cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 248 Documents
KEEFEKTIFAN MODEL PBL BERBANTU MEDIA CANVA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS 2 DI SDN BUGANGAN 02 WIBOWO, MEDIANI LARAS; HUDA, CHOIRUL; ALIMAH, SITI; SUBEKTI, ERVINA EKA
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v4i3.3054

Abstract

The background underlying this research is that learning outcomes of second grade students at SDN Bugangan 02 in Mathematics are still low due to the use of inappropriate learning models, so that learning motivations is low and students learning outcomes are not aptimal. The aim of this research is to determine the effectiveness of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by Canva on student learning outcomes. This research is quantitative research using One-Group pretest-posttest design with a sample of 14 second grade students at SDN Bugangan 02. Student learning outcomes after being given treatment (post-test) showed an increase as proven by the T-test, it was seen that the significant value was less than 0.05 (0.000 ? 0.05). This means that there is an influential difference between the average pre-test score which was initially 52.80 to 85.00 during the post-test. Thus, it can be concluded that the use of the Problem Based Learning model assisted by Canva has proven to be effective in improving student learning outcomes at the Minimum Completeness Criteria (KKM) limit which is 75. The initial learning completion results were only 7.14% of a total of 14 students achieved completeness, and after being given treatment it became 100% of the total 14 students of second grade at SDN Bugangan 02 who achieved completeness. ABSTRAKLatar belakang penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas II SDN Bugangan 02 masih rendah di mata pelajaran Matematika akibat penggunaan metode pembelajaran yang tidak efektif. Mencari tahu seberapa baik pendekatan Problem Based Learning (PBL) dalam pendidikan, dengan bantuan Canva, mempengaruhi nilai akhir siswa adalah kekuatan pendorong di balik penelitian ini. Empat belas siswa kelas dua SDN Bugangan 02 berpartisipasi dalam penelitian kuantitatif ini, yang menggunakan desain penelitian One-Group Pretest-Posttest. Uji T menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan (post-test). Hasil yang signifikan yaitu kurang dari 0,05 (0,000 ? 0,05) terlihat pada saat dilakukan uji Paired Sample T-test. Hal ini menunjukkan adanya perubahan yang signifikan dari rata-rata nilai Pre-test 52,80 menjadi 85,00 setelah diberikan perlakuan. Berdasarkan persentase peningkatannya dapat dikatakan bahwa penggunaan media Canva untuk membantu paradigma Problem Based Learning telah meningkatkan hasil belajar siswa. Pada saat siswa mencapai batas KKM, hasil belajarnya sudah tuntas sebesar 75 persen. Setelah mendapat perlakuan, persentase siswa yang tuntas meningkat dari 7,14 persen menjadi 100 persen.
ALAT BANTU MATRAS UNTUK PEMBELAJARAN SENAM GULING DEPAN DAN BELAKANG BAGI SISWA KELAS ATAS SEKOLAH DASAR SYAM, ASRY; YASIN , ISMET; SYAHRUDDIN, SYAHRUDDIN
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v4i3.3055

