cover
Contact Name
Ari firmanto
Contact Email
arifirmanto2@gmail.com
Phone
+62341-464318
Journal Mail Official
procediamapro@umm.ac.id
Editorial Address
GKB IV Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas no. 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Procedia Studi Kasus dan Intervensi Psikologi (Procedia) merupakan publikasi berkala yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Procedia terbit mulai tahun 2013, terbit 4 kali setahun pada Maret, Juni, September dan Desember dalam bentuk elektronik/online. Artikel Procedia merupakan artikel hasil penelitian intervensi atau laporan praktik keprofesian psikologi. Procedia adalah publikasi akses terbuka dalam berbagai bidang intervensi psikologi, antara lain: klinis, sosial, pendidian, industri/organisasi dan perkembangan.
Articles 204 Documents
Anxiety in Children Preschool: Can it be overcome with gradual exposure? Rosyada, Amelinda Regita Nurfelita; Karmiyati, Diah
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 3 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v12i3.29979

Abstract

Anxiety problems do not only occur in adolescence or adulthood. Children also often experience anxiety. Anxiety that occurs in childhood often occurs when they are in the school environment. Symptoms that occur in this anxiety include physical characteristics, behavioral characteristics and cognitive characteristics. Anxiety in children when at school is characterized by not being able to go to school independently, so parents must always wait for them. The purpose of this study was to determine the effectiveness of behavioral therapy in reducing anxiety in preschool children at school. The assessment methods used were clinical interviews and observations. The technique in behavioral therapy used was gradual exposure, where the subject will be faced with situations that trigger feelings of anxiety gradually. The results of the study showed that there was a decrease in the level of anxiety, which was also marked by the subject being able to go to school independently. Masalah kecemasan tidak hanya terjadi pada masa remaja atau dewasa. Anak-anak juga sering mengalami kecemasan. Kecemasan yang terjadi pada masa kanak-kanak sering terjadi ketika mereka berada di lingkungan sekolah. Gejala yang terjadi pada kecemasan ini meliputi karakteristik fisik, karakteristik perilaku dan karakteristik kognitif. Kecemasan pada anak ketika di sekolah ditandai dengan tidak dapat pergi ke sekolah secara mandiri, sehingga orang tua harus selalu menunggu mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi perilaku dalam menurunkan kecemasan pada anak prasekolah di sekolah. Metode penilaian yang digunakan adalah wawancara klinis dan observasi. Teknik dalam terapi perilaku yang digunakan adalah paparan bertahap, dimana subjek akan dihadapkan pada situasi yang memicu perasaan cemas secara bertahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat kecemasan, yang juga ditandai dengan subjek mampu pergi ke sekolah secara mandiri.
Pendekatan kognitif dalam membuat keputusan karier pada mahasiswa Rosyidah, Fairuz Syifa; Royanto, Lucia Retno Mursitolaksmi
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 2 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v12i2.30732

Abstract

As soon as individual reach emerging adulthood (18-25 years old), making career decision is one of his development tasks. Career decisions are influenced by an individual's knowledge about himself and the career options available. Based on cognitive approach, there are three categories of individuals when making decisions, namely decided, undecided, and indecisive. The undecided category need help to get information to make career choices. In this study, the respondent is still in undecided category. The assessment for respondent was carried out by observation, interviews, tests on intelligence, personality, and interests. Based on the assessment results, subject has a high readiness to make career decisions. This underlies the provision of intervention through career counseling based on cognitive information processing (CIP) theory. Through career counseling, the subject could successfully make a career decision and created an action plan to implement the chosen career. Ketika individu mencapai usia dewasa awal (18-25 tahun), pengambilan keputusan karir merupakan salah satu tugas perkembangannya. Keputusan karir dipengaruhi oleh pengetahuan individu tentang dirinya dan pilihan karir yang tersedia. Berdasarkan pendekatan kognitif, terdapat tiga kategori individu dalam mengambil keputusan, yaitu memutuskan, ragu-ragu, dan ragu-ragu. Kategori ragu-ragu membutuhkan bantuan untuk mendapatkan informasi untuk menentukan pilihan karir. Dalam penelitian ini responden masih berada pada kategori ragu-ragu. Penilaian terhadap responden dilakukan dengan observasi, wawancara, tes kecerdasan, kepribadian, dan minat. Berdasarkan hasil penilaian, subjek memiliki kesiapan yang tinggi dalam mengambil keputusan karir. Hal ini mendasari pemberian intervensi melalui konseling karir berdasarkan teori pemrosesan informasi kognitif (CIP). Melalui konseling karir, subjek dapat berhasil mengambil keputusan karir dan membuat rencana tindakan untuk melaksanakan karir yang dipilih.
Pengaruh intervensi Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) terhadap kecenderungan baby blues pada ibu postpartum Gangka, Nur Arrad Tenri; Widyastuti; Cahyaningrum, Kartika
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 1 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v12i1.31620

