cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 546 Documents
REKONSTRUKSI PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI DANA PUBLIK PASCA UU 19/2019 DAN KUHP BARU Simbolon, Josmangasi; Bea, Yuventus; Malau, Parningotan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9191

Abstract

ABSTRACT This article analyzes corporate criminal liability in public fund corruption by examining jurisprudential developments as a basis for evaluating the evolution of anti-corruption regulations in Indonesia. The study is motivated by the increasing involvement of corporations in corrupt practices, particularly in procurement and infrastructure projects, which demonstrate systematic patterns such as bribery, conflicts of interest, budget manipulation, and the use of shell companies. This research aims to assess the effectiveness of corporate criminal liability models following the revision of the Corruption Eradication Commission’s authority under Law Number 19 of 2019, as well as the regulation of corporations in the New Criminal Code, which will be fully implemented in 2026. The study employs a normative juridical method with statutory, case-based, and conceptual approaches, supported by an analysis of corruption court decisions over the past decade. The results indicate key challenges, including fragmented legal instruments, complexities in proving corporate fault, and inconsistencies across regulatory frameworks. These findings reveal a structural gap in the corporate sentencing system. The novelty of this study lies in reconstructing a corporate criminal liability model based on the corporate fault attribution approach, integrated with the framework of the New Criminal Code to better adapt to contemporary corporate crime. The conclusion emphasizes the need to strengthen a more systematic and contextual corporate criminal liability model to enhance the effectiveness of combating public fund corruption. ABSTRAK Artikel ini menganalisis pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana korupsi dana publik dengan meninjau dinamika yurisprudensi sebagai dasar evaluasi perkembangan regulasi antikorupsi di Indonesia. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya keterlibatan korporasi dalam praktik korupsi, khususnya pada sektor pengadaan dan proyek infrastruktur, yang menunjukkan pola sistematis seperti suap, konflik kepentingan, manipulasi anggaran, dan penggunaan perusahaan cangkang. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas model pertanggungjawaban pidana korporasi pasca revisi kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 serta pengaturan korporasi dalam KUHP Baru yang akan berlaku penuh pada tahun 2026. Metode yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual, disertai analisis putusan pengadilan tindak pidana korupsi dalam satu dekade terakhir. Hasil menunjukkan adanya kendala utama berupa ketidakterpaduan instrumen hukum, kompleksitas pembuktian kesalahan korporasi, serta ketidaksinkronan antar kerangka regulasi. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan struktural dalam sistem pemidanaan korporasi. Novelty penelitian terletak pada rekonstruksi model pertanggungjawaban pidana korporasi berbasis corporate fault attribution yang diintegrasikan dengan desain KUHP Baru secara lebih adaptif terhadap karakteristik kejahatan korporasi kontemporer. Simpulan menekankan perlunya penguatan model pertanggungjawaban pidana korporasi yang lebih sistematis dan kontekstual guna meningkatkan efektivitas penanggulangan korupsi dana publik.
INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DAN ESG DALAM SISTEM EKONOMI MODERN Ariningrum, Hardini; Fitriandini, Elsa; Ramadhani, Choirunnisa; Rahmawati, Tika
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9284

