cover
Contact Name
-
Contact Email
akper.insada@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
akper.insada@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjen Sutoyo Gg. Jodhipati No.10, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57127
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan
ISSN : 23385375     EISSN : 26559870     DOI : -
Core Subject : Health,
Intan Husada Jurnal Ilmiah Keperawatan menerbitkan tentang informasi ilmu yang berkenaan dengan ilmu kesehatan khususnya ilmu keperawatan, yang dapat digunakan dalam rangka pembelajaran pada jenjang Perguruan Tinggi Kesehatan.
Articles 191 Documents
PENGARUH BALANCE EXERCISE TERHADAP TINGKAT KESEIMBANGAN POSTURAL DALAM MENURUNKAN RESIKO JATUH PADA LANSIA Muladi, Amik; Gurinti Alartha, Aulauminar; Eka Resti, Fitriana
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 10 No. 02 (2022): Vol. 10 No. 2, Juli 2022
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v10i2.248

Abstract

Pendahuluan; Penuaan merupakan proses terjadinya degenarasi jaringan dimana fungsi tubuh mengalami penurunan sehingga menyebabkan terjadinya gangguan keseimbangan postural, yang dapat mengakibatkan peningkatan resiko jatuh pada lansia. Gangguan keseimbangan postural dapat dikendalikan dengan terapi non farmakologi yaitu dengan balance exercise. Tujuan; Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh balance exercise terhadap tingkat keseimbangan postural dalam menurunkan resiko jatuh pada lansia. Metode; Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen dengan one group pretest-posttest, dengan 20 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Variabel bebas adalah balance exercise, sementara variabel terikat adalah keseimbangan postural. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di Desa Badran dan Desa Jungke. Analisa data menggunakan wilcoxon. Hasil; Terdapat pengaruh balance exercise terhadap peningkatan keseimbangan postural pada lansia. Hasil uji wilcoxon didapatkan p value = 0,001 (< α). Sebelum melakukan balance exercise terdapat 18 (90%) responden yang mengalami gangguan keseimbangan sedang, dan 2(10%) responden mengalami gangguan keseimbangan kurang. Setelah dilakukan balance exercise dari 20 responden terdapat 14 (70%) responden mengalami peningkatan keseimbangan dalam kriteria baik sedangkan 6 (30%) responden pada keseimbangan sedang. Kesimpulan; Terdapat peningkatan keseimbangan postural pada lansia setelah dilakukan balance exercise.
PENGARUH SENAM QIGONG TERHADAP TINGAKAT KECEMASAN LANSIA DI BPSTW UNIT BUDI LUHUR YOGYAKARTA Salmiyati, Suri; Endarwanti, Miya
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 10 No. 02 (2022): Vol. 10 No. 2, Juli 2022
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v10i2.250

Abstract

Kecemasan pada lansia berhubungan erat dengan kondisi fisik dan psikologis akibat proses penuaan dan penyakit neuro-degeneratif. Kecemasan yang berkepanjangan memperburuk keadaan lansia yang berakibat pada komplikasi berbagai macam penyakit dan menurunnya kualitas hidup lansia. Alternatif intervensi keperawatan nonpharmakologis yang aman dan efektif diperlukan untuk dapat diimplementasikan kepada lansia yang mengalami kecemasan, salah satunya adalah senam qigong. Tujuan penelitian diketahuinya efektifitas senam qigong pada level kecemasan lansia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif pre-experiment (one group pretest-posttest). Geriatric Anxiety Inventory digunakan untuk mengukur level kecemasan secara face-to face interview. Uji statistic Wilcoxon digunakan untuk mengetahui efektifitas senam qigong pada tingkat kecemasan lansia. Lima belas responden yang memenuhi kriteria inklusi telah mengikuti aktivitas senam qigong pada penelitian ini. Secara statistik, hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa senam qigong memiliki pengaruh terhadap penurunan level kecemasan pada lansia (p=0,014). Senam qigong memiliki pengaruh positif untuk menurunkan level kecemasan pada lansia, sehingga dianjurkan sebagai alternatif intervensi keperawatan nonpharmakologi menejemen cemas pada lansia. Namun disisi lain pelatihan senam qigong diperlukan untuk perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan. Penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA PRODI DIII KEPERAWATAN DALAM TUGAS AKHIR MASA PANDEMI COVID-19 aseta, pandu; siswanto
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 10 No. 02 (2022): Vol. 10 No. 2, Juli 2022
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v10i2.251

