cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
JENIS TANAMAN RAMBATAN UNTUK PERTUMBUHAN KETAK (Lygodium circinatum (Burm.) Sw) DI HUTAN ALAM P.LOMBOK, NTB Endah Wahyuningsih; Eny Faridah; Budiadi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketak (Lygodium circinatum(Burm.) Sw) adalah tumbuhan paku yang memproduksiHHBK dan memiliki nilai penting sebagai bahan baku kerajinan anyamandi Pulau Lombok, NTB. Ketak menghasilkan sulur yang digunakan sebagai bahan baku kerajinan anyaman. Dalam pertumbuhannya ketak memerlukan tanaman lain sebagai rambatan. Oleh karena itu, diperlukan studi untuk mengetahui jenis tanaman apa saja yang dominan dipilih oleh ketak sebagai rambatan di P. Lombok untuk pengembangannya lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman rambatan apa saja yang dipilih ketak sebagai rambatannya. Diduga ada peranan tanaman rambatan terhadap pertumbuhan dan peningkatan produktivitas sulur ketak. Metode penelitian adalahpurposive sistematic samplingdengan teknik survei yaitu mencari jenis target dengan menentukan sampling sebagai wilayah survey. Wilayah sampling ditentukan berdasarkan 3 ketinggian tempat yaitu 0-249,250-499 dan 500 mdpl ke atas. Pada masing-masing ketinggian di buat 10 petak ukur dengan ukuran 20m x 20m dan dilakukan pengamatan keberadaan ketak serta jenis tanaman apa saja pada setiap ketinggian yang merupakan rambatan ketak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketak dalam pertumbuhannya memilih banyak jenis tanaman rambatan, akan tetapi ada beberapa jenis tanaman rambatan ketak yang favorit disukai ketak. Jenis tanaman rambatan yang paling banyak ditemui sebagai rambatan pada setiap ketinggian adalahsebagai berikut: A. Pada ketinggian 0-249 mdpl: 1. Aren (Arenga pinnata), 2. Ceruring/Langsat (Lansium domesticum), 3. Liana (Liana sp); B. Pada ketinggian 250-499 mdpl: 1. Waru (Hibiscus tiliaceus), 2. Kumbi (Tabernaen montana), 3. Gaharu (Gyrinops verstegii); dan C. Pada ketinggian 500 mdpl ke atas: 1.Kopi (Coffea robusta), 2. Aren (Arenga pinnata), 3. Liana (Lianasp). Berdasarkan hasil pengamatan di hutan alam P. Lombok diketahui bahwa aren merupakan jenis rambatan yang paling favorit dijadikan rambatan ketak. Hal ini diduga karena Aren merupakan jenis tanaman yang memiliki tajuk cukup ringan, sehingga sesuai dengan sifat ketak yang menginginkan naungan tetapi tidak berat. Untuk melengkapi informasi berkaitan dengan upaya peningkatan pertumbuhan dan produktivitas ketak secara komprehensif diperlukan penelitian mengenai faktor fisiologi dan lingkungan yang mempengaruhi karakter pertumbuhan dan produktivitas ketak.
PENGARUH PENAMBAHAN AMPAS Virgin Cococnut Oil (VCO) DALAM RANSUM TERHADAP ANTIBODI AYAM BROILER Dina Oktaviana
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 1 (2016): Maret 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ampas Virgin Coconut Oil (VCO) terhadapantibodiayambroiler. Seratus dua puluh lima ekor ayam broiler ditempatkan pada 5 perlakuan pakan yang berbeda, yaitu R-0 (ransum basal), R-0,5 (0,5% ampas VCO), R-1,0 (1,0% ampas VCO), R-1,5 (1,5% ampas VCO), R-2,0 (2,0% ampas VCO). Setiap kelompok perlakuan pakan terdiri dari 5 replikasi masing-masing diisi dengan 5 ekor. Ayam broiler dipelihara selama 5 minggu. Pengambilan darah untuk uji titer antibodi diambil pada minggu terakhir penelitian. Data yang diperoleh di analisis secara statistik menggunakan analisis variansi Completely Randomized Design(CRD) Pola Searah. Perbedaan yang nyata antar perlakuan diuji lanjut menggunakanDuncans’s new Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa penambahan ampas VCO sampai dengan level 2,0% tidak berpengaruh nyata terhadaptiter antibodi terhadap virusNewcastle Disease(ND).
PENGGUNAAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SDN 2 MATARAM Ni Nyoman Surihayu
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. 4 (2020): Desember 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di SDN 2 Mataram dengan tujuan untuk meningkatkan kerjasama kelompok siswa pada pembelajaran IPA melalui penggunaan pendekatan pembelajaran kooperatifTipe Group Investigation. Jenis penelitian yang digunakan adala Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. dan set. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 2 Mataram sebanyak 30 orang siswa. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Tindakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI). Data hasil belajar siswa diperoleh melalui test yang dilaksanakan setiap akhir siklus. Selanjutnya data-data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa pada siklus I hasil belajar siswa belum mencapai indikator yang telah ditetapkan. Rata-rata hasil belajar siswa siklus I 74 pada siklus II meningkat menjadi 95, sedangkan persentase tingkat ketuntasan belajar pada siklus I adalah 67% dan pada siklus II persentase tingkat ketuntasan belajar menjadi 97%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 2 Mataram. Untuk itu para guru dan sekolah bisa menggunakan pendekatan kooperatif tipe Group Investigation untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENGANALISISKRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) MELALUI BIMBINGAN INDIVIDU I Ketut Matra
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. 4 (2020): Desember 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: apakah dengan Bimbingan Individu dapat meningkatkan kemampuan guru-guru SD Negeri 2 Mataram dalam melakukan analisis KKM. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah dengan subyek penelitian semua guru SD Negeri 2 Mataram. Teknik pengambilan data yang digunakan dengan observasi, evaluasi, dan dokumentasi. Sedangkan Teknik analisa data adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Dengan Bimbingan Individu kemampuan guru-guru dalam menganalisis KKM meningkat, hal ini dapat dilihat dari hasil analisis Rerata skor pencapaian hasil pengamatan dan evaluasi kemampuan keterampilan menyusun KKM pada siklus I untuk persentase ketercapaian 60.72% dengan kategori rendah, sedangkan pada siklus II menjadi 91.07% dengan kategori Amat Baik; ada peningkatan 30.35%. Bila di lihat dari indikator kinerja untuk kemampuan guru dalam menganalisis KKM dapat dikatakan berhasil karena telah mencapai persentase ideal dengan ketuntasan  86 % dengan kategori Sangat tinggi.
ANALISI PENGARUH KUALITAS MAKANAN DAN HARGA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA USAHA KULINER DI PANTAI TANJUNG BIASKABUPATEN LOMBOK BARAT Ira Dianti
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. 4 (2020): Desember 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pnelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas makanan dan harga terhadap kepuasan pelannggan pada usaha kuliner di Pantai Tanjung Bias Kabupaten Lombok Barat. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian inimenggunakan angket atau koesioner dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan kualitas makanan dan harga terhadap kepuasan pelanggan kuliner dipantai Tanjung Bias lombok barat sebesar. Diantara variabel kualitas Makanan dan harga,yang berpengaruh cukup besar terhadap kepuasan pelanggan adalah harga yaitu sebesar 0.572.
KAJIAN ESTETIK PHALONK DALAM KARYA TRANS BINER Lalu Aswandi Mahroni G.
