cover
Contact Name
Ainur Komariah
Contact Email
ainurkomariah.ak@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
japtiunivetbantara@gmail.com
Editorial Address
Jalan Letjen. S. Humardani, No. 1, Sukoharjo
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI)
ISSN : 27221539     EISSN : 27223795     DOI : http://dx.doi.org/10.32585/japti.v1i1.621
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) merupakan jurnal ilmiah berskala nasional yang dikelola oleh Universitas Veteran Bangun Nusantara. JAPTI terbit berkala 6 bulanan, atau 2 kali dalam setahun, yakni bulan Maret dan September. JAPTI menerima naskah artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya, baik pada jurnal maupun media publikasi lain.
Articles 100 Documents
PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DALAM UPAYA MANAJEMEN RISIKO PENGEMBANGAN FINANCIAL ENGINEERING DALAM BISNIS Fitria, Hanin; Firmansyah, Nunung Agus; Rizaq, Syaiful Umam
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v2i2.2167

Abstract

Permasalahan keuangan dalam bisnis tersebut memunculkan sebuah temuan pengembangan bisnis baru. Pengembangan tersebut yaitu dengan menerapkan financial engineering dalam bisnis. Financial engineering (rekayasa keuangan) adalah proses perencanaan, pengembangan, dan penerapan inovasi dan formalisasi produk keuangan untuk memecahkan masalah di sektor keuangan. Pengusaha dan pemilik bisnis membutuhkan pemahaman yang jelas tentang apa yang dimaksud dengan financial engineering dan bagaimana teknologinya dapat diterapkan. Dengan memahami financial engineering ini diharapkan kelangsungan hidup perusahaan akan bertahan lama dan ketidakpastian mengenai kelangsungan hidup perusahaan dapat dihindari. Namun dalam sebuah pengembangan financial engineering dalam bisnis perlu dilakukan manajemen yang baik. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir risiko-risiko yang akan muncul di kemudian hari. Risiko memiliki berbagai macam, risiko merupakan sebuah masalah yang perlu dihindari. Manajemen risiko akan menghadapi tantangan berat ketika mendekati kebutuhan spesifik dan endogen. ISO 31000:2009 memberikan pedoman umum dan kerangka kerja dalam manajemen risiko dari berbagai negara. Pedoman dalam ISO 31000:2009 memberikan dorongan untuk tindakan pencegahan yang dapat diterapkan dalam mengantisipasi dampak negatif dari risiko yang muncul. Dari permasalahan tersebut maka akan dilakukan analisis risiko apa yang akan terjadi dalam sebuah bisnis yang melakukan pengembangan financial engineering. Dalam penelitian ini digunakan studi analisis dari permasalahan yang nyata pada pengembangan financial engineering dalam bisnis yang pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Sehingga nantinya akan didapatkan kesimpulan risiko yang muncul dalam penerapan financial engineering. Kata kunci: risk management, financial engineering, business
PENGENDALIAN MUTU DENGAN METODE HACCP PADA PRODUK MADU MONGSO “ZAHRA’’ (STUDI KASUS DI INDUSTRI RUMAH TANGGA ROHMAH FOOD DI KUDUS) Saputra, Mohamad Hendy; Khoriyah, Nuzulia; Fatmawati, Wiwiek
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v2i2.2168

Abstract

Perkembangan industri di sektor makanan setiap tahun terus menunjukan grafik meningkat. PJ. Rohmah food adalah industri rumah tangga yang memproduksi produk makanan khas Kudus yaitu jenang dan madu mongso. Madu Mongso dapat bertahan selama 1,5 – 2 bulan sebelum muncul Kapang atau sudah berbau tengik atau biasa disebut sudah kadaluarsa. Permasalahan yang timbul tersebut mengakibatkan kerugian karena produk Madu Mongso tidak laku di pasaran. Proses penelitan yang harus dilakukan  untuk mencari sumber penyeyab timbulnya kapang pada madu mongso dimulai dari bahan baku yang digunakan, alat produksi, dan pekerja. Pengendalian Mutu dari sumber bahan baku, peralatan, pekerja itu sangat berpengaruh pada kualitas produk yang diperoleh. Metode HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) dapat digunakan untuk mencari sumber penyebab permasalahan kapang yang sering timbul pada Madu Mongso yang masih pada periode baik (belum expired). Kandungan kapang  diatas batas normal dengan hasil 4 x 10³ CFU/gram dan hasil pengamatan yang perlu dilakukan perbaikan dari pekerja adalah kedisiplinan menggunakan sarung tangan pada proses yang langsung kontak dengan produk. Permasalahan lain juga timbul adalah kandungan tembaga yang tinggi pada madu mongso dengan nilai 1.85 mg/kg, Hasil penelitian yang menunjukan produk madu mongso cepat berjamur adalah kandungan kapang yang tinggi. Kandungan kapang dapat ditekan dengan proses pemasakan madu mongso hingga kering maksimal dan dengan cara pencucian dengan air pada tape ketan sebelum proses pemasakan madu mongso.
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK BOOTH DISPLAY MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DAN PERANCANGAN TOOL DESAIN PRODUK MENGGUNAKAN MORPHOLOGICAL CHART Marcelinawati, Veronica Okta; Indrasari, Anita
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v2i2.2170

Abstract

A company must provide quality products that can provide satisfaction to consumers. Therefore, it is crucial to know the consumer's desire to increase customer satisfaction. The objective of this research is to acquire the display booth's product specifications and to design a tool that contains alternative product designs that can help consumers make decisions for the display booth. The method used in this research is the Quality Function Deployment (QFD) method to determine product specifications based on consumer desires and the Morphological chart method for designing product design tools. Based on research using the QFD method, the product specifications of the display booth were obtained, namely, the product shape (8.31), raw materials (7.50), product size (6.11), completeness of product components (5.15), surface texture (2, 14), and color (0.99). These specifications are used for product design tools using the morphological chart method. The tools designed have five alternative designs for each product specification. Suggestions for further research should afford to use science and other approaches to improve product quality and redesign tools that can make it easier for consumers and companies.
ANALISIS PENGARUH SUPPLY CHAIN MANAGEMENT TERHADAP KEUNGGULAN BERSAING DAN KINERJA PERUSAHAAN (STUDI PADA UMKM KLASTER BANDENG PRESTO SEMARANG) Ahmad, Tita Latifah; Fitria, Hanin
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v2i2.2172

Abstract

UMKM Klaster Bandeng Presto Semarang mengalami beberapa masalah utama khususnya dalam hal persaingan yang salah satu penyebabnya yaitu produk yang dijual hampir sama. Situasi diperburuk karena adanya pandemi covid-19 sehingga membuat omset penjualan turun drastis sampai 90%. Memahami dan mempraktikkan SCM menjadi sebuah prasyarat penting untuk tetap kompetitif dalam persaingan dan meningkatkan kinerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Praktik SCM terhadap Keunggulan Bersaing dan Kinerja Perusahaan dengan metode Structural Equation Modelling (SEM) – Partial Least Square (PLS). Berdasarkan hasil analisis PLS didapatkan hasil bahwa Praktik SCM tidak memiliki pengaruh yang positif terhadap Kinerja Perusahaan dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,244 dan nitai t (1,062) ? nilai t tabel (1,36). Namun, praktik SCM memiliki pengaruh yang positif terhadap Keunggulan Bersaing dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,452 dan nilai t (1,588) ? nilai t tabel (1,36). Sementara itu, Kinerja Perusahaan memiliki pengaruh yang positif terhadap Keunggulan Bersaing dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,526 dengan nilai t (2,304) ? nilai t tabel (1,36). Untuk indikator Praktik SCM yang digunakan yaitu Strategic Supplier Partnership, Customer Relationship dan Information Sharing. Indikator Keunggulan Bersaing berdasarkan harga, kualitas, delivery, dependability dan inovasi produk. Indikator Kinerja Perusahaan yaitu dilihat dari kinerja keuangan (tingkat pengembalian atas penjualan, perbaikan produktivitas kerja dan perbaikan biaya produksi) dan kinerja operasional (efektifitas pemasaran dan kepuasan pelanggan).
PERANCANGAN ALAT BANTU MATERIAL HANDLING UNTUK PROSES PENANGANAN LIMBAH ABU BATU BARA DI BOILER PT XYZ Ahya, Rahmatul; Saputra, Firza Asep; Suprapto, Suprapto
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v2i2.2181

