cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
KOMPOSISI JENISMANGROVEDITELUK GERUPUKKABUPATEN LOMBOK TENGAH Hairil Anwar; I Gde Mertha
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mangrove di Teluk Gerupuk, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 10 Februari – 6 Maret 2014. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman dan komposisi jenis tumbuhan mangrove. Pengumpulan data menggunakan metode kuadrat secara garis berpetak (metode transek). Area kajian tumbuhan mangrove tingkat pohon ditentukan dengan membuat plot berukuran 10 x 10 m sebanyak 20 plot. Sedangkan untuk pancang dan seedling dilakukan dengan membuat sub plot masing-masing berukuran 5 x 5 m dan 1 x 1 m di dalam area kajian pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Teluk Gerupuk terdapat 12 jenis tumbuhan mangrove yang termasuk dalam 9 marga dan 7 suku. Tumbuhan mangrove tersebut mencakup anggota suku Rhizophoraceae (Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza, Ceriops decandra), Sonneratiaceae (Sonneratia alba), Avicenniaceae (Avicennia marina, Avicennia lanata), Myrsinaceae (Aegiceras corniculatum), Myrtaceae (Osbornia octodonta), Combretaceae (Lumnitzera racemosa) dan Meliaceae (Xylocarpus molluccensis).Rhizophora apiculata merupakan jenis yang mendominasi pohon dan pancang di daerah ini dengan nilai penting masing-masing 148,47 dan 116,97. Jumlah pohon keseluruhan 210 batang per hektar dengan basal area 34,05 m . Sedangkan untuk pancang memiliki basal area 2,06 m2 per hektar dan jumlah individu sekitar 620 batang. Untuk seedling, jumlah jenis yang paling banyak ditemukan adalahOsbornia octodontadanCeriops decandra, masing-masing sekitar 16.000 dan 10.000 per hektar. Indeks keanekaragaman jenis mangrove di Teluk Gerupuk tergolong rendah. Di Kawasan hutan mangrove Teluk Gerupuk inisedang dilakukan penanaman jenisRhizophora stylosadanRhizophora mucronatadalam upaya penghijauan.
PENINGKATAN KADAR HAEMOGLOBIN DARAH SEBAGAI DAMPAK PEMBERIAN SULFAS FERROSUS PADA ATLET BOLA BASKET USIA 17-20 TAHUN Made Budiawan
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia yang ditunjukkan dengan nilaihaemoglobindi bawah nilai normal menurut umur, masih merupakan masalah kesehatan yang diderita oleh berbagai kelompok usia.Remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan tidak luput dari kondisi anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tablet besi terhadap peningkatan kadarhaemoglobindarah. Subyek penelitian adalah remaja laki-laki yang berusia antara 17-20 tahun yang mengambil program Binpres Bolabasket di Undiksha Singaraja. Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan kadar haemoglobindarah yang dilakukan dilaboratorium. Pelaksanaan kegiatan ini selama 5 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tablet besi yang dilakukan secara teratur selama 5 bulan dapat meningkatkan kadahaemoglobindarah sebesar 1,2mg/dl. Kenaikan ini scara statistik bermakna pada tingkat kepercayaan 95%. Dari penelitian ini disarankan bahwa pemberian tablet besi yang dilakukan secara teratur sebaiknya dilaksanakan terhadap seluruh atlet Indonesia.
HUBUNGAN KONSUMSI MAKRONUTRIEN DENGANRESIKO PENUAAN DINI PADA LANSIA YANG MENGIKUTI SENAM LANSIA DI POSYANDU KABUPATEN GANYAR Ni Nengah Ariati; Ni Made Yuni Gumala; Hertog Nursanyoto
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia merupakan periode terakhir dalam daur kehidupan manusia yang akan dialami oleh setiap orang.Banyak orang menikmati masa tua dengan bahagia, tetapi banyak pula yang mengalami sakit dan sampai meninggal tanpa dapat menikmati masa tuanyaKecepatan prosespenuaanberbeda-bedapada setiap individu. Gizi memegang peranan sangat penting dalamproses tersebut karena masalah kekurangan maupun kelebihangizi sama-sama berdampak pada proses penuaan. Oleh karena itu, gizi seimbang diperlukan bagi lansia untuk mempertahankan kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungankonsumsi makronutrien dengan resiko penuaan dinipada lansiayang mengikuti senam lansia di PosyanduLansiaKabupaten Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan crossectional yang melibatkan 101 sampel lansia di posyandu lansia Kabupaten Gianyar. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan mulai Juni sampai dengan Nopember 2016. Data meliputi konsumsi makronutrien dan usia sel lansia.Hubungan antar variabel diuji dengan uji statistik chi–squareMantel Haentzel pada tingkat kepercayaan 5%(α = 5%).Hasil analisis membuktikan diantara semua zat gizi makro, konsumsi lemak merupakan faktor resiko yang paling signifikan (OR= 3,66; 95% CI : 1,13–11,84).Disarankanagar kelompok lansia tetap melakukan senam lansia secara rutin dan konsumsi zatgizi seimbang.
PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN ANAK SEKOLAH TERHADAP STATUS GIZI KADARHB DAN PRESTASI BELAJAR ANAK SD DI KOTA DENPASAR I Putu Suiraoka; PP Sri Sugiani; IA. Eka Padmiari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Primary school-age children are an investment nation. The quality of the nation in the future is determined the quality of children today. Efforts to improve human resources must be done early, systematically and sustainably. The growth of primary school-age children is optimal depending on the intake of nutrients with good quality and quantity (Republika, 2010). The School Child Enhancement Program (PMT-AS) has a broad impact not only on the aspects of health, nutrition and education today but also directly affecting the quality of human resources in the future.The purpose of this study was to examine influence of additional School Feeding to the nutritional status, anaemia status, and learning achievement at Denpasar Municipality.This research is an quasi experimental research with One Group Pre-test design-Post-test Design. The research was conducted in two schools, SDN 12 Kesiman and SDN 8 Sanur, Denpasar City, in May-September 2016. The population in this study were all students who got PMT-AS in SD 12 Kesiman Kertalangu and SD 8 Sanur in Denpasar City. The sample size is determined based on the quota of each elementary school, 50 students who meet the inclusion criteria. Sample selection by simple random sampling. Independent variables studied are the number, type and frequency of PMT-AS delivery, the process of accompaniment is done while the dependent variable is Nutritional Status, hemoglobin level and learning achievement.Analysis of nutritional content of food PMT-AS distributed in schools obtained average calori value 161.62 (53.87% of 300 calories) and protein 4.11 (82.18% of 5 grams). The students nutritional status based on body mass index by age obtained : 33.5% overweight, 4.4% obese and 33.3% normal. The results of measurement of hemoglobin level of students before and after the PMT-AS program obtained prevalence of anemia before counseling 15% and after counseling 11%. Although there was a decrease in the prevalence rate of anemia but the decrease was not statistically significant. Judging from the learning achievement in the final semester based on report card, the minimum score of 60.9 and the maximum score of 91.5 with the average score 77.5+7.66
UPAYA GURU DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK (SCIENTIFIC APPROACH) Bq. Malikah Hr
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar matematika; (2) Upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika; dan (3) Kendala yang ditemukan guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Lokasi penelitian di SMA dan MA NW Wanasaba. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Mei 2017. Subjek dalam penelitian ini adalah 4 guru matematika dan 8 siswa. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara mendalam dan analisis dokumen. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa: (1) Faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar matematika diantaranya: tingkat intelegensi siswa yang berbeda, fisiologis siswa, kurangnya minat belajar siswa, dan terbatasnya fasilitas yang mendukung kegiatan pembelajaran; (2) Upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika siswa diantaranya: Guru menyesuaikan kegiatan pembelajarannya dengan tahapan-tahapan yang terdiri dari mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan. Guru bertindak sebagai motivator dan director dalam proses pembelajaran. Guru menanamkan sikap spiritual, kerjasama dan saling membantu. Guru bersikap ramah dan tidak menciptakan pembelajaran matematika yang menegangkan atau menakutkan; (3) Kendala yang ditemukan guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika dipengaruhi oleh kondisi fisik, kehadiran, kondisi kelas, dan kondisi keluarga siswa.
ANALISIS PERKUATAN STRUKTUR JEMBATAN PUSKESMAS NARMADA KABUPATEN LOMBOK BARAT Khaerul Rijal
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisistruktur balok jembatan Puskesmas Narmadamengalami retak struktur yang menyebar kekeseluruhanpenampangbalok jembatan. Retak tersebut secara visual terlihat adanya lendutan pada balok struktur, hal ini dikhawatirkan jembatan sudah tidak aman lagi sesuai fungsinya.Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis dan menghitung perkuatan struktur yanag akan dilakukan dalam perbaikan struktur jembatan yang mengalami kerusakan jembatan tanpa menghentikan fungsi layanan daripada jembatan tersebut serta untukmengetahui tingkat keamanan struktur pada kondisieksistingstruktur balok jembatan. Dari hasil pengukuran di lapangan diperoleh nilai lendutan yang sudah melebihi lendutan maksimal sebesar 130.5 mm, nilai tersebut sudah melebihi nilai lendutan ijin maksimum (L/300) yaitu sebesar 83.3 mm. Adapun dari hasil pengukuran lebar retak didapat nilai lebar retak maksimal sebesar 1.83 mm pada daerah tumpuan dan lebar retak minimal sebesar 0.60 mm pada daerah tengah bentang, sedangkan nilai kuat tekan rerata didapat sebesar42.09 MPa.Dari hasil observasi lapangandisimpulkan bahwa, kondisi jembatan Puskesmas Narmada tidak aman untuk dilalui kendaraan terutama kendaraan berat, sehingga direkomendasikan untuk segera dilakukan perbaikan dengan perkuatan struktur yaitu dengan penambahan bahan fibre reinforced polymers (FRP), injeksi bagian yang retak dengan bahan epoxy dan dilakukan perubahan sistem struktur dari sistem gelagar sederhana menjadi gelagar menerus.Dari hasil perhitungan perkuatan struktur diperoleh bahwa momen kapasitas balok yang diperkuat dengan CFRP melebihi momen ultimit (Mu) jembatan tersebut dimana nilai kuat nominal ( ϕMn) diperoleh sebesar 1133.623 kNm melebihi momen ultimit (Mu) sebesar 5443.68 kNm atauϕMn ˃ Mu, hasil tersebut di atas menunjukkan bahwa perkuatan memenuhi rencana beban.
FETAL THERAPYUNTUK KELAINAN BEDAH. JANIN SEBAGAI PASIEN I Nyoman Hariyasa Sanjaya
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diagnosis prenatal secara dramatis merubah persepsi klinisi terhadap janin. Janin sekarang telah layak disebut sebagai pasien, dan terapi janin terhadap begitu banyaknya jenis kelainan yang terdiagnosis saat prenatal dapat ditawarkan untuk dilakukan. Pengobatan medis bagi janin kini merupakan penanganan standar untuk sejumlah kelainan dan memberikan manfaat terapi yang bermakna. Banyak manfaat didapat untuk berbagai penyakit medis dan terbukti dapat diterapi namun hasilnya masih belum sempurna dan masih diperlukan penelitian serta pengalaman klinis lebih lanjut. Semakin invasif manuver terapi semakin signifikan risikobagi ibu dan janin, serta memunculkan pertanyaan sulit tentang hak-hak yang dimiliki janin, risiko dan manfaatnya. Karena risiko yang tinggi pada pembedahan janin terbuka maka penting sekali untuk melakukan uji klinis terkontrol.
PENGGUNAAN ALAT METRONOM DINGKLIK (METRODINK) PADA LATIHAN FISIK SENAM DINGKLIK MENURUNKAN BERAT BADAN DAN MENINGKATKAN KEBUGARAN FISIKPADA KEGEMUKAN I Wayan Juniarsana; Ni Komang Wiardani
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. The prevalence of obesity increased sharply every year due to less of physical activities and food consumption pattern tends to high energy and highfat. The prevalence of overweight and obesity for adult above of 18 years old about 11,7% (Riskesdas, 2010). The study aims to know the effect of metronomedingklikaerobic with low energy diet towards for decreasing of body weight and increasing of physical fitness for obesity women. Methods: The study was experimental design with randomized pre test-post test control group design. Subject was women whose a member of PKK in Denpasar city with criteria age was 30–45 years old, body mass index are 25–29,9. The subject was divided into three groups with randomized e.q Group I was given metronome dingklik gymnastics including low energy diet, Group II was given dingklikgymnastics without metronome including low energy diet and Group III was given only low energy diet.Results: According to bivariat analysis shown that body weight significantly and physical fitness increase significantly by metronome dingklik gymnastics with low energy diet intervention (group I) but there was no significant bydingklikgymnastics without metronome with low energy diet (group II) and only low energy diet treatment (group III). Analysis by one way anova (within group) shows that all of treatment. But according to two group intervention shows that metronomedingklikgymnastics with low energy diet was the most effectively way for decreasing weight and increasing physical fitness for obesity women.
PEMETAAN TINGKAT RESIKO KEKUMUHAN DI DESA TANAK AWU KABUPATEN LOMBOK TENGAH Indah Arry Pratama
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kota sangat dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan penduduknya. Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk ini maka semakin tinggi pula kebutuhan lahan diperkotaan. Oleh karena itu, tingkat kepadatan di kawasan perkotaan cenderung lebih tinggi dari pada dikawasan rural karena tingkat aktivitas penduduk diperkotaan yang cenderung lebih tinggi. Perkembangan daerahurbanmengubah lahan dengan tutupan vegetasi menjadi permukaan yang kedap air dengan kapasitas penyimpanan air yang kecil atau tidak ada sama sekali. Aktivitasyang paling dominan terhadap penggunaan lahan adalah aktivitas bertempat tinggal (pemukiman). Aktivitas ini memakan lebih dari 50% dari total lahan yang ada, sehingga sekarang banyak bermunculan kawasan pemukiman dengan konsep vertikal untuk mengurangi permasalahan akan keterbatasan lahan pemukiman. Sebagai Daerah yang sedang berkembang Desa Tanak Awu Kabupaten Lombok Tengah akan menghadapi permasalahan yang umum dijumpai oleh wilayah kota/perkotaan, yaitu munculnya kawasan permukiman kumuh. Penelitian ini dilakukan dalam Tiga (3) Tahap, yaitu Identifikasi Risiko, Pembuatan Peta Risiko, Mitigasi Risiko. Berdasarkan hasil pemetaan potensi risiko permukiman kumuhDesa Tanak Awuberada pada Tingkat Kekumuhan Berat, dan pemetaaan potensi risiko diharapkan pola penanganan tingkat kekumuhan dilakukan Pemukiman kembali atau Peremajaan. Program penanganan risiko dari tingkat kekumuhan yang ada dilakukan dengan penangan fisik bangunan, penyediaan bak sampah, penanganan limbah dan perbaikan jalan lingkungan.
PENGARUH PENGGUNAAN TATO PERMANEN DAN ALAT CUKUR SECARA BERGANTIAN TERHADAP INFEKSI VIRUS HEPATITIS B DI KOTA DILI TIMOR–LESTE H Da Silva; I. D. N Wibawa; Pinatih Indraguna; Mulyanto
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan tato permanen dan silet cukur bergantian masih kerap sekali dijumpai pada penduduk Kota Dili, Timor-Leste. Hal ini berdampak pada terjangkitnya virus menular Hepatitis B. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruhpenggunaan tattoo permanen danalat cukur (silet atau pisau cukur) dengan kejadian infeksi virus hepatitis B. Penelitian ini dilakukan dengan metode diskriptif korelatif.Analisis statistik menggunakan regresi binary logisticpada taraf signifikansi 5%. Sampel penelitian ditentukan dengan caramultistage random samplingsehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 110. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yangsignifikan (p<0,05) antara penggunaan tattoo permanendan alat cukur secara bergantian secara simultan terhadap infeksi Virus Hepatitis B. variabel prediktor penggunaan tatto permanen terhadap infeksi virus hepatitis B diperoleh hubungan positif yang signifikan, sedangkan prediktor penggunaan alat cukur bergantian terhadap infeksi virus hepatitis B diperoleh hubungan positif yang tidak signifikan. Secara simultan penggunaan tatto permanen dan alat cukur secara bergantian mempengaruhi kejadian infeksi virus hepatitis B sebesar 16,6%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara penggunaan tattoo permanen dan alat cukur bergantian terhadap kejadian infeksi virus hepatitis B di Kota Dili, Timor-Leste.