cover
Contact Name
-
Contact Email
akper.insada@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
akper.insada@gmail.com
Editorial Address
Jl. Letjen Sutoyo Gg. Jodhipati No.10, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57127
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan
ISSN : 23385375     EISSN : 26559870     DOI : -
Core Subject : Health,
Intan Husada Jurnal Ilmiah Keperawatan menerbitkan tentang informasi ilmu yang berkenaan dengan ilmu kesehatan khususnya ilmu keperawatan, yang dapat digunakan dalam rangka pembelajaran pada jenjang Perguruan Tinggi Kesehatan.
Articles 191 Documents
EFEKTIVITAS TERAPI MUSIK DALAM MENURUNKAN KECEMASAN, TEKANAN DARAH DAN PERNAPASAN ANAK SETELAH OPERASI Kustiningsih
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2020): Vol. 8. No. 2 Juli 2020
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v8i2.189

Abstract

Latar belakang: Prosedur pembedahan memicu kecemasan dan respons fisiologis seperti peningkatan frekuensi nadi dan pernapasan. Salah satu terapi pelengkap untuk meminimalkan efek tersebut adalah dengan mendengarkan musik.Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak terapi musik dalam mengurangi kecemasan, frekuensi nadi, dan respirasi di antara anak-anak pasca operasi.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimental dengan tes pre-post tanpa pendekatan kontrol. Sampel penelitian adalah 17 responden yang dipilih berdasarkan teknik consecutive sampling. Terapi musik diberikan melalui audio visual dan diberikan terus menerus selama 20 menit. Pengukuran kecemasan menggunakan metode VAS (Visual Analog Scale), dan frekuensi nadi serta respirasi diukur selama 60 detik dengan stopwatch analog.Hasil & Kesimpulan: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara rata-rata kecemasan, frekuensi nadi, dan respirasi pada anak pasca operasi sebelum dan sesudah diberikan terapi musik (nilai p <0,05). Terapi musik efektif dalam mengurangi kecemasan, frekuensi nadi, dan pernapasan pada anak-anak pasca operasi.Kata kunci: kecemasan, frekuensi nadi, pernapasan, anak-anak, terapi musik, pasca operasi
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG PHBS DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN ISPA utami, Ratih Dwilestari Puji; Rahmawati, Nur; Cahyaningtyas, Martina Eka
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2020): Vol. 8. No. 2 Juli 2020
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v8i2.190

Abstract

Pendahuluan: Infeksi Saluran Pernafasan Akut merupakan salah satu penyebab utama kunjungan pasien di Puskesmas (40%-60%) dan rumah sakit (15%-30%), selain itu ISPA juga menjadi urutan pertama penyebab kematian pada kelompok bayi dan balita. ISPA merupakan penyebab kematian bayi terbesar di Indonesia dengan persentase 32,10% dari seluruh kematian balita. Orang tua yang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi, memiliki kecenderungan berperilaku hidup bersih dan sehat, tidak dilakukannya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) meningkatkan resiko sebesar 5 kali lipat terjadinya ISPA berulang pada balita. Orang tua berperan dalam upaya pencegahan ISPA, antara lain pencegahan tertularnya penyakit dan perbaikan perilaku kesehatan seperti kebersihan perorangan, pemilihan makanan, sanitasi, pencahayanan, pengadaan udara yang bersih dan beberapa upaya lainnya.Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan perilaku pencegahan ISPA di wilayah Posyandu Kalingga Banyuanyar Surakarta.Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel, dengan variabel independen yaitu pengetahuan orang tua tentang PHBS dan variabel dependen yaitu perilaku pencegahan ISPA diidentifikasi dalam satu waktu melalui purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 39 responden.Hasil: Dari penelitian didapatkan p value 0,023 dengan nilai p < 0,05. Sebanyak 59% responden memiliki pengetahuan sedang tentang PHBS pada tingkat sedang dan 84,6% responden memiliki perilaku pencegahan ISPA pada tingkat sedang.Kesimpulan: Ada hubungan bermakna antara antara pengetahuan orang tua tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan perilaku pencegahan ISPA di Posyandu Balita Kalingga Kelurahan Banyuanyar Surakarta.Kata kunci: Pengetahuan, PHBS, Perilaku Pencegahan ISPA.
PENGARUH SENAM DIABETES TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH DI KLINIK PRATAMA MBOGA SUKOHARJO Waluyo, Sunaryo Joko; Solikah, Siti Nur
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2020): Vol. 8. No. 2 Juli 2020
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v8i2.191

Abstract

Latar belakang: Senam diabetes adalah senam fisik yang dirancang serta disesuaikan dengan pada umur serta status kesehatan fisik yang jadi bagian dari penatalaksanaan penyakit diabetes melitus. Senam diabetes yang lakukan adalah senam aerobic beresiko rendah/ low impact yang bisa meningkatkan penggunaan glukosa oleh otot aktif sehingga secara langsung sanggup menurunkan kadar glukosa darah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh aktifitas senam diabetes terhadap penurunan kadar gula darah penderita diabetes di klinik Pratama Mboga Sukoharjo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2018.Metode: Penelitian ini memakai metode komparatif yakni membandingkan kondisi responden sebelum perlakuan dan setelah perlakuan. Jumlah responden dalam Penelitian ini sebanyak 18 responden diperoleh dari total sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Data diperoleh melalui wawancara, kuesioner, serta observasi langsung dengan melakukan pengambilan sampel darah kapiler responden dan dilakukan pengukuran kadar gula darahnya menggunakan gluko meter.Analisis data penelitian dilakukan dengan 2 tahap uji analisis yaitu uji analisis univariat serta uji analisis bivariat memakai uji paired t- test.Hasil: Rata-rata nilai kadar gula darah dari minggu pertama sampai minggu ke empat terjadi penurunan rata rata nilai kadar gula darah antara sebelum melakukan kegiatan senam diabetes dan sesudah dilakukan senam diabetes yakni pada minggu pertama kadar gula darah sebelum senam 270.72mg/dl setelah senam 265.39 mg/dl terjadi penurunan 5.333 mg/dl, minggu kedua sebelum 271.56 mg/dl sesudah melakukan senam 266.61 mg/dl terdapat penurunan 4.944 mg/dl minggu ke tiga sebelum melakukan senam 26.561 mg/dl setelah malakukan senam menjadi 256. 50 mg/dl terdapat penurunan 5.056 mg/dl dan minggu ke empat sebelum kegiatan senam 276.61 mg/dl setelah kegiatan senam 269.89 mg/dl terjadi penurunan 6.722 mg/dl. Sedangkan rata rata selisih penurunan kadar gula darah sebelum senam diabetes pada minggu pertama dengan setelah senam diabetes pada minggu ke empat sebesar 18.433 mg/dl.Simpulan: Terdapat pengaruh senam diabetes terhadap penurunan kadar gula darah pasien diabetes melitus.Kata kunci: Senam Diabetes; Kadar Gula darah; Diabetes Melitus.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR BAYI DI POSYANDU BALITA KALINGGA KELURAHAN BANYUANYAR SURAKARTA Rakhmawati, Nur; Utami, Ratih Dwilestari Puji; Mustikarani, Innez Karunia
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2020): Vol. 8. No. 2 Juli 2020
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v8i2.193

Abstract

Pendahuluan: Imunisasi merupakan suatu strategi yang efektif dan efisien dalam meningkatkan derajat kesehatan nasional. Cakupan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi masih terdapat anak-anak yang sama sekali belum mendapatkan imunisasi atau belum lengkap imunisasinya. Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Indonesia mencapai 86,8%, dan perlu ditingkatkan hingga mencapai target 93% di tahun 2019. Universal Child Immunization (UCI) desa yang kini mencapai 82,9% perlu ditingkatkan hingga mencapai 92% di tahun 2019.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi kelengkapan imunisasi dasar bayiMetode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling dengan analisis yang digunakan regresi logistik ganda. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia ≥ 12 – 18 bulan dan berkunjung ke posyandu balita yang berjumlah 25 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis data bivariat dengan menggunakan chi square dan data multivariat menggunakan regresi logistik ganda.Hasil: Tidak ada pengaruh pekerjaan dengan kelengkapan imunisasi dasar bayi dengan p value sebesar 0,848 > 0,05. Tidak ada pengaruh pendidikan dengan kelengkapan imunisasi dasar dengan p value sebesar 0,775 > 0,05. Ada pengaruh pengetahuan dengan kelengkapan imunisasi dasar bayi dengan p value sebesar 0,037 < 0,05. Tidak ada pengaruh sikap dengan kelengkapan imunisasi dasar bayi dengan p value sebesar 0,595 > 0,05. Ada pengaruh motivasi dengan kelengkapan imunisasi dasar bayi dengan p value sebesar 0,046 < 0,05.Kesimpulan: Faktor yang paling berpengaruh adalah motivasi dengan kelengkapan imunisasi dasar, nilai Odd Ratio sebesar 20,091 berarti bahwa ibu yang mempunyai motivasi baik memiliki kemungkinan 20,091 lebih besar untuk melakukan imunisasi dasar bayi secara lengkap dibandingkan dengan ibu yang memiliki motivasi tidak baik.Kata Kunci: Pekerjaan, Pendidikan, Pengetahuan, Sikap, motivasi dan kelengkapan imunisasi dasar
Efektivitas Bimbingan Ujian Kompetensi Dengan Metode Small Group Discussion (SGD) Online dan Offline Terhadap Hasil Nilai Try Out Ujian Kompetensi Di Prodi D-IV Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jayapura Wahyuni, Sri; Syahriyanti
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 9 No. 1 (2021): Vol. 9 No. 1, Januari 2021
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v9i1.203

Abstract

Pendahluan.Tren kelulusan first taker ujian kompetensi bidan di Prodi D4 Kebidanan Jayapura mengalami penurunan pada tahun 2018 menjadi 42% yang sebelumnya 82% pada tahun 2017 sehingga prodi mengambil langkah untuk melakukan bimbingan ujian kompetensi dengan menggunakan metode small group discussion. Tujuan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas bimbingan ujian kompetensi dengan metode small group discussion online dan offline terhadap kenaikan nilai try out ujian kompetensi. Metode. Metode yang digunakan yaitu penelitian eksperimen semu (Quasy Experiment) dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Penelitian ini menggunakan 2 kelompok yaitu kelompok kontrol (offline) dan kelompok eksperimen (online) yang dipilih secara kuota sampling dengan jumlah sampel tiap kelompok masing masing 30 orang. Hasil.Uji statistik yang digunakan pada kelompok berpasangan dengan data berdistribusi normal menggunakan uji Paired Sample Test dan pada data yang berdistribusi tidak normal menggunakan uji Wilcoxon, pada kelompok tidak berpasangan dengan data berdistribusi tidak normal menggunakan uji Mann Whitney. Hasil analisis untuk efektivitas menggunakan bimbingan dengan metode small group discussion online dan offline ternyata tidak ada perbedaan dengan nilai p value (0.728) > α (0,05), artinya jika dilakukan secara online maupun offline metode small group discussion sama-sama efektif terhadap hasil nilai tryout ujian kompetensi. Kata Kunci: Keefektifan; Small Group Discussion; Ujian Kompetensi
EFEKTIVITAS BIRTH BALL EXERCISEPADA IBU BERSALIN KALA ITERHADAP LAMA KALA I FASE AKTIF DAN LAMA KALA II DI RUANG BERSALIN PUSKESMAS ARSO 3KABUPATEN KEROOM PROVINSI PAPUA Wahyuni, Sri; Wijayanti, Ika; Betsy Maran, Wena
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 9 No. 1 (2021): Vol. 9 No. 1, Januari 2021
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v9i1.204

Abstract

Pendahuluan. Risiko persalinan lama pada ibu yaitu bisa mengalami perdarahankarenaatoniuterus,laserasijalanlahir,infeksi,syok dankelelahan,sementarapadabayiterjadipeningkatanangkakematian bayi,penurunanAPGAR skor,traumadaninfeksi.Birth Ball Excercise dilakukan dengan cara ibu bersalin kala I fase aktif duduk diatas Birth ball kemudian mengayunkan dan menggoyangkan panggul kearah depan dan ke belakang, sisi kanan kiri dan melingkar akan terasa lebih relaks dan mempermudah membukanya jalan lahir pada waktu persalinan sehingga diharapkan dapat mengurangi kejadian persalinan lama.Tujuan. Mengetahui efektivitas Birth Ball Excerciseterhadap lama waktu persalinan kala I dan lama kala II di Ruang Bersalin Puskesmas Arso 3 Kabupaten Keroom. Metode.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi experiment, yaitu post test only design. Penelitian dilakukan di Puskesmas Arso 3. Dengan Intervensi birthballini diharapkan dapat membantu mempercepat proses persalinan. Responden terdiri dari 30 responden (15 kelompok perlakuan, 15 kelompok control).Hasil. Ada perbedaan lama waktu kala 1 pada ibu yang diberi perlakuan Birt ball Exercise dan yang tidak diberi perlakuan Birth Ball Excercisedengan p value 0,015<0,05.Ada perbedaan lama waktu kala 2 pada ibu yang diberi perlakuan Birth Ball Excercise dan yang tidak diberi perlakuan Birth Ball Excercisedengan p value 0,032<0,05.Kesimpulan.Birth ball Exercise efektif dalam mempercepat lama kala I dan mempercepat lama kala II. Kata Kunci:lama kala 1 fase aktif,lama kala 2, Birth ball exercise.
HUBUNGAN USIA DENGAN SELFCARE PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Sudyasih, Tiwi; Nurdian Asnindari, Lutfi
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 9 No. 1 (2021): Vol. 9 No. 1, Januari 2021
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v9i1.205

Abstract

Latar Belakang Komplikasi yang dapat terjadi pada pasien Diabetes Mellitus (DM) dapat ditangani dengan melakukan pengendalian DM yaitu manajemen perawatan diri DM. Namun sebagian besar pasien DM tipe 2 memiliki skor perawatan diri yang rendah. Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan pasien DM dalam melakukan perawatan diri salah satunya adalah usia pasien. Objektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur dan perawatan diri pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Metode. Populasi penelitian adalah 166 penderita DM tipe 2 dalam 1 tahun terakhir di Puskesmas Kasihan II Bantul. Sampel dalam penelitian ini adalah 2 pasien DM di Puskesmas Kasihan II Bantul dan pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan quota sampling dan 66 responden sebagai sampel. Pengambilan data dilakukan dengan metode Summary of Diabetes Self-Care Activities (SDSCA) .Resuls. Mayoritas usia responden pada akhir usia lanjut sebanyak 33 orang (52,5%) dan sebagian besar responden memiliki kategori cukup perawatan diri sebagai sebanyak 24 responden (38,1%). Berdasarkan analisis data menggunakan uji korelasi Kendall Tau-b diperoleh r = 0,19, p = 0,067, (p> 0,05). Kesimpulan. Tidak ada hubungan perawatan diri dan usia pada pasien DM tipe 2. Kata Kunci: Usia, Perawatan Diri, Diabetes Mellitus Tipe 2
GAMBARAN FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN MAHASISWA DALAM TUGAS AKHIR MASA PANDEMI COVID-19 Siswanto; Aseta, Pandu
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 9 No. 1 (2021): Vol. 9 No. 1, Januari 2021
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v9i1.206

Abstract

Dunia sedang mengalami pandemi COVID-19 yang cukup mengkhawatirkan, termasuk Indonesia (Widiyani, 2020). COVID 19 merupakan penyakit infeksi berupa sindrom pernapasan akut coronavirus 2 atau SARS-CoV-2) (Setiawan, 2020). Pemerintah melaksanakan work from home (WFH), social distancing, kuliah online dan lain sebagainya agar penularan tidak terjadi terlalu cepat (TURSINA, 2020). Kondisi yang mendadak ini membuat masyarakat termasuk mahasiswa tidak siap untuk menghadapinya baik secara fisik maupun psikis (Sabir & Phil, 2016). Kecemasan juga akan dialami oleh siswa yang umumnya remaja yang masih labil dalam menghadapi situasi yang tidak terduga. Mahasiswa tahun terakhir akan menghadapi tantangan lain berupa skripsi dan KTI yang disebut juga Tugas Akhir sebagai syarat kelulusan di setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Kondisi saat ini akan menyebabkan kondisi emosi yang terguncang seperti kecemasan atau kecemasan yang berlebihan, takut terkena virus dan lain sebagainya (Dani & Mediantara, 2020). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan siswa dalam menghadapi tugas akhir selama pandemi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Hasil penelitian ini didapatkan 40 siswa sebagai responden dengan tingkat kecemasan sedang (75%), mayoritas responden berjenis kelamin perempuan 31 (77,5%), mayoritas berusia 20 tahun (50%), mayoritas responden kurang. antusias dalam melakukan TA sebanyak 33 orang (82,5%). Sebanyak 24 responden (60%) mengalami kesulitan dalam menyusun judul, 29 responden (72,5%) mengalami kesulitan dalam menyusun background, 30 responden (75%) mengalami kesulitan dalam menyusun konten dan 23 responden (57,5%) mengalami kesulitan dalam menyusun Daftar Referensi. Ada juga mahasiswa yang mengalami kecemasan ringan dan ringan sebanyak 10 responden (25%) dan sedang sebanyak 30 responden (75%), serta takut pada supervisor sebanyak 25 responden (62,5%).Kata Kunci: Kecemasan, Tugas Akhir, COVID-19
STUDI DISKRIPTIF KUALITATIF: PERAN TIM SIAGA BENCANA BERBASIS MASYARAKAT (SIBAT) MENJARING PENYINTAS COVID-19 UNTUK DONOR PLASMA KONVALESEN DI KOTA SURAKARTA Syarifah; Shodiq, Barli
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 9 No. 1 (2021): Vol. 9 No. 1, Januari 2021
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v9i1.207

Abstract

Pendahuluan. Rendahnya minat pendonor plasma konvalesen menyebabkan terapi ini masih sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan pasien positif COVID-19. Jumlah penderita yang tinggi namun pendonor plasma konvalesen yang rendah menyebabkan angka kesembuhan yang belum dapat dimaksimalkan. Untuk itu Palang Merah Indonesia menggalakkan peran aktif relawan Tim SIBAT. Tim SIBAT sebagai Satuan Tugas Jogo Tonggo untuk memberikan informasi dan mengajak penyintas COVID-19 untuk melakukan donor plasma konvalesen. Tujuan. Untuk mengetahui peran Tim SIBAT dalam penanganan COVID-19 serta kendala dalam menjaring penyintas COVID-19 untuk melakukan donor darah plasma konvalesen. Metode. Metode penelitian yaitu studi kualitatif dengan wawancara tim SIBAT PMI Kota Surakarta sebanyak 8 orang untuk mengetahui faktor penyebab rendahnya minat donor plasma konvalesen pada penyintas COVID-19. Hasil. Peran dari Tim SIBAT untuk menjadi Satgas Jogo Tonggo. Faktor yang mempengaruhi dalam menjaring penyintas COVID-19 yaitu kurangnya pengetahuan tim SIBAT mengenai teknis donor plasma konvalesen, stigma penderita COVID-19 yang masih tinggi di masyarakat serta ketidak tahuan penyintas COVID-19 mengenai manfaat dari donor plasma konvalesen. Simpulan. Perlu dilakukan pelatihan lanjutan bagi Tim SIBAT, sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat donor plasma konvalesen, koordinasi dengan pemerintah dan dinas terkait untuk melakukan pencanangan donor plasma konvalesen untuk penyintas COVID-19 serta wadah secara online berupa grup WA, aplikasi khusus penyintas COVID-19 maupun website bagi penggerak donor plasma konvalesen. Kata kunci : Tim SIBAT, COVID-19, Plasma Konvalesen, Donor
EFEKTIVITAS BIRTH BALL EXERCISEPADA IBU BERSALIN KALA ITERHADAP KECEMASAN DAN SKALA NYERIDI RUANG BERSALIN PUSKESMAS ARSO 3KABUPATEN KEROOM PROVINSI PAPUA Wijayanti, Ika; Wahyuni, Sri; Wena Betsy Maran, Peny
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 9 No. 1 (2021): Vol. 9 No. 1, Januari 2021
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v9i1.208

Abstract

Pendahuluan Saat persalinan, biasanya ibu mengalami kecemasan dan rasa sakit. Nyeri dalam persalinan bersifat fisiologis. Latihan Bola Kelahiran adalah salah satu metode untuk mengurangi rasa cemas dan nyeri yang dilakukan oleh seorang ibu yang melahirkan pada kala satu persalinan pada fase aktif duduk di atas bola Kelahiran dengan cara mengayun dan menggoyangkan panggul ke depan dan ke belakang, ke kanan. kiri dan melingkar. Dengan melakukan Latihan Bola Kelahiran anda akan merasa lebih rileks dan memudahkan dalam membuka jalan lahir pada saat persalinan sehingga diharapkan dapat mengurangi kecemasan dan mengurangi nyeri saat persalinan. Untuk mengetahui efektifitas Latihan Bola Kelahiran ibu bersalin tahap I terhadap timbangan kecemasan dan nyeri di ruang bersalin Puskesmas Arso 3 Kabupaten Keroom Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain eksperimental semu yaitu post test only design. . Dengan pemberian intervensi Excercisebirthball diharapkan dapat membantu mengurangi kecemasan dan skala nyeri pada ibu dalam persalinan. Responden terdiri dari 30 responden (15 kelompok perlakuan, 15 kelompok kontrol). Hasil terdapat perbedaan skor kecemasan ibu yang diberi perlakuan Birth ball Exercise dengan yang tidak diberikan perlakuan Birth ball Exercise dengan nilai p 0,007 <0,05. . Terdapat perbedaan skor nyeri pada ibu yang diberi perlakuan Birth ball Excellence dan ibu yang tidak diberikan perlakuan Birth ball Excellence dengan nilai p 0.000 <0.05. Kesimpulan. Latihan bola lahir efektif dalam mengurangi kecemasan dan nyeri persalinan. Kata kunci: Latihan bola persalinan, kecemasan, nyeri

Page 9 of 20 | Total Record : 191