cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2023): April" : 19 Documents clear
Students’ Scientific Attitudes and Creative Thinking Skills Halini; R, Zubaidah; Pasaribu, Revi Lestari; Mirza, Ade; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 2 (2023): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.786

Abstract

Salah satu yang dapat mempengaruhi terbangunnya keterampilan berfikir kreatif adalah scientific attitudes seseorang. Tujuan penelitian ini adalah (a) Mendeskripsikan profil scientific attitudes mahasiswa Program Studi Pendidikan matematika, (b) Mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Program Studi Pendidikan matematika, (c) Menguji keterkaitan antara scientific attitudes dan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa. Aspek kelancaran, aspek keaslian dan aspek kerincian termasuk kategori tinggi. Sedangkan aspek keluwesan termasuk pada kategori sedang. Bentuk penelitian menggunakan mixed methods dengan status sepadan yaitu menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Sedangkan sampel penelitian adalah mahasiswa yang tidak mengulang pada mata kuliah penilaian proses dan hasil pembelajaran matematika tahun ajaran 2022/2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik klaster random sampling. Pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan analisis korelasi Kendall Tau. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan yang erat antara scientific attitudes dengan kemampuan berfikir kreatif mahasiswa pada perkuliahan penilaian proses dan hasil belajar matematika. One that can affect the development of creative thinking skills is a person's scientific attitude. The aims of this study were (a) to describe the scientific attitude profile of students in the Mathematics Education Study Program, (b) to describe the creative thinking skills of students in the Mathematics Education Study Program, (c) to test the relationship between scientific attitudes and students' creative thinking skills. Aspects of fluency, aspects of creativity, and aspects of fact are included in the high category. In comparison, the aspect of flexibility is included in the medium category. This form of research uses mixed methods with commensurate status, namely using a qualitative descriptive approach and a quantitative approach. Meanwhile, the research sample was students who did not repeat the mathematics learning process and results in the 2022/2023 school year assessment course. Sampling using cluster random sampling technique. Testing the research hypothesis using Kendall Tau correlation analysis. The results of hypothesis testing show a close relationship between scientific attitudes and students' creative thinking abilities in the process assessment lectures and mathematics learning outcomes.
Pre-Service Biology Teachers’ Mathematics Anxiety Tamba, Kimura Patar; Bermuli, Jessica Elfani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 2 (2023): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.787

Abstract

Kemampuan kuantitatif dibutuhkan calon guru biologi dalam memahami fenomena biologis. Hal pertama yang perlu dilakukan dalam menyelesaikan masalah ini adalah perlunya eksplorasi kondisi kecemasan matematika calon guru biologi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi tingkat kecemasan matematika calon guru biologi dan perbedaannya berdasarkan gender dan angkatan masuk kuliah. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner AMAS (Abbreviated Math Anxiety Scale). Data dianalisis dengan menggunakan statistic deskriptif, uji anova satu arah, dan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan calon guru biologi memiliki tingkat kecemasan matematika dan kecemasan belajar matematika berdasarkan angkatan dan gender berada pada kategori sedang. Sementara kecemasan evaluasi matematika berada pada kategori tinggi berdasarkan angkatan dan gender. Hasil penelitian juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan kecemasan matematika, kecemasan belajar matematika, kecemasan atas evaluasi matematika berdasarkan gender dan angkatan. Hasil penelitian ini layak menjadi perhatian dalam pendidikan biologi bahwa perlu dikonstruksi suatu desain didaktis ataupun perubahan kurikulum yang mendorong integrasi dan interdisiplinari matematika dan biologi sehingga kecemasan matematika dapat berkurang. Quantitative ability is needed by prospective biology teachers in understanding biological phenomena. The first thing that needs to be done in solving this problem is the need to explore the condition of pre-service biology teachers’ mathematics anxiety. This study aims to explore the mathematics anxiety level of pre-service biology teachers and their differences by gender and cohort. Data were collected using the AMAS (Abbreviated Math Anxiety Scale) questionnaire. Data were analyzed using descriptive statistics, one-way ANOVA test, and Kruskal-Wallis test. The results showed that pre-service biology teachers had mathematics anxiety levels and mathematics learning anxiety based on cohort and gender were in the medium category. Meanwhile, mathematics evaluation anxiety is in the high category based on cohort and gender. The results also showed that there was no difference between mathematics anxiety, mathematics learning anxiety, anxiety over mathematics evaluation based on gender and cohort. The results of this study deserve attention in biology education that it is necessary to construct a didactic design or curriculum change that encourages integration and interdisciplinary mathematics and biology so that mathematics anxiety can be reduced.
Cognitive Conflict Strategy: Mathematical Representation Based on Cognitive Style Salam , Mohamad
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 2 (2023): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.788

Abstract

Kajian ini bermaksud untuk mendeskripsikan jenis representasi matematis siswa berdasarkan gaya kognitif dalam menyelesaikan masalah integral setelah diberikan pembelajaran strategi konflik kognitif. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Oleo angkatan tahun 2021 yang terdiri dari satu mahasiswa dengan gaya kognitif reflektif and satu mahasiswa dengan gaya kognitif impulsif. Data penelitian diperoleh melalui teknik pemberian tes and wawancara, and dianalisis secara kualitatif. Hasil yang diperoleh adalah siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif dalam menyelesaikan masalah integral setelah diajarkan strategi konflik kognitif adalah melakukan representasi gambar atau representasi geometri, representasi verbal and representasi simbolik, serta melakukan penerjemahan dari berbagai jenis representasi, yaitu dari representasi geometri ke representasi verbal, and kemudian ke representasi simbolik serta sebaliknya. Seandgkan, siswa dengan gaya kognitif impulsif melakukaan representasi simbolik, melakukan representasi geometrik tetapi salah, tidak melakukan representasi verbal, tidak melakukan representasi matematis, and tidak melakukan penerjemahan dari berbagai jenis representasi. This study aimed to describe types of students' mathematical representations based on the cognitive style in solving integral problems after learning cognitive conflict strategies. This exploratory research used a descriptive-qualitative approach. The participants were two students of Mathematics Education Department at Halu Oleo Universit, class of 202, consisting of one student with a reflective cognitive style and one student with an impulsive cognitive style. The research data were obtained through tests and interviews and analyzed qualitatively. The findings pointed out that the student with a reflective cognitive style performed images or geometric representations, verbal representations, and symbolic representations, as well as translated various types of representations, starting from geometric representations to verbal representations, and then to symbolic representation and vice versa. Meanwhile, the student with an impulsive cognitive style performed symbolic representations, inaccurate geometric representations, but lacked verbal representations, mathematical representations, and translation of various types of representation.
Analysis of Students' Creative Thinking Ability in Solving HOTS Problems Viewed from Numeration Ability Setyaningsih, Nining; Kustiana, Mila Novita
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 2 (2023): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.789

Abstract

Salah satu tujuan pembelajaran matematika untuk memecahkan masalah matematika dengan lebih dari satu penyelesaian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dengan kemampuan berhitung tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan soal SPLDV. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.7 SMP Negeri 3 Surakarta yang berjumlah 32 siswa. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes berhitung, tes berpikir kreatif matematis, dan pedoman wawancara. Indikator kemampuan berpikir kreatif matematis yang diukur meliputi kelancaran, keluwesan, orisinalitas, dan elaborasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tiga cara untuk menganalisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berhitung siswa dengan kategori tinggi memiliki kemampuan berpikir kreatif yang baik. Siswa dapat memenuhi aspek kelancaran, keluwesan, orisinalitas, dan elaborasi. Kemampuan berhitung siswa dengan kategori sedang memiliki kemampuan berpikir kreatif yang relatif baik. Siswa dapat memenuhi aspek kelancaran, keluwesan, dan elaborasi tetapi belum memenuhi aspek orisinalitas. Kemampuan berhitung siswa dengan kategori rendah memiliki kemampuan berpikir kreatif yang kurang baik. Siswa belum memenuhi aspek kelancaran, keluwesan, orisinalitas, dan elaborasi. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan berhitung menentukan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. One of the goals in learning mathematics to solve mathematical problems with more than one solution. This research aims to describe the mathematical creative thinking ability of students with high, medium, and low numeracy skills in solving SPLDV problems. The subject of this study were 32 students of grade VIII.7 at SMP Negeri 3 Surakarta. The approach to this study is a qualitative description. The instruments used in this research were a numeracy test, a mathematical creative thinking test, and an interview guideline. Mathematical creative thinking ability indicators measured include fluency, flexibility, originality, and elaboration. The data analysis technique used in this study uses three ways to analyze data, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the numeracy ability of students with high categories has good creative thinking skills. Students can meet the aspects of fluency, flexibility, originality, and elaboration. The numeracy ability of students with medium categories has a relatively good creative thinking ability. Students can meet the aspects of fluency, flexibility, and elaboration but have not fulfilled the originality aspect. The numeracy ability of students with low categories has poor creative thinking skills. Students have not met the aspects of fluency, flexibility, originality, and elaboration. It can be concluded that numeracy skills determine students' mathematical creative thinking ability.
The Influence of RME-Based Teaching Media Assisted by Pixton Application on Students' Mathematics Problem Solving Ability Sukmaningthias, Novika; Hasyanah, Yunisyah; Sari, Novita; Nuraeni, Zuli
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 2 (2023): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.790

Abstract

Kemampuan pemecahan matematika siswa di Indonesia tergolong rendah, guru perlu menerapkan media pembelajaran yang dapat melatih kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, yang salah satu media tersebut adalah media ajar berbasis RME (Realistic Mathematics Education) berbantuan aplikasi pixton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media ajar berbasis RME berbantuan aplikasi pixton terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimen menggunakan desain The Pretest-Posttest Non-Equivalent Control Group, yang dilakukan di salah satu SMP Negeri Kota Palembang. Sampel yang digunakan yaitu siswa kelas VIII.6 sebanyak 33 orang dan siswa kelas VIII.2 sebanyak 31 orang, dengan menggunakan instrumen tes. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan bantuan SPSS. Hasil analisis data diperoleh kesimpulan terdapat pengaruh media ajar berbasis RME berbantuan aplikasi pixton terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Students' mathematical solving abilities in Indonesia are relatively low, teachers need to apply instructional media that can train students' mathematical problem-solving abilities, one of which is RME (Realistic Mathematics Education)-based teaching media assisted by the pixton application. The purpose of this study was to determine the effect of RME-based teaching media assisted by the Pixton application on students' mathematical problem solving abilities. This research is a quantitative study with a quasi-experimental method using The Pretest-Posttest Non-Equivalent Control Group design, which was conducted at one of Palembang City Public Middle Schools. The samples used were 33 students in class VIII.6 and 31 students in class VIII.2, using a test instrument. Data analysis technique using t-test with the help of SPSS. The results of the data analysis concluded that there was an influence of RME-based teaching media assisted by the pixton application on students' mathematical problem-solving abilities.
Numeration-Based Teaching Materials on Algebra Shape Materials for Blended Learning Safitra, M. David; Hapizah; Mulyono, Budi; Susanti, Ely
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 2 (2023): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.793

Abstract

Kebutuhan bahan ajar diperlukan untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran dan pemahaman peserta didik. Penelitian bertujuan menghasilkan bahan ajar berbasis numerasi materi bentuk aljabar untuk blended learning yang valid, praktis dan memiliki efek potensial terhadap kemampuan numerasi peserta didik. Teknik pengumpulan data adalah angket, tes dan wawancara. Sampel penelitian ini adalah 24 peserta didik kelas VII salah satu SMP Negeri di Palembang. Kevalidan bahan ajar dilihat dari aspek kelayakan isi, bahasa, tampilan, serta komentar dan saran dari hasil uji coba one-to-one. Kepraktisan bahan ajar dilihat dari angket. Skor rata-rata kevalidan bahan ajar adalah 74,77 dengan kriteria cukup valid atau layak digunakan dengan revisi. Sedangkan skor rata-rata kepraktisan bahan ajar adalah 87,08 dengan kriteria sangat praktis. Bahan ajar yang dikembangkan memiliki efek potensial terhadap kemampuan numerasi dilihat dari hasil tes 8 peserta didik terkategori sangat baik, 9 peserta didik terkategori baik, 4 peserta didik terkategori sedang dan 3 peserta didik terkategori kurang. The need for teaching materials is needed to help improve effective learning and student understanding. This study aims to produce numeration-based teaching materials in algebraic forms for blended learning that are valid, practical and have a potential effect on students' numeracy abilities. Data collection techniques used are questionnaires, tests and interviews. The sample of this research was 24 class VII students of one of the state Junior High School in Palembang. The validity of teaching materials was seen from the aspects of content feasibility, language feasibility, display feasibility, also comments and suggestions from the results of one-to-one trials. The practicality of teaching materials can be seen from the questionnaire. The average score for the validity of teaching materials is 74.77 with the criteria being quite valid or suitable for use with revisions. While the average practicality score of teaching materials is 87.08 with very practical criteria. The developed teaching materials also have a potential effect on numeracy skills as seen from the test results with 8 students in the very good category, 9 students in the good category, 4 students in the moderate category and 3 students in the poor category.
Mathematical Knowledge Content in Junior High School Curriculum: A Comparative Study of the 2013 Curriculum and Merdeka Curriculum Pusporini, Widowati; Widodo, Sri Adi; Wijayanti, Astuti; Wijayanti, Nisa; Utami, Wikan Budi; Taqiyudin, Muhammad; Irfan, Muhammad
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 2 (2023): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.795

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi materi matematika SMP pada kurikulum Merdeka, dan untuk mengetahui perbedaan materi matematika pada kurikulum Merdeka dan kurikulum 2013. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka secara sistematik. Hal ini karena digunakan sebagai studi pengembangan awal yang dilakukan untuk penyusunan LKS. Sesuai dengan metode penelitian yang digunakan, peneliti menjadi instrumen utama. Langkah-langkah penelitian ini adalah (1) merumuskan pertanyaan tinjauan, (2) melakukan pencarian literatur secara sistematis, (3) menyaring dan memilih artikel penelitian yang sesuai, (4) menganalisis dan menyintesis temuan kualitatif, (5) menjaga kendali mutu, dan (6) menyajikan temuan. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari regulasi kurikulum merdeka, regulasi kurikulum 2013, dan mengidentifikasi artikel dari jurnal. Teknik analisis data mengacu pada reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi matematika yang dipelajari siswa pada kurikulum Merdeka sebagian besar sama dengan kurikulum 2013, namun terdapat perbedaan pada materi lingkaran. Untuk materi himpunan, dan aritmetika sosial belum dipelajari dalam kurikulum merdeka. This study aimed to identify junior high school mathematics material in the Merdeka curriculum and to find out the differences in mathematics material in the Merdeka curriculum and the 2013 curriculum. The research method used in this study was qualitative with a systematic literature review approach because it served as a preliminary development analysis carried out to prepare worksheets. According to the research method used, the researcher becomes the main instrument. The steps of this research are (1) formulating the review question, (2) conducting a systematic literature search, (3) screening and selecting appropriate research articles, (4) analyzing and synthesizing qualitative findings, (5) maintaining quality control, and (6) presenting finding. The Merdeka curriculum's regulation provided the data for this study, 2013 curriculum regulation, and identifying articles from journals. Data analysis techniques refer to data reduction, display, and verification. The results show that the mathematics material that students learn in the Merdeka curriculum is mostly the same as the 2013 curriculum, but there are differences in the circle material. The Merdeka curriculum excludes the study of set content and social math.
Improved Problem-Solving Skills Using Mathematics Module Nadila, Desi; Mandailina, Vera; Mahsup; Mehmood, Saba; Abdillah; Syaharuddin
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 2 (2023): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.798

Abstract

Banyaknya peneliti yang telah melakukan penelitian yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan pemecahan masalah dengan menggunakan modul matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kembali hasil-hasil penelitian pada perbandingan tingkat hasil belajar siswa terhadap pemecahan masalah dengan menggunakan modul matematika, berdasarkan jenjang pendidikan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Meta-analisis. Hasil penelusuran ditemukan sebanyak 61 data yang memenuhi syarat dan ketentuan dari database Geogle Scolar, DOAJ, dan Scopus dari jumlah peserta didik (N), nilai uji fisher (F), nilai uji student (t), nilai uji korelasi (r) dan ketuntasan klasikal yang diambil bersdasarkan dengan kata kunci. Dan hasil data akan dianalisis menggunakan sofware JASP dengan menginput nilai Effect Size (ES) dan standart Error (SE) dari tiap data. Dari hasil analis data dapat terlihat peningkatan yang signifikan. Hasil analisis data menunjukkan tingkat perbandingan hasil pemecahan masalah menggunakan modul matematika pada semua jenjang, pada jenjang SD sebesar 96% (kategori tinggi), tingkat SMP sebesar 99% (kategori tinggi), tingkat SMA 101% (kategori tinggi) dan PT sebesar 86% (kategori tinggi). Disimpulkan tingkat perbandingan pada jenjang SMA lebih tinggi dibandingkan dengan jenjang SD, SMP, dan PT. Many researchers have conducted research related to improving mathematical problem-solving skills using mathematical modules. The purpose of this study is to re-analyze the research on the level of comparison of studies learning outcomes to problem-solving skills with mathematics modules, based on the level of education, namely elementary, junior high, high school, and higher education. The method used in this study is Meta-analysis. The search results found as much as 61 data that met the terms and conditions from the Google scholar, DOAJ, and Scopus databases fisher test value (F), student test value (t), correlation test value (r), and classical completeness taken based on keywords. And the data results next analyzed using JASP software by inputting the Effect Size (ES) and Standard Error (SE) values from each data. From the results of the data analysis, a significant increase can be seen. Improving problem-solving skills using mathematics modules is more widely used at the high school level compared to the elementary, junior high, and tertiary levels. The results of the data analysis showed that there was a comparative level of problem-solving results using mathematics modules at all levels, at the SD level of 96% (high category), SMP level of 99% high (category), SMA level of 101% (high category), and PT level by 86% (high category). It can be concluded that the comparison level at the SMA level is the higher than at the SD, SMP, SMA and PT levels.
Math Teachers' Perceptions Regarding Financial Literacy Sari, Eka Fitri Puspa; Zulkardi; Putri, Ratu Ilma Indra; Darmawijoyo
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 2 (2023): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.799

Abstract

Secara umum covid-19 berdampak diberbagai aspek kehidupan, terutama dalam bidang finansial. Kurangnya pengetahuan individu mengenai finansial menyebabkan masalah terhadap kehidupan. Kenyataannya literasi finansial sudah terdapat di dalam kurikulum. Hal ini mendorong penelit untuk mengetahui persepsi guru matematika terhadap literasi finansial. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah semua guru matematika di SMP Negeri 18 Palembang yang berjumlah 6 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tipe terbuka. Berdasarkan hasil analisis data angket didapatkan bahwa kurangnya pengetahuan guru-guru matematika mengenai literasi finansial. Oleh sebab itu penelitian ini merupakan penelitian awal bagi peneliti untuk melakukan penelitian lanjutan mengenai literasi finansial. Covid-19 has affected various aspects of life, especially in the financial sector. The lack of financial literacy causes problems in life. In fact, financial literacy has already been infused in the curriculum. This prompted this study to find out the perception of math teachers on financial literacy. This descriptive qualitative study involved six teachers at SMP Negeri 18 Palembang. The method used in the study was triangulation. The data was collected through an open-type questionnaire. Based on the results of the questionnaire data analysis, it was found that mathematics teachers lacked knowledge regarding financial literacy. Therefore, this study was a preliminary study for other studies to further investigate financial literacy.

Page 2 of 2 | Total Record : 19


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 2 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue