cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2024)" : 18 Documents clear
PEMBERIAN PAKAN PADA PEMELIHARAAN INDUK IKAN KERAPU CANTANG (EPINEPHELUS FUSCOGUTTATUS LANCEOLATUS) ADI, CATUR PRAMONO; POERWANTO, WAHYUDI; HUSSAIN, AZKA RASYID
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i3.3006

Abstract

The Cantang Grouper has advantages compared to its two parents, such as having a fast growth rate, being resistant to disease attacks, having tolerance to environmental changes, improving the quality of fish meat, and other superior characteristics. The purpose of carrying out this research is to see the suitability of water quality and feeding management in rearing cantang grouper broodstock. The research method uses qualitative data and all activities carried out during this research activity are analyzed descriptively. Quantitative data was processed using the Microsoft Excel 2013 program and tabulated. The research results show that the water quality in the main rearing pond is in accordance with SNI 8036.2:2014 with a DO range of 4 mg/l, temperature of 280C-320C, salinity of 33 ppt, and ammonia and nitrite conditions below 0.01 mg/l. ABSTRAKKelebihan Ikan Kerapu Cantang memiliki keunggulan dibandingkan kedua indukannya, seperti memiliki laju pertumbuhan yang cepat, tahan terhadap serangan penyakit, memiliki toleransi terhadap perubahan lingkungan, meningkatkan kualitas daging Ikan, dan sifat-sifat unggul lainnya. Tujuan dilaksanakannya Penelitian ini adalah untuk melihat kesesuaian kualitas air serta manajemen pemberian pakan pada pemeliharaan induk ikan kerapu cantang. Metode penelitian menggunakan data kualitatif dan semua kegiatan yang dilakukan selama kegiatan penelitian ini dianalisis deskriptif. Data kuantitatif diolah menggunakan program Microsoft excel 2013 dan ditabulasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas air pada kolam pemeliharaan induk sudah sesuai SNI 8036.2:2014 dengan kisaran DO 4 mg/l, Suhu 280C-320C, Salinitas 33 ppt, dan Kondisi Amoniak dan Nitrit dibawah 0,01 mg/l.
JE’NE TA’LUKA SUMBAYANG TANG TAPPU MASYARAKAT SUKU KAJANG DITINJAU DARI NILAI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL ISTA, AKRAM; YUSUF, MUHAMMAD; TANG, MUHAMMAD
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i3.3007

Abstract

This research aims to describe je'ne ta'luka sumbayang tang tappu Kajang tribe community in terms of the value of multicultural Islamic education. The research method used is field study with a qualitative approach. Data was collected through observation, interviews, and several documents that support this research which were then analyzed to obtain a comprehensive picture. Research findings show that je'ne ta'luka sumbayang tang tappu The Kajang tribe community, in terms of the value of multicultural Islamic education, contains spiritual values, moral and social values, respect for the environment, as well as the value of learning history and culture.  Through the integration of these values, teachings je'ne ta'luka sumbayang tang tappu is a reflection of how Islamic values ??are implemented in the daily lives of the Kajang people, strengthening their religious and cultural identity. The implications of this research for Traditional Leaders are that they are expected to continue to care for and preserve the teachings that have long been guarded in spirit and continue to develop customs and traditions that are full of local wisdom values. Meanwhile, the community is expected to appreciate and appreciate the importance of preserving, protecting and caring for cultural heritage. The aim is to instill values ??in order to grow and preserve the nation's cultural heritage and improve the cultural quality of society as an effort to strengthen the nation's cultural resilience.  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan je’ne ta’luka sumbayang tang tappu masyarakat Suku Kajang ditinjau dari nilai pendidikan Islam multikultural. Métode penelitian yang digunakan adalah studi lapangan dengan pendekatan kualitatif. Data di kumpulkan melalui melalui observasi, wawancara, dan beberapa dokumen yang mendukung penelitian ini yang selanjutnya dianalisis untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa je’ne ta’luka sumbayang tang tappu masyarakat Suku Kajang ditinjau dari nilai pendidikan Islam multikultural mengandung nilai spiritual, nilai-nilai moral dan sosial, penghormatan terhadap lingkungan, serta menjadi nilai pembelajaran terhadap sejarah dan budaya. Melalui integrasi nilai-nilai tersebut, ajaran je’ne ta’luka sumbayang tang tappu menjadi cerminan dari bagaimana nilai-nilai Islam diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Suku Kajang, memperkuat identitas keagamaan dan budaya mereka. Implikasi penelitian ini bagi Tokoh Adat, diharapkan tetap merawat dan melestarikan ajaran yang telah lama dijaga marwahnya serta tetap mengembangkan adat dan tradisi yang sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal. Sedangkan bagi masyarakat diharapkan dapat menghargai serta pentingnya menjaga, melindungi serta merawat peninggalan budaya. Tujuannya adalah untuk menanamkan nilai-nilai dalam rangka menumbuhkan dan melestarikan warisan budaya bangsa dan meningkatkan kualitas berbudaya masyarakat sebagai upaya memperkokoh ketahanan budaya bangsa.
TEKNIK BUDIDAYA ARTEMIA SALINA SEBAGAI PAKAN ALAMI LARVA IKAN KAKAP PUTIH (LATES CALCARIFER) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU (BPBAP) SITUBONDO SURYANA, ASEP; ADI, CATUR PRAMONO
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i3.3009

Abstract

Artemia has good nutrition for larval growth so that the larvae have adequate nutrition and are able to pass through their crucial period. This research was carried out to increase the insight, knowledge and abilities of Cadets/I in cultivating natural food, especially artemia. So, it can and is capable of contributing to the progress of fisheries cultivation. This research method is data analysis which is used to process the data is a descriptive method and calculating Hatching Rate. The aim of this research is to determine the techniques for cultivating Artemia salina and determine the development of cysts and the hatchability of Artemia salina. The results of the study showed that the average hatching rate resulting from hatching artemia cysts at BPBAP Situbondo decreased every day the longer it was stored in the refrigerator. When the cysts were immediately cultured, 94% of artemia hatched. Meanwhile, cultures using cysts that had been stored for 4 days experienced the lowest hatching, namely 56%. ABSTRAKArtemia memiliki nutrisi yang baik untuk pertumbuhan larva sehingga larva tercukupi gizinya dan mampu melewati masa krusialnya. Dilakukannya Penelitian ini adalah untuk menambah wawasan, pengetahuan serta kemampuan Taruna/I dalam membudidayakan pakan alami, terutama artemia. Sehingga, dapat dan mampu berkontribusi dalam kemajuan Budidaya perikanan. Metode penelitian ini merupakan analisis data yang digunakan untuk mengolah data adalah metode deskriptif dan hitungan Daya Tetas/Hatching Rate. Tujuan yang ingin dicapai dari dilakukannya Penelitian ini ini adalah untuk mengetahui teknik budidaya Artemia salina serta mengetahui perkembangan kista dan daya tetas dari Artemia salina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata hatching rate yang dihasilkan dari penetasan kista artemia di BPBAP Situbondo setiap harinya menurun apabila semakin lama disimpan di lemari pendingin. Pada saat kista langsung dikultur, artemia yang menetas sebanyak 94%. Sedangkan pada kultur menggunakan kista yang telah disimpan selama 4 hari mengalami penetasan paling rendah yaitu 56%.
PERNIKAHAN BEDA AGAMA TINJAUAN FIKIH DAN TANTANGAN KEHIDUPAN MULTIKULTURAL DI INDONESIA NASRUL, NASRUL; YUSUF, MUHAMMAD; MUBAROK, MUSLIM
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i3.3050

Abstract

The research aims to examine interfaith marriages from the perspective of Islamic jurisprudence and legal analysis, as well as exploring the challenges that arise in the multicultural context in Indonesia. Through an Islamic jurisprudence literature approach, this article explores the views of various scholars and schools of thought regarding the validity and conditions of interfaith marriages. In addition, Islamic legal analysis is used to understand how marriage is regulated in the laws and regulations that apply in Indonesia. This research uses qualitative methods by analyzing various sources of classical and contemporary jurisprudence literature, as well as relevant legal documents. The research results show that there are various views in Islamic jurisprudence regarding interfaith marriages, which reflect the dynamics of ulama's thinking in responding to social change. On the legal side, there is a tension between fiqh norms and state regulations which often requires a more flexible and contextual approach. This article concludes that a comprehensive understanding of Islamic jurisprudence and legal literature is needed to handle the issue of interfaith marriages fairly and inclusively in Indonesia. ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengkaji pernikahan beda agama dari perspektif fikih dan analisis hukum Islam, serta mengeksplorasi tantangan yang muncul dalam konteks multikultural di Indonesia. Melalui pendekatan literatur fikih Islam, artikel ini menelusuri pandangan berbagai ulama dan mazhab mengenai keabsahan dan syarat-syarat pernikahan beda agama. Selain itu, analisis hukum Islam digunakan untuk memahami bagaimana pernikahan ini diatur dalam undang-undang dan regulasi yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menganalisis berbagai sumber literatur fikih klasik dan kontemporer, serta dokumen hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beragam pandangan dalam fikih Islam mengenai pernikahan beda agama, yang mencerminkan dinamika pemikiran ulama dalam merespons perubahan sosial. Di sisi hukum, terdapat ketegangan antara norma-norma fikih dan regulasi negara yang sering kali membutuhkan pendekatan yang lebih fleksibel dan kontekstual. Artikel ini menyimpulkan bahwa pemahaman yang komprehensif terhadap literatur fikih dan hukum Islam diperlukan untuk menangani isu pernikahan beda agama secara adil dan inklusif di Indonesia.
ANALISIS CAMPUR CODE MAHASISWA SEMESTER 4 (EMPAT) TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PRABUMULIH PERMATASARI, SYELLY EKA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i3.3083

Abstract

Language is a system of symbols that is understood by all speakers of the language. A regional language is a language spoken in an area within a sovereign country, namely in a small area, federal state, province, or wider territory. The background to this research is the existence of various languages in the daily lives of students in the fourth (fourth) semester of the Mining Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Prabumulih University. Prabumulih University is located in one of the cities in southern Sumatra, namely the city of Prabumulih. This research aims to determine the language code mixing used by Mining Engineering students, Prabumulih University who use three languages, namely Palembang, Rambang, and Belida. And what factors influence the variety of languages in semester 4 (Four) students using sociolinguistic studies. This research uses qualitative methods with descriptive techniques. The data source in this research is the variety of languages used by students in semester 4 (four) consisting of three classes. The data collection techniques used were interviews and direct observation. There are several instruments used in this research, including cameras, recording equipment, and interview guides. Based on the results of research by students in the 4th (fourth) semester of Mining Engineering, Prabumulih University uses one of the languages, namely regional languages, called regional languages (accent/dialeg). ABSTRAKBahasa adalah sistem lambang yang dipahami oleh semua penutur bahasa tersebut. Bahasa daerah adalah bahasa yang dituturkan di suatu wilayah dalam sebuah negara berdaulat, yaitu di suatu daerah kecil, negara bagian federal, provinsi, atau teritorial lebih luas. Yang melatar belakangi penelitian ini ialah adanya ragam bahasa dalam keseharian mahasiswa semester 4 (empat) Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Prabumulih. Universitas Prabumulih berada disalah satu kota yang ada di Sumatera bagian selatan yaitu kota Prabumulih. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui campur code bahasa yang digunakan oleh mahasisa Teknik Pertambangan, universitas Prabumulih yang menggunakan tiga bahasa yaitu bahasa Palembang, bahasa Rambang, dan bahasa Belida. Dan faktor apa saja yang mempengaruhi adanya ragam bahasa mahasiswa semester 4 (Empat) menggunakan kajian Sosiolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu ragam bahasa yang digunakan mahasiswa semester 4 (empat) yang terdiri dari tiga kelas. Teknik pengambilan data yang dipakai yaitu wawancara dan observasi langsung. Ada beberapa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya kamera, alat perekam, dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil penelitian mahasiswa semester 4 (empat) Teknik Pertambangan, Universitas Prabumulih menggunakan salah satu bahasa yaitu bahasa daerah disebut bahasa daerah (logat/dialeg).
BLENDED LEARNING : SUATU TINJAUAN PERSPEKTIF DUNIA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN FARHAT, M.; NOVARIA, EVA; SUTALHIS, SUTALHIS; YUSUF, A.
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i3.3108

Abstract

Blended learning system, is a solution to the problems of education and training faced by various training institutions both organized by government and private education and training institutions. In Government training education institutions known as LMS is able to overcome various problems of cost, time, place and distance. Research using observations on the implementation of PKA Training activities, PKP South Sumatra Province in 2024, Publish or Perish searches by searching 500 publications from 2020 to 2024, filtered 392 publications originating from journals, then visualized with the VOS viewer application. The implementation of the Blended Learning System requires (1) Careful planning, curriculum design, including the selection of online platforms, preparation of materials, and schedules for face-to-face sessions (2) Training for Facilitators: Facilitators should be trained to manage online and face-to-face learning effectively. They should also be able to use e-learning technology well, (3) Technology Support: ensuring all participants have adequate access to technology devices and internet, (4): Evaluation/feedback and (5) Innovative and flexible approaches to managerial training. ABSTRAKBlended learning System, merupakan suatu solusi atas permasalahan pendidikan dan pelatihan yang dihadapi berbagai lembaga Pelatihan baik yang diselenggarakan oleh lembaga Pendidikan dan pelatihan Pemerintah maupun swasta. Pada lembaga Pendidikan pelatihan Pemerintah ynag dikenal dengan LMS mampu mengatasi berbagai persoalan biaya, waktu, tempat dan jarak. Penelitian menggunakan pengamatan pada pelaksanaan kegiatan Pelatihan PKA, PKP Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2024, penelusuran Publish or Perish dengan penelusuran 500 publikasi dari tahun 2020 sampai dengan 2024, tersaring 392 publikasi yang berasal dari jurnal, kemudian dilakukan visualisasi dengan aplikasi VOS viewer. Pada pelaksanaan Blended Learning System membutuhkan (1) Perencanaan yang matang, desain kurikulum, termasuk pemilihan platform online, penyusunan materi, dan jadwal sesi tatap muka (2) Pelatihan untuk Fasilitator : Fasilitator harus dilatih untuk mengelola pembelajaran online dan tatap muka secara efektif. Mereka juga harus mampu menggunakan teknologi e-learning dengan baik, (3) Dukungan Teknologi: memastikan semua peserta memiliki akses yang memadai ke perangkat teknologi dan internet , (4) : Evaluasi /umpabn balik dan (5) Pendekatan inovatif dan fleksibel untuk pelatihan manajerial.
PENGARUH KINERJA APARAT PEMERINTAH DESA DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR DESA MONCONGLOE LAPPARA KECAMATAN MONCONGLOE KABUPATEN MAROS HS, SYARIFUDDIN; IBRAHIM, IBRAHIM; RIFALDI, RIFALDI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i3.3109

Abstract

This research aims to determine whether there is an influence on the performance of Village Government Officials in public services at the Mocongloe Lappara Village Office, Moncongloe District, Maros Regency and what factors influence the performance of Village Government Officials in public services at the Moncongloe Lappara Village Office, Moncongloe District, Maros Regency. This type of research is quantitative research, while the data collection technique is carried out through observation, interviews and questionnaires. The population in this study was the community and government officials of Moncongloe Lappara village, Moncongloe District, Maros Regency with a total sample of 30 people. The data obtained was then analyzed using product moment correlation coefficient data analysis techniques and simple linear regression. The results of the research show that work quality, timeliness, initiative, ability and communication skills have a significant influence on the quality of service of Village government officials in public services in Moncongloe Lappara Village, Moncongloe District, Maros Regency, respectively, work quality 38.33% (Influence), accuracy time 50% (Very Influential), Initiative 40% (Influential), Ability 40% (Influential), Communication Ability 46.7% (Influential), The results of the study also show that the performance of government officials in Moncongloe Lappara Village, Moncongloe District, Maros Regency is of good quality. Good (46.67%) and service quality is also good (41%). This shows that the performance of village government officials has a significant influence on the quality of public services at the Moncongloe Lappara Village Office, Moncongloe District, Maros Regency so that the Ha Hypothesis is proven. Meanwhile, factors that influence the performance of village government officials in public services include completeness of infrastructure, government officials who have broad insight and know the services to be provided. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh kinerja Aparat Pemerintah Desa dalam pelayanan publik di Kantor Desa Mocongloe Lappara Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros dan faktor apa saja yang memengaruhi Kinerja Aparat Pemerintah Desa dalam pelayanan publik di Kantor Desa Moncongloe Lappara Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, sedangkan teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui observasi, wawancara dan kuisioner. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat dan aparat pemerintah desa Moncongloe Lappara Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros dengan jumlah sampel yang dipilih sebanyak 30 orang. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa dengan menggunakan teknik analisa data koefisien korelasi product moment dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kerja, ketepatan waku, inisiatif, kemampuan dan kemampuan berkomunikasi berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas pelayanan aparat pemerintah Desa dalam pelayanan publik di Desa Moncongloe Lappara Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros masing-masing Kualitas Kerja 38,33 % (Berpengaruh), Ketepatan Waktu 50% (Sangat Berpengaruh), Inisiatif 40% (Berpengaruh), Kemampuan 40% (Berpengaruh), Kemampuan Berkomunikasi 46,7 % (Berpengaruh), Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kinerja aparat pemerintah Desa Moncongloe Lappara Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros memiliki kualitas yang Baik (46,67%) dan kualitas pelayanan juga Baik yaitu (41%). Hal ini menunjukkan bahwa kinerja aparat pemerintah desa berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas pelayanan publik di Kantor Desa Moncongloe Lappara Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros sehingga Hipotesis Ha Terbukti. Sedangkan faktor yang memengaruhi kinerja aparat pemerintah desa dalam pelayanan publik meliputi kelengkapan sarana prasarana, aparat pemerintah yang berwawasan luas dan mengetahui pelayanan yang akan diberikan.
MITIGASI SATWA LIAR DI KORIDOR EKOLOGI TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK SITUMORANG, MARNINGOT TUA NATALIS
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i3.3114

Abstract

The ecological corridor that is studied in this paper is a road section that is 3 km long. which separates 2 important ecosystems in the northern part of West Java, namely the Mount Halimun Ecosystem and the Southern part of the Mount Salak Ecosystem. The ecosystem is home to protected animals, such as the Leopard, Owa, Surili and Javanese Eagle. As a result of the existence of ecological corridor that cross protected forests, the movement of wildlife in both ecosystems can be cut off or hampered. This study aims to examine the planning principles and development control components so that they can be implemented, as an effort to conserve nature and mitigate the negative impacts of development on wildlife. This study describes several criteria and development components that must be managed, in order to comply with planning principles or design proposals that meet all existing provisions. ABSTRAKKoridor ekologi yang menjadi penelitian pada paper ini adalah ruas jalan yang sepanjang 3 km. yang memisahkan 2 ekosistem penting di Jawa Barat bagian utara, yaitu Ekosistem Gunung Halimun dan di bagian Selatan Ekosistem Gunung Salak. Ekosistem merupakan rumah satwa yang dilindungi, seperti Macan Tutul, Owa, Surili dan Elang Jawa. Akibat digunakannya koridor ekologi ini menjadi ruas jalan dengan melintasi hutan lindung, pergerakan satwa liar di kedua ekosistem ini menjadi terputus atau terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip pengelolaan dan pengendalian pembangunan berkelanjutan untuk diimplementasikan, sebagai upaya untuk melakukan konservasi alam dan mitigasi dampak negatif pembangunan terhadap kehidupan satwa liar. Pada penelitian ini ditemukan beberapa titik dan tempat yang harus dikelola secara berkelanjutan, agar memenuhi prinsip-prinsip pengelolaan dan pengendalian pembangunan yang berkelanjutan.
UJI TEKNIS BERWAWASAN LINGKUNGAN ALAT PERAJANG SAMPAH ORGANIK BERBAHAN LOGAM DAN KOMPOSIT BERLAPISKAN FIBER GLASS SUWITO, ABDUL SYUKUR HADI; MANAO, ASWAT HARNEVER IMANUEL
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i3.3115

Abstract

Waste issues are crucial , even waste can be said to be a cultural problem because its impact is exposed on many sides of life, particularly in the city of Kupang,East NusaTenggara .According to estimate from BPS Kota Kupang in 2020 up to present time, waste in Kupang is estimate to be 1,0 313 liters/person/day. This is equivalent to 0,277/person/day. The methods use the experimental research design is to investigate the possibility of causal interconnection intervening or using the treatment of one or more experimental groups in the form of iron, aluminium and composite choppers, the result of the research is as follows. Because F arithmetic is greater than F table ( 23,333 > 3,885 and significance < 0,05( 0,000< 0,05),then H0 is rejected. It is also known that there is an average difference between an iron chopper knife (1),an aluminium chopper knife(2) and composite chopstick knife . it can be seen in the descriptive statistic table that the average observation or the highest respondent experiment is the iron chopper knife. The lowest one is the chopper of the composite type. It can be concluded therefore that the better use of a chopper knife will give an added value of garbage chopping speed . this makes easier to cut waste in to small pieces and makes it easy for the next process, particularly the use of iron chopper knife. ABSTRAKPermasalahan sampah merupakan hal yang krusial, bahkan dapat dikatakan masalah kultural karena dampaknya pada berbagai sisi kehidupan. Menurut perkiraan yang diperoleh timbulan sampah domestik berdasarkan data BPS Kota Kupang tahun 2020 hingga sekarang ini di kota kupang rata rata sebesar 1,0313 liter/orang/hari setara dengan 0,277/kg/orang/hari. Metode yang digunakan dengan rancangan penelitian eksperimen yaitu untuk menyelediki kemungkinan saling berhubungan sebab akibat dengan cara menggunakan perlakuan kepada satu atau lebih kelompok eksperimen berupa alat perajang menggunakan besi, aluminium, dan bahan komposit berlapiskan fiber glass. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa karena F hitung lebih besar dari F tabel ( 23,333 > 3,885 ) dan signifikansi < 0,05 ( 0,000 < 0,05 ), maka H0 ditolak dan dapat diketahui bahwa ada perbedaan rata rata antara pisau perajang besi, pisau perajang aluminium dan pisau perajang komposit berlapiskan fiber glass. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pisau perajang besi lebih tinggi hasil potongan dan terendah adalah komposit berlapiskan fiber glass. Kesimpulannya, bahwa semakin baik penggunaan pisau perajang maka akan memberikan nilai tambah kecepatan perajangan sampah terutama penggunaan pisau perajang besi. Hal ini memudahkan sampah terpotong potong kecil dan memudah kan untuk proses selanjutnya.
DISKRESI MAJELIS KEHORMATAN NOTARIS TERKAIT PERLINDUNGAN PROFESI NOTARIS DALAM PERSPEKTIF HUKUM ADMINISTRASI HARIANTO, DANI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i3.3116

Abstract

The Honorary Council of Notaries is a body that has the authority to develop Notaries and has the right to give approval or rejection in matters of investigation and judicial process, especially with regard to taking photocopies of Deed Minutes and summoning Notaries to be examined in all matters relating to Notarial Deeds or Protocols made by Notaries. In Constitutional Court Decision No. 49/PUU-X/2013, the phrase "with the approval of the Regional Supervisory Council" is revoked and decided to be cancelled. Akil Mochtar, Chairman of the Panel of Judges of the Constitutional Court at that time, stated that this phrase had no binding legal force and was contrary to the 1945 Constitution. The Constitutional Court stated that the attitudes, titles, words, behaviour and actions of Notaries in relation to morals - eiwit, were not a matter of — socially acceptable. After the Constitutional Court's decision that many Notaries were "bullied" and "worked" by clients who had to be assisted in authenticating deeds. Many clients "bully" notaries with the help of their lawyers, and form notaries as "an outlet for their own legal dissatisfaction." Maybe the Notary Honorary Council should map out any legal issues that might involve notaries so that the notary's voice can be heard. The exercise of discretion by the MKN in defending the Notary profession requires understanding the Religiosity of Science with a prophetic approach so that it can apply moral values ??to build a dignified Notary profession ABSTRAKMajelis Kehormatan Notaris adalah institusi yang berwenang untuk membina Notaris dan berhak memberikan (approval) persetujuan atau penolakan dalam hal penyidikan dan proses peradilan, terutama berkaitan dengan pengambilan fotokopi Minuta Akta dan pemanggilan Notaris untuk diperiksa dalam setiap hal yang berkaitan dengan Akta atau Protokol Notaris yang dibuat oleh Notaris. Dalam Putusan MK No. 49/PUU-X/2013, frasa "dengan persetujuan Majelis Pengawas Daerah" dicabut dan diputus batalkan. Akil Mochtar, Ketua Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi yang menjabat pada saat itu, menyatakan bahwa frasa tersebut tidak binding atau memiliki kekuatan hukum yang mengikat dan berseberangan dengan UUD 1945. Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa sikap, sebutan, ucapan, perilaku, dan perbuatan Notaris dalam kaitannya dengan moral—eiwit, bukan urusan—dapat diterima masyarakat. Setelah putusan Mahkamah Konstitusi bahwa banyak Notaris”bully” dan “dikerjai” oleh client yang harus dibantu dalam akta autentik. Banyak client “bully” Notaris dengan dibantu oleh pengacara mereka, danformation Notaris sebagai “pelampiasan atas ketidakpuasan hukum yang mereka lakukan sendiri”. Mungkin Majelis Kehormatan Notaris harus mapping permasalahan hukum apa saja yang mungkin melibatkan Notaris supaya voice of notary bisa terdengar. Pelaksanaan diskresi oleh MKN dalam melakukan pembelaan terhadap profesi Notaris diperlukan memahami Religiusitas Sains dengan pendekatan profetik sehingga dapat menerapkan nilai-nilai moral untuk membangun profesi Notaris yang bermartabat

Page 1 of 2 | Total Record : 18