cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa Keperawatan Terkait Protokol Kesehatan Selama New Normal di Universitas Tanjungpura Nadia, Priska Liz; Mita, Mita; Yulanda, Nita Arisanti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.496 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10325

Abstract

ABSTRACT Limited face-to-face learning is one of the policies issued by the government in the New Normal era. This policy is done to reduce direct contact with people to prevent the spread of COVID-19. The rapid development of the virus is caused by non-compliance with health protocols so students are required to implement health protocols to suppress the spread of COVID-19. Knowledge and attitudes play an important role in compliance with the application of health protocols, so this research is needed. To analyze the relationship between students knowledge and attitudes regarding health protocols during the new normal. This research is a quantitative study with a correlational study design and a cross sectional approach. Determination of the sample using purposive sampling with 155 respondents. The analysis of this study uses the Kendall's Tau test. The characteristics of respondents consist of gender categories, age and academic year. Most of the respondents is female (86.45%), age ranged from 19-21 years (68.4%) and in the second semester of academic year (47.1%). Most of the respondents have a sufficient level of knowledge (52.26%) and most of the respondents attitudes are in the positive category (60%). The results of the correlation test obtained a p-value of 0.048 and a correlation coefficient of 0.153. There is a relationship between the level of knowledge and attitudes of students regarding health protocols. The correlation coefficient value indicates that the two variables have a weak positive relationship. This means that a sufficient level of knowledge has been able to have an impact on a positive attitude in implementing the COVID-19 health protocol. Students are expected to improve the application of health protocols, especially in the campus area. Keywords: COVID-19, Health Protocol, Knowledge, Attitude  ABSTRAK Pembelajaran tatap muka terbatas menjadi salah satu kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dimasa New Normal. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kontak langsung dengan orang-orang sehingga dapat mencegah penyebaran COVID-19. Perkembangan virus yang cepat disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan sehingga mahasiswa diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran COVID-19. Pengetahuan dan sikap berperan penting dalam kepatuhan penerapan protokol kesehatan sehingga diperlukannya penelitian ini. Menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap mahasiswa keperawatan terkait protokol kesehatan selama new normal. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain studi korelasional dan pendekatan cross sectional. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan 155 responden. Analisis penelitian ini menggunakan uji Kendall’s Tau. Karakteristik responden terdiri dari kategori jenis kelamin, usia dan tahun akademik. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (86,45%), usia berada pada rentang 19-21 tahun (68,4%) dan tahun akademik semester 2 (47,1%). Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup (52,26%) dan sebagian besar sikap responden dalam kategori positif (60%). Hasil uji korelasi diperoleh nilai p-value 0,048 dan nilai koefisien korelasi 0,153. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswa terkait protokol kesehatan. Nilai koefisien korelasi menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut memiliki hubungan positif yang lemah. Hal ini bermakna bahwa tingkat pengetahuan yang cukup sudah mampu memberikan dampak pada sikap yang positif dalam menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan penerapan protokol kesehatan terutama di area kampus. Kata Kunci: COVID-19, Protokol Kesehatan, Pengetahuan, Sikap
Hubungan Supervisi dan Beban Kerja terhadap Ketepatan Pemberian Cairan Infus Sesuai Kebutuhan Pasien di RS TK. II Moh Ridwan Meuraksa Ardiyanti, Ika; Anisah, Siti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.779 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10724