Abstract

Baby blues are a common disorder experienced by women in the postpartum period. Baby blues are classified as mild postpartum depression but if left untreated can develop into postpartum depression. Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) is an intervention used to treat various psychological disorders such as stress, anxiety, and postpartum depression. This study aims to determine the effect of MBSR on the tendency of baby blues in postpartum mothers. This research used quantitative methods with a single-case experimental design. The analysis technique used is visual data analysis. The participants in this study were 3 postpartum mothers. The results showed that the participants experienced a change in the tendency of baby blues scores after being given the MBSR intervention, so it can be concluded that the MBSR intervention program affected the tendency of baby blues in postpartum mothers. Baby blues merupakan gangguan umum yang dialami wanita pada masa postpartum. Baby blues tergolong depresi postpartum ringan namun jika tidak ditangani dapat berkembang menjadi depresi postpartum. Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) adalah intervensi yang digunakan untuk mengobati berbagai gangguan psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi pascapersalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh MBSR terhadap kecenderungan baby blues pada ibu masa postpartum. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen kasus tunggal. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis data visual. Partisipan dalam penelitian ini adalah 3 orang ibu dalam masa postpartum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan mengalami perubahan skor kecenderungan baby blues setelah diberikan intervensi MBSR, sehingga dapat disimpulkan bahwa program intervensi MBSR berpengaruh terhadap kecenderungan baby blues pada ibu masa postpartum.
Intervensi pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT) pada perempuan dewasa awal yang mengalami Posttraumatic Stress Disorder (PTSD) akibat kekerasan dalam berpacaran Prabadewi, Dewa Ayu Aristya; Sosialita, Tiara Diah
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 3 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v12i3.32186

Abstract

Posttraumatic stress disorder is a disorder with re-experiencing, avoidance, negative beliefs and hyperarousal symptoms that occur after experiencing extreme events, in this case dating violence in early adult women. The assessments used are clinical interviews, observation with PCL-5, Wechsler Adult Intelligence Scale, Sacks Sentence Completion Test, Graphic Test, Thematic Apperception Test. This case study with intervention model aims to study the role of Cognitive Behavior Therapy in developing adaptive beliefs and behavior to reduce PTSD symptoms due to dating violence. In line with the hypothesis, the result is CBT intervention can reduce PTSD symptoms when individuals develop new meanings for the traumatic events and thoughts that are more adaptive to the current situation, resulting in more adaptive physiological responses and reduced avoidance behavior. Physical health also improves with better sleep quality after engaging in productive activities. Individuals also successfully learn new skills that can be used to prevent relapse. Gangguan stres pascatrauma merupakan gangguan dengan gejala-gejala mengalami kembali, penghindaran, keyakinan negatif, dan hiperarousal yang terjadi setelah mengalami kejadian ekstrem, dalam hal ini kekerasan dalam pacaran pada wanita dewasa awal. Asesmen yang digunakan adalah wawancara klinis, observasi dengan PCL-5, Skala Kecerdasan Dewasa Wechsler, Tes Penyelesaian Kalimat Sacks, Tes Grafis, Tes Apersepsi Tematik. Studi kasus dengan model intervensi ini bertujuan untuk mempelajari peran Terapi Perilaku Kognitif dalam mengembangkan keyakinan dan perilaku adaptif untuk mengurangi gejala PTSD akibat kekerasan dalam pacaran. Sejalan dengan hipotesis, hasilnya adalah intervensi CBT dapat mengurangi gejala PTSD ketika individu mengembangkan makna baru untuk kejadian dan pikiran traumatis yang lebih adaptif dengan situasi saat ini, sehingga menghasilkan respons fisiologis yang lebih adaptif dan mengurangi perilaku penghindaran. Kesehatan fisik juga membaik dengan kualitas tidur yang lebih baik setelah terlibat dalam kegiatan produktif. Individu juga berhasil mempelajari keterampilan baru yang dapat digunakan untuk mencegah kekambuhan.
Terapi dzikir untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisa Farhani, Shofa Nadia; Qudsyi, Hazhira
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 3 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v12i3.32599

