cover
Contact Name
Luluk Ulfa Hanasah
Contact Email
jurnalmezurashii@untag-sby.ac.id
Phone
+6287712411600
Journal Mail Official
jurnalmezurashii@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru No. 45 Surabaya Phone 0315931800 (Ext 89)
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Mezurashii: Journal of Japanese Studies
ISSN : 27220567     EISSN : 27220567     DOI : https://doi.org/10.30996/mezurashii
Mezurashii: Journal of Japanese Studies is a biannual peer-reviewed, open-access journal published by the Faculty of Cultural Science, University of 17 Agustus 1945 Surabaya. The journal encourages original articles on various issues within Japanese Studies, which include but are not limited to linguistics, literature, and culture. Mezurashii: Journal of Japanese Studies accepts to publish a balanced composition of high-quality theoretical or empirical research articles, comparative studies, case studies, review papers, exploratory papers, and book reviews. All accepted manuscripts will be published either online and in printed journal.
Articles 105 Documents
Implications of Ba and the Application of Hourensou as a Style of Work Communication in Japan: a Case Study of Carl Jido Club Nishikigaoka Yerikho, Giovanni Kevin; Elsy, Putri
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v6i1.10545

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implikasi ba (tempat atau ruang sosial) dalam penciptaan lingkungan kerja yang inklusif dan harmonis serta penerapan gaya komunikasi kerja hourensou (singkatan dari tiga kata dalam bahasa Jepang: houkoku yang berarti "melaporkan", renraku yang berarti "berhubungan", dan soudan yang berarti "berkonsultasi") yang digunakan sebagai metode penyelesaian masalah di Carl Jido Club Nishikigaoka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan dianalisis secara interaktif. Data penelitian diambil dari hasil observasi langsung di Carl Jido Club Nishikigaoka dan wawancara dengan informan kunci yang merupakan guru yang dilaksanakan pada November 2022. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan terciptanya ba dalam lingkungan kerja mendorong guru-guru di Carl Jido Club Nishikigaoka menjadi lebih terbuka terhadap perbedaan budaya. Selain itu, visi misi dari Carl Jido Club Nishikigaoka juga menumbuhkan sikap persaudaraan antar guru sehingga memastikan lancarnya komunikasi dengan satu sama lain. Penciptaan ba dalam lingkungan kerja Carl Jido Club Nishikigaoka terbukti memberikan dampak positif terhadap keterbukaan dan efisiensi kerja para guru Carl Jido Club Nishikigaoka. Gaya komunikasi kerja hourensou juga berhasil dilaksanakan dengan efektif sehingga masalah-masalah yang muncul dapat dikomunikasikan dengan baik. Hal ini membuat kinerja guru Carl Jido Club Nishikigaoka menjadi meningkat dan menambah pengalaman mereka sehingga lebih siap dalan menghadapi masalah yang akan muncul kedepannya. Kata Kunci: Ba, Budaya Kerja, Gaya Komunikasi, Hourensou, Jepang ABSTRACT The purpose of this study is to determine the implications of ba (place or social space) in the creation of an inclusive and harmonious work environment and the application of the work communication style hourensou (abbreviation of three Japanese words: houkoku meaning "to report", renraku meaning "to relate", and soudan meaning "to consult") used as a problem-solving method at Carl Jido Club Nishikigaoka. The method used in this research is the qualitative method and analyzed interactively. The research data was taken from direct observation data at Carl Jido Club Nishikigaoka and interviews with key informants who are teachers conducted in November 2022. The results of this study show that creating ba in the work environment encourages teachers at Carl Jido Club Nishikigaoka to be more open to cultural differences. In addition, the vision and mission of Carl Jido Club Nishikigaoka also foster a brotherly attitude among teachers, ensuring smooth communication with each other. The creation of ba in the work environment of Carl Jido Club Nishikigaoka has been shown to positively impact the openness and work efficiency of the teachers of Carl Jido Club Nishikigaoka. Hourensou is also successfully implemented effectively so that the problems that arise can be communicated well. This has improved the performance of Carl Jido Club Nishikigaoka teachers and increased their experience so that they are better prepared to deal with problems that will arise in the future. Keywords: Ba, Communication Style, Hourensou, Japan, Work Culture
Pengungkapan Gagasan Dekonstruksi Terhadap Idealisme Pendidikan Jepang dalam Drama Ore No Sukāto, Doko Itta? Waskita, Girang Indra; Ginanjar, Pika Yestia; Rukhyana, Budi
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v6i1.10610

