findings highlight that RKAM is prepared annually with a student-centered approach. The head of the madrasa organizes a Quality Assurance Team, assigning specific roles to ensure smooth execution. During implementation, the EDM process aligns with e-RKAM instruments, facilitating comprehensive evaluation. Moreover, the control mechanisms are notably effective, with 100% budget realization across all programs. This showcases the significant role of EDM and e-RKAM in promoting efficient resource utilization and improving madrasa management quality. Keywords: Evaluation Management; EDM; e-RKAM; Madrasah Reform. Abstrak Aplikasi EDM dan e-RKAM merupakan komponen utama Program Reformasi Madrasah. Inisiatif yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dengan dukungan Bank Dunia ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan akuntabilitas pendidikan madrasah. Melalui aplikasi ini, madrasah dapat meningkatkan proses manajemen evaluasi, memastikan transparansi dan efektivitas dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana EDM diterapkan dalam penyusunan e-RKAM, khususnya pada tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian di MIS Tarbiyatul Ulum Pamekasan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, diverifikasi menggunakan uji kredibilitas, transferabilitas, ketergantungan, dan konfirmabilitas. Temuan penelitian ini menyoroti bahwa RKAM disiapkan setiap tahun dengan pendekatan yang berpusat pada siswa. Kepala madrasah mengorganisasikan Tim Penjaminan Mutu, yang menugaskan peran khusus untuk memastikan pelaksanaan yang lancar. Selama pelaksanaan, proses EDM selaras dengan instrumen e-RKAM, yang memfasilitasi evaluasi yang komprehensif. Selain itu, mekanisme kontrolnya juga sangat efektif, dengan realisasi anggaran 100% di semua program. Hal ini menunjukkan peran penting EDM dan e-RKAM dalam mendorong pemanfaatan sumber daya secara efisien dan meningkatkan kualitas manajemen madrasah. Kata kunci: Manajemen Evaluasi; EDM; e-RKAM; Reformasi Madrasah.
THE LEADERSHIP OF PROPHET MUHAMMAD: AN ETHICAL MODELIN FACING MODERN LEADERSHIP CRISES Anisa, Lina Nur
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2024): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i1.2669

Abstract

This article highlights the relevance of Prophet Muhammad's leadership values in addressing modern leadership challenges, such as moral crises, corruption, and authoritarian tendencies. The study aims to analyze how the principles of transparency, accountability, and ethics demonstrated by Prophet Muhammad can be applied in contemporary leadership contexts, including government, organizations, and business sectors. The method used is a literature review and analysis of Prophet Muhammad's leadership concepts, then aligned with the needs of modern leadership. The results of this study show that applying ethical leadership values can help resolve trust deficits and injustices in society, particularly by fostering a culture of transparency and accountability. Additionally, strategies for enhancing ethical leadership in the corporate world and education are crucial for shaping future leaders with integrity. Implementing Prophet Muhammad's leadership values, such as honesty, justice, simplicity, and public participation, is proven to be relevant and effective in addressing various global challenges while offering sustainable solutions. The article recommends developing leadership education programs based on values and enhancing public accountability mechanisms as concrete steps to improve leadership systems across different sectors. Keywords: Leadership; Prophet Muhammad; Ethical Model; Modern Leadership Crises. Abstrak Artikel ini menyoroti relevansi nilai-nilai kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi tantangan kepemimpinan modern, seperti krisis moral, korupsi, dan kecenderungan otoriter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, dan etika yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW dapat diterapkan dalam konteks kepemimpinan kontemporer, termasuk pemerintahan, organisasi, dan sektor bisnis. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dan analisis konsep kepemimpinan Nabi Muhammad, kemudian diselaraskan dengan kebutuhan kepemimpinan modern. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai kepemimpinan etis dapat membantu mengatasi defisit kepercayaan dan ketidakadilan dalam masyarakat, terutama dengan menumbuhkan budaya transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, strategi untuk meningkatkan kepemimpinan etis di dunia korporat dan pendidikan sangat penting untuk membentuk pemimpin masa depan yang berintegritas. Menerapkan nilai-nilai kepemimpinan Nabi Muhammad, seperti kejujuran, keadilan, kesederhanaan, dan partisipasi publik, terbukti relevan dan efektif dalam menghadapi berbagai tantangan global sekaligus menawarkan solusi yang berkelanjutan. Artikel ini merekomendasikan pengembangan program pendidikan kepemimpinan berdasarkan nilai-nilai dan peningkatan mekanisme akuntabilitas publik sebagai langkah konkret untuk meningkatkan sistem kepemimpinan di berbagai sektor. Kata kunci: Kepemimpinan; Nabi Muhammad; Model Etika; Krisis Kepemimpinan Modern.
REINTERPRETATION OF THE MEANING OF KHALIFAH TOWARDS A NEW ISLAMIC CIVILIZATION: A CONTEXTUAL THEMATIC STUDY OF THE KHILAFAH VERSE Mutamakin; Moch. Al-farizi; Ulil Albab, Muhamad Nizar
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2024): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i1.2719

