cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 43 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2026)" : 43 Documents clear
ANALISIS PENERAPAN KAIDAH YUKHTARU AHWANU SYARRAINI DALAM CERAI GUGAT KARENA SUAMI HILANG Arasy, Ramzy Kidung; Harisi, Isnain La
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9334

Abstract

This study examines the application of the rule of Yukhtaru Ahwanu Syarraini in cases of divorce due to a missing husband, focusing on Religious Court Decision Number 1868/Pdt. G/2024/PA.Grt. The main problem in this research is how the concept of the rule Yukhtaru Ahwanu Syarraini is applied and to what extent it aligns with judges’ legal considerations in the decision to minimize harm. This study uses a normative legal research method with conceptual, statutory, and case approaches. The data sources consist of primary legal materials in the form of court decisions and secondary legal materials, such as books of fiqh rules, legislation, the Compilation of Islamic Law, and related scientific literature. Data analysis was conducted qualitatively through textual and descriptive qualitative analysis. The research findings indicate that the principle of "Yukhtaru Ahwanu Syarraini" (choosing the lesser of two evils) is highly relevant in cases of divorce due to the husband's absence from the country. This is because the judge is faced with two equally harmful options: maintaining a marriage that causes ongoing suffering or granting a divorce, although undesirable, which is the lesser of the two evils. The decision of Religious Court Number 1868/Pdt. G/2024/PA.Grt essentially reflects legal protection and substantive justice for plaintiffs. However, the judge's legal reasoning is not fully aligned with the principle of Yukhtaru Ahwanu Syarraini, as it relies more on the existence of a violation of divorce taklik, making it less comprehensive and not explicitly based on the principle of Yukhtaru Ahwanu Syarraini. This study is expected to enrich the study of Islamic law and serve as a reference for judges and legal practitioners in formulating legal considerations aimed at minimizing harm in accordance with the objectives of Islamic law. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji penerapan kaidah Yukhtaru Ahwanu Syarraini dalam perkara cerai gugat karena suami hilang, dengan studi pada Putusan Pengadilan Agama Nomor 1868/Pdt.G/2024/PA.Grt. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep kaidah Yukhtaru Ahwanu Syarraini serta penerapannya dan sejauh mana kesesuaiannya dengan pertimbangan hukum hakim dalam putusan tersebut guna meminimalisir kemudaratan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual, perundang-undangan, dan kasus. Sumber data terdiri atas bahan hukum primer berupa putusan pengadilan, serta bahan hukum sekunder berupa kitab-kitab kaidah fikih, peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, dan literatur ilmiah terkait. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui analisis tekstual dan deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaidah Yukhtaru Ahwanu Syarraini memiliki relevansi yang kuat dalam perkara cerai gugat karena suami hilang, karena hakim dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama mengandung kemudaratan, yaitu mempertahankan perkawinan yang menimbulkan penderitaan berkelanjutan atau menjatuhkan perceraian yang meskipun dibenci, tetapi lebih ringan mudaratnya. Putusan Pengadilan Agama Nomor 1868/Pdt.G/2024/PA.Grt pada dasarnya telah mencerminkan perlindungan hukum dan keadilan substantif bagi penggugat. Namun, konstruksi pertimbangan hukum hakim belum sepenuhnya selaras dengan kaidah Yukhtaru Ahwanu Syarraini, karena lebih bertumpu pada adanya pelanggaran taklik talak yang menjadikannya kurang komprehensif dan tidak secara eksplisit bersandar pada kaidah Yukhtaru Ahwanu Syarraini. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian hukum Islam serta menjadi rujukan bagi hakim dan praktisi hukum dalam merumuskan pertimbangan hukum yang berorientasi pada upaya meminimalisir kemudaratan sesuai dengan tujuan syariat Islam.  
TUDUHAN NEPOTISME SEBAGAI FAKTOR PEMICU PEMBERONTAKAN TERHADAP UTSMAN BIN AFFAN Fahriah, Fathia Saidah; Arwan, Arwan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9335

Abstract

The reign of Caliph Uthman ibn Affan was marked by political turmoil that culminated in rebellion, in which accusations of nepotism became a central issue that triggered the disintegration of the ummah. This study focuses on analyzing allegations of the appointment of Umayyad relatives in the government bureaucratic structure through a socio-historical perspective. Using a qualitative-historical method that includes heuristic stages, source criticism, and interpretation of classical and modern literature, this study explores the root causes of the conflict. The research findings show that Uthman's policies were actually a political strategy based on tribal solidarity (ashabiyyah) aimed at maintaining administrative stability amidst massive territorial expansion, not merely a moral deviation. However, these policies clashed with the egalitarian expectations of society and post-conquest economic inequality, thus giving rise to perceptions of injustice. The main conclusion emphasizes that accusations of nepotism are a social construction and political narrative used to delegitimize Uthman's rule, reflecting the crisis of transition from communitarian leadership to a complex state governance system. ABSTRAK Masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan diwarnai oleh gejolak politik yang berujung pada pemberontakan, di mana tuduhan nepotisme menjadi isu sentral yang memicu disintegrasi umat. Penelitian ini memfokuskan kajian pada analisis tuduhan pengangkatan kerabat Bani Umayyah dalam struktur birokrasi pemerintahan melalui perspektif sosial-historis. Dengan menggunakan metode kualitatif-historis yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, dan interpretasi terhadap literatur klasik maupun modern, penelitian ini menelusuri akar penyebab konflik tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Utsman sejatinya merupakan strategi politik berbasis solidaritas kesukuan (ashabiyyah) yang ditujukan untuk menjaga stabilitas administrasi di tengah ekspansi wilayah yang masif, bukan semata penyimpangan moral. Namun, kebijakan ini berbenturan dengan ekspektasi egaliter masyarakat dan ketimpangan ekonomi pasca-penaklukan, sehingga melahirkan persepsi ketidakadilan. Simpulan utama menegaskan bahwa tuduhan nepotisme merupakan konstruksi sosial dan narasi politik yang digunakan untuk mendelegitimasi kekuasaan Utsman, yang mencerminkan krisis transisi dari kepemimpinan komunitarian menuju sistem pemerintahan negara yang kompleks.  
OPTIMALISASI PENGELOLAAN DATABASE DATA PROYEK KONSTRUKSI DI BAGIAN ADMIN DATA PADA PT Rochima, Ainur; Citalada, Muhammad Bhirawa Dwi Atma
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9337

Abstract

The increasing complexity of construction projects demands accurate, integrated, and easily accessible data management to support managerial decision-making. At PT Bahtera Cipta Anugrah, project material requirement data management is still carried out using separate spreadsheets for each project, resulting in risks of data duplication, information inconsistency, and delays in cross-project report consolidation. This study aims to optimize the management of construction project data databases in the data administration department through the design of a centralized relational database model using a conceptual approach. The method used is descriptive qualitative with a Five-Step Syntax framework, which includes problem identification, business process mapping, data auditing and needs analysis, model design, as well as validation and recommendations. An audit of the material requirements data that have been compiled shows a combination of deficits and surpluses in two major projects, as well as duplicate material names and inconsistencies in column entries, indicating weak data integrity. Conceptually, comparison simulations show that the time needed to consolidate reports and search for information in spreadsheet systems can be reduced from minutes to seconds if a centralized relational database system is used. The database model design with the entities Project, Material, Supplier, and Transaction allows for reduced redundancy, improved data integrity, and supports the development of a cloud-based managerial dashboard capable of providing material information more quickly and reliably. ABSTRAK Peningkatan kompleksitas proyek konstruksi menuntut pengelolaan data yang akurat, terintegrasi, dan mudah diakses untuk mendukung pengambilan keputusan manajerial. Di PT Bahtera Cipta Anugrah, pengelolaan data kebutuhan material proyek masih menggunakan spreadsheet terpisah untuk setiap proyek, sehingga menimbulkan risiko duplikasi data, inkonsistensi informasi, serta keterlambatan dalam konsolidasi laporan lintas proyek. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan pengelolaan database data proyek konstruksi di bagian admin data melalui perancangan model database relasional terpusat dengan pendekatan konseptual. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan kerangka Sintaks Lima Langkah yang mencakup identifikasi masalah, pemetaan proses bisnis, audit data dan analisis kebutuhan, perancangan model, serta validasi dan rekomendasi. Audit terhadap data kebutuhan material yang telah direkap menunjukkan adanya kombinasi defisit dan surplus pada dua proyek utama, serta duplikasi nama material dan ketidakkonsistenan pengisian kolom yang mengindikasikan lemahnya integritas data. Secara konseptual, simulasi perbandingan menunjukkan bahwa waktu konsolidasi laporan dan pencarian informasi pada sistem spreadsheet dapat berkurang dari skala menit menjadi detik apabila digunakan sistem database relasional terpusat. Rancangan model database dengan entitas Proyek, Material, Supplier, dan Transaksi memungkinkan pengurangan redundansi, peningkatan integritas data, dan mendasari pengembangan dashboard manajerial berbasis cloud yang mampu menyajikan informasi material secara lebih cepat dan andal.
EFEKTIVITAS TEKNIK CONTACTING DALAM MENJANGKAU CALON NASABAH PADA PT Novitasari, Anargya Tia; Aminah, Siti
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9338

Abstract

Contacting is an initial communication technique used to establish relationships with potential customers in marketing activities, especially in brokerage companies. This study aims to analyze the effectiveness of the contacting technique in reaching potential customers at PT Victory International Futures during internships. The contacting process is carried out primarily through familiar individual message-based communication, and is assisted by telephone communication in certain situations. Contacting aims to introduce the company and offer services through a personal approach that is not hard selling. The results of the activity show that contacting via text messages is more effective than by telephone, as it provides a more comfortable, structured communication space that does not interfere with the prospective customer's time. In addition, the internship provides an understanding of the appropriate communication patterns, follow-up techniques, and strategies for building initial interest among prospective customers, even though the final decision remains at their discretion. ABSTRAK Contacting merupakan teknik komunikasi awal yang digunakan untuk menjalin hubungan dengan calon nasabah dalam kegiatan pemasaran terutama dalam perusahaan pialang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknik contacting dalam menjangkau calon nasabah pada PT Victory International Futures selama kegiatan magang. Proses contacting dilakukan terutama melalui komunikasi berbasis pesan individu yang sudah dikenal, serta dibantu dengan komunikasi telepon dalam situasi tertentu. Contacting bertujuan untuk memperkenalkan perusahaan dan menawarkan layanan melalui pendekatan personal yang tidak bersifat hard selling. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa contacting melalui pesan teks lebih efektif dibandingkan secara telepon, karena memberikan ruang komunikasi yang lebih nyaman, terstruktur, dan tidak mengganggu waktu calon nasabah. Selain itu, kegiatan magang memberikan pemahaman mengenai pola komunikasi yang tepat, teknik follow-up, dan strategi membangun ketertarikan awal calon nasabah meskipun keputusan akhir tetap berada pada pertimbangan mereka.
ANALISIS DETERMINAN TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI JAWA TIMUR TAHUN 2021 Putri, Aprillinda Karimah; Wibowo, Wisnu; Haryanto, Albertus Eka Putra; Fauzi, Indra Nur
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9339

