cover
Contact Name
-
Contact Email
akper.insada@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
akper.insada@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjen Sutoyo Gg. Jodhipati No.10, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57127
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan
ISSN : 23385375     EISSN : 26559870     DOI : -
Core Subject : Health,
Intan Husada Jurnal Ilmiah Keperawatan menerbitkan tentang informasi ilmu yang berkenaan dengan ilmu kesehatan khususnya ilmu keperawatan, yang dapat digunakan dalam rangka pembelajaran pada jenjang Perguruan Tinggi Kesehatan.
Articles 191 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) Fitri Nur Indah; Istri Utami
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 8 No. 1 (2020): Vol. 8. No. 1 Januari 2020
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v8i1.173

Abstract

Latar Belakang: Berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan suatu keadaan dimana bayi baru lahir yang memiliki berat badan kurang dari 2.500 gram. Bayi BBLR memiliki peluang kematian delapan kali lebih besar dibandingkan dengan bayi tidak BBLR.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD Panembahan Senopati Bantul, Yogyakarta. Metode: Analisis observasional analitik dengan pendekatan case control dan retrospektif. Teknik pengambilan sampel didalam penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling. Populasi didalam penelitian ini yaitu seluruh bayi yang lahir di RSUD Panembahan Senopati Bantul Tahun 2017 dan jumlah sampel 406 bayi (203 kasus, 203 kontrol). Alat yang digunakan dalam pengambilan data yaitu menggunakan master table. Analisis menggunakan Chi Square.Hasil: Data penelitian ini didapatkan hasil bahwa usia ibu memiliki p value = 0,07, paritas memiliki p value = 0,03, jarak kelahiran memiliki nilai p value = 0,01, OR = 1,77, usia kehamilan memiliki nilai p value = 0,00, OR = 21,76, anemia memiliki nilai p value = 1,00, preeklampsia memiliki nilai p value = 0,00, OR = 23,74, dan gemelli memiliki nilai p value = 0,00. OR = 10,46.Simpulan dan Saran: Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR di RSUD Panembahan Senopati Bantul adalah paritas, jarak kelahiran, usia kehamilan, preeklampsia dan gemelli. Bagi tenaga kesehatan khususnya bidan, agar lebih meningkatkan kerjasama dengan kader posyandu disetiap wilayah untuk pemantauan pemenuhan gizi ibu selama hamil. Sehingga ibu yang diduga beresiko melahirkan BBLR dapat dideteksi secara dini.Kata Kunci: Gemelli, Jarak Kelahiran, Paritas, Preeklampsia, Usia Kehamilan.
FAKTOR-FAKTOR DETERMINASI NARKOLEMA PADA REMAJA Siswanto; Wahyu Purwaningsih
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 8 No. 1 (2020): Vol. 8. No. 1 Januari 2020
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v8i1.174

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan suatu tahap dengan perubahan yang cepat dan penuh tantangan yang sulit. Pemahaman tentang narkolema yang kurang pada masa remaja sangat merugikan bagi remaja sendiri termasuk keluarganya. Kejadian narkolema tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah sikap individual, kontrol diri pada remaja, peran pengawasan orang tua.Individu yang mempunyai sikap negatif terhadap media pornografi beranggapan bahwa pornografi dapat memberiakan manfaat yang baik dan meberikan inspirasi bagi individu, sehingga individu mempunyai perasaan suka terhadap pornografi dan dapat membawa ke perilaku seksual. Seseorang yang mengalami narkolema akan sulit untuk mengontrol dirinya dan akan mengalami gangguan memori Interaksi antara remaja dengan orang tua mengurangi kejadian narkolema pada remaja. Orang tua yang kurang memberikan pengawasan kepada remaja akan mempercepat remaja tersebut untuk terjadinya narkolema dan begitu pula sebaliknya.Tujuan: Mengambarkan faktor determinan yang mempengaruhi narkolema pada remaja.Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan populasi sebanyak 668 orang, diambil sampel 250 orang dengan teknik Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner.Data dianalisis dengan distribusi frekuensi.Hasil: Siswa mengalami narkolema sebanyak 163 siswa (65,2%), sikap individual siswa dalam kategori buruk sebanyak 175 remaja (70%), kontrol diri siswa baik sebanyak 168 responden (67%), peran pengawasan orang tua baik sebanyak 188 orang (75,2%). Kesimpulan: Sebagian besar siswa mengalami narkolema, Sikap individual remaja yang mengalami narkolema termasuk dalam kategori buruk. Kontrol diri pada remaja mayoritas baik. Peran pengawasan orang tua terhadapan anak terkait dengan narkolema tergolong baikKata kunci: kejadian narkolema, faktor-faktor terjadinya narkolema
PERBEDAAN PEMBERIAN KOMPRES AIR HANGAT DENGAN KOMPRES JAHE TERHADAP PENURUNAN NYERI REMATIK PADA LANSIA: STUDI KASUS Devi Ratna Putri; Ratna Kusuma Astuti
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 8 No. 1 (2020): Vol. 8. No. 1 Januari 2020
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v8i1.175