Abstract

The word khalifah is a central concept and a fundamental topic in human creation. Understanding this term is crucial to comprehending the essence and role of humanity in contemporary civilization. The aim of this research is to describe the essence of the word caliph, the nature of human civilization, and the reinterpretation of the meaning of caliph towards a new Islamic civilization. The researchers employed a thematic and contextual study of the Khilafah verses. Data collection was carried out through a study of several sources, namely the Al-Qur'an and Al-Hadith as well as several sources from books, articles, websites, etc. Researchers carry out in-depth data analysis and focus on the research objectives so that they can draw conclusions. The results of the research show firstly, the essence of the word caliph is a continuous process starting from fil ardlhi caliph to becoming caliph fil ardlhi. Second, the essence of human civilization is the change and continuity of the caliphate which is sunnatullah. Third, reinterpreting the meaning of khalifah towards a new Islamic civilization can be achieved by emphasizing concepts such as bismillahirrahmanirrahim and alhamdulillahi rabbil alamin. Keywords: Khalifah; Civilization; Reinterpretation; Islam. Abstrak Kata khalifah merupakan konsep sentral dan topik mendasar dalam penciptaan manusia. Memahami istilah ini sangat penting untuk memahami hakikat dan peran manusia dalam peradaban kontemporer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hakikat kata khalifah, hakikat peradaban manusia, dan reinterpretasi makna khalifah menuju peradaban Islam baru. Peneliti menggunakan kajian tematik dan kontekstual terhadap ayat-ayat khilafah. Pengumpulan data dilakukan melalui kajian terhadap beberapa sumber, yaitu Al-Qur'an dan Al-Hadits serta beberapa sumber dari buku, artikel, situs web, dan lain-lain. Peneliti melakukan analisis data secara mendalam dan berfokus pada tujuan penelitian sehingga dapat menarik simpulan. Hasil penelitian menunjukkan pertama, hakikat kata khalifah merupakan proses yang berkesinambungan mulai dari khalifah fil ardlhi hingga menjadi khalifah fil ardlhi. Kedua, hakikat peradaban manusia adalah perubahan dan keberlanjutan kekhalifahan yang merupakan sunnatullah. Ketiga, reinterpretasi makna khalifah menuju peradaban Islam baru dapat dicapai dengan menekankan konsep-konsep seperti bismillahirrahmanirrahim dan alhamdulillahi rabbil alamin. Kata kunci: Khalifah; Peradaban; reinterpretasi; Islam.
IMPLICATIONS OF USING FINGERPRINT ATTENDANCE ON TEACHER WORK DISCIPLINE Pagar Alam, Hanifah; Adillah, Meylia; Anggrayni, Vidiyana
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2024): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i1.2771

Abstract

Fingerprint attendance is a biometric-based system that uses hardware, software, and databases to accurately record teacher attendance, offering a more efficient method compared to traditional attendance systems. This research aimed to explore the impact of fingerprint attendance on teacher work discipline at SDIT Nur Fatahillah, involving 20 teachers, consisting of 16 permanent foundation teachers (GTY) and 4 non-permanent teachers (GTT). The study employed a descriptive qualitative approach, with a random sampling technique. The findings indicated that the use of fingerprint attendance significantly improves teacher discipline by simplifying the attendance process, ensuring more accurate records, and fostering greater punctuality. Teachers expressed increased satisfaction with the system’s ease of use, which in turn boosted their sense of accountability. Moreover, the implementation of the system led to a noticeable improvement in teacher work discipline, as it encouraged teachers to adhere more closely to their working hours. The study also highlighted that the system provided benefits not only in terms of attendance accuracy but also in terms of enhancing teacher morale and job satisfaction. As a result, fingerprint attendance systems can be considered a valuable tool for educational institutions, promoting better teacher performance, administrative efficiency, and a more disciplined work environment, ultimately contributing to improved overall educational quality.  Keywords: Fingerprint Attendance; Teacher Work Discipline; Integrated Islamic School. Abstrak Absensi sidik jari merupakan sistem berbasis biometrik yang menggunakan perangkat keras, perangkat lunak, dan basis data untuk mencatat kehadiran guru secara akurat, sehingga lebih efisien dibandingkan dengan sistem absensi tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh absensi sidik jari terhadap disiplin kerja guru di SDIT Nur Fatahillah, dengan melibatkan 20 guru, yang terdiri dari 16 guru tetap yayasan (GTY) dan 4 guru tidak tetap (GTT). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengambilan sampel acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan absensi sidik jari secara signifikan meningkatkan disiplin guru dengan menyederhanakan proses absensi, memastikan pencatatan lebih akurat, dan mendorong ketepatan waktu yang lebih baik. Guru menyatakan kepuasan yang meningkat terhadap kemudahan penggunaan sistem, yang pada gilirannya meningkatkan rasa tanggung jawab. Selain itu, penerapan sistem tersebut berdampak pada peningkatan disiplin kerja guru yang nyata, karena mendorong guru untuk lebih mematuhi jam kerja. Penelitian ini juga menyoroti bahwa sistem tersebut memberikan manfaat tidak hanya dalam hal akurasi kehadiran tetapi juga dalam hal peningkatan moral dan kepuasan kerja guru. Oleh karena itu, sistem absensi sidik jari dapat dianggap sebagai alat yang berharga bagi lembaga pendidikan, yang meningkatkan kinerja guru yang lebih baik, efisiensi administrasi, dan lingkungan kerja yang lebih disiplin, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Kata Kunci: Absensi Sidik Jari; Disiplin Kerja Guru; Sekolah Islam Terpadu.
ISLAMIC EDUCATION MANAGEMENT: INTEGRATION OF HOLISTIC APPROACHES IN FORMAL AND NON-FORMAL EDUCATION Nuryahman, Muhammad; Majeed, Muhammad Kashif; Zulaiha, Dewi
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2024): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i1.2772