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is a disease with a high risk of death and the number of patients continues to grow. The majority of patients with CKD undergo hemodialysis as a kidney replacement therapy. By doing hemodialysis for a long period of time, there are various changes that often become stressors that cause anxiety in patients. This study aims to determine the effect of dzikr therapy to reduce anxiety levels. The research design used was one group pre-test post-test with total of 12 patients who had moderate to severe anxiety levels. The instrument used to measure pretest and posttest was Beck & Steer’s BAI anxiety scale (1990). The results of the anxiety scores obtained were processed using the Wilcoxon t-test to determine changes in anxiety scores after the provision of dhikr therapy. The result of Asymp. Sig. of 0.002 (p¡0.05) which indicates that there is a difference in the anxiety level of the participants and there are negative ranks of 6.50 which means that the subject experienced a decrease in anxiety scores. This study shows that dhikr therapy can be used as a method to reduce anxiety in hemodialysis patients. Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit dengan risiko kematian yang tinggi dan jumlah pasiennya terus bertambah. Mayoritas pasien GGK menjalani hemodialisis sebagai terapi pengganti ginjal. Dengan menjalani hemodialisis dalam jangka waktu yang lama, terjadi berbagai perubahan yang sering kali menjadi stresor yang menimbulkan kecemasan pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap penurunan tingkat kecemasan. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre-test post-test dengan jumlah pasien yang memiliki tingkat kecemasan sedang sampai berat sebanyak 12 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengukur pretest dan posttest adalah skala kecemasan BAI Beck & Steer (1990). Hasil skor kecemasan yang diperoleh diolah menggunakan uji t Wilcoxon untuk mengetahui perubahan skor kecemasan setelah pemberian terapi dzikir. Hasil Asymp. Sig. sebesar 0,002 (p = 0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan tingkat kecemasan pada partisipan dan terdapat nilai pangkat negatif sebesar 6,50 yang berarti bahwa subjek mengalami penurunan skor kecemasan. Penelitian ini menunjukkan bahwa terapi dzikir dapat digunakan sebagai salah satu metode untuk menurunkan kecemasan pada pasien hemodialisis.
Teknik “Get Out”, “Let It Out”, dan “Think It Out”: Intervensi regulasi emosi untuk remaja dengan perilaku menyakiti diri Widiastini, Made Nisa Adriana; Moeliono, Marisa Fransiska
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 2 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v12i2.32737

Abstract

The phenomenon in Indonesia shows the high prevalence of self-harming behavior in teenagers. Self-harm behavior is defined as a form of behavior that involves the destruction of body tissue carried out consciously and deliberately without any desire to end one's life. This research aims to determine the effectiveness of the Get Out, "Let It Out", and "Think It Out" interventions to improve emotional regulation skills to reduce decision-making that leads to self-harming behavior. The subject of this research is a 16-year-old female teenager who injured herself. Yourself by cutting your arm. The assessment method used is interviews to collect in-depth information about subject problems. Observation to determine the subject's condition directly during the assessment process. Psychological tests include intelligence tests, questionnaires to obtain information regarding motives for self-harm behavior, and emotional regulation strategies used. The results of the assessment concluded that the subject met the diagnostic criteria for non-suicide self-injury. The intervention was carried out using the "Get Out", "Let It Out", and "Think It Out" techniques which are related to four emotional regulation strategies. The results of the intervention showed that subjects were able to apply more adaptive emotional regulation strategies so that they were effective in helping stop self-harming behavior. It is hoped that the results of this research can develop psychological science, especially in dealing with Indonesian teenagers involved in self-harming behavior.Fenomena di Indonesia menunjukkan tingginya angka prevalensi perilaku menyakiti diri sendiri pada remaja. Perilaku merugikan diri sendiri didefinisikan sebagai bentuk perilaku yang melibatkan perusakan jaringan tubuh yang dilakukan secara sadar dan disengaja tanpa adanya keinginan untuk mengakhiri hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas intervensi Get Out”, “Let It Out”, dan “Think It Out untuk meningkatkan keterampilan regulasi emosi guna mengurangi pengambilan keputusan yang mengarah pada perilaku menyakiti diri Subjek penelitian ini adalah seorang remaja perempuan berusia 16 tahun yang melukai diri dengan cara menyayat lengan. Metode asesmen yang digunakan adalah wawancara untuk mengumpulkan informasi mendalam terkait permasalahan subjek. Observasi untuk mengetahui kondisi subjek secara langsung selama proses asesmen. Tes psikologi meliputi tes kecerdasan, kuesioner untuk mendapatkan informasi terkait motif perilaku menyakiti diri, dan strategi regulasi emosi yang digunakan. Hasil dari asesmen menyimpulkan subjek memenuhi kriteria diagnostik non-suicide self-injury. Intervensi dilakukan dengan teknik “Get Out”, “Let It Out”, dan “Think It Out” yang berhubungan dengan empat strategi regulasi emosi. Hasil intervensi menunjukkan bahwa subjek dapat menerapkan strategi regulasi emosi yang lebih adaptif sehingga efektif membantu menghentikan perilaku menyakiti diri sendiri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan keilmuan psikologi terutama dalam menghadapi remaja Indonesia yang terlibat perilaku menyakiti diri sendiri.
Pengaruh terapi REACH forgiveness terhadap dimensi attachment remaja dengan perilaku Non Suicidal Self-Injury (NSSI) Kristianti, Windy; Yuspendi, Yuspendi; Cahyono, Maria Yuni Megarini
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 3 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v12i3.33061

