cover
Contact Name
Zulkifli Abdullah
Contact Email
zulkifliabdullah@fisip.unmul.ac.id
Phone
+6285222935761
Journal Mail Official
psd@fisip.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Muara Muntai, Kampus Gunung Kelua, Samarinda 75119, Kalimantan Timur, Indonesia
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Progress in Social Development
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 27222861     DOI : https://doi.org/10.30872/psd
Core Subject : Humanities, Social,
Progress in Social Development published by the Department of Social Development, Faculty of Social Science and Political Science Universitas Mulawarman, which is published twice a year in January and July. Articles are written in Bahasa Indonesia.
Articles 78 Documents
STUDY OF THE EFFECTIVENESS OF THE CSR PROGRAM OF PT PLN NUSANTARA POWER UP MUARA KARANG "DENTING NUSANTARA" THROUGH SROI ANALYSIS: STUDI EFEKTIVITAS PROGRAM CSR PT PLN NUSANTARA POWER UP MUARA KARANG “DENTING NUSANTARA” MELALUI ANALISIS SROI Sarika Apriyeni Gopar; Dityan Satyayoni; Agus Maulana; Vowas Gamar Bawanto; Anindita Firnadi
Progress In Social Development Vol. 5 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v5i2.96

Abstract

Program CSR Denting Nusantara yang dilakukan oleh PT PLN Nusantara Power UP Muara Karang yang bertujuan untuk mengentaskan kasus stunting di wilayah Kelurahan Pluit, Jakarta Utara. Penelitian ini melakukan evaluasi efektivitas dari Program Denting Nusantara menggunakan metode Social Return on Investment (SROI). Data penelitian ini didapatkan dari hasil FGD, depth interview, dan dokumen internal milik perusahaan. Berdasarkan hasil olah data, didapatkan nilai SROI sebesar 2.25 yang artinya setiap 1 rupiah yang diinvestasikan oleh perusahaan memberikan manfaat atau dampak sosial sebesar 2,25 rupiah. Program Denting Nusantara berhasil menurunkan angka prevalensi stunting di Kelurahan Pluit sebesar 20% dan memberikan dampak positif di kalangan pemangku kepentingan. Program ini melibatkan berbagai pihak di antaranya pemerintah setempat, komunitas dan kelompok masyarakat di Kelurahan Pluit, Jakarta utara. Keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan program ini menunjukkan kerja sama kolaboratif yang efektif dalam upaya menurunkan angka prevalensi stunting di kalangan penerima manfaat.
ANALYSIS OF THE COMMUNITY EMPOWERMENT MODEL OF PT PERTAMINA PATRA NIAGA AFT BIL IN OVERCOMING THE REDUCTION OF STUNTING RATES IN PENUJAK VILLAGE WEST PRAYA DISTRICT CENTRAL LOMBOK REGENCY: ANALISIS MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PT PERTAMINA PATRA NIAGA AFT BIL DALAM PENANGGULANGAN PENURUNAN ANGKA STUNTING DI DESA PENUJAK KECAMATAN PRAYA BARAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Dian Fadhliana; Muhammad Rizqi Hidayatullah
Progress In Social Development Vol. 5 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v5i2.98

Abstract

Berbagai riset yang membahas seputar Stunting di negara berkembang khususnya di Indonesia membidik prevalensi stunting yang masih berada di angka 30,8% di atas rata-rata prevalensi dunia yaitu 22,2%. Di negara lain seperti Ethiopia 52,4%, di susul peringkat berikutnya Congo sebesar 40% dan Afrika yang menduduki angka stunting sebesar 34,5%. Kondisi tersebut masih jauh dari angka yang ditetapkan oleh Word Health Organization yang menargetkan angka stunting kurang dari 20%. Stunting merupakan masalah gizi kronis pada Balita yang disebabkan oleh asupan gizi kurang dalam waktu cukup lama dan diakibatkan dari pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi seimbang. Stunting disebabkan karena gizi buruk saat ibu hamil, anemia pada masa kehamilan, tidak mendapatkan ASI eksklusif, anak kurang mendapatkan nutrisi saat MPASI, sanitasi buruk, diare berulang, tidak rutin imunisasi, bayi prematur, praktik pengasuhan kurang baik, dan kemiskinan. Sedangkan Balita stunting berdampak pada meningkatnya risiko mortalitas dan morbiditas, rendahnya kemampuan kognitif, risiko penyakit kronis saat dewasa, gangguan kesehatan reproduksi hingga rendahnya produktivitas. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka prevalensi stunting di Nusa Tenggara Barat mencapai 32,7% atau sebesar 1,3% dari angka stunting pada tahun 2021. di Kabupaten Lombok Tengah prevalensi angka stunting menduduki angka 37% berdasarkan data e-PPGM per Agustus 2022. Tingginya angka tersebut mendapatkan atensi dari berbagai pihak salah satunya dari program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh PT Pertamina Patra Niaga AFT BIL sebagai perusahaan BUMN yang berkontribusi dalam pengurangan prevalensi stunting di desa Penujak kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang menggabungan teknik pengambilan data secara purposive sampling pada penerima manfaat program. Hasil temuan dari model pemberdayaan masyarakat PT Pertamina Patra Niaga AFT BIL menerapkan model komprehensive yang mampu dijadikan sebagai contoh pelaksanaan program bebas stunting di Indonesia. Melalui program pemberian makanan tambahan (PMT) selama 12 bulan menghasilkan peningkatan Gizi sebesar 47% pada tahun 2024.
INNOVATIVE STRATEGY FOR COMMUNITY EMPOWERMENT WITH A GENDER PERSPECTIVE IN THE KUAS JIRAK CSR PROGRAM: STRATEGI INOVATIF PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERPERSPEKTIF GENDER DALAM PROGRAM CSR KUAS JIRAK Lina Nur Afifah; Sabrina Hani Andhita
Progress In Social Development Vol. 5 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v5i2.100

Abstract

Ketimpangan gender yang dialami kelompok perempuan menjadikan mereka dikategorikan sebagai salah satu kelompok rentan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui praksis Program CSR Kuas Jirak yang dilakukan oleh PT Pertamina EP Tanjung Field dalam upaya pemberdayaan perempuan di Desa Jirak, Kecamatan Pugaan, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus untuk mengamati implementasi program CSR yang dijalankan perusahaan. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan, 1) Program Kuas Jirak telah mampu merepresentasikan bentuk pemberdayaan masyarakat berperspektif gender melalui terbukanya akses bagi perempuan Desa Jirak dalam pelatihan dan kepemilikan modal, 2) Strategi yang digunakan oleh PT Pertamina EP Tanjung Field adalah mengadopsi konsep PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) dan inovasi zero waste pengolahan ikan, 3) Program Kuas Jirak telah memberikan dampak positif di masyarakat di antaranya adalah peningkatan pengetahuan, penguatan jaringan sosial di masyarakat, penambahan sarana dan prasarana produksi, melawan stigma ketidakberdayaan perempuan, optimalisasi sumber daya alam, dan peningkatan perekonomian.
EMPOWERING TRIGONA HONEY BEE FARMERS: COMMUNITY EMPOWERMENT EFFORTS BASED ON LOCAL POTENTIAL BY PT PERTAMINA EP SANGGATA FIELD–LAPANGAN SEMBERAH: PEMBERDAYAAN PETANI MADU LEBAH TRIGONA: UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS POTENSI LOKAL OLEH PT PERTAMINA EP FIELDS AREA SANGGATA FIELD–LAPANGAN SEMBERAH Luthfi Kurniawan Joshi; Reza Bagus Yustriawan
Progress In Social Development Vol. 5 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v5i2.102

Abstract

Peran Corporate Social Responsibility (CSR) dalam program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan budidaya lebah Trigona (Lebah Kelulut) di Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada. Keanekaragaman hayati hutan tropis di Indonesia, termasuk hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan komoditas hutan yang kurang dihargai, terabaikan, atau komoditas hutan kecil, memainkan peran penting dalam mata pencaharian masyarakat sekitar hutan. Salah satunya adalah di Desa Tanah Datar, Kutai Kartanegara yang menjadi lokasi beroperasinya PT Pertamina EP Sanggatta Field – Lapangan Semberah. Kawasan hutan yang berada disekitar wilayah ini merupakan habitat yang menyediakan sumber pakan bagi lebah madu kelulut atau trigona. Lebah madu, khususnya lebah kelulut dapat dikategorikan sebagai hasil hutan bukan kayu yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Hal inilah yang coba untuk dikembangkan oleh PT Pertamina EP Sanggatta Field – Lapangan Semberah melalui Program CSR Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana upaya yang dilakukan oleh Perusahaan dalam melakukan pemberdayaan Masyarakat berbasis potensi lokasi di Desa Tanah Datar. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif melalui analisis dokumen yang dimiliki oleh perusahaan. Adapun program CSR Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) ini telah memberikan dampak yang nyata bagi Masyarakat wilayah Desa Tanah Datar berupa meningkatkan perekonomian penerima manfaat karena hasil panen madu bernilai ekonomis. Dari segi sosial, berbagai kegiatan yang ada meningkatkan interaksi sosial dan menumbuhkan kohesi sosial yang erat antar penerima manfaat. Sedangkan dari aspek lingkungan, sistem budidaya lebah madu kelulut ini membutuhkan bunga sebagai penghasil polen untuk makanan secara tidak langsung menciptakan vegetasi yang bermanfaat bagi lingkungan.
IMPACT OF STREET VENDORS' RELOCATION ON DERMAGA WISATA SANGGAM TANJUNG REDEB DISTRICT BERAU REGENCY: DAMPAK RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA DI DERMAGA WISATA SANGGAM KECAMATAN TANJUNG REDEB KABUPATEN BERAU Ahmad Irgi Fahrezy; Agustin Nurmanina
Progress In Social Development Vol. 5 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v5i2.104

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fenomena relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dari Dermaga Wisata Sanggam Berau ke Jalan Pemuda, serta menganalisis dampak ekonomi dan sosial dari persepsi PKL yang direlokasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data primer dan sekunder melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling, melibatkan sepuluh informan yang terdiri dari informan kunci dan utama. Hasil penelitian menunjukkan relokasi PKL merupakan kebijakan Pemerintah Daerah Berau berdasarkan adanya peningkatan jumlah wisatawan yang menggunakan dermaga. Area parkir dermaga Sanggam yang sebelumnya digunakan PKL untuk berjualan harus difungsikan kembali secara penuh untuk parkir kendaraan pengguna dermaga. Lokasi baru yang berada di Jalan Pemuda dianggap kurang strategis dan sempit sehingga memberikan dampak negatif terhadap para pedagang, meliputi penurunan pendapatan dan ketidakstabilan aktivitas jual beli. Meskipun demikian, terdapat dampak positif seperti peningkatan keamanan, hubungan sosial antar pedagang, serta kepastian hukum. Penelitian ini merekomendasikan Pemerintah Daerah Berau melakukan evaluasi dan merumuskan strategi relokasi yang lebih baik, serta mempertimbangkan untuk merevisi kebijakan terkait wilayah wisata kuliner agar lebih mendukung kegiatan usaha PKL.
DEVELOPMENT OF SYSTEMIC CHANGE THROUGH THE ASA BERGENDING SOCIAL INNOVATION PROGRAM: PENGEMBANGAN PERUBAHAN SISTEMIK MELALUI PROGRAM INOVASI SOSIAL ASA BERGENDING Dewi Luqmania; Anjumiz Sunani; Afifah Septiani; Febi Agus Dwi Riyanto
Progress In Social Development Vol. 5 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v5i2.105

Abstract

Program ASA BERGENDING merupakan inovasi sosial yang dirancang untuk memberdayakan perempuan penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Mengadopsi kerangka kerja enam tahap inovasi sosial, program ini dimulai dengan pemetaan sosial yang mengidentifikasi 30 perempuan penyintas KDRT yang mengalami penurunan rasa percaya diri dan isolasi sosial. Program ini kemudian mengembangkan berbagai inisiatif pemberdayaan yang terintegrasi, seperti pelatihan keterampilan, pengelolaan bank sampah, dan pendirian UMKM, yang difokuskan pada peningkatan kesejahteraan ekonomi dan ketahanan keluarga. Pada tahap implementasi, program ini berhasil mendirikan 1 Bank Sampah Induk dan 12 Bank Sampah Unit, mendukung legalitas 64 UMKM, serta melakukan revitalisasi lahan-lahan non-produktif menjadi kebun pangan lokal (Bungalo). Dengan pendekatan partisipatif, Program ASA BERGENDING menciptakan dampak signifikan, termasuk peningkatan partisipasi sosial dan ekonomi penyintas KDRT, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu KDRT, dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Program ini tidak hanya menciptakan perubahan sistemik di Kelurahan Gending, tetapi juga menjadi model pemberdayaan perempuan dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
THE EXISTENCE OF THE AGGALARA’ TRADITION IN PASSUNNA’ CEREMONY IN JENEPONTO, SOUTH SULAWESI Henri, Henri
Progress In Social Development Vol. 6 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v6i1.115

Abstract

This research aims to explore the existence of the aggalara’ tradition in the passunna’ ceremony, focusing on its historical background and its rhythm of implementation in the modern era in Balangloe Village, Binamu Subdistrict, Jeneponto Regency. This research employs a qualitative approach, with data collection methods including observation, interviews, and documentation. The structural theory of functionalism AGIL Talcott Parsons is used as an analytical knife to explore this research. The results reveal that the aggalara’ tradition in the passunna’ ceremony is a cultural heritage passed down from ancestors and has been practiced from ancient times to the present through generations. The aggalara’ tradition is led by a specific individual trusted by the local community, believed to be a successor mystically appointed by tau allenguk. All residents of Balangloe Village do not practice this tradition; instead, it is maintained only by a portion of the community who specifically believe that the aggalara’ tradition is an ancestral heritage that must be preserved. The advancement of modern times has also influenced the community's logic, leading to the perception that not all traditions need to be perpetuated.
EVALUATION OF FIRE AND RESCUE SERVICES DIGITALIZATION IN JAMBI CITY WITH "SIMERAH KOJA" MOBILE APPLICATION Uswatun Asiah; Revi Jeane Putri
Progress In Social Development Vol. 6 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v6i1.118

Abstract

This study aims to evaluate digital-based public services through the mobile application "SiMerah Koja" in fire and rescue services by the Jambi City government. Jambi City has a high population density that has a high potential for fire. One of the factors for the slow handling of fires is the lack of utilization of technology, so the Jambi city government is committed to creating effective and efficient services by digitizing public services. This research uses descriptive qualitative methods. Determination of informants in this study was carried out using purposive sampling technique, namely taking informants who were in accordance with the research focus. Data were obtained through interviews, observations, and documentation which were then analyzed by researchers. The results showed that the digitization of public services in fire and rescue services in Jambi city using the SiMerah Koja mobile application was still not optimal and experienced several obstacles. First, the lack of government socialization to the public regarding the SiMerah Koja mobile application. Second, the lack of digital literacy of citizens. Third, the quality of the SiMerah Koja mobile application system is not optimal.
TLOCOR MARINE TOURISM-LUSI ISLAND AS A MEANS OF ENVIRONMENTAL CONSERVATION AND EMPOWERMENT OF THE SURROUNDING COMMUNITY IN SIDOARJO Pandu Rudy Widyatama; Muhajir Taslikhan; Nuril Huda
Progress In Social Development Vol. 6 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v6i1.134

Abstract

Tlocor Marine Tourism-Lusi Island, located in Sidoarjo, East Java, is an ecotourism destination that combines environmental conservation and local community empowerment. This study aims to analyze the role of tourism in the context of environmental conservation and empowerment of the surrounding community. The data were collected through field observations, interviews with five main informants (tourism coordinators, POKDARWIS members, and local communities), and documentation. In addition, numerical data were also added, including visitor information, community participation levels, economic influence, and environmental benefits to strengthen the analysis. The results of the study show that the Mangrove ecosystem is well maintained, functioning as a tourist attraction as well as a buffer for the coastal ecosystem. However, inadequate transportation access, lack of digital promotion, and low community participation are the main challenges. Nevertheless, the existence of this tourism has increased environmental awareness and created economic opportunities for the local community. With infrastructure support, better promotion, and optimal community involvement, Tlocor Marine Tourism-Lusi Island has great potential to develop into a leading ecotourism destination. Finally, this study emphasizes the importance of collaborative efforts between environmental conservation and community empowerment in sustainable ecotourism management.
OPEN DATA USAGE AND DIGITAL LITERACY LEVEL OF PEOPLES IN TANGERANG REGENCY Ahmad Khumaeni Zhakaria; Ray Septianis Kartika; Nurkholish Majid
Progress In Social Development Vol. 6 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v6i1.136

Abstract

The era of digitalization requires an innovative and accountable government. Tangerang Regency has a variety of applications that are realized to accelerate services and good governance as a whole. One of them is through open government data, which is easily accessible by any party to achieve a goal, namely transparency and disclosure of information. The purpose of this study is to determine the level of digital literacy of the community and the extent of their use of the open data portal. This research uses a mixed method with quantitative analysis using a Likert scale. The population and sample of the study were the people of Tangerang district aged between 18 and 60 years old, domiciled in Tangerang, and had used the district's open data portal. The results of this study indicate that although most people in Tangerang district have relatively high digital literacy skills, they still do not fully utilize this tool in the context of using the open data portal. This is due to several factors such as lack of public awareness, socialization from the government, and features that are not fully optimized.