cover
Contact Name
Septiyanti
Contact Email
jurnal.woph@umi.ac.id
Phone
+628114442464
Journal Mail Official
jurnal.woph@umi.ac.id
Editorial Address
Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI Jl. Urip Sumoharjo Km. 5 (Kampus II UMI) Makassar, Sulawesi Selatan.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Window of Public Health Journal
ISSN : 27212920     EISSN : 27212920     DOI : https://doi.org/10.33096/woph.v1i5.98
Core Subject : Health,
Window of Public Health Journal merupakan jurnal kesehatan masyarakat yang mempublikasi karya ilmiah di bidang kesehatan masyarakat, yaitu penelitian di bidang epidemiologi, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, kesehatan reproduksi, gizi masyarakat, administrasi dan kebijakan kesehatan, manajemen rumah sakit, serta bidang promosi kesehatan. Jurnal ini pertama kali didirikan sejak tahun 2020 oleh Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Window of Public Health Journal diterbitkan pada bulan Juni, Agustus, Oktober, Desember, Februari, dan April
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 762 Documents
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Sudiang Kota Makassar Nurhikma; Haeruddin; Arni Rizqiani Rusydi
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 5 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i5.1947

Abstract

Antenatal Care adalah layanan kesehatan ibu hamil guna menurunkan angka meninggalnya bayi serta ibu. Pelaksanaan program antenatal care memiliki tujuan guna mempersiapkan untuk kebaikan mental serta fisik dan menyeleamtkan anak serta ibu di saat sedang hamil, masa bersalin hingga nifas. Temuan ini memiliki tujuan guna melihat faktor yang mempunya ikaitan dengan kunjungan antenatal care pada ibu hamil di Puskesmas Sudiang Kota Makassar Tahun 2024. Peneliti menerapkan jenis penelitian kuantitatif melalui penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini merupakan ibu hamil di Puskesmas Sudiang Kota Makassar dengan banyak populasi sebanyak 136 ibu hamil dan besar sampel sebanyak 101 ibu hamil yang ditentukan menggunakan rumus lameshow. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya keterkaitan dari pengetahuan kunjungan ANC melalui p (value) = 0,033, tidak adanya keterkaitan dari jarak tempat tinggal pada kunjungan ANC melalui p (value) = 0,463, tidak terdapat keterkaitan dari fasilitas kesehatan pada kunjungan ANC melalui p (value) = 0,279, tidak adanya keterkaitan dari pendamping untuk melakukan pemeriksaan pada kunjungan ANC melalui p (value) = 0,262, adanya keterkaitan antara perilaku petugas kesehatan pada kunjungan ANC melalui p (value) = 0,019, tidak adanya keterkaitan antara keberadaan petugas kesehatan di tempat pada kunjungan ANC melalui p (value) = 0,926, terdapat keterkaitan diantara ketepatan waktu pelayanan pada kunjungan ANC dengan p (value) = 0,000. Temuan ini memiliki kesimpulan yaitu adanya keterkaitan dari pengetahuan, perilaku petugas kesehatan, dan ketepatan waktu pelayanan dengan kunjungan ANC. Diharapkan kepada ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuannya tentang pentingnya ANC dan diharapkan pula untuk pihak puskesmas untuk memberikan pelayanan yang ramah serta pelayanan yang cepat dan tepat terhadap pelayanan pada ANC.
Evaluasi Pengelolaan Sediaan Farmasi Di Puskesmas Bara-Baraya Kota Makassar Fauziah, Khafifahtul; Nurmiati Muchlis; Hamzah, Wardiah
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 5 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i5.1953

Abstract

Proses pengelolaan obat di Puskesmas sangat penting untuk menjadi perhatian, karena jika pengelolaan obat tidak sesuai dengan prosedur, maka akan menyebabkan masalah seperti ketersediaan obat berkurang, obat menumpuk akibat perencanaan obat yang tidak sesuai, tumpang tindih anggaran, serta resiko obat kadaluarsa, rusak, hingga deadstock. Berdasarkan observasi awal pengelolaan obat yang dilakukan di Puskesmas Bara-Baraya biasanya banyak terjadi kendala yaitu terjadinya kekurangan dan kehabisan stok obat dikarenakan biasanya obat masuk memiliki jadwal tertentu yaitu di pertengahan bulan dalam setahun sehingga di bulan-bulan awal biasanya banyak terjadi kekurangan obat dan juga untuk pengadaan obat tidak terlalu efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan sediaan farmasi di puskesmas Bara-Baraya.Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bermaksud untuk mengetahui dan mengevaluasi sistem pengelolaan sediaan farmasi sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan terkait Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Tahun 2019 pada tahap pengelolaan sediaan farmasi di Puskesmas Bara-Baraya Kota Makassar dengan menggunakan lembar observasi, melakukan wawancara mendalam serta telaah dokumen.Dari hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat tiga aspek pengelolaan yang sudah dijalankan sesuai dengan petunjuk teknis standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yaitu aspek pemilihan dan perencanaan, pengadaan, penyimpanan, serta pencatatan dan pelaporan. Terdapat 2 aspek yang kurang sesuai atau kurang memenuhi yaitu aspek pengendalian persediaan obat dan pendistribusian obat. Serta terdapat satu aspek yang tidak sesuai sama sekali yaitu aspek pemusnahan dan penarikan obat. Proses pengelolaan obat utamanya terkait pengendalian persediaan farmasi hendaknya lebih diperhatikan secara menyeluruh, begitu pula dengan pendistribusian serta penarikan dan pemusnahan obat.
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Kandungan Mikroplastik dalam Kerang Kijing (Pilsbryoconcha exilis) pada masyarakat di Perairan Galesong Utara Aulia, Firda; Baharuddin, Alfina; Abd. Gafur
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 5 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i5.1979

Abstract

Sampah laut secara global berupa plastik tersebar di berbagai lingkungan laut, termasuk garis pantai, permukaan laut, dan dasar laut yang menyumbang sekitar 95% dari total akumulasi sampah laut. Menurut data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), negara ini mampu menghasilkan sekitar 64 juta ton sampah plastik setiap tahunnya. Mikroplastik dapat menimbulkan potensi risiko kesehatan yang melibatkan gangguan kekebalan, kerusakan saraf otak, gangguan reproduksi, serta potensi karsinogenik. Selain itu, risiko kesehatan lainnya yang dapat ditimbulkan akibat mikroplastik dan bahan kimia yang terkandung di dalamnya mencakup gangguan reproduksi, gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal dan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko kesehatan lingkungan akibat kandungan mikroplastik dalam kerang kijing (Pilsbryoconcha exilis) di perairan Galesong Utara Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) dengan mengukur faktor-faktor risiko pada waktu yang sama untuk memberikan prediksi besarnya risiko kesehatan akibat kandungan mikroplastik yang terdapat dalam kerang kijing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua sampel kerang kijing yang diperiksa positif mengandung mikroplastik. Rata-rata konsentrasi kelimpahan mikroplastik dalam kerang kijing yaitu 0,245 gram. Berdasarkan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL), asupan (intake) pada masyarakat yang mengonsumsi kerang kijing baik realtime maupun lifetime masih berada dibawah besaran risiko nilai RQ<1, artinya tidak berisiko pajanan mikroplastik saat ini hingga beberapa tahun mendatang.
Determinan Perilaku Ibu Hamil Terhadap Pemeriksaan Triple Eliminasi (HIV, Sifilis, Hepatitis B) Di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar Akila, Nur; Nur Ulmy Mahmud; Sartika
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 5 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i5.1982

Abstract

Program triple eliminasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran penyakit dari ibu ke bayi. Ketiga penyakit ini memiliki karakteristik yang sama yaitu memiliki cara penyebaran yang sama yaitu melalui hubungan seksual, transfusi selama kehamilan saat bayi dalam kandungan. Pelaksanaan trieliminasi di Indonesia berdasarkan Permenkes No. 52 Tahun 2017 tentang Eliminasi Penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B dari ibu ke anak menjadi satu paket dalam pelayanan antenatal terpadu dengan menetapkan cakupan indikator minimal 95% dari seluruh ibu hamil. Adapun jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional, adapun lokasi penelitian ini yaitu Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar, jumlah populasi 377 ibu hamil dan jumlah sampel 147 responden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perilaku  Ibu Hamil Terhadap Pemeriksaan  Triple  Eliminasi Di Puskesmas Kassi-Kassi  Kota Makassar. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pemeriksaan Triple Eliminasi pada ibu hamil Di Puskesmas Kassi-Kassi  Kota Makassar (p value 0,020 < 0,05), ada hubungan antara sikap dengan pemeriksaan Triple Eliminasi pada ibu hamil Di Puskesmas Kassi-Kassi  Kota Makassar (p value 0,000 < 0,05), ada hubungan antara Dukungan keluarga dengan pemeriksaan Triple Eliminasi pada ibu hamil Di Puskesmas Kassi-Kassi  Kota Makassar (p value 0,000 < 0,05). Diharapkan Pihak puskesmas dapat mempertahankan serta senantiasa memberikan edukasi untuk lebih menambah pengetahuan ibu hamil terkiat peremiksaan Triple Eliminasi. serta ibu hamil diharapkan aktif mencari informasi tentang Triple Eliminasi dan wajib melakukan pemeriksaan Triple Eliminasi dan peneliti selanjutnya dapat menyempurnakan penelitian ini dengan mengembangkan variabel lainnya yaitu peran tenaga kesehatan sebagai askes informasi.
Hubungan Faktor Individu Dan Faktor Pekerjaan Dengan Nyeri Punggung Bawah pada Nelayan di Desa Beru-Beru Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju Nawiraeda, Citra; Ikhram Hardi S; Nurul Ulfah Mutthalib
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 5 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i5.2000

Abstract

Dari Survei awal di kalangan pekerja nelayan di Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Menunjukkan bahwa ada peningkatan dalam aktivitas penangkapan ikan dilakukan setiap hari hingga malam dengan peralatan seadanya dan bantuan tenaga manusia. Dari 8 orang nelayan yang telah diwawancarai 6 orang nelayan diantaranya mengeluhkan nyeri punggung bawah, dengan keluhan lain seperti sakit punggung, bahu, dan kaki. Kemudian proses penangkapan ikan yang tidak optimal, terutama dengan gerakan yang monoton dan berulang, hingga menyebabkan nyeri punggung bawah dalam jangka waktu panjang. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dan dengan konsep cross-sectional. Popolasi dalam penelitian ini ialah sekelompok masyarakat nelayan yang berjumlah 70 orang dan sampel penelitian yaitu sebanyak 59 yang berasal dari Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, dengan menggunkan rumus Slovin. Hasil Data dikumpulkan menggunakan skala nyeri dan kecemasan (William J.K Zung, 1993) dan kuesioner Rapid Entire Body Assessment (REBA). Setelah itu, data di uji melalui uji Chi-Square dengan signifikansi 95% (α=0,05). Didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi masa kerja (ρ=0,494 > α=0,05), namun terdapat korelasi signifikan antara sikap kerja (ρ=0,002 < α=0,05), usia (ρ=0,016 < α=0,05) dan lama kerja (ρ=0,002 < α=0,05) pada pekerja nelayan di Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh antara sikap kerja, usia, dan lama kerja ) pada pekerja nelayan di Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.
Analisis Kebijakan Penanganan Stunting Di Kota Makassar Khususnya Wilayah Kerja Puskesmas Bangkala Kecamatan Manggala Putri Ayu Salwatiah Syamsuddin; A. Rizki Amelia AP; A. Multazam Mustari
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 5 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i5.2030

Abstract

Berdasarkan data awal dari Dinas Kesehatan tahun 2024, jumlah balita stunting di Puskesmas Bangkala adalah 288 dengan prevalensi 2,79%. Data dari penanggung jawab stunting di Puskesmas Bangkala menunjukkan peningkatan dalam tiga tahun terakhir, dengan 99 balita stunting pada tahun 2024 dan prevalensi 4,6%. Penelitian ini bertujuan menganalisis Kebijakan Penanganan Stunting Di Kota Makassar, Khususnya Wilayah Kerja Puskesmas Bangkala, Kecamatan Manggala Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif untuk mengetahui pelaksanaan kebijakan penanganan stunting sesuai Perpres No. 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program imunisasi, pemberian vitamin A, makanan tambahan untuk anak kurus, serta pemantauan dan promosi pertumbuhan di Puskesmas Bangkala berjalan baik sesuai regulasi. Meskipun terdapat kendala kekurangan vaksin, upaya optimal tetap dilakukan. Program stunting di Puskesmas Bangkala sesuai dengan Peraturan Presiden, mencakup kegiatan seperti imunisasi, pemberian vitamin A, makanan tambahan, dan pemantauan pertumbuhan. Semua tahap dilaksanakan sesuai pedoman pemerintah, memastikan prosedur dan intervensi berjalan baik. Pendekatan holistik ini melibatkan penyuluhan, konseling, dan monitoring rutin untuk mengoptimalkan efektivitas program penanganan stunting. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan penanganan stunting di Puskesmas Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar telah dilaksanakan dengan baik. Namun, terdapat beberapa aspek yang belum maksimal, seperti ketersediaan vaksin yang kurang pada saat pelaksanaan imunisasi, sehingga sebagian balita harus menunggu pemberian imunisasi yang kemudian diarahkan ke Puskesmas Bangkala.
Kualitas Tidur Dan Asupan Energi Terhadap Kelelahan Kerja Pada Perawat Di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Sulawesi Selatan Munawarah, Siti; Yuliati; Nurul Ulfah Mutthalib
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 5 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i5.2041

Abstract

Kelelahan kerja biasa terjadi akibat dari penurunan efisiensi ketahanan tubuh yang dialami setiap individu dengan gejala yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara kualitas tidur dan asupan energi terhadap kelelahan kerja pada 93 perawat di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Sulawesi Selatan menggunakan kuesioner dan menerapkan analisis univariat chi-square dengan nilai p-value yang ditetapkan sebesar 0,005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kelelahan kerja (p-value = 0,015), sementara tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi dan kelelahan kerja (p-value = 0,265). Penemuan ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman faktor-faktor yang memengaruhi kelelahan kerja perawat dan dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan strategi intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kinerja perawat di lingkungan rumah sakit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya perhatian terhadap kualitas tidur perawat dalam mengelola kelelahan kerja, sementara perlu penelitian lebih lanjut untuk memahami secara lebih mendalam faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi asupan energi dan kelelahan kerja mereka.
Identifikasi Bahaya Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assesment And Risk Control (HIRARC) Dalam Memperkecil Risiko Kecelakan Kerja Pada PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar Mastam, Nurfadillatul Aziza; Sartika; Septiyanti
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 5 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i5.2048

Abstract

Pekerjaan pasti memiliki potensi risiko bahaya dan tingkat risiko yang berbeda, tergantung dengan pekerjaan yang dilakukan. Maka dari itu diterapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerjapada perusahaan. Kesehatan dan Keselamatan Kerja merupakan bagian yang sangat penting baik dalam industri manufaktur maupun jasa. Kesehatan dan keselamatan kerja penting bagi perusahaan karena dampak kecelakaan dan penyakit akibat kerja secara langsung dan tidak langsung merugikan perusahaan maupun karyawan yang berada di tempat kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko dengan metode Hazard Identification, Risk Assessment And Risk Control (HIRARC) di PT. Maruki International Indonesia Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan anatara lain pada produksi terdapat 3 jenis kegiatan, dengan 10 jenis bahaya, 4 kategori risiko sedang dan dan 7 kategori rendah. Pengendalian bahaya yang dilakukan adalah dengan menggunakan alat pelindung diri, pengecekan secara berkala pada alat-alat mesin yang digunakan dan penyediaan ventilasi. Saran untuk pekerja membudayakan aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam melakukan setiap pekerjaan dari awal hingga akhir dan selalu memperhatikan Alat Pelindung Diri (APD).
Analisis Kesiapan Tanggap Darurat Kebakaran Pada Pekerja Bagian MEP (Mechanical Electrical Plumbing) Di Proyek RS UPT Vertikal Ismail, Resky Amalia; Rahman, Harpiana; Sartika
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 5 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i5.2055

