cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 16 Documents clear
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) PADA SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH Ayu, Niken; Triyanty Pulukadang, Wiwy; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Katili, Sukri
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i2.4820

Abstract

The problem discussed in this research is “Does the Project-Based Learning (PjBL) model improve the skills to write short stories in class V of Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda Kota Gorontalo?”. This research aims to improve short story writing skills through the Project-Based Learning (PjBL) model for students in class V of Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda Kota Gorontalo. This is a class action research. Data are collected throught tests, observation, and documentation. In the initial observation of 20 students, 4 students, or 20%, could write short stories, and 16 students, or 80%, were unable. In Cycle meeting I of 20 students, there were 9 students, or 45%, who were able to write short stories, and 11 students, or 55%, were unable. Implementation of cycle I meeting II of 20 students, there were 14 students, or 70%, who were able to write short stories, and 6 students, or 30%, were unable. While in cycle II of 20 students, there were 18 students, or 90%, who were able to write short stories, and 2 students, or 10% were unable. Based on the research findings and discussion that have been carried out, it is concluded that through the Project-Based Learning (PjBL) Model, the students’ skills to write short stories have increased. ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Apakah melalui model Project Based Learning (PjBL) kemampuan menulis cerpen kelas V Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda Kota Gorontalo meningkat?”. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis cerpen melalui model Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda Kota Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Pada observasi awal dari 20 siswa terdapat 4 siswa atau 20% yang mampu dalam menulis cerpen dan 16 siswa atau 80% tidak mampu. Siklus I pertemuan I dari 20 siswa terdapat 9 siswa atau 45% yang mampu dalam menulis cerpen dan 11 siswa atau 55% tidak mampu. Pelaksanaan siklus I pertemuan II dari 20 siswa terdapat 14 siswa atau 70% yang mampu dalam menulis cerpen dan 6 siswa atau 30% tidak mampu. Sedangkan pada siklus II dari 20 siswa terdapat 18 siswa atau 90% yang mampu dalam menulis cerpen dan 2 siswa atau 10% tidak mampu. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa dengan melalui Model Project Based Learning (PjBL) kemampuan menulis cerpen pada siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda Kota Gorontalo meningkat.
PENGEMBANGAN MEDIA POP-UP DONGENG DIGITAL (POPONA) UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Moh. Dehiyo, Sofiyanti; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Triyanty Pulukadang, Wiwy; Husain, Rustam
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i2.4821

Abstract

The ability to read fairy tales in elementary school students is still relatively low, one of which is caused by the lack of supporting learning media. In fact, fairy tales as folk prose stories that are fictitious and contain moral messages have great potential in awakening imagination, fostering creativity, and instilling character values in students. This study aims to develop digital pop-up fairy tale learning media (POPONA) to improve elementary school students' fairy tale reading skills. This research is a research and development using the 4D model (define, design, develop, and disseminate). The research subjects consisted of media experts, linguists, material experts, practitioners, and 28 fifth grade students. Data collection techniques included observation, interviews, and questionnaires, with instruments in the form of observation sheets, interviews, expert validation, and teacher and student response sheets. The data were analyzed qualitatively and quantitatively to measure the feasibility and effectiveness of the media. The results showed that POPONA media was included in the very feasible category, with the results of expert validation obtaining an average percentage of 96.6% and teacher and student response tests of 92%. In addition, students' ability to read fairy tales when using POPONA media reached a percentage of 98.01%. Thus, it can be concluded that digital pop-up fairy tale media (POPONA) is very feasible to use as a learning media in improving students' reading ability. ABSTRAK Kemampuan membaca dongeng pada siswa sekolah dasar masih tergolong rendah, salah satunya disebabkan oleh kurangnya media pembelajaran yang mendukung. Padahal, dongeng sebagai cerita prosa rakyat yang bersifat fiktif dan mengandung pesan moral, memiliki potensi besar dalam membangkitkan imajinasi, menumbuhkan kreativitas, serta menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran pop-up dongeng digital (POPONA) guna meningkatkan kemampuan membaca dongeng siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development) yang menggunakan model 4D (define, design, development, dan disseminate). Subjek penelitian terdiri atas ahli media, ahli bahasa, ahli materi, praktisi, dan 28 siswa kelas V SD. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan angket, dengan instrumen berupa lembar observasi, wawancara, validasi ahli, serta lembar respon guru dan siswa. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif untuk mengukur kelayakan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media POPONA termasuk dalam kategori sangat layak, dengan hasil validasi ahli memperoleh rata-rata persentase 96,6% dan uji respon guru dan siswa sebesar 92%. Selain itu, kemampuan membaca dongeng siswa saat menggunakan media POPONA mencapai persentase 98,01%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pop-up dongeng digital (POPONA) sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan membaca dongeng pada siswa sekolah dasar.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MEMBACA SISWA SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH Mery, Seselia; Victor Didik Saputro, Totok
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i2.5064

