cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2023): January" : 17 Documents clear
KR-Heuristic Learning: Strategies to Develop Mathematical Lateral Thinking Skills for Gifted Students Fatra, Maifalinda; Kurniawati, Lia; Sihombing, Adison Adrianus; Maisalamah, Hesti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.746

Abstract

Berpikir lateral merupakan proses kreatif yang dilakukan seseorang dalam memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir lateral matematis siswa berbakat, selama dan setelah diberikan strategi Heuristik-KR. Penelitian ini menggunakan metode single subject research (SSR) dengan desain A-B-A yang dilaksanakan di salah satu madrasah aliyah di wilayah Tangerang Selatan tahun ajaran 2019/2020. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa yang termasuk dalam kategori siswa berbakat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes esay yang telah diuji validitas isi dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan penyajian data melalui grafik dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir lateral matematis tertinggi untuk ketiga subjek diperoleh pada kondisi baseline 2 (A2). Kemampuan berpikir lateral matematis G1 dan G3 pada kondisi intervensi lebih rendah dari baseline 1 dan 2. Untuk G2, kemampuan berpikir lateral matematis pada kondisi baseline 2 lebih tinggi dari intervensi dan baseline 1. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi Heuristik-KR yang terdiri dari tahapan membaca dan berpikir, mengeksplorasi dan merencanakan, memilih strategi, menemukan jawaban, serta merefleksikan dan memperluas cukup efektif. Strategi Heuristik-KP berpengaruh terhadap kemampuan berpikir lateral matematis pada indikator identifikasi ide, keterbukaan, pengembangan, fleksibilitas, orisinalitas, dan analisis fakta. Lateral thinking occurs when students used a creative method to solve problems. This study aimed to analyze the mathematical lateral thinking skills of gifted students during, and after being given the Heuristic-KR strategy. This study used a single subject research (SSR) method with an A-B-A design which was carried out at one of the aliyah madrasas in the south Tangerang for the 2019/2020 academic year. The study involved 3 gifted students and use a descriptive test that had been tested using content validity and reliability. The data were analyzed using descriptive statistics by presenting data through graphs and tables. The results showed that the highest mathematical lateral thinking ability for the three subjects was obtained during baseline condition 2 (A2). The mathematical lateral thinking ability of G1 and G3 reached the lowest score in the intervention condition. For G2, the mathematical lateral thinking ability reached the highest score in the baseline 2. The study concluded that the Heuristic-KR strategy was quite effective, consisting of reading and thinking stages, exploring and planning, selecting a strategy, finding an answer, and reflecting and extending. The Heuristic- KP strategy affected the mathematical lateral thinking ability on the indicators of idea identification, openness, development, flexibility, originality, and facts analysis.
Factor Analysis in Constructing Mathematical Disposition Instrument: Affective Domain Soesanto, Robert Harry; Dirgantoro, Kurnia Putri Sepdikasari
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.747

Abstract

Keberadaan dari peran disposisi matematis menjadi aspek yang masih dinilai vital ketika siswa berhadapan dengan pembelajaran matematika. Di tengah beragam penelitian terkait hal ini, masih minim studi yang mengkonstruksi instrumen disposisi matematis yang memenuhi kaidah statistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi instrumen disposisi matematis yang telah melewati kajian statistik, dan difokuskan pada konstruksi instrumen untuk domain afektif. Penelitian yang melibatkan 185 mahasiswa S1 ini menggunakan instrumen berupa 33 butir pertanyaan 4 skala Likert yang dianalisis menggunakan analisis faktor konfirmatori melalui IBM SPSS 20. Metode ekstraksi menggunakan Maximum Likelihood dan menerapkan rotasi Varimax untuk membedakan antar dimensi dengan lebih maksimal. Uji prasyarat mengindikasikan terpenuhinya kecukupan sampel dan korelasi yang kuat untuk dilanjutkan dalam proses pengelompokkan dimensi. Hasil analisis faktor konfirmatori memberikan 7 dimensi disposisi matematis domain afektif, di mana nilai reliabilitas Cronbach Alpha dari tiap dimensi cukup tinggi, di mana mengindikasikan validitas yang baik. Secara keseluruhan, konstruksi instrumen memuat 33 butir pertanyaan yang valid dan reliabel. Konstruksi instrumen yang telah teruji secara statistik ini dapat digunakan untuk keperluan penelitian lanjutan yang hendak menelaah secara komprehensif terkait disposisi matematis yang menyoroti domain afektif. The existence of the role of mathematical disposition is still vital in dealing with mathematics learning. Among various researches discussing this issue, there are still few studies that deal with constructing mathematical disposition that fulfill adequate statistical review. This study aims to construct mathematical disposition instrument, which is well-tested through statistic review, and focused on affective domain. Methods: This study which involved 185 undergraduate students utilized instrument consisted of 33 four-Likert scale items analyzed using Confirmatory Factor Analysis (CFA) through IBM SPSS 20. The extract method was using Maximum likelihood and applied Varimax rotation to distinguish among dimensions optimally. Findings: The assumption tests indicate the sampling adequacy and strong correlation to be further conducted into the dimensions grouping process. The result of CFA brings 7 dimensions of mathematical disposition in the affective domain, where the value of Cronbach Alpha reliability of each dimension is quite high, which indicates good validity. Overall, the instrument construction provides 33 items which are all valid and reliable. Conclusion: The instrument construction which has been statistically tested, can be used for the purposes of further research seeking to comprehensively examine mathematical dispositions that highlight affective domains.
A Study of Learning Obstacles: Determining Solutions of a System of Linear Equation Using Gauss-Jordan Method Siahaan, Meiva Marthaulina Lestari; Fitriani; Leli, Angelika Rosa Da Lima
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.748