Abstract

Every educational institution requires effective management in its operations. Good management ensures that the institution achieves success and is capable of delivering optimal educational quality. This study discusses factors that affect the implementation of Islamic Education management across various educational levels, particularly in both formal and non-formal education. The research employs a qualitative approach by combining various methodologies and data sources to provide a deeper understanding of Islamic Education management, utilizing descriptive analysis. The findings indicate several factors that influence the success of Islamic Education management, including leadership, human resources (HR), infrastructure, curriculum, and stakeholders. Meanwhile, non-formal education plays a significant role in the overall education system, particularly in meeting the needs of communities that are not reached by formal education. Formal and non-formal education complement each other in shaping competent and qualified individuals. Although both differ in structure, curriculum, and implementation methods, they share the same goal: to enhance the potential of individuals and society.  Keywords: Islamic Education Management; Holistic Approach; Formal Education; Non-formal Education; Qualitative Research.   Abstrak Setiap lembaga pendidikan memerlukan manajemen yang efektif dalam operasionalnya. Manajemen yang baik akan menjamin keberhasilan lembaga dan mampu memberikan mutu pendidikan yang optimal. Penelitian ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan manajemen Pendidikan Islam di berbagai jenjang pendidikan, khususnya pada pendidikan formal dan nonformal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggabungkan berbagai metodologi dan sumber data untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang manajemen Pendidikan Islam, dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan manajemen Pendidikan Islam, antara lain kepemimpinan, sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana, kurikulum, dan pemangku kepentingan. Sementara itu, pendidikan nonformal memegang peranan penting dalam sistem pendidikan secara keseluruhan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang tidak terjangkau oleh pendidikan formal. Pendidikan formal dan nonformal saling melengkapi dalam membentuk individu yang kompeten dan berkualitas. Meskipun keduanya berbeda dalam struktur, kurikulum, dan metode pelaksanaan, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan potensi individu dan masyarakat. Kata Kunci: Manajemen Pendidikan Islam; Pendekatan Holistik; Pendidikan Formal; Pendidikan Nonformal; Penelitian Kualitatif.  
IMPROVING SCHOOL ACCREDITATION THROUGH PRINCIPAL LEADERSHIP: A CASE STUDY IN MADRASAH TSANAWIYYAH Al Qadri, Muhammad; Iskandar; Saiful Bahri; Sibawayhie, M Haris Miftah
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2024): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i1.2775

Abstract

Accreditation is a significant marker of school performance, influencing its competitiveness both nationally and internationally. This paper examines the role of the principal in improving accreditation at MTsS Ulumuddin, using a qualitative research approach. Data were gathered through interviews, observations, and documentation. The primary aim of this study is to explore how the leadership of the principal contributes to enhancing the school’s accreditation status. The findings emphasize the principal’s efforts in implementing the Merdeka Curriculum, fostering collaboration among teachers, students, and parents, and cultivating a culture of teacher reflection. These strategies directly contribute to improving the school’s accreditation. Additionally, the principal ensures the integration of technology in the learning process, customizes the curriculum to meet the diverse needs of students, and manages the school budget efficiently and transparently. By focusing on these areas, the principal drives the achievement of higher educational standards, which is essential for improving school accreditation. The study underscores the importance of strong leadership in advancing educational quality and accreditation, highlighting the principal’s proactive approach in aligning school operations with national standards and goals. Overall, this paper demonstrates that effective school leadership is a critical factor in improving both the accreditation process and educational outcomes. Keywords: Leadership; Principal; Accreditation; Merdeka Curriculum; Educational Standards. Abstrak Akreditasi merupakan penanda penting kinerja sekolah, yang memengaruhi daya saing baik secara nasional maupun internasional. Artikel ini mengkaji peran kepala sekolah dalam meningkatkan akreditasi di MTsS Ulumuddin. Menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kepemimpinan kepala sekolah berkontribusi dalam meningkatkan status akreditasi sekolah. Temuan penelitian ini menekankan upaya kepala sekolah dalam menerapkan kurikulum merdeka, mendorong kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua, serta menumbuhkan budaya refleksi guru. Strategi ini secara langsung berkontribusi dalam meningkatkan akreditasi sekolah. Selain itu, kepala sekolah memastikan integrasi teknologi dalam proses pembelajaran, menyesuaikan kurikulum untuk memenuhi beragam kebutuhan siswa, dan mengelola anggaran sekolah secara efisien dan transparan. Dengan berfokus pada area ini, kepala sekolah mendorong pencapaian standar pendidikan yang lebih tinggi, yang penting untuk meningkatkan akreditasi sekolah. Studi ini menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan yang kuat dalam memajukan kualitas dan akreditasi pendidikan, dengan menyoroti pendekatan proaktif kepala sekolah dalam menyelaraskan operasional sekolah dengan standar dan tujuan nasional. Secara keseluruhan, artikel ini menunjukkan bahwa kepemimpinan sekolah yang efektif merupakan faktor penting dalam meningkatkan proses akreditasi dan hasil pendidikan. Kata kunci: Kepemimpinan; Kepala Sekolah; Akreditasi; Kurikulum Merdeka; Standar Pendidikan.
TRANSFORMATION OF PESANTREN ORGANIZATIONAL CULTURE: STRATEGIES FOR PESANTREN TO BECOME CENTERS OF INNOVATION IN THE DIGITAL ERA Risqi setiorini; Siti Aimah; Fakhruddin, Fatiyah Mohd.
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2024): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i1.2879