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. 4 (2020): Desember 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep berkarya dengan tema sosial membutuhkan kemampuan teknik dan membaca makna dalam lingkup estetik. Seniman membutuhkan ruang gerak dalam konsep tersebut untuk memaknainya dalam bentuk tak biasa. Melalui penciptaan karya dengan konsep dan visual makna yang berarti singgungan, kesan parodi dalam konsep penciptaan lainnya dibutuhkan kemampuan membaca makna dalam tafsiran estetik yang dipadu melalui kedalaman mental, teknik, dan pemahaman interdisipliner lainnya yang dipadukan dalam satu media, media seni lukis. Phalonk dalam konsep tersebut membuat kesan dalam setiap lukisannya melalui pemaknaan situasi sosial dan poitik yang berkembang saat ini. Sebagian besar lukisan menjadi tema besar dalam tiap karya yang dihasilkan.
KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS (KLHS) PADA RPJMD KABUPATEN LOMBOK TENGAH Teddy Hartawan; Eliza Ruwaidah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. 4 (2020): Desember 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian Lingkungan Hidup Strategis Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2016 - 2021, merupakan pelaksanaan ketentuan Pasal 15 (ayat 1) Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, menyebutkan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib membuat Kajian Lingkungan Hidup Strategis untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program. Demikian pula di dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan KLHS dalam Penyusunan atau Rencana Pembangunan dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Tahun 2015 tentang Pedoman Kajian Lingkungan Hidup Strategis secara gamblang dijelaskan mekanisme penyusunan KLHS untuk produk rencana pembangunan. Kecenderungan terhadap penurunan kualitas lingkungan terkait dengan produk perencanaan, mengakibatkan perbaikan kualitas rencana pembangunan menjadi suatu yang mutlak dan sangat strategis untuk segera direalisasikan dalam rangka menghambat laju penurunan kualitas rencana pembangunan. Maka “Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) merupakan suatu alat instrumen yang dapat dilakukan melalui perbaikan kerangka pikir (framework of thinking), yang berujung pada perbaikan prosedur / proses dan metodologi / muatan perencanaan. Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah No 46 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penyelenggaraan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang terdapat pada Pasal 2 ayat (1) dan (2) menyatakan bahwa Pemeritah Daerah wajib membuat KLHS untuk memastikan bahwa prinsip Pembangunan Berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau Kebijakan, Rencana, dan/atau Program (KRP), hal tersebut dilakukan melalui kajian terhadap KRP yang berpotensi menimbulkan dampak dan/atau risiko Lingkungan Hidup. Kajian KRP yang berpotensi menimbulkan dampak dan/atau risiko lingkungan hidup dilakukan dengan cara mengevaluasi seluruh KRP yang memiliki potensi dampak negatif terhadap lingkungan yaitu dengan melakukan penilaian pada ketujuh dampak dan/atau risiko lingkungan hidup yang telah disebutkan denga kriteria sebagai berikut: 1. Nilai (+) menunjukkan bahwa KRP berpotensi untuk menimbulkan dampak positif dan/atau tidak memiliki dampak dan/atau risiko terhadap lingkungan hidup. 2. Nilai (-) menunjukkan bahwa KRP berpotensi untuk menimbulkan dampak dan/atau risiko negatif terhadap lingkungan hidup. Dari hasil evaluasi di atas, dapat diketahui bahwa hasil skoring dengan interval nilai 0-5 yang menunjukkan jumlah potensi dampak/resiko negatif KRP terhadap lingkungan hidup. Sesuai dengan hasil kesepakatan dengan Tim POKJA bahwa hasil skoring yang ditetapkan untuk menjadi KRP yang perlu dikaji selanjutnya dalam muatan KLHS adalah KRP dengan skor 3,4, dan 5.
SURVEI KONDISI PERKERASAN JALAN (Studi Kasus Ruas Jalan Yos Sudarso Kota Mataram) Khaerul Rijal
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. 4 (2020): Desember 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiiring dengan pertumbuhan ekonomi di Kota Mataram mengakibatkan tingkat mobilisasi barang dan orang menjadi sangat tinggi. Kondisi ini berdampak pada kondisi jalan yang dilalui akibat volume lalulintas yang tinggi dan berulang-ulang sehingga secara otomatis mengakibatkan penurunan kualitas dari perkerasan jalan tersebut. Ruas Jalan Yos Sudarso merupakan salah satu ruas jalan Provinsi yang menghubungkan Kabupaten Lombok Barat dengan Kota Mataram, juga menghubungkan Kabupaten Lombok Utara dengan Kota Mataram. Secara visual, kondisi permukaan Jalan Yos Sudarso mengalami kerusakan yang cukup signifikan di sepanjang ruas jalan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan suatu kajian teknis kondisi perkerasan jalan Ruas Jalan Yos Sudarso Kota Mataram, dengan melakukan survei kondisi permukaan perkerasan jalan untuk mengidentifikasi jenis dan tingkat kerusakan, menghitung luas area kerusakan dan menganalisa kondisi perkerasan jalan dengan metode Bina Marga. Lokasi penelitian dilaksanakan di Ruas Jalan Yos Sudarso Kota Mataram. Untuk mengetahuikondisi perkerasan permukaan jalan tersebut dilakukan metode survey investigasi langsung secara visual di lokasi penelitian .Hasil pengujian menunjukkan tingkat kerusakan maksimum terjadi di segmen 6 dengan nilai 38.27 % dengan jenis kerusakan ambles dan terdapat cekungan pada permukaan jalan . Dengan demikian,dapat disimpulkanruas Jalan Yos Sudarso layak untuk dilakukan penanganan secepatnya.
MONITORING REMBESAN AIR PADA TANGGUL PENAHAN LUMPUR SIDOARJO MENGGUNAKAN SCANNING GROUND PENETRATING RADAR (GPR) Gusti Ayu Esty Windhari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. 4 (2020): Desember 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan scanning Ground Penetrating Radar pada jalur Tanggul Siring yang merupakan tanggul vital penahan lumpur Sidoarjo yang menghadap langsung ke Jalan Raya Porong. Hal ini dilakukan karena adanya genangan air disekitar area tanggul yang di scanning (P21-P20D). Scanning dilakukan pada dua level berbeda yaitu level paling atas (level 1) dan tanggul level menengah (level 2) menggunakan antena 20 MHz dan 80 MHz. Hasil menunjukkan visualisasi yang cukup bagus dan menunjukkan adanya anomali visual pada bagian tanggul yang mengalami rembesan air, sehingga antisipasi amblesnya tanggul di bagian track yang mengalami anomali dapat segera dilakukan dengan memperkuat daya tahan tanggul dengan menambah material tanggul.
ANALISIS PERMUKIMAN LINGKUNGAN KEKALIK KIJANG Erna Wijayanti Rahayu
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 6 No. 3 (2020): September 2020
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keserasian kawasan permukiman lingkungan Kekalik Kijang tidak terlepas ruang terbuka hijau (RTH), dimana ruang terbuka hijau suatu kawasan ditetapkan dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) kota Mataram. Penelitian ini mengenai bagaimana kondisi eksisting perkembangan permukiman lingkungan Kekalik Kijang. Tujuan dari penelitian ini Menggambarkan secara spasial perkembangan permukiman tahun (2010-2015) lingkungan kekalik kijang. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan peta digital berbasis spasial mengetahui kondisi eksisting dengan strategi deskriptif kuantitatif penilaian dan dengan pemamfaatan program Geographic Information System (GIS) serta dengan menggunakan ArcMap 10.1. Ruang terbuka hijau (RTH) permukiman tradisional di Lingkungan Kekalik Kijang lebih 23% dari Ruang terbuka hijau (RTH) yang ditetapkan dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) kota Mataram , Ruang terbuka hijau (RTH) permukiman modern di Lingkungan Kekalik Kijang lebih 35% dari Ruang terbuka hijau (RTH) yang ditetapkan dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) kota Mataram. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai alat pengendali untuk penanganan, perencanaan dan pengembangan wilayah permukiman dan perumahan oleh Dinas Pekerjaan Umum Permukiman dan Perumahan Kota Mataram.