Abstract

ABSTRACT Supervision and workload are factors that affect the accuracy of administering infusion fluids according to patient needs. Good supervision can improve the quality of health services, including in the provision of appropriate infusion fluids. Meanwhile, excessive workload can result in a lack of attention and time given to administer appropriate intravenous fluids. Knowing the relationship between supervision and workload on the provision of infusion fluids according to the needs of patients at TK Hospital. II Moh Ridwan Meuraksa Year 2023. This research is an analytic research which means a research that aims to see the existence of a relationship using the cross sectional method. research time for 1 month. The population used was nurses in three inpatient rooms with a total of 35 people. sampling using a total sampling of 30 people. data collection used using questionnaires and observation. The data analysis used is the chi-square test. The results showed that the supervision of nurses was in the good category, 18 people (51.4%), the majority of the workload was in the heavy category, as many as 20 people (57.1%), and the provision of intravenous fluids in the right category was 18 people (51.4%). ). There is a significant (significant) relationship between supervision and workload on the accuracy of administering infusion fluids according to the needs of patients in Lavender, Kattleya and Pui Sudarto inpatient rooms at TK Hospital. II Moh Ridwan Meuraksa in 2023 with a p-value = 0.013 and 0.023 (<0.05). In conclusion, there is a significant (significant) relationship between supervision and workload on the accuracy of administering intravenous fluids in the lavender, kattleya and pui sudarto inpatient rooms at TK Hospital. II Moh Ridwan Meuraksa in 2023 with a p-value = 0.013 and 0.023 (<0.05). Suggestions for kindergarten hospital management. II Moh Ridwan Meuraksa should the hospital pay attention to the excessive amount of work accompanied by insufficient time to carry out the work Keywords: Supervision, Workload, Accuracy of Infusion Fluids  ABSTRAK Supervisi dan beban kerja merupakan faktor yang mempengaruhi ketepatan pemberian cairan infus sesuai kebutuhan pasien. Supervisi yang baik dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk dalam pemberian cairan infus yang tepat. Sedangkan beban kerja yang berlebihan dapat mengakibatkan kurangnya perhatian dan waktu yang diberikan untuk melakukan pemberian cairan infus yang tepat. Mengetahui Hubungan supervisi dan beban kerja terhadap ketepan pemberian cairan infus sesuai kebutuhan pasien di RS TK. II Moh Ridwan Meuraksa Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat analitik artinya suatu penelitian yang bertujuan untuk melihat adanya hubungan dengan menggunakan metode cross sectional. waktu penelitian selama 1 bulan. populasi yang digunakan adalah perawat di tiga ruangan rawat inap sebanyak 38 orang. pengambilan sampel menggunakan random sampling sebanyak 35 orang. pengumpulan data digunakan menggunakan kuesioner dan observasi. Analisa data yang digunakan adalah uji chi - square. Hasil penelitian menunjukan supervisi perawat berada pada kategori baik sebanyak 18 orang ( 51,4%), beban kerja mayoritas pada ketegori berat sebanyak 20 orang (57,1%), dan pemberian cairan infus pada kategori tepat sebanyak 18 orang ( 51,4%). Terdapat hubungan yang bermakna ( significant) antara supervisi dan beban kerja terhadap ketepatan pemberian cairan infus sesuai kebutuhan pasien di ruang rawat inap Lavender, Kattleya dan Pui Sudarto  RS TK. II Moh Ridwan Meuraksa tahun 2023 dengan nilai p- value = 0,013 dan 0,023 (<0,05). Kesimpulan terdapat hubungan  yang bermakna (significant) antara hubungan supervisi dan beban kerja terhadap ketepatan pemberian cairan infus di ruang rawat inap lavender, kattleya dan pui sudarto  RS TK. II Moh Ridwan Meuraksa tahun 2023 dengan nilai p- value = 0,013 dan 0,023 (< 0,05). Saran bagi pihak manajemen RS TK. II Moh Ridwan Meuraksa  sebaiknya rumah sakit memperhatikan jumlah pekerjaan yang berlebihan diiringi dengan waktu yang tidak mencukupi dalam melaksanakan pekerjaanya. Kata Kunci: Supervisi, Beban Kerja, Ketepatan Cairan Infus
Effectiveness of 30o Head Elevation Intervention on Head Pain Levels in Patients with Space Occupying Lesion (SOL) Intracranial Tumor Post-Op Craniotomy : Case Study Septania, Salma Mega; Fitria, Nita; Mediawati, Ati Surya
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.365 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10688

Abstract

Tumor intrakranial adalah pertumbuhan massa abnormal pada otak yang berasal dari jaringan yang tumbuh dan membelah secara tidak terkendali. Space Occupying Lesion (SOL) adalah tekanan ruang yang disebabkan oleh adanya kenaikan volume di dalam otak yang disebabkan karena penumpukkan darah, cairan serebro spinal ataupun jaringan otak. Tindakan yang umum dilakukan pada pasien tumor intrakranial adalah craniotomy. Menurut penelitian, sekitar  60% pasien yang menjalani craniotomy mengalami nyeri kepala tingkat sedang hingga tinggi. Manajemen nyeri non-farmakologi yang dapat dilakukan diantaranya dengan intervensi tarik napas dalam dengan teknik guided imagery, pemantauan hemodinamik pasien dan elevasi kepala 30 derajat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyajikan pengaruh intervensi keperawatan elevasi kepala 30 derajat terhadap tingkat nyeri pada pasien  SOL  tumor intrakranial post craniotomy. Metode pada penelitian ini menggunakan desain studi kasus yang dilakukan pada bulan November 2022 di RSUD Sumedang. Hasil menunjukkan elevasi kepala 30 derajat dapat menurunkan tingkat nyeri kepala karena dapat memaksimalkan masuknya oksigen ke intrakranial dan meningkatkan aliran balik darah dari otak ke jantung, membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatik yang berfungsi mengontrol berbagai aktivitas tubuh manusia ketika istirahat serta memaksimalkan kondisi rileks pada pasien, sehingga menghasilkan frekuensi nadi, frekuensi pernapasan, tekanan darah yang stabil.
Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Seran, Benediktus; Anderson, Elisa; Manoppo, Arlien Jeannete
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.479 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10455

Abstract

ABSTRACT Family support is the attitude and action of assisting the elderly by family members, so that the elderly will feel comfortable and have a good quality of life influenced by several factors such as physical, psychological, social, and environmental influenced by several factors such as physical, psychological, social, and environmental. This study aims to determine the relationship between family support and the quality of life of the elderly in Waleo Village. The research design used is descriptive correlation with a cross sectional approach. The research sample consisted of 114 elderly respondents aged 50-75 years through total sampling technique. The data collection instruments used were the family support questionnaire and the OPQOL-Brief adapted in Indonesian language. Most of the respondents had family support in the high category with 102 (89.5%) elderly, and quality of life in the good category with 109 (95.6%) elderly. Furthermore, the results of the Spearmen rank statistical test found a value of p = 0.000; and r = 0.400. There is a significant relationship between family support and the quality of life of the elderly in Waleo Village. The relationship is moderate in a positive direction, where the higher the family support, the higher the quality of life of the elderly. It is recommended that family members will continue to strengthen support for the elderly and continue to maintain it so that the quality of life for the elderly remains high and good. The elderly are also expected to continue to maintain a high quality of life by adding insight into health information. And for further researchers it is suggested to develop research by analyzing other factors that may affect family support and the quality of life of the elderly. Keywords: Family support, Quality of life, Elderly  ABSTRAK Dukungan keluarga adalah sikap dan tindakan mendampingi lansia yang dilakukan oleh anggota keluarga sehingga lansia merasa nyaman dan memiliki kualitas hidup yang baik dengan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti fisik, psikologi, sosial, dan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia di Desa Waleo. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan secara cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 114 responden lansia dengan umur 50-75 tahun melalui teknik pengumpulan data total sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dukungan keluarga dan OPQOL-Brief yang diadaptasi dalam Bahasa Indonesia. Sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga pada kategori tinggi dengan jumlah 102 (89,5%) lansia, dan kualitas hidup pada kategori baik dengan jumlah 109 (95,6%) lansia. Selanjutnya, hasil uji statistik spearmen rank menemukan nilai p= 0,000; dan r = 0,400. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia di Desa Waleo. Hubungan bersifat sedang dengan arah positif, dimana semakin tinggi dukungan keluarga maka semakin tinggi kualitas hidup lansia. Diharapkan kepada anggota keluarga untuk tetap memperkuat dukungan pada lansia dan terus mempertahankannya agar kualitas hidup lansia tetap tinggi dan tetap bagus. lansia juga diharapkan dapat terus mempertahankan kualitas hidup yang tinggi dengan menambah wawasan tentang informasi kesehatan. Dan untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan penelitian dengan menganalisis faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia.  Kata Kunci: Dukungan keluarga, Kualitas Hidup, Lansia
Edukasi Pengobatan Terapi Alternatif Non Farmokologi Menggunakan Minyak Zaitun untuk Luka Dekubitus di Rumah Sakit Mekar Sari Liligoly, Firsa; Khamid, Abdul
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.936 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10713