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menguraikan gagasan dekonstruksi idealisme pendidikan yang terkandung dalam drama Ore no Sukāto, doko Itta?. Alasan penelitian ini dilakukan adalah karena menurut Masatoshi (2019), saat ini Jepang dinilai sedang mengalami stagnasi dalam bidang pendidikan, sehingga diperlukanlah sebuah gagasan baru terhadap idealisme pendidikan supaya dapat berjalan ke arah kemajuan. Maka dipilihlah drama Ore no Sukāto, doko itta? sebagai objek, yang banyak menampilkan sudut pandang baru tentang pendidikan melalui tokoh utama bernama Harada Nobuo. Teori yang digunakan adalah teori dekonstruksi Jacques Derrida. Dengan menggunakan teori dekonstruksi inilah penulis menganalisis data dengan cara mengumpulkan berbagai oposisi biner dalam lingkup pendidikan yang muncul dalam drama tersebut, kemudian penulis mencari oposisi hierarkis yang terkandung di dalamnya, dan yang terakhir adalah penghapusan cara berpikir yang terbingkai dalam oposisi hierarkis. Dari hasil analisis, ditemukan dua bentuk dekonstruksi yaitu dekonstruksi idealisme pendidikan dan dekonstruksi citra guru. Dalam dekonstruksi idealisme pendidikan, terdapat dekonstruksi nilai maskulin & feminin, keteraturan & kebebasan, hukuman & perlindungan, bekerja & istirahat, dan konsekuensi & pengampunan. Sementara dalam dekonstruksi citra guru Dan juga dalam pengungkapan gagasan dekonstruksi citra guru dalam drama ini, diperlihatkan melalui tindakan yang terlihat negatif, namun sebenarnya terdapat hal lain yang diprioritaskan dalam tindakan tersebut. Kata Kunci: Dekonstruksi; Guru; Oposisi Biner; Ore no Sukāto, doko itta?; Pendidikan Jepang
Estetika Wabi Sabi dalam Dongen Kasa Jizou Mareta, Syifa Aulia; Ainie, Isnin
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v6i2.10917

Abstract

Penelitian ini peneliti bertujuan membahas estetika konsep wabi sabi dalam dongeng Jepang Kasa Jizou. Sebuah dongeng yang penuh makna bercerita tentang sepasang kakek dan nenek yang hidup dalam keadaan miskin, yang ingin merayakan tahun baru tetapi tidak memiliki uang. Dongeng ini sangat menarik diteliti karena terdapat nilai estetika wabi sabi di dalamnya. Wabi sabi (yang dapat ditulis 侘寂 atau 侘び寂び) berasal dari dua kata yang terpisah, keduanya syarat nilai estetika, berakar pada sastra, budaya, dan agama. Wabi adalah tentang menemukan keindahan dalam kesederhanaan, dan kekayaan spiritual dan ketenangan dalam melepaskan diri dari dunia material. Sabi lebih peduli dengan berlalunya waktu, dengan cara segala sesuatu tumbuh dan membusuk dan bagaimana penuaan mengubah sifat visual dari hal-hal itu. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu dongeng Kasa Jizou. Data yang digunakan berupa kalimat dan cuplikan gambar. Hasil yang diperoleh yaitu di dalam dongeng Kasa Jizou ditemukan keindahan pemikiran wabi sabi. Konsep wabi yang ditemukan ada 3 macam yaitu wabi (kemiskinan, kekurangan), wabishii (kemalangan dan kesepian), dan wabiru (kecemasan). Sementara konsep sabi terdapat 3 macam yaitu sabi (kesederhanaan), sabishii (kesendirian dan kesepian), dan sabiru (tanda tua). Kata kunci: Dongeng; estetika; Kasa Jizou; wabi sabi
Kriteria Diagnostik PTSD Tokoh Utama Setsuko dalam Anime Hotaru no Haka Karya Isao Takahata Sabi'a, Siti; Andari, Novi
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v6i1.11000

Abstract

Setiap manusia memiliki ragam bentuk reaksi yang berbeda saat mengalami suatu peristiwa. Salah satunya adalah peristiwa traumatis. Peristiwa traumatis yang dialami individu dapat memicu adanya stres sehingga menyebabkan munculnya Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Anime Hotaru no Haka karya Isao Takahata menceritakan tentang tokoh utama Setsuko yang menunjukkan gejala PTSD dikarenakan peristiwa traumatis perang antar negara yang menyebabkan kematian keluarganya. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan tinjauan teori PTSD dalam DSM-5 yang diterbitkan oleh APA. Permasalahan yang diangkat ialah mengenai kriteria diagnostik peristiwa traumatis dan gejala PTSD pada tokoh utama Setsuko. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan dokumentasi teks yang diambil dari dialog dan monolog, serta tangkapan layar sebagai penguat untuk mengungkapkan hasil penelitian yang dipaparkan dalam bentuk kata. Pada kasus PTSD usia kurang dari 6 tahun, DSM-5 mengatakan bahwa terdapat 3 kriteria diagnostik peristiwa traumatis yang menjadi penyebab munculnya gejala PTSD yang terdapat 4 kategori gejala dengan masing-masing mempunyai ciri-ciri sebagai pembuktian munculnya gejala gangguan. Hasil penelitian yang ditemukan pada tokoh utama Setsuko yang berusia 4 tahun telah mengalami seluruh kriteria diagnostik peristiwa traumatis yaitu mengalami perang, menyaksikan kematian korban perang, dan mengetahui kematian keluarga akibat perang. Hal tersebut membuat Setsuko mengalami tiga gejala PTSD berupa gejala intrusi, perubahan negatif dalam kognisi, serta perubahan gairah dan reaktivitas. Kata Kunci: Kriteria Diagnostik, Peristiwa Traumatis, Gejala, PTSD, DSM-5
Japanese Teacher’s Perception of The Book Nihongo Dekiru Budianto, Suhartawan; Ainie, Isnin; Irmayanti, Desy
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v6i1.11023

Abstract

Textbooks are one of the factors that support the success of a learning process. With textbooks, students can understand the material being studied. On the other hand, textbooks can motivate teachers to increase their creativity in making teaching materials, so that the learning process becomes more meaningful. This research aims to determine Japanese language teachers' perceptions of the completeness of the Nihongo Dekiru book material. The Nihongo Dekiru book is a Japanese language textbook used by Muhammadiyah 3 Wage Elementary School students. This book consists of five volumes which are integrated with the previous volumes. The method used is descriptive qualitative using interview and observation techniques. The results were 1) no book instructions and evaluations were found in each book volume, 2) there were almost no learning outcomes in each book volume, and 3) supporting information, exercises, and work instructions were found in each book (teacher interviews were included in the discussion). Keywords: Japanese Student Book, Nihongo Dekiru, Teacher’s Perception
Japanese Culture Studies in the Frame of Freedom to Learn through Gakujutsusōgōka Wahyuddin, Zida
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v6i1.11034

Abstract

Abstract This paper examines problem solving in the field of improving the quality of Japanese cultural studies research in the Freedom to Learn frame. By comprehensive study, that specific to say academics of Japanese cultural studies after and the Independent Campus-Freedom to Learn policy which was implemented at the Department of Japanese Literature in University of 17 August 1945 Surabaya, I will reveal the transformation and dynamics of academia as an effort to respond the challenges and opportunities in the development knowledge of science through improving the quality of research. In this context, the social order has changed due to the implementation of health-oriented policies. Then Universities are also required to prepare concepts of appropriate knowledge and technology that are beneficial to industry and government. The method will be used literature review with comparative approach. The analysis will focus on the dynamics of Japanese cultural studies academics in the Department of Japanese Literature by improving the quality of their research in universities and their efforts to fulfill the demands of the Independent Campus-Freedom to Learn policy. The result is contribution of knowledge related methodological adjustments to improve the quality of research in the field of Japanese cultural studies through gakujutsusōgōka or collaborations with cross-disciplinary. In addition, this paper provides a contribution on how academics of Japanese cultural studies in universities have strategies in recording as well as providing references related to finding solutions and innovations in their efforts to make peace with the situation during the crisis and post-crisis.
The Analysis of Kandoushi to Express the Emotions of Wonder and Shock in Jujutsu Kaisen Manga Volume 21-25 by Gege Akutami Setiawan, Haris; Dewandono, Wiranto Aji
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v6i2.11076