Abstract

This study examines the transformation of organizational culture in pesantren (Islamic boarding schools) in response to the challenges and opportunities of the digital era. It explores how pesantren can become centers of innovation while preserving traditional values. Using a qualitative case study approach, the research gathered data through interviews, observations, and documentation from pesantren leaders, administrators, teaching staff, and students. The data were analyzed using an interactive model, including data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that visionary and inclusive leadership plays a crucial role in driving innovation within pesantren, despite facing internal resistance to change. Pesantren that manage the process of change effectively demonstrate the potential to become hubs of innovation by integrating digital technology with traditional Islamic education. These pesantren preserve their core values while adopting new tools and approaches to enhance learning and administration. The study concludes that pesantren can thrive in the digital era by strategically managing cultural transformation, fostering innovation, and staying true to their educational mission. The results suggest that pesantren leaders must prioritize flexibility, collaboration, and adaptability to create an environment conducive to innovation and digital transformation. Keywords: Organizational Culture Transformation; Innovation Strategy; Pesantren; Digital Era. Abstrak Penelitian ini mengkaji transformasi budaya organisasi di pesantren sebagai jawaban terhadap tantangan dan peluang di era digital. Guna mengeksplorasi bagaimana pesantren dapat menjadi pusat inovasi dengan tetap melestarikan nilai-nilai tradisional. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari pimpinan pesantren, pengurus, staf pengajar, dan santri. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan ini mengungkapkan bahwa kepemimpinan visioner dan inklusif memainkan peran penting dalam mendorong inovasi di pesantren, meski menghadapi hambatan internal terhadap perubahan. Pesantren yang mengelola proses perubahan secara efektif menunjukkan potensi untuk menjadi pusat inovasi dengan mengintegrasikan teknologi digital dengan pendidikan Islam tradisional. Pesantren-pesantren ini melestarikan nilai-nilai inti mereka sambil mengadopsi alat dan pendekatan baru untuk meningkatkan pembelajaran dan administrasi. Studi ini menyimpulkan bahwa pesantren dapat berkembang di era digital dengan mengelola transformasi budaya secara strategis, mendorong inovasi, dan tetap setia pada misi pendidikannya. Hasilnya menunjukkan bahwa pimpinan pesantren harus memprioritaskan fleksibilitas, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi inovasi dan transformasi digital. Kata Kunci: Transformasi Budaya Organisasi; Strategi Inovasi; Pesantren; Era Digital.  
TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP: TRADITIONAL PESANTREN TOWARDS SUFISM-BASED ENTREPRENEURIAL PESANTREN Bani Umar, Ervina Zulfa; Suheri; Pramuja, Ahmadi; Islam, Husein Muhammad Fajrul
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2024): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i1.2881

Abstract

This study aims first, to explore and interpret the implementation of Kiai Muhammad Holid's transformational leadership. Second, to explore Kiai's leadership strategies in the transformation process from traditional pesantren to Sufism-based entrepreneurial pesantren. Third, to explore the effectiveness of Kiai Muhammad Holid's transformational leadership. The research method used is qualitative with the type of field research conducted at the Salafiyah Abu Zairi Pakisan Tlogosari Bondowoso Islamic Boarding School. Data collection techniques utilize documentation, deep interviews, and passive participation observation. Furthermore, the data validity test uses observation persistence, triangulation of sources and techniques by adopting the Miles, Huberman and Saldana interactive model data analysis which consists of data collection, data condensation, data presentation, conclusion drawing/verification. The results of this study show that first, Kiai Muhammad Holid successfully implemented transformational leadership through the main elements of Bass' (1999) theory which include: Idealized Influence, Inspirational Motivation, Intellectual Stimulation, and Individualized Consideration to all pesantren residents. Second, to realize Sufism-based entrepreneurial pesantren, Kiai Muhammad Holid formed an active entrepreneurial education system in formal instution and tasawuf amaliyah education in pesantren. Third, Kiai Muhammad Holid's transformational leadership provides real effectiveness in increasing the commitment, involvement, and loyalty of educators and students in the boarding school. Keywords: Transformational Leadership, Entrepreneurial Pesantren, Sufism Pesantren.     Abstrak Penelitian ini bertujuan pertama, untuk mengeksplorasi serta menginterpretasikan implementasi kepemimpinan transformasional Kiai Muhammad Holid. Kedua, mengeksplorasi strategi kepemimpinan Kiai dalam proses transformasi dari pesantren tradisional menuju pesantren entrepreneur berbasis sufisme. Ketiga, mengeksplorasi efektivitas kepemimpinan transformasional kiai Muhammad Holid. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis field research yang dilakukan di Pondok Pesantren Salafiyah Abu Zairi Pakisan Tlogosari Bondowoso. Teknik pengumpulan data memanfaatkan dokumentasi, deep interview, dan observasi partisipasi pasif. Selanjutnya uji keabsahan data menggunakan ketekunan pengamatan, triangulasi sumber dan teknik dengan mengadopsi analisis data model interaktif Miles, Huberman dan Saldana yang terdiri dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/ Verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, Kiai Muhammad Holid berhasil menerapkan kepemimpinan transformasional melalui unsur-unsur utama dari teori Bass (1999) yang meliputi: Idealized Influence, Inspirational Motivation, Intellectual Stimulation, dan Individualized Consideration kepada seluruh warga pesantren. Kedua, untuk mewujudkan pesantren entrepreneur berbasis sufisme Kiai Muhammad Holid membentuk sistem pendidikan entrepreneur aktif di lembaga formal dan pendidikan tasawuf amaliyah di pesantren. Ketiga, Kepemimpinan transformasional Kiai Muhammad Holid memberikan efektifitas nyata dalam meningkatkan komitmen, keterlibatan, dan loyalitas pendidik dan santri di pondok pesantren. Kata Kunci: Kepemimpinan Transformasional, Pesantren Entrepreneur, Pesantren Sufisme.
MANAGEMENT AND INTEGRATION OF BOARDING SCHOOL EDUCATIONAL ACTIVITIES IN DEVELOPING STUDENTS' MULTIPLE INTELLIGENCES Mochamad Nurcholiq; Lisna Yunita; Vina Aula Rusdah
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2024): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i1.2981

Abstract

Comprehensive education plays a crucial role in preparing students to contribute effectively to society. One approach to comprehensive education involves fostering multiple intelligences. The implementation of multiple intelligences programs is commonly found in boarding schools (pesantren). However, the management practices of these institutions vary across different establishments. This study was conducted at SMPI and Pondok Pesantren Miftahul Ulum using a case study methodology. Data was collected through interviews, observations, and document analysis. The data analysis was performed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings suggest that, first, the planning of boarding school education aimed at developing multiple intelligences in students is based on a well-defined vision and mission, as well as a flexible and inclusive curriculum structure. Second, the implementation of boarding school education is carried out through the development of various intelligences, including linguistic, logical-mathematical, spatial, kinesthetic, musical, interpersonal, intrapersonal, and naturalistic intelligences. Third, the evaluation of the educational process is conducted through several assessment steps: evaluation of academic and logical-mathematical intelligence, linguistic intelligence, interpersonal and intrapersonal intelligence, kinesthetic intelligence, musical intelligence, spatial intelligence, naturalistic intelligence, and holistic assessment. Keywords: Boarding School Management; Multiple Intelligences; Educational Integration; Student Development. Abstrak Pendidikan komprehensif memegang peranan penting dalam mempersiapkan peserta didik untuk berkontribusi secara efektif bagi masyarakat. Salah satu pendekatan pendidikan komprehensif adalah dengan mengembangkan kecerdasan majemuk. Penerapan program kecerdasan majemuk umumnya ditemukan di pesantren. Akan tetapi, praktik pengelolaan lembaga ini berbeda-beda di setiap lembaga. Penelitian ini dilakukan di SMPI dan Pondok Pesantren Miftahul Ulum dengan menggunakan metodologi studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, perencanaan pendidikan pesantren yang bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan majemuk pada peserta didik didasarkan pada visi dan misi yang jelas, serta struktur kurikulum yang fleksibel dan inklusif. Kedua, penerapan pendidikan pesantren dilakukan melalui pengembangan berbagai kecerdasan, meliputi kecerdasan linguistik, logika-matematika, spasial, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan naturalistik. Ketiga, evaluasi proses pendidikan dilakukan melalui beberapa langkah penilaian: penilaian kecerdasan akademik dan logika-matematika, kecerdasan linguistik, kecerdasan interpersonal dan intrapersonal, kecerdasan kinestetik, kecerdasan musikal, kecerdasan spasial, kecerdasan naturalistik, dan penilaian holistik. Kata Kunci: Manajemen Pondok Pesantren; Kecerdasan majemuk; Integrasi Pendidikan; Pengembangan peserta didik.
IMPLEMENTATION OF THE DRIVING SCHOOL (SEKOLAH PENGGERAK) AND DRIVING TEACHERS (GURU PENGGERAK) PROGRAM AS EDUCATIONAL INNOVATION IN THE SOCIETY 5.0 ERA Nor Rochmatul Wachidah; Habibie, M. Luqmanul Hakim; Nur Syamsiah; Nasution, Sri Purwanti
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2024): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i1.2696