Abstract

Salah satu metode pencarian solusi SPL yang dipelajari di pendidikan tinggi adalah metode Gauss-Jordan. Berdasarkan data penelitian, mahasiswa melakukan kesalahan dalam melakukan operasi baris elementer (OBE), membentuk ke dalam matriks yang diperbesar, dan bahkan pemahaman mendasar mengenai reduksi baris dan ini berpengaruh dalam menentukan solusi suatu SPL. Untuk itu perlu dianalisis hambatan belajar yang terjadi dalam menentukan solusi SPL menggunakan metode Gauss-Jordan. Peneitian ini merupakan penelitian kualitatif dan merupakan bagian dari Didactical Design Research (DDR). Penelitian ini dilaksanakan di salah satu universitas di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan subjek penelitian merupakan 20 mahasiswa calon guru matematika. Teknik penelitian ini adalah tes diagnostik dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan beberapa hambatan yang dialami mahasiswa adalah keterbatasan pemahaman pada OBE, pengklasifikasian MEBT, dan merepresentasikan MEBT ke dalam solusi SPL. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pengajar hendaknya membuat suatu bahan ajar yang dapat meminimalisir hambatan belajar yang dialami mahasiswa. One of many methods of finding solution of a system of linear equations (SLE) studied in higher education is the Gauss-Jordan method. Based on the research, students made mistakes in performing elementary row operations (ERO), forming into augmented matrices, and even basic understanding of row subtraction and this has an effect on determining the solution of an SLE. For this reason, it is necessary to analyze the learning obstacles that occur in determining the solution of LES using the Gauss-Jordan method. This qualitative research is part of the Didactical Design Research (DDR). This research was conducted at a university in East Nusa Tenggara (NTT) involving 20 students as preservice mathematics teacher. The technique of this research is diagnostic test and interview. The results show that some of the obstacles faced by students are insufficient understanding of ERO, classifying reduced row-echelon form (RREF), and representing MEBT into SPL solutions. This study recommends that teachers create teaching materials that minimizes learning obstacles experienced by students.
Students’ Profiles with Interpersonal and Intrapersonal Intelligence in Solving Mathematical Problems Rochim, Abdur; Hidayati, Wiwin Sri; Masruroh, Faridatul
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.749