Abstract

The 2021 Open Unemployment Rate (TPT) in East Java, which exceeded the regional development plan target, indicates obstacles to post-pandemic labor absorption. This study focuses on analyzing the determinants of the TPT by examining the influence of the Regency/City Minimum Wage (UMK), Average Years of Schooling (RLS), Labor Force Participation Rate (TPAK), and population. Using a quantitative multiple linear regression approach on cross-section data from 38 regencies/cities, this study found that the independent variables simultaneously explained 71% of the variation in the TPT. Partial test results indicate that the UMK (coefficient 0.778) and RLS (coefficient 0.672) have a positive and significant effect, while the TPAK has a significant negative effect (coefficient -0.160), while population size has no significant effect. The main conclusion confirms that wage and education increases that are not aligned with industrial needs actually trigger unemployment, so careful wage policies and educational curriculum alignment are needed to minimize mismatches in the labor market. ABSTRAK Realisasi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur tahun 2021 yang melampaui target rencana pembangunan daerah mengindikasikan adanya hambatan penyerapan tenaga kerja pascapandemi. Penelitian ini berfokus pada analisis determinan TPT dengan menguji pengaruh Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), Rata-Rata Lama Sekolah (RLS), Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), dan jumlah penduduk. Menggunakan pendekatan kuantitatif regresi linier berganda pada data cross-section dari 38 kabupaten/kota, penelitian ini menemukan bahwa variabel independen secara simultan mampu menjelaskan 71% variasi TPT. Hasil uji parsial menunjukkan UMK (koefisien 0,778) dan RLS (koefisien 0,672) berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan TPAK berpengaruh negatif signifikan (koefisien -0,160), sementara jumlah penduduk tidak berpengaruh signifikan. Simpulan utama menegaskan bahwa kenaikan upah dan pendidikan yang tidak selaras dengan kebutuhan industri justru memicu pengangguran, sehingga diperlukan kebijakan pengupahan yang cermat serta penyelarasan kurikulum pendidikan untuk meminimalkan ketidaksesuaian di pasar tenaga kerja.
STRATEGI KOMUNIKASI PROTOKOLER DALAM MENYIKAPI PERUBAHAN AGENDA PIMPINAN DAERAH PADA BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PIMPINAN SEKRETARIS DAERAH Subang, Donatus Bernald; Mustafa, Intan; Retu, Markus Kristian
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9340

Abstract

Changes in the schedule of regional leaders are an inevitable part of the dynamic nature of local government administration. This condition requires the Protocol and Leadership Communication Division to implement effective, adaptive, and well-coordinated communication strategies to ensure that protocol duties are carried out optimally. This study aims to analyze protocol communication strategies in responding to changes in regional leaders’ agendas, identify the obstacles encountered, and examine the efforts undertaken to overcome these challenges. This research employs a qualitative approach using a case study design and was conducted at the Protocol and Leadership Communication Division of the Regional Secretariat of Sikka Regency. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, with informants selected using purposive sampling. Data analysis was carried out using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that protocol communication strategies in addressing changes in regional leaders’ agendas are implemented through strengthened internal coordination, intensive vertical communication with regional leaders, and ethical and professional external communication with relevant stakeholders. The main obstacles identified include time constraints, differences in perceptions among related parties, and limitations in human resources. To address these challenges, efforts are made to enhance communication intensity, conduct routine evaluations, clarify task distribution, and improve the competence of protocol officers. This study concludes that adaptive and well-coordinated protocol communication strategies play a crucial role in ensuring the smooth implementation of regional leaders’ agendas amid dynamic changes. ABSTRAK Perubahan agenda pimpinan daerah merupakan fenomena yang tidak terpisahkan dari dinamika penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kondisi tersebut menuntut Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan untuk memiliki strategi komunikasi yang efektif, adaptif, dan terkoordinasi agar pelaksanaan tugas keprotokolan tetap berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi protokoler dalam menyikapi perubahan agenda pimpinan daerah, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, yang dilaksanakan di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi protokoler dalam menyikapi perubahan agenda pimpinan daerah dilakukan melalui penguatan koordinasi internal, komunikasi vertikal yang intensif dengan pimpinan daerah, serta komunikasi eksternal yang beretika dan profesional dengan para pemangku kepentingan. Hambatan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, perbedaan persepsi antar pihak terkait, serta keterbatasan sumber daya manusia. Untuk mengatasi hambatan tersebut, dilakukan upaya peningkatan intensitas komunikasi, evaluasi rutin, pembagian tugas yang jelas, serta peningkatan kompetensi aparatur protokoler. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi protokoler yang adaptif dan terkoordinasi memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran pelaksanaan ag enda pimpinan daerah di tengah perubahan yang dinamis.
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL ANAK USIA DINI : SEBUAH KAJIAN LITERATUR Anekasari, Rani Nur; Sulastri, Augustina; Utami, Cicilia Tanti
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9341

Abstract

Emotional intelligence is an important aspect of early childhood development that is influenced by the family environment, especially parenting. This study aims to examine the role of parenting patterns on the development of emotional intelligence in early childhood through literature review. The research method used is narrative literature review by reviewing SINTA accredited national journals published in the range of 2018-2025. The literature search was conducted through Google Scholar and Garuda Portal using the keywords parenting, emotional intelligence, and early childhood. The results show that democratic or authoritative parenting has the most positive influence on children's emotional intelligence development, which is reflected in children's ability to recognize and manage emotions, have empathy, self-control, and good social skills. Conversely, permissive and authoritarian parenting tend to have a less than optimal impact on children's emotional development when applied predominantly. In addition, factors such as education, occupation, parents' age and the number of children in the family also influence the parenting style applied. The conclusion of this study confirms that the application of warm, communicative and consistent parenting plays an important role in supporting the development of early childhood emotional intelligence. ABSTRAK Kecerdasan emosional merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, khususnya pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pola asuh orang tua terhadap perkembangan kecerdasan emosional anak usia dini melalui kajian literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah narrative literature review dengan menelaah jurnal nasional terakreditasi SINTA yang diterbitkan pada rentang tahun 2018–2025. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar dan Portal Garuda menggunakan kata kunci pola asuh, kecerdasan emosional, dan anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis atau authoritative memiliki pengaruh paling positif terhadap perkembangan kecerdasan emosional anak, yang tercermin dari kemampuan anak dalam mengenali dan mengelola emosi, memiliki empati, kontrol diri, serta kemampuan bersosialisasi yang baik. Sebaliknya, pola asuh permisif dan otoriter cenderung berdampak kurang optimal terhadap perkembangan emosional anak apabila diterapkan secara dominan. Selain itu, faktor pendidikan, pekerjaan, usia orang tua, serta jumlah anak dalam keluarga turut memengaruhi pola asuh yang diterapkan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan pola asuh yang hangat, komunikatif, dan konsisten berperan penting dalam mendukung perkembangan kecerdasan emosional anak usia dini.
PENERAPAN PRINSIP GOOD GOVERNANCE DALAM TATA KELOLA BAGIAN SEKRETARIAT DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH Yuliani, Rosalia; Mustafa, Intan; Kedoh, Lodowik Nikodemus
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9342

Abstract

The application of good governance principles is a crucial foundation for regional bureaucratic reform, but in reality, it is often hampered by resource capacity and organizational culture. This study aims to analyze the implementation of good governance in the Secretariat Section of the Regional Archives and Library Service of Sikka Regency. Using a descriptive qualitative approach, data were extracted using in-depth interviews, observation, and documentation studies, then analyzed through reduction, presentation, and verification. The research findings indicate that the application of good governance principles has been implemented but is not yet optimal. The principles of transparency and accountability were identified as being well-functioning internally, but information disclosure to the public is still very limited. Similarly, participation is still dominated by internal parties without significant involvement from the external community. The main obstacles were found in the aspects of professionalism and effectiveness due to the lack of competency of the apparatus and the low adoption of information technology in the still manual archiving system. The main conclusion emphasizes that optimization of secretariat governance is urgently carried out through expanding access to public transparency, implementing performance-based accountability, involving external participation, and modernizing the digital-based administration system to achieve excellent public service. ABSTRAK Penerapan prinsip good governance menjadi fondasi krusial dalam reformasi birokrasi daerah, namun realitasnya sering terkendala oleh kapasitas sumber daya dan budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi tata kelola pemerintahan yang baik pada Bagian Sekretariat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sikka. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data digali menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip good governance telah dilaksanakan namun belum optimal. Prinsip transparansi dan akuntabilitas teridentifikasi sudah berjalan baik secara prosedural internal, namun keterbukaan informasi bagi publik masih sangat terbatas. Demikian pula, partisipasi masih didominasi pihak internal tanpa pelibatan signifikan dari masyarakat luar. Hambatan utama ditemukan pada aspek profesionalisme dan efektivitas akibat minimnya kompetensi aparatur serta rendahnya adopsi teknologi informasi dalam sistem kearsipan yang masih manual. Simpulan utama menegaskan bahwa optimalisasi tata kelola sekretariat mendesak dilakukan melalui perluasan akses transparansi publik, penerapan akuntabilitas berbasis kinerja, pelibatan partisipasi eksternal, serta modernisasi sistem administrasi berbasis digital guna mewujudkan pelayanan publik yang prima.    
PENGELOLAAN SOCIAL MEDIA RESPONSE TEAM UNTUK MENINGKATKAN PUBLISITAS PADA KANTOR KESYAHBANDARAN DAN OTORITAS PELABUHAN KELAS IV Koban, Elisabeth Septiani Bonewati; Mustafa, Intan; Sedu, Viktor Ariestyan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9343

Abstract

This study aims to examine and analyze the management of a social media response team in enhancing publicity at the Class IV Port Authority and Harbormaster Office (KSOP) Laurentius Say Maumere. The background of this research is based on the growing importance of social media as an effective public communication tool for government institutions in disseminating information, building a positive image, and increasing public engagement. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation related to the social media management activities at KSOP Class IV Laurentius Say Maumere. The results indicate that the management of the social media response team includes content planning, information dissemination, and public response management through social media platforms. These strategies contribute to increasing publicity and strengthening the institution’s public image. However, several challenges remain, such as limited human resources and inconsistencies in content updates. The study concludes that well-planned and responsive social media response team management plays an important role in enhancing the publicity of KSOP Class IV Laurentius Say Maumere, highlighting the need for improved strategies, team capacity building, and continuous optimization of social media utilization. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan social media response team dalam meningkatkan publisitas pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Laurentius Say Maumere. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang efektif bagi instansi pemerintah dalam menyampaikan informasi, membangun citra positif, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap aktivitas pengelolaan media sosial KSOP Kelas IV Laurentius Say Maumere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan social media response team meliputi perencanaan konten, pelaksanaan publikasi informasi, serta pengelolaan respons terhadap masyarakat melalui media sosial. Strategi tersebut mampu meningkatkan publisitas dan memperkuat citra institusi di mata publik, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia dan konsistensi pembaruan konten. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengelolaan social media response team yang terencana dan responsif berperan penting dalam meningkatkan publisitas KSOP Kelas IV Laurentius Say Maumere, sehingga diperlukan penguatan strategi, peningkatan kapasitas tim, dan optimalisasi pemanfaatan media sosial secara berkelanjutan.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN Ashariana, Ashariana; Ibrahim, Ibrahim; Muliati, Muliati; M, Ristifani Arista
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9344

Abstract

The quality of public services in population administration is a primary measure of local government performance. However, in Tinambung District, Polewali Mandar Regency, a gap remains between public expectations and the reality of available services. This study aims to analyze the effectiveness of population administration services using a descriptive qualitative approach. Data collection was conducted through participant observation, in-depth interviews with officials and the public, and documentation studies. Data were then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The research findings indicate that the dimensions of reliability, responsiveness, assurance, and empathy of officers have performed well, characterized by data accuracy, speed of response, and a humanistic approach to serving citizens. However, the tangibles dimension remains a crucial weakness due to damaged electronic ID card recording devices and the lack of adequate waiting room facilities. The main conclusion of this study confirms that although the work culture of civil servants is oriented towards public satisfaction, overall service effectiveness is still hampered by a technical infrastructure deficit, necessitating the revitalization of these facilities and infrastructure as a priority for future improvement. ABSTRAK Kualitas pelayanan publik dalam administrasi kependudukan menjadi tolak ukur utama kinerja pemerintah daerah, namun di Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, masih ditemukan kesenjangan antara harapan masyarakat dengan realitas layanan yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelayanan administrasi kependudukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan aparatur dan masyarakat, serta studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dimensi keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy) petugas telah berjalan dengan baik, ditandai oleh akurasi data, kecepatan respons, serta pendekatan humanis dalam melayani warga. Namun, dimensi bukti fisik (tangibles) masih menjadi kelemahan krusial akibat rusaknya alat perekaman KTP elektronik dan minimnya fasilitas ruang tunggu yang layak. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa meskipun budaya kerja aparatur sudah berorientasi pada kepuasan publik, efektivitas layanan secara keseluruhan masih terhambat oleh defisit infrastruktur teknis, sehingga diperlukan revitalisasi sarana prasarana sebagai prioritas perbaikan di masa depan.