Abstract

Latar Belakang: Setiap akhir masa pendidikan, mahasiswa Prodi DIII Keperawatan dituntut untuk mengerjakan tuga akhir yang biasa disebut dengan KTI. Salah satu hal yang menjadikan kendala dalan penyusunan kasus di masa pandemi Covid-19 adalah terbatasnya akese beberpa tempat untuk melakukan study kasus untuk memnyusun KTI..Kecemasan juga akan dialami mahasiswa yang umumnya menginjak usia remaja yang masih labil dalam menghadapi situasi tak terduga. Tujuan : Mengetahuai tingkat kecemasan mahasiswa menghadapi tugas akhir dimasa pandemic. Metode: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi merupakan semua mahasiswa semester VI program studi D3 Keperawatan tahun 2022 yang berjumlah 84 responden dengan tehnik total sampling. Hasil : Gambaran tingkat kecemasan mahasiswa program studi DIII Keperawatan semester IV yang mengalamai kecemasan sedang sebanyak 40 responden (80%), mahasiswa yang mengalami kecemasan baik ringan ringan 10 responden (20 %). Kesimpulan: Tingkat kecemasan mahasiswa Prodi DIII Keperawatan semester IV yang menyusun tugas akhir paling banyak adalah sedang sebanyak 40 (75%) responden. Saran : Diharapkan bagi mahasiswa Politeknik Insan Husada Surakarta untuk mampu melakukan manajemen stress dan waktu sehingga mampu menghindari atau mengurangi kecemasan dalam menyusun tugas akhir.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DALAM PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK USIA TOODLER DI KEDUNGTUNGKUL MOJOSONGO SURAKARTA Lestari, Sri; Siti Nur Solikah
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 10 No. 02 (2022): Vol. 10 No. 2, Juli 2022
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v10i2.254

Abstract

Pendahuluan. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang ditandai dengan tubuh pendek.Penderita stunting umumnya rentan terhadap penyakit, memiliki tingkat kecerdasan di bawah normal serta produktivitas rendah. Pengetahuan ibu adalah salah satu faktor yang mempunyai pengaruh yang signifikan pada kejadian stunting. Kota Surakarta menjadi lokus stunting di tahun 2021, berdasarkan hasil pemetaan dan analisa stunting oleh Dinkes Surakarta Mojosongo menempati urutan ke 8 dengan kasus 5%. Tujuan. Untuk mengetahui gambaran timgkat pengetahuan ibu dalam pencegahan stunting pada anak usia todler di Kedungtungkul, Mojosongo, Surakarta Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif, responden dalam penelitian ini yaitu ibu-ibu yang memiliki anak usia toddler di Kedungtungkul, Mojosongo, Surakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan 37 responden. Hasil. (1) Karateristik responden berdasarkan usia yang terbanyak berusia 21 – 30 tahun 41 %, pendidikan terbanyak SMA/SMK 54 %, pekerjaan ibu rumah tangga 65 % (2) Tingkat pengetahuan ibu dalam pencegahan stunting rata-rata baik dengan hasil 65 % tingkat pengetahuan responden adalah baik. Kesimpulan. Tingkat pengetahuan ibu dalam pencegahan stunting di Kedungtungkul Mojosongo Surakarta rata-rata adalah baik
UJI AKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth) TERHADAP KECEPATAN PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA PUNGGUNG KELINCI Suhartinah; Vina Desti Ashari; Ismi Puspitasari
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2023): Vol. 11 No. 1, Januari 2023
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v11i1.259

Abstract

Latar belakang Tanaman Kenikir (Cosmos caudatus Kunth) merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Kandungan antioksidan dalam daun kenikir dapat mencegah kerusakan jaringan yang merangsang proses penyembuhan luka seperti flavonid, alkaloid, saponin dan tanin. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun Kenikir dapat diformulasikan sebagai sediaan gel yang memenuhi uji mutu fisik dan formulasi yang efektif terhadap kecepatan penyembuhan luka sayat pada punggung kelinci. Metode Penelitian Proses maserasi simplisia daun kenikir dengan etanol 96% untuk selanjutnya dibuat sediaan gel. Pada uji mutu fisik sediaan gel meliputi uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, daya lekat, daya sebar, viskositas, dan uji stabilitas. Pengujian aktivitas terhadap kecepatan penyembuhan luka sayat menggunakan 5 hewan uji kelinci jantan yang diberi 5 perlakuan, yaitu formula 1 (gel ekstrak daun kenikir 7,5%), formula 2 (gel ekstrak daun kenikir 15%), formula 3 (gel ekstrak daun kenikir 22,5%), Moist Expoxed Burn Ointment (MEBO) kontrol positif dan basis gel sebagai kontrol negatif. Hasil Penelitian Semua formula gel ekstrak daun kenikir memenuhi uji mutu fisik dan stabilitas yang baik serta efektif untuk penyembuhan luka sayat pada punggung kelinci. Kesimpulan Hasil uji aktivitas penyembuhan luka sayat yang paling efektif adalah formula 3 dengan persentase penurunan panjang luka yang setara dengan kontrol positif.
PERBANDINGAN TERAPI AKUPUNKTUR TELINGA DENGAN TERAPI KOMBINASI AKUPUNKTUR TELINGA DAN TITIK LOKAL TERHADAP PERUBAHAN TAJAM PENGLIHATAN PADA KASUS MIOPIA Christiyawati, Maria Dewi; Purwanto
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2023): Vol. 11 No. 1, Januari 2023
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v11i1.260

