cover
Contact Name
Luluk Ulfa Hanasah
Contact Email
jurnalmezurashii@untag-sby.ac.id
Phone
+6287712411600
Journal Mail Official
jurnalmezurashii@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru No. 45 Surabaya Phone 0315931800 (Ext 89)
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Mezurashii: Journal of Japanese Studies
ISSN : 27220567     EISSN : 27220567     DOI : https://doi.org/10.30996/mezurashii
Mezurashii: Journal of Japanese Studies is a biannual peer-reviewed, open-access journal published by the Faculty of Cultural Science, University of 17 Agustus 1945 Surabaya. The journal encourages original articles on various issues within Japanese Studies, which include but are not limited to linguistics, literature, and culture. Mezurashii: Journal of Japanese Studies accepts to publish a balanced composition of high-quality theoretical or empirical research articles, comparative studies, case studies, review papers, exploratory papers, and book reviews. All accepted manuscripts will be published either online and in printed journal.
Articles 95 Documents
Cerita Rakyat Kaguya Hime dan Timun Emas : Sastra Bandingan Parendra, Tegar Pramudi; Amalijah, Eva
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v6i1.9357

Abstract

Dalam karya sastra jepang terdapat cerita rakyat Kaguya Hime yang di perkenalkan atau di ceritakan pada zaman heian, Kaguya Hime adalah seorang anak yang di temukan dalam sebuah bambu, Kaguya Hime juga memiliki judul lain yaitu Taketori monogatari. Sedangkan dalam karya sastra Indonesia terdapat cerita rakyat yang memiliki kemiripan yaitu cerita rakyat Timun Emas. Penelitian ini berfokus pada teori strukturalisme di Cerita rakyat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisi dan mendeskripsikan apa saja perbandingan cerita rakyat Kaguya Hime dan Timun Emas. Penelitian ini memakai pendekatan Strukturalisme, jenis penelitian deskriptif dan kualitatif. Penelitian ini menggunakan pengumpulan data studi pustaka. Dari hasil dari penelitian ini di temukan unsur persamaan dan perbedaan tema sertta amanat pada cerita rakyat Kaguya Hime dan Timun Emas. Kata kunci: Sastra Bandingan, Cerita Rakyat, Kaguya Hime, Timun Mas, Strukturalisme.
Elipsis Partikel Pada Anime Gokushufudou Karya Kousuke Oono Monoarfa, Satya Burhan; Khasanah, Umul
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v5i2.9518

Abstract

Penelitian ini berisi tentang elipsis partikel yang bertujuan untuk mengidentifikasi jenis partikel yang mengalami elipsis serta fungsi, peran, dan kategori sintaksis pada anime Gokushufudō. Menggunakan teori pendekatan sintaksis dan semantik untuk mengetahui tentang makna dalam kalimat, dengan metode deskriptif kualitatif sebagai desain penelitian. Setelah dilakukan analisis elipsis dalam anime Gokushufudō terdapat hasil pembahasan sebagai berikut: 1) Partikelは(wa) mengalami elipsis 11 kali, 2) Partikel が(ga) mengalami elipsis 8 kali, 3) Partikel を(o) mengalami elipsis 21 kali, 4) Partikel に(ni) mengalami elipsis 2 kali, 5) Partikel で(de) mengalami elipsis 1 kali. Fungsi sintaksis dalam anime ini adalah S (26 kata), K (16 kata), O (30 kata), P (47 kata). Peran sintaksis dalam anime ini, yaitu 1) Agent (24 kata), 2) Experiencer (33 kata), 3) Hearer (10 kata), 4) Benefactive (13 kata), 5) Objective (24 kata), 6) Locative (5 kata). Kategori sintaksis dalam anime ini, yaitu 1) Dōshi (34 kata), 2) Keiyōshi (2 kata), 3) Keiyōdōshi (5 kata), 4) Meishi (44 kata), 5) Rentaishi (19 kata), 6) Fukushi (10 kata), 7) Kandōshi (1 kata), 8) Joshi (9 kata).
Analisis Konsep On dan Giri yang Tergambar Pada Tokoh Utama Dalam Manga Hige Wo Soru. Soshite Joshikousei Wo Hirou Karya Shimesaba Ferdiansyah, Muhamad Hafidz; Amalijah, Eva
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v6i2.9578

