cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 546 Documents
PENGARUH EDUKASI VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS URIMESSING Huwae, Martje; Mustopa, Mustopa; Samsu, Semoel Leonard
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10006

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease that significantly contributes to morbidity and mortality and requires long-term management. One of the major challenges in hypertension control is low medication adherence, which is influenced by patients’ level of knowledge. This study aimed to analyze the effect of animation-based video education on improving knowledge and medication adherence among hypertensive patients at Urimessing Public Health Center, Ambon City. This study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. A total of 58 respondents were selected using purposive sampling. The research instruments included a knowledge questionnaire and the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). The intervention was delivered through an animation-based educational video. Data were analyzed using univariate and bivariate methods with the McNemar test. The results showed a significant increase in both knowledge and medication adherence after the intervention (p < 0.001). These findings indicate that animation-based video education is effective in improving patients’ understanding and adherence behavior in hypertension management. Therefore, this approach can be recommended as an innovative educational strategy in primary healthcare settings. ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang berkontribusi besar terhadap angka kesakitan dan kematian serta memerlukan pengelolaan jangka panjang. Salah satu permasalahan utama dalam pengendalian hipertensi adalah rendahnya kepatuhan minum obat yang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi berbasis video animasi terhadap peningkatan pengetahuan dan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Urimessing Kota Ambon. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 58 responden yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner pengetahuan dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Intervensi diberikan melalui edukasi menggunakan video animasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji McNemar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan dan kepatuhan minum obat setelah intervensi dengan nilai p < 0,001. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi berbasis video animasi efektif dalam meningkatkan pemahaman dan perilaku kepatuhan pasien dalam pengelolaan hipertensi. Oleh karena itu, media video animasi dapat direkomendasikan sebagai strategi edukasi inovatif dalam meningkatkan kualitas promosi kesehatan di pelayanan kesehatan primer.
PERKEMBANGAN SASTRA JAHILIYAH DALAM MASYARAKAT ARAB PRA-ISLAM SEBAGAI CERMINAN BUDAYA, NILAI, DAN TRADISI SOSIAL HISTORIS Riyadi, Agus; Latopah, Leni; Amalia, Lia; Sapura, Najla Lia
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10112

Abstract

The development of Arabic literature during the Jahiliyyah period represents an important phenomenon reflecting the cultural dynamics, values, and social structure of pre-Islamic Arab society. This study aims to analyze the characteristics, social functions, and historical roles of Jahiliyyah literature in shaping the collective identity of Arab communities. This research employs a qualitative method with a descriptive approach through library research, examining various historical sources and classical literary texts, particularly poems by prominent poets. The data were analyzed using data reduction, interpretation, and thematic conclusion techniques. The findings reveal that Jahiliyyah literature was predominantly characterized by qasidah poetry, which addressed themes such as tribal pride, warfare, nomadic life, and emotional expressions including love and sorrow. Beyond its aesthetic function, literature also served as a medium of social communication, a tool for political legitimization, and a means of transmitting moral values and cultural norms. Furthermore, the strong oral tradition positioned literature as a form of collective archive, despite its limitations in documentation. In conclusion, Jahiliyyah literature not only laid the foundation for classical Arabic literature but also remains relevant for analysis through modern literary theories in understanding the relationship between language, culture, and power. ABSTRAK Perkembangan sastra Arab pada masa Jahiliyah merupakan fenomena penting yang merepresentasikan dinamika budaya, nilai, dan struktur sosial masyarakat Arab pra-Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik, fungsi sosial, serta peran historis sastra Jahiliyah dalam membentuk identitas kolektif masyarakat Arab. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi pustaka terhadap berbagai sumber historis dan teks sastra klasik, khususnya puisi karya penyair terkemuka. Analisis dilakukan menggunakan teknik reduksi data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sastra Jahiliyah didominasi oleh puisi berbentuk qasidah yang mengangkat tema kebanggaan suku, peperangan, kehidupan nomaden, serta ekspresi emosional seperti cinta dan kesedihan. Selain berfungsi sebagai ekspresi estetis, sastra juga berperan sebagai media komunikasi sosial, alat legitimasi politik, serta sarana transmisi nilai moral dan norma budaya. Temuan lain menunjukkan bahwa tradisi lisan yang kuat menjadikan sastra sebagai arsip kolektif masyarakat, meskipun memiliki keterbatasan dalam aspek dokumentasi. Kesimpulannya, sastra Jahiliyah tidak hanya menjadi fondasi bagi perkembangan sastra Arab klasik, tetapi juga tetap relevan untuk dianalisis melalui perspektif teori sastra modern dalam memahami relasi antara bahasa, budaya, dan kekuasaan.
PENGARUH AKSESIBILITAS TRANSPORTASI PENYEBRANGAN DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL MASYARAKAT DESA PESISIR (Studi Kasus: Kecamatan Huamual- Kabupaten Seram Bagian Barat) Waliulu, M. Thoriq A.; Nurhaeny, Andiah; Ruman, Rifyan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10122