Abstract

ILO (International Labour Organization) pada tahun 2019 lebih dari 1,8 juta kematian akibat kerja terjadi setiap tahunnya di kawasan Asia dan Pasifik, bahkan dua pertiga kematian akibat kerja di dunia terjadi di Asia. Lokasi konstruksi merupakan area berisiko tinggi karena sejumlah alasan, banyak di antaranya sudah jelas. Sumber bahaya yang mungkin terjadi ini berasal dari proses kerja, mesin kerja, bahan baku dan pekerja yang biasa lalai tidak mengikuti aturan di lokasi konstruksi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penegetahuan, sikap, kelengkapan fasilitas dan pelatihan kesiapan tanggap darurat kebakaran pada pekerja bagian mep di Proyek Rumah Sakit UPT Vertikal Makassar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja bagian mep (mechanical electrical plumbing) di Proyek Rumah Sakit UPT Vertikal Makassar yang berjumlah 123 orang. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah analisis univariat dengan cara mendeskripsikan tiap variabel penelitian.  Hasil penelitian ini menunjukkan pengetahuan dengan kategori cukup 74,0% sedangkan kategori kurang 26,0%, sikap dengan kategori positif 92,7% sedangkan kategori negatif 7,3%, kelengkapan fasilitas dengan kategori lengkap 64,2% sedangkan kategori tidak lengkap 35,8% dan pelatihan dengan kategori terlaksana 34,1% sedangkan kategori tidak terlakasana 65,9%. Dari hasil penelitian ini di harapkan pihak Perusahaan untuk senantiasa meningkatkan intensitas dari pelatihan tentang bahaya kebakaran kepada pekerja guna peningkatan pengetahuan dan sikap pekerja ketika kondisi darurat sewaktu-waktu terjadi agar meminimalisir korban jiwa dan kerugian finansial bagi perusahaan.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Baduta Di Wilayah Kerja Puskesmas Bua Kabupaten Luwu Fitrah Ayu Ramadhani; Arman; Nurul Ulfah Mutthalib
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 5 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i5.2082

Abstract

Stunting atau disebut juga dengan kerdil adalah keadaan dimana tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya dikarenakan kekurangan asupan gizi pada saat didalam kandungan dan awal kehidupan. Pada saat dilakukan pengukuran tinggi badan dan dimasukkan kedalam growth chart WHO 2006 TB/U didapatkan interprestasi kurang dari - 2SD standar deviasi (Stunted) dan kurang dari - 3SD (Severely Stunted). Kondisi kerdil ini dapat diketahui setelah usia anak 2 tahun dan sudah melewati 1000 HPK. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pendekatan cross-sectional adalah metode penelitian di mana pengukuran atau observasi dilakukan pada satu waktu tertentu tanpa melibatkan intervensi atau pengamatan yang berkelanjutan terhadap subjek penelitian Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Teknik purposive sampling, menggunakan rumus Lemeshow, dengan jumlah populasi sebanyak 103 dengan jumlah sampel 77 responden. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengetahuan Ibu Memiliki Hubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Baduta Di Wilayah Kerja Puskesmas Bua. nilai p-value =0,000 yang menandakan bahwa nilai p<0,05 ASI Ekslusif Memiliki Hubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Baduta Di Wilayah Kerja Puskesmas Bua. nilai p-value =0,000 yang menandakan bahwa nilai p<0,05 Dan Riwayat Penyakit Infeksi Tidak Memiliki Hubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Baduta Di Wilayah Kerja Puskesmas Bua. nilai p-value =0,125 yang menandakan bahwa nilai p>0.05 Pemberian Imunisasi Tidak Memiliki Hubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Baduta Di Wilayah Kerja Puskesmas Bua. nilai p-value =0,251 yang menandakan bahwa nilai p>0,05.