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menggunakan objek berupa manga dengan Judul Hige Wo Soru. Soshite Joshikousei Wo Hirou karya Shimesaba. Penelitian ini menganalisis tentang konsep on dan giri. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan menggunakan metode deskriptif kualitatif serta teori yang menunjang penelitian ini adalah teori unsur-unsur intrinsik oleh Wellek dan Warren dan buku mengenai konsep on dan giri oleh Ruth Benedict serta jurnal oleh Takeo Doi dan Kiyohide Seki. Pada penelitian ini penulis mengkaji tentang konsep on dan giri yang tergambar pada tokoh utama dalam manga Hige Wo Soru. Soshite Joshikousei Wo Hirou. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep on dan giri pada manga Hige Wo Soru. Soshite Joshikousei Wo Hirou. Berdasarkan analisis data, terdapat konsep on golongan ke empat, kemudian dua pembagian pada giri yang terlihat yakni, giri berdasarkan jenisnya dan giri berdasarkan sifatnya. Giri berdasarkan jenisnya terbagi menjadi dua yaitu, giri terhadap dunia dan giri terhadap nama. Kemudian giri berdasarkan sifatnya juga dibagi menjadi dua yakni, atatakai giri dan tsumetai giri. Kata Kunci: on, giri, manga, Hige Wo Soru. Soshite Joshikousei Wo Hirou.
Efektivitas Metode Oral Drill Pada Pelatihan Bahasa Jepang Tingkat Dasar Fredy, Mochammad; Perkasa, Aditya Rangga
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v5i2.10056

Abstract

Bahasa Jepang sebagai bahasa asing telah menjadi fokus perhatian dalam konteks pendidikan global. Artikel ini mengevaluasi efektivitas metode Oral Drill dalam meningkatkan kemampuan berbicara dan pemahaman bahasa Jepang pada peserta pelatihan tingkat dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami sejauh mana metode Oral Drill dapat berkontribusi dalam mencapai kompetensi berbahasa Jepang yang lebih baik. Penelitian ini melibatkan serangkaian uji coba yang dilakukan terhadap peserta pelatihan tingkat dasar yang belajar bahasa Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Oral Drill efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Jepang peserta pelatihan, meningkatkan pemahaman bahasa, dan secara signifikan meningkatkan tingkat kepercayaan diri dalam berkomunikasi dalam bahasa target. Dalam perbandingan dengan metode pembelajaran bahasa lainnya, khususnya metode terjemahan tata bahasa, metode Oral Drill muncul sebagai pendekatan yang lebih efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran bahasa Jepang tingkat dasar. Keberhasilan metode ini mengindikasikan bahwa pendekatan berbasis praktik langsung dan repetitif, seperti Oral Drill, memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat yang signifikan dalam konteks pembelajaran bahasa asing. Hasil penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi praktisi pendidikan bahasa Jepang dan pemangku kepentingan dalam pengembangan kurikulum dan metode pengajaran yang lebih efektif dalam meningkatkan kompetensi berbahasa Jepang pada tingkat dasar.
Ruigigo Keiyoushi Oishii, Umai, Subarashii, dan II dalam Anime Isekai Izakaya Koto Aetheria Nobu Episode 1-12 Karya Natsuya Semikawa Ramadhani, Anggra; Jauhari, Tantowi; As'sajda, Muhammad Leon Devana; Hasanah, Luluk Ulfa
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v6i2.10114