Abstract

Kecerdasan interpersonal dan intrapersonal diperlukan dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil siswa dengan kecerdasan interpersonal dan intrapersonal dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian berjumlah dua. Pemilihan subjek berdasarkan pada skala kecerdasan majemuk. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, wawancara dan skala penilaian. Instrumen utama adalah peneliti sendiri, sedangkan instrumen pendukung yaitu lembar tes pemecahan masalah, pedoman wawancara dan lembar skala kecerdasan majemuk. Keabsahan data menggunakan triangulasi waktu. Analisis dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan simpulan. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa subjek berkecerdasan interpersonal dalam memecahkan masalah barisan aritmatika adalah subjek melakukan semua tahapan pemecahan masalah dengan benar tetapi kurang lengkap. Subjek mengkomunikasikan semua ide pemecahan masalah secara lisan dan tulis dengan lancar. Subjek berkecerdasan intrapersonal dalam memecahkan masalah barisan aritmatika adalah subjek melakukan semua tahapan pemecahan masalah dengan keyakinan dan berdasarkan waktu. Subjek menunjukkan kepercayaan diri dan manajemen waktu yang efektif. Interpersonal and intrapersonal intelligence are required to solve mathematical problems. This study aims to analyze the profiles of students with interpersonal and intrapersonal intelligence in solving mathematical problems. This qualitative descriptive study involved two participants selected by multiple intelligences tests. The data collection techniques utilized tests, interviews and rating scales. The main instrument was the researcher himself, while the supporting instruments were the problem solving test sheets, interview guidelines and multiple intelligences scale sheets. The time triangulation was used to validate the data. The data reduction, data presentation and conclusions were conducted in the analysing process. Based on the results of the data analysis and discussion, the study concluded that in solving arithmetic sequence problems the participant with interpersonal intelligence performed all stages of problem solving correctly, but incomplete. The participant communicated all the problem solving ideas in written and spoken forms fluently. The participant with intrapersonal intelligence in solving arithmetic sequence problems confidently and efficiently conducted all problem solving stages. The participant demonstrated good self-confidence and an effective time management.
Teacher Perspective and Performance in Curriculum Prototype Implementation through the Development of Innovative Project-Based Learning Modules Effendi, Moh. Mahfud; Ummah, Siti Khoiruli; Cahyono, Hendarto
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.751

Abstract

Banyak sekolah yang belum memahami dan siap menerapkan kurikulum prototipe dan belum pernah menerapkan pembelajaran berbasis proyek. Tujuan penelitian ini difokuskan pada cara pandang dan kinerja guru matematika dalam mempersiapkan implementasi kurikulum prototipe. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan data yang diperoleh dari observasi dan wawancara. Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan menunjukkan bukti kinerja dan naskah wawancara tentang perspektif guru untuk meninjau kesesuaiannya dengan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru matematika selama penyusunan modul pembelajaran berbasis proyek adalah kesulitan dalam menyusun topik proyek dan mengoperasikan aplikasi komputer sehingga tampilan modul menjadi menarik. Perspektif guru terkait dengan kurikulum prototipe adalah adanya tantangan dalam mengembangkan modul pembelajaran berbasis proyek dimana proyek tersebut merupakan integrasi dari beberapa mata pelajaran. Penyusunan soal jenis AKM juga dinilai sulit dan produk penilaian dengan soal jenis AKM yang dihasilkan guru antara lain soal pilihan ganda, menjodohkan, esai pendek dan esai lengkap. Many schools do not understand, are ready to implement the curriculum prototype, and have never implemented project-based learning. This research aims to focus on the perspective and performance of mathematics teachers in preparing the curriculum prototype implementation. This study uses qualitative research methods with data obtained from observation and interviews. Furthermore, data analysis was carried out by showing evidence of performance and interview scripts about the teacher's perspective to review its suitability with previous research. The results showed that the mathematics teacher's performance during the preparation of project-based learning modules was the difficulty in compiling project topics and operating computer applications so that the module's appearance became attractive. The teacher's perspective on the curriculum prototype is that there are challenges in developing project-based learning modules where the project integrates several subjects. The preparation of AKM-type questions was also considered problematic, and the assessment products with AKM-type questions produced by the teacher included multiple choice questions, matchmaking, short essays, and complete essays.
Analyzing Students' Mathematical Communication Ability in Solving Numerical Literacy Problems Rahmawati, Annisa; Cholily, Yus Mochamad; Zukhrufurrohmah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.752

Abstract

Masih perlu ditingkatnya kemampuan komunikasi matematis siswa, menunjukkan bahwa perlu adanya analisis yang baik dan tepat untuk merancang langkah perbaikan yang efektif. Analisi kemampuan komunikasi matematis dapat memberikan deskripsi yang jelas berkaitan dengan kemampuan komunikasi matematis siswa. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal berciri literasi numerasi. Subjek penelitian ini adalah 6 siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Pasrujambe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes tulis dan lembar pertanyaan tes lisan. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan dan tahap akhir. Teknik analisis data dalam penelitian ini terbagi menjadi tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian diperoleh 4 kategori, antaralain: siswa dengan kemampuan komunikasi matematis tulis sedang dan komunikasi matematis lisan tinggi, siswa dengan kemampuan komunikasi matematis tulis sedang dan komunikasi matematis lisan sedang, siswa dengan kemampuan komunikasi matematis tulis rendah dan komunikasi matematis lisan sedang, serta siswa dengan kemampuan komunikasi matematis tulis rendah dan komunikasi matematis lisan rendah. The necessity to improve students' mathematical communication skill indicates that a good and appropriate analysis is required to design effectively corrective measures. An analysis of mathematical communication skills could provide convinced descriptions related to students' mathematical communication abilities. Therefore, the purpose of this study was to describe students' mathematical communication abilities in solving numerical literacy questions. The participants of this study were six students of class VIII-B of SMP Negeri 1 Pasrujambe. The method used was a qualitative approach, specifically descriptive research. This study utilized written test sheets and oral test question sheets. This study was conducted through the stages of planning, executing, and finalizing stage. The data analysis technique was divided into three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study obtained 4 categories, including students with moderate written mathematical communication skills and high oral mathematical communication, students with moderate written mathematical communication skills and moderate oral mathematical communication skills, students with low written mathematical communication skills and moderate oral mathematical communication as well as students with low written mathematical communication skills and low oral mathematical communication skills.
Mathematics Curriculum Management of Distance Learning Program in Junior High School Syaputra, Adi; Hidayati, Dian; Hasanah, Enung
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.753

Abstract

Penerapan pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran tatap muka di era pendidikan normal baru memiliki implikasi psikologis bagi siswa termasuk pada pelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model konseptual implementasi manajemen kurikulum dalam pembelajaran matematika jarak jauh di SMP. Penelitian ini merupakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan data berasal dari 10 SMP, data diperoleh secara kolektif berupa wawancara dari narasumber. Data diolah dengan aplikasi atlas.ti 8 kemudian divalidasi dan melakukan triangulasi sumber sehingga muncul hasil penelitian yakni (1) strategi pelaksanaan manajemen kurikulum dalam pembelajaran matematika jarak jauh yang diterapkan di pimpin langsung oleh kepala sekolah dengan bentuk brakedown peraturan, (2) pembelajaran yang dilakukan oleh guru berdasarkan perencanaan yang telah disusun oleh guru pada awal tahun ajaran, (3) sarana prasarana untuk pelaksanaan pembelajaran sudah terpenuhi, (4) pelatihan yang diberikan pada guru sudah di program oleh kepala sekolah dengan periodik, (5) pembentukan kelas yang dilakukan berfungsi untuk mengelompokan peserta didik sesuai dengan minat dan kemampuannya, (6) kendala yang dihadapi oleh guru adalah sulit mengetahui eksperesi peserta didik saat pembelajaran, (7) kendala yang dihadapi oleh peserta didik adalah jaringan dan kuota yang dimiliki oleh peserta didik sehingga sulit memahami materi yang disampaikan oleh guru. The implementation of distance learning or face-to-face learning in the new normal education era has psychologically affected the students, including in mathematics learning. This study aimed to find a conceptual model to implement curriculum management of distance learning in mathematics in junior high schools. This qualitative descriptive study collected data from 10 junior high schools. The data were obtained collectively by using interviews. The data was processed using the atlas.ti 8 application and then validated and triangulated the sources so that the results of the research emerged, namely, the implementation strategy of curriculum management of the distance learning in was directed by the school principal in the form of regulatory breakdown, learning carried out by the teacher based on the plan prepared by the teacher at the beginning of the school year, the infrastructure of the learning process was provided, the training provided to teachers was programmed by the principal periodically, the class distribution was based on the student’s interests and abilities, the obstacle faced by the teacher was that it was difficult to know the expressions of the students during learning, the obstacles faced by students was the internet quota and unstable network to such an extent that students were having difficulties to understand the materials delivered by the teacher.
Self-Efficacy and Reflective Thinking Skills Attributes of Pre-service Mathematics Teachers Ariany, Riva Lesta; Rosjanuardi, Rizky; Juandi, Dadang
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.754

Abstract

Kemampuan berpikir reflektif merupakan salah satu kemampuan yang perlu dimiliki oleh calon guru matematika agar dikemudian hari menjadi guru yang profesional. Pengembangan karakteristik berpikir reflektif ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Penelitian ini bertujuan mengkaji apakah terdapat hubungan antara efikasi diri sebagai variabel bebas, terhadap Kemampuan Berpikir Reflektif mahasiswa calon guru matematika sebagai variabel terikat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Instrumen yang dipergunakan dalam pengumpulan data berupa angket efikasi diri dan angket kemampuan berpikir reflektif. Penelitian ini melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika semester VII yang berlokasi di Jawa Barat. Analisis data yang dilakukan dengan melakukan uji korelasi dan regresi linier. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh positif efikasi diri terhadap Kemampuan Berpikir Reflektif calon guru matematika. Reflective thinking is one of the abilities the pre-service mathematics teachers need to have to become professional teachers in the future. The development of this reflective thinking characteristic is influenced by many factors. This study examined the correlation between self-efficacy, as an independent variable, on the reflective thinking attributes of pre-service mathematics teacher as a dependent variable. This quantitative study utilized the correlational method. The instruments used in data collection were self-efficacy and reflective thinking attributes questionnaires. This study involved teacher students of the seventh semester of the Mathematics Education study program. The data analysis was carried out by performing correlation and linear regression tests. The results of the analysis showed that there was a positive effect of self-efficacy on the reflective thinking attributes of pre-service mathematics teachers.
Changes in Students' Cognitive Abilities through STEM-Based Learning in Elementary Schools Fauzan, Bambang Ahmad; Akbar , St Faridah; Kusnadi , Dedi; Sofyan , Ahsan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.755

Abstract

Perkembangan siswa menguasai materi pelajaran berkaitan dengan kemampuan berpikir siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan kemampuan kognitif siswa tingkat sekolah dasar menggunakan pembelajaran berbasis STEM. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Partisipan penelitian dipilih berdasarkan kategori tinggi, sedang dan rendah masing-masing satu orang. Pengumpulan data dilakukan wawancara tidak terstruktur dan hasil analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian terdapat perubahan kemampuan kognitif siswa melalui pembelajaran berbasis STEM. Hal ini dikarenakan setelah melakukan pembelajaran berbasis STEM, ketiga partisipan memenuhi seluruh karakteristik kemampuan kognitif atas dasar hasil wawancara yaitu mampu mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan menciptakan materi sumber energi yang dikaitkan pada materi penyajian data. The development of students mastering the subject matter is related to students' thinking abilities. Therefore, this study aims to determine changes in the cognitive skills of elementary school students using STEM-based learning. This research uses a descriptive method. Research participants were selected based on each person's high, medium and low categories. Unstructured interviews were carried out for data collection, and the analysis results used descriptive qualitative analysis. The results of the study showed changes in students' cognitive abilities through STEM-based learning. The impact occurred is because after carrying out STEM-based learning, the three participants fulfilled all the characteristics of cognitive skills based on interview results, namely being able to remember, understand, apply, analyze.
Students' Problem-Solving Ability Using Picture Story Contexts Lisnani; Inharjanto, Anselmus
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 1 (2023): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.756

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis menjadi salah satu komponen yang perlu dianalisis untuk mengetahui kemampuan peserta didik terhadap satu topik pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik pada materi bangun datar, pengukuran panjang dan berat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Instrumen pengumpulan data melalui tes, kuesioner, dan dokumentasi. Keseluruhan data tersebut dianalisis dan dideskrispsikan oleh peneliti. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV di salah satu sekolah swasta di Palembang berjumlah 14 orang yang diperoleh melalui purposive sampling. Hasil dari penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah pada materi bangun datar dan pengukuran pada peserta didik kelas IV di salah satu sekolah swasta tersebut sebesar 75,59% yang artinya berkategori baik. Kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas IV perlu ditingkatkan terutama pada sesuatu yang sifatnya konkret dengan membiasakan peserta didik memberikan soal-soal berkonteks cerita yang mengarah ke AKM, PISA, dan HOTS kedepannya. Mathematical problem-solving ability is one of the necessary components to analyze as it demonstrates students' ability to comprehend a learning topic. This study aimed to analyze students' mathematical problem-solving skills on flat shapes, measuring length and weight. This descriptive qualitative study used tests, questionnaires, and document analysis to collect the data. All of the data were analyzed and described by the researcher. The participants of the study were 14 fourth grade students in a private school in Palembang selected through purposive sampling technique. The study revealed that the students’ problem-solving abilities on flat shapes and measurements scored 75.59%, which was categorized as “good”. The problem-solving abilities of fourth graders need to be improved, especially on concrete objects by inuring students to story-context questions that promote AKM, PISA, and HOTS in the future.

Page 1 of 2 | Total Record : 17


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 2 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue