cover
Contact Name
Luluk Ulfa Hanasah
Contact Email
jurnalmezurashii@untag-sby.ac.id
Phone
+6287712411600
Journal Mail Official
jurnalmezurashii@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru No. 45 Surabaya Phone 0315931800 (Ext 89)
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Mezurashii: Journal of Japanese Studies
ISSN : 27220567     EISSN : 27220567     DOI : https://doi.org/10.30996/mezurashii
Mezurashii: Journal of Japanese Studies is a biannual peer-reviewed, open-access journal published by the Faculty of Cultural Science, University of 17 Agustus 1945 Surabaya. The journal encourages original articles on various issues within Japanese Studies, which include but are not limited to linguistics, literature, and culture. Mezurashii: Journal of Japanese Studies accepts to publish a balanced composition of high-quality theoretical or empirical research articles, comparative studies, case studies, review papers, exploratory papers, and book reviews. All accepted manuscripts will be published either online and in printed journal.
Articles 105 Documents
Ideologi Kepemimpinan Senku Ishigami dalam Anime Dr.Stone Season 1 Episode 1-10 Karya Riichiro Inagaki Prathama Tryas Pramudita; Novi Andari
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 4 No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v4i2.8225

Abstract

Bahasa, Sastra, dan Ideologi adalah tiga istilah kata yang tidak dapat dipisahkan. Karya sastra apapun adalah merupakan produk bahasa. Konsep ideologi tidak hanya ada dalam kehidupan nyata, namun dapat direpresentasikan didalam karya sastra, salah satu contohnya adalah anime dari jepang yang berjudul Dr.Stone karya Riichiro Inagaki. Dalam serial anime Dr.Stone ini, terdapat unsur ideologi serta sifat kepemimpinan yang sangat ditonjolkan pada tokoh utama yang bernama Senku Ishigami. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sifat-sifat serta ideologi tokoh utama pada anime Dr.Stone. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian sosiologi sastra (politik kepemimpinan). Adapun data dalam bentuk dialog/subtitle yang mengandung unsur ideologi kepemimpinan diperoleh dengan cara melakukan simak catat waktu adegan lalu disusun sesuai kategori. Terdapat 4 data yang mewakili kategorisasi dari jumlah 14 data yang diperoleh pada serial anime Dr.Stone Season 1 Episode 1-10. Selanjutnya pada tahap analisis, data yang telah dikategorisasikan kemudian dijelaskan melalui poin-poin inti kalimat berdasarkan beberapa teori yang telah disebutkan. Setelah dianalisis, dapat ditarik kesimpulan sesuai dengan rumusan masalah bahwa Senku Ishigami selaku tokoh utama memiliki sifat kepemimpinan yaitu, cerdas, kedewasaan, dorongan motivasi, sikap hubungan kemanusiaan serta memiliki gaya kepemimpinan kharismatik. Adapun berdasarkan ideologi kepemimpinan, Senku Ishigami penganut jenis Ideologi Terbuka yaitu Ideologi Sosialisme. Kata Kunci: Karya Sastra, Anime, Ideologi, Sifat Kepemimpinan.
Nilai-nilai Sosial dan Interaksi Sosial dalam Anime Hitori Bocchi no Marumaru Seikatsu Rafa Febrianti Andini; Endang Poerbowati; Luluk Ulfa Hasanah
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 4 No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v4i2.8246

Abstract

Penelitian ini membahas tentang nilai-nilai sosial dan interaksi sosial dalam anime Hitori Bocchi no Marumaru Seikatsu sebagai upaya menciptakan lingkungan sosial yang harmonis, dan mencegah terjadinya masalah sosial di masyarakat. Nilai sosial merupakan serangkaian perilaku oleh setiap individu yang dinilai sebagai kebenaran, dan menjadi standar dalam berperilaku untuk mencapai kehidupan sosial yang harmonis. Interaksi sosial merupakan hubungan dinamis yang menghubungkan individu dengan individu, kelompok dengan kelompok, dan juga individu dengan sekelompok manusia. Nilai-nilai sosial dan interaksi sosial sangat penting dalam kehidupan sehari-hari karena manusia tidak dapat hidup sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak-catat. Hasil dari analisis data ditemukan sebanyak 23 data yang terdiri dari 19 data nilai sosial, dan 4 data interaksi sosial. Nilai-nilai sosial yang ditemukan berupa (1) nilai sosial kasih sayang dalam bentuk tolong menolong, kepedulian, dan pengabdian, (2) nilai sosial tanggung jawab dalam bentuk displin, dan empati, serta (3) nilai sosial keserasian hidup dalam bentuk keadilan, dan kerja sama. Interaksi sosial ditemukan berupa interaksi sosial asosiatif dalam bentuk kerja sama, dan asimilasi. Terdapat persamaan antara nilai sosial dan interaksi sosial, yaitu pada nilai sosial keserasian hidup terdapat nilai sosial kerja sama dan pada interaksi sosial asosiatif juga terdapat interaksi sosial kerja sama. Kata Kunci: Anime, Nilai Sosial, Interaksi Sosial, Hitori Bocchi no Marumaru Seikatsu
Struktur Morfologis dan Makna Kata Majemuk Berunsur Kata Tatsu, Ritsu atau Tateru (立) Dalam Kamus Tagaini Jisho Muhammad Fattahul 'Alim; Umul Khasanah
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 5 No 1 (2023): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v5i1.8258

Abstract

Kata majemuk ialah hasil dari proses penggabungan morfem dasar dengan morfem dasar, baik yang bebas maupun yang terikat, sehingga terbentuk sebuah konstruksi yang memiliki indentitas leksikal yang berbeda maupun baru. Kata majemuk dibagi menjadi 3, yaitu kata majemuk nomina, kata majemuk verba dan kata majemuk adjektiva. Kemudian, diperoleh 18 data kata majemuk nomina dan 7 data kata majemuk verba. Kata majemuk nomina terbentuk berstruktur N + V sebanyak 13 data, dan struktur V + N sebanyak 5 data. Sedangkan kata majemuk verba ditemukan berstruktur V + V sebanyak 5 data, dan struktur N + V sebanyak 2 data. Selain itu, kata majemuk tersebut diklasifikasikan pula berdasarkan makna unsur pembentuknya dan diperoleh hasil, yaitu (1) terbentuk oleh salah satu makna unsur pembentuknya sebanyak 10 data, (2) terbentuk oleh kedua makna unsur pembentuknya sebanyak 9 data, dan (3) tidak terbentuk oleh kedua makna unsur pembentuknya sebanyak 6 data.
Tindak Tutur Direktif Dalam Anime Jujutsu Kaisen Karya Gege Akutami Ula Hana Pratiwi; Novi Andari
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 5 No 1 (2023): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v5i1.8276

Abstract

Bahasa merupakan sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasidan mengidentifikasikan diri. Tindak tutur sering digunakan dalam komunikasi. Salah satu jenis tindak tutur adalah tindak tutur ilokusi direktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan maksud dan penanda lingual direktif dalam anime Jujutsu Kaisen karya Gege Akutami. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Pemilihan data dilakukan dengan menggunakan teori Namatame. Dalam penelitian ini ditemukan 12 penanda lingual dan 37 data tindak tutur direktif. Ditemukan 12 penanda lingual yaitu ~te ha dame, ~ru na, ~ro, ~e, ~kudasai, ~mashou, ~te kudasai, ~kure, ~te hoshii, ~te mo ii, ~ta hou ga ii dan ~to ii. 37 data tindak tutur direktif yang ditemukan yaitu 5 data tindak tutur direktif dengan maksud larangan, 15 data tindak tutur direktif dengan maksud perintah, 12 data tindak tutur direktif dengan maksud permintaan, 2 data tindak tutur direktif dengan maksud izin, 3 data tindak tutur direktif dengan maksud anjuran. Kata Kunci: Tindak tutur, direktif, penanda lingual direktif, pragmatik, anime.
Bentuk Kebahasaan Ungkapan Makian Dalam Drama Great Teacher Onizuka Mochammad Fredy; Eva Amalijah; Luluk Ulfa Hasanah
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 4 No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v4i2.8285

Abstract

Language is created to maintain good relations between people, also to avoid misunderstandings. However, the environment can trigger a change in emotion which is then making someone expressed their feelings in the form of swear words. Swearing aims to express displeasure, hatred, dissatisfaction, exclamation, or even intimacy. Japanese people who are known as people with good values and ethics, are sometimes forced to say such as harsh words to vent their feelings through swear words, named nonoshiri hyougen. The Japanese movie drama Great Teacher Onizuka by Kazuhisa Imai is the object of this research. The research is conducted in a qualitative descriptive approach, which focused on analyzing the use of swearing expressions based on the classification of language forms. The result is that swear words in the form of clauses are not found. Otherwise, swear words in the form of words and phrases are found in the Japanese movie drama Great Teacher Onizuka. Keywords: Language, Swear word, Language forms
Analisis Kualitas Terjemahan Subtitle Serial Netflix Alice in Borderland Teges Maulida; Febi Ariani Saragih
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 5 No 1 (2023): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v5i1.8420

Abstract

Netflix adalah layanan streaming film serta serial yang telah menjadi salah satu sarana belajar bahasa asing melalui fitur language reactor yang dapat memunculkan subtitle bahasa sumber serta bahasa sasaran secara bersamaan. Sebagai media belajar bahasa asing, Netflix perlu memiliki terjemahan subtitle yang akurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keakuratan serta tingkat keberterimaan subtitle serial Netflix Alice in Borderland dengan menggunakan teori penilaian kualitas terjemahan menurut Nababan (2012). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan desain penelitian analitis, serta metode simak dan catat untuk pengambilan data. Hasil penelitian mengenai tingkat keakuratan subtitle serial Netflix Alice in Borderland menunjukkan bahwa dari 159 data, terdapat 135 data yang diterjemahkan secara akurat dengan persentase 86%, 17 data yang diterjemahkan dengan kurang akurat dengan persentase 10%, dan 7 data yang diterjemahkan dengan tidak akurat dengan persentase 4%. Untuk tingkat keberterimaan subtitle serial Netflix Alice in Borderland, dari 159 data, terdapat 154 data yang diterjemahkan secara berterima dengan persentase 97%, 3 data yang diterjemahkan secara kurang berterima dengan persentase 2%, dan 2 data yang diterjemahkan secara tidak berterima dengan persentase 1%. Maka dapat disimpulkan bahwa subtitle serial Netflix Alice in Borderland dinyatakan akurat dan berterima.
Eksistensialisme Tokoh Eren Yeager Dalam Manga "Shingeki no Kyojin" Zakira Gustriana Nurshabrina; Marisa Rianti Sutanto; Ethel Deborah Lewerissa
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 5 No 1 (2023): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v5i1.8822

Abstract

Penelitian ini membahas tentang prinsip eksistensialisme Jean-Paul Sartre pada tokoh Eren Yeager dalam manga “Shingeki no Kyojin” karya Hajime Isayama. Manga ini menceritakan tentang perjuangan Eren untuk meraih kebebasan di dunia yang dikelilingi tiga lapis tembok besar, yang melindungi mereka dari serangan manusia raksasa pemakan manusia yang disebut sebagai Titan. Eren berambisi untuk memusnahkan seluruh Titan di dunia untuk membebaskan bangsanya. Tindakan dan perilaku Eren untuk meraih tujuannya memperlihatkan kebebasan dan autentisitas, yang merupakan prinsip utama eksistensialisme Jean-Paul Sartre. Dalam penelitian ini, metode filsafat eksistensialisme digunakan untuk menganalisis tujuan dan tindakan Eren dalam manga “Shingeki no Kyojin”. Penelitian ini meliputi analisis tujuan, perilaku, tindakan, dan dialog dari tokoh. Prinsip eksistensialisme Jean-Paul Sartre yang terdapat pada tokoh Eren Yeager dalam manga “Shingeki no Kyojin” adalah hal absurditas, kebebasan, eksistensi, esensi, angst, bad faith, dan autentisitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh Eren mencerminkan pandangan eksistensialisme Jean-Paul Sartre melalui tindakan dan keputusan yang diambilnya. This study discusses the existentialism view of Jean-Paul Sartre in the character Eren Yeager of the manga “Shingeki no Kyojin” by Hajime Isayama. This manga tells about Eren’s fight for freedom in a world surrounded by three layers of enormous walls that protect them from gigantic man-eating humanoids referred to as Titans. Eren has the ambition to destroy all the Titans in the world to free his people. Eren's actions and behavior to achieve his goals show freedom and authenticity, which are the main principles of Jean-Paul Sartre's existentialism. In this study, the existentialist philosophy method is used to analyze Eren's goals and actions in the manga "Shingeki no Kyojin". This study includes an analysis of the goals, behaviors, actions, and dialogues of the characters. The existentialism principles of Jean-Paul Sartre found in the character Eren Yeager of the manga “Shingeki no Kyojin” are absurdity, freedom, existence, essence, angst, bad faith, and authenticity. This study shows that the character Eren reflects the existentialist view of Jean-Paul Sartre through his actions and decisions.
Alih Kode Dan Campur Kode Dalam Lirik Lagu Dreamers Karya Atees Pada Sountrack Ending Anime Digimon Adventure Mochammad Fredy; Yuwi Andraini; Irania Fransiska Aulia Putri; Wanda Wardinda; Luluk Ulfa Hasanah
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 5 No 1 (2023): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v5i1.9240

Abstract

Perkembangan zaman yang semakin modern membuat banyak munculnya peristiwa peralihan bahasa dari bahasa ibu ke bahasa asing. Hal ini menyebabkan seorang individu terbiasa berbicara dalam banyak bahasa. Dalam masyarakat bilingual hingga multilingual, sering kali muncul permasalahan yang berhubungan dengan kehidupan sosiolinguistiknya seperti terjadinya alih kode (code switching) dan campur kode (code mixing) dalam berbahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak, catat, dan teknik pilah unsur penentu. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah ditemukannya alih kode ekstern dalam wujud kalimat dan campur kode keluar dalam wujud kata, frasa, klausa, dan pengulangan kata. Dari keseluruhan dapat disimpulkan bahwa lirik lagu ATEEZ berjudul “Dreamers'” dalam soundtrack ending anime “Digimon Adventure” yang di dalamnya terdapat alih kode ekstern sebanyak 6 data berwujud kalimat dan campur kode sebanyak 17 data meliputi 7 data berwujud kata, 5 data berwujud frasa, 4 data berwujud klausa, dan 1 data berwujud pengulangan kata yang merupakan percampuran dari dua bahasa yaitu, bahasa Jepang sebagai bahasa sendiri dengan bahasa Inggris sebagai bahasa asing.
Majas Innuendo dalam Novel Wagahai wa Neko de Aru Karya Natsume Soseki François, Januarius Aquino Nicolas; Andari, Novi
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v5i2.9340

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan majas innuendo dalam novel Natsume Soseki "Wagahai wa Neko de Aru". Fokus penelitian adalah menemukan dan memahami bagaimana majas innuendo digunakan dalam novel. Penelitian ini juga menggali makna dan fungsi dari penggunaan majas innuendo dalam novel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Natsume Soseki menggunakan majas innuendo secara intensif dalam novel "Wagahai wa Neko de Aru" untuk menciptakan efek hinaan yang samar. Penggunaan majas innuendo ini mencerminkan pandangan kritis penulis terhadap masyarakat dan budaya pada masanya. Melalui penggunaan majas innuendo, penulis berhasil menghidupkan karakter-karakter dalam novel dan menghadirkan nuansa hinaan yang khas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan majas innuendo dalam novel "Wagahai wa Neko de Aru" menciptakan efek sastra yang kompleks dan menggambarkan realitas sosial. Hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang penggunaan majas innuendo dalam karya sastra Jepang klasik dan pentingnya majas ini dalam mencapai efek kritik. kata kunci : Kritik Sosial, Majas Innuendo, Novel Wagahaiwa Neko de Aru Abstract The aim of this research is to analyze the use of innuendo figures of speech in Natsume Soseki's novel "Wagahai wa Neko de Aru." The research focuses on discovering and understanding how innuendo figures of speech are employed in the novel. The study also seeks to explore the meaning and function of using innuendo figures of speech in the novel. The research findings reveal that Natsume Soseki extensively employs innuendo figures of speech in the novel "Wagahai wa Neko de Aru" to create a subtle sense of mockery. The use of innuendo figures of speech reflects the author's critical perspective on society and culture during that time. Through the use of innuendo figures of speech, the author effectively brings the characters in the novel to life and presents a distinctive atmosphere of mockery. This research concludes that the use of innuendo figures of speech in the novel "Wagahai wa Neko de Aru" creates complex literary effects and portrays social realities. The findings of this study can provide further insights into the use of innuendo figures of speech in classical Japanese literature and highlight the significance of these figures of speech in achieving critical effects. Keywords : Social Criticism, Innuendo Figures of Speech, Novel "Wagahai wa Neko de Aru"
Analisis Fungsi Pelaku Tokoh Tengu Dalam Cerita Rakyat Jepang Firmansa, Robi Nur; Amalijah, Eva
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v5i2.9347

Abstract

Dalam cerita rakyat Jepang, terdapat Tengu yang merupakan makhluk mitologi Jepang. Tengu dikenal memiliki ciri-ciri menyerupai manusia, mengenakan pakaian yamabushi, berwajah merah, dan berhidung panjang. Meskipun memiliki sifat yang jahat, namun di beberapa cerita Tengu memiliki sifat yang baik. Teori Struktur Naratif Vladimir Propp membagi tindakan tokoh dalam suatu cerita ke dalam fungsi dramatis personae. Penelitian ini, berfokus pada Teori Fungsi Pelaku Vladimir Propp pada tokoh Tengu dalam cerita rakyat Jepang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan apa saja fungsi pelaku tokoh Tengu dalam cerita rakyat Jepang. Penelitian ini menggunakan pendekatan strukturalisme. Jenis penelitian kualitatif, dan metode deskriptif analisis. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka. Dari hasil penelitian ditemukan 12 fungsi pelaku dari 6 cerita rakyat Jepang yang terdapat pada tokoh Tengu. Duabelas fungsi pelaku tokoh Tengu yaitu: Testing; Villainy and Lack; Resolution; Transfiguration; Reaction; Delivery; Reconnaissance; Task; Complicity; Struggle; Punishment; dan Trickery. Kata Kunci: Strukturalisme, Fungsi Pelaku, Struktur Naratif Vladimir Propp,

Page 6 of 11 | Total Record : 105