cover
Contact Name
Sekretariat Jurnal Rechtsvinding
Contact Email
jurnal_rechtsvinding@bphn.go.id
Phone
+6221-8091908
Journal Mail Official
jurnal_rechtsvinding@bphn.go.id
Editorial Address
Jl. Mayjen Sutoyo No. 10 Cililitan Jakarta, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Rechts Vinding : Media Pembinaan Hukum Nasional
ISSN : 20899009     EISSN : 25802364     DOI : http://dx.doi.org/10.33331/rechtsvinding
Core Subject : Social,
Rechtsvinding Journal is an academic journal addressing the organization, structure, management and infrastructure of the legal developments of the common law and civil law world.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 365 Documents
INTEGRASI ANALISIS HUKUM DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN UNTUK MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE Hastuti, Noor Tri; Jundiani, Jundiani; Tungga, Benyamin; Sariono, Joko Nur
Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional Vol 13, No 3 (2024): Peran Analisis dan Evaluasi Hukum Dalam Mewujudkan Produk dan Kepatuhan Hukum Y
Publisher : Badan Pembinaan Hukum Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33331/rechtsvinding.v13i3.1943

Abstract

Pembentukan peraturan perundang-undangan yang efektif dan responsif merupakan elemen mendasar dalam mewujudkan good governance. Namun, praktik legislasi di Indonesia sering kali menghadapi tantangan berupa tumpang tindih regulasi, ketidakpastian hukum, dan kurangnya partisipasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran analisis hukum sebagai pendekatan konseptual, perundang-undangan, dan komparatif dalam memperbaiki proses legislasi. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif, penelitian ini mengevaluasi relevansi integrasi analisis hukum dalam setiap tahapan pembentukan peraturan, mulai dari perencanaan hingga implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan analisis hukum tidak hanya mampu mengidentifikasi celah dalam substansi hukum tetapi juga meningkatkan auntabilitas dan transparansi proses legislasi. Studi komparatif dengan negara-negara yang telah berhasil menerapkan prinsip good governance dalam legislasi, seperti Jerman dan Belanda, mengungkapkan pentingnya mekanisme evaluasi hukum yang sistematis. Selain itu, dalam konteks Indonesia, penyelarasan antara peraturan pusat dan daerah menjadi urgensi untuk memastikan harmonisasi hukum yang mendukung tujuan pembangunan nasional. Penelitian ini menawarkan rekomendasi strategis untuk memperkuat integrasi analisis hukum sebagai instrumen utama dalam reformasi legislasi, sehingga dapat menciptakan kerangka hukum yang lebih adaptif dan berkeadilan. The formation of effective and responsive laws and regulations is a fundamental element in realizing good governance. However, legislative practice in Indonesia often faces challenges in the form of overlapping regulations, legal uncertainty and lack of public participation. This research aims to analyze the role of legal analysis as a conceptual, legislative and comparative approach in improving the legislative process. Using normative legal research methods, this research evaluates the relevance of integrating legal analysis in every stage of regulatory formation, from planning to implementation. The research results show that the legal analysis approach is not only able to identify gaps in legal substance but also increases the accountability and transparency of the legislative process. Comparative studies with countries that have successfully implemented good governance principles in legislation, such as Germany and the Netherlands, reveal the importance of systematic legal evaluation mechanisms. In addition, in the Indonesian context, harmonization between central and regional regulations is an urgency to ensure legal harmonization that supports national development goals. This research offers strategic recommendations to strengthen the integration of legal analysis as the main instrument in legislative reform, so as to create a more adaptive and just legal framework.
Legal Evaluation Strategy to Bridging the Regulatory Gap in Facing Technological Developments and Globalization in Indonesia Arbani, Tri Suhendra; Putri, Aulia Hasanah
Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional Vol 13, No 3 (2024): Peran Analisis dan Evaluasi Hukum Dalam Mewujudkan Produk dan Kepatuhan Hukum Y
Publisher : Badan Pembinaan Hukum Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33331/rechtsvinding.v13i3.1911