Abstract

Insecure attachment to parents can cause many problems in adolescents, one of which is Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) behavior. This research aims to determine the effect of REACH forgiveness therapy on the attachment dimensions of adolescents with NSSI behavior. This research uses an experimental method with a single group pretest-posttest design. The research subjects were 3 people, still attending junior high school, and all three of them were doing NSSI due to insecure attachment to their parents. The research results obtained showed that there was no significant influence from REACH forgiveness therapy on the attachment dimensions of adolescents with NSSI behavior, but forgiveness therapy had a relatively moderate impact on the three subjects. Another finding obtained was that the three subjects no longer engaged in NSSI due to insecure attachment with their parents. Keterikatan tidak aman dengan orang tua dapat menimbulkan banyak masalah pada remaja, salah satunya adalah perilaku Non-Suicidal Self-Injury (NSSI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi memaafkan REACH terhadap dimensi kelekatan pada remaja dengan perilaku NSSI. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain single group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 3 orang, masih duduk di bangku SMP, dan ketiganya melakukan NSSI karena insecure attachment dengan orang tuanya. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari terapi memaafkan REACH terhadap dimensi kelekatan pada remaja dengan perilaku NSSI, namun terapi memaafkan memberikan dampak yang relatif sedang pada ketiga subjek. Temuan lain yang diperoleh adalah ketiga subjek tidak lagi melakukan NSSI karena insecure attachment dengan orang tuanya.
Psikoedukasi DIHATIMU: Dialog dari hati untuk menangani tantrum anak usia dini Ummah, Kuntum Khaira; Setiawan, Intan Masruroh; Sa'idah, Ghina; Indrawati, Nur Diana; Pradina, Widia Ayu
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 3 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v12i3.33600

Abstract

It is important for parents to play a role in dealing with tantrums in children. One of the ways parents can do that is through effective communication with their children. The purpose of this research is to provide understanding to parents regarding the importance of dialogue in dealing with tantrums in children. This research uses a psychoeducational method called DIHATIMU. There were 8 subjects in this study, 6 women and 2 men who had early childhood and were residents of, Manggung Caturtunggal Village. Data analysis was carried out in this study using the N-gain score and thematic analysis. The research results showed that there were 5 subjects who experienced an increase in score, 2 subjects had a fixed score, and 1 subject experienced a decrease in score. In addition, the results of reflection show that this psychoeducational activity provides benefits to the subject, namely increasing the subject’s knowledge and experience. The subject also began to realize the need to lower the ego, appreciate the child’s work, and the need to communicate from heart to heart to deal with tantrums in children. Peran orang tua dalam menangani tantrum pada anak sangatlah penting. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah dengan melakukan komunikasi yang efektif kepada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada orang tua tentang pentingnya dialog dalam menangani tantrum pada anak. Penelitian ini menggunakan metode psikoedukasi DIHATIMU. Subjek penelitian ini berjumlah 8 orang, yaitu 6 orang perempuan dan 2 orang laki-laki yang memiliki anak usia dini dan merupakan warga Kelurahan Manggung Caturtunggal. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan skor N-gain dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 orang subjek yang mengalami peningkatan skor, 2 orang subjek mengalami skor tetap, dan 1 orang subjek mengalami penurunan skor. Selain itu, hasil refleksi menunjukkan bahwa kegiatan psikoedukasi ini memberikan manfaat kepada subjek yaitu menambah pengetahuan dan pengalaman subjek. Subjek juga mulai menyadari perlunya menurunkan ego, menghargai hasil karya anak, dan perlunya berkomunikasi dari hati ke hati untuk mengatasi tantrum pada anak.
Improving social skills in children with personality traits shyness Said, Astri Ardiyanti; Iswinarti, Iswinarti
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 4 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v12i4.29919

Abstract

Shyness can manifest as inhibition, fear, and avoidance in the context of new social environments and perceived social evaluation situations. Individuals with shyness show symptoms from cognitive, emotional and behavioral aspects. The assessment method used is observation interviews and using psychological test tools. The intervention used is social skills training with the modeling technique which is carried out in eight sessions. Social skills are the ability to express oneself when interacting with others, being able to read and understand any social situation, having knowledge of social roles, norms, and rules. The modeling technique helps children imitate the behavior of the model to change the subject’s behavior in the social environment, so that the modeling technique can help subjects improve social skills. The results of the intervention show that the modeling technique can improve social skills in children with shyness personality traits.Rasa malu dapat bermanifestasi sebagai sikap inhibisi, ketakutan, dan penghindaran dalam konteks lingkungan sosial baru dan situasi evaluasi sosial yang dirasakan. Individu dengan rasa malu menunjukkan gejala dari aspek kognitif, emosional, dan perilaku. Metode penilaian yang digunakan adalah wawancara observasi dan menggunakan alat tes psikologi. Intervensi yang digunakan adalah pelatihan keterampilan sosial dengan teknik modeling yang dilakukan dalam delapan sesi. Keterampilan sosial adalah kemampuan untuk mengekspresikan diri ketika berinteraksi dengan orang lain, mampu membaca dan memahami situasi sosial apa pun, memiliki pengetahuan tentang peran, norma, dan aturan sosial. Teknik modeling membantu anak meniru perilaku model untuk mengubah perilaku subjek di lingkungan sosial, sehingga teknik modeling dapat membantu subjek meningkatkan keterampilan sosial. Hasil intervensi menunjukkan bahwa teknik modeling dapat meningkatkan keterampilan sosial pada anak dengan ciri kepribadian pemalu.
Studi kasus: Penerapan acceptance commitment therapy pada individu depresi dengan psikotik untuk mengelola unwanted experience Pribadi, Inas Ngesti; Ambarini, Tri Kurniati
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 4 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v12i4.32590

Abstract

Major depression with psychosis accounts for 25% of depressed patients showing greater dysfunction than non-psychotic depression. History of trauma and sexual violence, especially during childhood, are risk factors for the development of depression. The said event is called an unwanted experience from the perspective of Acceptance and Commitment Therapy (ACT) which patients will try to avoid but actually causes the development of psychopathology that interferes with daily functioning. This study aims to test the Acceptance and Commitment Therapy intervention on individual with depression with psychotic through 6 main points of ACT to manage unwanted experiences. Results showed that there was a decrease in depression scores as measured by the Beck Depression Inventory from 44 which is the extreme depression category to a score of 16 which is a mild mood disorder. Aspects that are very helpful in the intervention process include the contact with present moment aspect with mindfulness, acceptance, values, and defusion.Depresi mayor dengan psikosis menyumbang 25% dari pasien depresi yang menunjukkan disfungsi yang lebih besar daripada depresi non-psikotik. Riwayat trauma dan kekerasan seksual, terutama selama masa kanak-kanak, merupakan faktor risiko untuk perkembangan depresi. Peristiwa tersebut disebut sebagai pengalaman yang tidak diinginkan dari perspektif Acceptance and Commitment Therapy (ACT) yang akan coba dihindari oleh pasien tetapi sebenarnya menyebabkan perkembangan psikopatologi yang mengganggu fungsi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menguji intervensi Acceptance and Commitment Therapy pada individu dengan depresi dengan psikotik melalui 6 poin utama ACT untuk mengelola pengalaman yang tidak diinginkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada penurunan skor depresi yang diukur dengan Beck Depression Inventory dari 44 yang merupakan kategori depresi ekstrem menjadi skor 16 yang merupakan gangguan suasana hati ringan. Aspek yang sangat membantu dalam proses intervensi meliputi aspek kontak dengan momen saat ini dengan kesadaran, penerimaan, nilai-nilai, dan defusi.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 3 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 2 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 12 No. 1 (2024): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 4 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 3 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 2 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 11 No. 1 (2023): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 4 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 3 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 2 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 10 No. 1 (2022): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 4 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 3 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 2 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 9 No. 1 (2021): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 4 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 3 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 2 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 8 No. 1 (2020): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 2 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 7 No. 1 (2019): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 2 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 6 No. 1 (2018): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 2 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 1 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 2 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 4 No. 1 (2016): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 2 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 1 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 2 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 2 No. 1 (2014): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 1 No. 1 (2013): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi More Issue