cover
Contact Name
Ratna Dina Marviana
Contact Email
jurnalbisnisnet@dharmawangsa.ac.id
Phone
+6282276093414
Journal Mail Official
jurnalbisnisnet@dharmawangsa.ac.id
Editorial Address
Jl. K.L. Yos Sudarso No. 224 Medan, Telp 061-6613783, Fax 061-6615190
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Bisnis Net : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
ISSN : 26213982     EISSN : 27223574     DOI : https://doi.org/10.46576/bn
Core Subject : Economy,
Bisnisnet adalah Jurnal Ekonomi dan Bisnis yang ditertbitkan dan dikelola oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dharmawangsa (FEB UNDHAR). Jurnal ini diharapakan dapat menjadi alat informasi dan sosialisasi mengenai hasil-hasil penelitian yang mempunyai relevansi dengan : Manajemen Pemasaran Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen Keuangan Manajemen Operasional Kewirausahaan Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Keuangan Akuntansi Manajemen Akuntansi Pemerintahan Sistem Informasi Akuntansi Akuntansi Perpajakan
Articles 534 Documents
TANTANGAN PERSONAL BRANDING CONTENT CREATOR DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN ONLINE DI PALANGKARAYA Ulla Ramadini; Try Sutrisno
Bisnis-Net Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 9 No 2: SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/a1bh0r42

Abstract

Perkembangan media sosial telah mendorong content creator menjadi aktor penting dalam pemasaran digital melalui personal branding yang mampu memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Namun, berbagai tantangan masih dihadapi dalam membangun personal branding yang efektif, khususnya di daerah berkembang seperti Kota Palangkaraya. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan personal branding content creator dalam meningkatkan penjualan online serta merumuskan strategi untuk meminimalkan tantangan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap content creator, pelaku usaha, serta konsumen yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan enam tantangan utama, yaitu konsistensi identitas digital, kualitas dan kreativitas konten, kredibilitas dan kepercayaan audiens, perubahan algoritma media sosial, persaingan antarkreator, serta karakteristik pasar lokal. Untuk mengatasi tantangan tersebut diperlukan strategi berupa penguatan identitas digital, peningkatan kompetensi produksi konten, penerapan komunikasi yang transparan, adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital, pengembangan kolaborasi, serta optimalisasi potensi pasar lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan kajian personal branding dan pemasaran digital serta menjadi rekomendasi praktis bagi content creator dan pelaku usaha dalam meningkatkan efektivitas penjualan online. 
DETERMINAN KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN GEN-Z PADA BINGXUE: PERAN KUALITAS PRODUK, BRAND IMAGE, DAN PERSEPSI HARGA Fadhilla Tri Ananda Ismail; Aulia Bayu Yushila; Hidayatun Muyasyaroh; Ila Huda Puspita Dewi
Bisnis-Net Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 9 No 2: SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rwhx0s54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kualitas Produk, Brand Image, dan Persepsi Harga terhadap keputusan pembelian konsumen Generasi Z di Bingxue Greenwood Eatery Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Ketintang, Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap 100 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan IBM SPSS Statistics versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas Produk dan Brand Image berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian, sedangkan Persepsi Harga berpengaruh positif namun tidak signifikan. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,477 yang menunjukkan bahwa 47,7% variasi Keputusan Pembelian dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 52,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Brand Image merupakan faktor yang paling dominan dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen Generasi Z di Bingxue Greenwood Eatery Unesa Ketintang.
PENGARUH FINANCIAL TECHNOLOGY TERHADAP EFISIENSI OPERASIONAL DAN KEBERLAJUTAN UMKM DENGAN LITERASI DIGITAL SEBAGAI VARIABEL MODERASI Ika Nur Fatihah; Nur Ajizah
Bisnis-Net Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 9 No 2: SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/j28q2y86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial technology terhadap efisiensi operasional dan keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan literasi digital sebagai variabel moderasi. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research terhadap 385 pelaku UMKM di Kabupaten Malang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial technology berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi operasional (koefisien jalur = 0,413; p = 0,000) serta terhadap keberlanjutan UMKM (koefisien jalur = 0,197; p = 0,000). Selain itu, efisiensi operasional juga terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan UMKM (koefisien jalur = 0,146; p = 0,002). Sementara itu, literasi digital tidak terbukti memoderasi hubungan antara financial technology dengan efisiensi operasional maupun keberlanjutan UMKM. Namun demikian, literasi digital memiliki pengaruh langsung yang positif, kuat, dan signifikan terhadap efisiensi operasional (0,259) serta keberlanjutan UMKM (0,432), sehingga menjadi faktor yang paling dominan dalam model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa literasi digital lebih berperan sebagai pendorong langsung dibandingkan sebagai variabel moderasi dalam mendukung keberlanjutan UMKM pada era transformasi digital. Selain itu, hasil penelitian juga mengonfirmasi bahwa efisiensi operasional memiliki peran strategis sebagai mediator parsial dalam hubungan antara financial technology dan keberlanjutan usaha. 
PENGARUH KINERJA LINGKUNGAN, PROFITABILITAS, TIPE INDUSTRI, DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP PENGUNGKAPAN EMISI KARBON PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI PASCA ATURAN BURSA KARBON 2025 Risqi Alif Fatikhah; Ida Nur Aeni
Bisnis-Net Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 9 No 2: SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/q9ve7b14

Abstract

Komitmen global dalam menekan emisi gas rumah kaca mendorong perusahaan meningkatkan transparansi pengungkapan emisi karbon sebagai bentuk akuntabilitas lingkungan. Di Indonesia, implementasi kebijakan bursa karbon pada tahun 2025 menjadi langkah penting, namun penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pengungkapan emisi karbon pasca kebijakan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kinerja lingkungan, profitabilitas, tipe industri, dan kepemilikan institusional terhadap pengungkapan emisi karbon pada perusahaan non-jasa yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan data PROPER. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling dan dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan EViews 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja lingkungan berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan kepemilikan institusional berpengaruh negatif terhadap pengungkapan emisi karbon. Profitabilitas dan tipe industri tidak berpengaruh signifikan.
PERAN HEDONIC NEEDS, RECOGNITION NEEDS, DAN SOCIAL MEDIA ENGAGEMENT TERHADAP HERDING BEHAVIOR PADA GENERASI Z: MULTI-GROUP ANALYSIS BERDASARKAN JENIS KELAMIN Enrico Rama Wicaksono; Yenny Purwati; Arief Widodo
Bisnis-Net Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 9 No 2: SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jma71f81

Abstract

ABSTRACT This study examines the effects of hedonic needs and recognition needs on herding behavior among Generation Z, with social media engagement as a mediator and gender as a basis for multi-group analysis. Data were collected through a cross-sectional survey of 376 Generation Z consumers who had purchased viral cheesecake and used social media as a source of product information. The data were analyzed using SEM-PLS and PLS-MGA. The results show that hedonic needs and recognition needs positively influence herding behavior. Social media engagement partially mediates both relationships. Gender differences were also found: the effect of hedonic needs was stronger among men, while recognition needs had a stronger effect among women. These findings highlight the importance of psychological needs and social media engagement in shaping Generation Z’s tendency to follow popular consumption trends. Keywords: Herding Behavior, Hedonic Needs, Recognition Needs, Social Media Engagement    ABSTRAK Penelitian ini menganalisis pengaruh hedonic needs dan recognition needs terhadap herding behavior pada Generasi Z, dengan social media engagement sebagai mediator dan jenis kelamin sebagai dasar analisis multikelompok. Data diperoleh melalui survei cross-sectional terhadap 376 konsumen Generasi Z yang pernah membeli cheesecake viral dan menggunakan media sosial sebagai sumber informasi produk. Analisis dilakukan menggunakan SEM-PLS dan PLS-MGA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hedonic needs dan recognition needs berpengaruh positif terhadap herding behavior. Social media engagement memediasi secara parsial kedua hubungan tersebut. Selain itu, pengaruh hedonic needs lebih kuat pada laki-laki, sedangkan pengaruh recognition needs lebih kuat pada perempuan. Temuan ini menegaskan pentingnya kebutuhan psikologis dan keterlibatan media sosial dalam membentuk kecenderungan Generasi Z mengikuti tren konsumsi populer. Keywords: Herding Behavior, Hedonic Needs, Recognition Needs, Social Media Engagement 
Menarik Minat Kerja Generasi Z: Strategi Citra Perusahaan Dan Rekrutmen Digital Di Sektor Perbankan Donna Dwiyanto; Sulastri Irbayuni
Bisnis-Net Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 9 No 2: SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/6737m996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh employer branding dan e-recruitment terhadap intention to apply pada Generasi Z terhadap perusahaan sektor perbankan di Kota Surabaya, sebuah konteks yang masih jarang diteliti di tengah ketatnya persaingan perusahaan perbankan dalam menarik talenta muda seiring transformasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 123 responden Generasi Z yang berdomisili di Kota Surabaya dan dipilih melalui teknik purposive sampling sesuai kriteria yang telah ditentukan. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares dengan bantuan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa employer branding dan e-recruitment sama-sama memiliki kontribusi terhadap intention to apply, dengan employer branding menunjukkan kontribusi yang jauh lebih kuat dibandingkan e recruitment. Temuan ini mengindikasikan bahwa citra perusahaan yang positif berperan paling dominan dalam membentuk ketertarikan Generasi Z, sementara sistem rekrutmen digital yang mudah digunakan memperkuat keyakinan mereka untuk menyelesaikan proses lamaran. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan perbankan untuk memperkuat komunikasi employer branding serta kemudahan penggunaan platform rekrutmen guna menarik talenta muda secara lebih efektif.
PERAN EFIKASI DIRI, KESEIMBANGAN KEHIDUPAN KERJA IKLIM PSIKOLOGIS TERHADAP PERILAKU KERJA INNOVATIF DENGAN OTONOMI KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERASI Arif Husein; Anwar Mansyur
Bisnis-Net Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 9 No 2: SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rwccg883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran efikasi diri,keseimbangan kehidupan kerja, dan iklim psikologis terhadap perilaku kerja inovatif dengan otonomi kerja sebagai variabel moderasi. Jumlah sampel sebanyak 126 karyawan PT Keberkahan Tujuan Utama yang ditentukan dengan metode proposional random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan skala Likert 1–5. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri dan keseimbangan kehidupan kerja berperan positif dan signifikan terhadap perilaku  kerja inovatif. Sedangkan iklim psikologis tidak berperan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif. Otonomi kerja terbukti memoderasi pengaruh keseimbangan kehidupan kerja terhadap perilaku kerja inovatif, namun tidak memoderasi pengaruh efikasi diri dan iklim psikologis terhadap perilaku kerja inovatif.
PENGARUH PENERAPAN AKUNTANSI KEUANGAN BERKELANJUTAN DAN TRANSPARANSI LAPORAN KEUANGAN TERHADAP KINERJA KEUANGAN: PERAN MODERASI TATA KELOLA PERUSAHAAN Shita Tiara; Debbi Chyntia Ovami; Rukmini Rukmini; Nazwa Amalia; Suci Abdillah; Muhammad Azizi Syahputra
Bisnis-Net Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 9 No 2: SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/zrd6w192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kebijakan akuntansi keuangan berkelanjutan dan transparansi laporan keuangan terhadap kinerja keuangan perusahaan, dengan menyoroti peran moderasi dari tata kelola perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui survei manajer keuangan dan auditor perusahaan. Untuk menganalisis data, digunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah temuan yang menunjukkan bahwa penerapan akuntansi keuangan berkelanjutan dan transparansi laporan keuangan berpengaruh positif. terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan penerapan akuntansi keuangan berkelanjutan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, sedangkan transparansi laporan keuangan dan tata kelola perusahaan berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Tata kelola perusahaan tidak memoderasi pengaruh kebijakan akuntansi keuangan berkelanjutan dan transparansi laporan keuangan terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan pemahaman tentang pentingnya tata kelola perusahaan dalam memperkuat pengaruh akuntansi keuangan berkelanjutan dan transparansi laporan keuangan terhadap kinerja perusahaan. Secara praktis, penelitian ini memberikan panduan bagi perusahaan dalam meningkatkan penerapan akuntansi berkelanjutan dan transparansi laporan keuangan untuk mencapai kinerja keuangan yang lebih baik, sekaligus mendukung terciptanya sistem keuangan yang lebih transparan dan berkelanjutan.
PENGARUH WORK LIFE BALANCE, GAYA KEPEMIMPINAN, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI FINNA GOLF AND COUNTRY CLUB RESORT Siti Amilatus Sholikha; M. Sulhan
Bisnis-Net Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 9 No 2: SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/j8pfcd54

Abstract

Employee performance is an important factor in improving service quality in the hospitality industry. Therefore, companies need to pay attention to work-life balance, leadership style, and the work environment as factors that are expected to influence employee performance. This study aims to analyze the effect of work-life balance, leadership style, and work environment on employee performance at Finna Golf and Country Club Resort. This research employed a quantitative approach with an explanatory research design. The study population consisted of 225 employees, and a sample of 100 respondents was determined using the Slovin formula. Data were collected through questionnaires using a five-point Likert scale and analyzed using the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) method with SmartPLS software. The results indicate that the work environment is the only variable that has a positive and significant effect on employee performance (β = 0.652; p < 0.05), while work-life balance and leadership style do not have a significant effect (p > 0.05). The R-Square value of 0.336 indicates that the three independent variables explain 33.6% of the variance in employee performance, whereas the remaining 66.4% is influenced by other factors outside the research model. The findings suggest that improving the quality of the work environment should be a priority for the company as an effort to enhance employee performance.
PERAN DIGITAL SOCIAL CAPITAL DALAM PENGEMBANGAN KARIER KARYAWAN INDUSTRI PERHOTELAN: STUDI KASUS HOTEL LA LISA SURABAYA Yusuf Bagus Ardhiasa; Muhammad Fajar Wahyudi Rahman
Bisnis-Net Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 9 No 2: SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/r1hw8106

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara individu membangun jaringan profesional, termasuk di kalangan karyawan industri perhotelan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran digital social capital dalam pengembangan karier karyawan Hotel La Lisa Surabaya dengan fokus pada pemanfaatan platform digital sebagai media pembangunan relasi profesional. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan melalui wawancara mendalam terhadap empat informan yang dipilih secara purposive sampling, terdiri dari dua Head of Department dan dua karyawan berpengalaman minimal lima tahun. Data dianalisis menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu pemanfaatan platform digital untuk kepentingan profesional, pembangunan dan jenis relasi digital, peran jaringan digital dalam mobilitas karier, serta manfaat dan tantangan digital social capital. Temuan menunjukkan bahwa WhatsApp menjadi platform yang dominan dalam jaringan profesional, sementara Instagram dimanfaatkan untuk membangun personal branding. Informan manajerial cenderung memanfaatkan jaringan secara proaktif dan strategis, sedangkan informan operasional lebih reaktif dan berbasis kedekatan. Keduanya memperoleh manfaat melalui akses informasi, rekomendasi, dan peluang profesional. Relasi weak ties juga berperan sebagai jalur akses terhadap peluang karier, sementara relasi digital dan offline saling melengkapi. Penelitian ini memperkuat relevansi teori weak ties dan konsep bonding-bridging social capital serta mengimplikasikan pentingnya literasi digital profesional dalam strategi manajemen sumber daya manusia.