Abstract

ABSTRACT The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has driven significant transformations in accounting systems, particularly in supporting sustainability reporting based on Environmental, Social, and Governance (ESG) principles. However, comprehensive studies that examine the integration of AI and ESG within the context of modern accounting systems remain relatively limited. This study aims to analyze the forms of AI–ESG integration in modern accounting systems and to assess their role in enhancing the quality of corporate sustainability reporting. The study employs a qualitative descriptive approach using a literature review method, analyzing 20 peer-reviewed journal articles published between 2021 and 2025. The literature was sourced from multiple academic databases, including Google Scholar, ScienceDirect, SSRN, and ResearchGate, to ensure comprehensive coverage of relevant studies. Data were analyzed using content analysis, with research findings categorized into key thematic areas related to the application of AI in ESG reporting, carbon and environmental accounting, as well as AI governance and ethical considerations. The results indicate that the integration of AI into accounting systems contributes to improved reporting efficiency, enhanced accuracy and timeliness of sustainability data, and greater transparency of ESG information through automated data collection and processing, risk analysis, and decision-support mechanisms. This study concludes that the integration of AI and ESG expands the role of accounting systems from traditional financial record-keeping tools to strategic instruments that support corporate accountability and long-term sustainability. ABSTRAK Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mendorong transformasi signifikan dalam sistem akuntansi, khususnya dalam mendukung pelaporan keberlanjutan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG). Meskipun demikian, kajian yang membahas integrasi AI dan ESG secara komprehensif dalam konteks sistem akuntansi modern masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk integrasi AI dan ESG dalam sistem akuntansi modern serta perannya dalam meningkatkan kualitas pelaporan keberlanjutan perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka (literature review) terhadap 20 artikel jurnal ilmiah bereputasi yang diterbitkan pada periode 2021–2025. Sumber literatur diperoleh dari berbagai basis data akademik, meliputi Google Scholar, ScienceDirect, SSRN, dan ResearchGate, guna memastikan keluasan dan kedalaman kajian. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi (content analysis) dengan mengelompokkan temuan penelitian ke dalam tema-tema utama terkait penerapan AI dalam pelaporan ESG, akuntansi karbon, serta tata kelola dan etika AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam sistem akuntansi berkontribusi pada peningkatan efisiensi proses pelaporan, akurasi dan ketepatan waktu data keberlanjutan, serta transparansi informasi ESG melalui otomatisasi pengumpulan dan pengolahan data, analisis risiko, dan dukungan pengambilan keputusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi AI dan ESG memperluas peran sistem akuntansi dari sekadar alat pencatatan keuangan menjadi instrumen strategis dalam mendukung akuntabilitas dan keberlanjutan perusahaan.
PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS PASCA AKREDITASI DI KABUPATEN TANGGAMUS PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2024 Mulyani, Yekti; Subuh, M.
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9303

Abstract

Service quality is a critical component in healthcare delivery, particularly in ensuring patient safety, service effectiveness, and community satisfaction. Quality management principles, initially developed in the industrial sector, have been widely adopted in healthcare systems through mechanisms such as quality assurance, Total Quality Management (TQM), and accreditation of healthcare facilities, including Community Health Centers (Puskesmas). However, evidence from Tanggamus Regency suggests that despite full accreditation status across all Puskesmas, post-accreditation quality improvement has not been optimally sustained. Persistent challenges include limited human resources, inadequate infrastructure and funding, weak institutionalization of quality culture, and an overemphasis on administrative compliance rather than continuous service improvement. This study aims to assess post-accreditation service quality in Puskesmas and to formulate context-based strategies for sustainable quality enhancement. A mixed methods approach was employed by integrating quantitative and qualitative analyses. Quantitative data were analyzed using the SERVQUAL model to identify gaps between community expectations and perceived service performance, while qualitative data were collected through in-depth interviews and document review. The findings reveal that all service quality dimensions exhibit negative gap scores, with an overall average of -0.67, indicating that service performance has not yet met community expectations. The Empathy dimension demonstrated the largest gap (-0.95), highlighting insufficient personal attention from healthcare providers, whereas the Assurance dimension recorded the smallest gap (-0.30), reflecting relatively higher public trust. These results underscore the need for continuous quality improvement strategies, including strengthening health workers’ competencies and communication skills, upgrading service facilities, ensuring consistent implementation of standard operating procedures, and reinforcing systematic monitoring and evaluation mechanisms. ABSTRAKMutu pelayanan kesehatan merupakan aspek fundamental dalam penyelenggaraan layanan publik yang berorientasi pada keselamatan pasien dan kepuasan masyarakat. Konsep mutu yang berasal dari sektor industri telah diadaptasi ke dalam sistem pelayanan kesehatan melalui berbagai pendekatan, seperti penjaminan mutu, Total Quality Management (TQM), dan akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Meskipun seluruh Puskesmas di Kabupaten Tanggamus telah memperoleh status akreditasi, implementasi peningkatan mutu pasca akreditasi belum menunjukkan hasil yang optimal. Berbagai kendala masih dijumpai, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana yang belum memadai, keterbatasan anggaran, lemahnya internalisasi budaya mutu, serta kecenderungan pelaksanaan akreditasi yang berorientasi administratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu pelayanan Puskesmas pasca akreditasi serta merumuskan strategi peningkatan mutu yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengukuran mutu pelayanan dilakukan secara kuantitatif menggunakan model SERVQUAL untuk menganalisis kesenjangan antara harapan dan persepsi masyarakat, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi mutu pelayanan masih berada pada gap negatif dengan nilai rata-rata sebesar -0,67, yang menandakan bahwa pelayanan belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi masyarakat. Dimensi Empathy menunjukkan kesenjangan terbesar (-0,95), sementara dimensi Assurance memiliki gap terkecil (-0,30). Temuan ini menegaskan perlunya strategi peningkatan mutu yang berkelanjutan melalui penguatan kompetensi dan komunikasi petugas, perbaikan fasilitas layanan, konsistensi penerapan standar operasional prosedur, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi mutu pelayanan.
PERBANDINGAN MODEL BINOMIAL DAN BLACK-SCHOLES TERHADAP PENENTUAN HARGA OPSI PUT DAN CALL TIPE BARRIER (STUDI KASUS DATA SAHAM PT GUDANG GARAM) Zaid, Nurlaila
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9306