Abstract

This study aims to understand the use of kandoushi to express feelings of surprise and shock in Jujutsu Kaisen manga volumes 21-25. The method used was descriptive qualitative, which involved analyzing 59 data findings, of which 11 data were taken for further analysis. The results showed that kandoushi expressing surprise (odoroki) consists of kandoushi such as ああ(aa), あ(a), え(e), お(o), and なっ(natt) or なに(nani), while the kandoushi that express the feeling of surprise (yosougai no odoroki or igaikan) include は(ha), はあ(haa), ええ(ee), へえ(hee), あれ(are), and なんと(nanto). The use of these kandoushi in speech is often accompanied by emotions such as confusion and others, influenced by the discourse context, build the meaning of the speaker's speech. These findings illustrate the importance of further analyzing the use of kandoushi in interaction and discourse, both in spoken and written language, to understand the nuances of emotion and meaning that speakers want to convey.
Analisis Metafora dalam Lirik Lagu Album “The Book” Karya Yoasobi Diner, Lispridona; Rafif, Abdillah Muthi; Ramadhan, Fitria Bakthi; Rif’an, Riza Ali
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v6i2.11130

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai jenis-jenis metafora dan analisis makna metafora yang terdapat dalam lagu “The Book” karya Yoasobi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis metafora dan makna metafora dari lirik album The Book karya Yoasobi. Penelitian ini menggunakan teori milik Stephen Ullman. Objek penelitian ini adalah tujuh lagu di album The Book karya Yoasobi. Pendekatan yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah teknik simak dan catat. Metode analisis menggunakan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini menemukan total 30 data jenis metafora antropomofik, metafora pengabstrakan dan metafora sinestis.
Reconciliation of Machine-Human Relations Through Ikigai Robotics: A Review Bin Ramlan, Muhammad Nadzif
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v6i2.11131

Abstract

New dynamics in interactions between humans and machines have been generated as a result of the rapid advancement of artificial intelligence (AI) and robotics, which has significantly impacted human existence. In order to improve the interaction between humans and robots, this paper investigates the incorporation of the Japanese concept of Ikigai, or "reason for being," into the development and design of robotics. Ikigai is a concept that is predicated on four fundamental components: financial compensation, societal necessity, passion, and proficiency. Ikigai's correlation with increased lifespan and overall happiness suggests that it might be effectively used in the realm of technology. The research study underscores that integrating Ikigai ideas into robots may improve user acceptability and efficacy, especially among older persons. Collaborative design processes involving Ikigai experts lead to more user-friendly and meaningful interactions, highlighting the importance of user feedback. Ethical considerations are crucial when integrating Ikigai into AI development, as non-Western ethical frameworks promote fairness, reduce bias, and ensure AI systems align with human values. Personalisation of human-machine interactions through multimodal, interactive, and multitask machine learning supports this integration. User-centered research, collaborative design, iterative testing are among strategies for reconciliation that prioritise empathy, inclusivity, and ethical considerations. Co-designing with senior adults guarantees that technology is responsive to their requirements and contributes to their sense of purpose. This review concludes that integrating Ikigai principles into robotics can foster meaningful and beneficial interactions between humans and machines, promoting overall well-being. Future research should continue exploring Ikigai in various technological contexts to guide AI and robotics development toward human flourishing.
Identifikasi Kemampuan Menyimak Sokuon Gairaigo [-kk-], [-tt-], dan [-pp-] Pada Pemelajar Bahasa Jepang Puspitasari, Christina Hega; Saragih, Febi Ariani
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v6i2.11166

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan menyimak sokuon gairaigo [-kk-], [-tt-], dan [-pp-] pada pemelajar bahasa Jepang. Teori error analysis Corder tahun 1974 adalah teori yang digunakan dalam penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif deskriptif. Responden penelitian ini adalah mahasiswa semester VI Pendidikan Bahasa Jepang Angkatan 2021 Universitas Brawijaya. Instrumen penelitian ini adalah hasil tes. Berdasarkan data, hasil dari penelitian ini adalah kemampuan menyimak mahasiswa semester VI Pendidikan Bahasa Jepang Angkatan 2021 sangat baik dengan nilai rata-rata 92,2%. Kemampuan menyimak sokuon gairaigo [-kk-] dan [-tt-] lebih rendah yaitu 91,6% sedangkan sokuon gairaigo [-pp-] lebih tinggi yaitu 93,3%. Meskipun berbeda nilai tersebut termasuk dalam golongan kemampuan sangat baik

Page 8 of 11 | Total Record : 105