Abstract

Bahasa jepang terbilang bahasa yang unik, karena ada beberapa kata yang artinya sama namun memiliki makna yang berbeda. Dalam bahasa jepang hal seperti ini dinamakan Ruigigo. Ruigigo sendiri bisa diartikan sebagai Sinonim. Di dalam artikel ini, peneliti akan menganalisis Ruigigo dari kata Oishii, Umai, Subarashii, dan II dalam Anime Isekai Izakaya Koto Aetheria Nobu Episode 1-12 karya Natsuya Semikawa. Tujuan penelitian dalam Anime adalah untuk mengetahui ruigigo berdasarkan konteks atau situasi dari sang pembicara.Seperti contoh arti Oishii dan Umai sama-sama enak namun yang membedakan ialah siapa berbicara dan Oishii lebih formal sementara Umai lebih informal. Begitu juga dengan Subararashii dan ii, Subarashii artinya enak yang tidak bisa digambarakan dengan kata-kata dan membuat yang mengatakannya menjadi terpukau dengan masakan yang ia makan sedangkan ii artinya enak dan lebih sederhana serta singkat jelas padat untuk diutarakan. Metode yang dipakai ialah Deskripsi Kualitatif dengan menggunakan pendekatan semantik.
Analisis Penggunaan Toritatejoshi dalam Bahasa Jepang pada Lirik Lagu Betelgeuse Karya Yuuri Sabi'a, Siti; Hasanah, Luluk Ulfa; Sianipar, Ruth Yunita Putri
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v6i1.10180

Abstract

Bahasa di berbagai negara memiliki struktur pembetukan kalimat yang berbeda, Bahasa Jepang memiliki partikel yang sangat penting peranannya dalam pembentukan kalimat. Bahasa Indonesia memiliki partikel yang sangat terbatas dan tidak seluas bahasa Jepang. Partikel dalam bahasa Jepang disebut joshi. Joshi digolongkan sebagai fuzokugo yang berarti jenis kata yang tidak dapat berdiri sendiri atau disebut morfem terikat. Joshi terbagi menjadi lima jenis yaitu (1) kakujoshi, (2) teidaijoshi, (3) toritatejoshi, (4) setsuzokujoshi, dan (5) shuujoshi. Artikel ini membahas salah satu jenis joshi yaitu toritatejoshi yang berasal dari teori Masuoka & Takubo, didukung dengan teori pendukung dari Isao Iori. Sumber data penelitian ini diambil dari lirik lagu Betelgeuse karya Yuuri. Penelitian ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat sebagai pembelajar bahasa Jepang mengetahui komponen dan penggunaan toritatejoshi dalam kalimat. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Dalam lirik lagu Betelgeuse karya Yuuri terdapat sebelas kalimat yang memiliki unsur partikel berjenis toritatejoshi. Kesebelas kalimat tersebut memiliki empat partikel yang termasuk toritatejoshi yaitu は、も、だって、dan まで. Kata Kunci: Hinshi, Fuzokugo, Joshi, Toritatejoshi
Makna Giongo Dalam Manga Mob Psyco 100 Volume 16 Yuana, Cuk
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 5 No. 2 (2023): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v5i2.10201

Abstract

Budaya dalam masyarakat dewasa ini berkembang sebagai akibat dari kemudahan-kemudahan reproduksi yang diberikan oleh teknologi seperti percetakan, fotografi, perekaman suara, dan sebagainya (Malthy dalam Tressia: 20: 37). Budaya popular yang paling disukai generasi muda adalah budaya Jepang, salah satunya adalah manga. Menurut Franz & Meier (1994:55), Manga adalah suatu cerita yang bertekanan pada gerak dan tindakan yang ditampilkan lewat urutan gambar yang dibuat secara khas dengan paduan kata-kata. Salah satu manga yang terkenal di Jepang adalah Mob Pyscho 100. Mob Psycho 100 volume 16 karya ONE yang juga pengarang serial manga One-Punch Man yang diterbitkan penerbit Shueisha. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan semantik, dan metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Makna giongo shizengensou dalam manga ditunjukan dengan giongo (zuzuzu) yaitu tiruan suara gemerisik pohon, mono ga dasu oto dalam manga ditunjukan dengan giongo (bikitt) merupakan tiruan gelas pecah, doubutsu no nakigoe dalam manga ditunjukan dengan (nyaaa) merupakan tiruan hewan kucing, hito no koe dalam manga ditunjukan dengan (ahahaha) merupakan tiruan suara orang tertawa. Kata Kunci : manga, giongo, semantik, jepang Culture in today's society develops as a result of the ease of reproduction provided by technology such as printing, photography, sound recording, and so on (Malthy in Tressia: 20: 37). The popular culture that is most liked by the younger generation is Japanese culture, one of which is manga. According to Franz & Meier (1994: 55), Manga is a story that emphasizes movement and action which is displayed through a sequence of images created specifically with a combination of words. One of the famous manga in Japan is Mob Pyscho 100. Mob Psycho 100 volume 16 by ONE who is also the author of the One-Punch Man manga series published by Shueisha. This research is research that uses a semantic approach, and the research method used is descriptive analysis method. The meaning of giongo shizengensou in manga is indicated by giongo (zuzuzu), which is an imitation of the sound of a tree rustling, mono ga dasu oto in manga is indicated by giongo (bikitt), which is an imitation of broken glass, doubutsu no nakigoe in manga is indicated by (nyaaa), which is an imitation of a cat, hito no koe in the manga is indicated by (ahahaha) which is an imitation of the sound of someone laughing. Keywords: manga, giongo, semantics, japan
Analisis Keishou Dalam Anime Spirited Away Karya Hayao Miyazaki Kajian Sosiolinguistik Anggraini, Rinda; Nugroho, Rahadiyan Duwi
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v6i1.10350

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengguanaan keishou yang terdapat dalam anime Spirited Away karya Hayao Miyazaki. Peneliti tertarik meneliti keishou karena keishou terdapat berbagai macam dan penggunaannya dapat berubah tergantung status lawan bicara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosiolinguistik yang berdasarkan faktor sosial. Factor sosial tersebut diantaranya, status sosial, tingkat pendidikan, umur, tingkat ekonomi, agama, jenis kelamin, dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini yaitu, untuk menambah pengetahuan peneliti dan pembaca tentang penggunaan keishou dalam interaksi sosial masyarakat Jepang menggunakan objek kajian anime. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitaif. Teknik pengumpulan data dalam penilitian ini menggunakan teknik simak dan catat. Hasil penelitian ini teridentifikasi 3 data yang menggunakan keishou -sama, yang penggunaanya berdasarkan status soial dan konteks pembicaraan. Kata Kunci: sosiolinguistik, Ragam bahasa, keishou, spirited away
Istilah-istilah Ritual Sebelum Matsuri (祭り): Sebuah Kajian Etnolinguistik Tasya, Melodi; Nugroho, Rahadiyan Dwi
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 6 No. 2 (2024): OKTOBER
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v6i2.10365

Abstract

Bahasa dan kebudayaan memiliki kaitan yang sangat erat antara satu sama lain. Kebudayaan tidak bisa terwujud tanpa adanya bahasa, begitu pula bahasa yang tidak bisa bereksistensi tanpa budaya. Sebagai negara yang masih berpegang erat dengan kebudayaan, Jepang adalah salah satu negara dengan bahasa dan budaya yang masih berkaitan. Salah satu budaya yang masih eksis adalah matsuri atau festival. Kental akan dengan kebudayaan, matsuri adalah sebuah perayaan yang sangat sakral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ritual-ritual yang akan dilakukan sebelum matsuri dilakukan. Hasil dari penelitian ini berupa makna dari ritual-ritual yang dilakukan sebelum matsuri.
Ketidaklangsungan Ekspresif dalam Lagu Pretender Karya HIGE DANdism: Kajian Semiotika Riffaterre Damayanti, Erika Selphie; Mintarsih, Mintarsih
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v6i1.10466

Abstract

This study aims to analyze the meaning of the word “pretender” in the song Pretender by HIGE DANdism. This research uses descriptive-qualitative methods with literature techniques, non-interactive, and listening methods. The lyrics in the song entitled Pretender are written in Japanese. Through descriptive analysis techniques, 7 data were found in the Pretender song lyrics. Based on the results and discussion, it can be concluded that expressive indirectness in Riffaterre's semiotic theory can explore the implied meaning in song. These implied meanings are characterized by displacement of meaning in the form of similes, hyperbole and metaphors; The distortion of meaning that appears in this song is in the form of ambiguity; and the creation of meaning in the form of homologue i.e the words motto chigau and sou negattemo. The indirectness of these expressions is used to reinforce the pretense of the character I (Me). Thus, the conclusion of this research is that the meaning of pretending in the Pretender song by HIGE DANdism is in accordance with the literal meaning, which is to show or express something that is inversely proportional to what is felt. So, hiding the true feelings. Keywords: Riffaterre semiotics, pretender, HIGE DANdism, expressive indirectness, song

Page 7 of 10 | Total Record : 95