Abstract

This study aims to compare the pricing of barrier call and put options using the Binomial model and the Black–Scholes model, with PT Gudang Garam Tbk (GGRM) stock as a case study. Barrier options are classified as exotic options with path-dependent characteristics, where the option’s validity depends on whether the underlying asset price reaches a specified barrier level during the contract period. The data consist of daily closing prices of GGRM stock obtained from Yahoo Finance. The analysis includes calculating log returns, estimating annual volatility, and testing data normality using the Shapiro–Wilk test. Option prices are then computed using both models based on the estimated parameters. The results indicate notable differences in option values produced by the two models, particularly for options near the barrier level. The Binomial model demonstrates greater flexibility in explicitly handling barrier conditions, while the Black–Scholes model provides efficient estimates under ideal market assumptions. Therefore, the choice of option pricing model should consider the characteristics of the option contract and the required level of accuracy. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan penentuan harga opsi barrier tipe call dan put menggunakan model Binomial dan model Black–Scholes dengan studi kasus saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Opsi barrier merupakan jenis opsi eksotik yang bersifat path-dependent, di mana keberlakuan kontrak dipengaruhi oleh tercapainya tingkat harga tertentu selama masa hidup opsi. Data yang digunakan berupa harga penutupan harian saham GGRM yang diperoleh dari Yahoo Finance. Tahapan analisis meliputi perhitungan log return, estimasi volatilitas tahunan, serta pengujian kenormalan data menggunakan uji Shapiro–Wilk. Selanjutnya, harga opsi dihitung menggunakan model Black–Scholes dan model Binomial berdasarkan parameter yang telah diestimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai opsi yang dihasilkan oleh kedua model, terutama pada opsi yang berada di sekitar tingkat barrier. Model Binomial menunjukkan fleksibilitas yang lebih baik dalam menangani kondisi barrier secara eksplisit, sedangkan model Black–Scholes memberikan estimasi yang efisien dengan asumsi pasar ideal. Dengan demikian, pemilihan model penentuan harga opsi perlu disesuaikan dengan karakteristik instrumen dan tingkat presisi yang dibutuhkan.
STRATEGI REKRUTMEN NASABAH UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PEMASARAN DI PT VICTORY INTERNATIONAL FUTURES Rachmawati, Fadila; Aminah, Siti
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9312

Abstract

ABSTRAK Dalam konteks pemasaran jasa keuangan, kinerja pemasaran tidak hanya ditentukan oleh peningkatan penjualan, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan dalam membangun kepercayaan dan hubungan jangka panjang dengan nasabah. Industri pialang berjangka di Indonesia memiliki karakteristik risiko tinggi dan tingkat persaingan yang ketat, sehingga menuntut strategi rekrutmen nasabah yang tidak semata berorientasi pada transaksi jangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi rekrutmen nasabah yang diterapkan oleh PT Victory International Futures serta kontribusinya terhadap peningkatan kinerja pemasaran perusahaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan tim pemasaran, observasi langsung terhadap aktivitas rekrutmen dan komunikasi pemasaran, serta dokumentasi pendukung. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi rekrutmen nasabah dilaksanakan secara terstruktur melalui tahapan pencarian calon nasabah, pendekatan awal, edukasi produk, appointment, dan follow up berkelanjutan. Pendekatan personal, transparansi informasi, serta pemanfaatan media sosial berperan penting dalam membangun kepercayaan dan meningkatkan minat calon nasabah. Strategi follow up yang konsisten juga memperkuat hubungan jangka panjang dan mendukung peningkatan jumlah nasabah aktif serta volume transaksi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa strategi rekrutmen nasabah berbasis relationship marketing tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja pemasaran, tetapi juga memperkuat citra dan kepercayaan terhadap perusahaan pialang berjangka, sehingga menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pemasaran jasa keuangan. ABSTRACT In the context of financial services marketing, marketing performance is not only determined by increased sales but also by a company’s ability to build trust and maintain long-term relationships with customers. The futures brokerage industry in Indonesia is characterized by high risk and intense competition, requiring customer recruitment strategies that go beyond short-term transactional orientations. This study aims to analyze the customer recruitment strategies implemented by PT Victory International Futures and examine their contribution to improving the company’s marketing performance. A qualitative descriptive approach was employed in this research. Data were collected through semi-structured interviews with marketing personnel, direct observation of recruitment and marketing communication activities, and analysis of supporting documents. Data validity was ensured through technique triangulation, while data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that customer recruitment strategies are implemented through structured stages, including lead generation, initial approach, product education, appointments, and continuous follow-up. Personalized communication, transparent information delivery, and the use of social media play a crucial role in building customer trust and increasing prospective customers’ interest. Furthermore, consistent follow-up activities strengthen long-term relationships and contribute to an increase in active customers and transaction volumes. In conclusion, this study demonstrates that customer recruitment strategies based on relationship marketing not only enhance marketing performance but also strengthen corporate image and trust in futures brokerage companies, thereby serving as an essential foundation for sustainable financial services marketing.
ANALISIS PENGARUH SISTEM KERJA FLEKSIBEL DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN DIVISI MARKETING Amini, Farah; Imam Mawardi, Alfiandi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9313