Abstract

ABSTRACT Decubitus ulcers are mentioned by pressure and friction on the skin which inhibits flow to the skin. This condition generally occurs in someone who cannot change body position or move for a long time. Patients on bed rest have a risk of disrupting skin integrity or immobilization (bedrest) which ultimately results in the emergence of delubitus wounds. Therefore, olive oil intervention is needed which can speed up the healing process. wound using olive oil. To find out about providing education on non-pharmacological alternative medicine using olive oil for pressure ulcers at Mekar Sari Hospital in 2023?”. The research design uses a Quasi experiment with a posttest-pretest approach. In this study, the results were obtained before education and after education and the number of samples was 21 respondents who met the inclusion and exclusion criteria. The results of the univariate analysis 78.2% of respondents aged 28-33 years, 52.4% of respondents were male and 57.1% of respondents had a high school education. The results of bivariate analysis on the T-test p-Vlue 0.000 (<0.05) this can be interpreted that non-pharmacological alternative therapy treatment education uses olive oil for pressure sores in inpatient rooms at Mekarsari Hospital. Patients can understand non-pharmacological alternative therapy treatment education using olive oil for pressure sores and can use olive oil as a non-pharmacological alternative medicine for healing pressure sores. And researchers hope this research as a reference for further research. Keywords: Treatment Using Olive Oil for Decubitus Wounds  ABSTRAK Ulkus dekubitus disebutkan oleh tekana dan gesekan pada kulit yang menghambat aliaran ke kulit. Kondisi ini umumnya terjadi pada seseorang yang tidak dapat mengubah posisi tubuh ataupun bergerak dalam waktu yang lama pasien dengan tirah mempunyai resiko ganguan intergritas kulit atau imobilisasi (bedrest) yang akhirnya berdampak pada timbulnya luka delubitus .sehingga di perlukan intervensi minyak zaitun yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka dengan menggunakan minyak zaitun. Untuk mengatahui pemberian edukasi pengobatan alternatif non farmokologi dengan menggunakan  minyak zaitun untuk luka dekubitus di Rumah Sakit Mekar sari Tahun 2023?”. Desaian penelitian menggunakan Quasi experiment dengan pendekatan posttes-pretes. Pada penelitin ini didapatkan hasil sebelum edukasi dan sesudah edukasi dan jumlah sampel 21 responden dengan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil analisis univariat 78,2% responden berusia 28-33 tahun, 52,4% responden berjenis kelamin laki-laki dan 57,1% responden memiliki Pendidikan terakhir SMA. Hasil analisis bivariat pada uji T-test p-Vlue 0,000 (<0,05) hal ini dapat diartikan bahwa Edukasi pengobatan terapi alternatif non farmokologi menggunakan minyak zaitun untuk luka dekubitus di ruangan rawat inap di rumah sakit mekar sari. Pasien dapat mengerti edukasi pengobatan terapi alternatif non farmokologi menggunakan minyak zaitun untuk luka dekubitus dan dapat menggunakan minyak zaitun sebagai obat alternatif non farmokologi  untuk penyembuhan luka dekubitus. Dan peneliti berharap penelitian ini sebagai referensi bagi penelitian selanjutnya.  Kata Kunci :Pengobatan Menggunakan Minyak Zaitun untuk Luka Dekubitus 
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Keinginan untuk Berhenti Merokok pada Remaja Korengkeng, Loura; Tambalean, Trivena C.
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.602 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10652

Abstract

ABSTRACT Smoking is a negative behavior often exhibited by adolescents due to environmental influences. Smoking can lead to health disorders and affect the social development of adolescents. It is expected that adolescent smokers will have a desire to quit smoking after acquiring knowledge and developing positive attitudes towards taking action. This study aims to determine the relationship between knowledge, attitudes, and the desire to quit smoking among students at SMK N 1 Kakas. The research design used was descriptive correlation with a cross-sectional approach. Purposive sampling technique was employed, and the study included 155 student participants from SMK N 1 Kakas who had smoking experience. Data analysis showed that the majority of participants, 152 individuals (98.1%), had good knowledge about cigarettes. All participants, 155 individuals (100.0%), demonstrated good attitudes, and 155 individuals (100.0%) expressed a good desire to quit smoking. Furthermore, Spearman correlation analysis found the following values: p= 0.000; r= 0.682 (knowledge and desire to quit smoking), p= 0.000; r= 0.803 (attitudes and desire to quit smoking). There is a significant relationship between knowledge and the desire to quit smoking among students at SMK N 1 Kakas. The relationship is strong and positive, indicating that better knowledge is associated with a stronger desire to quit smoking. Additionally, a significant relationship between attitudes and the desire to quit smoking was found among students at SMK N 1 Kakas. The relationship is strong and positive, suggesting that better attitudes are associated with a stronger desire to quit smoking. It is recommended for educational institutions to enhance health education efforts for students, particularly in raising awareness about the dangers of smoking among school students. For future research, it is recommended to further explore the causes of smoking behavior and effective strategies to address smoking habits among students. Keywords: Quit Smoking, Desire, Knowledge, Attitudes  ABSTRAK Merokok merupakan suatu perilaku negatif yang sering diperlihatkan oleh remaja diakibatkan oleh pengaruh lingkungan sekitar. Merokok dapat mengakibatkan gangguan kesehatan dan mempengaruhi kinerja remaja dalam pertumbuhan sosial. Remaja yang merokok diharapkan mempunyai keinginan untuk berhenti merokok setelah menerima pengetahuan dan memiliki sikap yang baik untuk bertindak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan keinginan untuk berhenti merokok di SMK N 1 Kakas. Desain penelitian yang digunakan ialah deskriptif korelasi dengan pendekatan crossectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 155 orang siswa SMK N 1 Kakas yang memiliki pengalaman merokok. Analisis data menunjukan bahwa Sebagian besar partisipan yaitu sebanyak 152 orang (98,1%) memiliki pengetahuan tentang rokok dalam kategori baik, sebanyak 155 orang (100,0%) memiliki sikap dalam kategori baik, dan sebanyak 155 orang (100,0%) memiliki keinginan untuk berhenti merokok dalam kategori baik. Lebih lanjut analisis data spearman correlation menemukan nilai p= 0.000; r= 0.682 (pengetahuan dan keinginan untuk berhenti merokok), p= 0.000; r= 0.803 (sikap dan keinginan berhenti merokok). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan keinginan untuk berhenti merokok di SMK N 1 Kakas. Hubungan bersifat kuat dengan arah positif, dimana semakin baik tingkat pengetahuan akan semakin baik pula keinginan untuk berhenti merokok. Lebih lanjut, ditemukan hubungan yang signifikan antara sikap dengan keinginan untuk berhenti merokok di SMK N 1 Kakas. Hubungan bersifat kuat dengan arah positif, dimana semakin baik tingkat sikap akan semakin baik pula keinginan untuk berhenti merokok. Direkomendasikan bagi institusi Pendidikan untuk lebih giat lagi dalam memberikan Pendidikan kesehatan kepada siswa khususnya dalam mengenalkan bahaya merokok dikalangan siswa sekolah. Bagi penelitian selanjutnya, direkomendasikan untuk menggali lebih jauh penyebab prilaku merokok serta cara evektif dalam mengatasi kebiasaan merokok pada siswa. Kata Kunci: Berhenti Merokok, Keinginan, Pengetahuan, Sikap
Pengaruh Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Rawang Rosiska, Mimi; Soviarni, Soviarni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.967 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10354