Abstract

Floor exercise lessons, especially front and back tumbling, are not easy for elementary school students. Changing from stability to imbalance by rolling over is not a familiar activity. The aim of this research is to develop tools to make it easier for students to learn front and back rolls. The research method uses the ADDIE development model. The initial product test on a small scale was 16 class V students at SDN 89 Sipatana, Gorontalo City and on a large scale it was 20 class V students at SDN 96 Kota Utara. Data collection through expert validation and student questionnaires as an evaluation of product feasibility, research results of tilting mattress product tests in the "Small Scale" category reached a percentage of 73.55% of the "Feasible" criteria, while the "Small Scale" category. Large Scale" achieved a percentage of 73.68% of the "Feasible" criteria. On the scale of feasibility of floor exercise roll learning media. The development of learning media on floor exercise roll materials using sloping mats for elementary school students was successful. This media has been proven to make a contribution in creating a more conducive and effective learning environment for students. ABSTRAKPelajaran senam lantai khususnya guling depan dan belakang menjadi hal yang tidak mudah bagi siswa sekolah dasar. Perubahan dari stabil ke ketidakseimbangan dengan berguling bukan menjadi aktivitas yang famiiier. Tujuan penelitian ini untuk menyusun alat untuk memudahkan siswa belajar guling depan dan belakang. Metode penelitian dengan mengunakan Model pengembangan ADDIE. Uji produk awal skala kecil adalah 16 orang siswa kelas V di SDN 89 Sipatana Kota Gorontalo dan skala besar adalah 20 orang siswa kelas V di SDN 96 Kota Utara. Pengumpulan data melalui kuisioner siswa sebagai evaluasi kelayakan produk, Hasil Penelitian uji produk matras miring dalam kategori "Skala Kecil" mencapai presentase 73,55% kriteria “Layak” sedangkan "Skala Besar" mencapai presentase 73,68% kriteria "Layak". Dalam skala kelayakan media pembelajaran roll senam lantai. Pengembangan media pembelajaran pada materi roll senam lantai dengan menggunakan matras miring pada siswa sekolah dasar berhasil. Media ini telah terbukti memberikan kontribusi yang dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan efektif bagi siswa dengan lebih baik.
ANALISIS ASESMEN DIAGNOSTIK TENTANG GAYA BELAJAR UNTUK PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERDIFERENSIASI DI SEKOLAH DASAR AZKIYA, WAHDA RIZKA; REFFIANE, FINE; SELUNAWATI, KURNIA; MUSHAFANAH, QORIATI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v4i3.3082

Abstract

Differentiated learning is one way of implementing the concept of learner-centered independent learning in accordance with the independent curriculum. Differentiated mathematics learning can facilitate each learning style of students. This research aims to analyze and describe data in the form of questionnaires about students' learning styles and develop differentiated mathematics learning on bar chart material. This qualitative research uses descriptive qualitative methods through interviews, questionnaires, and observations. The research subjects were 28 VA class students of SD Negeri Palebon 01 Semarang. Data analysis techniques consist of reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results showed that the learning styles of students showed 50 percent visual, 29 percent auditory, and 21 percent kinesthetic. Differentiated mathematics learning design is learning with CRT approach assisted by differentiated LKPD. The learning design can be applied to differentiated mathematics learning of bar chart material. The application of differentiated learning allows students to learn through various learning activities that vary and suit their learning styles. ABSTRAKPembelajaran berdiferensiasi merupakan salah cara dalam menerapkan konsep merdeka belajar yang berpusat pada peserta didik sesuai dengan kurikulum merdeka. Pembelajaran matematika berdiferensiasi dapat memfasilitasi setiap gaya belajar peserta didik. Penelitian ini betujuan untuk menganalisis dan medeskripsikan data berupa angket tentang gaya belajar peserta didik serta menyusun pembelajaran matematika berdiferensiasi pada materi diagram batang. Penelitian kualitatif ini dengan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, angket, dan observasi. Subjek penelitian adalah 28 peserta didik kelas VA SD Negeri Palebon 01 Semarang. Teknik analisis data terdiri dari mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar peserta didik menunjukkan 50 persen visual, 29 persen auditori, dan 21 persen kinestetik. Rancangan pembelajaran matematika berdiferensiasi adalah pembelajaran dengan pendekatan CRT berbantu LKPD berdiferensiasi. Rancangan pembelajaran dapat diterapkan pada pembelajaran matematika berdiferensiasi materi diagram batang. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi membuat peserta didik dapat belajar melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang bervariasi dan sesuai gaya belajarnya.
PENGARUH MEDIA BERBASIS APLIKASI KAHOOT DALAM PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR TEMATIK MUHAJIR, MUHAJIR; NURTINASARI, NURTINASARI; IMRAN, MUH. ALI; ERNAWATI, ERNAWATI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v4i3.3118

Abstract

Education is a major pillar of national development. The quality of education determines the quality of human resources produced. One indicator of the quality of education is student learning outcomes. This study aims to analyze the effect of application-based media Kahoot on learning on thematic learning outcomes of fifth-grade students at SDN 35 Tonasa II. This study uses an experimental method with a quasi-experimental design, namely a non-equivalent control group design. The research sample consisted of 12 students who were divided into two groups, namely the experimental group (six students) and the control group (six students). The experimental group used application-based media Kahoot in thematic learning, while the control group used conventional learning methods. The research instrument used was a thematic learning achievement test. The data were analyzed using the independent t-test. The results of the study showed that there was a significant effect between application-based media Kahoot and thematic learning outcomes of fifth-grade students at SDN 35 Tonasa II. This is evidenced by the calculated t value (2.898) which is greater than the t table (2.015) with a significance level of 5%. ABSTRAKPendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan bangsa. Kualitas pendidikan menentukan kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan. Salah satu indikator kualitas pendidikan adalah hasil belajar siswa.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media berbasis aplikasi Kahoot dalam pembelajaran terhadap hasil belajar tematik siswa kelas V di SDN 35 Tonasa II. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain quasi-eksperimen, yaitu desain kelompok kontrol nonequivalen. Sampel penelitian terdiri dari 12 siswa kelas V yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (enam siswa) dan kelompok kontrol (enam siswa). Kelompok eksperimen menggunakan media berbasis aplikasi Kahoot dalam pembelajaran tematik, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar tematik. Data dianalisis menggunakan uji t-test independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara media berbasis aplikasi Kahoot dengan hasil belajar tematik siswa kelas V di SDN 35 Tonasa II. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung (2,898) yang lebih besar dari t tabel (2,015) dengan taraf signifikansi 5%.
MENGANALISIS KEMAMPUAN LITERASI BERBAHASA MELALUI MEDIA RODA PUTAR RUBYATUN, RIZA; WURYANDINI, ENDANG; MAWANTI, RINASIH; MUSHAFANAH, QORIATI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v4i3.3176

Abstract

The purpose of this study was to determine the language literacy skills of students using the rotating wheel media during the Indonesian Language subject on work material in class IB SDN Palebon 01 Semarang. The results of observations made when the teacher was teaching, it was known that there was still minimal use of media to support children's reading skills. This research method is descriptive qualitative. The subjects in this study were 29 students of class IB SDN Palebon 01 Semarang and 1 class teacher. Data collection techniques through interviews, observation and documentation. Data analysis techniques consist of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the analysis showed that the reading skills of class IB students of SDN Palebon 01 Semarang with an average of 68.96% and were in the good category. Analyzing language literacy skills in children with the use of rotating wheel media can foster children's reading skills in understanding letters and increasing vocabulary. ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan literasi berbahasa pada peserta didik menggunakan media roda putar saat mata pelajaran Bahasa Indonesia materi pekerjaan di kelas IB SDN Palebon 01 Semarang. Hasil observasi yang dilakukan pada saat guru mengajar, diketahui masih minimnya penggunaan media untuk menunjang kemampuan membaca pada anak Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IB SDN Palebon 01 Semarang sebanyak 29 siswa dan 1 guru kelas. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik análisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil análisis bahwa keterampilan membaca siswa kelas IB SDN Palebon 01 Semarang dengan rata-rata sebesar 68,96% dan masuk pada kategori baik. Menganalisis kemampuan literasi berbahasa pada anak dengan penggunaan media roda putar dapat menumbuhkan keterampilan membaca anak dalam memahami huruf-huruf dan memperbanyak kosa kata.
ANALISIS PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN VIDEO INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KOERUNISA', ULFIANA; NURSYAHIDAH, FARIDA; PRAYITO, MUHAMMAD; SYARIFAH, NINING NUR
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v4i3.3237

Abstract

The aim of this research is to describe the use of Problem Based Learning assisted by interactive videos on cognitive learning outcomes in Indonesian language subjects. This research is a type of qualitative descriptive research. The research subjects were 26 class 2B students at SDN Palebon 02. Consisting of 13 male students and 13 female students. Data collection techniques were carried out using observation, testing and documentation techniques. Data analysis techniques consist of reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of the research showed that based on the students' achievement of completeness scores, the total was 82%, out of the total of 26 students who got scores above the KKM, there were 21 students. The application of Problem Based Learning has a good influence on students' cognitive learning outcomes. Apart from that, Problem Based Learning can develop students' abilities in solving complex problems through active learning. There are things that need to be considered such as choosing simple projects, teacher guidance, group work activities, curriculum integration, social skills, appropriate assessment, effective time, and parental support. These things are very important for students' academic and social-emotional development to be more optimal. ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan Problem Based Learning berbantuan video interaktif terhadap hasil belajar kognitif mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Adapun subjek penelitiannya adalah siswa kelas 2B SDN Palebon 02 yang berjumlah 26. Terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan perolehan nilai ketuntasan yang dipeoleh siswa dengan rata-rata 82% keseluruhan dari jumlah 26 siswa yang mendapatkan nilai diatas KKM berjumlah 21 siswa. Penerapan Problem Based Learning memberikan pengaruh yang baik terhadap hasil belajar kognitif siswa. Selain itu, Problem Based Learning dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah kompleks melalui pembelajaran aktif. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan seperti pemilihan proyek sederhana, bimbingan guru, kegiatan kerja kelompok, integrasi kurikulum, keterampilan sosial, penilaian yang tepat, waktu yang efektif, dan dukungan orang tua. Hal-hal ini sangat penting untuk perkembangan akademik dan sosial-emosional siswa agar lebih optimal.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN STEAM UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK TK RAHMAWATI, RIYAS; AHYANA, IZZA
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v4i3.3258

Abstract

The STEAM approach is a learning approach that encourages students to think more broadly about science, technology, engineering, art and mathematics which is packaged in fun and inspiring integrated learning activities. The objectives of this research are 1) Describe the implementation of the STEAM approach to develop children's creativity. 2) Describe the supporting and inhibiting factors in implementing the STEAM approach to develop children's creativity. This research uses a qualitative research approach and field research type. The location of this research is Kindergarten ABA 4 Jember. Determining informants using purposive techniques. Data collection techniques used non-participant observation, semi-structured interviews and documentation. Data analysis uses descriptive qualitative with an interactive model, namely: data condensation, data presentation, and drawing conclusions. Data triangulation uses source triangulation and technique triangulation. The results of this research are: 1) Implementation of the STEAM approach to develop the creativity of children aged 5-6 years at Kindergarten ABA 4 Jember, namely involving all students actively in learning which includes components of Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics to explore, discover and carry out experiments in a lesson. Before implementation, 12 children were at the Early Development stage, 12 children were Developing, and 21 children were Capable. Then, after implementing STEAM, the children experienced creative development, namely 4 children were at the Early Development stage, 13 children were Developing, and 28 children were Capable. 2) Supporting factors: educators have linear teacher education qualifications and have adequate resources. Meanwhile, inhibiting factors: lack of teacher training and skills, as well as lack of parental attention to the development of children's creativity. ABSTRAKPendekatan STEAM merupakan pendekatan pembelajaran yang mendorong anak didik dalam berpikir lebih luas tentang sains, teknologi, teknik, seni dan matematika yang dikemas dalam kegiatan pembelajaran yang terintegrasi menyenangkan, serta menginspirasi. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan Implementasi pendekatan STEAM untuk mengembangkan kreativitas anak. 2) Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam Implementasi pendekatan STEAM untuk mengembangkan kreativitas anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan jenis penelitian lapangan. Lokasi penelitian ini di TK ABA 4 Jember. Penentuan informan menggunakan teknik purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi nonpartisipan, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dengan model interaktif yaitu: kondensasi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Triangulasi data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini adalah: 1) Implementasi pendekatan STEAM untuk mengembangkan kreativitas anak usia 5- 6 tahun di TK ABA 4 Jember yaitu melibatkan semua peserta didik secara aktif dalam pembelajaran yang meliputi komponen Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics untuk bereksplorasi, menemukan serta melakukan percobaan dalam suatu pembelajaran. Sebelum diterapkan, ada 12 anak berada pada tahap Awal Perkembangan, 12 anak Berkembang, dan 21 anak Cakap. Kemudian setelah menerapkan STEAM anak mengalami perkembangan kreativitas yaitu 4 anak berada pada tahap Awal Perkembangan, 13 anak Berkembang, dan 28 anak Cakap. 2) Faktor pendukung: pendidik memiliki kualifikasi pendidikan guru yang linier serta memiliki sumber daya yang memadai. Sedangkan Faktor Penghambat: kurangnya pelatihan dan keterampilan guru, serta kurangnya perhatian orang tua terhadap perkembangan kreativitas anak.
ANALISIS INTERAKSI SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN SISWA KELAS V SDN CILAMAJANG NABILA, ALISYA HASNA; MAHENDRA, HATMA HERIS; PRATAMA, FEBRI FAJAR
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v4i4.3305

Abstract

This study aims to analyze the patterns of social interaction in the learning process of fifth-grade students at SDN Cilamajang, focusing on student-to-student and student-to-teacher interactions. The object of this research is students' social interaction in learning while the subjects are 4 students who are identified as passive during learning. The research method used is qualitative with a descriptive approach, aiming to describe in detail the social interaction in learning as well as the factors that distinguish social interaction in learning. The results indicate that the four students tend to feel awkward when interacting with teachers but are more comfortable communicating with peers. In terms of social contact, students are more active in peer communication, but still face barriers in communication with teachers, especially regarding eye contact and physical contact. In terms of cooperation, all four students are able to work in groups, although they lack confidence and tend to rely on the initiative of their peers. The factors influencing the differences in social interaction among students include imitation, suggestion, identification, and sympathy. The four students tend to prefer engaging in enjoyable activities like playing rather than actively participating in learning. However, some students show a desire to emulate higher-achieving peers, as they are perceived to provide positive influence. In conclusion, fifth-grade students at SDN Cilamajang are capable of social interaction, but still need guidance to build confidence in their interactions and motivation to be more active in learning. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi sosial dalam pembelajaran siswa kelas V SDN Cilamajang, dengan fokus pada interaksi siswa dengan siswa dan siswa dengan guru. Objek penelitian ini adalah interaksi sosial siswa dalam pembelajaran sementara subjeknya adalah 4 orang siswa yang teridentifikasi pasif pada saat pembelajaran. Métode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, bertujuan untuk menggambarkan secara rinci interaksi sosial dalam pembelajaran serta faktor yang membedakan interaksi sosial dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat siswa memiliki kecenderungan untuk merasa canggung saat berinteraksi dengan guru, namun lebih nyaman berkomunikasi dengan teman sebaya. Dalam aspek kontak sosial, siswa lebih aktif dalam komunikasi sesama teman, namun masih mengalami hambatan dalam komunikasi dengan guru, terutama dalam kontak mata dan kontak fisik. Dalam hal kerja sama, keempat siswa sudah mampu bekerja sama dalam kelompok, meskipun masih kurang percaya diri dan lebih mengandalkan inisiatif teman. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan interaksi sosial antara siswa meliputi faktor imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Keempat siswa cenderung lebih memilih kegiatan yang menyenangkan seperti bermain daripada aktif belajar. Namun, beberapa siswa menunjukkan keinginan untuk meniru teman yang lebih berprestasi karena dianggap memberikan dampak positif. Kesimpulannya, siswa kelas V SDN Cilamajang sudah mampu berinteraksi sosial, namun masih membutuhkan bimbingan untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam berinteraksi dan motivasi untuk lebih aktif dalam pembelajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTUREUNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PESERTA DIDIK KELAS 1 BANGUN, YONATHAN DANIEL SAMPE; KOESWANTI, HENNY DEWI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v4i4.3405

Abstract

This research aims to improve the reading skills of students in class 1B of SD Kristen Satya Wacana Salatiga. The subjects in this study are 22 students and the research method used is qualitative. Before carrying out the research, first make observations and the results of the observations show that students are still not fluent in reading, therefore when discussing with teachers, if students must recognize the letters block 1-2 such as the letters a, i, n, s, m, u, r, l, t, o, b. In addition, there is a need for an interesting learning model when carrying out learning, so the author applies the Picture And Picture learning model to make it easier to learn to read. The results of the study show that during learning, the author displays familiar pictures such as cows, eyes, snakes that correspond to the letters of blocks 1-2 and invites students to guess the pictures and spell them. After that, the author gave a group assignment where the group was distributed into 4 groups and they were asked to attach letter cards according to the name of the picture listed. From the results of the group's assignments, group 1 got a score of 95, group 2 got a score of 85, group 3 got a score of 97, and finally group 4 got a score of 80. It can be concluded that students have begun to be proficient in reading and recognizing letters even though not all letters have had time to be learned. ABSTRAKPenelitian ini berujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca peserta didik yang terdapat di kelas 1B SD Kristen Satya Wacana Salatiga. Subjek dalam penelitian ini adalah 22 peserta didik dan untuk métode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Sebelum melaksanakan penelitian, terlebih dulu melakukan observasi dan hasil observasi menunjukan jika peserta didik masih kurang lancar dalam membaca, maka dari itu saat melakukan diskusi bersama guru, jika peserta didik harus dikenali huruf blok 1-2 seperti huruf-huruf. Selain itu perlunya model pembelajaran yang menarik saat melakuan pembelajaran, maka itu penulis menerapkan model pembelajaran Picture And Picture untuk mempermudah dalam pembelajaran membaca. Hasil penelitian menunjukan saat pembelajaran, penulis menampilkan sebuah gambar-gambar yang tidak asing seperti Sapi, mata, Ular yang sesuai dengan huruf blok 1-2 dan mengajak peserta didik untuk menebak gambar tersebut dan mengeja. setelah itu penulis memberikan tugas kelompok yang dimana kelompok tersebut dibagikan sebanyak 4 kelompok dan mereka diminta untuk menempelkan kartu huruf-huruf sesuai dengan nama gambar yang tertera. Dari hasil pengerjaan tugas kelompok tersebut, kelompok 1 mendapatkan nilai 95, kelompok 2 mendapatkan nilai 85, kelompok 3 mendapatkan nilai 97, dan yang terakhir kelompok 4 mendapatkan nilai 80. Dapat disimpulkan peserta didik sudah mulai mahir dalam membaca dan mengenali huruf-huruf walaupun belum semua huruf sempat dipelajari.
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL DALAM MENGEMBANGKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IV SD INPRES 2 NAMBARU WIDIASTARI, NI GUSTI AYU PUTU; PUSPITA, RYAN DWI
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v4i4.3519

Abstract

This research aims to analyze the use of digital learning media in increasing student learning motivation in class IV of SD Inpres 2 Nambaru. The background to this research is the low level of student learning motivation caused by the limitations of varied and interactive learning media. It is believed that digital learning media can provide a more interesting and relevant learning experience for students, which in turn can increase their motivation in learning. This research uses a qualitative method with a case study approach, where data is collected through observation and documentation of grade IV students at SD Inpres 2 Nambaru. The research results show that the use of digital learning media, such as educational videos, interactive quizzes, and online learning platforms, is effective in increasing students' interest and activeness in the teaching and learning process. The use of digital media has been proven to be able to make the classroom atmosphere more interactive and help students understand the material better. In conclusion, digital learning media can be an effective solution in increasing student learning motivation, especially in elementary schools. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media pembelajaran digital dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di kelas IV SD Inpres 2 Nambaru. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa yang disebabkan oleh keterbatasan media pembelajaran yang variatif dan interaktif. Media pembelajaran digital diyakini dapat menyediakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan relevan bagi siswa, yang pada akhirnya dapat meningkatkan motivasi mereka dalam belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi terhadap siswa kelas IV di SD Inpres 2 Nambaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran digital, seperti video edukasi, kuis interaktif, dan platform pembelajaran daring, efektif dalam meningkatkan minat dan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar. Penggunaan media digital terbukti mampu membuat suasana kelas lebih interaktif dan membantu siswa memahami materi dengan lebih baik. Kesimpulannya, media pembelajaran digital dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, khususnya di sekolah dasar.

Page 11 of 25 | Total Record : 248