Abstract

ABSTRAK Perubahan pola kerja dalam industri jasa, termasuk sektor pialang berjangka, membuat perusahaan perlu menyesuaikan sistem kerja agar lebih relevan dengan tuntutan pemasaran yang dinamis. Pada divisi marketing PT. Victory International Futures, fleksibilitas kerja diterapkan untuk memberi ruang bagi karyawan dalam mengatur waktu bertemu klien, menyesuaikan strategi penawaran, sekaligus menjaga efektivitas pencapaian target. Di sisi lain, kedisiplinan tetap menjadi fondasi dasar agar pekerjaan dapat berjalan sesuai standar operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem kerja fleksibel dan disiplin kerja terhadap produktivitas karyawan marketing. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kausal, melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan tetap yang telah bekerja minimal enam bulan. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui kontribusi masing-masing variabel terhadap produktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja memberikan pengaruh positif terhadap produktivitas, terutama karena memberikan ruang otonomi yang memudahkan karyawan menyesuaikan ritme kerja dengan kebutuhan klien. Sementara itu, disiplin kerja tetap berperan penting sebagai penyeimbang yang memastikan target pemasaran terlaksana secara konsisten. Namun tetap membutuhkan kontrol melalui disiplin agar produktivitas optimal dapat dicapai. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam merancang kebijakan kerja yang lebih adaptif untuk meningkatkan performa divisi pemasaran. ABSTRACT Changes in work patterns within the service industry require companies to adopt more adaptive work systems, particularly for marketing employees who operate under shifting targets and high mobility demands. PT. Victory International Futures has implemented flexible work arrangements to support marketing activities, yet empirical evidence regarding their effect on employee productivity remains limited. This study aims to examine the influence of flexible work systems and work discipline on the productivity of marketing employees. A quantitative approach with a causal research design was used, employing questionnaires distributed to permanent employees who had worked for at least six months. Data were analyzed using multiple linear regression. The results indicate that flexible work arrangements positively affect productivity by providing autonomy, reducing work-related pressure, and enabling better alignment between work schedules and client needs. Work discipline also plays a crucial role by ensuring consistency in meeting company targets. As well as the importance of discipline in maintaining stable productivity levels. This research offers empirical insights that can support the development of more adaptive work policies to enhance the performance of the marketing division.
PENGARUH STRUKTUR MODAL, PROFITABILITAS DAN KEBIJAKAN DEVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN MANUFAKTUR OTOMOTIF Yudha Pratama, Hendri; Hendri, Wira; Dinna Widiyasti, Baiq
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9314

Abstract

ABSTRAK Industri otomotif memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, namun dalam satu dekade terakhir menghadapi berbagai tantangan seperti perlambatan ekonomi global, fluktuasi nilai tukar, serta dampak pandemi COVID-19 yang memengaruhi kinerja dan nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh struktur modal, profitabilitas, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data panel berupa laporan keuangan tahunan perusahaan yang telah diaudit. Sampel penelitian terdiri atas 11 perusahaan dengan total 110 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pemilihan model random effect setelah melalui uji Chow, hausman, dan lagrange multiplier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan yang diukur menggunakan Price to Book Value (PBV). Sementara itu, struktur modal yang diproksikan melalui Debt to Equity Ratio (DER) dan kebijakan dividen yang diukur dengan Dividend per Share (DPS) tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap PBV. Namun, secara simultan ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba menjadi faktor utama dalam menentukan valuasi pasar, sedangkan keputusan struktur modal dan dividen lebih dipengaruhi oleh strategi manajerial dan kondisi eksternal. ABSTRACT The automotive industry plays a strategic role in supporting national economic growth; however, over the past decade it has faced various challenges, including global economic slowdowns, exchange rate fluctuations, and the impact of COVID-19, which have affected corporate financial performance and firm value. This study aims to analyze the effect of capital structure, profitability, and dividend policy on the firm value of automotive companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2015–2024 period. The study employs a quantitative associative approach using panel data derived from audited annual financial statements. The research sample consists of 11 companies with a total of 110 observations. Data analysis was conducted using panel data regression with a random effect model, selected based on the Chow test, Hausman test, and Lagrange Multiplier test. The results indicate that profitability, proxied by Return on Assets (ROA), has a positive and significant effect on firm value measured by Price to Book Value (PBV). Meanwhile, capital structure proxied by Debt to Equity Ratio (DER) and dividend policy measured by Dividend per Share (DPS) do not have a significant partial effect on PBV. However, simultaneously, capital structure, profitability, and dividend policy have a significant effect on firm value. The findings suggest that a firm’s ability to generate profits is the dominant factor influencing market valuation, while capital structure and dividend decisions are more dependent on managerial strategies and external conditions.
KEMANDIRIAN EKONOMI RUMAH TANGGA MELALUI AFFILIATE TIKTOK SHOPE DALAM PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH DI JEMBER Ula, Nabila Zahrotul; Mujahida, Siti Aimatul; Zahriyah, Aminatus
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9325

Abstract

ABSTRACT The development of the digital economy has led to the emergence of various platform-based income schemes, including the TikTok Shop affiliate program utilized by households. This phenomenon is important to examine as it relates not only to income generation but also to how such income is utilized to strengthen household economic independence. Previous studies have primarily focused on marketing and economic empowerment aspects, with limited attention to its impact on household economic independence from a maqashid sharia perspective. Therefore, this study aims to analyze the role of TikTok Shop affiliates in promoting household economic independence in Jember Regency using the maqashid sharia framework. This study employs a descriptive qualitative approach, using primary data from in-depth interviews supported by secondary data from relevant literature. Data were analyzed through data reduction, classification of needs based on dharuriyat, hajiyat, and tahsiniyat categories, and conclusion drawing. The results indicate that income from affiliate activities is utilized hierarchically to fulfill these categories of needs, thereby contributing to strengthening household economic independence. The findings conclude that TikTok Shop affiliate practices have the potential to align with maqashid sharia principles and support sustainable household economic development within the digital economy context. ABSTRAK Perkembangan ekonomi digital mendorong munculnya berbagai skema pendapatan berbasis platform, termasuk program affiliate TikTok Shop yang dimanfaatkan oleh rumah tangga. Fenomena ini penting dikaji karena berkaitan tidak hanya dengan peningkatan pendapatan, tetapi juga dengan pola pemanfaatannya dalam membangun kemandirian ekonomi keluarga. Kajian terdahulu umumnya menyoroti aspek pemasaran dan pemberdayaan ekonomi, namun masih terbatas dalam menganalisis dampaknya terhadap kemandirian ekonomi rumah tangga dalam perspektif maqashid syariah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis peran affiliate TikTok Shop dalam mendorong kemandirian ekonomi rumah tangga di Kabupaten Jember dengan menggunakan kerangka maqashid syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer melalui wawancara mendalam dan didukung data sekunder dari literatur terkait. Analisis dilakukan melalui reduksi data, pemetaan kebutuhan berdasarkan kategori dharuriyat, hajiyat, dan tahsiniyat, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan dari aktivitas affiliate dimanfaatkan secara berjenjang untuk memenuhi ketiga kategori kebutuhan tersebut, sehingga berkontribusi terhadap penguatan kemandirian ekonomi rumah tangga. Simpulan penelitian menegaskan bahwa praktik affiliate TikTok Shop berpotensi selaras dengan prinsip maqashid syariah dan mendukung keberlanjutan ekonomi rumah tangga dalam konteks ekonomi digital.
AKULTURASI NILAI SOSIAL BUDAYA DALAM TRADISI TONJOKAN (HANTARAN) Jayani, Nanang; Purnama, Mita; Lidiawati, Citra; Habibi, Sanial; Rotari, Septi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9331