Abstract

ABSTRACT The problem of mothers and children is one of the main problems in the health sector that is currently happening in Indonesia. Every three minutes, somewhere in Indonesia, a child under the age of five dies. In addition, every hour a woman dies due to childbirth or other causes related to pregnancy. The purpose of this study was to determine the effect of health empowerment in improving maternal and child health in the Rawang Health Center Work Area . This research is a quantitative research with a pre-experimental research design, namely the One Group Posttest Design approach. The data obtained from the Rawang Health Center in Sungai Penuh City with a population of 269 people  and a sample of 16 people in the working area of the Rawang Health Center in 2022 with the sampling technique used is the Purposive Sampling Technique. The data was processed computerized with univariate and bivariate analysis using the T Test Dependent test. The results showed that the average maternal health after community health empowerment with p value 0.003 and the average child health after community health empowerment with p value 0.011. The conclusion is that there is an effect of health empowerment in improving maternal and child health. It is hoped that the puskesmas can provide health information about health empowerment for mothers and children. Keywords: Community Health Empowerment, Maternal and Child Health  ABSTRAK Masalah ibu dan anak merupakan salah satu masalah utama dengan bidang kesehatan yang saat ini terjadi di Negara Indonesia. Setiap tiga menit, disuatu tempat di Indonesia, anak dibawah usia lima tahun meninggal. Selain itu, setiap jam seseorang perempuan meninggal karena melahirkan atau sebab-sebab yang berkaitan dengan kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan kesehatan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Wilayah Kerja Puskesmas Rawang.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian  Pre Eksperimen yaitu dengan pendekatan One Group Posttest Design. Data yang didapatkan dari Puskesmas Rawang Kota Sungai Penuh dengan jumlah populasi sebanyak 269 orang dan sampel sebanyak 16 orang diwilayah kerja Puskesmas Rawang dengan teknik sampling yang digunakan adalah Teknik Purposive Sampling. Data diolah secara komputerisasi dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji T Test Dependent. Hasil penelitian didapatkan rata-rata kesehatan ibu sesudah pemberdayaan kesehatan masyarakat dengan p value 0.003 dan rata-rata kesehatan anak sesudah pemberdayaan kesehatan masyarakat dengan p value 0.011. Kesimpulan terdapat pengaruh pemberdayaan kesehatan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Diharapkan pihak puskesmas dapat memberi informasi kesehatan tentang pemberdayaan kesehatan pada ibu dan anak. Kata Kunci:  Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Ibu dan Anak
Literature Review: Pengaruh Pegagan terhadap Penyembuhan Luka Bakar Kusumaningrum, Aliffia Ayu; Primadina, Nova; Laitupa, Afrita Amalia; Triastuti, Nenny
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.059 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10728