Abstract

In the Society 5.0 era, educational challenges have become increasingly complex, requiring innovations that support school transformation and the improvement of teacher quality. The Driving School Program and Driving Teachers Program are Indonesia's government responses to these needs. The School Empowerment Program aims to digitalize schools, strengthen governance, and create a more interactive and technology-adaptive learning environment. Meanwhile, the Teacher Empowerment Program focuses on human resource development through continuous training and study comparisons, aiming to enhance teachers' skills and competencies in facing the demands of the digital era. Teachers are expected to become agents of change capable of applying innovations within school environments, improving collaboration, and leading the educational transformation process. This research uses a literature review method, analyzing various relevant sources regarding the implementation of these two programs. The results show that these programs positively impact the improvement of teachers' competencies, particularly in mastering technology and teaching methodologies relevant to Society 5.0. Additionally, the implementation of the School Empowerment Program supports the role of schools in enhancing the quality of education through digitalization and innovation. Thus, the School Empowerment Program and Teacher Empowerment Program can be considered significant innovations in preparing Indonesia's young generation to compete in the continuously evolving digital era. Keywords: Digitalization; Driving School; Driving Teachers; Education Innovation; Society 5.0.   Abstrak Di era Society 5.0, tantangan pendidikan semakin kompleks, memerlukan inovasi yang mendukung transformasi sekolah dan peningkatan kualitas guru. Program Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak merupakan respon pemerintah Indonesia terhadap kebutuhan ini. Program Sekolah Penggerak bertujuan untuk mendigitalisasi sekolah, memperkuat tata kelola, dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan adaptif terhadap teknologi. Di sisi lain, Program Guru Penggerak berfokus pada pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan dan studi banding berkelanjutan, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi guru dalam menghadapi tuntutan era digital. Guru diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menerapkan inovasi di lingkungan sekolah, meningkatkan kolaborasi, serta memimpin dalam proses transformasi pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, dengan menganalisis berbagai sumber yang relevan mengenai implementasi kedua program tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini mampu memberikan dampak positif dalam peningkatan kompetensi guru, terutama dalam hal penguasaan teknologi dan metodologi pembelajaran yang relevan dengan Society 5.0. Selain itu, implementasi Program Sekolah Penggerak juga mendukung peran sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui digitalisasi dan inovasi. Program Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak dapat dianggap sebagai inovasi penting yang mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk berkompetisi di era digital yang terus berkembang. Kata Kunci: Digitalisasi; Guru Penggerak; Inovasi Pendidikan; Sekolah Penggerak; Society 5.0.

Page 1 of 1 | Total Record : 10