Abstract

Indonesia's cultural diversity requires serious preservation efforts in accordance with the constitutional mandate, one of which is reflected in the Tonjokan Tradition in Pangestu Village, Banyuasin Regency. This research focuses on analyzing the actualization of the acculturation of socio-cultural values in this tradition of dowry offerings to understand its existence amidst changing times. Using qualitative methods with a descriptive approach, data collection was conducted through observation, documentation, and in-depth interviews with traditional leaders and community members selected through purposive sampling. The research findings reveal that Tonjokan, brought by Javanese transmigrants since 1971, is a social mechanism in the form of food gifts as invitations to celebrations that applies to all levels of society regardless of social status. This tradition contains substantial values such as solidarity, mutual cooperation, respect, and strengthening ties. Furthermore, its implementation is proven to be in line with Article 18B paragraph (2) of the 1945 Constitution and Regional Regulation No. 2 of 2022 concerning the preservation of customs and traditions. It is concluded that the actualization of values in Tonjokan serves a vital function as a bond of social cohesion and a reference for adaptive multiculturalism, making its sustainability a crucial instrument in maintaining harmony and the cultural identity of the local community. ABSTRAK Keberagaman budaya di Indonesia memerlukan upaya pelestarian yang serius sesuai amanat konstitusi, salah satunya tercermin dalam Tradisi Tonjokan di Desa Pangestu, Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini berfokus pada analisis aktualisasi akulturasi nilai sosial budaya dalam tradisi hantaran tersebut guna memahami eksistensinya di tengah perkembangan zaman. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan tokoh adat serta masyarakat yang dipilih melalui purposive sampling. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Tonjokan, yang dibawa oleh transmigran Jawa sejak 1971, merupakan mekanisme sosial berupa hantaran makanan sebagai undangan hajatan yang berlaku bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang status sosial. Tradisi ini mengandung nilai-nilai substansial seperti solidaritas, gotong royong, penghormatan, dan penguatan tali silaturahmi. Selain itu, pelaksanaannya terbukti selaras dengan UUD 1945 Pasal 18 B ayat (2) dan Perda No 2 Tahun 2022 tentang pelestarian adat istiadat. Disimpulkan bahwa aktualisasi nilai dalam Tonjokan berfungsi vital sebagai pengikat kohesi sosial dan referensi multikulturalisme yang adaptif, sehingga keberlanjutannya menjadi instrumen penting dalam menjaga harmonisasi dan identitas kultural masyarakat setempat.  
ANALISIS KESIAPSIAGAAN KELUARGA DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI Ruman, Rifyan; Nanlohy, Willem. D.; Botanri, Adnan. A. A.; Pisty, Kreisson
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9332

Abstract

Indonesia is located within the Pacific Ring of Fire, a region characterized by high tectonic activity, making the country highly vulnerable to earthquakes. Negeri Liang, situated in Salahutu District, Central Maluku Regency, is among the areas particularly prone to seismic hazards. In such contexts, the family, as the smallest social unit, plays a crucial role in reducing disaster risks. This study aims to analyze the level of family preparedness in Negeri Liang in facing potential earthquake disasters. A quantitative approach was employed using a survey method, in which structured questionnaires were distributed to purposively selected households. The analysis focused on four main indicators of preparedness: knowledge and attitudes toward disasters, emergency response planning, early warning systems, and the capacity to mobilize resources at the household level. The findings of this study are expected to identify the actual level of community readiness in dealing with disasters and to provide strategic recommendations for local governments and other stakeholders in designing family- and community-based disaster risk reduction programs. Furthermore, this research contributes to strengthening the body of literature on local community resilience to natural disasters, particularly within island regions. ABSTRAK Negara Indonesia berada pada wilayah cincin api Pasifik yang memiliki aktivitas tektonik tinggi, sehingga menjadikannya sangat rentan terhadap bencana gempa bumi. Negeri Liang, yang berada di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, adalah salah satu wilayah yang sangat rentan terhadap gempa bumi. Dalam situasi seperti ini, keluarga, sebagai kelompok sosial terkecil, sangat penting dalam mengurangi kemungkinan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan keluarga di Negeri Liang dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melalui penyebaran kuesioner terstruktur kepada rumah tangga terpilih secara purposive. Analisis dilakukan terhadap empat indikator utama kesiapsiagaan, yaitu pengetahuan dan sikap terhadap bencana, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini, serta kemampuan mobilisasi sumber daya pada tingkat rumah tangga. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengidentifikasi tingkat kesiapan aktual masyarakat dalam menghadapi bencana, serta memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam merancang program pengurangan risiko bencana yang berbasis keluarga dan komunitas. Penelitian ini juga berkontribusi dalam memperkuat literatur terkait ketangguhan masyarakat lokal terhadap bencana alam, khususnya di wilayah kepulauan.