cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 546 Documents
PENGARUH KOMPENSASI, LINGKUNGAN KERJA, DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP TURNOVER INTENTION PADA PT. BAHAGIA JAYA SEJAHTERA BOGOR Anwar, Muhamad Hasbi Rizal; Sudarijati, Sudarijati; Pramestidewi , Chandra Ayu
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9840

Abstract

A high level of employee turnover intention has become an important issue for organizations because it can affect organizational stability, operational sustainability, and employee performance effectiveness. This study aims to analyze the influence of compensation, work environment, and leadership style on employee turnover intention at PT. Bahagia Jaya Sejahtera Bogor. This research employed a quantitative approach using a survey method. Data were collected through questionnaires distributed to 72 employees as respondents. The data were analyzed using multiple linear regression, correlation analysis, coefficient of determination, and hypothesis testing through F-test and t-test. The results indicate that compensation, work environment, and leadership style simultaneously have a negative and significant effect on employee turnover intention. Partially, each independent variable also shows a negative and significant effect on turnover intention, with the work environment being the most dominant factor. The coefficient of determination shows that the three variables explain 74.7% of the variation in turnover intention, while the remaining percentage is influenced by other factors outside the research model. These findings suggest that improving fair compensation systems, creating a conducive work environment, and implementing effective leadership styles can reduce employees’ turnover intention. ABSTRAKTingginya tingkat turnover intention karyawan menjadi salah satu permasalahan yang perlu diperhatikan oleh perusahaan karena dapat memengaruhi stabilitas organisasi, keberlangsungan operasional, serta efektivitas kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi, lingkungan kerja, dan gaya kepemimpinan terhadap turnover intention karyawan pada PT. Bahagia Jaya Sejahtera Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 72 responden yang merupakan karyawan perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis regresi linear berganda, uji korelasi, koefisien determinasi, serta pengujian hipotesis melalui uji F dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kompensasi, lingkungan kerja, dan gaya kepemimpinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention. Secara parsial, ketiga variabel independen tersebut juga terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention, dengan lingkungan kerja sebagai variabel yang memiliki pengaruh paling dominan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa ketiga variabel penelitian mampu menjelaskan sebesar 74,7% variasi turnover intention, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan sistem kompensasi yang adil, penciptaan lingkungan kerja yang kondusif, serta penerapan gaya kepemimpinan yang efektif dapat menekan tingkat turnover intention karyawan.
PENGARUH DAN DAMPAK LITERASI KEUANGAN TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN UMKM STUDY KASUS PADA SHIS KEBAB Lutfhi, Muhammad; Komalasari, Intan; Anggraini, Meliana; Alfinoor, Muhammad
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9880

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the role of financial literacy in shaping financial management behavior among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). Financial literacy is an important aspect of business sustainability, as many MSME actors still operate their businesses without systematic financial management practices. This condition may affect the ability of business owners to plan, manage, and evaluate their financial conditions in a sustainable manner. This research employed a descriptive qualitative approach using a case study design at the Shis Kebab MSME located in Tanjung Bintang District, South Lampung Regency. Data were collected through in-depth interviews with the business owner as the main informant using an open-ended interview guide. The collected data were then analyzed descriptively to describe the level of financial literacy and the financial management practices implemented in daily business activities. The results show that the business owner has a basic understanding of several financial products, such as savings accounts and digital banking services. However, financial records are still maintained in a simple manner and have not been organized into systematic financial reports, and there is no clear separation between business and personal finances. In addition, business planning is still oriented toward short-term needs, and the business owner has not had access to financial management training from formal institutions. These findings indicate that improving financial literacy is necessary to support more effective and sustainable financial management among MSMEs. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi keuangan dalam membentuk perilaku pengelolaan keuangan pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Literasi keuangan menjadi aspek penting bagi keberlanjutan usaha karena masih banyak pelaku UMKM yang menjalankan kegiatan usaha tanpa didukung oleh praktik pengelolaan keuangan yang sistematis. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan pelaku usaha dalam merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi kondisi keuangan usahanya secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada UMKM Shis Kebab yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha sebagai informan utama menggunakan pedoman pertanyaan terbuka. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan pemahaman literasi keuangan serta praktik pengelolaan keuangan yang dilakukan dalam kegiatan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku usaha telah memiliki pemahaman dasar mengenai beberapa produk keuangan seperti tabungan dan layanan perbankan digital. Namun, praktik pencatatan keuangan masih dilakukan secara sederhana, belum disusun dalam laporan keuangan yang sistematis, serta belum terdapat pemisahan yang jelas antara keuangan usaha dan keuangan pribadi. Selain itu, perencanaan usaha masih berorientasi pada kebutuhan jangka pendek dan pelaku usaha belum memiliki akses terhadap pelatihan pengelolaan keuangan dari lembaga formal. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan diperlukan untuk mendukung pengelolaan keuangan UMKM yang lebih efektif dan berkelanjutan.
ANALISIS KESULITAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Peka, Musrifa; Balikh, Ratna Abdul Pakdin; Likur, Fadhillah Abdul Halik; Amsidi, Mukmin
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9898

Abstract

This study aims to analyze students’ difficulties in solving problems of systems of linear equations in two variables and to identify the factors causing these difficulties among eighth-grade students at UPTD SMP Negeri Anlawening. This research employed a qualitative approach with a case study design. The research subjects consisted of 22 students, with 6 students selected as samples through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using descriptive qualitative analysis techniques, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study indicate that students experience various difficulties in solving problems of systems of linear equations in two variables, including difficulties in conceptual understanding, arithmetic operations, understanding word problems, applying solution methods, and remembering formulas. The factors causing these difficulties consist of internal factors, such as low learning interest, motivation, and basic mathematical skills, as well as external factors, such as an unconducive learning environment and lack of parental support. Efforts to overcome these difficulties include providing regular practice exercises, applying individual approaches, using varied teaching methods, and fostering collaboration among teachers, students, and parents. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya pada peserta didik kelas VIII UPTD SMP Negeri Anlawening. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 22 peserta didik, dengan sampel sebanyak 6 peserta didik yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami berbagai kesulitan dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel, meliputi kesulitan dalam pemahaman konsep, operasi hitung, memahami soal cerita, penggunaan metode penyelesaian, serta daya ingat terhadap rumus. Faktor penyebab kesulitan terdiri dari faktor internal, seperti rendahnya minat belajar, motivasi, dan kemampuan dasar matematika, serta faktor eksternal, seperti lingkungan belajar yang kurang kondusif dan kurangnya dukungan orang tua. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut antara lain pemberian latihan soal secara rutin, pendekatan individual, penggunaan metode pembelajaran yang variatif, serta kerja sama antara guru, peserta didik, dan orang tua.
PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP PERILAKU MENABUNG GENERASI Z DI ERA DIGITAL santosa, Budi; Haryono, Haryono; Raharja, Mei
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9911

Abstract

ABSTRACT The development of financial technology in the digital era has transformed the financial management patterns of young generations, including their saving activities. Generation Z, as digital natives, has broad access to technology-based financial services; however, this convenience is not always accompanied by disciplined financial behavior. This study aims to analyze the influence of financial literacy on the saving behavior of Generation Z within the context of digital financial service usage. The research employed a quantitative approach with an explanatory design involving 100 respondents aged 17–24 years who already have savings accounts and use digital financial applications. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using simple linear regression after passing validity, reliability, and classical assumption tests. The results indicate that financial literacy has a positive and significant effect on saving behavior, with a regression coefficient of 0.62 and an R² value of 0.46. This means that financial literacy explains 46% of the variation in saving behavior, while the remaining proportion is influenced by other factors outside the model. These findings affirm that improving financial understanding plays a crucial role in shaping the saving habits of Generation Z in the digital era and serves as a foundation for developing more adaptive and sustainable financial education strategies. ABSTRAK Perkembangan teknologi finansial di era digital telah mengubah pola pengelolaan keuangan generasi muda, termasuk dalam aktivitas menabung. Generasi Z sebagai digital native memiliki akses luas terhadap layanan keuangan berbasis teknologi, namun kemudahan tersebut tidak selalu diimbangi dengan perilaku finansial yang disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku menabung Generasi Z dalam konteks penggunaan layanan keuangan digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori terhadap 100 responden berusia 17–24 tahun yang telah memiliki tabungan dan menggunakan aplikasi keuangan digital. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku menabung dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,62 dan R² sebesar 0,46. Artinya, literasi keuangan mampu menjelaskan 46% variasi perilaku menabung, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan pemahaman keuangan berperan penting dalam membentuk kebiasaan menabung Generasi Z di era digital serta menjadi dasar bagi pengembangan strategi edukasi keuangan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
MENCEGAH MANIPULASI LAPORAN KEUANGAN: STRATEGI DAN TEKNIK AKUNTANSI FORENSIK UNTUK MENDETEKSI KECURANGAN KEUANGAN Puspita, Indah Lia; Andrian, Dila Putri Kinanti; Danisa, Berta; Khoirudin, Ahmad
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9929

Abstract

ABSTRACT The advancement of digital technology has enhanced the effectiveness of forensic accounting in detecting financial statement fraud; however, its application in real cases in Indonesia remains limited. This study aims to analyze forensic accounting strategies and techniques in identifying fraud in the financial statements of PT Garuda Indonesia Tbk in 2018. This research employs a descriptive qualitative approach through a literature study, with systematic data analysis of scientific sources, audit reports, and relevant official documents. The results indicate that technology-based forensic accounting techniques, such as document analysis and digital auditing, are capable of uncovering improper revenue recognition amounting to USD 239 million derived from long-term contracts that were recorded as current-period revenue. In addition, several fraud indicators were identified, including abnormal revenue increases, a significant rise in miscellaneous accounts, and sudden changes in accounting policies. These findings also demonstrate that the integration of analytical technology enables faster and more accurate identification of financial anomalies. Furthermore, the study highlights the importance of leveraging technology to enhance fraud detection accuracy while strengthening the transparency and credibility of financial reporting. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong peningkatan efektivitas akuntansi forensik dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan, namun penerapannya pada kasus nyata di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dan teknik akuntansi forensik dalam mengidentifikasi kecurangan pada laporan keuangan PT Garuda Indonesia Tbk tahun 2018. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dengan analisis data secara sistematis terhadap sumber ilmiah, laporan audit, dan dokumen resmi terkait. Hasil menunjukkan bahwa teknik akuntansi forensik berbasis teknologi, seperti analisis dokumen dan digital auditing, mampu mengungkap pengakuan pendapatan tidak tepat sebesar USD 239 juta dari kontrak jangka panjang yang diakui sebagai pendapatan periode berjalan. Selain itu, ditemukan indikator kecurangan berupa lonjakan pendapatan yang tidak wajar, peningkatan akun lain-lain, dan perubahan kebijakan akuntansi secara tiba-tiba. Temuan ini juga memperlihatkan bahwa integrasi teknologi analitik memungkinkan proses identifikasi anomali keuangan dilakukan secara lebih cepat dan akurat. Temuan ini menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan akurasi deteksi kecurangan serta memperkuat transparansi dan kredibilitas laporan keuangan.
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKKAN PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT PADA WANITA USIA SUBUR DI KOTA AMBON Matahelumual, Jeane Rosalina; Hendrawan, Harimat; Samsu, Semoel Leonard
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9946

Abstract

Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) is a key strategy for the early detection of cervical cancer recommended by the World Health Organization (WHO) and included in Indonesia’s Minimum Health Service Standards. However, the coverage of VIA screening among women of reproductive age (WRA) in Ambon City remains below the national target of 70%. This study aimed to analyze the implementation of the VIA screening policy for WRA in Ambon City using the Van Meter and Van Horn policy implementation model. This study employed a qualitative approach with a policy implementation design. Data were collected through in-depth interviews with key stakeholders and supported by observations in six primary health centers. Data analysis was conducted thematically based on the six variables of the Van Meter and Van Horn model. The findings indicate that the implementation of the VIA screening policy has not been optimal. Policy standards and objectives have not been effectively operationalized at the primary health care level. Limited trained human resources, inadequate facilities, and insufficient budget allocation are the main constraints. In addition, communication and supervision remain limited, while sociocultural factors such as stigma and embarrassment hinder WRA participation. Nevertheless, implementers demonstrate a positive level of commitment. In conclusion, strengthening implementation capacity through improved resources, supervision systems, and culturally sensitive approaches is essential to enhance the effectiveness of the VIA screening program. ABSTRAK Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) merupakan strategi utama dalam deteksi dini kanker serviks yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) serta menjadi indikator dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Namun, cakupan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur (WUS) di Kota Ambon masih berada di bawah target nasional sebesar 70%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pemeriksaan IVA bagi WUS di Kota Ambon dengan menggunakan model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis implementasi kebijakan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan terkait serta observasi di enam puskesmas. Analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan enam variabel dalam model Van Meter dan Van Horn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pemeriksaan IVA belum optimal. Standar dan tujuan kebijakan belum teroperasionalisasi dengan baik di tingkat puskesmas. Keterbatasan sumber daya manusia terlatih, sarana prasarana, serta dukungan anggaran menjadi kendala utama. Selain itu, komunikasi dan pengawasan masih terbatas, serta faktor sosial budaya seperti stigma dan rasa malu turut menghambat partisipasi WUS. Meskipun demikian, pelaksana menunjukkan komitmen yang baik. Disimpulkan bahwa diperlukan penguatan kapasitas implementasi melalui peningkatan sumber daya, sistem pengawasan, dan pendekatan sosial budaya yang lebih komprehensif.
AUDIT SYARIAH SEBAGAI INSTRUMEN PENCEGAHAN MORAL HAZARD DALAM PEMBIAYAAN SYARIAH Nur, Muhammad; Bayang, Tenri; Fahrani, Fahrani; Sutriani, Sutriani; Rivaldi, Ahmad Irfan; Qibthiyah, Mar’iyah
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9959

Abstract

ABSTRACT The rapid growth of Islamic financial institutions requires the presence of an effective supervisory system to ensure compliance with Sharia principles while minimizing the potential for moral hazard in financing activities. Moral hazard problems generally arise due to information asymmetry between financial institutions and customers, as well as weak control mechanisms over the use of financing funds. This study aims to analyze the role of Sharia audit as a supervisory instrument in preventing moral hazard in Islamic financing. The research employs a qualitative approach using the narrative literature review method by examining various relevant scientific publications. The research process was conducted by searching literature from several academic databases, followed by the selection and analysis of 26 articles that met the research criteria using thematic analysis techniques. The findings indicate that Sharia audit plays a significant role in enhancing compliance with Sharia principles, strengthening internal control systems, and promoting transparency in financing management. Furthermore, the effective implementation of Sharia audit can reduce the potential for irregularities through continuous supervision, evaluation, and control mechanisms. Therefore, strengthening the function of Sharia audit is an important step in minimizing moral hazard risks while maintaining integrity, public trust, and the sustainability of Islamic financial institutions. ABSTRAK Perkembangan lembaga keuangan syariah yang semakin pesat menuntut adanya sistem pengawasan yang mampu menjamin kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah sekaligus meminimalkan potensi terjadinya moral hazard dalam aktivitas pembiayaan. Permasalahan moral hazard umumnya dipicu oleh adanya asimetri informasi antara lembaga keuangan dan nasabah serta lemahnya mekanisme pengendalian terhadap penggunaan dana pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran audit syariah sebagai instrumen pengawasan dalam mencegah moral hazard pada pembiayaan syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode narrative literature review melalui penelaahan berbagai publikasi ilmiah yang relevan. Proses penelitian dilakukan dengan menelusuri literatur dari basis data akademik, kemudian menyeleksi dan menganalisis 26 artikel yang memenuhi kriteria penelitian melalui teknik analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa audit syariah berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip syariah, memperkuat sistem pengendalian internal, serta mendorong transparansi dalam pengelolaan pembiayaan. Selain itu, implementasi audit syariah yang efektif mampu menekan potensi penyimpangan melalui mekanisme pengawasan, evaluasi, dan pengendalian yang berkelanjutan. Dengan demikian, penguatan fungsi audit syariah menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko moral hazard sekaligus menjaga integritas, kepercayaan publik, dan keberlanjutan lembaga keuangan syariah.
ANALISIS KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DI TIMUR TENGAH BERDASARKAN HUKUM ISLAM Derek, Stefani Valentina Putri; Kamila, Farah Maulidiya; Audita, Sindy; Arifah, Siti Nurul; Wenda, Delo; Wijaya, Tri Abdi; Triwahyuni, Eges
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9970

Abstract

This study aims to examine the dynamics of women's leadership in the Middle East from the perspective of Islamic law by highlighting the interplay between historical, normative, and social dimensions. This research employs a qualitative approach through library research, utilizing relevant academic sources analyzed using content analysis techniques. The findings indicate that women's leadership in Islam is not rigid but evolves contextually in response to socio-political conditions. Historically, women have had opportunities to assume leadership roles under certain circumstances, while normatively, scholars hold diverse interpretations regarding its legitimacy. Socio-cultural factors, particularly patriarchal values, remain significant barriers to women’s leadership. Nevertheless, contemporary developments demonstrate increasing female participation in public spheres, supported by individual competence and shifting societal perspectives. This study concludes that women's leadership in Islam should be understood through an integrative framework that considers public benefit, justice, and ongoing social transformation. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika kepemimpinan perempuan di kawasan Timur Tengah dalam perspektif hukum Islam dengan menekankan keterkaitan antara aspek historis, normatif, dan sosial. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah yang relevan dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan dalam Islam tidak bersifat statis, melainkan berkembang secara kontekstual sesuai dengan kondisi sosial dan politik. Secara historis, perempuan memiliki peluang untuk memegang kekuasaan dalam situasi tertentu, sementara dalam aspek normatif terdapat perbedaan interpretasi di kalangan ulama mengenai legitimasi kepemimpinan perempuan. Di sisi lain, faktor sosial budaya seperti dominasi nilai patriarki masih menjadi kendala dalam implementasinya. Namun demikian, perkembangan kontemporer memperlihatkan peningkatan partisipasi perempuan dalam ruang publik yang didukung oleh kompetensi individu dan perubahan paradigma masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan dalam Islam perlu dipahami secara integratif dengan mempertimbangkan prinsip kemaslahatan, keadilan, serta dinamika sosial yang terus berkembang.
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN FITUR DIGITAL MYBCA DAN BLU BCA PADA LOYALITAS NASABAH GENERASI MILENIAL DAN GENERASI Z Takasihaeng, Fransisca Faith Nadine Janetta; Setyowati, Lis
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9978

Abstract

ABSTRACT The rapid advancement of digital technology has driven significant transformation in the banking industry, particularly through mobile banking services. Applications such as MyBCA and blu BCA represent digital innovations designed to meet customer needs, especially among Millennials and Generation Z who are highly adaptive to technology. This study aims to examine the implementation of digital features in these applications and their influence on customer loyalty, as well as to understand how digital banking innovation affects customer satisfaction and long-term engagement. This research employs a descriptive qualitative approach involving MyBCA and blu BCA users in Indonesia. Data were collected through questionnaires and interviews focusing on user experience, perceived ease of use, security, transaction speed, application design, and service efficiency. The findings indicate that digital banking features, including usability, application design, transaction speed, security, and service effectiveness, have a positive impact on customer loyalty. Millennials and Generation Z perceive that fast, secure, and user-friendly applications enhance satisfaction and strengthen long-term relationships. Additionally, personalized service innovation further supports customer loyalty. These findings suggest that optimizing digital features and user-centered innovation is essential for enhancing competitiveness in the digital banking era. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mendorong transformasi signifikan dalam industri perbankan, khususnya melalui layanan mobile banking. Aplikasi MyBCA dan blu BCA merupakan bentuk inovasi digital yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasabah, terutama Generasi Milenial dan Generasi Z yang adaptif terhadap teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan fitur digital pada kedua aplikasi tersebut terhadap loyalitas nasabah, serta memahami bagaimana inovasi perbankan digital memengaruhi kepuasan dan keterlibatan jangka panjang pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan pengguna MyBCA dan blu BCA di Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara yang berfokus pada pengalaman pengguna, kemudahan penggunaan, keamanan, kecepatan transaksi, desain aplikasi, serta efisiensi layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur perbankan digital, seperti kemudahan penggunaan, desain aplikasi, kecepatan transaksi, keamanan, dan efektivitas layanan, berpengaruh positif terhadap loyalitas nasabah. Generasi Milenial dan Generasi Z memandang bahwa aplikasi yang cepat, aman, dan mudah digunakan mampu meningkatkan kepuasan serta memperkuat hubungan jangka panjang. Selain itu, inovasi layanan yang bersifat personal turut mendukung loyalitas nasabah. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi fitur digital dan inovasi berbasis kebutuhan pengguna menjadi strategi penting dalam meningkatkan daya saing perbankan di era digital.
STRATEGI MANAJEMEN VAKSIN EFEKTIF DI KOTA AMBON Letty, Yustina; Hartono, Risky Kusuma; Samsu, Semoel Leonard
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9998

Abstract

Effective vaccine management is a critical component in the success of immunization programs, particularly in maintaining vaccine quality and ensuring availability at healthcare facilities. This study aims to analyze effective vaccine management strategies in Ambon City using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation approach. A qualitative method was employed, with data collected through in-depth interviews, observations, and document reviews involving 22 informants, including heads of primary healthcare centers, immunization program managers, vaccine managers, as well as representatives from the Health Office and the Pharmaceutical Installation Unit (UPTD). The findings indicate that, in terms of context, vaccine management is supported by national policies and directives from the Health Office, although no specific operational policies exist at the primary healthcare level. In the input aspect, human resources and infrastructure are relatively adequate; however, multiple job responsibilities and the lack of continuous training remain challenges. In the process aspect, vaccine distribution, storage, and temperature monitoring have been implemented according to standards, including the application of the FEFO principle and the use of Vaccine Vial Monitors (VVM), although the utilization of temperature monitoring technology is not yet optimal. In the product aspect, vaccine quality is well maintained with no significant damage reported; however, immunization coverage is still affected by distribution constraints and stock availability. In conclusion, vaccine management strategies in Ambon City have been operationally effective but require further strengthening through the standardization of local policies, enhancement of human resource capacity, and optimization of technology-based monitoring and distribution systems to improve sustainability and immunization program coverage. ABSTRAK Manajemen vaksin yang efektif merupakan komponen penting dalam keberhasilan program imunisasi, terutama dalam menjaga mutu vaksin dan menjamin ketersediaannya di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen vaksin yang efektif di Kota Ambon menggunakan pendekatan evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap 22 informan yang terdiri dari kepala puskesmas, pengelola imunisasi, pengelola vaksin, serta pihak Dinas Kesehatan dan UPTD Farmasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konteks, manajemen vaksin telah didukung oleh kebijakan nasional dan arahan Dinas Kesehatan, meskipun belum terdapat kebijakan operasional khusus di tingkat puskesmas. Pada aspek input, sumber daya manusia dan sarana prasarana relatif memadai, namun masih terdapat beban kerja rangkap dan pelatihan yang belum berkelanjutan. Pada aspek proses, distribusi, penyimpanan, dan pemantauan suhu vaksin telah berjalan sesuai standar dengan penerapan prinsip FEFO dan penggunaan VVM, meskipun pemanfaatan teknologi pemantauan suhu belum optimal. Pada aspek produk, mutu vaksin terjaga dengan baik dan tidak ditemukan kerusakan signifikan, namun capaian imunisasi masih dipengaruhi oleh kendala distribusi dan ketersediaan stok. Kesimpulannya, strategi manajemen vaksin di Kota Ambon telah berjalan efektif secara operasional, tetapi memerlukan penguatan melalui standarisasi kebijakan daerah, peningkatan kapasitas SDM, serta optimalisasi sistem pemantauan dan distribusi berbasis teknologi untuk meningkatkan keberlanjutan dan capaian program imunisasi.