Abstract

The Huamual subdistrict has economic potential associated with a leading commodity, namely cloves. The harvest in this area in 2022 reached 718.30 tons. This yield can be distributed for sale to regions with higher market prices, such as Tahoku Village in Central Maluku Regency. However, the distance from Huamual Subdistrict to Tahoku Village presents challenges, particularly the inter-island distance that requires sea transportation and the limited availability of ferry services. Based on this description, the research questions in this study are: 1) How can the level of accessibility from production centers to markets via ferry transportation be measured and evaluated?  2)What is the effect of accessibility levels on the local economy of coastal village communities?. The objective of this study is to explain the influence of accessibility levels from production centers to markets on the local economy of coastal village communities. The results of the study addressing the main research problem, based on the gravity analysis method, indicate that the accessibility index can serve as a crucial parameter in measuring the level of reachability from production centers to markets. The higher the level of transport accessibility, the greater the economic development of a region, as evidenced by areas with high goods accessibility levels tending to have stronger economic performance. Conversely, areas with low accessibility levels tend to have weaker economic conditions. The results related to the second research problem, based on linear regression analysis, show that the variables of accessibility index and labor significantly influence the economy of production-center regions, while government expenditure does not have a significant effect. These findings are consistent with Solow’s theory, which states that economic growth is driven by at least one of three factors: government expenditure or capital accumulation, labor, and infrastructure. ABSTRAK Pada wilayah kecamatan Huamual memiliki potensi ekonomi yang terkait dengan komoditi unggulan berupa cengkeh. Hasil panen pada wilayah ini pada tahun 2022 mencapai 718,30 ton. Hasil panen tersebut dapat didistribusikan untuk dijual di daerah yang memiliki harga pasar yang tinggi seperti di Desa Tahoku, Kabupaten Maluku Tengah. Namun, jarak dari asal Kecamatan Huamual ke tujuan Desa Tahoku memiliki kendala yaitu jarak antar pulau dimana harus dilalui dengan transportasi laut dan keterbatasan armada penyeberangan. Berdasarkan uraian tersebut sehingga menimbulkan pertanyaan dalam studi ini adalah : 1) Bagaimana mengukur dan menilai tingkat aksesibilitas dari sentra produksi ke pasar melalui transportasi penyeberangan? 2) Bagaimana pengaruh dari tingkat aksesibilitas terhadap ekonomi lokal masyarakat desa pesisir? tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh tingkat aksesibilitas dari sentra produksi ke pasar, terhadap ekonomi lokal masyarakat desa pesisir. Hasil penelitian mengenai rumusan masalah utama yang didasarkan pada metode analisis gravitasi, menunjukkan bahwa indeks aksesibilitas dapat menjadi parameter krusial dalam mengukur tingkat keterjangkauan dari pusat produksi ke pasar. Semakin tinggi tingkat aksesibilitas transportasi, semakin besar pula perkembangan ekonomi di suatu wilayah, terlihat dari daerah-daerah dengan tingkat aksesibilitas barang yang tinggi yang cenderung memiliki tingkat ekonomi yang juga tinggi. Sebaliknya, daerah dengan tingkat aksesibilitas rendah cenderung memiliki tingkat ekonomi yang lebih rendah. Hasil penelitian mengenai rumusan masalah kedua berdasarkan analisis regresi linear, hasilnya menunjukkan bahwa variabel indeks aksesibilitas dan tenaga kerja mempengaruhi ekonomi wilayah sentra produksi sedangkan variabel belanja pemerintah tidak berpengaruh terhadap ekonomi wilayah sentra produksi. Hasil ini sejalan dengan teori Solow bahwa pertumbuhan ekonomi minimal berasal dari satu dari tiga faktor, yaitu belanja pemerintah atau akumulasi modal, tenaga kerja, dan infrastruktur.
THE FUTURE OF THE PUBLIC ACCOUNTING PROFESSION: AN ANALYSIS OF THE IMPACT OF LAW NUMBER 4 OF 2023 CONCERNING THE DEVELOPMENT AND STRENGTHENING OF THE FINANCIAL SECTOR (P2SK) Puspita, Indah Lia; Syahfitri, Indri; Sari, Mita Permata; Yolanda, Novita
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10138

Abstract

ABSTRACT The increasing complexity of the financial sector requires a legal system that is capable of adapting to the dynamics of economic activities and the need for more integrated governance. The Government of Indonesia has responded to this need through Law Number 4 of 2023 concerning the Development and Strengthening of the Financial Sector (P2SK), which aims to harmonize various financial sector regulations while strengthening the roles of institutions and supporting professions within the sector. One of the professions receiving particular attention in this reform framework is the public accounting profession, which plays a strategic role in ensuring the credibility and reliability of financial statements. This study aims to analyze the regulatory changes introduced by the P2SK Law, identify their impacts on the public accounting profession, and examine their implications for the future development of the profession in Indonesia. The research employs a qualitative approach using a content analysis method to examine the provisions contained in the P2SK Law as well as related regulations that influence the practice of public accounting. The analysis was conducted through several stages, including the identification of key regulatory concepts, mapping of relationships among regulations, comparison with previous regulatory frameworks, and interpretation of policy impacts on the profession. The findings indicate that the P2SK Law strengthens the position of public accountants within the financial services ecosystem through the harmonization of professional definitions, the clarification of the roles of supporting professions, enhanced legal certainty, and the implementation of governance based on the Three Lines Model approach. These reforms also create broader market opportunities for the public accounting profession while encouraging improvements in professional competence and professionalism in response to regulatory changes in the financial sector. ABSTRAK Perkembangan sektor keuangan yang semakin kompleks menuntut sistem hukum yang mampu beradaptasi dengan dinamika aktivitas ekonomi dan kebutuhan tata kelola yang lebih terintegrasi. Pemerintah Indonesia merespons kebutuhan tersebut melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) yang bertujuan menyelaraskan berbagai regulasi sektor keuangan serta memperkuat peran lembaga dan profesi pendukung di dalamnya. Salah satu profesi yang memperoleh perhatian dalam kerangka reformasi ini adalah profesi akuntan publik yang memiliki peran strategis dalam menjamin kredibilitas dan keandalan laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan regulasi yang diperkenalkan melalui Undang-Undang P2SK, mengidentifikasi dampaknya terhadap profesi akuntan publik, serta menelaah implikasinya bagi perkembangan profesi tersebut di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode content analysis terhadap ketentuan dalam Undang-Undang P2SK serta berbagai regulasi terkait yang memengaruhi praktik profesi akuntan publik. Analisis dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi konsep kunci dalam regulasi, pemetaan hubungan antar peraturan, perbandingan dengan regulasi sebelumnya, serta interpretasi dampak kebijakan terhadap profesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Undang-Undang P2SK memperkuat posisi akuntan publik dalam ekosistem sektor jasa keuangan melalui harmonisasi definisi profesi, penegasan peran profesi penunjang, peningkatan kepastian hukum, serta penerapan pendekatan tata kelola berbasis Three Lines Model. Reformasi ini juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi profesi akuntan publik sekaligus mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme dalam menghadapi perubahan regulasi di sektor keuangan.
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PROFITABLITAS DAN STRUKTUR MODAL SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Prakoso, Riski Wisnu; Rusminah, Dhini; Febriana, Febby
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10141

Abstract

ABSTRACT The rapid growth of Indonesia’s economy has intensified competition among companies. In this context, the capital market serves as an alternative for investors to invest their funds, prompting companies to improve performance in order to achieve their primary objective, namely increasing firm value. This study aims to analyze the effect of firm size on firm value with profitability and capital structure as intervening variables in coal mining sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020–2024 period. The research employs descriptive and quantitative methods. The population consists of 125 companies, with a sample of 30 companies. Data analysis is conducted using the product of coefficient method. The results indicate that firm size does not have a significant effect on firm value but has a significant effect on profitability and capital structure. Profitability has a significant effect on firm value, while capital structure does not. Furthermore, profitability and capital structure are unable to mediate the effect of firm size on firm value. These findings suggest that firm value is more influenced by profitability than by firm size and capital structure. ABSTRAK Perkembangan ekonomi Indonesia yang pesat telah meningkatkan persaingan antar perusahaan. Dalam kondisi tersebut, pasar modal menjadi alternatif bagi investor untuk menanamkan modal, sehingga perusahaan dituntut meningkatkan kinerja guna mencapai tujuan utama, yaitu meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas dan struktur modal sebagai variabel intervening pada perusahaan sektor pertambangan batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 125 perusahaan, dengan sampel sebanyak 30 perusahaan. Teknik analisis data menggunakan metode product of coefficient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, tetapi berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas dan struktur modal. Profitabilitas terbukti berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan struktur modal tidak berpengaruh signifikan. Selain itu, profitabilitas dan struktur modal tidak mampu memediasi pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan nilai perusahaan lebih dipengaruhi oleh kemampuan menghasilkan laba dibandingkan faktor ukuran dan struktur pendanaan.
EVALUASI ATAS PENERAPAN SISTEM MONITORING DAN EVALUASI KINERJA ANGGARAN (STUDI KASUS PADA DIREKTORAT JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM, KEMENTERIAN AGAMA) Nuh, Muchammad; Karnadi, Karnadi; Rustanto, Agung Edi; Wicaksana, Harits Hijrah
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10394

Abstract

ABSTRACT The monitoring and evaluation sistem for budget performance is an essential instrument in performance-based budgeting to ensure effectiveness, efficiency, and accountability in the management of the State Budget. This sistem is implemented under the Regulation of the Minister of Finance Number 62 of 2023, which integrates monitoring and evaluation into budget planning and implementation. This study aims to evaluate the policy implementation of the budget performance monitoring and evaluation sistem at the Directorate General of Islamic Community Guidance, Ministry of Religious Affairs. The study employs a qualitative approach using the Context, Input, Process, and Product evaluation model. Data were collected through document analysis and in-depth interviews and analyzed using interactive data analysis techniques, with validity ensured through source and method triangulation. The findings indicate that, from the context aspect, the monitoring and evaluation sistem is aligned with performance-based budgeting policies, regulatory frameworks, and organizational needs. From the input aspect, several challenges remain, including regulatory inconsistencies, duplication of assessment indicators, and limitations in information sistems. From the process aspect, the monitoring and evaluation activities have been implemented adequately through periodic monitoring and inter-unit coordination. However, from the product aspect, evaluation results have mainly been used for rewards and sanctions and have not been optimally utilized in formulating subsequent budget policies. ABSTRAK Sistem monitoring dan evaluasi kinerja anggaran merupakan instrumen penting dalam penganggaran berbasis kinerja untuk menjamin efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Penerapan sistem ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62 Tahun 2023 yang mengintegrasikan monitoring dan evaluasi pada tahap perencanaan dan pelaksanaan anggaran. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kebijakan penerapan sistem monitoring dan evaluasi kinerja anggaran pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan model evaluasi Context, Input, Process, dan Product. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data interaktif serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek konteks, sistem monitoring dan evaluasi telah selaras dengan kebijakan penganggaran berbasis kinerja, regulasi, dan kebutuhan organisasi. Dari aspek input, masih ditemukan kendala berupa ketidaksinkronan regulasi, duplikasi indikator penilaian, serta keterbatasan sistem informasi. Dari aspek proses, pelaksanaan monitoring dan evaluasi berjalan cukup baik melalui pemantauan berkala dan koordinasi antarunit. Sementara itu, dari aspek produk, hasil evaluasi telah dimanfaatkan untuk pemberian penghargaan dan sanksi, namun belum optimal dalam mendukung penyusunan kebijakan anggaran tahun berikutnya.
WINI RONAN(G) DALAM FESTIVAL JELAJAH MAUMERE (FJM) SEBAGAI MEDIA PROMOSI UNTUK MEMBANGUN KETAHANAN PANGAN LOKAL DI KABUPATEN SIKKA Djawa, Agnes Theresia; Mustafa, Intan; Sedu, Viktor Ariestyan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10398

Abstract

This study aims to analyze the role of Wini Ronan(g) in the Maumere Exploration Festival as a medium for promoting local food in strengthening community food security in Sikka Regency. Wini Ronan(g), interpreted as a seed granary in local tradition, represents cultural values, traditional knowledge, and principles of sustainability passed down through generations. This research employs a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, involving festival organizers, local food MSME actors, traditional leaders, and festival visitors as research subjects. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that Wini Ronan(g) functions not only as a cultural symbol but is also concretely implemented through local food exhibitions, cultural performances, traditional narratives, and creative economic activities based on local food. The Maumere Exploration Festival effectively serves as a medium for promoting local food by increasing the visibility of MSME products, strengthening interaction between producers and consumers, and fostering pride in local food. Moreover, the festival contributes to raising public awareness of the importance of local food security through a persuasive and educational cultural approach. This study concludes that culture-based festivals rooted in local wisdom can serve as strategic instruments for promoting local food and strengthening sustainable community food security. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Wini Ronan(g) dalam Festival Jelajah Maumere sebagai media promosi pangan lokal dalam upaya membangun ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Sikka. Wini Ronan(g), yang dimaknai sebagai lumbung benih dalam tradisi lokal, merepresentasikan nilai budaya, pengetahuan tradisional, serta prinsip keberlanjutan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian terdiri atas panitia festival, pelaku UMKM pangan lokal, tokoh adat, serta pengunjung festival. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wini Ronan(g) tidak hanya hadir sebagai simbol budaya, tetapi juga diimplementasikan secara nyata melalui pameran pangan lokal, pertunjukan seni, narasi adat, dan aktivitas ekonomi kreatif berbasis pangan. Festival Jelajah Maumere berfungsi efektif sebagai media promosi pangan lokal dengan meningkatkan visibilitas produk UMKM, memperkuat interaksi produsen dan konsumen, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap pangan lokal. Selain itu, festival berperan dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan lokal melalui pendekatan budaya yang persuasif dan edukatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa festival budaya berbasis kearifan lokal dapat menjadi instrumen strategis dalam promosi pangan lokal dan penguatan ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan.
AKTIVITAS HUMAS POLRES SIKKA DALAM MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM SEBAGAI SARANA PENYEBARAN INFORMASI PUBLIK Paskua, Maria Enjelike; Mustafa, Intan; Sedu, Viktor Ariestyan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10403

Abstract

The development of information and communication technology has encouraged public institutions to adapt in delivering information to the public in a fast, transparent, and interactive manner. The police, as a state institution, have a responsibility to fulfill public information needs in order to build public trust and participation. This study aims to identify and describe the activities of the Public Relations Division of Sikka Police Resort in utilizing Instagram social media @humas_polressikka as a medium for disseminating public information. This study employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through in-depth interviews with public relations officers of Sikka Police Resort, observation of the content posted on the Instagram account @humas_polressikka, and relevant documentation. Data analysis was conducted using an interactive qualitative analysis model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The results indicate that the Public Relations Division of Sikka Police Resort has utilized Instagram as a medium for disseminating public information, including information on police activities, public services, public order and security (kamtibmas) appeals and education, law enforcement, and information clarification. Instagram is used as an effective publication medium due to its visual nature, speed, and ease of access for the public. Public relations activities through Instagram also contribute to building a positive image of Sikka Police Resort as an open and humane institution. However, the use of social media still faces several challenges, such as limited human resources, inconsistency in content management, and the lack of optimal two-way interaction with the public. This study concludes that Instagram has functioned as a medium for public information dissemination by the Public Relations Division of Sikka Police Resort; however, strengthening communication strategies, enhancing content creativity, and improving public interaction management are necessary to optimize the role of social media in supporting information transparency and public trust. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong institusi publik untuk beradaptasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cepat, terbuka, dan interaktif. Kepolisian sebagai institusi negara memiliki tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan informasi publik guna membangun kepercayaan dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan aktivitas humas Polres Sikka dalam memanfaatkan media sosial Instagram @humas_polressikka sebagai sarana penyebaran informasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pihak humas Polres Sikka, observasi terhadap konten akun Instagram @humas_polressikka, serta dokumentasi pendukung yang relevan. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas Polres Sikka telah memanfaatkan Instagram sebagai media penyebaran informasi publik yang meliputi informasi kegiatan kepolisian, pelayanan publik, imbauan dan edukasi kamtibmas, penegakan hukum, serta klarifikasi informasi. Instagram digunakan sebagai sarana publikasi yang efektif karena bersifat visual, cepat, dan mudah diakses oleh masyarakat. Aktivitas humas melalui Instagram juga berkontribusi dalam membangun citra positif Polres Sikka sebagai institusi yang terbuka dan humanis. Namun demikian, pemanfaatan media sosial tersebut masih menghadapi kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, konsistensi pengelolaan konten, serta belum optimalnya interaksi dua arah dengan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Instagram telah berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi publik oleh humas Polres Sikka, namun diperlukan penguatan strategi komunikasi, kreativitas konten, dan pengelolaan interaksi publik agar peran media sosial dapat lebih optimal dalam mendukung keterbukaan informasi dan kepercayaan masyarakat.  
PROSEDUR LAYANAN AKTIVASI APLIKASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN SIKKA Yosefat, Yovilia Nona; Mustafa, Intan; Harbiyanto, Alfian
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10404

Abstract

Digital transformation in public services has encouraged the government to develop Digital Population Identity (IKD) as an innovation in population administration. This study aims to describe and analyze the service procedures for activating the Digital Population Identity application at the Department of Population and Civil Registration of Sikka Regency, as well as to identify the obstacles encountered in its implementation. This research employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques including in-depth interviews, observation, and documentation. The research informants consist of department leaders, population administration service officers, IKD operators, and service users. The findings indicate that the IKD activation service procedures at the Department of Population and Civil Registration of Sikka Regency have been implemented in accordance with applicable regulations and technical guidelines, encompassing the stages of preparation, verification, and activation. Service officers play a crucial role as facilitators and companions for the community during the IKD activation process. However, the implementation of the service still faces several challenges, such as limited internet connectivity, insufficient human resources, and low digital literacy among certain segments of the community. Public responses to the IKD service vary, with some individuals experiencing the benefits of digital services, while others remain hesitant to adopt them. From a public service perspective, the IKD activation service represents a progressive form of e-government-based service innovation; nevertheless, its effectiveness and efficiency have not yet been fully optimized. Therefore, strengthening infrastructure, enhancing the capacity of public service personnel, and implementing continuous public outreach strategies are necessary to improve the quality of population administration services in an inclusive and sustainable manner. ABSTRAK Transformasi digital dalam pelayanan publik mendorong pemerintah untuk mengembangkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai inovasi dalam administrasi kependudukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis prosedur layanan aktivasi aplikasi Identitas Kependudukan Digital di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sikka, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pimpinan dinas, petugas pelayanan administrasi kependudukan, operator IKD, serta masyarakat pengguna layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur layanan aktivasi IKD di Disdukcapil Kabupaten Sikka telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan pedoman teknis yang berlaku, yang meliputi tahap persiapan, verifikasi, dan aktivasi. Petugas pelayanan memiliki peran penting sebagai fasilitator dan pendamping masyarakat dalam proses aktivasi IKD. Namun demikian, pelaksanaan layanan masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan jaringan internet, keterbatasan sumber daya manusia, serta rendahnya literasi digital sebagian masyarakat. Respons masyarakat terhadap layanan IKD bersifat beragam, di mana sebagian telah merasakan manfaat layanan digital, sementara sebagian lainnya masih ragu untuk menggunakannya. Ditinjau dari perspektif pelayanan publik, layanan aktivasi IKD merupakan bentuk inovasi pelayanan berbasis e-government yang progresif, namun efektivitas dan efisiensinya belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan infrastruktur, peningkatan kapasitas aparatur, serta strategi sosialisasi yang berkelanjutan agar layanan IKD dapat meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan secara inklusif dan berkelanjutan  
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMASARAN JASA PERHOTELAN PADA CAPA RESORT MAUMERE UNTUK MENINGKATKAN ANIMO PENGUNJUNG Radja, Stephani Prisla Helena; Retu, Markus Kristian; Mustafa, Intan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.10406

Abstract

This study aims to determine and analyze the implementation of hotel service marketing strategies at Capa Resort Maumere in increasing visitor interest. The service marketing strategies studied include the application of the service marketing mix (7Ps), namely product, price, place, promotion, people, process, and physical evidence. This study uses a qualitative research method with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation of management, employees, and visitors to Capa Resort Maumere. The results show that Capa Resort Maumere has implemented service marketing strategies quite effectively, especially in the aspects of promotion through digital media, improving service quality, and providing facilities that support guest comfort. These strategies contribute to increasing visitor interest and satisfaction. However, there are several obstacles faced, including limited human resources, less than optimal use of digital marketing technology, and the influence of external factors such as visiting seasons and economic conditions. The conclusion of this study is that the implementation of appropriate and sustainable hotel service marketing strategies can increase visitor interest at Capa Resort Maumere. Therefore, it is recommended that management continue to evaluate and innovate marketing strategies to increase the competitiveness and sustainability of the hotel business. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi strategi pemasaran jasa perhotelan pada Capa Resort Maumere dalam meningkatkan animo pengunjung. Strategi pemasaran jasa yang dikaji meliputi penerapan bauran pemasaran jasa (7P), yaitu produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pihak manajemen, karyawan, serta pengunjung Capa Resort Maumere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Capa Resort Maumere telah mengimplementasikan strategi pemasaran jasa secara cukup efektif, khususnya dalam aspek promosi melalui media digital, peningkatan kualitas pelayanan, serta penyediaan fasilitas yang mendukung kenyamanan tamu. Strategi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan minat dan kepuasan pengunjung. Namun, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya pemanfaatan teknologi pemasaran digital, serta pengaruh faktor eksternal seperti musim kunjungan dan kondisi ekonomi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa implementasi strategi pemasaran jasa perhotelan yang tepat dan berkelanjutan dapat meningkatkan animo pengunjung Capa Resort Maumere. Oleh karena itu, disarankan agar pihak manajemen terus melakukan evaluasi dan inovasi strategi pemasaran guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha perhotelan.