Abstract

ABSTRACT Burns are injuries caused by the passage of energy from a heat source to the body's tissue under the skin. Each year, 265,000 people die from burns globally, according to WHO (2014). Both traditional and conventional medicine have been used to treat burns, but the price of conventional drugs is relatively high, resulting in inefficient use and side effects such as scar tissue formation, whereas traditional medicine is feared for infection and decreased drug effectiveness due to improper processing. The purpose of this Literature Review is to assess the effect of Centella asiatica on burn healing in general, as well as to investigate the healing quality of burns and the content of Centella asiatica compounds that can cure burns in particular.The search engines Garuda, Google Scholar, ProQuest, Science Direct, and PubMed are used to access and collect data for the study. The search strategy is full-text articles in English and Indonesian from 2012 to 2022. According to comparative research, gotu kola has an anti-inflammatory impact that inhibits inhibition of the proliferative process, and saponin content can speed the creation of connective tissue from collagen type I to type III and avoid scar formation. If there is too much type I collagen, it will burn, asiaticoside will act as an antioxidant, and madecoside will act as an antibacterial.  Asiatica has the capacity to cure second degree A (superficial) burns, especially when the leaves are applied. The extract required is sorted by speed, percentage of healing, and medicinal gel administration (HPMC) 96% ethanol gel extract, 70% ethanol extract, 2% Gotu Kola herb, and 2% ethanol extract 96% ethanolic extract gel of Pegagan herb 6% with 8% HPMC concentration, and 96% herb ethanol extract Gotu Kola 6% in the form of Carbopol 934 gel. Keywords: Centella Asiatica Extract, Burn Healing, Gotu Kola Effect  ABSTRAK Luka bakar adalah kerusakan jaringan bawah kulit tubuh yang diakibatkan oleh pengalihan energi dari suatu sumber panas kepada tubuh. WHO (2014) memperkirakan 265.000 orang meninggal disebabkan luka bakar setiap tahun di dunia. Pengobatan luka bakar sudah banyak beredar  baik secara tradisional maupun obat konvensional namun harganya relatif mahal untuk obat konvensional menyebabkan penggunaan tidak maksimal serta memiliki efek samping seperti pembentukan jaringan parut sementara obat tradisional ditakutkan terjadinya infeksi dan penurunan efektivitas obat akibat pengolahan tidak tepat. Literature Review ini bertujuan secara umum untuk mengetahui pengaruh pegagan terhadap penyembuhan luka bakar dan secara khusus, untuk menganalisa kualitas penyembuhan luka bakar dan melihat kandungan senyawa pegagan yang bisa menyembuhkan luka bakar. Studi menggunakan metode pengambilan dan pengumpulan informasi melalui mesin pencarian Garuda, Google Scholar, Science Direct, dan PubMed. Algoritme pencarian yang digunakan berupa artikel teks lengkap, berbahasa Inggris maupun bahasa Indonesia dari tahun 2012-2022. Berdasarkan artikel-artikel perbandingan diketahui bahwa penelitian pegagan pada luka bakar memiliki efek sebagai penyembuh luka bakar dengan kandungan flavonoid sebagai anti-inflamasi yang mencegah terhambatnya proses proliferasi, kandungan saponin bisa mempercepat pembentukan jaringan ikat dari kolagen tipe I ke tipe III dan mencegah pembentukan bekas luka bakar jika jumlah kolagen tipe I terlalu banyak, asiatikosida sebagai antioksidan, dan madekosida sebagai antibakteri . Tanaman obat Pegagan memiliki efek penyembuhan luka bakar derajat II A (dangkal) terutama penggunaan bagian daunnya, Ekstrak yang dibutuhkan jika diurut dari kecepatan, persentase kesembuhan, pengaplikasiannya jatuh kepada dasar obat gel (HPMC) ekstrak Etanol 70% Herba Pegagan 2%, Gel ekstrak etanol 96% herba Pegagan 5% dengan konsentrasi Carbopol 940 1%, Ekstrak etanol 70% herba Pegagan 3% dengan konsentrasi Gel Carbopol 940 1%, Gel ekstrak etanol 96% herba Pegagan 6% dengan konsentrasi HPMC 8%, Ekstrak Etanol 96% Herba Pegagan 6% dalam bentuk gel Carbopol 934, dan senyawa dalam tanaman obat Pegagan dapat menyembuhkan luka bakar adalah flavonoid, saponin, dan asiatikosida dengan fungsi masing-masingnya Kata Kunci: Ekstrak Pegagan, Penyembuhan Luka Bakar, Efek Pegagan
Pengaruh Status Gizi terhadap Kelelahan Kerja pada Supir Bus Trayek Palopo – Makassar Salam, Jumhur; Nurgazali, Nurgazali; Hamid, Fatmawati; Shiddiq, Sholihin
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.597 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10602

Abstract

ABSTRAK Kelelahan adalah suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status gizi terhadap kejadian kelelahan kerja pada supir bus trayek Palopo-Makassar. Penelitian ini dilakukan di Terminal keberangkatan bus kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan desain potong melintang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua supir bus angkutan trayek Palopo-Makassar berjumlah 72 orang, sedangkan sampel dipilih melalui metode purposive sampling sebanyak 31 orang. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, pengisian kuesioner, dan pengukuran kondisi pekerja menggunakan alat ukur berupa Mikrotoise, Timbangan Berat Badan, dan waktu reaksi). Analisis data dan pengolahan data menggunakan program komputer Microsoft word, aplikasi SPSS, dan PLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh status gizi terhadap kelelahan, dimana hasil uji statistik nilai T (7,170)>1,96, dengan besaran kontribusi 28,9%. Status gizi berpengaruh terhadap kejadian kelelahan pada supir bis trayek Palopo-Makassar dengan kontribusi pengaruh 28,9%. Kata Kunci: Status Gizi, Kelelahan, Supir Bus  ABSTRACT Fatigue is a body's protective mechanism so that the body avoids further damage resulting in recovery after rest. This study aims to determine the influence of nutritional status on the incidence of work-related fatigue in bus drivers on the Palopo-Makassar route. This research was conducted at the Makassar city bus departure terminal. The type of research used is an analytical survey with a cross-sectional design. The population in this study were all bus drivers for the Palopo-Makassar route totaling 72 people, while the sample was selected through the purposive sampling method as many as 31 people. Data were collected by means of interviews, filling out questionnaires, and measuring workers' conditions using microtoise, weight scales, and reaction time). Data analysis and data processing using Microsoft word computer programs, SPSS applications, and PLS. The results of this study indicate that there is an influence of nutritional status on fatigue, where the statistical test results show T (7.170) > 1.96, with a contribution size of 28.9%.Nutritional status significantly influence the incidence of work-related fatigue, with a contribution size of 28.9%. Keywords: Nutrition, Status, Fatigue, Bus Driver 
Pengaruh Terapi Massage terhadap Nyeri pada Pasien Low Back Pain Hasibuan, Desi Lianti Sari; Flora, Many; Tarigan, Mula
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.913 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10504

Abstract

ABSTRACT Low Back Pain is a common problem caused because the lumbar region bears most of the weight. Pain and disability is one of the problems that can be caused by LBP which has an impact on life. Non-pharmacological interventions, such as massage, acupuncture, spinal manipulation, tai chi, and yoga, are recommended as first treatment preference for LBP. This systematic review aims to determine the benefits of massage therapy in reducing pain in low back pain patients. The method used in this study is a systematic review using narrative descriptive analysis. Search for research articles using databases from Science Direct, PubMed, and ProQuest, with a publication period of 2018-2023 (last 5 years). The six articles found in this systematic review show that all types of massage therapy interventions have an effect on pain in low back pain patients. Massage affects the muscular and skeletal systems in the superficial and deep layers to encourage healing and reduce pain. Conclusion: Massage therapy can be used to reduce pain in low back pain patients. Future researchers can use other complementary therapy interventions as a comparison to find out which complementary therapy interventions are more effective in reducing pain in low back pain patients.Keywords: Massage, Pain, Low Back Pain  ABSTRAK Low back pain adalah masalah umum yang disebabkan karena region lumbar menanggung sebagian besar berat badan. Nyeri dan disabilitas adalah salah satu masalah yang dapat ditimbulkan oleh low back pain yang berdampak pada kehidupan. Intervensi non farmakologis, seperti massage, akupuntur, manipulasi spinal, tai chi, dan yoga, direkomendasikan sebagai preferensi pengobatan pertama untuk low back pain. Systematic review ini bertujuan untuk mengetahui manfaat terapi massage dalam mengurangi nyeri pada pasien low back pain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic review dengan menggunakan analisis deksriptif narasi. Pencarian artikel penelitian menggunakan database dari Science Direct, PubMed, dan ProQuest, dengan rentang waktu terbit 2018-2023. Keenam artikel yang ditemukan dalam systematic review ini menunjukkan bahwa semua jenis intervensi terapi massage memiliki pengaruh terhadap nyeri pada pasien low back pain. Massage mempengaruhi sistem otot dan kerangka di lapisan superfisial dan dalam untuk mendorong penyembuhan dan mengurangi rasa sakit Terapi massage dapat digunakan untuk mengurangi nyeri pada pasien low back pain. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan intervensi terapi komplementer lain sebagai pembanding untuk mengetahui intervensi terapi komplementer yang lebih efektif digunakan dalam mengurangi nyeri pasien low back pain. Kata Kunci: Massage, Nyeri, Low Back Pain

Page 30 of 158 | Total Record : 1573


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue