cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 46 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 46 Documents clear
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN PENDAFTARAN SISWA BARU BERBASIS WEB PADA MI NURUL HUDA DEPOK JAWA BARAT Fariha, Risya Zahra; Akil, Ibnu; Irawati, Dwi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i1.4513

Abstract

An information system is a set of formal procedures that process data into information for decision making in an organization. Information technology makes it easier for humans to do various activities, including in the field of education. Basic education that must be followed by every child is Elementary School (SD) or Madrasah Ibtidaiyah (MI). The New Student Registration Process at MI Nurul Huda Depok is currently still manual, requiring prospective students to come to school and submit physical files. This poses a risk of data damage or loss. This study aims to design a web-based information system for new student registration at MI Nurul Huda Depok in order to facilitate the management of registration data and expand access to information. Research methods include interviews, observations, and literature studies. The software development method used is prototyping. The results of the study indicate that the web-based registration system can facilitate parents in registering their children online and help the registration committee manage data more efficiently. With routine maintenance, this system is expected to run without interruption and be a solution to problems in the manual registration process. ABSTRAKSistem informasi adalah seperangkat prosedur formal yang memproses data menjadi informasi untuk pengambilan keputusan dalam organisasi. Teknologi informasi memudahkan manusia dalam berbagai aktivitas, termasuk dalam bidang pendidikan. Pendidikan dasar yang wajib diikuti oleh setiap anak adalah Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI). Proses Penerimaan Pendaftaran Siswa Baru di MI Nurul Huda Depok saat ini masih manual, memerlukan calon siswa untuk datang ke sekolah dan menyerahkan berkas fisik. Hal ini menimbulkan risiko kerusakan atau kehilangan data. Penelitian ini bertujuan merancang sistem informasi berbasis web untuk penerimaan pendaftaran siswa baru di MI Nurul Huda Depok guna mempermudah pengelolaan data pendaftaran dan memperluas akses informasi. Metode penelitian meliputi wawancara, observasi, dan studi pustaka. Metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah prototyping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penerimaan pendaftaran berbasis web dapat memudahkan orang tua dalam mendaftarkan anak-anak mereka secara online dan membantu panitia pendaftaran mengelola data dengan lebih efisien. Dengan pemeliharaan rutin, sistem ini diharapkan dapat berjalan tanpa gangguan dan menjadi solusi untuk masalah yang ada dalam proses pendaftaran manual.
IMPLEMENTASI PELATIHAN PEMBATIK DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI TIK GURU SMA Wahyumi, Hanna Kali; Darlan, Saifullah; Affandi, Muhamad
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i1.4581

Abstract

The development of technology today certainly has a very significant impact on the world of education. With the many trainings that can be followed by teachers related to the use of ICT, one of which is PembaTIK. This study aims to determine: (1) the implementation of PembaTIK training for high school teachers in Palangka Raya, (2) supporting and inhibiting factors for high school teachers in Palangka Raya in participating in PembaTIK training and (3) the impact on teachers in high schools in Palangka Raya after participating in the PembaTIK training program. The approach used in this study is descriptive qualitative. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. Data analysis is carried out in stages, the stages are (1) data collection, (2) data condensation, (3) data presentation, and (4) drawing conclusions/verification. The results of this study are (1) PembaTIK training is carried out with the principle of adult education that emphasizes the experience of training participants. (2) Supporting factors for participants during the PembaTIK training are awareness of the urgency of ICT in learning, relevant and applicable materials, mentoring by professional mentors, and flexibility and ease of access. Meanwhile, the inhibiting factors for participants during the training process were time constraints, obstacles in video editing and challenges in time management and learning consistency. (3) The impact on teachers after participating in this training is an increase in teacher responsibility in determining the right content and materials in the use of technology in learning. ABSTRAKPerkembangan teknologi pada saat ini tentunya membawa dampak yang sangat signifikan dalam dunia pendidikan. Dengan banyaknya pelatihan yang dapat diikuti oleh Bapak Ibu Guru terkait dengan pemanfaatan TIK, salah satunya adalah PembaTIK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pelaksanaan pelatihan PembaTIK bagi Guru SMA di Palangka Raya, (2) faktor pendukung dan penghambat bagi Guru SMA di Palangka Raya dalam mengikuti pelatihan PembaTIK dan (3) dampak bagi guru di SMA Palangka Raya setelah mengikuti program pelatihan PembaTIK. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara bertahap, tahapan tersebut adalah (1) pengumpulan data, (2) kondensasi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini adalah (1) Pelatihan PembaTIK dilaksanakan dengan prinsip pendidikan orang dewasa yang menekankan pada pengalaman peserta pelatihan. (2) Faktor pendukung peserta selama mengikuti pelatihan PembaTIK adalah kesadaran akan urgensi TIK dalam pembelajaran, materi yang relevan dan aplikatif, pendampingan oleh mentor profesional, dan fleksibilitas dan kemudahan akses. Sedangkan faktor penghambat peserta selama proses pelatihan adalah keterbatasan waktu, kendala dalam pengeditan video dan tantangan manajemen waktu dan konsistensi belajar. (3) Dampak bagi Guru setelah mengikuti pelatihan ini adalah peningkatan tanggung jawab guru dalam menentukan konten dan materi yang tepat dalam penggunaan teknologi dalam pembelajaran.
ANALISIS NILAI-NILAI KARAKTER SISWA KELAS X DI SMA Hulu, Yardin; Waruwu , Toroziduhu; Telaumbanua , Desman; Harefa, Agnes Renostini
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i1.4583

Abstract

This research is motivated by the lack of maximum implementation of character values ??at SMA Negeri 2 Alasa Talumuzoi, there are still students who do not follow the rules and regulations at school, and there are still students who do not respect their fellow students. The objectives of the research are: (1) Knowing the character values ??of students. (3) Knowing the application of students' character values. (3) Knowing efforts to form students' character values. The type of research used is qualitative research with a descriptive analysis approach. The research location is at SMA Negeri 2 Alasa Talumuzoi. Research instruments, namely: interview guide sheet and character values ??questionnaire. Research results: (1) The character values ??of class of 3.20 (high), hard work of 3.19 (high), creativity of 3.19 (high), love of peace of 3.15 (high), independence of 3.13 (high), honesty of 3, 10 (high), friendly (communicative) 3.10 (high), caring for the environment 3.09 (high), respecting achievements 3.08 (high), love of the country 3.07 (high), responsibility of 3.05 (high), likes reading 3.04 (high), democracy of 3.01 (high), self-confidence of 3.01 (high), social care of 3.01 (high). (2) The application of character values ??at SMA Negeri 2 Alasa Talumuzoi has been implemented in the school environment by providing good examples, inserting moral messages in learning, giving awards and appreciation, teaching manners, providing inspiration, making rules with students, and maintain cleanliness. (3) Efforts to form character values ??at SMA Negeri 2 Alasa Talumuzoi can be instilled through daily activities at school, such as: school literacy, extracurricular activities, beginning and end of learning activities, habituation, establishing school rules. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh belum maksimalnya penerapan nilai-nilai karakter di SMA Negeri 2 Alasa Talumuzoi, masih terdapat siswa yang belum mengikuti peraturan dan tata tertib di sekolah, dan masih terdapat siswa yang masih belum menghargai sesama temannya. Tujuan penelitian, yaitu:  (1) Mengetahui nilai-nilai karakter siswa. (3) Mengetahui penerapan nilai-nilai karakter siswa. (3) Mengetahui upaya pembentukan nilai-nilai karakter siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Lokasi penelitian yaitu di SMA Negeri 2 Alasa Talumuzoi. Instrumen penelitian, yaitu: lembar panduan wawancara dan angket nilai-nilai karakter. Hasil penelitian: (1) Nilai-nilai karakter siswa kelas X di SMA Negeri 2 Alasa Talumuzoi yaitu karakter toleransi sebesar 3,35 (tinggi), religius sebesar 3,33 (tinggi), disiplin sebesar 3,26 (tinggi), semangat kebangsaan sebesar 3,20 (tinggi), kerja keras sebesar 3,19 (tinggi), kreatif sebesar 3,19 (tinggi), cinta damai sebesar 3,15 (tinggi), mandiri sebesar 3,13 (tinggi), jujur sebesar 3,10 (tinggi), bersahabat (komunikatif) sebesar 3,10 (tinggi), peduli lingkungan sebesar 3,09 (tinggi), menghargai prestasi sebesar 3,08 (tinggi), cinta tanah air sebesar 3,07 (tinggi), tanggung jawab sebesar 3,05 (tinggi), gemar membaca sebesar 3,04 (tinggi), demokratis sebesar 3,01 (tinggi), rasa percaya diri sebesar 3,01 (tinggi), peduli sosial sebesar 3,01 (tinggi). (2) Penerapan nilai-nilai karakter di SMA Negeri 2 Alasa Talumuzoi telah diterapkan di lingkungan sekolah dengan cara memberikan contoh yang baik, menyelipkan pesan moral dalam pembelajaran, memberikan penghargaan dan apresiasi, mengajarkan sopan santun, memberikan inspirasi, membuat aturan bersama siswa, dan menjaga kebersihan. (3) Upaya pembentukan nilai-nilai karakter di SMA Negeri 2 Alasa Talumuzoi dapat ditanamkan melalui kegiatan sehari-hari di sekolah, seperti: literasi sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan awal dan akhir pembelajaran, pembiasaan, penetapan tata tertib sekolah.
INOVASI PEMBELAJARAN UNTUK PENJAMIN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH RAMBE, MAHADI KESUMA; BUNGA, SRI; ALVIONITA, ICHA; HASIBUAN, DINASARI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i1.4376

Abstract

ABSTRACT Quality education is a fundamental pillar in national development, enabling a country to compete globally. The assurance of education quality in schools aims to ensure that the education provided meets adequate standards and can be consistently achieved. However, the implementation of education quality assurance is often hindered by resource limitations, both in terms of infrastructure and teaching quality. Educational innovation, particularly technology-based learning, is considered a solution to improve the quality of education and bridge these gaps. This study aims to identify educational innovations that can be implemented in Indonesian schools and assess their impact on improving educational quality. Based on literature reviews, it was found that educational technologies such as e-learning and blended learning can enhance access to and the quality of education, accelerate the learning process, and foster more active interactions between students and teachers. However, the implementation of these innovations is still limited by infrastructure issues, teachers' preparedness in adopting technology, and disparities between urban and rural areas. Therefore, it is essential to examine and address these challenges to ensure the effective implementation of educational innovations. This study also emphasizes the importance of competency-based evaluations to ensure that education aligns with the intended goals. It is hoped that the findings of this research will provide insights into the implementation of educational innovations in quality assurance and offer solutions to the challenges faced. ABSTRAK Pendidikan yang berkualitas merupakan pilar utama dalam pembangunan bangsa yang mampu bersaing secara global. Penjaminan mutu pendidikan di sekolah bertujuan untuk memastikan bahwa pendidikan yang diberikan memiliki standar yang memadai dan dapat dicapai secara konsisten. Namun, implementasi penjaminan mutu pendidikan sering terhambat oleh keterbatasan sumber daya, baik dari segi infrastruktur maupun kualitas pengajaran. Inovasi pembelajaran, terutama yang berbasis teknologi, dianggap sebagai solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mengatasi kesenjangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah Indonesia serta mengkaji dampaknya terhadap peningkatan mutu pendidikan. Berdasarkan studi literatur, ditemukan bahwa teknologi pembelajaran seperti e-learning dan blended learning dapat meningkatkan akses dan kualitas pembelajaran, mempercepat proses belajar, dan mendorong interaksi yang lebih aktif antara siswa dan pengajar. Namun, penerapan inovasi ini masih terbatas oleh masalah infrastruktur, ketidaksiapan guru dalam mengadopsi teknologi, dan kesenjangan antara daerah perkotaan dan terpencil. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji dan mengatasi tantangan ini agar inovasi pembelajaran dapat diterapkan secara efektif. Penelitian ini juga menekankan pentingnya evaluasi berbasis kompetensi untuk memastikan bahwa pendidikan yang diberikan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan mengenai implementasi inovasi pembelajaran dalam penjaminan mutu pendidikan di Indonesia dan menawarkan solusi untuk mengatasi tantangan yang dihadapi.
DETERMINAN MINAT MENGIKUTI MBKM FEB IIB DARMAJAYA: PERAN MOTIVASI SEBAGAI MODERASI Putra, Dedi; Mustika, Dian
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i1.4611

Abstract

College policies in implementing the MBKM program and positive perceptions of student’s interest in participating in the MBKM program is quite large. Motivation given to someone towards a program plays an important role in influencing how students' expectations and readiness in interest can significantly increase student participation in the program. This study aims to examine the implementation of MBKM and Student Perceptions of Interest in Participating in MBKM with Motivation as a moderating variable. 110 active undergraduate students of the Faculty of Economics and Business at Darmajaya Informatics and Business Institute who have / are taking at least 2 years / 4 semesters were used as participants in this study. Data analysis using SEM-PLS processed with Warp-PLS 8.0. The results of the analysis in the study indicate that MBKM Implementation and Student Perceptions have an affect of student’s interest in participating in the MBKM program, and Motivation is able to improve the relationship between Implementation and Perception of student’s interest in participating in the MBKM program. These findings contribute to the need to consider Higher Education Policies in investigating and developing student’s interest in participating in the MBKM program. ABSTRAKKebijakan Perguruan tinggi dalam pengimplementasi Program MBKM dan Persepsi positif tentang MBKM sangat mempengaruhi minat mahasiswa dalam mengikuti MBKM. Motivasi yang diberikan kepada seseorang terhadap suatu program sangat berperan penting dalam mempengaruhi bagaimana harapan serta kesiapan mahasiswa dalam minat dapat secara signifikan meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji implementasi MBKM dan Persepsi Mahasiswa terhadap Minat Mengikuti MBKM dengan Motivasi sebagai variabel moderasi. 110 orang Mahasiswa Aktif Strata 1 (S1) Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya yang telah/sedang menempuh minimal 2 Tahun/4 Semester digunakan sebagai partisipan dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan SEM-PLS yang diolah dengan Warp-PLS 8.0. Hasil dari analisis pada penelitian mengindikasikan bahwa Implementasi MBKM dan Persepsi Mahasiswa berpengaruh terhadap Minat Mengikuti MBKM, dan Motivasi mampu meningkatkan hubungan Implementasi dan Persepsi terhadap Minat mahasiswa Mengikuti MBKM. Temuan ini berkontribusi pada perlunya mempertimbangkan Kebijakan Perguruan Tinggi dalam menyelidik dan mengembangkan minat mahasiswa untuk mengikuti MBKM.
PENGARUH KOMITMEN KERJA DAN KOMUNIKASI KERJA TERHADAP KINERJA DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA KARYAWAN APARTEMEN CASABLANCA MANSION Rahayu, Purwaty Puji; Whidiastuti , Hardani; Dewi , Rusmalia
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i1.4622

Abstract

This study aims to analyze the influence of work commitment and work communication on employee performance, with Organizational Citizenship Behavior (OCB) as an intervening variable among employees of Casablanca Mansion Apartment. Employee performance is a key factor in achieving organizational goals, influenced by various factors, including commitment and communication. OCB acts as an extra-role behavior that supports organizational effectiveness and potentially mediates the relationship between commitment, communication, and performance. This research employs a quantitative method with a survey approach. Data were collected through questionnaires distributed to 75 employees of Casablanca Mansion Apartment. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling (SEM) with the Partial Least Squares (PLS) approach to examine the relationships between variables. The results indicate that work commitment and work communication positively affect employee performance. Additionally, OCB is proven to be an intervening variable that strengthens the relationship between commitment and communication on employee performance. The findings suggest that organizations should enhance work commitment and effective communication to improve employee performance. Implementing strategies that support OCB is also essential in boosting organizational effectiveness and productivity. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komitmen kerja dan komunikasi kerja terhadap kinerja karyawan dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) sebagai variabel intervening pada karyawan Apartemen Casablanca Mansion. Kinerja karyawan merupakan faktor kunci dalam mencapai tujuan organisasi, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk komitmen dan komunikasi kerja. OCB berperan sebagai perilaku ekstra peran yang mendukung efektivitas organisasi dan berpotensi menjadi variabel mediasi dalam hubungan antara komitmen, komunikasi, dan kinerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 75 karyawan Apartemen Casablanca Mansion. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen kerja dan komunikasi kerja memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Selain itu, OCB terbukti sebagai variabel intervening yang memperkuat hubungan antara komitmen dan komunikasi kerja terhadap kinerja karyawan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa organisasi perlu meningkatkan komitmen kerja dan komunikasi yang efektif di lingkungan kerja untuk meningkatkan kinerja karyawan. Penerapan strategi yang mendukung OCB juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas dan produktivitas organisasi.
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF HADITS Nurhayati, Neng; Abida, Syifa Fauziah El; Bachtiar, Machdum
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i1.4628

Abstract

The research analyzes hadiths relevant to Islamic education management, including educational leadership, human resource management, learning management, and curriculum development. The main data sources come from hadith books and literature on Islamic education management published within the last five years. The results show that the Prophet Muhammad's hadiths provide a strong conceptual foundation for developing a holistic and sustainable Islamic education management system. The main findings indicate that the principles of educational management in hadith have not only theoretical relevance but also practical effectiveness in contemporary educational contexts. Despite facing various challenges in the digital era, implementing hadith-based Islamic education management principles has proven capable of improving the quality and competitiveness of Islamic educational institutions through contextual and innovative interpretation. ABSTRAKPenelitian berfokus pada analisis hadits-hadits yang relevan dengan aspek-aspek manajemen pendidikan Islam, meliputi kepemimpinan pendidikan, pengelolaan sumber daya manusia, manajemen pembelajaran, dan pengembangan kurikulum. Sumber data utama berasal dari kitab-kitab hadits dan literatur terkait manajemen pendidikan Islam yang terbit dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadits-hadits Nabi Muhammad SAW memberikan landasan konseptual yang kuat untuk pengembangan sistem pengelolaan pendidikan Islam yang holistik dan berkelanjutan. Temuan utama mengindikasikan bahwa prinsip-prinsip manajemen pendidikan dalam hadits tidak hanya memiliki relevansi teoritis tetapi juga efektivitas praktis dalam konteks pendidikan kontemporer. Meskipun menghadapi berbagai tantangan di era digital, implementasi prinsip-prinsip manajemen pendidikan Islam berbasis hadits terbukti mampu meningkatkan kualitas dan daya saing lembaga pendidikan Islam melalui interpretasi yang kontekstual dan inovatif.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING PADA SISWA DI SD Husain, Ernawati S.; Halidu , Salma; Husain , Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Pulukadang, Wiwy Triyanti
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i1.4629

Abstract

This study aims to improve the ability to write explanatory texts in grade V students of Elementary School Laboratory, State University of Gorontalo using the Discovery Learning learning model. This type of research is Classroom Action Research (CAR), which is carried out in two cycles. The data collection techniques used are observation, testing and documentation techniques. The research process includes 4 stages: Preparation, Implementation, Monitoring and Evaluation, and Analysis and Reflection, with a total of 20 students. The results of initial observations showed that students' ability to write explanatory texts was still at a low level. Of the 20 students involved, only 5 students (25%) were able to write explanatory texts well, while 15 students (75%) were still unable. In Cycle 1 Meeting 1, the number of students who were able to write explanatory texts increased to 8 people (40%), while students who were not yet able to write explanatory texts were 12 people (60%). In Cycle 1 Meeting 2, the number of students who were able to write explanatory texts increased again to 12 people (60%), while those who were not yet able decreased to 8 people (40%). In Cycle 2 Meeting 1, the number of students who were able to write explanatory texts increased to 14 people (70%), while students who were not able to decreased to 6 people (30%). In Cycle 2 Meeting 2, the number of students who were able to write explanatory texts increased again to 18 people (90%), while those who were not able to decreased to 2 people (10%). From the results of the study, it can be concluded that the application of the Discovery Learning model can improve students' ability to write explanatory texts. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi pada siswa kelas V SD Laboratorium Universitas Negeri Gorontalo dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu teknik observasi, tes dan dokumentasi. Proses penelitian ini mencakup 4 tahap: Persiapan, Pelaksanaan, Pemantauan dan Evaluasi, serta Analisis dan Refleksi, dengan jumlah 20 siswa. Hasil observasi awal menunjukan bahwa kemampuan menulis teks eksplanasi siswa masih berada pada tingkat rendah. Dari 20 siswa yang terlibat, hanya 5 siswa (25%) yang mampu menulis teks eksplanasi dengan baik, sedangkan 15 siswa (75%) masih belum mampu. Pada Siklus 1 Pertemuan 1, jumlah siswa yang mampu menulis teks eksplanasi meningkat menjadi 8 orang (40%), sedangkan siswa yang belum mampu menulis teks eksplanasi sebanyak 12 orang (60%). Pada Siklus 1 Pertemuan 2, jumlah siswa yang mampu menulis teks eksplanasi meningkat lagi menjadi 12 orang (60%), sementara yang belum mampu menurun menjadi 8 orang (40%). Pada Siklus 2 Pertemuan 1, jumlah siswa yang mampu menulis teks eksplanasi mengalami peningkatatan menjadi 14 orang (70%), sementara siswa yang belum mampu menurun menjadi 6 orang (30%). Pada Siklus 2 Pertemuan 2, jumlah siswa yang mampu menulis teks eksplanasi meningkat lagi menjadi 18 orang (90%), sedangkan yang belum mampu menurun menjadi 2 orang (10%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa.
PERAN GURU PEMBIMBING DALAM MENCEGAH PELANGGARAN TATA TERTIB SISWA Febriansyah, Febriansyah
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i1.4639

Abstract

Education is a conscious effort by society and the government to prepare students for the future through guidance, teaching, and training, both in and out of school. However, at SMP N L. Sidoharjo, many students violate school rules by speaking impolitely, chatting during lessons, skipping assignments, and lacking discipline. This study examines the role of guidance teachers in preventing disciplinary violations among eighth-grade students. Using a qualitative descriptive method, data were collected from the principal, student affairs coordinator, homeroom teacher, subject teachers, guidance teachers, and students through interviews. The data were analyzed using reduction, display, and verification techniques with source triangulation.Findings indicate frequent violations such as disobedience, rude speech, truancy, untidy attire, and disrespect toward teachers. These issues stem from parental neglect, peer influence, family problems, mobile phone use, and environmental factors. Guidance teachers play a key role in prevention through informational services, group counseling, and home visits. Their efforts have positively impacted students’ physical, intellectual, emotional, social, moral, and spiritual development. This study highlights the importance of guidance teachers in fostering student discipline and improving overall behavior. ABSTRAKPendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan masyarakat dan pemerintah melalui bimbingan, pengajaran, atau latihan, baik di dalam maupun luar sekolah, untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi kehidupan di masa depan. Namun, fenomena yang terjadi di SMP N L. Sidoharjo menunjukkan adanya beberapa pelanggaran tata tertib oleh siswa, seperti berbicara tidak sopan, mengobrol saat pelajaran, tidak mengerjakan tugas, dan kurang disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru pembimbing dalam mencegah pelanggaran tata tertib siswa kelas VIII. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan informan yang terdiri dari kepala sekolah, waka kesiswaan, wali kelas, guru mata pelajaran, guru pembimbing, dan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, serta verifikasi menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran yang sering terjadi meliputi ketidakpatuhan terhadap peraturan sekolah, berkata kasar, membolos, berpakaian tidak rapi, serta kurang menghargai guru. Faktor penyebabnya antara lain kurangnya perhatian orang tua, pergaulan bebas, masalah keluarga, penggunaan handphone, dan pengaruh lingkungan. Guru pembimbing berperan dalam pencegahan melalui layanan informasi, bimbingan kelompok, dan home visit. Dampak dari layanan tersebut cukup positif, terlihat dari perubahan perilaku siswa dalam aspek fisik, intelektual, emosional, sosial, moral, dan spiritual.
PERBEDAAN JARAK KEMAMPUAN MEMORY DIGIT PADA ANAK INTELLECTUAL DISABILITY SMPLB DENGAN ANAK NORMAL SMP Romadhon, Fathurrohman Rozhi; Nugroho, Setyadi; Dwi, Windiarti
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i1.4656

Abstract

Intellectual disability (ID) is a disturbance in thinking function due to below average intelligence. Based on matter This child intellectual disability experience disruption of level intelligence wrong the only one process Study And remember, different from child normal Which can do process Study And remember better. This study aims to determine the difference in the distance between digit memory ability scores in children with intellectual disabilities from SMPLB and normal SMP children. The sampling technique was carried out by purposive sampling with 40 child respondents with 20 Intellectual Disabilities and 20 normal children. Data The collected data will be analyzed univariately and bivariately, with the Shapiro-Wilk normality test, then the homogeneity test with the independent t-test. The results obtained in this study were that the mean score of digit memory ability in children with Intellectual Disabilities from SMPLB from 20 respondents was 12.85, while the mean score of digit memory ability in normal children from SMP from 20 respondents was 16.70. So the difference in the mean distance of the memory digit score in children with Intellectual Disabilities in SMPLB and normal children in SMP is 3.85, where the average value of children with Intellectual Disabilities in SMPLB is lower than that of normal children in SMP. There is a difference in the distance between the ability of digit memory scores in children with mild intellectual disabilities in junior high schools with special needs and normal junior high school children whose scores are below the average, with a result of 3.85. ABSTRAKIntellectual disability (ID) atau disabilitas intelektual adalah terganggunya fungsi pikir karena tingkat kecerdasan di bawah rata-rata. Berdasarkan hal ini anak intellectual disability mengalami terganggunya tingkat kecerdasan yang salah satunya proses belajar dan mengingat, berbeda dengan anak normal yang dapat melakukan proses belajar dan mengingat lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jarak skor kemampuan memory digit pada anak intellectual disability SMPLB dengan anak normal SMP. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dengan 40 responden anak dengan 20 Intellectual Disability  dan 20 anak normal. Data yang terkumpul akan dianalisis secara univariat dan bivariat, dengan uji normalitas shapiro-wilk, selanjutnya uji homogenitas dengan independent t-test. Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah mean skor kemampuan memory digit pada anak Intellectual Disability SMPLB dari 20 responden adalah 12,85, sedangkan mean skor kemampuan memory digit pada anak normal SMP dari 20 responden adalah 16,70. Jadi perbedaan jarak mean skor memory digit pada anak Intellectual Disability SMPLB dengan anak normal SMP adalah 3,85 yang dimana nilai rata-rata anak Intellectual Disability SMPLB lebih rendah daripada anak normal SMP. Terdapat perbedaan jarak kemampuan skor memory digit pada anak Intellectual Disability ringan SMPLB dengan anak normal SMP yang nilainya dibawah rata-rata didapatkan hasil 3,85.