Abstract

This study aims to analyze the reading literacy skills of third-grade students at SD Negeri 10 Tiga Desa. A qualitative descriptive approach was used in this research. The subjects consisted of eight third-grade students and the classroom teacher. Data were collected through observations and interviews to obtain a comprehensive picture of students' reading literacy abilities. The findings indicate that the School Literacy Movement program plays a significant role in improving students’ reading literacy skills. This program is closely related to the development of students' reading abilities, and its implementation has a positive impact on literacy learning at school. Based on these findings, it can be concluded that the School Literacy Movement is an effective strategy for developing reading literacy skills, particularly at SD Negeri 10 Tiga Desa. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi membaca siswa kelas III di SD Negeri 10 Tiga Desa. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari delapan siswa kelas III dan guru wali kelas. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kemampuan literasi membaca siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Gerakan Literasi Sekolah berperan penting dalam meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa. Program ini memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan kemampuan membaca siswa, sehingga pelaksanaannya memberikan dampak positif terhadap pembelajaran literasi di sekolah. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa program Gerakan Literasi Sekolah merupakan strategi yang efektif dalam mengembangkan kemampuan literasi membaca siswa, khususnya di SD Negeri 10 Tiga Desa.
PERAN GURU DALAM MENEJEMEN KELAS UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA SEKOLAH DASAR Nurul Ain, Maharani; Shofa, Zakiyatus; Farhurohman, Oman
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i2.5159

Abstract

This study aims to examine the role of teachers in classroom management to improve student discipline in elementary schools. Teachers hold an important responsibility in creating a conducive learning environment through effective classroom management. The research method used is a literature study by evaluating various books, journals, scientific articles, and other publications related to the research issue. The results show that teachers play roles as planners, implementers, and evaluators in classroom management. Teachers establish rules, provide consequences for violations, and foster positive communication with students. The strategies used include persuasive approaches, providing motivation, and setting examples. With good classroom management, an orderly and disciplined learning environment is created, which significantly affects the improvement of student discipline. The success of teachers in managing the classroom has a direct impact on students' discipline, thus requiring professional competence and appropriate pedagogical approaches to achieve this goal. ABSTRAK Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami fungsi guru dalam manajemen kelas demi meningkatkan disiplin siswa di tingkat sekolah dasar. Guru memainkan peran krusial dalam membangun suasana belajar yang mendukung dengan cara melakukan manajemen kelas yang efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengevaluasi berbagai buku, jurnal, artikel ilmiah, serta publikasi lain yang berkaitan dengan isu penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran sebagai perencana, pelaksana, dan evaluator dalam manajemen kelas. Guru menetapkan aturan, memberikan konsekuensi atas pelanggaran, serta membina komunikasi yang positif dengan siswa. Strategi yang digunakan meliputi pendekatan persuasif, pemberian motivasi, dan keteladanan. Dengan manajemen kelas yang baik, tercipta suasana belajar yang teratur dan tertib, yang secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan kedisiplinan siswa. Keberhasilan guru dalam mengelola kelas berdampak langsung terhadap sikap disiplin siswa, sehingga diperlukan kompetensi profesional dan pendekatan pedagogis yang tepat dari guru untuk mencapai tujuan tersebut.  
IMPLEMENTASI PEMBIASAAN DOA SEBELUM BELAJAR DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SD NEGERI JEMIRAHAN JABON-SIDOARJO Rahmah Khurniah Putri Novianty, Nur; Yusron Maulana El-Yunusi , Muhammad
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i2.5160