Abstract

High-quality legal products are essential in ensuring legal certainty and enhancing public compliance. However, many regulations are found to be irrelevant and unresponsive to social, economic, and technological changes, reducing their effectiveness. This study aims to analyze the role of legal evaluation in improving the quality of legal products and compliance through the lens of responsive law theory. The research employs a conceptual approach with prescriptive legal analysis. The findings reveal that periodic legal evaluations can identify regulatory weaknesses, adapt laws to societal changes, and strengthen regulatory legitimacy. The study concludes that legal evaluation is a critical instrument in achieving responsive and relevant laws. It recommends strengthening systematic legal evaluation mechanisms, involving public participation, and aligning regulations with societal dynamics. This approach is vital for fostering public trust in the law and ensuring its social function.
POSIBILITAS KEHADIRAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) SEBAGAI PENGGANTI PROFESI NOTARIS DI ERA DIGITAL Maha Putra, Eduard Awang; Kusuma, Lalu Aria Nata; Muslimin, Muhammad Khairi
Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional Vol 13, No 2 (2024): Masa Depan Profesi Hukum di Indonesia
Publisher : Badan Pembinaan Hukum Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33331/rechtsvinding.v13i2.1788

Abstract

Abstrak Kehadiran Artificial Intelligence (AI) disatu sisi memberikan peluang untuk membantu meringankan pekerjaan manusia, disisi lain justru dapat menjadi tantangan terhadap profesi di dunia termasuk bagi profesi hukum yang terancam dapat tergantikan khususnya bagi profesi notaris, sehingga perlunya penelitian untuk menganalisis terkait posibilitas kehadiran AI sebagai pengganti profesi notaris di era digital. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukan bahwa notaris sebagai pejabat umum haruslah siap bertanggungjawab terhadap akta yang dikeluarkannya. Kehadiran AI saat ini belum mampu untuk mengganti profesi notaris, hal ini disebabkan oleh berbagai aspek, pertama, dari aspek yuridis, kedua dari aspek kesiapan perlindungan data pribadi, dan ketiga dari aspek perkembangan AI saat ini. Namun bukan berarti bahwa profesi notaris tidak dapat digantikan oleh AI kedepan. Saat ini diberbagai belahan dunia, gagasan perluasan hak kepada entitas non-manusia telah diterapkan. Pendekatan perluasan hak untuk AI didukung oleh dua pendekatan yakni pendekatan berbasis relasi dan properti. Meskipun fakta saat ini AI belum mampu di integrasikan dengan algoritma biokimia, namun melihat perkembangan AI yang semakin pesat maka tidak mengagetkan jika ini menjadi kenyataan. Profesi notaris yang selama ini dijalankan oleh manusia suatu saat dapat digantikan oleh AI.Kata Kunci : Artificial Intelligence (AI), Profesi Notaris, Disrupsi, Era Digital Abstract The presence of Artificial Intelligence (AI) offers opportunities to ease human work, but it also poses challenges to various professions, including notaries. Research is needed to analyze the potential of AI replacing the notary profession in the digital era. The research method used is normative legal research with statutory and conceptual approaches. The findings show that notaries, as public officials, must be ready to take responsibility for the deeds they issue. Currently, AI is not capable of replacing the notary profession due to various aspects, such as juridical aspects, personal data protection readiness, and the current state of AI development. However, this does not mean that the notary profession cannot be replaced by AI in the future. In various parts of the world, the idea of extending rights to non-human entities has been implemented using relationship-based and property-based approaches. Although AI has not yet integrated with biochemical algorithms, rapid AI development might make this a reality.Keywords: Artificial intelligence (AI), Notary, Disruption, Digital Era
Application Of Artificial Intelligence In The Future Practice Of Advocates zulmawan, wawan
Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional Vol 13, No 2 (2024): Masa Depan Profesi Hukum di Indonesia
Publisher : Badan Pembinaan Hukum Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33331/rechtsvinding.v13i2.1734

Abstract

Artificial Intelligence (AI) technology provides benefits for professional work, including for advocates. Indonesia government has prepared National Strategy Framework for Artificial Intelligence. By using empirical normative legal research methods from primary and secondary sources, in form of books, journals and statutory regulations, it can be seen that Circular Letter of the Minister of Communication and Informatics number 9 of 2023 concerning Ethics of Artificial Intelligence can be used as a legal basis by advocates to exercise their rights to obtain data. Research show that there are several AI technologies can be used in the future by advocates, such as SBVR, NER or ChatBot Platform. Research also show Artificial Intelligence regulations still require stronger regulations, and Indonesia government also needs to form a Committee related to Artificial Intelligence to monitor and provide sanctions related to ethical violations in use of artificial intelligence.
TRANSFORMASI KUALITAS LEGISLASI: REGULATORY SANDBOX SEBAGAI SARANA PARTISIPASI PUBLIK DAN EVALUASI DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Baskoro, Aji
Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional Vol 13, No 3 (2024): Peran Analisis dan Evaluasi Hukum Dalam Mewujudkan Produk dan Kepatuhan Hukum Y
Publisher : Badan Pembinaan Hukum Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33331/rechtsvinding.v13i3.1956

Abstract

Meaningful public participation in Indonesia's lawmaking process faces significant challenges, including low inclusivity, bureaucratic dominance, and limited opportunities for substantive societal engagement. These issues undermine the quality and relevance of legal products to societal needs and hinder their implementation. The urgency of evaluating legal frameworks has become increasingly critical to ensure that regulations are not only effective but also responsive to public aspirations. The regulatory sandbox concept offers an innovative approach by enabling policy experimentation on a small scale before full implementation, thereby improving regulatory quality while enhancing public participation. This study employs a qualitative method, utilizing literature review and policy analysis to gather data from legal documents, regulations, and previous research. It integrates statutory, comparative, and conceptual approaches. The findings reveal that regulatory sandboxes can enhance meaningful public participation through inclusive, iterative, and evidence-based policy testing, resulting in better legal outcomes. Moreover, this approach allows policymakers to identify potential risks and policy impacts before full-scale implementation. The study recommends integrating regulatory sandboxes into Indonesia's legislative system to produce adaptive, inclusive, and responsive regulations that align with societal needs.
EVALUASI DAN ANALISIS KEPATUHAN HUKUM DALAM PENJATUHAN SANKSI DENDA ADMINISTRATIF PELANGGARAN PERSAINGAN USAHA OLEH PENEGAK HUKUM Anggoro, Teddy
Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional Vol 13, No 3 (2024): Peran Analisis dan Evaluasi Hukum Dalam Mewujudkan Produk dan Kepatuhan Hukum Y
Publisher : Badan Pembinaan Hukum Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33331/rechtsvinding.v13i3.1914

Abstract

Suatu norma hukum dirumuskan berdasarkan daya laku dan daya guna. Begitu pula ketentuan denda administratif persaingan usaha yang tertuang dalam Pasal 47 ayat (2) huruf g UU No. 5 Tahun 1999. Namun, dalam penerapannya ketentuan denda administratif ini menunjukkan pelemahan terhadap daya gunanya. Hal ini disebabkan oleh KPPU yang tidak mematuhi ketentuan batas minimal denda administratif dengan menjatuhkan denda di bawah ketentuan batas minimal. Maka dari itu, dilakukan penelitian terhadap (i) bagaimana kepatuhan KPPU terhadap ketentuan penjatuhan denda administratif dalam UU No. 5 Tahun 1999? (ii) dan bagaimana menciptakan norma penjatuhan denda administratif dalam Pasal 47 Ayat (2) UU No. 5 Tahun 1999 yang berdaya laku dan berdaya guna? Masalah tersebut dianalisis menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan didukung data-data kepustakaan meliputi bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPPU sebagai lembaga penegak hukum persaingan usaha tidak patuh pada Pasal 47 ayat (2) huruf g UU No. 5 Tahun 1999 yang berakibat pada lemahnya daya guna ketentuan denda administratif persaingan usaha tersebut. Maka dari itu, diperlukan evaluasi yang mendalam sebagai salah satu proses pembentukan undang-undang, utamanya dengan dimensi efektivitas peraturan dengan memaksimalkan sumber data dari putusan KPPU, peraturan KPPU, masukan dari KPPU, serta hasil penelitian.
POSITIONING BALAI HARTA PENINGGALAN AS PERSONAL AND MICRO SMALL MEDIUM ENTERPRISES BANKRUPTCY ADMINISTRATOR PROFESSION IN THE DIGITAL ECONOMIC ERA Anggoro, Teddy
Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional Vol 13, No 2 (2024): Masa Depan Profesi Hukum di Indonesia
Publisher : Badan Pembinaan Hukum Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33331/rechtsvinding.v13i2.1796