Abstract

Latar Belakang Miopia adalah suatu kelainan refraksi, yaitu berkas sinar sejajar yang masuk ke dalam mata, pada keadaan tanpa akomodasi, dibiaskan di suatu titik fokus di depan retina. Terapi akupunktur pada kasus miopia melibatkan titik akupunktur telinga pada titik lokal ataupun titik distal. Stimulasi pada titik akupunktur telinga yang berkaitan dengan kondisi fisiologis dan patologis dapat meningkatkan kadar endorfin dan meregulasi system saraf simpatik. Formulasi yang digunakan untuk kasus miopia adalah titik Shenmen, oksiput, hati, limpa, lambung, jantung, ginjal, paru, mata, Mu 1 dan Mu 2. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh terapi akupunktur telinga dengan terapi kombinasi akupunktur telinga dan titik lokal terhadap perubahan tajam penglihatan pada kasus miopia di Griya Sehat Prima Hati Surakarta. Metode Penelitian Penelitian kuantitatif dengan bentuk hipotesis komparatif dan menggunakan desain penelitian quasi-eksperiment untuk mengetahui perbandingan antara terapi akupunktur telinga (titik Gan, Mu 1, dan Mu 2) dengan terapi kombinasi akupunktur telinga (titik Gan, Mu 1, dan Mu 2) dan titik akupunktur GB14. Sampel penelitian yang digunakan total sampling yaitu 36 orang pasien yang mengalami miopia atau rabun jauh yang memenuhi kriteria inklusi dan melakukan terapi akupunktur di Griya Sehat Prima Hati Surakarta. Instrumen penelitian yaitu kuesioner, lembar observasi, informed consent serta alat ukur tajam penglihatan yang menggunakan Snellen chart. Hasil Penelitian Nilai signifikansi metode akupunktur dan kombinasi akupunktur telinga dan titik lokal perubahan mata kanan > 0.05 yaitu pretest 0.255; post test 0.465 dan mata kiri pretest 0.598; post test 0.972. Kesimpulan Tidak ada perbedaan yang bermakna antara terapi akupunktur telinga dengan kombinasi terapi kombinasi akupunktur telinga dan titik lokal terhadap perubahan tajam penglihatan pada kasus myopia.
PREDIKTOR STRES, KECEMASAN, DAN KELELAHAN PSIKOLOGI PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DI ERA PANDEMI COVID-19 Insiyah; Sulistyowati, Endang Caturini; Ghoniy, Zakky Abdul
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2023): Vol. 11 No. 1, Januari 2023
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v11i1.261

Abstract

Perkuliahan dalam jaringan (daring) merupakan solusi yang terbaik yang diambil saat pandemi COVID-19, namun disisi lain bisa menimbulkan konsekuensi baru. Mahasiswa yang dalam rentang usia dewasa muda rentan mengalami masalah psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi. Hal ini dikarenakan kekhawatiran tertular COVID-19, kesulitan memahami materi perkuliahan secara daring, keterbatasan aktifitas, dan kebosanan selama masa stay at home. Durasi pandemi yang lama menyebabkan kelelahan psikologis yang berakibat pada peningkatan ketidakpatuhan protokol kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prediktor stres, kecemasan, dan kelelahan psikologi pada mahasiswa keperawatan di era pandemi COVID-19. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional, pemilihan sampel menggunakan quota random sampling dan didapatkan sejumlah 410 responden. Instrumen dalam penelitian ini adalah Perceived Stress Scale (PSS 10), Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS/SRAS), dan Fatigue Assesment Scale (FAS). Hasil Uji Spearman Rank menunjukkan dukungan sosial memiliki hubungan signifikan dengan stres (p value=0,000), kecemasan (p value=0,011), dan kelelahan psikologi (p value=0,004). Sedangkan hasil Uji Regresi Logistik Berganda bahwa dukungan sosial merupakan prediktor stres (p value=0,000), kecemasan (p value=0,000), dan dukungan sosial (p value=0,000). Dukungan sosial merupakan prediktor paling dominan pada stres, kecemasan, dan kelelahan psikologi pada mahasiswa keperawatan di era pandemi COVID-19, hasil ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan intervensi keperawatan berbasis dukungan sosial untuk mengatasi masalah stres, kecemasan, dan kelelahan psikologi pada mahasiswa.
Gambaran managemen diri dan dukungan keluarga pasien diabetes mellitus SAKITRI, GANIK; Kholifah Hasnah
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2023): Vol. 11 No. 1, Januari 2023
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v11i1.262

Abstract

DM patient self-management is an action taken by DM patients to manage and control DM which includes activity, diet, exercise, monitoring blood sugar, drug control and foot care. The goal of self-management is to optimize metabolic control in the body, prevent acute and chronic complications, optimize the patient's quality of life and reduce costs incurred for the treatment of DM. This research was conducted to find an overview of self-management of diabetes mellitus patients and family support. The sample in this study were 34 respondents. The instruments used were self-management and family support questionnaires. Data is processed with univariate. The results of research on self-management as a whole as much as 58.8% are in the high category. The results of the study regarding the description of high family support were as much as 79.4%. Conclusion This study shows that most of the respondents have good self-management both in terms of aspects of diet, medication, monitoring blood sugar levels, activities and foot care. The results of the study also provide an overview of family support for diabetes mellitus patients in the good category.
Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak di SD Negeri Bener 4 Ngrampal Sragen Muhammad Sowwam; Pramita Ran Lestari
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 11 No. 01 (2023): Vol. 11 No. 1, Januari 2023
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v11i1.264

Abstract

Background. Unhealthy teeth and mouth can affect a child's development, because the condition of the baby teeth will determine the growth of a child's permanent teeth. In addition, if a child has unhealthy teeth, he will find it difficult to digest food so that the child's growth process will be disrupted. As a result, children will easily catch disease. Preliminary study showed that 34 students at SDN 4 Bener Ngrampal Sragen had dental caries. Purpose. To find out the factors that influence the incidence of dental caries in children at SD Negeri Bener Ngrampal Sragen. Methods.. This research is a quantitative study with a cross sectional approach. The population in this study were 65 children from SD Negeri Bener 04, Ngrampal, Sragen. Samples were taken totaling 43 people with simple random sampling technique. Data was collected in November 2022. The independent variables explored were knowledge, habit of brushing teeth and diet. Data analysis was performed with univariate and multivariate analysis with logistic regression. Result.he results of the multivariate analysis using the logistic regression test showed that there was a significant effect (p<0.05) for the tooth brushing habit variable (p=0.042), there was no significant effect (p<0.05) for the knowledge variable (p=0.988) and no there was a significant effect on the diet factor (p=0.527). Conclusion: The knowledge factor had no effect on the incidence of dental caries, the habit of brushing teeth had an effect on the incidence of dental caries and the diet factor had no effect on the incidence of dental caries. Key words : dental caries, elementary school children
TINJAUAN LITERATUR PERBEDAAN ICD-10 DAN ICD-11 : LITERATURE REVIEW THE DIFFERENCES OF ICD-10 AND ICD-11 Nita Budiyanti; Syifa Meilinda; Robiatul Adawiyah; Sandhy Fauzan Ramdansyah
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 11 No. 02 (2023): Vol. 11 No.2 , Juli 2023
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v11i2.269

Abstract

Pendahuluan. ICD merupakan standar internasional untuk pencatatan kesehatan dan statistik penyakit baik pada tingkat primer, sekunder maupun tersier. Begitu banyak perkembangan penyakit dari waktu ke waktu yang membuat ICD terus menerus mengalami perubahan untuk menyesuaiakan setiap penyakit baru yang muncul dengan kode diagnosis penyakit tersebut. Di Indonesia, saat ini yang digunakan untuk mengkode diagnosis penyakit adalah ICD-10. Pada ICD-10 masih banyak kekurangan baik dari segi penyakit ataupun proses pengkodean yang menurut banyak orang sudah sangat ketinggalan zaman di era elektronik ini. Maka dari itu WHO telah merancang revisi terbaru dari ICD yaitu ICD-11. Perbedaan antara ICD-10 dan ICD-11 terlihat sangat signifikan. Pada struktur dasar antara ICD-10 dan ICD-11 memiliki berbagai perbedaan Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan struktur antara ICD-10 dan ICD-11 Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian literature review Hasil : Penelitian ini menunjukan adanya perbedaan struktur dasar antara ICD-10 dan ICD-11 Kesimpulan : Berdasarkan literature review ini maka dapat disimpulkan bahwa ICD-10 dan ICD-11 memiliki perbedaan struktur dasar