Abstract

PT XYZ adalah salah satu perusahaan farmasi yang mengawali usahannya dalam kesederhanaan, namun mengemban cita-cita yang besar yang ada di kota sukoharjo. Produk - produk keseluruhan yang di hasilkan oleh PT XYZ sebagian besar menggunakan energi dari mesin boiler. Boiler merupakan alat yang digunakan untuk menghasilkan uap atau steam untuk berbagai keperluan, uap yang di hasilkan mesin boiler di gunakan untuk energi dalam proses produksi di seluruh PT XYZ. Mesin boiler batu bara yang berada di PT XYZ di operasikan 2 orang dalam 8 jam dan mempunyai 3 shif dalam 1 hari. Mesin boiler batu bara yang beroperasi 24 jam tentunya terdapat limbah akibat pembakaran batu bara yang disebut abu batu bara. Pekerjaan operator boiler yang harus mengemas abu batu bara menggunakan sekop kemudian di masukan ke dalam karung, sedangkan operator boiler harus mengoperasikan mesin boiler yang tidak bisa di tinggalkan dengan waktu lama menjadi masalah utama. Hasil dari perancangan alat bantu material handling untuk proses penanganan limbah abu batu bara yaitu rancanganan kereta rel pengangkut tong untuk abu batu bara yang bertujuan untuk operator boiler bisa lebih fokus mengoperasikan mesin boiler. Waktu proses penanganan limbah abu batu bara menggunakan karung mendapatkan waktu 9,21 jam, kemudian waktu proses penanganan limbah abu batu bara menggunakan kereta rel pengangkut dengan waktu 3,68 jam. Dari waktu proses dengan menggunakan karung lebih lama dengan selisih waktu 5,53 jam atau 60,04 % dan lebih efesien menggunakan kereta rel pengangkut. Untuk estimasi biaya ongkos material handling menggunakan karung adalah Rp 221,608,000,-/tahun dan menggunakan kereta rel pengangkut tong adalah  Rp 156,162,256,-/tahun. Jadi dari perhitungan per bulan maka didapat selisih sebesar Rp 65,445,744,-/tahun atau hemat 29,53 %.
Model Konseptual Dinamika Pemasaran Minyak Atsiri Indonesia Menggunakan Sistem Dinamik Widiaswanti, Ernaning
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v3i1.2191

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor minyak atsiri di dunia, namun perkembangan industri minyak atsiri Indonesia belum mampu memenuhi permintaan dunia yang terus meningkat. Hal ini dikarenakan manfaat dari minyak atsiri yang sangat banyak. Dinamika pemasaran minyak atsiri Indonesia dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Masalah utama pengembangan minyak atsiri Indonesia dilihat dari segi pemasarannya adalah harga yang berfluktuasi. Beberapa penelitian hanya berfokus pada faktor - faktor tertentu yang berpengaruh terhadap dinamika harga minyak atsiri Indonesia, tetapi belum ada yang dapat mengintegrasikan faktor - faktor yang mempengaruhi dinamika tersebut. Sebuah model terintegrasi, dimana semua variabel yang berpengaruh dalam dinamika pemasaran minyak atsiri Indonesia diilustrasikan dalam hubungan antar variabel, akan membantu pengambil kebijakan untuk lebih memahami sistem. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistem dinamik, model konseptual dikembangkan untuk menunjukkan berbagai variabel yang mempengaruhi pemasaran minyak atsiri Indonesia. Causal loop diagram dikembangkan berdasarkan kajian literatur serta analisis matriks IFE dan EFE. Analisis matrks IFE dan EFE digunakan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemasaran minyak atsiri. Model konseptual digunakan untuk mengintegrasikan faktor - faktor tersebut. Model konseptual yang diusulkan akan membantu dalam menganalisis skenario masa depan keberlanjutan minyak atsiri Indonesia. Penelitian ini akan bermanfaat bagi pembuat kebijakan, seluruh stakeholder minyak atsiri, dan peneliti selanjutnya.
Pengendalian Bahaya K3 Menggunakan Metode Hirarc di Bengkel Las Bintang Jaya Steel Sidosari, Krajan, Sukoharjo Wisudawati, Tri
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v3i1.2199