Abstract

Bankruptcy is a complex and expensive legal process, with the cost of administrator services being the contributors to the high cost of this process. The Balai Harta Peninggalan (BHP) as a administrator should not be a burden to the bankrupt debtor. Especially in the era of massive use of online loans which causesH individuals and MSMEs experience financial distress. This research examines the current role of BHP and how BHP positions itself in the bankruptcy of individuals and MSMEs in the digital economy era. Using the juridical-normative method, this study concludes that the role of BHP is smaller than the private administrator. However, BHP's involvement holds the key to making bankruptcy efforts inclusive for individual debtors and MSMEs. This can be done by regulating that BHP is obliged to handle the bankruptcy of individuals and MSMEs as well as bankruptcy costs supported by the state budget.
OTOMATISASI DAN KECERDASAN BUATAN PADA PROFESI HUKUM: KERANGKA TEORITIS DAN NARASI IDEAL DI MASA DEPAN Taufiqurrohman, Moch. Marsa
Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional Vol 13, No 2 (2024): Masa Depan Profesi Hukum di Indonesia
Publisher : Badan Pembinaan Hukum Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33331/rechtsvinding.v13i2.1735

Abstract

Otomatisasi dan kecerdasan buatan menawarkan peluang bagi profesional hukum untuk mengenali dan mendiagnosis masalah hukum dengan lebih efisien serta memberikan layanan yang lebih efektif kepada klien. Namun, otomatisasi dan kecerdasan buatan dalam menggantikan manusia di profesi hukum juga menimbulkan berbagai tantangan dan problematik tersendiri. Dengan menggunakan metode penelitian sosio-legal melalui pendekatan Reform-Oriented Research, artikel ini hendak menjawab dua rumusan masalah. Pertama, Pertama, bagaimana praktik penggunaan sistem otomatisasi dan kecerdasan buatan dalam profesi hukum secara praktis saat ini dilakukan? Kedua, bagaimana tinjauan teoritis dan narasi ideal di masa depan dinegosiasikan terhadap  praktik penggunaan sistem otomatisasi dan kecerdasan buatan dalam profesi hukum? Artikel ini menyimpulkan bahwa secara praktis, Legal Tech, Smart Contract, dan advokat berbasis kecerdasan buatan telah membuat disrupsi terhadap profesi hukum. Pada kerangka teoritis, diperlukan pertimbangan hukum dan etika dalam menggunakan sistem otomatisasi dan kecerdasan buatan dalam profesi hukum. Artikel ini lebih lanjut memberikan rekomendasi perubahan terhadap standar kompetensi  dan strategi resiliensi profesi hukum dalam era otomatisasi dan kecerdasan buatan, serta adaptasi visi profesi hukum dalam narasi ideal di masa depan.
PERAN ANALIS HUKUM DALAM PEMBENTUKAN NASKAH AKADEMIK UNDANG-UNDANG PARTISIPATIF GUNA MENCEGAH ABUSIVE LEGISLATION: STUDI EVALUASI RANCANGAN UNDANG-UNDANG PENYIARAN Sauni, Herawan; Saifulloh, Putra Perdana Ahmad; Barus, Sonia Ivana; Putra, David Aprizon
Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional Vol 13, No 3 (2024): Peran Analisis dan Evaluasi Hukum Dalam Mewujudkan Produk dan Kepatuhan Hukum Y
Publisher : Badan Pembinaan Hukum Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33331/rechtsvinding.v13i3.1961

Abstract

Naskah Akademik yang partisipatif memiliki makna penting dalam pembentukan peraturan perundang-undangan. Untuk mewujudkan hal tersebut, peran Peran Analis Hukum Dalam Membentuk Naskah Akademik Yang Partisipatif Guna Mencegah Abusive Legislation harus dioptimalkan. Artikel ini juga ditulis sebagai respons terhadap protes publik terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran yang dianggap membahayakan independensi pers dan kurang partisipatif. Kesimpulan mengapa RUU Penyiaran dianggap membahayakan jurnalis investigasi: 1).Bertentangan dengan prinsip pemerintahan yang baik; 2).Konten jurnalis investigatif menjadi saluran efektif dan aman untuk whistleblower dalam pemberantasan korupsi; 3).Pembatasan liputan eksklusif jurnalis investigasi berimplikasi negatif untuk pemberantasan korupsi; 4).Standar isi siaran dalam RUU Penyiaran menghambat upaya pencegahan korupsi; 5).Larangan penyajian laporan jurnalistik investigatif secara eksklusif dalam RUU Penyiaran membatasi independensi pers. Selanjutnya, beberapa langkah yang dapat diambil oleh pembentuk UU agar profesi jurnalis investigasi tidak dikekang oleh RUU Penyiaran adalah: 1).Menghapus substansi RUU yang bertentangan dengan nilai demokrasi dan pemberantasan korupsi; 2).Menyusun RUU berdasarkan prinsip partisipasi bermakna; 3).Menggunakan UU Pers sebagai pertimbangan regulasi yang terkait pers; 4) Mengoptimalkan perlindungan hukum bagi jurnalis investigasi. Untuk itulah penelitian ini hendak mengoptimalisasi profesi analis hukum dalam pembentukan hukum nasional.
LAPORAN PEMANTAUAN GLOBAL SEBAGAI ANALISIS DAN EVALUASI PERATURAN HAK-HAK MASYARAKAT HUKUM ADAT Uz Zaman, Muhamad Nafi
Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional Vol 13, No 3 (2024): Peran Analisis dan Evaluasi Hukum Dalam Mewujudkan Produk dan Kepatuhan Hukum Y
Publisher : Badan Pembinaan Hukum Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33331/rechtsvinding.v13i3.1923

Abstract

Pernyataan dukungan Indonesia terhadap United Nations Declaration on the Rights of Indigenous Peoples (UNDRIP), berdampak adanya laporan pemantauan global terhadap pelaksanaan pemenuhan hak masyarakat hukum adat. Persoalannya adalah analisis dan evaluasi perundang-undangan, khusunya dalam masyarakat hukum adat masih belum memperhatikan pemantauan global tersebut. Melalui pendekatan doktriner dan kajian konseptual tentang hubungan hukum internasional dengan hukum domestik, menunjukkan bahwa berdarkan annual report International Work Group for Indigenous Affairs (IWGIA), Indonesia dinilai masih negatif dan mendapatkan berbagai catatan serta rekomenasi tentang pelaksanaan pemenuhan hak masyarakat hukum adat. Adanya laporan pemantauan global tersebut seharusnya dapat dijadikan bahan analisis dan evaluasi regulasi. Harapannya dapat meningkatkan reputasi dan citra positif di dunia internasional. Namun disisi lain, terdapat berbagai pertimbangan negara dalam menindaklanjuti hasil pemantauan internasional, misalnya persoalan political will, national interest dan sifat perjanjian atau deklarasi internasional itu sendiri.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2025): Perkembangan Perlindungan Hukum Keamanan Siber Vol 14, No 1 (2025): Penguatan Landasan Hukum Hilirisasi Komoditas Vol 13, No 3 (2024): Peran Analisis dan Evaluasi Hukum Dalam Mewujudkan Produk dan Kepatuhan Hukum Y Vol 13, No 2 (2024): Masa Depan Profesi Hukum di Indonesia Vol 13, No 1 (2024): Fenomena Kepatuhan Hukum di Indonesia Vol 12, No 2 (2023): Agustus 2023 Vol 12, No 3 (2023): Pengaturan dan Penataan Kelembagaan Bidang Kelautan dan Kemaritiman Vol 12, No 1 (2023): Tinjauan Yuridis Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Vol 11, No 3 (2022): Desember 2022 Vol 11, No 2 (2022): Agustus 2022 Vol 11, No 1 (2022): April 2022 Vol 10, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 10, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 10, No 1 (2021): April 2021 Vol 9, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 9, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 9, No 1 (2020): April 2020 Vol 8, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 8, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 8, No 1 (2019): April 2019 Vol 7, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 7, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 7, No 1 (2018): April 2018 Vol 6, No 3 (2017): Desember 2017 Vol 6, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 6, No 1 (2017): April 2017 Vol 5, No 3 (2016): December 2016 Vol 5, No 2 (2016): August 2016 Vol 5, No 1 (2016): April 2016 Vol 4, No 3 (2015): December 2015 Vol 4, No 2 (2015): August 2015 Vol 4, No 1 (2015): April 2015 Vol 3, No 3 (2014): December 2014 Vol 3, No 2 (2014): August 2014 Vol 3, No 1 (2014): April 2014 Vol 2, No 3 (2013): December 2013 Vol 2, No 2 (2013): August 2013 Vol 2, No 1 (2013): April 2013 Vol 1, No 3 (2012): December 2012 Vol 1, No 2 (2012): August 2012 Vol 1, No 1 (2012): April 2012 More Issue