Abstract

Education is essential for national development and survival. A child gets education in the form of formal and informal education, where in both places, there is always character learning, either directly or indirectly. Religious character is built through the habituation of prayer in the morning or before doing activities. In shaping students' religious character, SD Negeri Jemirahan conducts this habituation activity in front of the teacher's room, followed by all students and teachers. Implementing prayer habituation before learning aims to shape the character of students who behave well, actively participate in religious activities, orderly and solemn. Using a qualitative descriptive approach, researchers collect data through interviews, direct observation, taking notes, and taking pictures and videos. The habituation activities carried out at SD Negeri Jemirahan are reading the Asmaul Husna, reading short letters, and reading daily prayers. Indirectly, with these activities, students of SD Negeri Jemirahan can memorize asmaul husna, short letters, and daily prayers without any prompting and daily prayers without any coercion. Through these activities, religious characters are formed through good behavior, actively participating in religious activities, and being orderly and solemn. ABSTRAK Pendidikan sangat penting untuk pembangunan nasional dan keberlangsungan hidup. Seorang anak mendapatkan pendidikan berupa pendidikan formal dan informal dimana pada kedua tempat tersebut selalu ada pembelajaran karakter, baik secara langsung atau tidak langsung. Karakter religius dibangun melalui pembiasaan doa di pagi hari atau sebelum melakukan aktivitas. Dalam membentuk karakter religius siswa, SD Negeri Jemirahan melakukan kegiatan pembiasaan tersebut di depan ruang guru diikuti oleh seluruh siswa dan para guru. Implementasi pembiasaan doa sebelum belajar bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang berperilaku baik, aktif mengikuti kegiatan keagamaan, tertib dan khusyuk. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, peneliti mengumpulkan data melalui wawancara, observasi langsung, mencatat, dan mengambil gambar dan video. Adapun kegiatan pembiasaan yang dilakukan di SD Negeri Jemirahan adalah membaca asmaul husna, membaca surat-surat pendek, dan membaca doa sehari-hari. Secara tidak langsung, dengan adanya kegiatan tersebut, siswa SD Negeri Jemirahan mampu menghafal asmaul husna, surat-surat pendek, dan doa sehari-hari tanpa ada paksaan. Melalui kegiatan tersebut membentuk karakter religius berupa berperilakuan baik, aktif mengikuti kegiatan keagamaan, tertib dan khusyuk.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL SMART BOOK BERBANTUAN APLIKASI CANVA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SDN 4 PULAU RIMAU Gustin, Ayu; Disurya, Ramanata; Tanzimah, Tanzimah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i2.5312

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low learning interest of students during classroom activities, which was attributed to the use of unengaging instructional media. Therefore, the researcher took the initiative to develop a more engaging learning medium, namely the Digital Smart Book, for teaching mathematics to fourth-grade students at SD Negeri 4 Pulau Rimau. The main objective of this research was to produce a Digital Smart Book learning media that is highly valid, practical, and effective. This research falls under the category of research and development (R&D) using the ADDIE model, which consists of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The results indicated that the Digital Smart Book underwent validation testing by experts in media, subject content, and language, with a score of 85.2%, which is categorized as "Very Valid" based on questionnaire results. The practicality of the media was demonstrated through a One-to-One trial with five students, yielding an average score of 89.2%, categorized as "Very Practical". Additionally, in a Small Group trial involving 13 students, the average score was 96.46%, which also falls under the "Very Practical" category. The effectiveness of the Digital Smart Book was verified through a student test involving 13 participants, with an average score of 92.3%, meeting the criteria for "Very Effective". Thus, it can be concluded that the development of the Digital Smart Book learning media, designed using Canva, is suitable for application in mathematics learning activities. ABSTRAK Penelitian ini didasari oleh rendahnya minat belajar siswa selama proses pembelajaran di kelas, yang disebabkan oleh penggunaan media yang kurang menarik. Oleh karena itu, peneliti berinisiatif untuk mengembangkan media pembelajaran yang lebih atraktif, yaitu Digital Smart Book dalam mata pelajaran Matematika untuk siswa kelas IV di SD Negeri 4 Pulau Rimau. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran Digital Smart Book yang memiliki tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitas yang tinggi. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian pengembangan (R&D) dengan menggunakan model ADDIE yang mencakup lima tahapan, yaitu: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Digital Smart Book dalam pembelajaran matematika telah melalui uji validasi oleh para ahli di bidang media, materi, dan bahasa, dengan hasil mencapai persentase 85,2%, yang tergolong dalam kategori "Sangat Valid" berdasarkan hasil angket. Kepraktisan media ini dibuktikan melalui uji coba One to One terhadap 5 siswa, yang menghasilkan persentase rata-rata sebesar 89,2% dengan kategori "Sangat Praktis". Selain itu, pada uji coba Small Group yang melibatkan 13 siswa, diperoleh rata-rata persentase sebesar 96,46% yang juga masuk dalam kategori "Sangat Praktis". Sedangkan kefektifan Digital Smart Book dapat dibuktikan melalui soal tes peserta didik yang dilakukan oleh 13 orang peserta didik dengan presentase rata-rata 92,3% dengan kriteria “Sangat Efektif”. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran Digital Smart Book yang dirancang menggunakan aplikasi Canva dinilai layak untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran matematika.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS POWTOON PADA PELAJARAN SENI RUPA DI KELAS IV SDS PANCA BUDI MEDAN Shabina Dinisyah Fajar, Natasya; Afriadi, Putra; Winara, Winara; Wahyu Purnomo, Try; Mustika Aulia, Sri
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i2.5549

Abstract

This study aims to determine the validity, practicality, and effectiveness of powtoon-based learning media in fine arts lessons in grade IV of SDS Panca Budi Medan. The learning media developed uses the ADDIE development model which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation, especially material for drawing sketches of flora and fauna for grade IV students in the even semester of the 2024/2025 school year. A total of 20 grade IV students were involved as research subjects, along with two experts to test the validity of the media and one teacher to test the practicality of learning media in fine arts subjects in accordance with the independent curriculum. The validation results from the material experts showed a high score, namely 89 out of 110 scores with a percentage of 89%, while media design experts gave a score of 68 out of a maximum score of 75 with a percentage of 90.6%. Teachers also gave a high score on the practicality test with a score of 54 out of a total of 60, resulting in a percentage of 90%, where all aspects, such as appearance, presentation, material, and language, obtained the categories of "Very Feasible" and "Very Valid". Further evaluation showed a significant increase in student learning outcomes, as seen from the comparison of pre-test and post-test scores, where the pre-test score was 60 and the post-test score increased to 85.25, recording an increase of 25.25. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas, praktikalitas, dan efektivitas media pembelajaran berbasis powtoon pada pelajaran seni rupa di kelas IV SDS Panca Budi Medan. Media pembelajaran yang dikembangkan menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi, khususnya materi menggambar sketsa flora dan fauna bagi peserta didik kelas IV pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Sebanyak 20 peserta didik kelas IV terlibat sebagai subjek penelitian, bersama dengan dua ahli untuk menguji validitas media dan satu guru untuk menguji praktikalitas media pembelajaran dalam mata pelajaran seni rupa sesuai dengan kurikulum merdeka. Hasil validasi dari ahli materi menunjukkan skor tinggi, yaitu 89 dari skor 110 dengan persentase 89%, sementara ahli desain media memberikan skor 68 dari skor 75 maksimal dengan persentase 90,6%. guru juga memberikan penilaian tinggi terhadap uji praktikalitas dengan skor 54 dari total 60, menghasilkan persentase 90%, di mana semua aspek, seperti tampilan, penyajian, materi, dan bahasa, memperoleh kategori “Sangat Layak” dan “Sangat Valid”. Evaluasi lebih lanjut menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa, terlihat dari perbandingan skor pre-test dan post-test, dimana skor pre-test adalah 60 dan skor post-test meningkat menjadi85.25, mencatat peningkatan sebesar 25.25. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Powtoon, Menggambar Sketsa
EKSPLORASI PEMAHAMAN KEAMANAN DIGITAL OLEH SISWA SD DALAM AKTIVITAS ONLINE Idris, Hikmah; Rukli, Rukli
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i2.5574

Abstract

The advancement of information and communication technology has significantly influenced various aspects of life, including the field of education. Consequently, enhancing public understanding of digital security and ethics in online interactions has become a crucial priority, as these elements form the foundational pillars of a safe and healthy digital ecosystem in Indonesia. Awareness of the importance of digital literacy should ideally be cultivated from an early age, particularly at the elementary school level. Comprehensive digital literacy education serves as a vital foundation for shaping a generation that is not only technologically proficient but also responsible and wise in navigating the digital environment. This study adopts a qualitative descriptive approach. The aim of this research is to analyze elementary school students’ understanding of digital security in the context of online activities. Data collection techniques employed include interviews and observations, which were conducted to gather insights from the study participants. The findings suggest that students are developing a growing awareness of the importance of using the internet responsibly. The results further indicate that students understand how to safeguard personal information and create secure passwords. Additionally, they demonstrated alertness by seeking guidance from their parents and reporting interactions with unfamiliar individuals. ABSTRAK Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa pengaruh besar terhadap berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai keamanan digital dan etika dalam interaksi daring menjadi hal yang krusial, karena keduanya merupakan landasan utama dalam membangun ekosistem digital yang aman dan sehat di Indonesia. Kesadaran akan pentingnya literasi digital sebaiknya mulai dibangun sejak usia anak-anak, terutama di tingkat sekolah dasar. Pendidikan literasi digital yang menyeluruh menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang tidak hanya terampil menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dan kebijaksanaan dalam beraktivitas di dunia digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk menganalisis pemahaman tentang keamanan digital oleh siswa sekolah dasar dalam aktivitas daring. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Metode pengumpulan data diterapkan guna mendapatkan informasi dari partisipan penelitian. Temuan studi ini menunjukkan bahwa para siswa memiliki kesadaran akan pentingnya penggunaan internet secara bijak. Hasil akhirnya mengindikasikan bahwa siswa telah memahami cara melindungi informasi pribadi dan menciptakan kata sandi yang aman. Selain itu, mereka juga menunjukkan sikap waspada dengan berkonsultasi kepada orang tua dan melaporkan interaksi dengan orang asing.
EKSPLORASI PERUBAHAN POLA BELAJAR SISWA DENGAN IMPLEMENTASI LITERASI DIGITAL Rukli, Rukli; Arfiani, Fifi
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i2.5601

Abstract

The lack of active and independent learning patterns among elementary school students poses a significant challenge in the digital era, which demands 21st-century skills. The predominance of passive, teacher-centered learning indicates a pressing need for instructional innovations aligned with technological developments. This study aims to explore changes in students’ learning patterns as a result of implementing digital literacy in the elementary school environment. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, interviews, and documentation involving 22 fourth-grade students at SD Negeri Kalia, Tojo Una-Una Regency, Central Sulawesi. The findings reveal a transformation from passive learning to more active, collaborative, independent, and reflective learning behaviors. Students became accustomed to using digital media to access information, take notes, and work in groups. Supporting factors for this shift include students’ motivation and the active role of teachers in facilitating learning, while the main obstacle was limited access to digital devices and internet connectivity. The study concludes that digital literacy plays a strategic role in shaping adaptive and effective learning patterns in the modern educational context. ABSTRAK Rendahnya pola belajar aktif dan mandiri di kalangan siswa sekolah dasar menjadi tantangan serius dalam era digital yang menuntut keterampilan abad ke-21. Pola belajar yang masih dominan bersifat pasif dan berpusat pada guru menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perubahan pola belajar siswa sebagai dampak dari implementasi literasi digital di lingkungan sekolah dasar. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 22 siswa kelas IV di SD Negeri Kalia, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Hasil penelitian menunjukkan adanya transformasi pola belajar dari yang semula pasif menjadi lebih aktif, kolaboratif, mandiri, dan reflektif. Siswa mulai terbiasa menggunakan media digital untuk mengakses informasi, menyusun catatan, dan bekerja dalam kelompok. Faktor pendukung perubahan ini meliputi motivasi siswa dan peran aktif guru dalam memfasilitasi pembelajaran, sedangkan hambatan utamanya adalah keterbatasan akses terhadap perangkat dan jaringan internet. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital memiliki peran strategis dalam membentuk pola belajar yang adaptif dan efektif di era pembelajaran modern.
ANALISIS CAPAIAN KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI PESERTA DIDIK DI SDN TEGALSARI 5 TAHUN 2025 Setiadi, Hanung
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i2.5696

Abstract

The analysis of literacy and numeracy achievement is a crucial indicator for evaluating the quality of basic education, particularly at SDN Tegalsari 5 in 2025. Literacy and numeracy are not only fundamental competencies that students must master but also form the basis for critical thinking skills and readiness to face future challenges. This study aims to evaluate students' literacy and numeracy achievements based on the 2025 Annual Education Report of SDN Tegalsari 5 through a secondary data review method from official documents. The primary focus is on an 11% decline in literacy achievement and a 1.4% increase in numeracy compared to the previous year. Data shows literacy achievement of 88.89% and numeracy achievement of 81.48%. The significant decline in literacy is a major concern as literacy is the core of academic competencies, while the increase in numeracy indicates a positive development that should be maintained. The analysis provides an overview of the current learning conditions and serves as a basis for recommendations to develop more effective learning strategies. Recommendations include innovating literacy teaching methods, enhancing teacher training, engaging families and the school environment actively, and implementing ongoing monitoring. These findings aim to guide efforts to improve the quality of education at SDN Tegalsari 5 so that literacy and numeracy achievements continue to improve in the future ABSTRAK Analisis capaian kemampuan literasi dan numerasi merupakan indikator penting dalam mengukur mutu pendidikan dasar, khususnya di SDN Tegalsari 5 pada tahun 2025. Literasi dan numerasi tidak hanya menjadi kompetensi dasar yang wajib dikuasai peserta didik, tetapi juga menjadi fondasi bagi keterampilan berpikir kritis dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian kemampuan literasi dan numerasi peserta didik berdasarkan Laporan Rapor Pendidikan SDN Tegalsari 5 Tahun 2025 melalui metode telaah data sekunder dari dokumen resmi. Fokus utama adalah pada penurunan capaian literasi sebesar 11% dan peningkatan numerasi sebesar 1,4% dibanding tahun sebelumnya. Data menunjukkan bahwa capaian literasi mencapai 88,89% sedangkan numerasi sebesar 81,48%. Penurunan signifikan literasi menjadi perhatian utama karena literasi merupakan basis utama kompetensi akademik, sementara peningkatan numerasi menandakan kemajuan positif yang perlu dipertahankan. Hasil analisis ini memberikan gambaran kondisi pembelajaran saat ini dan dasar rekomendasi untuk pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif. Rekomendasi mencakup pengembangan metode pembelajaran literasi yang inovatif, peningkatan pelatihan guru, keterlibatan keluarga dan lingkungan sekolah, serta penerapan monitoring berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat memandu upaya peningkatan mutu pendidikan di SDN Tegalsari 5 agar keberhasilan capaian literasi dan numerasi peserta didik semakin meningkat di masa mendatang.

Page 1 of 2 | Total Record : 16