Abstract

c.     Peran sumber daya manusia merupakan modal dasar dalam penentuan tujuan tempat usaha. Tanpa peran sumber daya manusia, kegiatan dalam perusahaan tidak akan berjalan lancar. Setiap tempat usaha selalu memiliki risiko terjadinya kecelakaan. Kecelakaan akibat kerja merupakan kecelakaan yang terjadi dikarenakan oleh pekerjaan atau pada waktu melaksanakan pekerjaan. Ada dua faktor penyebab kecelakaan kerja, yaitu tindakan manusia yang tidak aman (unsafe condition) dan tindakan manusia yang tidak memenuhi keselamatan kerja (unsafe act). Banyak UMKM yang belum menerapkan K3 di tempat usahanya sehingga bisa mengakibatkan kecelakaan kerja  dan membuat tujuan serta aktivitas pekerjaan tidak bisa berjalan dengan baik. Penerapan K3 sangatlah penting diterapkan di UMKM mengingat sumber daya manusia sangatlah penting dalam aktivitas pekerjaan. Dengan menerapkan manajemen K3, UMKM dapat meminimalisir kecelakaan kerja sehingga tujuan usaha dapat tercapai dengan baik.Penelitian ini membahas tentang pengendalian bahaya K3 menggunakan metode HIRARC untuk pegawai di UMKM Las. Peneltian menggunakan metode survey dan kuesioner yang diberikan kepada pegawai las dan pemilik usaha. Dari penelitian didapatkan aktivitas proses pengelasan memiliki tingkat risiko sebesar 16 dan 20 yang artinya tingkat risiko tinggi. Pengendalian risiko dengan cara menekan likelihood dan menekan severity Total tingkat risiko pada proses pemgelasan dari awal sampai akhir yaitu 37% Low Risk, 46% Moderate Risk, 17% High Risk. Pengendalian bahaya di lingkungan kerja bengkel las menggunakan metode HIRARC ini bisa diterapkan untuk bengkel las yang memiliki aktivitas yang sama mulai dari tahap persiapan, tahap proses, dan tahap penyelesaian sehingga dapat dijadikan referensi terkait pengendalian bahaya dan risiko
Rancangan Fasilitas Kerja Berdasarkan Data Antropometri pada Proses Pembuatan Kue Bakpao Kelompok Sumberan Mentas Unggul Lestariningsih, Siti
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v3i1.2206

Abstract

Kelompok “SUMBERAN MENTAS UNGGUL” merupakan kelompok masyarakat desa yang melakukan aktifitas membuat berbagai makanan ringan terutama jenis kue Bakpao yang menjadi andalan dalam usahanya kelompok tersebut. Dalam proses pembuatan kue Bakpao yang telah dilakukan saat ini posisi dari mesin mixer diletakan tidak di meja jadi posisinya di bawah. Hal ini akan mengakibatkan operator mesin tersebut mengalami kesulitan dalam pengoperasiannya dan cepat lelah karena dengan posisi duduk ataupun jongkok dilantai. Dalam penelitian ini bertujuan untuk merancang fasilitas kerja dengan menbuat meja dan kursi operator mesin tersebut dengan berdasarkan data Antropometri, agar dalam proses mixer dapat berjalan dengan baik dan operator akan nyaman saat melaksanakan pekerjaannya. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian metode kuantitatif dan klualitatif atau gabungan yaitu dengan berdasarkan data antropometri dan dengan berdasarkan metode Nordic Body Map. Adapun hasil dari penelitian adalah dilakukannya perancang fasilitas kerja berupa pembuatan meja dan kursi operator pada proses mesin mixer dan diperoleh besarnya pengaruh perancangan fasilitas kerja terhadap tingkat ketidaknyamanan operator dalam bekerja yaitu sebanyak 75% merasakan nyaman, 17,8% merasakan nyaman serta  3,6% merasakan kurang nyaman dan tidak nyaman.
AHP-SAW and AHP-WP Sensitivity Test in DSS Design For Housing Location Selection Wahyudi, Adhie Tri; Suparti, Erni; Waruju, Resmitha Dian
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v3i1.2214

Abstract

The Decision Support System (DSS) is implemented by CV. IKS assists the director as a Decision Maker in determining the location of housing developments. In the case of determining the location of the subsidized housing project that was carried out in 2020, the DSS developed with two methods, namely DSS1 with the AHP – WP method and DSS2 with the AHP – SAW method, gives different outputs. The purpose of this paper is to conduct a sensitivity test to determine the MADM method most suitable for completing the locating determination of subsidized housing projects in CV. IKS. The sensitivity test method was chosen because this method can detect every ranking change in each MADM method. The more sensitive the value obtained from the change in ranking suggests the MADM method is the best in displaying the order of the ranked alternatives. It can be seen from the sensitivity test results that the change value of the AHP-WP method is 3.178%, and the change value of the AHP-SAW method is -19.274%. It concluded that the AHP-WP method was considered to be the most relevant in addressing the problem of determining the location of housing developments in the CV. IKS.Keywords: sensitivity test, MADM, AHP-SAW method, AHP-WP method, housing location determination
Pengembangan Sistem Enterprise Resource Planning Untuk Perbaikan Sistem Absensi dan Penggajian di Perusahaan Kontraktor Sari, Marta Hayu Raras Sita Rukmika; Irfani, Amalia Khusnul
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v3i1.2301

Abstract

Penelitian ini mengambil objek di Perusahaan Kontraktor yang memiliki karyawan sekitar 20 orang dan masih menggunakan sistem manual yang dapat menimbulkan dampak negatif jika masih diterapkan hingga sekarang. Seperti kecurangan-kecurangan yang dapat dilakukan oleh karyawan, mulai dari menitipkan absensi kepada rekan kerja hingga memalsukan jam absensi. Selain itu, dampak negatif lainnya adalah mengharuskan untuk menginput data absensi karyawan satu per satu, terlebih dengan adanya penambahan jumlah karyawan setiap tahunnya yang dapat mengakibatkan human error yang lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang terdiri dari wawancara, kuesioner, observasi, dan studi pustaka. Untuk mengatasi permasalahan, dalam penelitian ini penulis mengembangkan sistem berbasis web dengan modul-modul yang saling terintegrasi sesuai dengan prinsip Enterprise Resource Planning (ERP) dan menggunakan perangkat pendukung Internet of Things (IoT) untuk proses absensi. Dalam membangun sistem ini, penulis menggunakan teknologi pengembangan web seperti Laravel, HTML, CSS, JS, PostgreSQL, dan beberapa perangkat IoT seperti RFID, NodeMCU, breadboard, dan kabel jumper. Modul-modul yang diintegrasikan dalam sistem ini diantaranya modul Human Resource yang berisi data karyawan, jabatan, divisi, dan jumlah gaji masing-masing jabatan karyawan, kemudian modul Absensi yang berisi daftar absensi yang telah dilakukan oleh karyawan, dan modul Finance yang berisi perhitungan secara otomatis total gaji per karyawan. Dari hasil sistem yang telah dikembangkan dapat disimpulkan bahwa sistem dapat berjalan dengan baik dan terdapat perbedaan yang signifikan dari sebelum perbaikan dan sesudah perbaikan sistem absensi dan penggajian di Perusahaan Kontraktor.  Kata kunci: Absensi, Penggajian, ERP, IoT

Page 6 of 10 | Total Record : 100