Abstract

Pendahuluan: Rematik merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering terjadi pada lansia. Rematik menyerang anggota tubuh yang bergerak, yaitu bagian tubuh yang berhubungan antara yang satu dengan yang lain dengan perantaraan persendian.Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan pemberian kompres air hangat dengan kompres jahe terhadap penurunan nyeri rematik pada lansia di Desa Blulukan, Colomadu, Karanganyar.Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu rancangan penelitian mencakup pengkajian satu unit penelitian secara intensif membahas suatu pasien dan keluarga. Penelitian dilakukan di Desa Blulukan, Colomadu, Karanganyar. Subjek penelitian 2 responden lansia yang memenuhi kriteria inklusi.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyeri sebelum dilakukan kompres air hangat dengan kompres jahe adalah skala 6 dan nyeri sesudah dilakukan kompres air hangat menjadi skala 4 sedangkan nyeri sesudah dilakukan kompres jahe menjadi skala 3.Kesimpulan: Kesimpulan kompres jahe lebih efektif dibandingkan kompres air hangat dalam penurunan nyeri rematik pada lansia.Kata Kunci: rematik, kompres air hangat, kompres jahe, nyeri
MANFAAT EDUKASI DENGAN BOOKLET SEBAGAI SARANA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN EFIKASI DIRI ORANG TUA PADA ANAK LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT YANG MENJALANI KEMOTERAPI Siti Nur Solikah; Sunaryo Joko Waluyo
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 8 No. 1 (2020): Vol. 8. No. 1 Januari 2020
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v8i1.176

Abstract

54MANFAAT EDUKASI DENGAN BOOKLET SEBAGAI SARANA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN EFIKASI DIRI ORANG TUA PADA ANAK LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT YANG MENJALANI KEMOTERAPISiti Nur Solikah1, Sunaryo Joko Waluyo2 1,2Akademi Keperawatan Insan Husada Surakarta sitinurs@akperinsada.ac.idAbstrakPendahuluan: Leukemia merupakan kanker pada sumsum tulang dan sel darah. Leukemia Limfositik Akut atau biasa disebut LLA merupakan bentuk umum penyakit kanker pada anak-anak dibawah usia 15 tahun banyak diderita pada anak usia 2-5 tahun. Penyakit kanker ini berasal dari sel darah putih yang tumbuh cepat dan agresif didalam tubuh anak, sehingga anak sangat membutuhkan perawatan dan penanganan dengan kemoterapi. Anak yang telah terdiagnosis penyakit LLA membutuhkan proses pengobatan yang lama (minimal 2 tahun) yang harus dilakukan secara rutin dan teratur pada masa pengobatannya. Orang tua yang memiliki anak dengan LLA mmbutuhkan sumber informasi pengetahuan dan butuh penyesuaian diri dalam merawat anak dngan kondisi LLA.Tujuan: Mendeskripsikan manfaat pemberian edukasi dengan booklet sebagai sarana peningkatan pengetahuan dan efikasi diri orang tua dalam merawat anak dengan penyakit LLA yang menjalani kemoterapi.Metode: Jenis penelitian Quasi experiment pretest-posttest design without control pada 30 responden. Rancangan penelitian menggunakan one group pretest posttest design. Analisa data menggunakan uji Spearman rank correlation.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Usia responden sebanyak 66,6% berada pada rentang 26-45 tahun kategori usia dewasa, (2) Pendidikan responden sebagian besar (66,6%) adalah pendidikan menengah. (3). Pengalaman orang tua dalam merawat anak LLA sebagian besar (86,6%) (4) rata- rata pendapatan responden dibawah Upah Minimum Regional (53,3%) (5). Hasil uji statistik diperoleh ρ-value sebesar 0,003, Ho ditolak.Kesimpulan: Terdapat manfaat pemberian edukasi dengan booklet terhadap peningkatan pengetahuan dan efikasi diri orang tua pada pasien anak dengan LLA yang menjalani kemoterapi.Kata kunci: edukasi, pengtahuan, efikasi diri, leukemia limfoblastik akut, kemoterapi
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA LANSIA DI UPT. PUSKESMAS COLOMADU 1 Ni'mah Hidayatul Laili; Vivi Nurul Laily
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 8 No. 1 (2020): Vol. 8. No. 1 Januari 2020
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v8i1.177

Abstract

Latar Belakang: Gizi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk pemeliharaan kesehatan. Anemia disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh sehingga kebutuhan zat besi untuk eritropoesis tidak cukup.Tujuan: Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada lansia.Metode: Penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua lansia usia di atas 60 yang periksa di UPT. Puskesmas Colomadu 1. Metode pengambilan sampel adalah menggunakan accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi. Metode pengumpulan data berupa data sekunder rekam medis pasien pada bulan September-November tahun 2019. Data dianalisis secara univariat dan bivariat mengunakan uji chi square.Hasil: Pasien dominan adalah laki-laki sejumlah 71 pasien (69,6%) dibandingkan dengan perempuan 31 pasien (30,4%). Rerata usia sampel yaitu 69,3 tahun. Status gizi lansia diketahui bahwa sebagian besar termasuk dalam kategori gemuk (82,4%), sementara hanya 17,6% pasien yang mempunyai status gizi dalam kategori normal. Status anemia pada pasien lanjut usia yang menderita anemia (Hb 8 g/dl-9,9 g/dl) sejumlah 75 pasien atau 73,5%, sedangkan yang tidak anemia (Hb 10 g/dl-batas normal) sejumlah 27 pasien yaitu 26,5%. Hasil analisis chi square dengan nilai p= 0,004. Nilai signifikansi <0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima.Kesimpulan: Ada hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada lansia di wilayah kerja UPT. Puskesmas Colomadu 1.Kata Kunci: status gizi, anemia, lansia.
REAKSI DEMAM PASCA PEMBERIAN KEKEBALAN AKTIF BUATAN VAKSIN DPT, HEPATITIS B DAN HAEMOPHILUS INFLUENZA TYPE B PADA BAYI BALITA Danik Riawati; Titis Wahyuono; Dewi Anggraini Kartika
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 8 No. 1 (2020): Vol. 8. No. 1 Januari 2020
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v8i1.178

Abstract

Pendahuluan: Kekebalan aktif buatan dengan pemberian vaksinasi DPT Hepatitis B dan Haemophilus influenza type B dapat memberikan efek samping demam pada bayi balita dan perlu ditanggani sejak dini supaya cepat teratasi permasalahannya.Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran reaksi demam pasca pemberian kekebalan aktif buatan vaksin DPT Hepatitis B dan Haemophilus influenza type B pada bayi balita.Metode: Desain penelitian menggunakan observasional analitik. Tempat penelitian di Posyandu Melati Sabrang Lor pada bulan Desember 2019. Data diperoleh dari data primer dan sekunder. Populasi penelitian adalah semua balita yang pernah mendapatkan vaksin DPT Hepatitis B dan Haemophilus influenza type B di Posayndu Melati yaitu sebanyak 43 responden. Teknik pengambilan sampel accidental sampling. Analisis data univariat disajikan dalam pentuk distribusi frekuensi.Hasil: Penelitian didapatkan bahwa sebagian besar usia bayi balita berusia > 36 bulan yaitu sebanyak 31 (72,1%), jenis kelamin laki-laki 25 (58,1%) dan yang sebagian besar tidak mengalami reaksi demam pasca pemberian kekebalan aktif buatan vaksin DPT Hepatitis B dan Haemophilus influenza type B sebanyak 28 responden (65,1%)Kesimpulan: Sebagian besar bayi balita tidak mengalami reaksi demam pasca pemberian kekebalan aktif buatan vaksin DPT Hepatitis B dan Haemophilus influenza tipe B.Kata kunci: Reaksi demam, Vaksin DPT Hepatitis B vaccine and Haemophilus influenza type B, Bayi balita
PERAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEMATANGAN SOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH (PENDEKATAN TEORI BANNARD) Mustikarani, Innez Karunia; Ekacahyaningtyas, Martina; Rakhmawati, Nur
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2020): Vol. 8. No. 2 Juli 2020
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v8i2.185

Abstract

Pendahuluan: Pola asuh orang tua sangat penting peranannya dalam pengembangan psikologi anak karena bisa membentuk kepribadian anak di masa depan. Kematangan sosial merupakan suatu perkembangan ketrampilan dan kebiasaan-kebiasaan individu yang menjadi ciri khas kelompoknya. Beberapa anak di sekitar kita mungkin mengalami hambatan kematangan sosial misalnya anak belum mampu menyelesaikan tugas perkembangan pada usianya, seperti anak berusia 3 tahun yang belum mampu buang air kecil di toilet.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran pola asuh orang tua terhadap kematangan sosial anak usia prasekolah.Metode: Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling dimana jumlah sample penelitian adalah 30 responden. Instrumen Pola asuh orang tua menggunakan Parenteral Authority Questionnary (PAQ) dan kematangan sosial menggunakan Vineland Social Maturity Scale (VSMS). Analisis penelitian menggunakan uji Kendall Tau. Hasil: Penelitian ini didapatkan hasil angka koefisien korelasi 0,264 dan karena angka pada kolom sig. adalah 0,155 > 0,05 maha ho diterima dan ha ditolak artinya tidak ada hubungan peran pola asuh orang tua terhadap kematangan sosial anak usia prasekolah. Kesimpulan: Tidak ada hubungan peran pola asuh orang tua terhadap kematangan sosial anak usia prasekolah. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah peneliti berikutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lanjutan dengan menambah variabel yang lain, sehingga akan menambah referensi mengenai peran pola asuh orang tua kaitannya dengan aspek perkembangan yang lain pada anak.Kata kunci : pola asuh, kematangan sosial, pra sekolah
PIJAT OKSITOSIN MENGGUNAKAN FENNEL ESSENTIAL OIL MEMPERCEPAT PENGELUARAN KOLOSTRUM IBU POST PARTUM SECTIO CESAREA Ekacahyaningtyas, Martina; Mustikarani, Innez Karunia; Utami, Ratih Dwilestari Puji
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2020): Vol. 8. No. 2 Juli 2020
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v8i2.186

Abstract

Pendahuluan: Upaya peningkatan pemberian ASI berperan besar terhadap pencapaian penurunan angka kematian bayi dan menurunnya prevalensi gizi kurang pada anak balita. Salah satu komponen nutrisi yang penting pada ASI adalah kolostrum karena mengandung banyak antibodi untuk kekebalan bayi. Ibu melahirkan dengan sectio cesarea mengalami hambatan dalam waktu pengeluaran kolostrum karena efek penggunaan obat-obatan saat dilakukan operasi sectio cesarea dan ibu membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisinya akibat nyeri post operasi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin menggunakan fennel essential oil terhadap waktu pengeluaran kolostrum pada ibu post partum sectio cesarea.Metode: Metode penelitian kuasi eksperimen menggunakan post test only design with control group. Kelompok perlakuan yaitu ibu post partum sectio cesarea yang diberikan pemijatan oksitosin menggunakan fennel essential oil dan kelompok kontrol yaitu ibu post partum sectio cesarea yang dilakukan pemijatan oksitosin tanpa menggunakan fennel essential oil. Sampel sejumlah 30 ibu post operasi sectio cesarea di RSUD Soediran Mangun Soemarso Wonogiri. Analisis penelitian menggunakan uji Mann Whitney.Hasil: Penelitian ini didapatkan hasil nilai p value 0,002 yang berarti p value < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.Kesimpulan: Ada pengaruh pijat oksitosin menggunakan fennel essential oil terhadap waktu pengeluaran kolostrum pada ibu post partum sectio cesarea. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah ibu post partum section caesarea dapat dilakukan pijat oksitosin menggunakan fennel essential oil secara teratur untuk mempercepat pengeluaran kolostrum.Kata kunci : Ibu post partum sectio cesarea, pijat oksitosin, fennel essential oil
HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KUALITAS HIDUP LANJUT USIA PENDERITA GOUT ARTHRITIS Salmiyati, Suri; Asnindari, Lutfi Nurdian
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2020): Vol. 8. No. 2 Juli 2020
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v8i2.187

Abstract

Pendahuluan: Angka kejadian Gout Arthritis pada lanjut usia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kualitas hidup lansia penderita Gout Arthritis. Faktor-faktor tersebut terdiri dari faktor demografi, faktor klinis dan psikologis. Usia dan jenis kelamin merupakan dua faktor demografi yang penting dalam menentukan kualitas hidup lansia dengan penyakit kronis.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor demografi yaitu usia dan jenis kelamin dengan kualitas hidup lansia dengan Gout Arthritis.Metode: Metode penelitian merupakan penelitian deskriptif analitik korelasional dengan pendekatan waktu cross sectional dengan jumlah sampel 27 lanjut usia di dusun X Sonopakis Kidul Kasihan Bantul. Instrumen kualitas hidup dalam penelitian ini adalah The Short Form-36 (SF-36). Faktor demografi yang meliputi usia, jenis kelamin diukur menggunakan angket dan kartu identitas responden. Korelasi variabel diolah menggunakan Spearman rank.Hasil: Hasil analisis data antara usia dengan kualitas hidup lansia didapatkan nilai p>0,05.Kesimpulan: Kesimpulannya tidak ada hubungan usia dan jenis kelamin dengan kualitas hidup lansia dengan Gout Arthritis di dusun X Sonopakis Kidul Kasihan Bantul.Kata Kunci: usia, jenis kelamin, kualitas hidup, gout arthritis
PERBANDINGAN KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN PENDEKATAN METODE STUDENT CENTER LEARNING TIPE COOPERATIVE LEARNING DENGAN METODE CERAMAH TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA DIV KEPERAWATAN ANESTESIOLOGI ITS PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA Prananingrum, Ratih
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2020): Vol. 8. No. 2 Juli 2020
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v8i2.188

Abstract

Pendahuluan: Salah satu komponen yang penting dalam pelajaran adalah metode mengajar, yang merupakan suatu cara untuk mencapai tujuan pengajaran. Metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar dipergunakan oleh seorang guru atau instruktur. Cara memberdayakan peserta didik tidak hanya dengan menggunakan strategi atau metode ceramah saja, Salah satu metode yang terdapat pada student center learning adalah metode cooperative learning.Tujuan: Tujuan penelitian untuk menganalisis perbandingkan antara keefektifan penerapan metode student center learning model cooperative learning dengan metode ceramah terhadap hasil belajar mata kuliah Komunikasi pada mahasiswa D IV Semester 2 di ITS PKU Muhammadiyah Surakarta.Metode: Eksperimen dengan rancangan quasi eksperimen (Pre and Post test group). Subjek penelitian mahasiswa keperawatan anestesiologi Semester 2. Subjek berjumlah 62 responden.Hasil: Rata-rata nilai pretest metode ceramah adalah sebesar 60,42 (± 7,14) dan rata-rata nilai pretest metode cooperative learning sebesar 60,60 (± 7,15) dan rata-rata nilai pretest metode ceramah 60,42 (± 7,14) sedangkan rata-rata nilai posttest metode ceramah 96,28 (± 3,89). Selisih rata-rata nilai posttest dan pretest 35,86 dan rata-rata nilai pretest metode cooperative learning adalah sebesar 60,60 (± 7,15) sedangkan rata-rata nilai posttest metode cooperative learning 86,88 (± 6,23). Selisih rata-rata nilai posttest dan pretest 26,28 dan rata-rata nilai posttest metode pembelajaran ceramah sebesar 96,28 (± 3,89) dan rata-rata nilai posttest metode pembelajaran cooperative learning sebesar 86,88 (± 6,23). Pada saat penerapan metode ceramah, dari 35 mahasiswa, kesemuanya aktif, terlihat dengan banyak mahasiswa yang bertanya tentang materi yang disampaikan, serta mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh dosen ataupun pertanyaan yang berasal dari teman. Saat penerapan metode cooperative learning mahasiswa kurang aktif dalam kegiatan diskusi. mahasiswa kurang memahami perannya, serta kurang mampu untuk bertukar pendapat.Kesimpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan, terdapat keefektifan penerapan metode student center learning model cooperative learning dengan metode ceramah terhadap hasil belajar mata kuliah Komunikasi pada mahasiswa D IV Semester 2 di ITS PKU Muhammadiyah Surakarta.Kata Kunci: Metode Student center learning, cooperative learning, metode ceramah, keefektifan

Page 8 of 20 | Total Record : 191